
Keesokan paginya, seperti biasa Ilham bangun pagi-pagi sekali dan Kirana yang sudah siap dengan segalanya membawakan bekal makanan untuk suaminya.
"Mas, berangkat dulu ya, dek! Tak lupa Ilham berpamitan kepada calon buah hatinya sambil mengusap perut Kirana. Papa berangkat kerja ya, anak papa." pamit Ilham seraya mencium kening dan perut Kirana yang agak membuncit.
Setelah keberangkatan Ilham, Kirana segera bersiap-siap untuk mandi karena nanti siang Ilham berencana mengajak Kirana ke suatu tempat.
Saat sedang mandi, Kirana akan melangkah mengambil sabun yang ada di kamar mandi, namun naas Kirana terpeleset dan kepalanya membentur bak mandi sampai pingsan. Tanpa disadarinya, darah telah mengalir deras dari **** ***** Kirana.
Satu jam kemudian, Kirana belum sadarkan diri di kamar mandi. Sampai Ilham datang mengetuk rumah dan menemukan Kirana dalam keadaan pingsan di kamar mandi.
"Deeeekkk!" teriak Ilham yang kaget melihat Kirana bersimbah darah dan juga pingsan di kamar mandi.
Ilham segera meminta bantuan kepada tetangga dan segera membawanya ke klinik naik mobil perusahaan.
Sesampainya di klinik, Kirana segera di tangani oleh dokter dan memeriksa keadaan Kirana.
"Bagaimana, Dok, istri saya?" tanya Ilham yang khawatir akan keadaan Kirana.
"Maaf, Pak Ilham, kami sudah berusaha sebisa kami. Namun takdir berkata lain, istri Bapak keguguran. Sebaiknya dilakukan kuret agar tidak ada sisa janin yg tertinggal atau rahim bersih," terang Dokter Rina menjelaskan.
Ilham yang mendengar penjelasan Dokter menjadi syok dan kecewa. Pasalnya ini adalah anak pertama yang ditunggu-tunggu olehnya. Buah cintanya bersama Kirana.
__ADS_1
"Baik, Dok, silahkan! Lakukan yang terbaik untuk istri saya. Tapi masih bisa hamil lagi 'kan, Dok?" tanya Ilham lagi.
"Iya, Bu Kirana, bisa hamil lagi." sahut Dokter Rina.
Beberapa saat setelah sampai di klinik, akhirnya Kirana sadar dan melihat suaminya sedang mengobrol dengan Dokter Rina.
"Mas!" panggil Kirana saat sedang di tempat tidur karena merasakan perutnya yang sakit.
Ilham yang mendengar panggilan dari istrinya segera menoleh dan menuju istrinya di pembaringan lalu menggenggam tangan Kirana erat.
"Ada apa, Mas? Kenapa, aku bisa berada di klinik?" tanya Kirana heran saat melihat suaminya juga berada di klinik.
"Tadi, Mas menemukanmu dalam keadaan pingsan di kamar mandi, dek," jelas Ilham.
"Kamu keguguran, dek! Bayi kita tak bisa diselamatkan." ucap Ilham dengan wajah sendu.
Kirana yang mendengar kata-kata dari suaminya, seketika menangis dan membelakangi Ilham. Perasaan Kirana hancur dan kecewa pada dirinya sendiri yang tak bisa menjaga kehamilannya dengan baik.
Saat sedang menemani Kirana, Dokter datang ingin membersihkan darah yang ada di dalam rahim Kirana.
"Permisi, kita akan melakukan kuret kepada Bu Kirana, Pak! Silahkan, Bapak keluar dulu," pinta perawat tersebut.
__ADS_1
"Baik, suster."
Ilham pun melangkah keluar dari ruangan dimana Kirana dirawat. Ilham merasakan dunianya hancur dan juga perasaannya tak menentu. Bagaimana, caranya menyampaikan pada keluarganya nanti.
Setelah menunggu satu jam, Dokter keluar dari ruangan. Kemudian, Ilham menghampiri Dokter tersebut.
"Silahkan, Bapak boleh menemui istrinya. Sebab, Bu Kirana mengalami pingsan saat terjatuh. Untuk sementara waktu, Bu Kirana menginap semalam di klinik dan baru bisa pulang besok." Dokter Rina menjelaskan.
"Kalau begitu, saya permisi dulu," pamit Dokter Rina seraya berjalan meninggalkan Ilham sendirian.
"Baiklah, Terimakasih, Dok."
Kemudian, Ilham masuk ke dalam dimana Kirana di rawat. Ilham duduk di samping tempat tidur Kirana dan mencium tangan istrinya berkali-kali, saat ini Kirana masih tertidur terlelap karena efek obat bius.
Ada gurat sedih dan kecewa yang dirasakan Ilham saat ini. Namun, perasaan Kirana yang lebih penting dan utama saat ini.
Ilham segera masuk ke kamar mandi dan menangis menumpahkan segala amarah dan kecewa dirinya karena menjadi suami yang tidak bisa menjaga istrinya disaat seperti ini.
Setelah beberapa menit kemudian, Ilham segera membasuh wajahnya agar terlihat segar saat melihat Kirana.
Keluar dari kamar mandi, Ilham segera duduk di samping Kirana menemani dan memikirkan hal apa yang akan disampaikan kepada keluarganya nanti bila Ibunya sewaktu-waktu menelpon.
__ADS_1
Saat sedang asik berpikir jawaban apa yang akan diberikan kepada keluarganya, Ilham dikejutkan dengan suara pintu terbuka.
"Ilham, apa yang terjadi dengan Kirana?" tanya Erik saat sudah masuk ke dalam ruang rawat Kirana.