
"hemmm, giliran butuh aja, Lo semua harus di ikuti, dasar manusia es" ujar Naya kesal.
"hemm,,, udah bosan kerja rupanya" ucap Aditya, kesal.
"Ok.. iya dasar tukang ngancem" ujar Naya mencabik.
Aditya memang begitu jika dengan sahabat nya, tapi dia tidak beneran serius kecuali kalo ada yang berkhianat dia akan membalas nya lebih kejam.
soraya, pun mengikuti arahan Naya untuk pergi ke, dalam kamar nya, saat ini sebelum nya ia sudah mengambil tas kerja nya.
soraya pun di periksa, setelah selesai pemeriksaan, Naya membeberkan prihal penyakit yang di derita soraya, adalah mag kronis.
"jadi dia gak hamil"ucap Aditya.
"dia, memiliki penyakit mag yang kronis harus segera di tanganin karena ini sangat berbahaya jika di biarkan terlalu lama, untuk sementara waktu aku kasih resep obat yang sangat bagus dosis nya sedikit lebih tinggi tapi aku saranin jangan makan yang pedas atau pun asam nanti bisa memperburuk keadaan" ucap Naya pajang kali lebar...
"Naya,Lo beneran istri gua, gak hamil coba deh elo... periksa sekali lagi, soalnya gejala nya sama saat istri pertama gue ngidam dulu walau di akhir keguguran" ucap Aditya lesu.
"kalo Lo gak percaya Lo tes aja pake ini gue jamin,Lo percaya" ucap Naya, yang memberikan respect pada soraya.
"udah deh kenapa sih pada ribut, aku lelah kalo kalian mau debat jangan di sini dan kalau mas mau anak nikah saja lagi dan ceraikan aku saat ini juga, lagian memang nya punya anak itu gampang apa, segampang membalikkan telapak tangan"soraya marah dan mengusir mereka berdua.
"Hanny, bukan begitu jangan salah paham aku tidak memaksa kan kehendak untuk itu, tapi aku hanya penasaran saja" ucap Aditya lembut.
"semua nya sudah jelas mas silahkan tinggalkan aku, aku cape, dan lagi pengen sendiri"ujar soraya.
"Dit... mending jangan berdebat deh kalo dia stres penyakit nya akan tambah buruk dan Lo akan kesulitan nanti ayo ikut gue ambil obat nya" ucap Naya.
"Lo,, duluan aja gue lagi ada urusan nanti gue mampir kerumah Lo" jawab Aditya.
"hadeuh, dasar keras kepala" ujar Naya yang kini langsung menarik Aditya pergi ke lantai bawah.
"apa-apaan sih lie tarik-tarik gue?" ujar Aditya yang menatap tajam kearah Naya.
"ya ampun Aditya, orang tampan dan pintar sedunia, Lo nyadar gak sih dengan maksud gue gue mau bilang sesuatu ke elo tapi jangan di sini" ucap Naya.
"Ok, gue ikut Lo,," jawab Aditya.
sesampainya nya di sebuah kafe, Naya memarkirkan mobilnya saat itu juga di ikuti mobil Aditya.mereka pun masuk ke dalam kafe tersebut.
"apa yang mau lor sampai kan heuhhhhh" ucap Aditya.
"gini gue,mau bilang sesuatu, sama Lo.. sebenarnya istri Lo seddang mengandung, tapi kandungan nya sangat lemah dan itu akan sangat beresiko keguguran,gue hanya saranin ke Lo.. jangan buat dia stres dan satu lagi apa Lo, tidak kasih makan istri Lo, dengan baik kondisi lambung nya sangat parah mag akut dan ini akan sedikit sulit untuk mengobati nya karena ada janin dalam rahim nya saat ini, yang harus Lo usaha kan jangan biarkan dia stres dan jaga pola makan nya kalo bisa beri dia makanan seperti bubur, dan gue akan resep kan obat dengan dosis rendah agar tidak membahayakan keselamatan janin nya dan ingat jangan beritahu dia dulu takutnya jadi beban pikiran juga sebaiknya untuk dua Minggu kedepan Lo harus ekstra hati-hati menjaga nya" ucap Naya panjang kali lebar.
"Ok, makasih gue akan usaha kan untuk menjaga nya super ketat"ucap Aditya.
"hemm, jangan gitu juga dodol lo bisa buat dia tertekan, nantinya" ucap Naya.
"lalu gue harus apa heuuh, gue bingung" ucap Aditya.
"Lo,beri dia ruang untuk aktivitas tapi harus di pantau jangan sampai kelelahan" ucap Naya lagi.
"Ok,kalau Lo mau makan makan aja nanti tagihan nya gue yang bayar gue pergi dulu takut istri gue nyariin" ujar Aditya sambil beranjak pergi.
"ih,, dasar bucin" ujar Naya.
mereka pun berpisah Aditya pulang ke rumah soraya lagi setelah itu, dia langsung bergegas menuju kamar istrinya itu.
sampai di dalam kamar Aditya melihat soraya, sedang gemetaran memegangi alat tes kehamilan yang di berikan oleh Naya tadi, Aditya langsung memeluk istrinya itu.
"mas, apa artinya ini aku sedang hamil?" tanya soraya.
"hemm,,ya sayang kamu sudah tau duluan,si dokter brengsek itu sengaja ingin mempermainkan aku,sialan, tapi aku bahagia Hanny, aku sangat bahagia saat ini kita akan punya buah hati secepatnya terimakasih tuhan" ucap Aditya bersujud.
"mas apa kamu beneran sebagai itu" ucap soraya.
"tentu saja Sayang, aku sangat bahagia bisa memiliki anak dari wanita yang sangat aku cintai" ucap Aditya berkata jujur.
"tapi mas bagaimana kalau,ibu mu tau dan menyuruh ku menggugurkan kandungan ini" ucap soraya.
"tidak akan pernah sayang justru dengan ini mommy akan sangat senang dan akan segera memberikan restu nya"ucap Aditya yakin.
"baik lah mas kalau kaya gitu, aku akan berusaha menjaga, bayi ini sebisa ku tapi bagaimana dengan kuliahku mas?" tanya soraya.
__ADS_1
"itu bisa di urus sayang kamu bisa kuliah online selama masa kehamilan" ucap Aditya memenangkan, Aditya pun memeluk dan mencium bibir soraya penuh kelembutan.
"mas, apa kau mencintaiku?"ucap soraya.
"tentu saja Sayang, apa kamu meragukan ku, yang berusaha mati-matian mengejar mu" ucap Aditya.
"aku hanya takut kamu pergi saat aku sedang mengandung anak mu"ucap soraya.
"itu tidak mungkin sayang ku, apa kamu tau ini adalah impian terbesar ku, menikah dan memiliki anak, dengan wanita yang sangat aku cintai, bahkan jika kamu siap aku ingin memiliki banyak anak dari mu, nanti nya" ucap Aditya.
"asal kamu beneran setia pada ku"ucap soraya.
"tanpa kamu minta pun aku akan, tetap setia" ucap Aditya.
"hemm,,, terimakasih" ucap soraya.
"tidak perlu berterimakasih, sayang ku karena aku sangat mencintaimu, dan besok kita akan menemui mommy, untuk memberikan kabar baik ini" ucap Aditya.
"aku takut mas"ujar soraya.
"kenapa harus takut sayang aku ada bersama dengan mu aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu"ujar Aditya.
"baiklah mas aku percaya padamu"ujar soraya.
ke esokan hari nya Aditya membuat janji temu dengan ibu nya di sebuah restoran mewah, soraya,kini sudah menggunakan dress selutut dengan mekup Natur, dia akan pergi ke restoran tersebut bersama dengan Aditya.
🌹💖💖💖🌹
restoran, pukul satu siang, Aditya sudah masuk ke dalam nya, bergandengan tangan dengan istri nya itu, saat ini, pelayan restoran datang menyambut, mereka berdua dan membawanya ke ruang VIP, ternyata sudah ada sang mommy di sana.
"siang,momm..." ucap Aditya sambil mencium pipi ibunya, yang sangat di sayangi nya.
"siang juga boy,ada apa kamu menyuruh mommy, kemari" ucap nyonya Atmaja.
"momm.. kenal kan ini soraya istri Aditya" ucap Aditya terputus, karena mommy nya mengangkat tangan menyuruh nya untuk berhenti bicara.
"duduk lah, aku juga ada yang mau di sampai kan pada mu" ujar nyonya Atmaja tegas soraya sedikit gemetaran saat ini, jika boleh memutar waktu dia tidak ingin bertemu dengan wanita yang sangat menakutkan ini.
"iya nyonya" ucap soraya.
"Aditya, mommy minta kamu diam" ucap Nyonya Atmaja tegas.
keduanya pun hening.
"aku mau tanya,kau butuh uang berapa agar kau bisa menjauh dari anak ku dan membawa anak haram mu itu pergi" ucap nyonya Atmaja, begitu tidak berperasaan.
"maaf maksud nyonya apa"soraya,kini sudah berurai air mata.
"aku tadi bertanya apa kurang jelas" ucap nyonya Atmaja.
"momm... apa yang mommy lakukan, bukan nya mommy ingin memiliki cucu?" ucap Aditya.
"ya, aku memang ingin memiliki cucu tapi bukan dari wanita murahan yang hanya menginginkan harta kita" ucap nyonya Atmaja, yang kini menatap soraya tajam.
"cukup nyonya, aku sudah cukup mendengar hinaan anda asal nyonya tau saya tidak pernah menginginkan semua ini dan satu lagi nyonya anda tidak perlu khawatir, sepeserpun aku tidak mengharapkan uang Anda dan perlu nyonya tau, saya sudah memiliki segalanya tanpa harus mengemis pada Anda mau pun anak anda mulai sekarang aku bahkan akan pergi menjauh dari kehidupan kalian, tidak akan ada yang menuntut tanggung jawab kalian berdua sampai anak ku lahir pun hanya aku orang tua tunggal nya" ucap soraya Sambil beranjak dari duduknya namun Aditya menahan tangan soraya erat tiba-tiba saja istri pertama Aditya datang memeluk Aditya, dari belakang di susul oleh ayah nya, mereka seperti membuat janji temu.
"Hanny, aku kangen kemana saja kau dua Minggu ini?" ucap Diandra.
soraya langsung menghempaskan tangan Aditya dia langsung berlari kearah pintu luar dan saat sampai di sana ia langsung menyetop taksi, pergi secepat mungkin, Aditya yang mengejar nya pun sudah terlambat.
soraya menangis pilu selama di perjalanan dia mengelus perut nya, tidak mungkin dia akan menggugurkan kandungan nya, soraya bukan manusia jahat dia bahkan sangat menyayangi nya, soraya berhenti di sebuah taman dia langsung membayar taksi tersebut saat ini dan langsung menuju area taman yang sepi karena ini tengah hari.
soraya terduduk di bangku ku,taman dia menangis sesenggukan, tiba-tiba saja ada sebuah tangan kekar memberikan saputangan soraya pun mendongak ke arah orang tersebut ia melihat seorang pria tampan dan sangat gagah, tersenyum ke arah nya.
"kenapa kau menangis sendirian Nona, apa kau baru putus cinta?"tanya orang tersebut.
"aku, bukan anak SMA lagi jadi aku tidak sedang putus cinta tapi aku sedang menangisi dunia yang teramat kejam ini" jawab soraya yang masih bercucuran air mata.
"hemm,,, begitu rupanya, boleh aku jadi teman curhat mu?"ucap pria tersebut.
"aku tidak mau curhat dengan sembarang orang" ucap nya.
"aku bukan sembarang orang, aku orang beneran, hehehe" ujar nya sambil menyeringai
__ADS_1
"aku tidak kenal kau hiks hiks hiks jadi untuk apa aku curhat pada mu"ucap soraya lagi.
"kenalkan,namaku Arlann , bagaimana apa masih kurang jelas" ujar nya lagi.
"aku tidak bertanya" ucap soraya.
"hemm,, kamu memang gadis yang aneh tapi aku suka" ucap nya lagi.
"justru kamu yang aneh Beru bertemu saja so akrab..." soraya pun pergi karena kesal tanpa menoleh ke arah pria tersebut yang kini sedang memandang nya.
"kau, tidak mengenal ku nona, padahal aku selalu mencari tau tentang mu" ucap Arlann yang kini berjalan ke arah mobilnya.
"cari tahu apa yang terjadi dengan wanita itu, saat ini" ujar Arlann yang kini menelpon seseorang.
"baiklah tuan"ucap orang di sebrang telpon.
soraya pun pulang dengan berjalan gontai setelah turun dari taksi saat ini.
sesampainya di dalam rumah, saat ini soraya melihat Aditya berdiri di hadapan nya.
"sayang kamu dari mana saja, aku sudah mencari mu kemana-mana" ujar Aditya yang langsung memeluk nya erat.
"lepas,di antara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi" ucap soraya.
"tidak, sayang, sampai kapan pun aku tetap suamimu, bahkan sampai mati pun" ucap Aditya tegas.
"aku, bukan istri mu lagi dan di antara kita sudah tidak ada ikatan apa pun kau bisa pergi sekarang dari rumah ku dan jangan lupa bawa mobil mu aku tidak butuh, jangan pernah temui aku lagi" ucap soraya langsung bergegas menuju kamar nya dan mengunci pintu nya dari dalam.
"soraya sayang buka pintu nya kita harus bicara, please aku mohon" ucap Aditya menggedor pintu kamar nya.
"pergi dari sini tuan Aditya, aku tidak mau lagi melihat wajah mu dan keluarga mu yang gila harta itu sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengganggu ketenangan keluarga kalian, aku bukan siapa-siapa lagi untuk mu dan sampai kapan pun tidak akan ada lagi hubungan dengan kalian lagi,hiks hiks hiks hiks, jangan temui aku lagi" ucap soraya menangis pilu.
Aditya prustasi, bagaimana tidak cinta nya,kini membenci nya hanya karena ibunya yang melukai harga diri nya.
"sayang, maaf kan aku, jika aku tau ini akan terjadi aku tidak akan pernah mempertemukan kalian, maaf kan aku aku yang salah please buka pintu nya, jika tidak aku akan bunuh diri saja" ucap Aditya.
"tidak tuan kembali lah istri mu bisa memberikan kebahagiaan pada mu, aku tau itu jadi pergi dan kembali pada nya besok aku akan membuat surat gugatan cerai di pengadilan" ucap soraya lirih.
"jika kamu ingin aku pergi berarti kamu juga menginginkan kematian untuk ku saat ini juga baiklah Hanny selamat tinggal"ucap Aditya tiba-tiba suara tembakan nyaring terdengar dan soraya langsung membuka pintu kamar nya ia berteriak ketakutan takut Aditya kenapa-napa tapi soraya salah, Aditya kini berdiri di hadapan nya dan memeluk nya erat.
"jangan pernah kau tinggalkan aku, atau aku akan benar-benar mati saat itu juga Hanny" ucap Aditya yang kini memeluk, soraya erat
"kau menipu ku tuan" ucap soraya.
"kau benar-benar menginginkan aku mati baiklah-baik" Aditya menodongkan pistol nya ke pelipis kanan nya, Namun soraya langsung memeluk nya erat,sambil memohon.
"tolong jauhkan itu, dari mu aku, mohon,hiks hiks hiks hiks" ucap soraya menangis di dada bidang suaminya.
"bilang dulu jika kau mencintaiku dan tidak akan pernah meninggalkan ku apapun yang terjadi ayo berjanji lah jika tidak aku akan bunuh diri, saat ini juga" ucap Aditya.
"baiklah-baiklah aku memang mencintai mu dan aku berjanji tidak akan meninggalkan mu puas" ucap soraya sambil masuk kamar nya.
Aditya pun tersenyum dan kini dia membuang perlu yang ada di dalam pistol Tersebut dan saat ini dia langsung memeluk istrinya itu.
Aditya, mencium bibir soraya, saat ini, dengan penuh *****, dan Aditya pun membawa soraya ke atas ranjang nya saat ini, setelah itu dia langsung mengunkung nya dan tidak melepaskan pangutan bibir nya dari soraya mereka pun bercinta, tapi hati soraya sangat terluka saat ini, dia bahkan meneteskan air mata di sela kegiatan mereka.
soraya benar-benar merasa hancur, harga diri nya di injak-injak oleh seseorang yang seharusnya memberikan restu pada pernikahan nya tapi bukan restu yang dia dapat malah penghinaan.
satu bulan berlalu, soraya meminta Aditya untuk tidak memberikan nya apa pun, walau pun itu berbentuk makanan soraya tidak ingin memakan harta yang jelas-jelas bukan hasil kerja keras nya, soraya bahkan mencari uang sendiri, dia masih menyanyi di kafe tersebut Aditya, tidak pernah tahu itu, karena Aditya jarang menemui soraya, hingga soraya mengalami kecelakaan dan mengakibatkan keguguran, Aditya tidak ada di samping nya.
"Mindy, jangan kabari dia, biarkan ini hanya jadi kesedihan ku sendiri, tuhan mungkin tidak pernah menginginkan aku bahagia untuk saat ini" belum usai soraya bicara pintu ruangan rawat di dobrak oleh Aditya.
"Hanny, apa yang terjadi kenapa kau begitu ceroboh hingga anak kita pergi kenapa" ucap Aditya marah dan menangis.
"tuhan tidak menginginkan anak ku hidup menderita, karena ayah nya tidak akan pernah perduli pada nya" ucap soraya dingin.
"jaga bicara mu, aku sudah sangat bertanggung jawab dengan kehamilan mu, selama ini" ucap Aditya.
"Aditya, apa Lo sudah gila heuhhhhh,Lo tidak lihat istri Lo baru saja selamat dari kematian, Lo bahkan dengan tega menghakimi dia apa itu yang Lo bilang cinta heuhhhhh" ucap Naya.
"biarkan saja mbak Naya biarkan sekalian dia membunuh ku, aku tidak akan pernah melawan, setidaknya aku tau bagaimana munafik nya dia selama ini, aku kira beneran cinta ternyata dia hanya kepalsuan dia hanya ingin seorang anak bukan,diriku" ucap soraya menatap tajam pada Aditya.
"kau salah paham, aku tidak seperti itu, aku hanya ingin kau menjaga anak kita buah hati kita" ucap Aditya mendekat.
__ADS_1
"ceraikan aku sekarang juga karena anak ku sudah tidak ada lagi kau tidak perlu menikahi ku, aku tidak akan pernah mau lagi mengandung anak mu cari saja di luar sana wanita yang lebih baik dan bisa memberikan mu keturunan seperti yang keluarga mu ingin kan pergi, dari sini aku tidak akan pernah kembali dengan mu" soraya berteriak histeris dokter Naya langsung memberikan pertolongan dengan memberikan obat penenang.
Aditya tercengang mendengar kekecewaan soraya, dia bahkan menganggap Aditya tak punya hati hanya karena Aditya salah berkata Naya kini bertindak tegas, mengusir Aditya demi keselamatan jiwa soraya yang masih terguncang.