
Aditya pun langsung bergegas mengendong soraya ala bridal style, masuk ke dalam Mension peninggalan keluarganya itu, setelah itu ia langsung membaringkan tubuh istrinya itu di atas ranjang mereka dulu,kini tampak berbeda, di dalam kamar bahkan sudah tidak ada lagi foto mereka berdua,munk soraya sudah sangat terluka oleh nya, hingga dia tidak ingin, lagi melihat gambar dirinya.
Aditya pun langsung mendekat ke arah soraya dan dia pun langsung memeluk istrinya itu dia mencium kening istrinya itu.
"sayang maafkan aku, kesalahan ku, mungkin tidak akan pernah termaafkan tapi harus kamu tahu cinta ku tak pernah berubah kepada mu, bukan aku tidak mau jujur saat itu, justru karena aku takut melukai mu, dan pada akhirnya kau benar-benar terluka, maaf kan aku sayang sungguh aku sangat menyesal, tapi aku pernah bahagia karena aku mendapat seorang anak perempuan yang sangat cantik dia begitu mirip dengan ku, walaupun dia terlahir dari sebuah kesalahan dia adalah darah daging ku yang suci, aku sangat menyayangi nya hingga saat aku meninggalkan mu saat itu adalah hari dimana nyawanya terancam aku memang memberikan mereka materi yang lebih dari cukup tapi aku, tidak bisa membiarkan nya menderita, dia membutuhkan pertolongan ku saat itu, aku harus memberikan tulang sumsum belakang ku, untuk nya, dan aku tidak tega melihat nya menderita, mungkin kesalahan ku tak akan pernah termaafkan tapi yakinlah aku hanya mencintai mu, wanita itu hadir di dalam hidup ku, dia yang memberikan aku rasa bahagia karena memiliki anak secantik dan sebaik itu, tapi dia juga yang mengakhiri hidup nya,peri kecilku, yang malang"ujar Aditya panjang lebar, soraya sebetulnya sudah terbangun sejak Aditya tiba-tiba memeluk nya namun ia enggan untuk membuka mata, dia ingin tau apa yang akan di lakukan oleh suaminya itu.
soraya kini menatap wajah pria yang penuh kesedihan itu, sangat sulit untuk soraya untuk bisa memaafkan nya tapi, dia juga tidak bisa melepaskan diri dari pria yang begitu egois itu yang mencintai tapi sering melukai perasaan Nya, entah bagaimana ia mengartikan nya.
"mas, aku sesak nafas"ucap soraya.
Aditya yang sedang menerawang dalam kesedihan nya pun dia langsung tersadar dan menghapus tetesan air mata nya yang jatuh seketika.
"aku mengerti perasaan mu mas, tapi maaf kan aku jika aku belum bisa memaafkan mu, sebagai seorang wanita, aku sudah sangat berusaha untuk menguatkan hati ini, tapi luka itu tidak bisa sembuh setelah sekian lama, aku bahkan bisa melihat saat kau berhubungan dengan wanita itu, rasanya terlalu menyakitkan mas, andaikan mereka tidak pernah ada dalam hidup ku mungkin sudah sejak lama aku mengakhiri hidupku,sangat perih mas, rasanya seakan dunia ini sudah tidak memberikan ku tempat lagi untuk bernaung, hiks hiks hiks hiks"soraya pun menangis mengeluarkan semua kepedihan hati nya saat ini.
betapa tidak.mungkin semua istri di dunia ini akan merasakan hal yang sama jika di hianati seperti yang soraya alami.
Aditya pun memeluk soraya dan kembali pada dekapan nya, Aditya tau apa yang soraya rasakan saat itu.
"sayang aku hanya menyentuh nya, saat aku mabuk,berat bahkan aku tak sadar kalau itu orang lain yang aku inginkan hanya lah dirimu, mungkin itu gila tapi itulah kenyataannya, kalaupun saat itu kau melihat aku bersikap mesra pada nya, aku hanya melakukan permintaan nya tidak lebih, karena saat itu dia mengancam akan menyakiti anak kita"kata Aditya.
"sudah lah mas tidak perlu memberikan alasan, aku tau siapa dirimu, kamu tidak selemah itu, kamu bahkan dengan mudah nya akan menyingkirkan kerikil yang menghambat perjalanan mu, tapi kamu sangat mencintai nya, hingga kau bisa bertahan dengan nya dan melahirkan anak kalian itu adalah kenyataan"ucap soraya sambil melepaskan dekapannya saat itu, dan pergi ke kamar mandi, dia mengunci pintu kamar mandi tersebut dan menyalakan keran air begitu deras dia berendam dalam bathtub dengan air dingin sesekali menenggelamkan diri nya, hingga kehabisan nafas baru dia muncul ke permukaan dengan tangisan nya dan itu di lakukan berulang-ulang.
"sayang, kamu sedang apa, jangan berbuat yang tidak-tidak aku mohon keluarlah atau aku dobrak pintu nya"teriak Aditya.
namun tidak ada jawaban Sama sekali.
"Hanny, aku berani bersumpah aku melakukan itu dengan terpaksa dan dalam keadaan tidak sadar"ucap Aditya lagi meyakinkan.
ceklekk.... pintu kamar mandi pun terbuka kini soraya sudah menggunakan kimono mandi nya dan lilitan handuk di kepala, soraya tidak bicara sedikit pun dia langsung menuju meja rias dan duduk sambil mencolok kan hairdryer,lalu mengeringkan rambut nya, tanpa memperdulikan keberadaan Aditya.
"sayang kamu mandi air dingin"ucap Aditya yang sempat, terkena cipratan air dari rambut istri nya itu.
"setelah sekian lama aku tidak pernah mandi dengan air hangat lagi,bagiku kehangatan itu sudah tidak penting lagi, hanya ada rasa dingin yang selalu menjadi teman sepiku"soraya hanya sibuk mengerikan rambut nya dia tidak melihat Aditya meneteskan air mata kepedihan atas rasa bersalah nya saat ini.
"sayang maafkan aku, aku mungkin tak pantas mendapatkan maaf dari kamu tapi tolong izinkan aku untuk menebus dosa ku"ucap Aditya yang kini langsung memeluk istrinya itu air mata nya mengalir deras.
"sudah lah, tidak perlu ada yang di sesalkan lagi, waktu sudah berlalu dan tidak akan mungkin bisa di putar kembali, dan kata memperbaiki atau menebus itu mungkin sudah tidak tepat lagi, aku hanya pasrahkan pada illahi terserah ia akan menentukan nya, penderitaan itu sudah terlalu banyak mungkin aku sudah mati rasa saat ini maka tolong mengertilah jika aku sudah tidak seperti yang dulu"ucap soraya.
Aditya, langsung membawa soraya bangkit dan menghadap dirinya, Aditya langsung mencium bibir soraya dengan penuh cinta dia tidak ingin istrinya, itu berubah dia ingin soraya tetap seperti dulu, yang mencintai nya, dan selalu memberikan perhatian kepada nya, tapi saat ini soraya sama sekali tidak membalas ciuman itu, bahkan dia seperti sedang menghindar dari Aditya yang kini menatap nya sayu.
"sayang, kenapa?"ucap Aditya.
"maaf aku harus menjemput kedua putra ku saat ini"ucap soraya dingin.
entah kenapa, setiap kali Aditya melakukan hal itu pada nya bayangan mereka selalu muncul,di benak nya, bahkan serasa menghimpit dadanya.
"kamu tidak perlu pergi mereka sudah ada di rumah ini saat kita datang"ucap Aditya menjelaskan.
"aku harus menemui mereka"ucap soraya lagi sambil mencoba melepaskan pegangan tangan Aditya.
__ADS_1
"mereka sedang tidur"ucap Aditya yang kini menahan perih, akibat perbuatan nya di masa lalu,kini istrinya benar-benar menjauh dari nya.
🌹💖💖💖🌹
satu jam lebih mereka saling diam bukan karena Aditya tidak mau membujuk istrinya yang saat ini tengah sibuk dengan laptop nya, dan sama sekali tidak menghiraukan nya, tapi Aditya masih berusaha menahan sesak.
"sayang,ayo turun kamu pasti belum makan bukan"ucap Aditya yang sebenarnya dirinya juga sudah merasa kesal, tidak di respon.
"mas saja duluan aku sedang sibuk"jawab soraya singkat.
"tapi aku ingin kita makan bersama sayang apa aku salah?"tanya Aditya.
"tidak salah mas, hanya saja aku sedang sangat sibuk jika kamu tetap ingin makan berdua kamu tinggal cari dia gampang kan.
brak, tiba-tiba laptop yang di pangku soraya langsung terlempar ke atas ranjang, dan pelakunya adalah Aditya, dia menatap tajam ke arah soraya sudah cukup mental nya di uji sedemikian rupa, tapi dia tidak mau soraya selalu mengaitkan nya dengan masalalu.
"ap yang kamu lakukan heuhhhhh, aku sedang bekerja, apa kamu tidak lihat sudah ku bilang jika, ingin di temani kamu tinggal cari dia, aku tidak salah bicara kan"ucap soraya sambil bangkit berdiri hendak mengambil laptop nya.
namun Aditya mencegah nya dan kini soraya di hadang oleh Aditya.
"aku hanya minta kamu temani makan tapi apa yang kamu lakukan kamu malah mengungkit kesalahan yang lalu, apa aku sehina itu di matamu!!!"""ucap Aditya dengan nada tinggi setengah berteriak.
"bisa bicara baik-baik, tidak usah nyolot tuan Aditya yang terhormat"ucap soraya pelan tapi penuh penekanan.
"heuhhhhh.... baik-baik apa tidak salah aku sudah berusaha bicara baik-baik, tapi apa yang aku dapat hanya hinaan yang kau berikan untuk ku, kamu selalu mengingat kan dosa ku di masa lalu"ucap Aditya masih menatap kearah soraya sedikit senyum yang penuh kekecewaan yang tampak dari Aditya.
"lagi-lagi dan lagi, kamu menyinggung masalalu ku, apa mau mu sekarang heuhhhhh..."tanya Aditya tegas.
"ceraikan aku saat ini juga karena percuma, kita bersama pun hanya akan membuat ku masuk rumah sakit jiwa, aku di kelilingi tawa bahagia kalian bertiga, aku melihat mereka di mata mu dan aku tidak bisa terus-terusan seperti ini apa kamu mengerti,hiks hiks hiks hiks, jika kamu belum puas kamu boleh membunuh ku dengan anak yang aku kadung"ucap soraya lirih.
kini dia pergi melepaskan diri dari Aditya yang mematung mendengar jeritan hati soraya, saat dia sadar soraya sudah pergi dari dalam kamar nya, entah kemana perginya, Aditya pun turun meniti tangga dengan langkah gontai nya menuju lantai bawah.
"BI, di mana istri saya?"tanya Aditya.
"nyonya di dapur tuan dia sedang masak"jawab pelayan tersebut.
"baiklah"Aditya pun langsung bergegas ke arah dapur, dia melihat istrinya, sedang memasak sambil sesekali menyeka air matanya, Aditya langsung mematikan kompor nya,lalu membawa soraya ke luar dari dapur tersebut.
"mas, apa yang kamu lakukan, aku sedang masak"ucap soraya.
"jangan memasak, jika keadaan hati mu sedang sangat buruk,ayo pergi kita cari Dokter, yang bagus untuk membantu mengobati kejiwaan mu, sebelum aku pergi jauh"ucap Aditya lembut.
"aku hanya akan sembuh jika tidak melihat mu"ucap soraya sambil mengusap air mata.
"baiklah jika itu yang kamu mau dan bisa membuat mu bahagia aku pamit pergi untuk selamanya jika aku sudah tidak ada lagi di dunia ini aku harap hidup mu akan lebih bahagia lagi, dan jika kelak kau menikah lagi aku harap pria itu adalah pria terbaik seperti yang kau inginkan, yang akan selalu membahagiakan mu"ucap Aditya sambil melangkah pergi menuju pintu keluar rumah.
soraya pun terduduk lemas di atas lantai saat ini dia menangis sesenggukan, betapa sakit nya hati soraya, mendengar ucapan Aditya yang kini berlalu dengan mobilnya.
"Aditya memutuskan untuk pergi jauh sejauh mungkin sampai tidak di temukan lagi oleh orang yang sangat ia cintai jika itu memang jalan terbaik, untuk wanita yang kini sedang mengandung anak ke lima nya karena lagi-lagi soraya mengandung anak kembar.
__ADS_1
dua tahun berlalu, kini Aditya masih enggan untuk kembali bukan karena tidak rindu akan istrinya itu, tapi dia tidak ingin melukai nya lagi, sampai kabar kepergian soraya terdengar di telinga nya saat ini soraya di kabarkan meninggal dunia setelah dua tahun koma, sehabis melahirkan anak kembar nya itu.
Aditya terkulai lemas, di dekat kursi kebesaran nya, dia langsung tak sadarkan diri, separuh jiwanya kini telah pergi begitu lah menurut kabar yang di dengarnya, padahal itu hanya hoax.
soraya melahirkan bayi kembar perempuan yang kini sudah berusia satu tahun setengah.
mereka di beri nama Alisa dan Anisa Putri Atmaja.
ya, soraya sudah berdamai dengan masalalu nya,kini hari-hari nya menjadi lebih ceria dengan ketujuh putra putri nya.
namun ada satu hal yang membuat soraya sempat koma,ada gangguan pada rahim nya hingga dokter memutuskan untuk mengangkat rahim soraya, dan kedua putri yang masih kecil ini adalah buah cinta terakhir nya dengan laki-laki yang menjadi cinta pertama dan terakhir nya.
"Aditya pun langsung bergegas pulang ke negaranya, saat itu juga dia langsung menuju tempat pemakaman putri nya dan bermaksud mencari makam sang istri tapi dari jauh dia melihat punggung seorang wanita yang sudah tidak asing lagi di kelilingi oleh beberapa anak hingga Aditya melihat ada tujuh orang anak bersama wanita yang ia kenal itu mereka sedang berdoa di kedua makam putri nya itu, soraya membimbing do'a nya.
"sayang benarkah ini kamu"ucap Aditya lirih.
mereka pun menoleh ke belakang di lihat nya sosok pria yang sangat mereka rindukan.
"Daddy, ucap kelima anak tersebut tapi yang kecil menatap heran,ke arah Aditya mereka memegang tangan ibunya.
"sayang Daddy, kalian semua ada di sini"ucap Aditya langsung memeluk mereka dan mencium puncak kepala nya dengan penuh cinta.
"sayang,ini buah cinta kita, yang sudah lahir kedunia aku tidak sedang bermimpi bukan"ucap Aditya, yang tidak mendapatkan respon dari soraya, Aditya pun mendekat lalu berjongkok.mensejajarkan posisi nya dengan anak nya itu.
"momm... dia siapa"ucap keduanya.
"coba kalian tanya saja pada Kakak kalian mungkin saja mereka kenal"ujar soraya sambil mengelus rambut keduanya.
"Alisa ,Anisa dia itu Daddy kita"jawab mereka kompak.
"hahh... Daddy, bukan nya Daddy itu hanya Daddy Alex"ucap mereka polos dan masih cadel
"dia juga Daddy kita Daddy kalian berdua"jawab mereka kompak.
anak yang baru belajar bicara itu,kini tersenyum ke arah Aditya.
"halo, Daddy salam kenal"ucap Alisa.
tiba-tiba saja Aditya memeluk dan mencium kedua nya, dia pun menangis sesenggukan saat ini,di hadapan soraya dia bahkan bersujud di kaki istrinya, tepat depan makam kedua putrinya yang dulu.
"aku mohon ampun istri ku, aku mohon jangan hukum aku lagi aku tidak ingin terpisah jauh lagi dari kalian semua terutama dari mu"ucap Aditya sambil menangis.
"mari kita pulang, dan bicara"ucap soraya lembut sambil membantu Aditya berdiri, saat itu juga setelah berdiri semuanya pun meninggalkan tempat pemakaman tersebut dan kini mereka sudah berada dalam mobil tepat nya dua mobil dan bergegas menuju kediaman soraya.
setelah mereka sampai kini semua berkumpul di ruang santai kecuali kedua orang dewasa yang baru saja bertemu itu kini sedang berada di dalam kamar mereka, Aditya sedang bicara serius dengan soraya dan di akhir pembicaraan mereka sepakat untuk saling memaafkan dan kembali merajut cinta membangun kembali rumah tangga yang bahagia.
"sayang, kemana saja kau selama ini??"tanya soraya yang kini bersandar di dada bidang suaminya itu, setelah mereka bercinta hingga dua jam lamanya.
"aku pergi ke Amerika, dan membuka cabang perusahaan di sana, aku sangat merindukan mu rasanya aku hidup di ujung tanduk, aku hanya menghabiskan waktu ku untuk bekerja dan terus bekerja, dengan cara itulah aku bisa melewati waktu setiap hari, aku sangat tersiksa aku begitu mencintaimu sayang, semoga penantian ku itu jadi yang terakhir kali, aku tidak ingin hubungan kita kenapa-kenapa lagi sudah cukup aku di hukum oleh tuhan dengan berjauhan dengan kalian semua yang begitu aku cinta dan yang sangat aku rindukan"kata Aditya sambil kembali mengecup bibir istri itu jika saja para pengganggu itu tidak hadir mungkin saat ini mereka akan melanjutkan percintaan mereka tapi sayang Aditya, dan istri harus menahan nya demi mereka yang naik ke atas ranjang untuk saja keduanya sudah menggunakan pakaian lengkap nya.
__ADS_1