
hingga, kini Alisa, masih duduk di atas ranjang tanpa mau menyentuh makanan nya itu, bahkan gaun yang sempat ia kenakan di hari terakhir Adri, menghembuskan nafas, dia melarang keras mencuci noda, darah tersebut, pada siapapun, Alisa, tidak ingin kehilangan Adri, dia anggap darah Adri, yang membalut gaun tersebut adalah bukti cinta terakhir dari Adri.
hingga, seseorang masuk dan menghampiri nya, saat ini Alisa, masih tetap diam tak menghiraukan kedatangan Aryan, seakan Aryan, tidak ada.
"mau sampai kapan kamu menyiksa diri mu, sendiri heuhhhhh??? apa begini cara mu membalas cinta nya, apa Adri, akan bahagia jika melihat mu seperti ini, jangan bodoh Alisa, kamu hanya akan memperberat Adri, untuk melangkah, dan satu lagi sesedih apa pun, kamu saat ini dan bahkan sampai kamu mati pun Adri,tak akan pernah kembali, tapi jika kamu benar-benar mencintai nya, buktikan lah dengan cara yang seharusnya, dia hanya butuh do'a mu dan dia akan bahagia saat melihat mu bangkit dan tidak seperti saat sekarang ini"ujar Aryan, panjang lebar.
"Berkata itu memang sangat mudah, Aryan, tapi merasakan langsung itu sangat sulit, mungkin aku tidak akan bisa se tegar kamu, saat itu, tapi aku sangat yakin rasanya sama"ujar Alisa, yang kini menatap Aryan, dengan tatapan penuh kesedihan.
"Kamu,benar tapi yakinlah perlahan semua akan baik-baik saja, mungkin cinta nya terhadap diri mu, sangat besar tapi ingat,di atas langit masih ada langit, dan kamu pasti mengerti dengan perkataan ku"ujar Aryan lagi seakan mengisyaratkan bahwa dia mencintai Alisa, melebihi cinta nya Adri, pada Alisa.
Seketika itu keduanya terdiam tanpa kata, Aryan, masih menatap lekat wajah yang penuh kesedihan tersebut, setelah itu dia mengambil makanan yang di kirim untuk Alisa, belum lama ini, Aryan, duduk di hadapan Alisa.
"Alisa, makan lah, untuk bersedih juga butuh tenaga, aku tau ini sulit tapi yakinlah, kamu mampu melewati nya"ujar Aryan, lembut.
"Aku tidak lapar,Yan aku hanya ingin sendiri"ujar Alisa.
"Alis, apa perkataan ku, tidak berarti untuk mu baik'lah jika itu yang kamu inginkan, aku pergi saja , selamat tinggal"ujar Aryan, kecewa.
"Pergilah yang jauh, aku sadar semua nya tidak pernah mengharapkan aku ada di sisi nya, aku memang tidak patut untuk di cintai oleh siapapun, dan mulai saat ini aku sudah memutuskan untuk tidak lagi jatuh"ucapan Alisa, terhenti saat itu juga, ketika Aryan, menempelkan telunjuknya di bibir Alisa, saat ini.
"Aku, tidak ingin mendengar itu, dan jangan pernah katakan itu lagi"ujar Aryan, sambil menatap lekat mata berwarna coklat tersebut.
Wajah Alisa, yang mirip,banget dengan Soraya, dia begitu cantik dengan paras nya itu, dia bahkan di sukai oleh, seorang Milioner dari negara Jerman, tapi Alisa, menutup hati nya rapat-rapat saat itu,ia baru di kecewakan oleh Adri, saat ketahuan telah menikah diam-diam bersama dengan mantan kekasih nya itu.
Adri, sempat marah besar saat itu, saat melihat foto, Alisa, bersama dengan pria kaya raya tersebut.
"kamu cantik, apa lagi jika tersenyum"ujar Aryan.
"Aryan, aku sedang tidak ingin mendengar itu saat ini aku mohon biarkan aku sendiri"ujar Alisa.
"Aku, akan pergi setelah memastikan kamu sudah makan"ujar Aryan.
"Aku tidak lapar"ujar Alisa.
"Baiklah, berarti aku akan tetap berada di sini"ujar Aryan.
"Terserah"ujar Alisa, lagi dia bahkan tidak perduli jika, Aryan menginap sekalipun.
"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan sungkan"ucap laki-laki itu, entah kenapa, Aryan, yang dulu pendiam, saat ini dia justru lebih bawel dari biasanya.
Aryan, berbaring di pangkuan Alisa, tanpa ragu, dia ingin tau bagaimana reaksi Alisa, saat ini tapi Alisa, hanya diam saja tanpa protes.
"Alis, jika hari itu aku yang ada di posisi Adri, apa??? kamu akan bersedih seperti saat ini"ucap Aryan, yang langsung di bekap oleh tangan Alisa.
"kenapa???...."ucap Aryan, yang kini sedang membalas tatapan tajam dari Alisa.
"Aryan, jangan pernah bicara sembarangan"ujar Alisa.
"Aku , berkata seandainya, aku hanya ingin tahu bagaimana reaksi mu "ujar Aryan.
"Aku, mungkin"ucapan Alisa, menggantung begitu saja.
"Ah sudahlah, aku tau itu tidak akan mungkin, karena kamu hanya mencintai dia , bukan aku, aku hanya orang lain"ujar Aryan, sambil pura-pura tersenyum, saat ini padahal hati nya terasa ngilu, berharap hal yang mustahil.
"Aku, akan segera kembali ke London, besok mungkin aku tidak akan pernah kembali lagi ke sini, karena tidak ada lagi yang bisa ku jumpai"ujar Aryan.
"Oh , hati-hati dijalan"ujar Alisa.
__ADS_1
Aryan, bangkit dari rebahan nya, dia langsung beranjak, pergi dari hadapan Alisa, dengan rasa kecewanya, ternyata Alisa,sama sekali tidak perduli dengan nya, saat ini.
sampai di depan pintu kamar, Akhirnya, Alisa berkata"Akhirnya aku tau kenapa kamu, memblokir seluruh nya, saat itu karena kamu tidak pernah perduli dengan ku"ujar Alisa, yang kini berlari, pergi menuju balkon kamar nya itu.
Alisa, menangis sesenggukan, sambil memeluk lutut dan menenggelamkan wajahnya di atas lutut nya itu, saat ini.
"Aku tau aku tidak pernah pantas untuk siapapun, Adri, membohongi ku, dia mengingkari janji nya, saat ini untuk menjaga ku hingga akhir nanti, tapi dia pergi terlebih dahulu, dan saat aku membuka hati, dia pun memutuskan hubungan itu, aku tau aku tidak berhak untuk di cintai oleh siapapun"ucap Alisa lirih.
"Tanyakan itu pada hati mu, apa??? aku pernah ada disana walaupun sedikit saja, apa ada"ujar Aryan.
seketika Alisa, terdiam saat itu juga, dia perlahan menoleh, pada pria yang kini menyamakan tinggi nya, dengan nya, Aryan, bahkan terlalu dekat dengan Alisa, saat ini.
"Aryan, hiks hiks hiks, aku tidak tau harus berkata apa, tapi aku nyaman saat bersama dengan mu, aku tidak tau apa itu cinta atau hanya rasa nyaman"ujar Alisa.
"Sudah lah jangan di bahas, lagi aku tau saat ini bukan waktu yang tepat untuk itu, sebaiknya kamu cuci wajah mu itu, kamu tau kamu terlihat jelek saat kamu menangis"ujar Aryan, sambil tertawa pelan.
"Aryan..."teriak Alisa, manja dan Aryan, langsung membawa Alisa, kedalam dekapannya.
"makan lah, jangan buat aku kesal, sebelum aku pergi"ujar Aryan.
"Suapi aku, tapi, aku tidak ingin kamu pergi tanpa kembali, aku tidak akan makan untuk selamanya jika kamu tidak pernah kembali"ujar Alisa.
"Beri aku alasan kenapa?? aku harus kembali "ujar Aryan.
"Apa, masih butuh alasan untuk menemui ku"ujar Alisa.
"Tapi, sebagai apa??"ucap Aryan, lagi.
"Terserah"ujar Alisa.
"Aryan!!""seru Alisa, karena malu.
"Ya, sudah kalau tidak setuju, aku tidak akan pernah kembali"ujar Aryan.
"Baiklah-baik , tapi aku mohon beri aku waktu"ujar Alisa.
"Baik lah sayang ku"ujar Aryan, sambil memeluk erat tubuh Alisa, setelah itu, dia langsung duduk dan menyuapi Alisa, saat ini.
🌹💖💖💖🌹
Dua,bulan, sudah, Alisa, dan Aryan tidak pernah bertemu, saat ini Alisa, berada di pesawat tujuan London, untuk menemui Aryan, setelah beberapa Minggu ini los konteks , Alisa merasa heran saat ini hingga dia langsung memutuskan untuk menemui nya.
sementara itu di London, tepat nya,di sebuah rumah sakit, saat ini Aryan, tengah mengantar seorang wanita yang hendak memeriksa kandungan nya itu.
itu lah kenapa, selama beberapa Minggu ini, Aryan memutuskan untuk tidak berhubungan dulu dengan Alisa, dia hanya ingin meyakinkan bahwa apa yang terjadi pada malam itu, sebenarnya hanya jebakan.
Ya... saat itu Aryan, tengah mabuk berat karena ia harus menemani rekan bisnisnya itu untuk minum di sebuah club malam, tepat setelah ia menghubungi Alisa.
Aryan, mabuk berat, karena ia tidak bisa menolak permintaan rekan bisnis nya saat itu hingga saat dia sadar,ada seorang wanita yang tengah menangis , wanita itu mengaku telah direnggut kegadisannya oleh Aryan, sontak Aryan,kaget dan mau tidak mau dia harus bertanggung jawab,meski pikiran nya saat itu tengah berkecamuk.
Alisa, ya itu yang sangat ia khawatir kan saat itu dia tidak ingin menyakiti Alisa, hingga saat ini dia terus berusaha mencari kebenaran nya.
setelah benar-benar di nyatakan hamil, oleh dokter spesialis kandungan Aryan, langsung kembali membawa pulang wanita tersebut ke apartemen milik nya.
"Aku ada urusan, jika kamu butuh sesuatu tolong hubungi aku"ujar Aryan, sambil berlalu pergi dari tempat tersebut.
sementara itu, saat ini Alisa, masih berada di dalam pesawat, hingga pukul satu malam dia baru mendarat, Alisa, hanya membawa beberapa barang di dalam koper tersebut, dia tidak membawa baju karena baju sudah ada di apartemen milik nya.
__ADS_1
sesampainya di, apartemen milik nya yang juga berhadapan dengan hunian milik Aryan, dan Reza,dulu ia langsung masuk, saat itu juga, dia sudah sangat lelah, tanpa menghubungi nomer handphone Aryan, terlebih dahulu dia malah memilih mandi dan berpakaian, rasanya saat ini dia sudah sangat lelah, dia berencana besok pagi akan memberikan kejutan pada Aryan.
akhirnya Alisa, pun terlelap dalam tidur nya saat ini, sehingga dia bangun di tengah hari buta, dia melewatkan waktu, makan malam dan sarapan pagi juga saat ini melewatkan makan siang nya.
saat,sadar dia kesiangan, Alisa, langsung bangkit dan bergegas pergi masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan diri.
Alisa, terlihat segar setelah ia mandi dan berganti pakaian saat ini, dia bahkan menahan rasa laparnya hanya untuk bisa makan bersama Aryan, saat ini.
Aryan, yang baru saja mengatakan wanita yang kini tengah hamil empat Minggu itu ke apartemen nya, tapi baru saja turun dari mobil dengan bantuan Aryan, mereka di kejutkan dengan suara Alisa, yang menjerit keras, teringat bayang-bayang masalalu nya, saat ini seperti sangat nyata.
"Ahhhhhh....."teriak Alisa, yang kini langsung berusaha untuk tetap tegar, padahal dia benar-benar sudah tidak kuat menahan tangisnya, saat itu hati nya benar-benar terasa sakit, bagaimana tidak, Aryan, telah berjanji akan segera menikah dengan nya selama ini,kini dia ketahuan telah berkhianat kepada nya.
"Alis... sayang,ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku bisa jelaskan"ujar Aryan, namun Alisa, hanya menggeleng tidak percaya dan tidak ingin mendengar alasan dari laki-laki yang selama ini, belajar ia cintai, tapi akhirnya tumbang juga, pertahanan tubuh Alisa, yang lemah.
"Alisa...!!!"pekik, Aryan, yang langsung melepaskan pegangan nya pada tangan wanita nya itu.
Aryan, langsung mengangkat tubuh Alisa,lalu membawanya ke dalam apartemen milik nya,di ikuti oleh wanita tersebut.
sesampainya di dalam, Aryan, langsung memanggil dokter saat itu juga, sementara wanita itu, terlihat kesal, melihat Aryan, memperlakukan, Alisa.
sementara itu di dalam kamar pribadi Aryan, Alisa,kini baru siuman, setelah dokter menyuntikkan obat lewat cairan infus.
"Aku,ada dimana???"ujarnya lirih, Alisa bertanya pada diri nya sendiri.
sesaat,Alisa, langsung tersadar bahwa dia kini berada di dalam kamar Aryan, karena melihat foto berukuran besar dan itu adalah foto Aryan, Alisa, langsung mencabut infus, dia hendak pergi, tapi sesaat kemudian, Aryan, masuk dan kembali menekan password pintu tersebut, dia mengunci pintu nya.
"Aryan, aku ingin pulang buka pintu nya"ujar Alisa, yang bahkan tidak perduli dengan punggung tangannya yang mengeluarkan darah segar.
"Alis, sayang kamu harus dengerin penjelasan ku dulu, setelah itu kamu bebas mau marah atau pukul aku, sampai kamu puas please dengerin aku dulu"ujar Aryan, sambil membawa alis, kedalam pelukan.
"Aku sudah lihat dengan mata kepala ku, sendiri Aryan, apa lagi yang ingin di jelaskan, aku ucap kan selamat untuk mu, semoga kalian bahagia"ujar Alisa, yang kini berontak minta di lepaskan oleh Aryan, namun Aryan, makin mengeratkan pelukannya.
"please honey, dengerin aku, aku mohon"ujar Aryan.
sesaat, Alisa, terdiam tak berontak lagi, dia hanya menatap lekat wajah Aryan, mencari kesungguhan Aryan, saat ini.
"Lima menit, setelah itu buka pintu dan biarkan aku pergi, karena sekuat apapun penjelasan mu semua tidak akan merubah kenyataan bahwa dia sedang mengandung anak mu"ujar Alisa.
"Tidak, Alisa, dia bukan anak ku, aku tidak menyentuh nya,sama sekali"ujar Aryan.
"Ada bukti???... heuhhhhh apa buktinya"ujar Alisa.
"Aku,memang tidak punya bukti, tapi apa kamu tidak percaya dengan cinta kita, sayang, please, berikan aku waktu untuk membuktikan pada mu, bahwa aku tidak bersalah"ujar Aryan, memohon sambil menggenggam tangan Alisa, saat ini dan mengecup nya.
"Jangan egois, kamu Aryan, wanita itu sudah hamil, setidaknya kamu bisa menikah dengan nya demi anak kalian, aku bisa mundur"ujar Alisa, yang masih tetap kecewa dengan sikap Aryan.
"Sayang, harus berapa kali, aku jelaskan janin itu bukan darah daging ku, aku akan buktikan itu pada mu, bersabar lah sampai dia melahirkan anak nya, atau kalau kamu takut sebaiknya kita menikah saat ini juga"ucap Aryan, lagi.
"Menikah, hehehe...in your dreams..."ujar Alisa
"Tidak, aku akan buktikan pada mu, secepatnya, dan jika aku tidak terbukti bersalah, aku minta kamu secepatnya mengandung anak ku"ujar Aryan.
"Aryan jika kamu terbukti bersalah,maka selamanya kita tidak punya hubungan apa pun, dan kamu segera nikahi dia"ujar Alisa.
"Tidak akan, aku hanya akan menikah dengan mu bukan yang lain nya"ujar Aryan tegas.
Alisa, pun pergi, setelah perdebatan itu, dia kembali ke apartemen nya, saat ini walaupun saat ini Aryan, terus mengikuti nya.
__ADS_1