Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Adriyansah aku benci kamu#


__ADS_3

Alisa,baru siuman saat tengah malam tiba, Ardi dan Ardan kini tengah duduk di sofa , sementara Anisa, menyuapi Alisa, makan.


"aku kenyang"ujar Alisa.


"masa baru dua suap alis, ayolah makan yang banyak biar ada tenaga untuk kecewa juga butuh tenaga biar bisa melawan nya"ujar Anisa.


"biar kakak, saja Anis,kakak yang menyuapi kakak,mu yang bandel ini"ujar Ardan.


"kak, aku beneran udah kenyang"ucap Alisa.


"ya udah aku telpon mommy, saja biar kamu secepatnya di kirim ke Amerika"ujar Ardi.


"terserah saja, aku juga udah ingin pergi jauh"ucap Alisa.


Alisa , terdiam, sesaat lalu berbalik membelakangi mereka semua, Alisa, tidak ingin , saudara nya itu melihat ia menangis, walaupun mereka tau apa yang sedang terjadi.


sakit, yang teramat yang ia rasakan saat ini tidak bisa di bagi ke orang lain, betapa tidak selama ini Adri, menghilang tanpa kabar, dan tidak meninggalkan jejak, hanya berpamitan untuk perjalanan bisnis, ternyata dia menikah dengan, kekasih nya itu.


bukan itu saja rasa kecewa yang ia dapatkan ternyata mereka sudah memiliki seorang putri cantik yang sangat mirip dengan Adri, Alisa, sungguh, sakit hati, bila mengingat perlakuan Adri, selama ini.


kasih sayang, yang entah tulus dari dalam hati atau kah, hanya sekedar berpura-pura saja, Alisa, bahkan tidak ingin tau semua itu, yang ia inginkan adalah melepaskan, cinta nya pada pria tersebut dan sebisa mungkin dia tidak ingin kembali bertemu dengan pria, yang di anggap telah menipu diri nya.


"Adri, apa maksud dari semua ini, hiks hiks hiks"lirih itu yang terdengar oleh ketiga nya saat ini.


"Alisa, jangan pernah menangis untuk laki-laki pengecut seperti dia, kamu masih muda, dan bisa dapat yang lebih sempurna dari nya, kapan pun kamu ingin, karena, adikku sangat cantik"ujar Ardi.


ke esokan hari nya Alisa, sudah diperbolehkan pulang, dan kini Ardan, sedang mengiringi langkah sang adik, bersama Anisa, sementara Ardi sudah berada di dalam mobil, dan sudah siap dengan mobilnya, yang akan mereka gunakan untuk pulang.


saat di perjalanan pulang, lagi-lagi Alisa , melihat Adri, dan pasangan nya, yang kini tengah bersama di dalam mobil, mereka karena mobil mereka sama-sama berhenti saat lampu merah, Alisa, melihat kemesraan mereka dengan jelas, dan Adri, begitu terkejut saat melihat wajah Alisa, yang sedikit pucat saat ini dia langsung melepaskan genggaman tangan nya terhadap istrinya itu.


saat Ardi, hendak menoleh ke arah Alisa, lagi, suara klakson mobil, berbunyi meminta yang lain segera berjalan, dan mobil sport, yang di Kendari oleh Ardi, melesat membelah jalan.


"Alisa, maafkan aku, jika aku menyakiti perasaan mu ini semua bukan ingin ku, andaikan saja , saat itu kami tidak terpisah, mungkin kamu tidak akan merasakan sakit, aku mencintaimu tapi lebih besar lagi cinta ku pada nya"gumam Adri.


sesampainya di Mension, Alisa langsung pergi ke kamar nya, saat itu juga, tanpa pamit mereka bertiga hanya bisa menghela nafas panjang dan berusaha untuk membiarkan Alisa, mungkin butuh waktu untuk menyendiri.


"Adriyansah, aku benci kamu.....!!!"seru Alisa,sekuat mungkin,ia berteriak, karena ruangan yang kedap suara.


"aku benci, aku benci,hiks hiks hiks,,,, kamu pria penipu aku nyesel pernah kenal kamu, dan aku menyesali pertemuan di antara kita"ujar Alisa, yang kini menangis, dan memeluk bantal guling, sesekali dia memukul bantal guling tersebut ada rasa sakit yang benar-benar, tidak bisa ia ungkapkan pada siapapun, saat ini.


sampai jam makan siang tiba, Alisa,belum juga keluar kamar, dia benar-benar, mengurung diri nya sendiri, saat ini.


"Alisa, keluar lah ayo kita makan siang"ujar Ardan.


"aku mau tidur saja, kalian saja yang makan aku sedang tak ingin makan, aku tidak laper"ujar Alisa, yang nongol setelah ketukkan pintu berkali-kali.


"baiklah, nanti Kakak, suruh bibi nganterin makan siang mu"ucap Ardan.


"nanti saja kak,kalau aku laper, aku akan turun"ucap Alisa.


"baiklah, tapi jangan terlalu lama"ucap Ardan.


satu Minggu berlalu, semenjak saat itu, Alisa, sering menyendiri, bahkan sikapnya berubah dingin, saat ini , semua merasa heran, dengan perubahan sikap Alisa,kamana Alisa, yang ceria dan sangat manja, selama ini.


setelah selesai kuliah, Alisa, langsung bergegas keluar dari kampus, bahkan saat ini dia hanya sendiri, berjalan menuju pintu mobil, saat hendak membuka pintu mobil, sebuah tangan kekar, menahan pergelangan tangan nya, Alisa, tidak menoleh bahkan tidak ingin bicara, dia tau siapa yang saat ini sedang mencekal lengan nya itu.


"lepas"ucap Alisa, dingin.

__ADS_1


"kamu, tidak ingin melihat ku, sebentar saja, atau meminta penjelasan dari ku heuhhhh"ujar pria yang sangat ia kenal dari aroma parfum nya.


"tidak ada yang, harus aku perduli kan lagi, bahkan hanya untuk bertanya, tentang semua yang kau lakukan terhadap ku , aku tidak ingin tau lagi, cukup sudah semua nya, lepaskan, dan jauh kan tangan mu dari ku"ujar Alisa, yang langsung melepaskan nya dengan kasar , tanpa mau menoleh ke arah Adri.


"benarkah, demikian apa,rasa cinta itu sudah tidak ada lagi, apa Alisa, yang ku kenal sangat mencintai ku, sudah benar-benar melupakan ku"ucap Adriyansah, yang langsung membuat Alisa,tak bergeming sesaat, setelah itu dia langsung melepaskan cincin, pemberian Adri, dan menjatuhkan nya, begitu saja.


"Alisa, yang dulu sudah mati bersamaan dengan penghianatan cinta nya, dan saat ini kamu salah orang"ujar Alisa, yang langsung masuk ke dalam mobil, saat hendak, menutup pintu mobil, lagi-lagi, Adri, menahan nya.


"tetap lah,di samping ku, menjadi simpanan ku, aku tau kamu masih mencintai ku"ujar Adriyansah, tanpa rasa bersalah.


"sayang nya, aku sudah membuang semua nya saat aku tau kau menghianati ku"ujar Alisa, yang langsung menutup pintu mobilnya, dengan kasar, saat itu hampir tangan Adri, terjepit pintu mobil, Adri, menggenggam tangan nya erat, dia tidak bisa terima, Alisa, berubah dingin sikapnya terhadap nya, saat ini,biar bagaimanapun, Adri, masih memiliki rasa itu untuk Alisa.


"kamu tidak bisa lakukan itu pada ku, Honey, aku akan buktikan pada mu, bahwa kamu masih memiliki rasa yang sama dengan ku"Gumam, nya dalam hati, Adri, mengambil cincin yang Alisa,buang dan itu adalah tanda cinta Adri, untuk Alisa, Adri, menggenggam erat cincin tersebut, setelah itu dia memasukkan nya, kedalam saku celana nya.


satu bulan kemudian, Alisa, sudah bersiap untuk, berangkat menuju Amerika, seperti permintaan nya terhadap Daddy, nya saat itu, setelah selama ini dia menolak keinginan sang ayah sebelumnya, saat ini Alisa, sendiri yang meminta nya, sementara Anisa, sudah lama kuliah di sana.


🌹💖💖💖🌹


Bandara, Sukarno Hatta, saat ini waktu menujukan pukul tujuh malam, Alisa, sengaja mengambil penerbangan malam, hanya tinggal satu jam lagi, saat ini Alisa, tengah berada di ruang tunggu, bandara tersebut, Alisa,sibuk dengan ponselnya, saat ini bahkan dia tidak menyadari kehadiran seseorang yang, terus dia hindari belakangan ini.


"begini kah cara mu lari dari kenyataan"ucap seseorang yang tidak asing lagi untuk Alisa, entah kenapa, setiap kali, Alisa, ingin , melupakan semua nya tentang pria itu, dia semakin tak berdaya, itulah kenapa, Alisa, ingin segera pergi.


"kau salah jika kau berpikir aku lari dari kenyataan, justru aku pergi untuk menjemput masadepan, di sana sudah ada seseorang yang menunggu ku, dia adalah seorang yang sangat penting bagi ku, dan selamanya akan seperti itu"ujar Alisa, yang masih sibuk dengan ponselnya, Adri menatap tajam kearah Alisa, yang kini tengah memandangi,layar handphone, dan disitu ada foto, laki-laki asing, dan Alisa yang tengah bersandar di bahu pria itu, dan yang laki-laki mengelus rambut Alisa, entah itu siapa, yang pasti sudah berhasil membuat Adri,terbakar api cemburu, saat ini Ardi langsung merebut ponsel tersebut, dan membantingnya hingga jatuh berhamburan tak berbentuk lagi.


"kau boleh, pergi jauh menghindari ku, tapi jangan coba-coba, berpaling kepada yang lain, karena, sampai kapan pun aku tak akan pernah membiarkan itu terjadi!!"""seru Adri, murka wajah nya yang putih seketika menjadi merah padam.


"apa perduli mu, dan apa salahnya, jika aku memilih orang yang sangat mencintai ku, semua itu hak aku, dan tidak ada hubungannya dengan mu, kamu menikah dengan nya saja, aku tidak marah, aku cukup tau diri, karena aku bukan siapa-siapa bagi mu, dan aku tidak seberharga dirinya,di hati mu, jadi untuk apa semua di permasalahkan, dan apa alasan mu melarang ku??"ucap Alisa.


"kau tau kenapa aku melarang mu!!'"kau tau itu jangan pura-pura tidak tahu, semua itu karena aku sangat mencintaimu!!!""seru Adri, tepat di hadapan wajah Alisa.


"heuhhhhh, cinta.. cinta macam apa yang dengan sengaja, menghianati ku, dengan cara menikahi nya, jelas-jelas kamu mencintai dia, dan wanita itu, lebih berarti di sini"ujar Alisa, menunjuk dada Adri.


"Ha ha ha... lucu,tau gak,kalau tau itu demi kebaikan buah cinta kalian, untuk apa mencari ku, sudah lah tuan Adriyansah, yang terhormat, aku tidak ingin lagi mendengar kan alasan mu, aku sudah putuskan kita sudah tidak memiliki ikatan apapun lagi, semenjak kau memutuskan untuk"ucapan Alisa terhenti saat Adri, membungkam bibir nya dengan ciuman yang sedikit kasar, dan terkesan memaksa, Alisa , berusaha melepaskan diri tapi Adri, semakin erat menahan tengkuk nya dan memperdalam ciuman tersebut, Alisa, hanya bisa pasrah, walaupun tidak malasnya hingga gigitan, yang menyakiti hati nya itu sangat terasa.


"Alisa, aku sangat mencintaimu, aku beri waktu kamu untuk pergi, tapi tidak dengan waktu yang lama, setelah pikiran mu jernih, aku akan segera menjemput mu, untuk menikahi mu"ucap Adriyansah,sambil mengelus puncak kepala Alisa, dan mencium nya.


"aku tidak akan kembali"ucap Alisa.


"kamu tidak bisa pergi jauh dari ku, aku sangat tau itu"ucap Adri, yang kini menatap sendu wajah cantik yang kini sedang menahan air mata nya itu.


Adriyansah, pergi ke luar, dari dalam ruang tunggu tersebut, Alisa menjatuhkan tubuhnya di lantai saat ini dia terduduk,sambil terisak dalam tangis pilu, nya karena sekuat apapun dia menahan rasa sakit itu,di kesendirian nya, tangis tersebut akan selalu pecah.


tidak lama beberapa menit kemudian, panggilan, untuk keberangkatan negara tujuan nya, saat itu juga Alisa, berjalan membawa tas nya sambil mengusap wajah nya yang basah dengan air mata, Alisa pun kini sudah berada di pesawat, dan kebetulan dia hanya duduk sendiri,di kelas bisnis tersebut, Alisa , masih setia dengan derai air mata nya.


"aku tidak akan pernah kembali"gumam Alisa.


sementara itu di Mension milik Adri dan keluarga nya, saat ini Adri, tengah menyendiri di sebuah ruangan yang mirip dengan mini bar di setiap sudut terdapat rak, yang menjulang tinggi, berbagai koleksi minuman keras, terdapat di situ bahkan anggur merah, yang sudah puluhan tahun silam terpanggang di sana, Adriyansah, duduk, Sambil menatap kosong,ke luar jendela, yang lurus dari meja bar mini tersebut,ia bahkan melihat langit gelap bertabur bintang, pandangan nya menerawang jauh membayangkan wajah wanita cantik yang kini tengah berada di angkasa terbang menuju negara lain,sambil sesekali meneguk minuman nya.


"Alisa, aku tidak ingin kehilangan mu, aku sangat mencintaimu, maaf kan aku, sayang kamu seperti ini hanya karena aku,dulu kamu menolak pergi jauh , karena, ingin bersama dengan ku, dan sekarang juga kamu memutuskan untuk pergi jauh, juga aku yang menjadi alasan nya, tapi saat ini karena rasa sakit yang kamu rasakan, aku minta maaf, andaikan saja dia tidak pernah hadir di hadapan ku lagi, aku tidak akan pernah melakukan hal yang menyakiti hati mu, maaf kan aku,satu hal yang harus kamu tahu, aku tidak akan pernah rela kamu memiliki pria lain karena kamu hanya milikku, hanya milik Adriyansah Arshenero , kamu hanya tercipta untukku"gumam nya lirih.


"papah"panggil keyra, Arshenero.


"kamu di sini sayang papah??"ujar nya, langsung mengangkat tubuh putri semata wayangnya itu.


"papah, keyra mau beli boneka Barbie yang terbaru"ujar gadis cilik tersebut.


"apa pun itu Honey, akan papah belikan"ujar Adriyansah sambil mengecup seluruh bagian wajah putri nya itu Adriyansah, saat ini hanya putri nya, yang dapat mengalihkan perasaan sedihnya, walaupun hanya sesaat.

__ADS_1


"Adri, sayang, aku akan pergi ke rumah sakit besok, apa kamu bisa temani aku??"ujar Sharon.


"untuk apa kesana, apa kamu sakit"ujar Adriyansah.


"aku ingin melepaskan,alat kontrasepsi ,biar kita secepatnya , memiliki anak laki-laki"ujar Sharon, yang kini tersenyum ke arah Adri.


"Sharon, putri kita, masih kecil, dan masih sangat membutuhkan perhatian kita, jadi sebaiknya kamu simpan dulu keinginan mu itu"ujar Adriyansah, beralasan, padahal Adri, tengah menolak secara diam-diam.


entah kenapa semenjak ia, bertemu dengan Alisa, hatinya begitu tidak menentu dia tidak ingin Alisa, semakin menjauh, karena kehadiran anak nya kelak, sudah cukup, semua itu, Adri, saat ini ingin segera memperbaiki hubungan antara mereka.


setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan,24jam lamanya, Alisa, kini, sudah mendarat di sana, dengan mobil jemputan, orang suruhan Wiliam, Alisa tidak harus menunggu lama, hanya butuh waktu setengah jam, untuk sampai di Mension, megah tersebut.


saat itu, Elena, menyambut kedatangan adiknya, yang sudah terlihat semakin dewasa, saat ini mungkin gara-gara patah hati , yang membuat wanita berusia,20 tahun, tersebut mendewasakan diri nya saat ini.


"apa kabarmu sayang??"ujar Elena, sambil memeluk erat Alisa.


"aku,baik kak, aku kangen kalian"ujar Alisa.


"ayo, kamu pasti lelah, istirahat lah"ucap Elena.


"keponakan ku, sedang apa ??"ujar Alisa.


"mereka sedang tidur"ujar Elena.


"heumm,ya udah aku kekamar dulu"ujar Alisa.


"pergilah, jika butuh apa-apa kamu bisa meminta nya pada pelayan"ucap Elena.


"tentu"jawab Alisa.


dua, bulan berlalu, Alisa, sangat sibuk dengan tugas kuliah nya, tidak jarang dia meminta bantuan kepada Wiliam, ataupun Elena, untuk membantunya.


"kak, Wiliam, bisa bantu aku??"ujar Alisa, dengan wajah kusut dan kepala di ikat dengan syal , saat ini rasanya kepalanya mau pecah, saking banyaknya tugas.


"kemarilah"ujar Wiliam, yang saat ini tengah duduk santai bersama dengan sang istri.


"Alisa,soal begini saja kamu sudah menyerah, memangnya apa yang ada dalam otak mu saat ini??"ujar Elena.


"aku tidak tau kak, aku sudah bosan dengan pelajaran ku, andaikan saja Daddy, tidak menuntut ku, untuk terus belajar, aku ingin berhenti kuliah, saat ini juga.


"tanggung Alisa, sebetar lagi juga lulus, ayolah tetap semangat"ujar Wiliam.


"kak, Wili, masih dua tahun lagi"ujar Alisa.


"iya kan, aku gak salah setengah perjalanan lagi"ucap Wiliam.


"hadeuh, udah ah aku cape mikir, aku mau tidur, kalian saja yang kerjakan"ujar Alisa, yang langsung kabur dari tempat nya


"biar aku saja sayang, kamu pasti cape, dasar anak manja, kukira sudah berubah nyatanya masih gitu-gitu aja"ujar Elena.


"biarkan saja, semua butuh proses sayang,ya udah aku mandi dulu, setelah itu kita makan bersama"ujar Wiliam.


"baik lah sayang"ucap Elena, sambil tersenyum Wiliam, pun mengecup bibir istri nya sekilas, setelah itu dia langsung menuju kamar nya.


"Elena, fokus, mengerjakan soal-soal, milik adik nya itu, sementara, Alisa, tidur dengan nyenyak, mengistirahatkan otak nya yang lelah berfikir.


"Alisa, kapan kamu, berubah menjadi dewasa, sayang, andaikan saja dia tidak pernah mengkhianati cinta mu, apa mungkin kamu masih akan semanja ini"ujar Elena lirih,sambil menyimpan lembaran kertas tersebut di meja belajar Alisa,sambil melihat adiknya yang tertidur masih dengan ikatan di kepala.

__ADS_1


sebetulnya Alisa, tidak bodoh justru ia adalah mahasiswi yang cerdas, hanya saja akhir-akhir ini dia sedang banyak pikiran,selain tentang kuliahnya,ada sebuah telegram, yang di tujukan untuk nya, dari seseorang yang sangat dia kenal, yang sudah dua bulan lebih ia tinggalkan.


"aku benci kamu Adri, sampai kapan pun aku akan tetap benci kamu"gumam nya lirih, saat ia masih terpejam, dan Elena, mendengar semua itu.


__ADS_2