
Satu Minggu berlalu semenjak kejadian itu, mereka tidak pernah bertemu lagi, tapi ada yang aneh yang terjadi dengan Emerald, dia meminta orang kepercayaan nya menyelidiki wanita tersebut, karena seusai kejadian tidak terjadi apa-apa pada perusahaan, seperti biasanya jika terjadi kericuhan di kantor lainnya, padahal gosip sudah menyebar di media online, tanpa Emerald, turun tangan berita itu hilang dengan sendirinya.
hanya hitungan jam, entah siapa yang berhasil membungkam, media online tersebut, yang pasti nya bukan orang sembarangan, itulah yang membuat Emerald, penasaran.
sementara wanita yang tengah ia cari tahu data diri nya itu, saat ini dia tengah berada di bagian lain gedung kampus, sedang melatih kawan-kawan sesama mahasiswa dan mahasiswi, yang ikut kegiatan olahraga bela diri, karena Zahra, menguasai berbagai jenis ilmu bela diri.
tidak sia-sia, dia sering mengikuti Daddy nya keliling dunia, setiap kali dia berpindah negara, dia selalu mempelajari ilmu bela diri yang berbeda-beda.
Ayah nya adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang properti, dia memiliki sepuluh cabang perusahaan di berbagai negara, tapi sayang hidup nya yang bergelimang harta, tidak sebahagia kenyataan nya, gadis itu selalu merasa kesepian, sejak dia kecil karena sang mommy, meninggal dunia saat melahirkan nya.
maka dari itu, dia begitu bahagia mendapatkan kekasih di negara ini tepat lahir mommy nya dulu, Zahra, begitu memanjakan kekasih nya itu, dengan berbagai kemewahan, bahkan tidak segan-segan memberikan apa saja yang laki-laki itu ingin kan kecuali kegadisannya, Zahra, tidak pernah mau memberikan itu selama pacaran pun dia tidak pernah berbuat lebih hanya sekedar berpegangan tangan atau cipika cipiki, tidak lebih dari itu.
Doni, yang selalu berada di dekat nya, selama dia di Jakarta, sudah memperingati nya untuk tidak terlalu dekat dengan pria materialistis itu, yang hanya memanfaatkan Zahra, dan apa yang dibilang Doni, jadi kenyataan.
Zahra, memutuskan untuk menetap di Indonesia, dan sudah tidak berniat untuk terus mengikuti ayah nya, berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lain nya, walaupun selama ini dia selalu di manjakan dengan kemewahan dan penjagaan yang sangat ketat, karena sang ayah tidak pernah membiarkan putri nya mengalami luka lecet sedikit pun.
dan pada akhirnya,sang Daddy, mengizinkan nya untuk tinggal di Indonesia, setelah memberikan satu syarat yang harus dia patuhi yaitu menghubungi nya, setiap dua jam sekali.
hari yang cukup melelahkan bagi Zahra Amora Smith, putri dari Erickson Smith dan Jaenab Amora Smith.
mereka adalah pasangan romantis sepanjang pernikahan mereka selama dua belas tahun pernikahan mereka, hingga maut memisahkan, dan di akhir hayat nya, dia meninggalkan buah cinta mereka satu-satunya, yang kini sudah tumbuh menjadi gadis cantik yang mewarisi sifat mendiang ibu nya, itulah kenapa Erickson tidak pernah ingin jauh dengan putri nya itu, dia bisa mengobati kerinduan nya terhadap mending istri nya, saat melihat wajah putri nya yang ceria di balik kesepian nya.
ada satu hal yang membuat mereka lebih dekat,selain hubungan antara anak dan ayah,sesibuk apapun Erickson, selama ini semenjak kelahiran putri nya itu, dia sendiri yang memandikan dan menyuapi putri nya itu hingga Zahra, berusia sepuluh tahun,barulah Gadis itu di perbolehkan mandi dan makan sendiri oleh Erickson, bukan tidak ada babby sister, tapi Erickson, tidak ingin kehilangan momen tumbuh kembang putrinya itu.
sepulang nya, dari kampus, kebetulan ini pukul tujuh malam, bertepatan dengan jadwal makan malam nya, Zahra, kini berada di dalam restaurant bersama dengan Doni, mereka berbaur dengan pengunjung lain nya, tidak mengikuti perintah sang Daddy, yang selalu meminta nya makan di private room.
"De... kamu mau pulang ke Mension,atau kerumah Bunda"ujar Doni bertanya.
"kerumah Bunda, saja aku tidak mau di Mension, sepi "jawab Zahra.
"Gimana??...kalo Daddy,marah "kata Doni.
"Biar aku yang bilang"jawab Zahra, lagi yang kini tengah menikmati makanan nya, Zahra, bisa bersikap anggun, brutal juga bisa bersikap lebih dewasa tergantung keadaan, seperti saat ini dia terlihat anggun saat makan malam, walaupun pakaian yang ia kenakan adalah pakaian santai ala anak muda seusia nya dengan celana jins panjang dan t-shirt dan sweater yang membalut tubuh nya, karena tadi nya mereka berdua menggunakan motor, tapi kemudian pengawal menjemput nya dengan mobil sport milik nya.
sedari tadi seseorang menatap lekat ke arah mereka, memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan mereka, berdua walaupun tidak sengaja karena dia juga sedang makan malam bersama dengan asisten dan klien nya saat ini.
Ya... pria itu adalah Emerald, yang sengaja mengadakan pertemuan bisnis di restaurant bintang lima itu untuk membahas tentang kerjasama mereka saat ini, tapi fokus, Emerald, teralihkan dengan wanita yang selalu membuat dia penasaran.
"Apa dunia ini se sempit itu"gumam Emerald.
Zahra, pun selesai dengan makanan nya, dia langsung berdiri dan menggendong tas nya lalu berjalan keluar di ikuti Doni, setelah membayar makanan nya tadi, Zahra, pergi menuju parkiran disana mobil nya terparkir dengan cantik,ia langsung membuka mobil dan memberikan kunci pada Doni, untuk mengemudi kan mobil Zahra.
Doni, selalu menjaga adik sepupu nya itu dengan baik, bukan karena perintah dari paman nya, melainkan karena kasih sayang nya terhadap Zahra, dia sendiri adalah anak tunggal dia sering meminta adik pada kedua orang tua nya, tapi itu tidak di bisa di kabulkan, karena setelah melahirkan Doni,rahim sang Bunda, terpaksa di angkat karena mengalami masalah.
maka dari itu, Doni, begitu menyayangi Zahra, selama ini, bahkan dia sering mengunjungi adik sepupunya itu, saat berada di luar negeri.
"De.. kamu ngantuk ya"ujar Doni, yang melihat adiknya itu berdiam diri.
"Aku hanya sedang rindu Daddy"ucap nya.
sudah satu bulan lebih Zahra, tidak bertemu dengan ayahnya itu, saat ini Erickson, berada di benua Eropa, entah kapan Daddy nya itu akan beristirahat, dan menetap bersama dengan Zahra, tapi rasanya itu sulit untuk mewujudkan nya, karena bisnis nya yang begitu besar, mengharuskan nya, untuk tetap bekerja walaupun hanya sekedar memantau keadaan perusahaan nya.
__ADS_1
"Sabar suatu hari uncle, pasti akan merasa lelah sendiri dan akan memutuskan untuk kembali ke sini"ujar Doni, berusaha menghibur Zahra, walaupun semua itu jauh dari harapan.
"Ya semoga saja"kata Zahra,sambil memainkan ponselnya, sementara itu Doni, tetap fokus ke depan.
Emerald, saat ini sudah sampai di apartemen nya, dia sengaja tidak kembali ke full house, karena letak perusahaan dan rumah nya itu sangat lah jauh.
Senny, akan mengunjungi nya, sesekali bila dia sudah rindu dengan putra semata wayangnya itu, sementara Emeralda, masih berada di Amerika, setelah memutuskan untuk kuliah di sana, tapi dia tinggal bersama aunty nya Elena, Edgardo tidak ingin putri nya memiliki pergaulan bebas seperti kebiasaan di sana.
🌹💖💖💖🌹
Dua tahun sudah Emerald, melakukan pencarian terhadap Chatlin, tapi wanita itu bahkan tidak pernah di temukan jejak nya, Emerald, kadang sangat putus asa, karena cinta nya tidak kunjung di temukan, Emerald, hanya bisa berdoa semoga Chatlin, baik-baik saja.
seperti saat ini dia tengah menatap foto, wanita cantik yang berada di atas nakas, Chatlin, yang dulu ia temui saat sedang berada di kampus nya,kini wanita itu bak di telan bumi,rasa cinta nya terhadap Chatlin, yang begitu besar membuat dia menjadi seseorang yang sangat dingin bila di hadapkan dengan seorang wanita di luaran sana.
"Sayang kamu dimana, aku sangat merindukan mu"Gumam Emerald yang kini tengah menatap foto tersebut dengan sendu,tetes air mata jatuh dari sudut mata nya, saat ini dia bahkan rapuh saat mengenang kebersamaan mereka dulu.
Chatlin, adalah cinta pertama nya, wanita bersetatus janda anak satu itu masih menduduki posisi ratu di hatinya.
ke esokan pagi nya, Emerald, sudah berada di sebuah hotel, tepat nya di ballroom hotel tersebut, sedang menghadiri rapat penting bersama para pengusaha sukses, untuk membahas tentang proyek yang sudah berjalan selama beberapa bulan ini ,ini adalah proyek gabungan dari gabungan dua puluh perusahaan yang dulu di tangani oleh keluarga besar nya, Edward, Edgar Edgardo dan Alisa Ardan dan Ardi selain keluarga inti juga ada Aryan dan Adri, juga mantan istri Adri, yang tak lain ibu dari Keyra.
saat ini seniornya adalah para uncle dan Daddy nya, hanya Alice, perempuan di keluarga itu yang tetap menghadiri rapat tersebut perempuan berusia 35 tahun itu masih menangani urusan kerja sama itu, sementara David, menangani yang lain nya.
kini sebagian dari luar di gantikan oleh anak mereka termasuk Emerald, adalah pengganti Edward.
tak lupa acara rapat hari ini di hadiri Zahra, sebagai perwakilan Erickson, Daddy nya, wanita itu berpenampilan layaknya wanita karir pada umumnya, yang membedakan saat ini adalah inner beauty dia tampil begitu mempesona, setiap peserta rapat yang hadir kini menatap ke arah nya yang baru datang di ikuti oleh Doni,di belakang nya.
"Dia lagi"gumam Emerald.
Setelah mereka berkumpul akhirnya tiba giliran kaum muda memperkenalkan diri mereka masing-masing, termasuk Zahra, lagi-lagi dia menjadi pusat perhatian para peserta yang hadir, wanita cantik yang memiliki paras bak Angelina Jolie, itu terlihat sangat mempesona, termasuk saat memberikan ide-ide baru dalam rapat tahunan tersebut.
sedari tadi tanpa sadar, Emerald, tidak berkedip sedikit pun,ia terus memperhatikan wajah cantik itu terutama bibir nya yang seksi dengan lipstik berwarna pink serasi dengan kecantikan wajah nya pokonya sungguh pas.
Emerald, sempat menelan ludah nya, tapi sesaat kemudian, dia langsung tersadar, bahwa dia bukan lah Chatlin, wajah mereka memang berbeda tetapi bibir mereka sungguh tidak ada bedanya.
Zahra, selesai dengan perkenalan nya saat ini dia kembali duduk di tempat semula begitu juga Doni, yang sedari tadi menjadi asisten pribadi nya untuk sementara waktu, karena setelah itu Zahra, dan Doni, akan kembali ke posisi semula, hanya anak kuliahan bukan pengusaha sukses seperti sekarang ini, mereka terpaksa menghadiri rapat tersebut mewakili Erickson.
setelah rapat di Jeddah karena jam makan siang bersama seperti kebiasaan rutin saat menghadiri rapat, tiba-tiba kondisi Zahra menurun dia ambruk di lantai Doni yang kaget langsung bergegas mengangkat tubuh adiknya itu, Zahra, yang memiliki penyakit yang terbilang langka itu saat ini tengah berada di pangkuan Doni, seluruh peserta rapat datang menghampiri ke arah mereka.
"Siapa, saja tolong ambilkan tas adik saya !!"teriak Doni, yang panik karena saat ini suhu tubuh Zahra,menurun drastis.
kulit gadis itu terasa sangat dingin, dan ada darah yang keluar dari hidung nya.
Emerald, langsung berlari ke arah nya membawa tas milik wanita itu, Doni , pun langsung meminta Emerald, untuk menyuntikkan serum yang terdapat di tas tersebut ke lengan kiri Zahra, seperti yang selama ini ia lakukan, Emerald, sempat menolak tapi Doni, terus memohon dia berkata "jangan biarkan adikku mati aku mohon"
Akhirnya dari sekian banyak peserta rapat tersebut, Emerald,lah orang yang membantu menyingkirkan serum tersebut, beberapa menit kemudian,tubuh Zahra, mulai menghangat dan darah berhenti menetes.
semua orang bingung di buatnya mereka menantikan penjelasan Doni, setelah Zahra, siuman Doni, langsung memeluk nya,tubuh Doni, masih gemetaran, dia begitu takut kehilangan adik yang selalu ia jaga selama ini.
sementara Edgardo, dan Alice, membawa Zahra, ke kamar hotel tersebut untuk beristirahat, Doni masih berada di sana untuk memberikan penjelasan.
"Maaf, tuan-tuan makan siang kalian semua jadi terganggu dengan insiden ini,di sini saya hanya ingin menjelaskan, bahwa adik saya Zahra Amora Smith, dia mengidap penyakit langka, yang bahkan tidak pernah di temukan obat untuk mengobati penyakitnya serum tadi adalah penawar dikala kondisi nya seperti tadi, sekian yang saya bisa jelaskan,sekali lagi kami minta maaf"ujar Doni,tulus semua peserta rapat saling berbisik, mereka merasa iba dengan kondisi Zahra.
__ADS_1
seorang peserta rapat pun berkata"Apa, sudah coba di obati di negara canggih yang sudah berhasil mengobati berbagai penyakit serius,"ujar seorang pria paruh baya.
"Sudah di coba tuan, bahkan sedari kecil adik saya berkeliling dunia, tapi hasilnya nihil,serum itu hasil uji coba laboratorium uncle saya di Amerika, yang berbahan dasar darah Daddy nya dan sebagian lagi campuran serum lain nya itu hanya sebagai penawar bukan obat, yang bisa menyembuhkan nya"ujar Doni, terlihat sedih.
Emerald, yang mendengar kan itu, merasa simpati, tapi dia tidak berekspresi apa pun, sementara Alice, merasa dekat dengan Zahra, meski mereka baru berjumpa.
"Aunty maaf jika saya merepotkan kalian, saya tidak tahu akan seperti ini, padahal sudah tiga bulan ini saya tidak mengalami nya, meski obat penawar itu selalu di siapkan saat saya bepergian"ujar Zahra, yang masih terlihat lemah, Doni pun datang ke dalam kamar tersebut.
"De... Daddy, minta kamu pulang ke Swiss, saat ini juga, apa kamu kuat"ujar Doni.
Zahra, menggeleng dia tidak ingin kembali ke luar negeri kemana pun itu, dia ingin menetap di tempat kelahiran ibunya.
"Aku tidak mau, tolong bujuk Daddy"ujar Zahra yang kini memeluk Doni, dia merasa sangat sedih Doni, memeluk erat tubuh lemah itu dan mengusap punggung nya.
"Sebaiknya Nona, Zahra di bawa kerumah sakit"ujar Edgardo.
"Tidak uncle, saya masih kuat ko, saya akan menyelesaikan tugas saya, saya cuma butuh istirahat sebentar saja"ujar Zahra.
karena percuma saja,di rumah sakit tidak akan ada obat untuk nya.
mereka pun kembali memulai rapat tersebut hingga malam hari tepat jam sepuluh malam rapat selesai, saat ini Doni terus memantau kondisi Zahra, walaupun wanita itu kini terlihat baik-baik saja.
Mereka bubar, Emerald, yang hendak masuk ke dalam mobil nya, dia melihat Doni, kesulitan memapah tubuh Zahra, yang mulai melemah kembali.
Emerald, langsung menghampiri Doni, dan mengangkat tubuh Zahra, tanpa permisi.
"Tuan, mau apa?... turun kan aku"ujar Zahra.
"Nona, kamu diam lah , aku sedang membantumu "ujar Emerald.
Doni, langsung membuka pintu mobil dan membukakan pintu untuk Zahra, Emerald, mendudukkan Zahra,di mobil nya yang kini di kemudikan oleh Doni, setelah Doni, mengucapkan terima kasih atas bantuan Emerald.
Zahra pun di bawa pulang ke Mension, untuk memulihkan kondisi tubuh nya saat ini dia memiliki peralatan sendiri, dan juga serum,lain yang akan mereka suntikan, kebagian tubuh yang bisa menyerap serum tersebut dengan cepat.
sebenarnya Zahra, sudah menyerah, dengan hidup nya, tapi demi sang Daddy,ia tetap bertahan, dia tidak ingin membiarkan Daddy nya hidup sendiri di masa tuanya nanti.
pria berusia lima puluh tahun itu hanya memiliki dirinya,di dunia ini, walaupun hidup bergelimang harta tapi tidak menjamin seseorang hidup bahagia, seperti yang di rasakan oleh Erickson dan putri nya selain kebahagiaan, saat tinggal bersama, mereka memiliki sisi lain yaitu kesepian, tanpa ada kasih sayang keluarga atau kerabat di samping mereka.
semenjak hari itu, Erickson, kembali ke Indonesia untuk menemani putri nya yang tetap kukuh ingin tinggal di negara kelahiran mommy nya.
Saat ini mereka bertiga tengah bersantai di taman belakang tepat di samping kolam renang, Doni, sedang memainkan rambut adiknya itu dengan berbagai ikat rambut Doni, berusaha mengepang rambut Zahra,bak anak kecil yang sedang bermain salon-salon kecantikan, bahkan Doni sebelumnya di dandani, seperti para pegawai salon kecantikan oleh Zahra, terlihat sangat lucu tapi Doni, tidak menolak nya ,demi membuat Zahra, tersenyum bahagia.
sementara Erickson, tetap fokus dengan laptop nya.
"Daddy, lihat lah kak, Doni dia sudah mirip theodor bukan"ujar Zahra, yang menyamakan Doni, dengan banci yang bekerja di salon hotel, milik mereka, seketika Doni, langsung memukul pundak Zahra,pelan
"Sialan aku di samakan dengan nya"Doni, seketika pura-pura marah dan manyun.
"Sorry,kak, becanda"ujar Zahra, sambil mengecup pipi kakak sepupu nya itu, seperti kebiasaan nya sedari kecil.
sementara Erickson, hanya tersenyum melihat tingkah konyol mereka,di depan pintu yang menuju taman belakang, tersebut, seorang pria tampan kini masih berdiri memperhatikan interaksi kedua orang tersebut yang kini tengah main kejar-kejaran mengelilingi Erickson, hendak bersembunyi.
__ADS_1
"permisi tuan Erick"ujar pria itu yang kini berdiri tidak jauh di samping mereka.