
setelah resepsi pernikahan selesai kini Edgardo dan Senny , tengah berada di mension mereka sengaja berkumpul untuk merayakan ulang tahun Soraya, sebelum mereka pergi berbulan madu.
tidak ada pesta meriah, yang ada hanya kue tart sederhana, dan makanan favorit, seluruh keluarga, saat ini Edward juga turut hadir di Mension, Aditya, mereka berkumpul merayakan ulang tahun sekaligus melepas rindu, dengan anak-anak nya saat ini,lagu ulang tahun pun di nyanyikan bersama oleh ketujuh putra putri mereka dan,di orang yang berharga dalam hidup Soraya,yaitu Aditya, dan Edward.
setelah selesai, bernyanyi lilin pun di tiup mereka bersama-sama, dan saat ini Elena, memberikan kado terbaiknya,yaitu berupa satu set perhiasan bertahtakan berlian, yang di beli dengan hasil kerja keras nya selama ini.
"momm... mungkin ini tidak akan bisa membayar,jasa mommy yang telah mengandung dan melahirkan ku dan merawat ku hingga saat ini tapi ini Elena,beli spesial untuk mommy, hasil kerja keras Elena, sendiri"ucap Elena,sambil berurai air mata dia langsung memeluk Soraya, dan menangis di pelukan ibunya tersebut begitu pula Soraya,, yang sangat terharu dengan kasih sayang putri pertama nya itu.
"mommy, sangat berterima kasih sayang,atas semua ini, sebenarnya, mommy tidak menginginkan kado apa pun, dari kalian yang mommy,mau adalah melihat kalian bahagia itu sudah lebih dari kado terbaik dalam hidup mommy, dan mommy, akan sangat bahagia.
"aku tau itu momm... maafkan Elena, yang belum bisa membuat mommy, bahagia"ucap Elena,sambil mendarat kan ciuman di kening Soraya.
semua orang ikut menitikkan air mata saat ini betapa tidak ini adalah kebahagiaan yang penuh haru.
Edgar, memberikan satu set gaun yang sangat cantik dan sangat mahal gaun terbaik yang ia pesan jauh-jauh hari, untuk mommy, tercinta nya.
"momm...ini hadiah dari Edgar, Edgar harap mommy, suka, dan Edgar, ingin melihat mommy, memakai ini saat ini juga ucap Edgar.
"terimakasih sayang mommy, baik'lah, mommy akan segera menggunakan nya sesuai keinginanmu gaun tanpa lengan berwarna Madun, yang memiliki kesempurnaan di setiap jahitan nya, dan memiliki panjang hampir bdua meter dari kaki Soraya, persis gaun pengantin, tapi lebih indah lagi, karena terdapat banyak taburan berlian di sana.
"waw...ini sangat menakjubkan kak, aku juga mau" ucap twins A.. kompak.
"nanti saat kalian menikah"ucap Edgardo.
Elena, pun membantu Soraya, untuk menggunakan gaun tersebut, dan mereka semua pun mengganti kostum dengan warna senada seluruh keluarga, saat ini seperti yang sudah di rencanakan oleh mereka bertiga, beberapa orang datang mengantar stelan jas mahal berwarna senada, dan gaun yang berwarna senada pula, tapi beda tipe karena mereka ingin mommy nya yang menjadi ratunya begitu juga Edward , yang menggunakan jas yang senada dengan milik Aditya.
perhiasan yang Elena berikan pun, sudah terpasang di tubuh soraya dan itu sangat cocok,kini wanita paruh baya yang begitu cantik itu sudah siap begitu juga dengan mereka, dan sesi foto pun di mulai pertama Aditya, dan Soraya, Raja dan Ratu, terus Soraya dan Edward, setelah itu foto bersama, seluruh keluarga, dan yang terakhir khusus anak-anak, mereka bertujuh berpose, dengan riang gembira setelah pose formal, kebahagiaan mereka berlipat ganda.
"tunggu, aku belum memberikan kado ulang mommy"ucap Edgardo.
"ah telat "ucap mereka ber enam.
"tidak ada kata terlambat,ini tiket bulan madu untuk mommy, dan Daddy"ucap Edgardo, yang memberikan tiket bulan madu untuk Soraya dan Aditya,ke Maldives.
"aku tau mommy, dan Daddy, selama menikah belum pernah pergi berbulan madu"ucap Edgardo.
dan, Aditya, pun tersenyum.
"kamu benar boy... Daddy,memang tidak pernah mengajak mommy,mu berbulan madu"ucap Aditya.
"sekarang, sudah saat nya, Daddy, dan ini akan jadi kado terindah untuk mommy, juga kalian berdua"ucap Edgardo ,penuh semangat.
"tidak sayang, mommy, sudah terlalu tua untuk itu, seharusnya, kamu yang baru menikah yang pergi"ucap Soraya.
"tidak ada penolakan momm... aku ingin mommy, berbahagia, kalian tenang saja aku akan membawa istri ku ini ke tempat istimewa, setelah semua selesai di persiapkan"ucap Edgardo, penuh keyakinan.
Soraya pun memeluk putra nya itu, dia menghujani Edgardo, dengan ciuman.
semua orang berbahagia saat ini sambil menikmati hidangan.
setelah acara kumpul keluarga usai Edgardo,kini langsung pulang ke hotel tempat nya dan Senny, menginap semetara Edward, pulang dengan Edgar dan Elena.
di kediaman Aditya, Soraya tengah berbunga-bunga, bagaimana tidak saat ini dia benar-benar mendapatkan kebahagiaan bertubi-tubi, Aditya, memasangkan sebuah kalung terindah yang ia persiapkan satu bulan yang lalu.
"selamat ulang tahun, sayang ku, semoga kehidupan mu selalu di kelilingi oleh kebahagiaan"ucap Aditya, yang langsung mengecup leher nya.
"terimakasih Daddy, aku sudah sangat bahagia memiliki kalian semua, dan dirimu yang paling berharga dalam hidup ku"ucap Soraya,sambil memberikan kecupan mesra di bibir Aditya, dan akhirnya mereka pun melanjutkan nya dengan bercinta penuh gairah di malam spesial ini.
lain halnya dengan Edgardo, pengantin pria itu malah tidur lebih awal dan begitu nyenyak, sementara Senny, hanya menatap nya bingung, dan mengikuti Edgardo, berbaring di samping nya, dan tertidur dengan lelap nya.
hingga,jam menunjukkan pukul sembilan pagi, mereka baru membuka mata, seperti nya mereka kelelahan bukan karena malam pertama, tapi acara yang berlipat ganda.
"sayang selamat pagi"ucap Edgardo.
"pagi"ucap Senny, tersenyum malu bagaimana tidak, dia sadar bersamaan, dan mereka tengah tidur dengan posisi berpelukan.
"kenapa,kok kelihatan malu begitu"ucap Edgardo.
__ADS_1
"ini adalah hari pertama aku sebagai seorang istri, tapi aku telat bangun"ucap Senny, beralasan.
"tidak usah khawatir sayang, santai saja, aku tidak suka aturan yang ribet kita bisa menjalani rumah tangga ini dengan santai, tidak perlu banyak aturan, senyaman nya kamu saja"ucap Edgardo.
Senny, pun pamit, untuk mandi dan Edgardo, terlebih dahulu mengecup bibir istri nya itu.
"maaf kan aku, yang belum bisa membuat mu menjadi istri seutuhnya, aku ingin nanti berjalan sesuai rencana"ucap Edgardo.
"santai saja,mas aku juga belum sesiap itu"ucap Senny, yang memang belum merasa siap untuk memberikan hak kepada suami nya itu.
"terimakasih kasih atas pengertiannya"ucap Edgardo,sambil mengelus puncak kepala istrinya.
Senny, pun berlalu menuju kamar mandi, dia langsung membersihkan tubuh nya, yang terasa lengket, saat ini.
setelah selesai kini giliran Edgardo, dan Senny langsung menyiapkan sarapan yang sudah ia pesan sebelum menggunakan pakaian, karena saat ini sudah datang.
🌹💖💖💖🌹
hari-hari mereka lalui dengan kesibukan masing-masing, Senny, meminta Edgardo, mengizinkan nya untuk mengurus butik milik nya, yang sudah lama tutup, beberapa bulan yang lalu akibat perjodohan yang berhasil di gagalkan tersebut.
Edgardo, pun tidak melarang nya, asalkan Senny, bisa mengatur waktu, Edgardo, tidak ingin Senny, menjadikan itu sebagai prioritas utama nya, prioritas utama Senny, tetap harus tentang rumah tangga nya, walaupun hingga saat ini, mereka belum melakukan hubungan suami istri.
satu bulan berlalu, Edgardo, saat ini tengah di sibukkan dengan bisnis, dan mengurus pembangunan full house, yang akan di jadikan tempat nya berbulan madu, dan akan menjadi tempat nya tinggal untuk selamanya bersama dengan istri tercinta nya itu, rumah yang di bangun,di sebuah pulau pribadi milik Edward tersebut, yang kini di wariskan kepada nya, tempat itu sangat indah dan menakjubkan.
Edgardo,memang sibuk tapi tidak pernah absen untuk pulang menemani istri nya untuk sekedar makan siang atau sarapan pagi, karena malam hari adalah prioritas utama mereka, untuk beristirahat bareng, seperti saat ini.
mereka berdua tengah makan malam setelah keduanya menyelesaikan ritual mandi mereka.
"sayang, bagaimana dengan butikmu, apa berjalan dengan baik??"ucap Edgardo.
"cukup baik,mas aku bahkan makin sibuk"ucap Senny,sambil menyiapkan makanan di piring Edgardo.
"terimakasih, sayang,Oya setelah kita pindah, aku ingin kamu mencari orang kepercayaan untuk mengurus butik mu , aku tidak mengizinkan mu bekerja terlalu keras, dan tempat tinggal kita juga cukup jauh dari lokasi kita saat ini mungkin hanya akan ada waktu untuk mengontrol sesekali gimana??"kata Edgardo.
"aku terserah mas aja"jawab Senny.
akhirnya mereka pun makan dengan lahap setelah itu Senny, mencuci piring, sementara Edgardo, meneruskan pekerjaan nya, saat ini di ruang baca.
pagi hari menyapa mereka pun bangun dan bersiap untuk pindah, rumah hari ini adalah hari dimana mereka akan pergi berbulan madu, dan benar-benar membaur menjadi satu, Edgardo membantu istrinya itu, bersiap.
"sayang, jangan bawa banyak barang di sana sudah tersedia semua nya"ucap Edgardo.
"mas, yakin baiklah aku hanya akan membawa beberapa barang saja"ucap Senny, setelah mendapat anggukan dari suaminya itu.
mereka pun pergi menggunakan mobil mewah nya dan menuju ke tempat yang Edgardo maksud, sesampainya di depan gerbang, Senny, begitu takjub dan terbengong, rumah impian nya sejak dulu kini terwujud nyata di hadapan nya.
"sayang,ayo turun"ucap Edgardo, yang kini mengulurkan tangannya ke arah istrinya.
"mas,ini beneran rumah kita"ucap Senny, begitu kagum, dia memang terlahir kaya, tapi ini adalah rumah impian nya.
"tentu saja Sayang,ini rumah mu mulai sekarang"ucap Edgardo,sambil langsung mengangkat tubuh Senny,ala bridal style, dan Senny, mengalungkan tangannya di leher Edgardo.
Beberapa orang pengawal pribadi dan pelayan rumah tersebut kini berjajar untuk menyambut tuan dan nyonya muda nya itu.
sesampainya di dalam Edgardo, langsung memberikan kode,agar mereka langsung menghilang, karena ini adalah saat yang ia tunggu-tunggu, sejak dua bulan pernikahan.
"sayang, aku sangat bahagia"ucap Senny.
"syukurlah kalo kamu bahagia sayang ku,lalu setelah itu, apa yang seharusnya kamu kasih sebagai ungkapan terima kasih"ucap Edgardo, yang kini mendekat dan memeluk istrinya.
"aku sudah siap sayang"ucap Senny, berbisik pelan..
Edgardo, pun langsung mencium bibir Senny, penuh gairah, dan ******* dan gigitan kecil ia berkata hingga akhirnya malam pertama mereka terjadi pada tengah hari bolong, jeritan dan erangan terdengar memenuhi ruangan tersebut, saat ini, Edgardo, dan Senny, benar-benar terhanyut di dalam nya, hingga kejadian itu terus berulang, sampai berkali-kali, beruntung stamina mereka begitu kuat sehingga mereka bisa melewati itu hampir berjam-jam lamanya.
mereka pun kini beristirahat sambil berpelukan kecupan manis mendarat di kening Senny.
"terimakasih sayang, kamu sudah menjaga nya untuk ku, aku sangat bahagia saat ini, tidur lah, maaf kan aku sudah membuat mu lelah"ucap Edgardo.
__ADS_1
"sama-sama sayang, terimakasih untuk semua nya"ucap Senny,sambil mengecup pipi Edgardo.
mereka pun tertidur, hingga pukul lima sore, dan setelah bangun Edgardo,membantu istrinya itu untuk mandi dan berendam di bathtub dengan air hangat dan sabun aroma terapi Edgardo membantu mencuci rambut Senny, yang panjang tersebut penuh dengan kelembutan.
sementara itu di Amerika, Elena, yang sudah dua bulan ini,sibuk dengan kuliah dan pekerjaan nya sebagai pengacara, dia tidak bertemu dengan Wiliam,sugar Daddy nya itu, padahal Wiliam, sudah sering kali menghubungi nya, karena merindukan nya.
pagi ini adalah weekend, Elena, menyempatkan diri untuk pulang ke mension Daddy, nya untuk bertemu dengan kakak, nya Edgar,tapi di sana dia malah bertemu dengan sugar Daddy nya itu, yang kini tengah bersantai dengan Edgar,sang kakak.
Elena, hanya bersikap biasa saja, saat ini tapi Wiliam, seperti nya tidak terima akan hal itu.
"pagi kak, apa kabar mu"ucap Elena, pada Edgar, yang kini tengah duduk, Elena, mencium punggung tangan Kakak nya itu, seperti kebiasaan di keluarga nya.
"pagi sayang,kabar kakak, baik kamu sendiri bagaimana, apa kuliah mu lancar"ucap Edgar.
"lancar kak, setelah aku lulus nanti aku akan kembali ke Indonesia, dan memulai karir ku lagi dari nol di sana"ucap Elena, tanpa menoleh ke arah Wiliam, yang sedari tadi menahan amarahnya, karena Elena, tidak memperdulikan nya.
"kak, aku kekamar dulu ada yang harus aku ambil"ucap Elena.
sementara itu Wiliam, langsung bangkit dan berjalan mengikuti Elena.
Edgar,tau Wiliam kesal karena di cuekin oleh adiknya itu, dia hanya tersenyum.
"honey, tunggu"ucap Wiliam sambil mencengkram tangan Elena.
"AW... sakit tau kamu kenapa ??sih, datang langsung seperti ini"ucap Elena,sambil mengelus tangan nya yang sedikit sakit.
"kenapa kamu, cuek begini, aku sudah dua bulan ini selalu mencari mu tapi kamu tidak pernah ada dan tidak pernah perduli pada ku"ucap Wiliam, sambil menatap wajah Elena, minta penjelasan.
"Wili, kita sudahi saja semua nya, aku lelah harus, sembunyi-sembunyi, dengan hubungan ini"ucap Elena.
"tidak Elena, tidak akan pernah terjadi, aku tidak ingin kehilangan mu"ucap Wiliam, tegas.
"tapi aku sudah lelah , sebaiknya kita berpisah saja"ucap Elena, namun bukan menjawab Wili,malah mencium bibir Elena, sedikit kasar, dia terbakar emosi, dan saat ini ia benar-benar kehilangan kendali.
"Wili, kita u"lagi-lagi terpotong karena ciuman yang di berikan Wili.
"aku tidak mau dengar lagi"ucap William tegas, Elena hanya bisa pasrah dia memalingkan wajahnya, Elena, cinta dengan Wiliam bahkan dia sangat mencintai nya, tapi Elena, tidak ingin jadi perusak rumah tangga Wiliam yang begitu harmonis,tak jarang Elena,sering melihat kemesraan mereka di depan umum, saat Elena, jalan dengan teman-teman nya.
"sayang, kamu menangis"ucap Wili, yang kini berusaha meraih tangan Elena, namun tangan kekar itu langsung di tepis oleh Elena.
"aku ingin sendiri tolong tinggalkan aku, saat ini juga"ucap Elena, yang langsung masuk kedalam kamar nya, dan menutup pintu kamar nya sedikit lebih keras.
Wiliam, mengacak rambut frustasi saat ini, Edgar, yang melihat itu dia menghampiri Wiliam.
"sabar bro... semua itu sudah biasa,saran ku hanya satu lepas kan dia "ucap Edgar ,sambil menyeringai dan pergi menuju kamar nya, Wiliam semakin frustasi, dia langsung mengetuk pintu kamar Elena,agar Elena,mau bicara dengan nya tapi Elena,menutup kuping nya dengan tangan nya, saat ini air mata nya belum juga reda.
Edgar, hanya menggeleng,tak habis pikir dengan cinta yang mereka miliki saat ini, sementara Wiliam, yang begitu frustasi menonjok dinding lalu pergi, Elena, hanya diam saat tau Wili, sudah pergi.
tidak lama Edgar masuk, setelah Elena membuka pintu.
"sayang, kamu menangis"ucap Edgar, sambil membawa adiknya itu kedalam pelukannya.
"kenapa cinta sesakit ini kak, kalau tau begini aku tidak ingin jatuh cinta"ucap Elena.
"Elena, sayang kamu baru merasakan jatuh cinta, tapi yakinlah bahwa tidak semua seperti itu, mungkin ada beberapa hal yang membedakan nya, walaupun apa yang kamu jalani ini sulit, tapi kakak, yakin suatu saat bahagia itu akan datang yakinlah"ucap Edgar, menghibur adiknya.
Elena, hanya mengangguk pasrah, saat ini dan Edgar, langsung menawarkan eskrim pada adiknya itu.
"orang bilang, jika saat sedih orang lain akan lebih memilih makan eskrim, untuk menghilangkan kesedihan"ucap Edgar,sambil memberikan satu cup besar eskrim rasa coklat vanila, dia juga ikut menikmati itu dan duduk di samping Elena, saat ini dan menyandarkan kepalanya Elena,di dada bidang nya,rasa sayang Edgar, pada adiknya begitu besar, dia bisa berubah dari seorang kakak, menjadi mommy sekaligus Daddy,bagi adik perempuan nya itu,di sana mereka hanya tinggal berdua dan kadang karena kesibukan mereka masing-masing mereka jarang bertemu, dan saat ini lah momen yang tepat.
"Elena, apa kamu sudah lapar "ucap Edgar lagi.
"kakak, eskrim nya belum habis, jadi aku tidak mau makan"ucap Elena, manja.
"jangan kebanyakan nanti kamu sakit perut"ucap Edgar.
"kak, bagaimana kabar adik bungsu kita ya, apa pernikahan nya lancar"ucap Elena, bertanya.
__ADS_1
"heumm,kakak juga gak tau sayang, tapi penasaran juga ya, dia itu paling kecil, sudah memutuskan untuk menikah, apa dia benar-benar siap menjalani kehidupan barunya"ujar Edgar.
"kakak,benar "