Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Bertemu Adriyansah#


__ADS_3

hari-hari yang di jalani, oleh Alisa,kini sedikit berwarna bagaimana tidak, dia kini memiliki putri sebagai teman hidupnya, seorang anak perempuan yang kini menjadi putri angkat nya secara hukum dan dia lebih bersemangat lagi karena kini tujuan hidup nya, adalah memberikan kebahagiaan untuk putri angkat nya itu.


sementara ia bekerja kadang putri ikut ke kantor, ketika Alisa sedang senggang tapi jika jadwal nya sedang padat dia akan menitipkan putri di rumah Oma nya ,yaitu Soraya sang mommy, yang kini ikut berbahagia untuk putri nya itu.


saat ini Alisa, masih berada di sebuah restoran, mewah ia hendak bertemu dengan klien nya saat ini dia datang sengaja lebih awal agar tidak terjebak macet, saat dia sedang berbincang dengan asisten nya David, tiba-tiba Alisa, melihat masalalu nya itu sedang bersama dengan seorang wanita, yang nampak seumuran dengan nya,ya dialah Adri, saat ini dia juga sedang mengadakan pertemuan dengan klien nya.


"Nona, maaf terlambat"ujar seorang klien yang baru saja datang.


"tidak masalah,saya juga belum lama ko"ujar Alisa, tanpa memperdulikan tatapan rindu dari pria masalalu nya itu.


"bisa kita mulai,saya masih ada kepentingan lain setelah ini selesai"ujar Alisa.


"tentu,ini semua sudah di persiapkan dari Minggu lalu, mungkin Nona, bisa mengkaji ulang,atau mau langsung tanda tangan"ujar klien tersebut.


"baiklah sebentar saya periksa kembali "ujar Alisa, Sambil menyerah kan proposal tersebut pada David.


setelah di lihat dengan teliti, barulah Alisa membubuhkan tanda tangan nya, setelah itu surat perjanjian tersebut akhirnya di sepakati oleh kedua belah pihak.


"senang bekerja sama dengan anda,saya harap akan selamanya kita terus menjadi rekan bisnis "ujar pria tersebut.


"tentu, Oya, silahkan di nikmati hidangan nya saya pamit pulang dulu, maklum putri saya masih belum bisa di tinggal lama-lama"ujar Alisa, beralasan.


"tentu silahkan Nona"mereka pun kembali bersalaman, dan Alisa pergi begitu saja di temani David,sang asisten yang berjalan lebih dulu.


David, membuka pintu mobil nya, dengan cepat untuk Alisa, saat itu juga, karena Alisa , yang memberikan kode untuk David, agar segera meninggalkan tempat tersebut bukan tanpa alasan,ia melihat Adri, yang berjalan terburu-buru, mengikuti langkah nya.


"jalan vid..."ujar Alisa.


"baiklah Nona"ujar David, yang langsung tancap gas saat itu juga .


"ah...sial ujar Adri, yang baru saja tiba di parkiran.


"Alisa, aku sangat merindukan mu"ujar Adri, lirih.


Adri, berjalan gontai, saat itu juga dia pergi dengan mobilnya,menuju kediaman Soraya, tapi sayang mension tersebut, seperti tidak berpenghuni, sudah lima tahun lebih, Adri, tidak mengunjungi tempat tersebut.


Adri, pun memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut, tapi saat ia lewat sebuah mension, baru dia melihat Alisa, saat ini tengah memeluk seorang anak perempuan berusia lima tahun , terlihat dari interaksi mereka saat ini Alisa, begitu menyayangi gadis cilik tersebut.


"apa kamu benar-benar, sudah melupakan ku, Alisa, apa dia adalah putri mu ??"Gumam Adri lirih.


rasanya ia tidak percaya jika Alisa, bisa move on dari nya, selama ini Adri, bahkan sangat yakin .


Adri, menungu Alisa,di dalam mobil saat ini, Adri yakin bahwa Alisa, tidak tinggal di sana, dan benar saja setelah satu jam menunggu, Alisa, pergi dengan gadis kecil tersebut.


Adri, pergi mengikuti mobil yang di tumpangi oleh Alisa, saat ini hingga dia berhenti di sebuah rumah cukup mewah, walaupun tidak sebesar mension, tapi rumah tersebut begitu mewah dan penjagaan ketat terlihat dari luar.


"selamat datang Nona, Alisa"ujar satpam yang membuka kan pintu pagar yang menjulang tinggi tersebut, hingga mobil yang di Kendari oleh Alisa, masuk kedalam.


Adri, pun lagi-lagi hanya bisa pasrah dia tidak mungkin masuk saat ini bisa-bisa dia tidak mendapatkan izin, selain babak belur.


itu karena para bodyguard, yang berada di sekeliling halaman rumah Alisa, yang sengaja Aditya, siapkan untuk sekedar berjaga-jaga.


"aku akan segera kembali , besok tunggu aku sayang"ucap Adri.


rasa cinta Adri, tidak pernah bisa hilang pada Alisa, padahal dia sudah memiliki dua anak dari cinta pertama nya itu, yang kini tinggal bersama nya.


sementara itu, di apartemen, Ardan, tengah berdebat hebat dengan Sarah , Sarah, yang marah besar karena Ardan, sudah dua hari ini mengurung nya, di apartemen,belum lagi,ia tidak terima dengan penculikan yang di alami oleh nya saat dua hari kebelakang bahkan dia tidak sempat membawa harta benda milik nya, dan juga tidak sempat untuk berpamitan pada kedua sahabatnya itu.


"Ardan, kamu benar-benar keterlaluan sudah menculik putra ku sekarang apa lagi yang kamu inginkan"ujar Sarah,sambil menatap wajah Ardan, tanpa merasa takut sedikitpun .


"aku tidak ingin kehilangan mu dan putra kita"jawab Ardan.


"apa aku tidak salah dengar, seorang Ardan,takut kehilangan mantan wanita simpanan nya,itu sangat lucu Ardan.


"terserah kamu saja, apa pun itu yang jelas aku mencintaimu dan putra kita"ujar Ardan.


"sungguh lucu"ujar Sarah sambil berjalan menuju balkon.


mereka pun saling diam biar bagaimanapun perdebatan itu tidak akan pernah ada ujung nya.


sementara itu di full house milik Edgardo, saat ini dia sedang bermain dengan kedua anak nya yang kini tengah berusia sepuluh tahun, putra-putrinya itu sedang hobi bermain bola ,sang ayah yang tampan dan gagah selalu bersedia menemani mereka kapan pun dan tidak pernah mengeluh untuk itu.


"sayang sudah istirahat dulu, nanti lanjut lagi kalian harus sarapan pagi"ujar Sanny sang istri.


"tuh mommy, sudah memanggil ayo"ujar Edgardo.

__ADS_1


"yah... Daddy, gak seru nih kita kan lagi seru-serunya aku ingin adakan pertandingan di sekolah ku nanti"ujar Ezzy, anak perempuan mereka.


"Edzar juga Daddy"ujar si bungsu .


"iya,nanti kita Adain perlombaan bila perlu Daddy, yang akan memberikan hadiah untuk pertandingan nanti"ujar Edgardo.


"hore..."ucap keduanya sambil berlari menuju pintu masuk, Edgardo, tersenyum puas, karena mereka adalah sumber kebahagiaan bagi Edgardo.


"sayang sana mandi dulu aku urus mereka dulu Ok"ucap Sanny.


"tentu sayang ku, muachhhh"Edgardo berlalu menuju kamar nya untuk membersihkan diri setelah berolahraga bareng putra dan Putri nya itu.


saat hendak masuk kedalam kamar mandi, tiba-tiba handphone, Edgar bergetar, menandakan bahwa seseorang mengirimkan pesan.


✉️"sayang aku rindu kamu, kapan kamu temui aku dan anak kita"tanpa nama.


"kurang ajar, siapa yang berani mengirim pesan palsu pada ku"ujar Edgardo.


"kenapa sayang"ujar Sanny.


"ini sayang, lihat lah apa kamu kenal dengan nomor ini"ujar Edgardo.


"owh, ya ampun sayang sejak kapan kamu menduakan cinta kita"ujar Sanny,


"heumm, jangan mulai deh, sekarang aku tanya sejak kapan kamu pernah kehilangan ku, selama kita menikah"ujar Edgardo.


Sanny, berpikir dia menggeleng kan kepala karena seingat dia selain urusan pekerjaan Edgardo , tidak pernah pergi tanpa dirinya


"tidak pernah bukan, aku juga bekerja dari pagi sampai malam kamu sering pantau keberadaan ku"ucap Edgardo.


"terus itu apa sayang"ujar Sanny.


"entah lah, nanti aku suruh orang lain untuk menyelidiki tentang hal itu, aku mau mandi dulu"ujar Edgardo.


"heumm, baiklah"ujar Sanny, yang tertawa kecil karena dia tahan, tidak ada SMS palsu sebenarnya itu adalah Sanny, dia meminta bantuan kepada asisten nya untuk mengerjai suaminya yang sedang berulang tahun.


Edgardo, bahkan lupa dengan ulang tahun nya sendiri, dan itu artinya Edgar dan Elena, juga sama-sama berulang tahun hari ini, tapi Sanny, sengaja menutup mulut semua orang agar tidak ada yang lebih dulu mengucapkan selamat hari ulang tahun pada suaminya itu selain dirinya.


🌹💖💖💖🌹


"sayang kenapa kamu terus lari, hati-hati nanti kalau jatuh bagaimana??"ujar Edgardo yang mengikuti nya dengan langkah cepat meski tetap Sanny yang lebih dulu sampai.


sesampainya di dalam kamar, suasana nya begitu sepi Edgardo, sedikit heran kemana istrinya itu pergi.


setelah berkeliling kamar ternyata Sanny tengah berada di dalam wal-k in closed, dia menangis sesenggukan di dalam sana, Edgardo , langsung mendekat dan memeluk istrinya itu.


"hei sayang kenapa kamu menangis, aku mohon jangan seperti ini aku tidak pernah menduakan cinta kita yakinlah sayang, aku juga akan pastikan orang yang mengirim pesan singkat itu hidup nya, lebih menderita karena telah melukai perasaan istri tercinta ku ini"ujar Edgardo.


Sanny, langsung berhenti menangis dia langsung memeluk suaminya dan mengecup bibir Edgardo, mengucapkan terima kasih, dan "happy birthday to my husband,and I love you more"ujar Sanny.


masuk lah seluruh keluarga besar kecuali Elena, yang masih dalam perjalanan menuju Indonesia saat ini, Edward, membawa cake ultah yang begitu besar, dan menghampiri putra nya itu.


"Daddy, kalian semua di sini"ujar Edgardo, tidak percaya.


"surprise for you"teriak semua orang termasuk Edgar,sang kakak yang lebih dulu mendapatkan kejutan.


"Ayo make always dulu"ujar semua Edgardo pun memejamkan mata nya sambil berdoa, semoga selalu di limpahkan umur panjang dan kebahagiaan, seperti sekarang ini untuk seluruh keluarga nya itu.


"tiup lilinnya"ucap semua Edgardo, pun tiup lilin saat itu juga, setelah itu Edward, langsung menyimpan kue tersebut di atas meja depan sofa.


"ayo kita turun dan nikmati kue nya"ujar semua kompak.


sementara itu Alisa,baru datang bersama dengan putri nya, dia di sambut tawa bahagia dari seluruh penghuni full house tersebut, Alisa langsung memeluk kakak nya itu Edgar dan Edgardo, dengan penuh cinta sambil berucap "happy birthday, kakak ku yang tampan semoga semua nya selalu di berikan yang terbaik oleh sang pencipta"ujar Alisa, keduanya memeluk sang adik, sambil mencium pipi , dan momen itu di abadikan oleh jepretan kamera .


mereka semua pun akhirnya makan siang bersama karena kebersamaan mereka tidak terasa waktu berjalan lebih cepat, saat ini.


Ardi, duduk santai di sofa , sambil menatap kearah lantai dua,di sana ada seorang pelayan yang selalu dia kerjain bersama dengan Ardan, wanita itu, tidak ikut bergabung dengan yang lain entah apa alasannya.


Ardi, curi-curi pandang, pada wanita tersebut, gadis berusia dua puluh lima tahun,itu kini semakin terlihat cantik, walaupun tanpa polesan make up.


Ardi, mengirim pesan singkat pada Lala,sang pelayan tersebut.


✉️"temui aku di pinggir pantai"ujar Ardi.


pelayan tersebut, seketika itu langsung pergi sambil membaca pesan dari Ardi.

__ADS_1


Ardi, pamit untuk jalan di sekitar full house tersebut.


sesampainya di sebuah bangku di bawah pohon kelapa, Ardi, langsung mendarat kan bokong nya di sana, tempat yang sungguh terasa sangat nyaman, tiba-tiba suara seseorang mengejutkan nya.


"ada apa tuan muda menyuruh saya kemari??"ujar Lala.


"duduk lah"ujar Ardi, sambil menepuk tempat di samping nya yang kosong, tapi wanita itu tidak punya keberanian, dia lebih memilih duduk di pasir,di hadapan Ardi.


"Lala, apa kamu tidak mengerti apa yang aku katakan tadi heuhhhhh, aku menyuruh mu duduk di samping ku"ujar Ardi.


"tidak usah tuan, saya, tidak berani duduk bersama dengan majikan saya"ujar Lala.


"Kakak,ku yang majikan kamu bukan aku ,ayo kemari lah, atau kamu sudah punya kekasih dan takut kekasih mu marah iya begitu"ucap Ardi.


"tidak tuan, anda terlalu berlebihan, siapa juga yang akan mau menjadikan, wanita seperti ku menjadi kekasih nya, aku hanya seorang pelayan"ujar Lala.


"aku"ujar Ardi.


"tidak tuan, tolong jangan berlebihan kalau bercanda, saat ini saya sedang tidak ingin bercanda dan saya tau anda sengaja mengerjai ku seperti biasa"jawab Lala.


"Lala, apa aku terlihat sedang bercanda??"ucap Ardi,tegas.


"tidak tuan,ta tapi itu juga tidak benar aku bukan siapa-siapa, dan tidak pantas mendengar itu , karena kita terlalu jauh berbeda"ucap Lala, sambil bangkit dan hendak pergi.


"Lala, apa yang salah dengan semua ini, kita sama-sama manusia,soal profesi, semua orang punya profesi, masing-masing, bahkan pelayan adalah pekerjaan yang mulia, jangan pernah jadikan itu sebagai alasan, aku menyukai mu, bahkan itu adalah sesuatu yang wajar, sebagai manusia yang sama-sama memiliki rasa"ujar Ardi.


"tuan muda,saya minta maaf, bukan nya saya tidak menghargai perasaan anda, tapi saya merasa tidak pantas untuk itu, sebaiknya anda mencari wanita lain, yang segala nya lebih pantas untuk bersanding dengan anda, dan semoga anda bahagia"ujar Lala, sambil berlalu pergi, tapi Ardi, langsung memeluk nya dari belakang.


"aku tidak ingin yang lain yang aku inginkan hanya kamu"ujar Ardi.


"tuan, jangan buat aku kehilangan pekerjaan, dengan semua ini, aku masih memiliki keluarga yang sangat membutuhkan ku,kami orang tak mampu, dan hanya aku harapan mereka"ujar Lala.


"hey .. Lala, lihat aku, baik-baik apa aku main-main dengan ucapan ku ini, aku serius ayolah Lala,buka hatimu untuk ku aku janji akan melakukan apapun, untuk membuat mu bahagia, dan mulai sekarang kamu tidak usah bekerja lagi, aku yang akan menggantikan mu menafkahi keluarga mu, kamu bisa pegang ucapan ku"ucap Ardi.


Lala, pun berbalik menatap wajah Ardi, yang sangat tampan, dan memiliki rahang yang tegas.


"tuan tidak perlu lakukan itu,saya bukan wanita seperti itu,saya akan tetap bekerja keras untuk mereka,meski sudah tidak bekerja di sini lagi"ujar Lala.


Ardi, tiba-tiba, mencium bibir Lala, yang kini hanya bisa pasrah, tanpa membalas, tidak bisa di pungkiri, bahwa Lala,memang sempat memiliki rasa pada Ardi, tapi semua itu berusaha ia kubur dalam-dalam, karena baginya itu hanya mimpi, ciuman itu berakhir, saat ini Ardi , menatap wajah cantik alami yang ada di hadapannya itu.


"bisakah, sekali saja kamu balas ciuman itu"ujar Ardi.


"maaf kan aku tuan, aku tidak tau bagaimana cara nya, bahkan itu adalah ciuman pertama ku"ujar Lala, sambil hendak pergi, tapi lagi-lagi, Ardi menggenggam tangan nya.


"tetap lah di sini temani aku,La "pinta Ardi.


"tapi tuan,saya harus segera kembali untuk bekerja"ujar Lala.


"tetap lah di sini, Lala, apa kamu tidak dengar"ujar Ardi,pelan tapi penuh penekanan.


Lala, pun akhirnya pasrah, dia langsung duduk di bangku tersebut, saat ini tapi dia hanya menunduk tanpa menoleh ke arah Ardi, sedikit pun.


"Lala, mulai saat ini, kamu adalah kekasih ku, dan satu hal yang harus kamu tahu, aku tidak pernah main-main, hingga saat nanti tiba, kamu dan keluarga mu menjadi tanggung jawab ku, dan ambilah ini untuk mu, gunakan sesuai kebutuhan mu, aku sudah mengisi nya , dan setiap bulan akan selalu di isi, jangan takut kehabisan"ujar Ardi.


"tidak tuan muda,saya mohon jangan memperlakukan saya seperti wanita di luaran sana, saya, masih bisa bekerja, dan menghasilkan uang, meski tidak sebanyak yang Anda berikan"ujar Lala, sambil memberikan kartu debit tersebut.


"aku tidak menerima penolakan"ujar Ardi, sambil memberikan kartu tersebut di tangan Lala, dan Lala, hanya menatap sendu pada Ardi.


cup..


satu kecupan mendarat di bibir Lala.


"mulai saat ini, hanya ada kita, tidak akan ada orang lain,di antara kita, dan mulai besok kamu bisa ikut tinggal bersama ku,di apartemen"ucap Ardi.


"tidak tuan, aku akan tetap di sini"ujar Lala.


"terserah yang pasti kedepannya, kamu hanya akan ikut bersama dengan ku"ujar Ardi.


Ardi, membawa Lala, kedalam dekapannya, saat ini sambil melihat pemandangan alam yang ada di sana.


"Lala, aku ingin kita segera menikah dengan mu, kita akan segera memiliki anak dan akan hidup lebih bahagia lagi"ujar Ardi, sambil tersenyum .


"tuan muda, apa seluruh keluarga mu, akan setuju dengan hubungan kita??"ujarnya.


"mereka bukan orang yang kolot, semua tergantung pada kita, yang akan menjalani nya, aku akan terus berjanji untuk selalu membuat mu bahagia, sampai akhir nanti.

__ADS_1


"terimakasih atas semua ketulusan tuan muda"ucap Lala.


__ADS_2