Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Hari bahagia berujung duka#


__ADS_3

Setelah, kembali ke ruang rapat tersebut, mereka kembali melanjutkan pembahasan tentang Mega proyek tersebut, saat ini.


Aryan, tetap fokus, terhadap pembahasan saat ini, sementara Alisa, sesekali curi-curi pandang terhadap Aryan, Alisa, merasa gelisah, karena telah membuat Aryan, terluka selama ini.


"maaf, Aryan mungkin kita tidak berjodoh di kehidupan ini, bukan aku tak ingin tapi keadaan yang memaksa untuk tetap melanjutkan hidup masing-masing, jujur aku mencintaimu tapi aku juga masih mencintai dia, terserah jika orang bilang aku egois, tapi untuk kali ini saja, tolong maafkan aku"gumam nya dalam hati, tiba-tiba setetes air mata jatuh dari sudut mata nya, Aryan melihat itu, sekilas dan Alisa, buru-buru menundukkan kepalanya saat itu juga dan menyeka nya.


Rapat masih terus berlanjut, hingga saat ini , Adri, yang menyadari ada keanehan pada calon istri nya saat ini, dia diam-diam mengirim pesan terhadap Alisa, dan saat itu, Alisa langsung membalas pesan tersebut, secara diam-diam pula, agar tidak menggangu rapat tersebut, dan seperti nya, Aryan , mengetahui hal itu,meski dia terlihat fokus, kedepan.


"Sayang ada apa ??"ujar Adri.


"Tidak,ada apa-apa kok, aku hanya sedikit lelah"ujar Alisa.


"Sabar, sebentar lagi, seperti nya, selesai"ujar Adri lagi.


setelah rapat selesai, tibalah saatnya makan malam bersama, tapi tiba-tiba, Ardi, dan mantan istri nya,pamit secara bersamaan, setelah menerima telepon, sesaat kemudian, dan Alisa, tidak tau alasan nya, dia hanya mencoba berpikir positif,demi kebaikan mereka.


sementara itu, Aryan, hanya fokus pada handphone nya, dia tidak menghiraukan yang lain nya, saat ini sambil menunggu makanan nya datang, karena dia sedang memesan makanan luar dari menu yang di sediakan di restoran tersebut, saat ini.


Aryan, tetap fokus hingga,suara Edgardo, menghentikan jari-jari tangan nya yang sedang sibuk berselancar dengan handphone nya itu.


"Alisa, kamu pulang ke rumah kakak,atau ke rumah mu, pesawat sudah menunggu kalo kamu mau pulang ke rumah kakak"ujar Edgardo.


"Aku, pulang ke rumah ku,kak, putri ku saat ini sedang kurang sehat"ucap Alisa.


"Owh baik'lah, kalau begitu kakak,pamit pulang dulu hati-hati kalau pulang nyetir sendiri, harus nya kamu nginap saja di hotel, kamu pasti lelah"ujar Edgardo, sambil mengelus puncak kepala Alisa, dengan sayang saat ini.


"kakak, tidak usah khawatir, aku bisa kok"ujarnya.


Dan akhirnya Edgardo, pun pulang bersama dengan asisten nya, juga Edgar, yang satu tujuan tinggal Alisa sementara itu Aditya, sudah sedari tadi pergi bersama dengan Ardan.


Alisa, mengakhiri makan malam nya, saat itu juga dia langsung meminum jus,dari gelas miliknya, dan mengelap bibirnya menggunakan tisu.


Alisa, beranjak dari duduknya, dan hendak berjalan saat itu juga, namun langkah nya terhenti, karena Aryan.


"Sekali, ini saja tolong temani aku makan, sebelum kamu benar-benar menjadi milik orang"gumam nya lirih, tapi terdengar jelas di telinga Alisa.


Alis, sempat mematung sejenak, setelah itu dia berbalik dan menjawab Aryan,sekena nya.


"Maaf, tapi saat ini dia sedang membutuhkan ku"ujar Alisa, yang tidak ingin semakin terjebak dengan perasaan nya saat ini.


"Aku antar kamu pulang, dan tidak ada penolakan"ujar Aryan, saat melihat Alisa, hendak menolak nya lagi.


Alisa, menghela nafas panjang, setelah itu ia mengangguk, biarlah ini menjadi hari terakhir bersama dengan Aryan, sebelum dia menikah, Aryan, langsung bergegas bangkit menuju pintu keluar, padahal saat itu pelayan baru akan menghidangkan makanan tersebut di meja nya,namun Aryan, tidak menghiraukan itu.


sesampainya di depan mobil, saat itu juga, Aryan, membuka pintu mobil mempersilahkan Alisa, yang kini masih berdiri di hadapan Aryan, Alisa, menggunakan dress selutut berwarna putih tulang dengan jas sebagai pemanis, karena Alisa, tidak ingin menggunakan stelan formal, saat rapat panjang tersebut.

__ADS_1


"Masuk lah"ujar Aryan.


mereka berdua pun masuk, kedalam mobil yang kini melaju, dengan kecepatan sedang, suasana di dalam mobil saat ini sangat sunyi, karena mereka berdua fokus dengan pemikiran nya masing-masing saat ini, hingga, sampai saat sopir mengerem mendadak, Alisa, dan Aryan, langsung bertanya saking kagetnya.


"Ada apa pak??"ujar Aryan dan Alisa, secara bersamaan.


seperti nya, didepan ada kecelakaan tuan, Nona, karena banyak kerumunan orang, kebetulan saat itu hujan deras, coba periksa"ujar Aryan.


"Baik tuan"ujar sopir tersebut,sambil berlalu pergi, Alisa, yang sangat penakut ketika melihat darah, saat ini tubuh nya, gemetaran dia bahkan sangat gelisah.


tidak lama setelah itu sopir tersebut kembali, dia langsung berlari menuju ke arah Alisa.


"Gawat, Nona, yang mengalami kecelakaan itu tuan,Adri beserta mantan istri nya, tapi belum ada siapapun yang berani menolong mereka, karena polisi belum datang dan keadaan tuan Adri, begitu parah"ujar sang sopir, yang tidak sadar lawan bicaranya saat ini sudah tidak ada lagi di hadapan nya,saking paniknya.


Aryan, langsung berlari mengejar Alisa, yang kini menerobos barisan orang-orang yang menjadi saksi kecelakaan tersebut, saat tiba di dalam kerumunan orang-orang Aryan, melihat Alisa, yang kini memangku kepala, Adri dalam pangkuan nya, sambil menangis histeris.


"Adri, sayang bangun aku mohon bangun jangan pernah tinggalkan aku lagi, bangun Adri, bangun, hiks hiks hiks,kau tega Adriyansah,tega kenapa kamu lakukan ini semua bangun!!!""tangis Alisa, pecah saat ini orang-orang hanya menjadi penonton, sementara Aryan, berusaha menguatkan Alisa, sambil meminta mereka untuk segera memanggil hantu.


"Alis...."suara Ardi, lirih bahkan nyaris tak terdengar, saat ini.


"Adri, bangun sayang, jangan pernah tinggalkan aku lagi, aku mohon"ujar Alisa, sambil banjir air mata.


Adri , tersenyum pada Alisa, sesaat, sambil meregang nyawa, dia berkata"Sayang, aku sangat mencintaimu, maafkan aku jika selama ini aku membuat mu, terluka aku harap siapapun yang akan menggantikan posisi ku di sisi mu dia akan selalu membuat mu tersenyum bahagia, aku pergi maaf"ujar Adri, sambil kembali tersenyum dan akhirnya terkulai tak bernyawa.


"Adri...!!!!"hiks hiks hiks hiks, bangun Adri, aku tidak akan memaafkan mu jika kamu pergi lagi,Adri aku mohon bangun sayang bangun hiks hiks hiks bangun"ujar Alisa, yang kini langsung tak sadarkan diri.


mungkin janji yang terucap di antara mereka berdua untuk sehidup semati, itu benar-benar tertulis di dalam catatan kehidupan mereka, meski,satu hal yang berubah yaitu, cinta Adri, yang berpindah ke lain hati.


Ya... Alisa, adalah pelabuhan terakhir untuk cinta Adri, hingga maut menjemput, mereka hanya bisa berencana tapi Tuhan, pemilik rahasia kehidupan lah yang menentukan.


🌹💖💖💖🌹


Di, sinilah saat ini, semua berkumpul,di peristirahatan terakhir, Adri , pria yang selama ini di cintai, oleh seorang gadis beranjak remaja, yang begitu mengagumi sosok pemuda tampan dan gagah, yang berprofesi sebagai guru di sekolah nya.


Alisa, masih sesenggukan di hadapan makam yang masih basah tersebut, setelah Adri, selesai dimakamkan, Aditya, yang tau perjalanan cinta putri nya itu bersama dengan pria tampan yang baru saja di kebumikan tersebut, saat ini menjadi sandaran bagi putri nya itu di saat ia tengah berduka kini peluk cium sang Daddy, yang kini berusaha untuk menenangkan putri nya itu, yang berkali-kali tak sadarkan diri hingga saat ini.


Alisa, sayang kamu harus kuat,na demi dia yang mencintai kamu begitu besar, selama ini mungkin inilah jalan takdir bagi kalian berdua, jangan buat dia sulit untuk melangkah ikhlas kan dia, jika kamu mencintai nya, cukup kamu tunjukkan lewat kiriman do'a, karena hanya itu yang ia butuhkan saat ini"ujar sang Daddy.


Alisa, tidak menyahut, dia menatap kosong ke arah makam hingga akhirnya kembali jatuh tak sadarkan diri.


"Alisa, sayang bangun nak!!"panggil Aditya, sambil mengangkat tubuh putri nya itu menuju mobil.


sementara itu, Aryan, hanya bisa menatap dari kejauhan, dia sengaja hadir belakangan saat ini, karena, tidak ingin melihat wanita yang di cintai nya itu, menangis untuk pria lain, sementara kedatangan Aryan, saat ini karena rasa peduli nya terhadap pria yang baru-baru ini menawarkan kerjasama dengan nya, Aryan mengenal Adri, karena dulu pria itu, adalah teman kuliah walaupun tidak pernah bertegur sapa, hanya sebatas kenal saja.


"Adri, maaf aku telat, semoga kamu bisa tenang di alam sana, dan kuharap kamu tidak marah, jika kelak aku menggantikan posisi mu, di sisinya,satu hal lagi aku sangat berharap Alisa, bisa secepatnya pulih dari duka ini "ujar Aryan, lirih, pria itu menyimpan sebuah kalung, berinisial A A di atas makam tersebut dan menutup nya dengan gundukan tanah,itu kalung Aryan, ambil di tempat kejadian perkara, sesaat setelah jenazah di angkat ke dalam mobil ambulans.

__ADS_1


Alisa, saat ini masih di rawat di rumah, dia keadaan nya sangat lemah, bagaimana tidak, setelah dua hari kepergian Adri, dia tidak menyentuh makanan sedikit pun,meski berbagai cara di lakukan untuk membujuk Alisa,agar dia mau makan tapi nihil, semua tidak berhasil.


Alisa, menatap sebuah cincin, yang tersimpan di bingkai foto,itu adalah cincin pertama pemberian dari Adri, pria yang saat itu dia kejar.


"flashback on"


Ketika itu,jam pelajaran telah di mulai, seorang gadis yang baru menginjak usia remaja itu dia tetap fokus pada buku pelajaran nya, tanpa ikut-ikutan genit bersama anak cewek lain, karena guru yang saat ini sedang mengajar nya, adalah seorang pria tampan dan gagah, dan yang penting masih sangat muda.


di usia nya yang baru dua puluh dua tahun, pria itu, sudah bekerja di sekolah milik keluarganya, saat itu, Adri, menghabiskan waktu luang nya untuk menjadi pengajar dan tak hanya itu di sela kesibukan nya saat kuliah S2, Adri, sudah memimpin perusahaan milik mendiang Daddy, nya itu, pria yang di tuntut dewasa, sebelum waktunya itu, begitu bertanggung jawab Dimata keluarga nya.


tanpa mereka ketahui, diam-diam putra nya itu, sudah memiliki kekasih, dan tanpa mereka ketahui Adri, memiliki buah hati dari hasil kenakalan nya yang di tutup dengan sikap baiknya selama ini.


Alisa,memang sangat mengagumi, Adri,kala itu tapi dia tidak berani menyuarakan hal itu langsung seperti sahabat perempuan nya yang lain, dia hanya sesekali, curi-curi pandang terhadap pria itu, yang duduk tepat berhadapan dengan bangku sekolah nya itu.


Awalnya, Adri, hanya cuek, bahkan terkesan dingin terhadap semua peserta didiknya itu, dia termasuk guru paling killer,di sekolah tersebut, dia tidak pernah main-main untuk memberikan hukuman pada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang sudah ia berikan.


hingga suatu hari, Alisa, sengaja tidak mengerjakan tugas tersebut, dia hanya ingin mengetes reaksi dari pria pujaan hati nya itu.


dan Al hasil , Alisa, dipanggil untuk hadir di ruangan nya, karena tidak mengerjakan tugas tersebut bukan tanpa alasan Adri, memanggilnya kala itu , karena dia penasaran, murid paling rajin itu hari itu tidak mengerjakan tugas tersebut, padahal bukan tidak mampu tapi ada yang lain menurut instingnya.


Alisa, datang ke ruangan Adri, saat itu dia langsung masuk kedalam setelah Adri, mempersilahkan nya, dengan rasa gugupnya, Alisa, berusaha untuk duduk di hadapan meja guru nya itu, yang tak lain adalah Adri.


"Alisa, kamu tau kenapa kamu saya panggil kemari??"ujar Adri,tegas tanpa menoleh ke arah Alisa, Adri, sengaja melakukan itu, entah kenapa dia merasa tidak tega, jika harus membentak wanita belia itu.


"Saya, lupa mengerjakan tugas,pa...saya ketiduran saat di rumah"ujar Alisa.


"Kerjakan sekarang, atau kamu tidak akan saya beri kesempatan"ujar Adri, sambil menatap lekat wajah cantik alami tersebut.


"Maksud bapak, kesempatan??"ujar Alisa, penasaran.


"Saya,tau kamu diam-diam sering memperhatikan saya,saya maafkan kamu, dan satu lagi saya berjanji, jika nanti kamu lulus, dengan nilai terbaik, saya bersedia menjadi kekasih mu"ujar Adriyansah.


"Bapak, tidak sedang bercanda kan pak???"ujar Alisa, sambil tertunduk malu,ya dia merasa sangat malu saat ini, bukan apa-apa, ternyata sikapnya yang selalu curi-curi pandang selama ini, ketahuan oleh pria tampan tersebut.


"Tidak, usah malu jujur saja, toh, tidak ada yang melarang orang untuk jatuh cinta,asal tidak merugikan sesama nya"ujar Ardi, lagi.


"Sudah, selesai pak"ujar Alisa, Adri, langsung menghentikan ucapannya nya,lalu bertanya.


"Kenapa, apa kamu tidak suka dengan ucapan saya"ujar Adri


"Maksud saya ini pak"ujar Alisa,sambil mengangkat bukunya tersebut.


"cepat sekali, apa kamu sudah memeriksa lagi yakin tidak ada yang salah dengan jawaban nya"ujar Adriyansah lagi.


"Saya, sudah tau itu hanya sekali lihat saja"ujar Alisa,penuh percaya diri

__ADS_1


Akhirnya Alisa, pun kembali ke kelas nya, saat itu, dia tidak langsung masuk ke dalam, malah berlari ke arah toilet,ia hendak mencari cermin saat ini ia ingin melihat wajah nya yang terasa panas.


__ADS_2