
setelah, hari itu berganti malam Aditya,kini tinggal di apartemen milik soraya,ia melihat semua kenangan terindah bersama dengan soraya,memadu kasih bercumbu dan saling beradu argument.
Aditya menangis meratapi nasib pernikahan nya yang seumur jagung itu harus berakhir dengan tragis cinta sejati nya kini telah jadi milik orang lain, Aditya tidak pernah mau menyarah selama ia masih bernyawa dia akan terus berjuang demi cinta nya pada soraya awal nya Aditya memang ingin merebut paksa soraya dengan cara kasar tapi Aditya tidak ingin di benci oleh wanita yang sampai saat ini menjadi ratu di hati nya.
sementara itu hari-harinya di lalui dengan bekerja dan bekerja, Aditya seperti melampiaskan semua nya dengan bekerja lebih keras, betapa pun ia berusaha untuk mengambil kembali apa yang pernah jadi miliknya saat ini itu tidak lah mungkin, dia hanya akan bersabar hingga sang waktu yang akan menyembuhkan luka.
tiga bulan berlalu,kini Edward tengah bersiap untuk membawa pergi soraya yang kini tengah hamil besar ini adalah hari dimana soraya sudah di pastikan akan melahirkan dengan cara sesar karena tidak mungkin soraya akan kuat untuk melahirkan ketiga bayi kembar mereka, saat ini kondisi soraya sedikit lemah.
setelah sampai di rumah sakit, Edward menemani istri nya yang sedang di periksa kembali oleh dokter, saat ini dia bahkan sedikit gelisah karena baru saat ini diamasuk ke ruang operasi secara sadar sambil nunggu obat bius itu bekerja, tidak seperti dulu dia masuk ruang tersebut, dalam keadaan tidak sadar kan diri.
Edward bahkan di saran kan oleh dokter untuk menemani soraya saat operasi berlangsung agar ia bisa menyemangati istrinya yang kini sedang setengah sadar, operasi pun di mulai, Edward tidak melirik ke arah perut ia hanya terus memandangi wajah istrinya, saat ini sampai akhirnya, dokter mengatakan bahwa anak, pertama telah lahir.
"selamat tuan,bayi pertama anda, seorang laki-laki" ucap dokter.
"Edgar" ucap Edward.
di susul beberapa menit, setelah bayi Edgar lahir,kini bayi perempuan yang di angkat dari rahimnya, soraya.
"selamat tuan bayi perempuan anda kini telah lahir" ucap sang dokter.
"Elena" ucap Edward lagi.
"selamat tuan bayi ketiga anda kembali anak laki-laki" ucap dokter tersebut.
"Edgardo" ucap Edward kini semua bayi gembul tersebut sudah di pasang gelang pengenal nya, Edward, langsung mencium bibir istrinya itu dan berkata.
" terima kasih Hanny, aku sangat bahagia kini kehidupan ku sangat lengkap" ucap Edward.
setelah luka sayatan itu kembali di jahit dan setelah selesai soraya yang masih belum sadar sepenuhnya saat ini tengah di bawa keruang perawatan, VVIP Edward dengan senyum yang terus mengembang kini dia mengikuti ketiga perawat dan seorang dokter anak membawa ketiga anaknya ke ruang rawat soraya, bayi dalam boks Tersebut sangat sehat hingga mereka tidak perlu perawatan intensif, hanya butuh perawatan bayi normal biasanya.
sementara itu, orang tua dan kerabat Edward datang berbondong-bondong membawa kan kado dan ucapan selamat pada untuk kelahiran bayi mereka.
Edward selalu memancarkan senyum nya saat ini, soraya yang kini telah sadar dia langsung melirik kearah suaminya, karena dia masih sulit untuk bergerak bebas.
"sayang, anak kita" ucap soraya sedikit menahan kata-kata nya.
"Hanny kamu sudah sadar,anak kita sangat tampan dan cantik" ucap Edward.
"aku ingin melihat nya Hanny" ucap soraya.
Edward pun mengangkat bayi pertama mereka yaitu Edward, dan di susul Elena, kemudian Edgardo.
soraya tersenyum sesuai permintaan nya, dia tidak ingin ada inisial nama nya pada ketiga putra-putri nya di karena kan, dia tidak ingin anak nya menderita seperti dirinya dulu.
Edward, tadi nya merasa keberatan tapi akhirnya demi rasa cinta nya pada soraya dia pun mengabulkan permintaan istrinya itu ketiga bayi itu semua menggunakan inisial nama nya.
soraya,sangat bahagia walau cinta nya untuk Edward, saat ini belum benar-benar tumbuh, tapi saat ini, soraya merasa sangat beruntung.
Edward, mencium kening istrinya saat ini dia berkata.
"kau adalah sumber kebahagiaan ku, aku sangat mencintaimu, dan sampai kapan pun akan tetap begitu tidak akan pernah berubah" ucap Edward.
__ADS_1
sementara itu, saat Aditya mendengar kabar mantan istrinya telah melahirkan bayi kembar tiga, Tersebut kini dia tengah menyiapkan kado, untuk soraya dan ketiga putra putri nya.
Aditya datang ke esokan hari nya,ke rumah sakit untuk menjenguk wanita yang masih bertahta dalam hati nya itu, Aditya bahkan memberikan sebuah kalung bertahtakan berlian langka yang ia pesan khusus dulu sebagai kado untuk istrinya saat melahirkan anak pertama nya, tapi sayang belum sempat bayi tersebut lahir dia sudah harus kehilangan bayi tersebut dan berujung perpisahan.
"pagi Hanny, bagaimana kabar mu saat ini, aku sengaja datang untuk menengok mu, dan melihat anak kalian aku juga membawa beberapa jadi untuk kalian berempat"ujar Aditya.
Edward yang sedang berada di kantor cabang nya saat ini dia tidak tahu, bahwa istrinya mendapatkan kunjungan dari Aditya mantan suaminya, itu.
"mas, kamu tidak kekantor saat ini" ucap soraya.
"tidak Hanny, aku sengaja datang kemari untuk melihat anak kalian dan ini kado yang seharusnya aku berikan saat kamu melahirkan anak kita dulu tapi sayang semua sudah terjadi, mungkin, selama nya aku hanya bisa hidup dengan kenangan bersama dengan mu selama nya" ucap Aditya lirih sambil memakai kan kalung tersebut ke leher soraya tanpa izin dia bahkan mengecup bibir soraya lembut.
"mas, apa yang kamu lakukan aku, sudah bukan istri mu lagi, berikan itu untuk Diandra atau pun Mindy, aku bukan istri mu" ucap soraya.
"hanya itu yang bisa ku berikan kepada mu sebagai kenang-kenangan terakhir dari ku aku mohon kamu bisa menerima nya, aku akan pergi jauh dari sini entah sampai kapan aku akan kembali mungkin saja tidak tapi aku berharap kamu akan bahagia selamanya" ucap Aditya tulus.
ya.. Aditya saat ini tengah bersiap untuk pergi ke, negara Jepang ia akan mengurus perusahaan cabang yang ada di negara tersebut, Aditya seorang pengusaha sukses, dia bahkan semakin membuktikan kemampuan nya memimpin perusahaan nya saat ini.
Aditya, sudah membulatkan tekad untuk pergi jauh membawa rasa cinta nya pada soraya, hingga waktu yang belum di tentukan saat ini.
"mas, kamu mau pergi ke mana, hemmm, aku minta maaf jika kamu pergi karena aku, aku bahkan tidak tau harus apa saat itu aku begitu putus asa, aku sangat mencintaimu tapi aku juga terancam jika terus bersama dengan mu, saat itu aku baru pulang dari kafe, tiba-tiba dari arah berlawanan datang mobil yang menghantam mobil ku aku tidak jadi menggunakan mobil tapi saat aku akan naik taksi tiba-tiba ada mobil lain lagi yang menabrak ku, aku sudah berusaha mempertahankan anak kita, tapi istri pertama mu menyogok seorang dokter untuk membunuh janin dalam rahim ku, yang saat itu masih bisa di selama kan,hiks hiks hiks aku tidak tau harus bagaimana lagi saat aku tidak berdaya aku bahkan harus membiarkan mereka merenggut nyawa anak ku yang belum sempat terlahir kedunia ini" seoraya menjelaskan sebab awal dia meninggalkan Aditya.
"aku, tidak tau itu Hanny maafkan aku, aku sangat mencintaimu tapi aku tidak bisa melindungi mu saat itu"ucap Aditya.
mereka pun melepaskan rasa penasaran saat itu Aditya mengepalkan tangannya,ia sangat marah pada kedua wanita yang kini masih menjadi istri nya, karena surat perceraian masih dalam proses.
Aditya memeluk soraya, saat ini dia meminta maaf dan, meminta soraya untuk menunggu dia kembali sampai saat ia pantas untuk mendampingi soraya kembali, jika tuhan menghendaki nya, namun Aditya tidak pernah memaksa jika pun seoraya tidak lagi bisa untuk kembali bersama dengan nya, dia akan tetap ikhlas menerima nya.
bandara Sukarno Hatta, Aditya menitikkan air mata nya saat ini,ia teringat dengan kenangan yang akan di tinggal kan nya kini.
"selamat tinggal, masalalu,selamat tinggal kesedihan, aku berharap cinta ku akan tetap bahagia, maaf kan aku soraya sayang aku tidak pernah bisa melindungi mu, andaikan tuhan Masih memberikan kita jodoh aku berjanji akan menjaga dan membahagiakan diri mu, seumur hidup ku"ucap Aditya lirih ia pun menggunakan kacamata hitam nya, dan berjalan ke arah pesawat miliknya.
Aditya, yang tidak bisa berbuat tegas pada keluarga nya, dia akhirnya harus kehilangan anak dan istri nya, andaikan Aditya bisa melindungi soraya saat itu mungkin semua nya tidak akan terjadi mungkin pernikahan nya akan tetap baik-baik saja, hingga saat ini tapi nasi telah menjadi bubur, semua tidak mungkin kembali, kecuali dengan kekuasaan sang pencipta.
dua tahun berlalu, saat ini Edward, sedang bermain bersama dengan putra putri nya ia bahkan merasa berat untuk pergi saat ini entah kenapa, Edward merasa sedih meninggalkan anak istrinya saat ini.
"Hanny, semua sudah siap, aku bahkan sudah memasukkan, makanan paforit mu di kotak bekal" ucap soraya.
ya, soraya selalu membuat kan makanan paforit Edward saat ini makanan yang awet hingga satu Minggu lama nya itu sengaja soraya buat khusus untuk suaminya.
"terimakasih Hanny kamu memang sangat pengertian tolong berhati-hati lah saat aku tidak ada,di rumah jika kamu butuh apa pun, aku sudah menyuruh asisten ku untuk membantu mu, Edgar, Elena, edgardo.daddy berangkat dulu do'akan Daddy agar bisa cepat selesai membereskan pekerjaan Daddy dan secepat nya kembali ke mari berkumpul dengan kalian" ucap Edward.
"Daddy, hati-hati jangan bekerja, terlalu keras ingat jaga kesehatan mu kita menunggu mu di sini" ujar soraya,sambil memeluk dan mencium bibir Edward sangat lembut, hingga beberapa detik, soraya sebenarnya tidak rela kalau harus berpisah terlalu lama dengan orang yang menjadi suami nya saat ini tapi mau bagaimana lagi dia harus bisa mengerti bahwa suaminya, adalah orang sibuk.
Edward pun berangkat dengan jet, pribadi nya saat ini, soraya tidak pernah tau satu hal rahasia suaminya sedari dulu, Edward adalah pria beristri yang memiliki masalah dengan rahimnya hingga tak memiliki anak, saat dia di Bali saat itu adalah terakhir kali nya, Edward melakukan bayi tabung,namun tetap hasil nya gagal, hingga kejadian tidak terduga itu terjadi yang mempertemukan dirinya dengan soraya.
hingga akhirnya Kemalang menimpa soraya, Edward yang awalnya hanya ingin memanfaatkan soraya waktu itu, lama-lama dia jatuh cinta, tapi cinta nya pada sang istri sangat lah besar jadi seberapa pun cinta diri nya pada soraya tetap kalah dengan rasa cinta nya terhadap istri pertama nya yang diam-diam menyuruh Edward untuk menikah dengan soraya.
ya.. Lauren, adalah istri pertama Edward iya sedikit lebih tua tiga tahun dari nya, tapi karena cinta nya begitu besar mereka pun bersatu sampai saat ini.
jika Edward dinas di Amerika tanpa membawa soraya dan ketiga anaknya itu artinya dia sedang kembali pada Lauren.
__ADS_1
bahkan makanan paforit yang Edward suka adalah makanan paforit nya dengan Edward.
satu bulan berlalu soraya bahkan tidak mendapat kan kabar tentang suaminya sekali pun dari sang asisten nya saat ini soraya malah semakin gusar ketiga anaknya nya malah meridukan ayah nya itu.
tiba-tiba, saja saat soraya,baru kembali dengan anaknya dari jalan-jalan mobil Edward sudah terparkir di halaman rumah nya saat ini.
"anak-anaknya berlari ke dalam rumah saat ini, tiba-tiba, saat soraya masuk dia menjatuhkan barang bawaan nya saat ini dia kaget melihat seorang wanita yang kini tengah bermesraan dengan Edward, hingga anak-anaknya yang tadi nya ingin memeluk ayahnya tersebut berhenti di hadapan nya.
"Daddy", ucap soraya terhenti.
"Hanny, kemari lah sayang duduk lah owh putra-putri Daddy Daddy sangat rindu pada kalian semua" ucap Edward yang langsung memeluk ketiga putra dan putri nya itu tapi soraya mundur, dari hadapan Edward saat dia melihat wanita itu tiba-tiba, ikut memeluk anaknya.
"owh sayang mommy, mommy sangat merindukan kalian sejak dulu, mommy sangat bersyukur untuk kehadiran kalian di dunia ini rasanya mommy sangat bahagia ucap Lauren.
soraya tiba-tiba menarik mereka bertiga dari hadapan mereka berdua.
"Edgar, Elena Edgardo.tolong kalian masuk kedalam kamar dulu ok mommy ingin bicara dengan Daddy mu" ucap soraya, beruntung ketiga anaknya sudah bisa mengerti dengan ucapan ibunya, saat ini mereka pun pergi ke atas bersama dengan susternya.
"mas Edward tolong jelaskan, apa sebenarnya yang terjadi" ucap soraya yang kini menahan air mata nya.
"baiklah Hanny kita bicara di kamar ikut aku, dan kamu Hanny tunggu aku di sini" ucap Edward pada Lauren.
Edward pun pergi ke dalam kamar membawa soraya yang kini tengah di liputin tanda tanya besar.
"Hanny, maaf kan aku sebelum nya, aku tidak pernah berkata jujur pada mu bahwa aku telah menikah terlebih dahulu dengan istri ku Lauren, hanya saja pernikahan kami tidak di karuniai anak, dan saat aku bertemu dengan mu, saat itu adalah terakhir kali nya kami berusaha untuk bayi tabung namun tetap nihil hingga Lauren sangat prustasi, saat itu sebenarnya racun yang kamu tumpah kan di meja itu adalah racun yang di pesan Lauren untuk meracuni diri nya sendiri tapi sayang sebelum Lauren duduk di kursi itu kamu sudah menumpahkan racunnya, yang juga gelas kedua berisi racun' yang di tujukan untuk ku dari rekan bisnis ku,namun semua nya gagal berkat dirimu" ucap Edward belum tuntas.
"kau menipu ku selama ini untuk mendapatkan keturunan dari ku,tega sekali kamu mas bahkan kau lebih kejam dari apa pun di dunia ini,hiks hiks hiks, pergi mas pergi jangan ganggu kami lagi aku sangat benci penghianat" soraya berteriak histeris.
"Hanny aku tidak menipu mu aku sangat mencintaimu tapi, aku juga mencintai nya dan tidak bisa melepaskan nya, aku mohon setidaknya berbagai lah dengan nya dia juga punya hak atas ketiga anak kita, dia juga. ibunya" ucap Edward.
"tidak mas sampai kapan pun aku tak akan pernah bisa berbagi dengan orang lain, aku minta cerai sekarang juga, dan kau bisa mencari wanita lain yang bisa melahirkan anak mu lagi aku tidak akan pernah memberikan putra putri ku pada kalian berdua hingga maut
memisahkan" ucap soraya yang kini berlari turun ke kamar anak nya,namun sayang mereka sudah tidak ada lagi di rumah nya Lauren sudah membawa pergi ketiga nya saat ini.
"kembali kan anak ku!!""teriak soraya saat ini menangis histeris, Edward langsung memeluk tubuh lemah soraya saat ini yang terjatuh ke lantai.
"Hanny, bangun lah maafkan aku,aku sangat mencintaimu kamu tau itu tapi cinta ku pada Lauren tidak bisa di kalahkan aku mohon bangun lah kita akan punya anak lagi biarkan mereka bertiga hidup bahagia bersama dengan Lauren, dia juga sangat menyayangi anak kita" ucap Edward.
"ceraikan aku sekarang juga, aku tidak mau hidup lagi jika terus-menerus seperti ini, anak ku sudah kalian rebut dari ku, aku tidak punya siapa-siapa lagi, kalian tega hiks hiks hiks, kalian kejam, seandainya dari awal kamu jujur mungkin tidak akan seperti ini, sekarang ceraikan aku" ucap soraya.
"tidak akan, Hanny, aku sangat mencintaimu dan kamu juga tau itu" ucap Edward.
Edward sangat takut kehilangan sosok wanita yang sudah melahirkan ketiga anaknya, saat ini.
soraya bangkit dari duduknya, dia berjalan gontai ke arah tangga bahkan dia hampir terjatuh saat ini, Edward pun menyusul untuk menolong nya.
"tidak jangan pernah setuh aku lagi kau bisa pergi saat ini kau sudah dapat apa yang kamu inginkan, pergi lah dan jangan lagi temui aku, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi saat ini semoga kalian hidup bahagia, anak-anak ku semoga kalian bahagia dan bisa hidup dengan baik saat nanti dan selamanya maafkan mommy mu yang tidak berdaya ini" ucap soraya yang masih melanjutkan langkahnya menyusuri tangga, saat ini hingga dia masuk kedalam kamar nya dan mengunci pintu Edward sudah mencoba menghalangi soraya, yang akan mengunci pintu tapi akhirnya Pitu berhasil di tutup tidak lama setelah itu Edward mendengar teriakkan tetangga yang lewat saat melihat soraya terjatuh dari lantai tiga rumah nya, Edward berlari ke depan di lihatnya soraya sudah tergeletak bersimbah darah.
"Hanny..... Hanny kenapa kau lakukan ini hiks hiks hiks hiks" Edward tidak memperdulikan teriakan orang-orang yang minta Edward agar tidak menyentuh tubuh istrinya itu saat ini namun Edward tidak ingin terlambat menolong istrinya yang kini memuntahkan darah segar dari mulut dan hidung nya.
"bertahan lah Hanny, aku akan segera membawamu kerumah sakit" ucap Edward yang langsung masuk kedalam mobil yang di kemudian oleh anak buah nya.
__ADS_1