Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Ujian#


__ADS_3

lain Anisa lain pula Alisa, saat ini dia tengah di uji oleh restu orang tua, mereka yang sudah satu tahun menikah saat ini Ayah mertua nya kembali meminta David, untuk menikah dengan wanita yang dulu menjadi tunangan nya.


beruntung bagi Alisa, David, tidak pernah mau mengikuti keinginan, orang tua nya dia lebih memilih anak dan istri nya, saat ini putra nya begitu tampan mirip dengan kedua nya , perpaduan Alisa dan David mereka sepakat untuk membesarkan putra nya itu tanpa bantuan babby sister.


David begitu perhatian pada anak dan istri nya saat ini termasuk putri angkat mereka.


setelah beberapa waktu berlalu, David, sudah tidak lagi menghubungi ayah nya itu, Alisa selalu meminta David, untuk mengenal kan putra nya pada ayahnya itu tapi mereka harus menelan kekecewaan, karena ayah David, tetap tidak mengakui pernikahan mereka.


Anisa, hanya bisa menahan kesedihannya saat ini sendiri tidak ingin menunjukkan kepada suaminya itu.


setiap hari, David, akan pulang larut malam, saat ini dia bahkan belum kembali ke rumah padahal putra nya, sedari tadi merindukan ayah nya itu.


"Daddy, masih sibuk kerja sayang sabar ya mungkin sebentar lagi pulang"ujar Alisa.


Tapi anak nya belum mengerti keadaan dia terus menangis menunjuk-nunjuk foto Daddy nya, saat ini.


rasa gundah selalu ia rasakan saat ini, David, tidak bisa di hubungi bahkan asisten baru nya mengatakan bahwa David, sudah kembali dari jam makan siang.


"kemana kamu yank ...ini sudah larut malam"gumam Alisa.


sementara itu David,kini masih berada di dalam kamar rawat, wanita yang hendak di jodohkan dengan nya , wanita itu nekad ingin mengakhiri hidupnya saat ini karena dia tidak ingin menikah dengan siapa pun kecuali, dengan David, pria itu begitu dilema saat ini dia sudah tidak bisa berpikir lagi, otaknya terlalu lelah, tekanan datang dari berbagai arah.


setelah pukul dua pagi, David, keluar dari ruangan tersebut, dia hendak pergi ke rumah nya untuk mengambil handphone nya yang tertinggal di sana.


sesampainya di rumah, bapak nya David, langsung mencecar dengan berbagai perintah, yang mengharuskan dirinya untuk segera menikah dengan Salwa, wanita yang sangat di sayangi oleh keluarganya itu, tidak di pungkiri Salwa adalah gadis yang cantik dan baik hati, tapi jika di posisikan saat ini rasanya David, tidak ingin lagi, melihat wanita itu.


setelah sampai di dalam kamarnya David, langsung merebahkan tubuh nya yang terasa sangat kaku,ia menghidupkan kembali handphone nya, setelah ia matikan selama perjalanan hingga saat ini, betapa kagetnya puluhan panggilan dari sang istri, tidak terjawab oleh nya,tak hanya itu Alisa, mengirim kan video Delon yang sedang menangis mencari ayahnya itu.


David, segera menghubungi, istrinya itu, tapi sayang Alisa, tidak menjawab, mungkin sudah larut malam, pikir nya, David pun kembali menyimpan ponsel nya itu.


David, pun memejamkan matanya hingga pagi hari dia belum juga bangun , sampai dering handphone nya, memaksa nya untuk membuka mata nya, yang masih sangat mengantuk.


📱"Halo"David.


📱"Mas... kamu di mana, aku mencari mu kemana-mana tapi kamu gak ada"Salwa.


📱"Aku di rumah bapak, aku baru saja bangun, untuk apa mencari ku"ucap David.


📱"ko,mas bilang gitu sih ingat loh mas kita akan segera menikah, jadi sudah sewajarnya aku menanyakan kamu dimana dan sedang apa?"Salwa.


📱"Salwa sudah berapa kali aku katakan, aku tidak ingin menikah lagi, cukup satu istri ku, Alisa, kamu paham itu"David.


📱"Tidak bisa mas, kamu harus tempati janji mu,kalau tidak aku akan bunuh diri"Salwa.


📱"baiklah sudah ya nanti kita bicara lagi"David.


📱"nggak mas... pokoknya kamu harus datang sekarang juga"Salwa.


Belum sempat Salwa berbicara, David, sudah memutuskan sambungan telepon handphone ia simpan di atas nakas, saat David, hendak memejamkan mata nya lagi tiba-tiba saja handphone nya kembali berdering David, langsung mengangkat nya, tanpa melihat siapa yang menelepon.

__ADS_1


📱"Apa lagi Salwa... iya aku kesana sekarang"David, sementara itu penelpon tidak menjawab sedikit pun, hingga David, berulang kali bilang halo,lalu dia melirik handphone nya itu, betapa terkejutnya David, saat ini.


📱"Halo yank..... aku bisa jelaskan"ucap David,


tapi sayang sambungan nya langsung terputus saat itu juga, David, langsung panik dia berlari membasuh muka, setelah itu dia langsung berlari membawa tas kecil miliknya dengan kunci mobil di tangan dia langsung bergegas tanpa pamit terlebih dahulu, hingga Ayah dan ibunya bertanya sedikit berteriak.


"Nak... kamu mau kemana??"ucap keduanya berbarengan.


David tidak sempat menjawab pertanyaan mereka saat ini dia bahkan tidak bisa fokus dengan sekitar nya, karena hanya ada bayang-bayang istrinya yang sedang sangat kecewa terhadap nya, saat ini.


David, pergi tancap gas, bahkan dia tidak perduli dengan keberadaan pengguna jalan yang lain nya, saat ini David, seperti pembalap profesional, menurut nya,maut tidak lebih kejam dari kemarahan sang istri, saat ini, perjalanan yang seharusnya di lalui empat sampai lima jam, saat ini dia sudah sampai dalam tiga jam,entah bagaimana caranya dia mengemudi kan, mobilnya saat perjalanan pulang, yang pasti dia ingin segera sampai di rumah.


setelah, tiba di rumah nya, terlihat sangat sepi, seperti tidak berpenghuni, David, sudah benar-benar prestasi, saat ini, saat mengetahui istrinya tidak berada di rumah nya.


David, mencari Alisa,ke Mension milik nya, tapi tidak ada,ia menelpon seseorang untuk mencari keberadaan istrinya itu, saat ini sudah pukul tiga sore ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah nya, ternyata Alisa, sudah berada di sana beserta ketiga anaknya, mereka baru kembali dari mall.


"Sayang, kalian dari mana, kenapa??... handphone kamu mati, dan aku sudah mencari mu kemana-mana,"ujar David.


"Memang nya , kamu berharap aku cepat pergi ya,heumm baik'lah kamu benar di"ucapan Alisa, terhenti saat David, mencumbui nya, tidak perduli ada ketiga anaknya di sana, yang pasti David, tidak ingin istrinya bicara sembarangan.


Alisa, sudah berusaha minta di lepaskan, tapi David, tidak kunjung melepaskan, hingga Alisa memukul dada bidang nya itu kini.


David, pun memberikan ruang untuk Alisa, mengambil nafas... setelah itu dia kembali mencium bibir istrinya itu hingga puas, Alisa hanya bisa pasrah, tanpa membalas ciuman tersebut,namun David, tidak mau kalah dia langsung menggigit bibir bawahnya Alisa, hingga sang empunya sontak membuka bibir nya dan David, langsung mengeksplor ke seluruh bagian mulut nya itu.


tanpa sadar, saat ini mereka sudah berada di dalam kamar mereka.


🌹💖💖💖🌹


"Sayang, kita harus bicara please"ujar David, yang kini memeluk istrinya itu dari samping.


"Lepas, aku lelah kamu bis kembali ko, dia lebih penting"ujar Alisa.


David, langsung memeluk Alisa, yang kini berontak ingin lepas dari pelukan David, tapi bukan nya lepas David, semakin mempererat pelukannya.


"David, lepas"ujar Alisa.


"Tidak sayang kamu sudah salah paham, aku tidak pernah menginginkan nya"Ujar David.


"Itu urusan mu, aku tidak perduli, kamu inginkan dia atau tidak yang jelas pernikahan kita sudah ternoda, dengan semua kebohongan mu, kamu lebih mementingkan dia hingga kamu tidak perduli dengan kami disini,atau tidak perlu pikirkan aku , setidaknya pikirkan darah daging mu yang merindukan Daddy nya, hingga aku harus membujuk nya, dan berbohong kepada nya kalau Daddy nya, sedang bekerja, padahal yang sebenarnya kamu sedang bersama nya, sungguh bodoh nya aku, mulai sekarang sebaiknya kita bercerai"ujar Alisa, yang kini menahan sesak di dada nya.


David, menggelengkan kepalanya, sesaat dia masih terdiam, tapi saat Alisa, terlepas dari nya, dan pergi ke kamar anak-anak nya dia langsung menyusul.


sesampainya di kamar kedua putrinya itu Alisa berkata"Anak-anak, bereskan barang-barang, kalian kita pulang,di"ucapan Alisa, terhenti saat David, menarik lengan nya, hingga Alisa, meringis kesakitan, David, membawa nya ke dalam kamar nya lalu mengunci pintu kamar itu saat itu juga.


"Apa-apaan kamu yank... Aku memang bersalah tapi kamu, tidak tahu yang sebenarnya terjadi kamu salah paham yank... ngerti gak sih kamu salah paham, tolong jangan begini yank... aku sakit melihat sikap mu seperti ini, kamu salah paham, aku tidak pernah menginginkan nya, ingat itu baik-baik"ujar David.


"Terlepas kamu menginginkan nya atau tidak, mulai saat ini aku tidak perduli lagi, sekarang sebaiknya kita berpisah, aku tidak ingin ada yang kedua kalinya, kamu bebas menemui nya kapan pun, setelah aku pergi"ucap Alisa, yang kini bangkit berdiri, hendak membereskan barang-barang nya.


Alisa, sudah mengambil koper besar itu, dan memasukkan barang-barang nya kedalam sana, tapi tangan David, lagi-lagi menghentikan nya.

__ADS_1


"Lepas, aku sedang membereskan barang-barang ku, mulai saat ini bahkan kamu bebas, untuk membawa nya kesini, aku tidak akan membiarkan barang atau jejak ku,ada di sini, jangan takut, aku hanya tidak ingin pernikahan kalian nantinya akan terganggu oleh barang-barang bekas ku"ujar Alisa, yang kini melanjutkan memasukkan barang nya ke dalam koper.


"Ayo bereskan mulai sekarang, kita akan pindah ke rumah bapak, aku sudah putuskan jika kamu ingin pergi, kita akan pergi bersama, kerumah orang tua ku, saat ini juga"ujar David.


"Aku tidak Sudi, harus bertemu dengan nya, aku punya rumah sendiri untuk apa pulang ke rumah yang bahkan tidak menginginkan kehadiran, darah daging nya sendiri, kamu tidak usah repot-repot, David, aku bisa merawat anak ku, sendiri mulai sekarang kamu bebas"ujar Alisa.


"Yank.... aku bilang stop, berkata seperti itu, aku tidak ingin kan dia aku terpaksa menemui nya, karena dia hendak bunuh diri, dia baru saja di operasi setelah memotong nadi nya, aku tidak ingin ada yang terluka gara-gara aku, aku mohon mengertilah"ujar David.


"Heuhhhhh..... ya, aku mengerti,maka dari itu, sebaiknya kamu nikahi dia, atau wanita lain nya yang terobsesi pada mu, dengan begitu kamu akan sadar bahwa aku tidak sepenting mereka di hatimu karena aku tidak menginginkan mu, karena aku tak pernah mengakhiri hidup ku"ucap Alisa, yang kini membuat David, bersujud di hadapan Alisa.


"Yank ... aku mohon, jangan seperti ini, jangan atau aku yang akan bunuh diri , aku lebih baik mati, dari pada melihat mu membenci ku, kamu boleh marah atau jika kamu belum puas kamu boleh memukul ku sepuasnya, tapi aku mohon, jangan lakukan yang satu ini, aku tidak sanggup, aku mohon jangan lakukan, atau lebih baik aku mati saja"ucap David, yang kini mengambil pistol dari laci di waddrob entah sejak kapan David, mempunyai benda itu yang jelas itu membuat Alisa, gemetaran, karena takut David,nekad.


"Sayang aku lebih baik mati, dari pada harus melihat mu, pergi ninggalin aku, bahkan dengan kebencian, mungkin dengan kematian ku, kamu akan sadar bahwa aku berkata jujur, aku tak pernah mencintai atau menginginkan wanita lain"ujar David.


Alisa, mendekat ke arah David, yang kini menodongkan pistol itu di pelipis kanan nya, Alisa, sendiri sebenarnya takut, tapi demi keselamatan David, dia memberanikan diri untuk mendekat berusaha membujuk David.


"Aku, tidak tahu sejak kapan kamu memiliki itu, tapi yang pasti, untuk saat ini terima kasih, sudah memperlihatkan nya, pada ku, agar aku juga bisa mengakhiri semua kekacauan ini, dengan mengakhiri hidup ku, setelah kamu tiada nanti"ucap Alisa, sambil tersenyum manis pada David, seketika tubuh David, mematung saat Alisa, ikut memegang pistol tersebut bahkan pas di depan moncong nya.


"Alisa, sayang kamu sedang apa, lepas jangan macam-macam, atau kamu bisa terluka!!..."ucap David.


"David, aku tidak perduli... Aku tidak perduli...!! sekalipun aku benar-benar terluka dan mati saat ini juga, dari pada aku melihat pria pendusta seperti mu, kamu bilang kamu mencintai ku,mana buktinya, heuhhhhh... bahkan dengan melihat ku seperti ini saja kamu sudah menyerah"


"karena aku sangat mencintaimu"


"Bohong!!...."


"Terserah kamu mau percaya atau tidak, yang pasti lebih baik aku mati dari pada melihat mu pergi meninggalkan ku"


"Kalau begitu cepat lah kau mati,agar aku bisa mencari pria lain lagi, yang akan menjadi sua "


"Stop.... hentikan, sekalipun aku benar-benar mati, aku tidak mengizinkan mu mencari pengganti ku"


"Bagaimana bisa, seseorang yang sudah mati menghentikan langkah ku"


"Kau, menguji kesabaran ku sayang, jangan sampai kau menyesal karena setelah aku pergi tidak akan ada lagi yang mencintai mu sebesar aku mencintaimu"


"Stop... aku bilang stop jadi pendusta,kau tidak perlu berkata aku mencintaimu lagi karena aku tidak ingin dicintai oleh pria pengecut seperti mu, aku benci kamu David, aku benci apa kamu tau itu, aku benci dengan seseorang yang telah menyebabkan aku bodoh, hingga aku merasakan rasa sakit yang teramat saat kau menyebut nama wanita lain, dengan begitu bersemangat, aku benci David, aku benci dengan diri ku sendiri, kenapa???..... kenapa?? harus se menyakit kan ini kenapa?....hiks hiks hiks kenapa?"ujar Alisa, yang kini roboh terduduk di lantai tepat di hadapan David.


"kenapa??... aku bodoh, kenapa?.. aku harus merasakan cinta,kalau akhirnya aku harus kembali terluka, kenapa...? hiks hiks hiks"Alisa menangis sesenggukan, David melempar pistol itu ke sembarang arah, saat itu juga David, langsung memeluk erat Alisa, menghujani nya dengan kecupan penuh cinta,di puncak kepala istrinya itu.


"Aku mencintai mu, sayang, aku sangat mencintaimu, jangan pernah ragukan itu, sekalipun aku pergi suatu saat nanti, hati ku tetap milikmu, aku mencintaimu kemarin sekarang dan nanti, Maaf kan aku, karena telah membuat mu, tersakiti,maaf, aku benar-benar tidak bermaksud, aku tidak pernah bisa kehilangan mu, aku mencintaimu lebih dari nyawaku, mulai saat ini aku janji, sekalipun ada orang bunuh diri di hadapan ku, aku tidak akan pernah perduli lagi, kecuali kamu yang meminta untuk aku membantu nya, mulai sekarang, sekalipun mereka memanggil ku, aku tidak akan datang jika tidak dengan mu, atau kamu mengizinkan nya, aku sangat mencintaimu sayang, tolong ingat itu"ucap David, yang kini menangis sesenggukan sambil memeluk erat Alisa, wanita yang selama ini sangat di cintai dalam diam, wanita yang mampu membuat dunia nya penuh warna, wanita yang bisa membuat dirinya merasa bahagia, dia adalah segalanya bagi David.


Alisa,kini mendongak menatap wajah tampan yang dibanjiri oleh air mata,lalu berkata"Aku tidak tahu, kenapa??... Aku mencintai tapi aku tidak perduli apapun alasannya yang jelas aku tidak bisa mendengar kau menyebut wanita lain, saat jauh dari ku, kamu boleh tertawa kamu boleh mengejek ucapan ku, saat ini tapi percayalah semua itu karena aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilangan mu, tapi jika kamu tidak pernah nyaman bersama ku, aku rela kamu ti"ucapan Alisa terhenti, saat David, membungkam bibir nya dengan ciuman panas nya, c***an penuh cinta.


setelah hari itu, David dan Alisa, tidak pernah terpisahkan ujian, cinta mereka sudah terlewat kan sebesar apapun pertengkaran mereka, selalu berakhir dengan saling memaafkan dan mereka akan semakin mesra karena mereka berkomitmen, seberapa besarpun masalah di antara mereka, mereka tidak ada yang boleh, pergi meninggalkan rumah, atau pun berkata kasar, hanya ada kata sayang di setiap kemarahan.


saat ini, mereka tengah berlibur di, Maldives, bersama keluarga kecil nya, sekalian David, ingin berbulan madu karena dulu sempat tertunda, mereka begitu menikmati bulan madu itu, meski selalu mendapat gangguan dari putra-putri nya, setiap kali mereka ingin bermesraan, tapi itu adalah momen langka yang akan selalu mereka ingat sampai tua nanti, Alisa dan David, hanya bisa menikmati waktu berdua saat malam hari,di pulau yang banyak di kagumi oleh berbagai wisatawan dari mancanegara tersebut.


Alisa, sedang berjalan-jalan di pantai yang indah dan menakjubkan itu, David bahkan tidak melepaskan rangkulannya saat ini, dia bahkan mengecup bibir Alisa, di hadapan orang banyak, dia tidak perduli dengan sekitar nya yang dia perduli adalah kebahagiaan nya bersama istrinya saat ini.

__ADS_1


sementara ketiga anak mereka sudah terlelap, karena ini sudah jam dua dini hari, Alisa begitu bahagia dan merasa paling beruntung di dunia di cintai seorang David yang bahkan bukan dari kalangan atas tapi dia mampu memberikan kebahagiaan yang tidak pernah bisa di beli dengan uang walaupun semua memang membutuhkan uang, seperti saat ini berlibur itu butuh yang namanya uang tapi itu bukan masalah bagi mereka asal mau berusaha pasti ada jalan.


__ADS_2