
waktu cepat berlalu kini usia kandungan Anisa, sudah memasuki genap enam bulan dan dengan begitu itu artinya Kenzo lagi-lagi tidak bisa menepati janji nya saat ini, Anisa, yang merasa Kenzo , telah melupakan dirinya dan anak nya, bahkan kabar dari nya pun tidak kunjung Anisa dapat kan saat ini terhitung sejak dua bulan yang lalu.
Soraya, yang kini sudah di nyatakan sehat, dia kembali ke Indonesia bersama Edward, yang sudah memutuskan untuk kembali menikah dengan Soraya, tadinya Soraya, menolak itu karena dia sudah tidak lagi muda menurut nya padahal masih sangat cantik dan menarik, begitu juga dengan Edward, biarpun pria itu sudah memasuki usia hampir tujuh puluh tahun,tapi jangan, salah wajah nya yang tampan rupawan dan tubuh nya yang atletis tidak menujukan usia segitu.
Soraya, kembali ke Indonesia, karena dia ingin menemani kedua putrinya yang kini sudah hamil besar, usia kandungan Alisa empat bulan dan Anisa enam bulan, mereka sedang memerlukan berbagai support dari keluarga, apa lagi dengan kondisi Anisa yang harus berpisah dengan Kenzo saat ini.
di tengah kegelisahan Soraya, atas Anisa,ada suaminya yang benar-benar buchin akut yaitu Edward, pria itu menumpahkan perasaan cinta nya yang selama ini dia pendam hampir dua puluh tahun lamanya.
semenjak perpisahan nya dulu dengan Soraya, wanita yang penyabar dan begitu lembut penuh perhatian, Edward, tidak sanggup jika harus kehilangan Soraya lagi.
seperti saat ini, Edward, selalu mengikuti kemana pun Soraya melangkah,di dalam Mension, milik nya itu.
"mas, kamu ngapain ngikutin aku terus sedari tadi, apa kamu gak cape"ujar Soraya, yang kini hendak mencari Anisa, yang tadi pamit ingin istirahat.
"Anisa,kini tinggal bersama Soraya,di kediaman Edward, bukan Anisa, tidak memiliki rumah namun semua orang melarang nya untuk tinggal sendiri, apa lagi kakak,nya yang begitu perhatian sedari mereka kecil dia adalah Edgardo, Edgardo tidak ingin Anisa, tinggal sendiri apa lagi dia tau bahwa nyawa adiknya itu sedang dalam bahaya, karena tengah mengandung janin keturunan seorang ketua mafia, yang kini sedang mempertahankan tahta kerajaan bisnis nya itu.
"Honey, jangan tanya kenapa kamu sudah tahu jawabannya, J'Time "ujar Edward.
"please deh sayang kita itu sudah bukan anak muda lagi"ujar Soraya.
"kenapa?? memang nya jika kita sudah tidak muda lagi, yang penting kita adalah pasangan yang sangat hot"ujar Edward,sambil mengedipkan sebelah matanya genit.
"Ampun deh,mas....mas"ucap Soraya, Sambil geleng-geleng kepala melihat kegenitan Edward.
Soraya pun tiba di kamar putri nya itu, dia langsung masuk karena pintu kamar nya sudah terbuka"sayang kamu sudah bangun"ujar soraya sambil menghampiri Anisa, yang kini tengah membersihkan cat kuku nya saat ini.
"Sudah mom... sudah sedari tadi, malah saat ini aku sudah sangat lapar, tapi nanggung ini belum bersih"jawab Anisa, sambil memperhatikan kukunya itu.
"Ya ampun sayang ku kamu ini kenapa tidak minta bantuan mommy,atau ke salon "ucap Soraya, langsung bergegas mengambil alih membersihkan kuku Anisa.
"BI tolong bawakan makan siang untuk Anisa"teriak Soraya.
"Baik nyonya"ucap seorang asisten rumah tangga yang kebetulan sedang mengambil cucian kotor di dalam kamar Anisa.
"momm... aku bisa sendiri"ucap Alisa.
"tidak sayang, kamu itu sedang hamil ,perutmu sudah sangat besar kasihan cucu mommy,kalo terjepit dengan posisi begini"ucap Soraya, Anisa langsung terdiam.
Soraya, yang melihat putri nya itu terdiam dia langsung memeluk Anisa, "jangan melamun nak, yakinlah bahwa kamu bisa" ucap Soraya sambil mengelus punggung Anisa.
"Ingat loh ...ibu hamil tidak boleh stres "ucap Edward, memotong ucapan istrinya itu.
"Daddy, kamu benar sayang"ucap Soraya lagi.
"hehe... Anisa, baik-baik saja ko,dad.."ujar Anisa.
"tentu kamu baik-baik saja dan harus baik-baik saja meski Daddy tau saat ini kamu sedang merindu"ucap Edward lagi.
"Ih...ko, Daddy tau sih"ucap Anisa,sambil tersenyum , sengaja menggoda Daddy sambung nya itu, seperti dulu, saat dia masih SMA, mereka semua memang sangat dekat dengan pria itu.
__ADS_1
"Tau dong honey, Daddy, merasakan hal itu dua puluh tahun lalu"ujar Edward.
mereka pun tertawa bareng, saat ini, seorang pelayan menghampiri mereka membawa nampan berisi makanan untuk Nona muda nya itu.
sementara itu di kediaman David, pria itu sedang tidak masuk kantor karena sedang sakit, tapi kekeuh tidak ingin pergi ke rumah sakit, terpaksa Alisa, meminta dokter pribadi nya untuk mengobati David di rumah nya.
"Daddy, makan bubur nya dulu ya ini enak ucap Alisa, yang memanggil David,di hadapan kedua putrinya itu.
"nanti saja yang... aku mual melihat nya, boleh aku minta yang lain nya"ucap David.
"Daddy,ini makan terbaik untuk pencernaan orang yang sedang sakit, ayolah di makan, biar, Daddy cepat sembuh, gimana nasibnya mereka jika Daddy, sakit"ujar Alisa, sedikit lebay.
"Yang, saat ini aku belum mau mati, lagian ini hanya demam karena kehujanan kemarin"ucap David.
"Gak serius gimana, kamu itu sampai hampir pingsan ko"ucap Alisa, sambil memanyunkan bibirnya saat ini.
"Yang, kemari deh"ujar David yang langsung menarik Alisa,agar mendekat ke arah nya dan cup satu kecupan mendarat saat di bibir Alisa, dan tak hanya itu, David, langsung ******* bibir itu dan memperdalam ciuman nya.
Alisa, hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan suaminya itu,sambil membalas ciuman itu yang begitu lembut.
setelah puas berciuman, Alisa dan David,saling melepaskan tautan tersebut, dan tidak hanya itu dia juga langsung kembali duduk di samping David yang kini terbaring di ranjang.
"Sayang, aku tak sabar ingin dia segera lahir"ujar David.
"Tentu saja Sayang aku juga"ujar Alisa yang kini tengah mengelus perut nya.
mereka larut dalam kebahagiaan, saat ini tapi tidak dengan Ardan, Ardan masih berduka karena Sarah , mengalami kecelakaan maut yang terjadi malah hari tepatnya saat dia kembali ke Hongkong, untuk berlibur bersama keluarga nya, saat itu, tapi tidak dengan Ardan, karena rencananya Ardan akan segera menyusul setelah selesai dengan pekerjaan nya, saat itu beruntung putra nya Kevin, tidak ikut dengan mobil yang Sarah tumpangi bersama dengan ibunya, anak semata wayangnya itu saat ini sehat segar bugar hanya tangis kesedihan akibat kepergian mommy nya itu, yang saat ini belum berhenti.
🌹💖💖💖🌹
acara pemakaman pun, sudah selesai, saat ini mereka berada di Mension, milik Soraya, peninggalan Aditya, tepat nya milik Anisa, yang kini di Indonesia, karena itu sudah di wariskan pada nya.
Ardan, yang masih sangat berduka saat ini dia tengah menyendiri di balkon kamar nya, setelah memastikan Kevin tertidur, bocah berusia 12Tahun itu kini begitu terpukul dengan kejadian itu,ada trauma pada diri Kevin, saat menaiki mobil,itu terlihat jelas dari penolakan nya dan tubuh nya yang bergetar hebat saat akan di bawa ke pemakaman.
Ardan ingin putra nya tau bahwa ibunya kini sudah tiada, bersama dengan calon adiknya yang baru berusia tiga bulan,janin yang tidak sempat melihat indahnya dunia itu pergi dengan ibunya.
sementara Edgar, sebagai kakak tertua yang tidak kunjung di karuniai anak, dari pernikahan nya dengan Angela, kini ia merasa sangat bersedih karena,janin yang rencananya akan di adopsi oleh Edgar kini sudah tiada.
Ardan, merelakan calon anak keduanya diadopsi oleh Edgar,Kaka tertuanya saat nanti dia lahir, karena Edgar, tidak kunjung mendapat kan buah hati, karena Angela, mengalami kecelakaan saat hamil anak mereka, yang berusia tujuh bulan, Angela, terjatuh dengan posisi telungkup, akibat kejahatan dari mantan pacar Edgar,dulu yang tiba-tiba muncul kembali.
Angela hingga saat ini berada di kursi roda, karena bekas kecelakaan itu berimbas pada kesehatan nya, dia mengalami kelumpuhan di bagian kaki kanan nya yang saat itu menahan keseimbangan tubuh,agar putra nya tidak ikut celaka tapi di luar dugaan semu begitu fatal kantung rahim nya pecah dan bayi nya meninggal, Angela, yang juga hampir tewas setelah mengalami koma selama satu tahun, akhirnya sadar tapi dia harus merelakan diri nya berada di kursi roda untuk selamanya.
sementara itu mantan pacar Edgar,di jatuhi hukuman mati.berkat pengacara handal yang tidak lain adalah adiknya sendiri Elena.
sudah cukup lama, Edgar, menantikan keajaiban, datang membuat istrinya, kembali pulih, tapi dokter berkata bahwa, kesembuhan nya tergantung pada keinginan nya, seberapa kuat dia bertekad karena di dalam tubuh nya Angela, tidak ada satu pun cedera kecuali pada rahim nya yang sudah di angkat saat itu juga.
dokter,pun menyarankan agar Edgar, mengadopsi anak, saat ini agar Angela, kembali tersenyum, dan punya semangat untuk hidup, tapi Edgar, tidak ingin gegabah mengambil anak yang jelas bukan dari keturunan keluarga nya, karena siapa pun anak nya nanti dia, yang akan mewarisi kerajaan bisnis milik nya.
Edgar,kini mengetuk pintu kamar Ardan, dia ingin saling menguatkan karena semua keluarga juga berduka dengan kepergian Sarah saat ini.
__ADS_1
"Ardan, boleh Kakak, masuk??"ujar Edgar.
"masuk lah kak, tidak di kunci"ucap Ardan lirih, Air mata nya masih menetes dari mata nya.
"Ardan kamu harus kuat, kita di sini juga berduka bagaimana pun dia juga adik ku dan menantu mommy, tapi kamu masih memiliki Kevin, dia yang harus nya membuat mu tegar kalau kamu begini bagaimana kamu bisa menguatkan putra mu,itu"ujar Edgar.
"hiks hiks hiks hiks aku tidak bisa kak,kakak, bisa bayangin rasa sakit nya Sarah yang harus mengalami kecelakaan itu bahkan seluruh tubuh nya mengalami luka yang sangat parah, apa lagi dia sedang mengandung calon anak kita, hiks hiks kenapa tuhan begitu tidak adil pada nya"ucap Ardan yang semakin sesenggukan.
sementara itu di kamar lain nya, terlihat Soraya, tengah memeluk cucunya Kevin, dengan sayang dalam duka Soraya, tidak ingin cucunya itu merasa sendiri.
sementara itu Senny, Elena dan Wiliam, juga Edgardo, saat ini tengah duduk di ruang keluarga, mereka tengah merebahkan diri di sana untuk berkumpul sejenak sebelum mereka masuk ke kamar mereka masingmasing.
baru saja dia melihat Sarah,di makamkan mereka semua sudah merindukan mending istri Ardan itu.
Ya...
Sarah bisa dibilang menantu kesayangan Aditya, karena dia adalah wanita pertama yang masuk ke keluarga Aditya dan Soraya, yang mampu memberikan cucu laki-laki yang sangat tampan mirip dengan Aditya, kakek nya, walaupun Sarah datang dalam keadaan yang tidak tepat.
Aditya, menerima nya dengan lapang dada saat ini, saat itu, walaupun Sarah bukan dari kalangan atas, berbeda dengan yang terjadi pada Lala, saat itu meski Aditya,tau tentang asal usul Lala, tapi dia kekeuh menolak dan tidak memberikan mereka apa alasan nya.
hingga setelah Aditya, melakukan perlawanan, saat itu dia harus rela kehilangan nyawa nya, yang terpenting bagi nya adalah anak cucunya selamat, dan Ardi tidak akan menunjukkan kebencian nya itu lagi kepada nya.
hingga Aditya meninggal di tangan orang-orang jahat yang hingga saat ini belum ada kabar tentang siapa pelakunya, bahkan Aditya, melarang semua nya untuk mencari tau tentang kematian nya itu,.
kini Ardan, tengah tertidur, karena Edgar,tau adiknya itu tapi belum beristirahat, maka dari itu Edgar memberikan obat tidur kedalam gelas air minum nya itu.
Edgar yang ingin kembali ke ruang keluarga, dia mendapat kan tatapan dari semua nya, termasuk Elena dan Wiliam.
"Bagaimana, apa Ardan sudah tidur"ujar Elena.
"Sudah, hanya saja, aku semakin tidak tega melihat nya menangis sesenggukan seperti tadi"ujar Edgar.
"Apa..?? bagaimana bisa,si kulkas dua pintu itu menangis"ujar William.
"Will"ucap Elena.
"Kau tidak akan pernah tau, rasanya kehilangan seseorang yang sangat di cintai"ucap Senny.
"memang kamu pernah??....aku saja yang pernah ngalamin di tinggal cinta ku ini biasa-biasa saja"ujar William,namun tiba-tiba, dia mendapat tatapan mata tajam dari Elena.
"Coba, ulang satu kali lagi"ucap Elena tegas.
"Tidak-tidak honey, aku sangat mencintaimu, ya jadi aku sangat menyesal waktu itu"ucap William yang langsung mendapat, tawa mengejek dari semua nya.
"Kau itu menangis meraung-raung, meminta aku untuk kembali bersama dengan mu, hingga kau mengancam untuk bunuh diri, apa kamu pikir aku lupa, heuhhhhh"ucap Elena.
"Sorry, Honey, aku tidak sengaja, hanya bercanda"ucap William.
"Kau pikir lucu , jika seseorang sedang berduka kamu pakai untuk bercanda"Elena,semakin menggebu-gebu, hingga suara Edgar, menghentikan mereka semua.
__ADS_1
"Sudah diam, kalian ini kenapa bukan nya,berdoa,agar semua nya akan baik-baik saja,ingat kita semua di sini, sementara di Indonesia, adikku sedang menahan diri untuk tidak ikut, mereka juga sangat berduka, aku juga harus segera kembali karena, aku tidak mungkin untuk terlalu lama meninggalkan istri ku, sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana caranya membuat Ardan tegar tanpa harus membawa dia kembali secepatnya, karena bagaimanapun Sarah masih harus di urus untuk acara tahlilan nya"ujar Edgar, yang sangat memperhatikan hal tersebut.