
"momm...kami juga rindu mommy, tapi kami selalu sibuk bekerja,kak, Edgar, masih lanjut kuliah sambil bekerja begitu juga dengan kak, Elena, mungkin saat Edgardo menikah mereka pasti pulang"ucap Edgardo.
sementara itu Senny, yang mendengar obrolan itu dia ikut menitikkan air mata, dia teringat sosok ibunya, yang begitu menyayangi nya namun sayang dia sudah tidak ada.
"menikah, sayang apa mommy, tidak salah dengar"ucap Soraya.
"mommy, tidak salah dengar, dan ini calon istri Edgardo"ucap Edgardo, memperkenalkan calon istri nya itu.
Senny, tersenyum malu sementara Aditya, yang sudah tahu dia bersikap biasa saja untuk memberikan kejutan pada istri tercinta nya itu.
"Daddy, putra ku akan menikah"ucap Soraya yang kini memandang wajah suaminya itu Soraya, merasa tidak percaya semua seperti mimpi.
"itu adalah kejutan sayang, kita akan segera menimang cucu"ucap Aditya.
"Daddy, aku tidak sedang bermimpi bukan"ucap Soraya, yang masih tidak percaya.
"tentu saja ini nyata sayang"ucap Aditya.
"owh, sayang mommy kenapa mendadak begini bahkan mommy, belum mempersiapkan semua nya"ucap Soraya, yang sedikit kaget dia salah tingkah, namun Aditya menenangkan nya dengan cara mendekap nya.
"momm... apa Edgardo, salah"tanya Edgardo.
"tidak sayang kamu tidak salah mommy,sangat bahagia, mendengar nya, tapi mommy bingung bagaimana dengan kakak mu "ucap Soraya.
"momm... mereka sudah tahu sebelum ini Daddy, bercerita pada mereka, mommy,tau jawabannya katanya itu adalah jalan yang tepat Edgardo, harus memiliki istri yang pandai memasak mereka selalu mengira Edgardo , masih suka banyak makan seperti dulu, walaupun itu benar sih"jawab Edgardo sambil tersenyum.
"owh, anak mommy, mommy juga kangen sudah sangat lama tidak memasak untuk mu dan menyuapi mu, rasanya mommy,sangat khawatir kamu kelaparan dan jatah makan mu berkurang"ujar Soraya, yang kini menggenggam tangan putra bungsu nya itu.
"mommy, tenang saja Edgardo, sudah pandai memasak, dan itu tidak pernah terjadi karena Daddy,sama seperti mommy, selalu menyiapkan jatah Edgardo,dua porsi, seperti pesan mommy"ucap Edgardo.
mereka pun terkekeh, bagaimana tidak, pria tampan dan gagah itu sedari kecil memiliki nafsu makan yang besar, dan mengalahkan kedua kakak nya, sedari dulu, beruntung mereka tidak pernah kekurangan, karena terlahir sebagai pewaris tahta, kerajaan bisnis Ayah ibu mereka, dan mereka beruntung memiliki ayah sambung yang juga sangat menyayangi mereka, bahkan mereka juga mendapatkan warisan yang sama saat ini.
"lalu kapan rencana nya sayang"ucap Aditya.
"aku sih ingin nya besok , tapi terserah kalian bertiga saja yang lebih tau"ucap Edgardo.
"duh, anak Daddy, sudah tidak tahan rupanya"ucap Aditya.
"apa sih Daddy"ujar Soraya,sambil mencubit perut suspek, suaminya itu.
"mommy, Daddy, tidak salah loh, putra kita memang sudah dewasa"ucap Aditya.
Soraya, pun tersenyum sambil mengecup pipi Aditya,lalu bertanya kepada Senny, apa sudah siap menjalani kehidupan berumah tangga bersama putranya yang teramat manja itu, dan Senny, hanya mengangguk dan tersenyum manis kepada kedua orang tua Edgardo, setelah berbincang lumayan lama mereka pun makan malam bersama, saat ini Soraya,dibantu oleh Senny, memasak makanan favorit, Edgardo, sedari kecil, dan Edgardo pun ikut membantu, mereka begitu bahagia saat ini memasak bersama, setelah selesai Edgardo dan kedua wanita beda generasi itu,kini tengah sibuk menata hidangan di meja makan, dan ke empat adik Edgardo, saat ini sudah bersiap untuk menyantap makanan yang sangat lezat tersebut.
"honey, mau makan yang mana?? dulu biar aku ambilkan"tanya Edgardo.
"aku bisa ambil sendiri sayang"ucap Senny, merasa malu seharusnya dia yang mengambil kan makan untuk Edgardo.
"sayang, jangan sungkan, kalian sebentar lagi akan segera menikah, dan mommy berharap kalian bisa saling mengisi kekurangan dalam hal apapun itu"ujar Soraya, dan kedua nya pun mengangguk, mereka pun mulai makan dengan lahap nya, karena terasa sangat spesial, sudah lama mereka tidak pernah berkumpul, tapi Soraya, masih merasa kurang karena kedua anak nya yang lain tidak ada di sana bersama dengan mereka.
"mommy, ingin kalian juga ada di sini"ucap Soraya lirih, dan Edgardo yang mendengar itu dia langsung mendekat dan memeluk ibunya itu"Edgardo, janji kedepan nya mereka juga akan sering mengunjungi mommy"ucap Edgardo,sambil mengecup pipi mommy nya itu dan Soraya, mengelus puncak kepala putra nya itu.
makan malam pun selesai Edgardo, pamit pulang, setelah Soraya, mengatakan besok dia akan segera menemui orang tua Senny, dan langsung meminang nya.
kini Edgardo, membawa Senny, pulang ke Mension nya Edward tempat ia dan Daddy nya menghabiskan waktu, sebelum kuliah di Amerika, suasana nya tampak sepi, ya karena di sana hanya ada Edward, sementara para pelayan sedang berada di tempat nya masing-masing, yaitu rumah pelayan di belakang Mension tersebut.
"Daddy, aku pulang"ucap Edgardo, tapi Edward tidak menyahut mungkin sedang beristirahat, Edgardo, pun langsung menuju kamar sang Ayah sementara Senny, menunggu di ruang tamu .
sesampainya di sana, dilihat nya, sang ayah baru selesai mandi, dan berganti pakaian, Edgardo langsung menghampiri.
"Daddy"ujar Edgardo.
__ADS_1
"boy, kamu sudah pulang"ucap Edgardo,sambil memeluk putra nya itu sekilas, Edward , pun masih memperlakukan Edgardo, seperti dulu saat mereka masih kecil, karena sebsar apa pun anak bagi kedua orang tua nya tetap lah anak-anak, yang selalu mereka rindukan dan mereka sayangi.
"Daddy,di sini ada Senny"ucap Edgardo.
"dimana sayang"ucap Edward yang celingukan.
"di bawah Daddy, bukan di kamar ini"ucap Edgardo, sambil tersenyum.
"anak Daddy, sudah belajar nakal ya sekarang bawa anak orang kerumah di jam segini"ujar Edward,sambil menepuk bahu sang anak pelan.
"Daddy, dia calon istri Edgardo, dan besok mommy, dan Daddy, Aditya, juga Daddy, harus segera mengurus pernikahan kami, mommy, sudah bersiap besok, dia akan berkunjung ke kediaman Senny, dan Daddy, juga harus ikut" ucap Edward, yang kini berjalan bersama dengan sang ayah.
"Daddy, ikut apa pun keinginan mu, dan mommy mu"ucap nya, sambil terus berjalan hendak menemui Senny.
"thanks Daddy"ucap Edgardo.
sesampainya di ruang tamu Edgardo pun, mendekat ke arah Senny,lalu berbisik, "Ayo sapa Daddy, mertua mu yang tampan dan baik hati itu sayang"ucap Edgardo sambil tersenyum.
"boy, Daddy masih bisa dengar loh"ucap Edward sambil tersenyum.
"hehehe, Daddy aku sedang memuji Daddy, di depan calon menantu"ucap Edgardo , cengengesan.
"boy, dia sudah tau kalau Daddy,memang ganteng"ucap Edward,sambil tertawa kecil.
"selamat malam Daddy, apa kabar"ucap Senny, sopan, dan Edward yang mendapat kan sapaan dari sang calon menantu, dia seperti mendapatkan bahagia yang begitu besar,di usia nya yang kini menginjak enam puluh lima tahun, Edward , akan segera memiliki seorang menantu dan mungkin akan segera menimang cucu, sungguh sempurna hidupnya jika ia bisa menimang cucu di usia nya saat ini.
"malam sayang,kabar Daddy,baik bagaimana kabar mu dan Ayah mu?"ucap Edward.
"aku baik, Daddy,ayah juga walaupun sedikit gangguan kesehatan biasa mungkin terlalu banyak pikiran"ucap Senny.
"itu sudah pasti sayang,di usia kami yang sudah tidak muda lagi, pasti saja ada gangguan kesehatan"ucap Edward.
setelah berbincang, mereka pun berpisah, untuk istirahat, jangan lupa sifat Edgardo, yang posesif, dia tidak membiarkan Senny, tidur di kamar tamu, Edgardo, membawa Senny, kekamar nya, saat itu juga ya walaupun hanya sekedar tidur, bareng tapi tidak melakukan hal lain nya.
"sayang, salah satu putra kita, akan segera menikah, semoga semua nya lancar dan pernikahan nya langgeng, tidak seperti cinta kita yang harus kandas di tengah jalan, semoga kamu juga selalu bahagia"ucap Edward lirih sambil mengelus, foto Soraya, saat masih bersama dengan nya dulu, dia pun mencium foto tersebut, dan memejamkan mata, hanya itu kenangan, yang selalu di bawa kemana pun Edward pergi, dia masih sangat mencintai Soraya, walaupun dia tidak lagi memiliki nya, tapi Edward selalu memberikan dukungan untuk mantan istri nya itu.
🌹💖💖💖🌹
di Amerika, saat ini Elena, dan Edgar, sedang bersiap untuk kembali ke Indonesia, mereka dan Edgardo, akan membuat kejutan di hari ulang tahun mommy, nya yang sebenarnya bertepatan dengan pernikahan Edgardo,si bontot .
"kak, sudah siap"ucap Elena.
"sudah sayang, Oya, apa kekasih mu juga ikut"ucap Edgar, bertanya kepada Elena, Edgar tau adiknya, saat ini sedang memiliki hubungan, dengan mantan klien nya, yang sedikit lebih tua lima tahun dari usia mereka saat ini.
"tidak kak, dia sibuk dengan pekerjaan nya"jawab Elena, padahal Elena,tau saat ini sugar Daddy nya itu sedang bersama anak dan istri nya, ya pria tampan dan kaya raya itu sudah berkeluarga, tapi Elena, terlanjur jatuh cinta terhadap nya, bukan sugar Daddy, yang dekat gara-gara kekurangan ekonomi, seperti kebanyakan, karena Elena, hidup nya tidak pernah kekurangan, dia hanya jatuh cinta pada pria tersebut, dan pria itu juga mencintai Elena.
"owh..."jawab Edgar, tidak mau memperpanjang pertanyaan.
"lalu gadis,culun milik kakak,itu apa kabar"ejek Elena.
"heummm, kamu itu ya dia itu perempuan sama seperti mu, jadi jangan suka menhina lagian dia bukan siapa-siapa kakak"ujar Edgar mengelak, padahal Edgar, memiliki rasa terhadap gadis cantik yang menyembunyikan kecantikan nya,di balik penampilan nya, yang persis Bety lapea tersebut.
mereka pun tertawa bersama,sambil memasukkan koper mereka berdua ke bagasi mobil nya, dan setelah itu mereka pun pergi menuju airport, mereka menggunakan jet pribadi milik Daddy, nya saat ini jadi tidak perlu membeli tiket atau semacamnya.
setelah mengudara selama hampir dua puluh empat jam mereka pun akhirnya tiba di Indonesia, saat ini mereka tengah di jemput oleh sopir Edward, tanpa sepengetahuan kedua orang tua nya dan mereka di antar ke hotel tempat di adakan nya acara pernikahan Edgardo,besok,ya setelah satu Minggu berlalu kini tiba saatnya hari bahagia.
Edgardo, yang uring-uringan karena satu Minggu ini tidak bertemu dengan Senny, bahkan tidak bisa di hubungi dan dia juga tidak di izinkan untuk bertemu dengan calon istri nya itu, saat ini Edgardo,sangat frustasi, dia bahkan mondar-mandir gak jelas, dan juga sedikit marah-marah, tidak jelas sementara Soraya, yang kini berkumpul di Mension Edward bersama Aditya, dan keempat anak nya yang lain, untuk mempersiapkan semua nya, mereka menginap di rumah tersebut, mereka akan pergi bersama besok.
"sayang, duduk lah apa kamu tidak lelah mondar-mandir terus, ingat ya,besok kamu akan berdiri sehari semalam untuk menyambut tamu"ucap Soraya.
sementara kedua Ayah, nya tersenyum, mereka tau itu yang mereka rasakan saat jauh dari pasangan nya.
__ADS_1
"biarkan saja momm...besok mungkin kak, Edgardo, akan berjalan menggunakan kursi roda kan lucu pengantin tidak bisa berjalan karena kelelahan"ejek Ardan.
"diam kau bocah,awas saja kalau nanti kamu merasakan apa yang di rasakan oleh ku"ucap Edgardo , kesal, sementara semua orang terbahak-bahak.
setelah itu dering ponsel Edgardo , berbunyi dan dia langsung mengangkat telepon tanpa melihat siapa yang menelepon.
"Halo sayang kamu kenapa tidak bisa di hubungi"ucap Edgardo.
"iya sayang aku sangat sibuk"ucap Edgar,sambil menurunkan suara perempuan,lalu Edgar dan Ellen, langsung tertawa terbahak-bahak, dan Edgardo, pun memaki kedua saudara nya itu.
"dasar kalian, berdua tidak ada ahlak ucap Edgardo, sambil langsung memberikan telpon itu kepada soraya"momm...itu anak mommy, yang tidak sayang mommy"ucap Edgardo sekencang mungkin agar mereka mendapatkan balasan.
"Halo, sayang kalian apa kabar"ucap Soraya,sambil berurai air mata,saking merindukan mereka berdua.
"kami, baik-baik saja momm...kami rindu mommy"ucap mereka berdua kompak terisak.
"kalian, dimana, kenapa tidak kembali, sementara adik kalian akan menikah"ujar Soraya,sambil menyeka air matanya, dia begitu sedih saat ini, tidak bisa berkumpul.
"mommy,kami minta maaf kami tidak bisa datang tapi kami janji akan pulang satu Minggu lagi"ucap mereka berdua, Soraya pun semakin terisak, saat ini dia tidak ingin semua ini, dia ingin anak nya pulang saat ini juga tapi apa boleh buat semua tidak semudah itu mengingat mereka punya pekerjaan yang sangat padat bahkan untuk sekedar memberi kabar pun mereka sudah jarang.
Soraya, tidak tau anaknya, sendang menyiapkan pesta kejutan saat ini.
malam semakin larut mereka semua pun kini sudah beristirahat begitu juga dengan Edgardo, yang di beri obat tidur, oleh Soraya, dalam dosis kecil, karena Soraya, tidak ingin anak nya besok kelelahan, Edgardo pun tidur pulas semua orang tersenyum di balik pintu.
pagi menjelang, Elena, sudah berdandan secantik mungkin, dan begitu juga dengan Edgar, yang sudah terlihat tampan dan gagah, mereka sudah mempersiapkan kue tart ulang tahun untuk ibundanya.
semua orang kini sudah berdatangan untuk menyaksikan acara ijab Kabul yang akan di adakan di hotel yang sama, dengan dekorasi yang begitu modern dan membuat kagum bagi siapapun yang akan melihat nya.
Elena, sempat menitikkan air mata, saat ini dia begitu bahagia, bisa menyaksikan pernikahan adik bungsu nya, yang telah melangkahi mereka berdua, tapi gaya hidup luar mereka terap kan mereka tidak mempersulit keadaan siapapun yang lebih dulu menikah mereka akan selalu mensupport nya.
"dek, mommy sudah hadir belum ucap Edgar, yang sudah tidak sabar, sedari semalam dia ingin segera memeluk dan mencium mommy, yang sangat di rindu kan nya, dan sangat di cintai nya.
"itu mereka"ucap Elena, menunjuk monitor cctv.
"apa sebaiknya sekarang juga ya kita kejutkan mommy"kata Edgar.
"tidak kak, nanti saja, setelah ijab kabul selesai baru kita kejutkan"ujar Elena.
"baiklah"ucap Edgar , mengalah.
kedua mempelai sudah hadir di dalam hotel saat ini, Edgardo, yang takjub melihat kecantikan calon istri nya itu, dia tidak berkedip sedikit pun, Senny,kini menggunakan kebaya modern berwarna putih dia menggunakan mahkota,adat Jawa, yang semakin mencerminkan kecantikan nya saat ini bahkan tidak hanya Edgardo, tapi seluruh tamu yang hadir juga mengagumi nya, Edgardo, dan Senny,kini duduk berdampingan begitu pula calon mertua nya, yang akan langsung menjadi wali pernikahan dari putri semata wayangnya itu.
Edgar, dan Elena, duduk di barisan kedua karena saking ramainya dan sibuk , mengagumi kedua mempelai tersebut, mereka tidak sadar dengan kehadiran orang tercinta nya, kecuali Edgardo, yang sedari tadi sudah mengetahui itu.
dengan satu tarikan nafas, Edgardo, berhasil mempersunting Senny, yang sangat di cintai nya,kini setelah kata sah terucap dari seluruh tamu yang hadir mereka berdua pun saling memasang cincin dan menandatangani surat nikah dan sebagainya, saat Edgardo dan Senny,sibuk tandatangan tiba-tiba suara kedua orang yang sangat mereka rindukan berdiri sambil memegang kue tar dari tengah-tengah kerumunan para tamu yang hadir.
"happy birthday, mommy... happy birthday mommy"ucap mereka berdua, tiba-tiba Soraya, berdiri dan berbalik badan dia langsung menangis melihat kedua anak nya kini berdiri di hadapan nya dengan, memegang kue tart dan kado , Soraya langsung berhambur memeluk kedua nya mereka menangis bersama Soraya, memeluk dan menghujani mereka dengan kecupan di seluruh wajah kedua anak nya itu begitu pun sebaliknya, mereka begitu saling merindukan Soraya hampir terjatuh karena takuasa menahan haru dan saat itu langsung di peluk Edgar menahan tubuh mommy, nya yang hampir pingsan mendapatkan kejutan tersebut, sedari tadi fokus para tamu teralihkan, Edgardo yang sudah selesai menandatangi semua persyaratan kini dia langsung berdiri dan menghampiri mereka.
"dasar tidak ada ahlak, bukan nya tunggu acara ini selesai eh malah nyelonong"ucap Edgardo, yang langsung memeluk kakak, nya Elena begitu pun Elena, yang menghujani adik kesayangannya itu dengan ciuman di seluruh bagian wajah nya.
"kami juga rindu mommy kali"ucap Edgar, yang langsung memeluk adiknya itu, dan mengucapkan selamat,menempuh hidup baru.
"jadi kalian, sudah merencanakan ini semua"ucap, Soraya, tidak percaya.
"bukan kami momm.. tapi dia, yang punya ide gila ini dari semalam,kami sudah ingin memeluk mommy, tapi dia yang menahan kami di sini"ucap mereka berdua.
"kalian bertiga memang yang terbaik terimakasih mommy, sangat bahagia"ucap Soraya, langsung memeluk ketiga nya.
"woy,balik sana itu istri Lo kasihan, nanti dia kabur,Lo pasti langsung gila"ucap Edgar yang mengejek adik kesayangannya itu Edgar tau adiknya begitu mencintai istrinya, dari sikap nya semalam.
ketiga nya tertawa, dan mereka menunda acara ulang tahun nya, dan melanjutkan acara pernikahan Edgardo si bontot.
__ADS_1
saat ini Soraya Aditya, dan ke enam anak nya sedang berkumpul melepas rindu, sementara kedua mempelai masih asik duduk berdua di pelaminan sambil menunggu tamu yang akan hadir setelah mereka berdua berganti kostum, dan saat ini adalah hari bahagia bagi keluarga besar Edward dan Aditya, mereka berkumpul dalam kehangatan keluarga nya.