Sugar Daddy

Sugar Daddy
#malam pertama#


__ADS_3

setelah membantu mengeringkan rambut nya, Edgar , meminta Anjela, menungu nya di atas ranjang empuk tersebut yang di hiasi dengan taburan bunga mawar merah yang sangat indah berbentuk love,di tengah kasur , Anjela, tersenyum bahagia.


dan hanya butuh waktu sepuluh menit,kini dia sudah keluar dengan lilitan handuk di bawah pinggang memperlihatkan tubuhnya yang sangat seksi dengan delapan roti sobek yang begitu menggoda, saat ini Anjela, menelan Saliva nya, setelah mengeringkan rambut, Edgar tidak menunggu lama dia langsung mendekat ke arah Anjela, yang sedikit gugup saat ini mereka tidak menggunakan apa-apa, hanya handuk dan bathroob .


"sayang kamu tidak perlu tegang, kamu bisa menolak kalo kamu belum siap, kamu istirahat saja"ucap Edgar, yang tidak tega melihat istrinya itu, sedikit gugup.


"tidak apa-apa, sayang kamu bisa melakukan nya sekarang, aku sudah siap ko"ucap Anjela.


Edgar, pun mendekat ke arah Elena mereka pun saling menautkan bibir mereka hingga gairah menghampiri mereka, Edgar, tidak menyia-nyiakan waktu, mereka pun akhirnya larut dalam gairah,meski rasa sakit yang berusaha mati-matian di tahan oleh Anjela, saat ini tapi tidak mengurungkan niat mereka untuk melanjutkan malam terindah mereka berdua, hingga mereka selesai dengan kegiatan panas yang mereka lakukan hingga berkali-kali, dan saat ini mereka pun tidur berpelukan, hingga jam sepuluh siang.


tangis Anjela, membangunkan Edgar, saat ini dia kaget' mendengar suara tangis istrinya itu, dia terduduk di lantai.


"sayang kamu kenapa, kenapa duduk di sana"ucap Edgar, yang langsung menggunakan bathroob yang tersedia di sana,lalu mengangkat tubuh Anjela, keatas ranjang nya dan mendudukkan nya di sana.


"kamu jahat, aku bahkan tidak bisa berjalan ini terlalu sakit,hiks hiks hiks"ujar Anjela, dan itu membuat Edgar, sedikit merasa bersalah, tapi dia menyunggingkan senyum nya.


"sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat mu kesakitan tapi ini sudah bisa terjadi pada pengantin baru, dan lagi semalam kamu juga menikmati nya"ucap Edgar,sambil mengecup puncak kepala istrinya itu.


"sayang tapi ini sangat sakit bagaimana kalau aku tidak bisa berjalan lagi,hiks hiks hiks"lagi-lagi Anjela, menangis Edgar, tertawa terbahak-bahak dia merasa istrinya semakin menggemaskan saat ini.


"sayang, dengar kan aku jangan takut ini hanya sementara, sebentar lagi, juga akan baik-baik saja, kamu hanya butuh istirahat saja"ucap Edgar sambil membelai pipi Anjela, mengelus nya dengan sayang.


"tapi aku ingin pipis"ucap Anjela.


"aku gendong ya"ucap Edgar, yang langsung mengangkat tubuh Anjela, membawa nya ke dalam kamar mandi.


"sudah sampai di sini saja , aku malu cepetan keluar"ucap Anjela.


"sayang aku sudah melihat semuanya, jadi apa yang membuat mu malu saat ini aku bahkan sudah merasakan semua nya begitu nikmat"ucap Edgar, sengaja menggoda istri nya itu.


"ahhhhhh.... aku tidak mau tau pokonya kamu keluar aku malu......"ucap Anjela, yang mencoba mendorong tubuh suaminya itu.


"baiklah-baiklah, aku keluar, tapi ingat jika sudah selesai, panggil aku"ucap Edgar.


"iya bawel ayo keluar"teriak Anjela, yang hanya di balas tawa ringan oleh Edgar, dia pun keluar, saat itu juga, sementara, Anjela, menjerit saat merasakan semakin perih bagian inti tubuh nya karena pipis nya itu.


"aw..."ucap Anjela,sambil menggigit bibir bawahnya karena menahan perih setelah itu dia pun langsung berusaha menggapai bathtub dengan cara berjalan sambil sedikit merintih sesampainya di dalam bathtub yang sudah di isi air hangat dan sabun aroma terapi juga minyak esensial, dia langsung masuk kedalam nya, dia berendam sambil menggosok tubuh nya itu setelah itu ia meraih shower dan membersihkan seluruh tubuh nya di dalam sana, setelah bersih dia langsung menggunakan bathroob kembali dan memanggil Edgar.


"sayang aku sudah selesai"ucap Anjela, yang belum berani berjalan terlalu jauh, pikiran nya parno saat ini


"iya sayang tunggu"ucap Edgar, yang kini menuju pintu masuk kamar mandi, dia segera membuka dan langsung menghampiri istrinya itu, dan menggendong nya ke depan meja rias, saat itu juga dengan cekatan Edgar membantu mengeringkan rambut Anjela, setelah di rasa cukup Edgar pun membantu Anjela, menuju kamar ganti pakaian dan memberikan paper bag berisi pakaian untuk Anjela.


setelah selesai berpakaian Edgar kembali menggendong Anjela, dan mendudukkan nya di sofa, Edgar tersenyum dengan istri penakut nya itu saat ini dia mulai mengerti dengan sifat seorang Anjela, yang berlindung di balik ketegaran nya selama ini ternyata ada sisi manja dan penakut, tapi Edgar, suka dengan begitu wanita yang sangat di cintai nya akan terus bergantung pada nya.


"sayang tunggu di sini ya aku akan mandi dulu sebentar lagi, akan ada yang mengantar makanan kemari kamu pasti sudah sangat lapar"ucap Edgar, yang di jawab anggukan kepala oleh Anjela.


Lima belas menit kemudian, Edgar, sudah keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian, dia terlihat sangat segar, saat ini ketampanan nya berkali-kali lipat, Anjela, terus menatap ke arah nya, Edgar pun tersenyum lalu menghampiri Anjela, dan mencium bibir Anjela sekilas.


"aku tau aku tampan sayang dan aku hanya milikmu, jadi kamu bisa memandangi ku sepuasnya, saat ini dan sampai kapan pun"ucap Edgar, sontak membuat pipi Anjela menjadi merah bak kepiting rebus.


"ih... narsis banget sih suamiku ini"ucap Anjela,sambil memalingkan wajahnya ke arah lain dia begitu malu, tapi saat berbalik


cup...


satu kecupan mendarat di bibir nya itu.


"sayang, aku sangat bahagia saat ini karena bisa seutuhnya memiliki mu, tetap lah bersama ku, apa pun yang terjadi nanti, hingga maut memisahkan"ucap Edgar.


"owh sweet banget sih"ucap Anjela sambil mencium pipi suaminya itu.


mereka pun terhanyut dalam kemesraan, walaupun tidak sampai mengulang yang semalam Edgar, harus sekuat tenaga menahan hasrat nya yang membuncah karena dia tidak ingin menyakiti istri nya lagi.


"sayang makanlah ini sudah siang"ucap Edgar, setelah hidangan tersedia di hadapan mereka, mereka pun akhirnya menikmati makan siang nya, saat ini.

__ADS_1


"sayang apa kamu mau jalan-jalan?"ucap Edgar.


"mau jalan bagaimana caranya, aku saja tidak bisa berjalan gara-gara perbuatan mu, saat ini"ujar Anjela,sambil mencabikan bibir nya itu yang semakin terlihat menggemaskan.


"sayang jangan menggodaku,atau nantinya kau akan semakin lama tidak bisa berjalan"ujar Edgar, sambil tersenyum manis ke arah Anjela, yang kini melotot kearah suaminya itu.


"jangan macam-macam, atau aku telpon polisi"ucap Anjela sepontan, hingga Edgar tertawa terbahak-bahak saat ini.


🌹💖💖💖🌹


pengantin baru itu kini menempati rumah besar kado pernikahan dari kedua orang tua nya saat ini Edward, pun memutuskan untuk mengendalikan perusahaan nya dari Indonesia, sebelum benar-benar di alihkan saat itu tiba Edgar, akan tetap bekerja di Indonesia.


sementara itu di Mension Aditya, kedua anak bujang nya kini tengah merajuk mereka bahkan mogok makan , dan hal itu tidak mengurungkan niat Soraya untuk membatasi uang saku mereka walaupun keuangan terus mengalir dari ke empat nya ya itu Edward, dan ketiga Kakak nya, tapi semua dikendalikan oleh Elena, saat ini atas kesepakatan bersama.


"momm... aku gak mau kuliah kalo mommy, gak kasih kartu milikku lagi"ucap Ardi.


"terus kamu mau jadi apa kalo kamu tidak kuliah heeuh"ujar soraya.


"aku mau jadi tukang kuli saja "ucap Ardi.


"ide bagus sayang mommy,setuju"ucap Soraya yang malah menyetujui perkataan Ardi yang hanya sedang bernegosiasi padahal tidak serius dia sendiri juga tidak bisa bekerja di bidang itu.


"ahhhhhh... mommy kejam"ucap Ardi sambil pergi membawa kunci mobilnya.


"hey,Ardi mommy hanya menuruti keinginan mu apa mommy salah"ucap Soraya, sedikit berteriak.


"Ardi, tidak akan pulang Ardi mau tinggal di rumah Edgardo ,saja ucap nya sambil kembali mengambil tas miliknya yang berisi pakaian nya.


"tunggu Ardi, aku ikut"ucap Ardan.


"kalian itu kapan belajar dewasa nya,kalo mommy,mati siapa yang akan mengurus kalian"ucap Soraya, yang berhasil menghentikan langkahnya mereka berdua.


"mommy, jangan bicara begitu kami takut kami tidak mau mommy, meninggal kami sayang mommy"ucap mereka berdua menangis sambil memeluk ibunya .


"ternyata mommy, sangat menderita selama ini maafkan kami yang hanya tau meminta tanpa berpikir bahwa mencari uang itu tidak lah mudah, dan perjuangan mommy, hingga kami sebesar ini kami belum bisa membalas nya"ucap Ardan yang di mendapatkan anggukan dari Ardi.


"mommy, tidak apa-apa sayang mommy, sekarang sudah bahagia memiliki kalian semua, dan asal kalian tau semua harta yang mommy dan Daddy miliki itu untuk kalian semua kelak untuk masadepan kalian, mommy harap kalian bisa meneruskan nya, hingga anak cucu kalian kelak, mommy berharap kalian bisa belajar dari sekarang membantu Daddy,di perusahaan"ucap Soraya,sambil mengelus punggung keduanya.


"baiklah momm...kami mengerti mulai besok kami akan membantu Daddy"ujar Ardi dan Ardan.


"kalian memang anak baik , setelah kalian berhasil membuktikan keseriusan kalian mommy, janji akan mengembalikan kartu kalian"ucap Soraya lembut.


"iya momm... makasih sebelumnya"ucap Ardan.


kini Soraya tersenyum bahagia, ternyata mereka adalah anak yang sangat pengertian di balik sikapnya yang selalu berpoya-poya, walaupun masih dalam hal yang wajar, mereka menghabiskan uang untuk keinginan mereka membeli barang yang menurut mereka sangat bagus dan itu bukan sesuatu yang murah.


Ardi dan Ardan pun tidak jadi pergi ke full house, seperti kebiasaan mereka saat merajuk mereka pasti mengunjungi rumah kakak, bungsu mereka.


sementara itu di kantor Aditya tersenyum bahagia saat mendengar penuturan istrinya itu, saat ini dia bahkan langsung pulang ke Mension, untuk menemui kedua putranya itu.


sesampainya di Mension, Aditya, segera masuk dan bergabung dengan mereka berdua yang kini tengah berenang di kolam renang mension tersebut.


"kalian seperti nya sedang asik boleh Daddy, gabung"ucap Aditya.


"Daddy"ujar keduanya kompak, langsung naik dari dalam kolam menyambut Daddy nya itu.


"tumben Daddy, pulang cepat"ujar Ardi.


"Daddy, hanya kangen kalian. kata mommy kalian sedang ada di rumah"ujar Aditya sambil menatap keduanya.


"kami sedang malas pergi Daddy"ucap keduanya kompak.


"heumm, tumben"ucap Aditya.

__ADS_1


"Daddy, mereka sudah berjanji loh,sama mommy,mau membantu Daddy,di perusahaan mulai besok"ucap Soraya,sambil tersenyum kearah mereka berdua.


"wah itu kabar bagus, Daddy, akan sering memberikan kalian bonus, untuk kerja keras kalian nantinya"ujar Aditya,sambil duduk dan meraih minuman dari tangan istrinya saat ini.


"wah ide bagus tuh Daddy"ucap keduanya mereka pun semakin bersemangat.


"tapi Daddy, harap kalian bekerja dengan sungguh-sungguh, bukan karena bonus melainkan karena memang tanggung jawab kalian mengurus perusahaan milik kalian "ucap Aditya, mulai berbicara serius.


"iya Daddy,kami mengerti"ucap para pemuda labil itu.


mereka sedang asik bercengkrama hingga tangis Alisa,memecah keseriusan mereka saat ini.


Alisa berlari memeluk Daddy, nya dia bahkan semakin sesenggukan saat ini,ke empat nya heran dan bertanya-tanya, tapi tidak mendapatkan jawaban, dari Alisa, hingga Anisa, datang dan tertawa terbahak-bahak, menertawakan Alisa yang bertingkah seperti anak kecil kehilangan permen .


"ada apa sayang apa yang terjadi"ucap Aditya pada Anisa.


"dia sedih karena pujaan hati nya pindah tugas momm...dadd... guru yang iya incar itu pindah hari ini"ucap Anisa, sehingga semua orang tertawa terbahak-bahak, terutama Ardi dan Ardan.


"kalian, jahat kalian tidak tau seberapa sayang nya aku sama dia"ucap Alisa, Aditya, hanya tersenyum melihat tingkah putri nya itu, dia mengerti ini adalah pertama kali nya anak nya jatuh cinta dan itu sungguh sangat menyakitkan tapi Aditya, tidak pernah marah atau melarang mereka untuk jatuh cinta asal semua masih dalam batas kewajaran.


"sudah-sudah sayang Daddy,tau ko, Daddy janji suatu hari nanti kalian akan bisa bersama, tapi kamu harus janji sama Daddy, untuk tetap fokus belajar"ucap Aditya lembut sambil mengelus punggung putri nya yang masih sedih itu.


"benarkah itu Daddy"ujar Alisa.


"tentu saja Sayang ku"ucap Aditya sambil mengecup puncak kepala putri nya dengan sayang.


"ah dasar B u c in Lo...dek "ucap Ardan sambil kembali tertawa.


"Daddy, dia jahat"ucap Alisa yang kembali menangis.


"Ardan, jangan begitu, sudah-sudah, sayang ayo kita kedalam cerita semua sama Daddy"ujar Aditya,sambil memberikan kode pada istri dan anak nya yang lain, mereka pun mengikuti nya dari belakang.


sesampainya di ruangan keluarga kecuali yang habis berenang mereka masuk kedalam kamar mereka untuk mandi terlebih dahulu.


"flashback on"


dua tahun yang lalu, saat mereka baru masuk kelas satu SMA, seorang pria masuk kedalam ruangan kelas mereka memperkenalkan diri sebagai guru baru,guru matematika, dia bernama Ardiyansyah, pria berusia dua puluh empat tahun itu adalah lulusan luar negeri, dia adalah pria yang dingin dan sedikit killer di kelas, tapi Alisa jatuh cinta di awal perjumpaan mereka, Ardiyansyah, sebenarnya adalah seorang pewaris tunggal, kekayaan yang dimiliki oleh keluarga nya, termasuk sekolah tempat mereka belajar saat ini dan dua kampus bergengsi di kota itu, tapi dia memulai karirnya sebagai pengajar saat ini sambil tetap mengerjakan pekerjaan kantor nya itu, Alisa,sering curi-curi pandang saat Ardiyansyah mengajar hingga suatu hari Ardiyansyah, memergoki nya saat Alisa, sedang menatap nya Ardiyansyah , memanggil Alisa ,ke ruangan nya, saat itu tapi Ardiyansyah, tidak memarahi nya dia malah memperlihatkan kepribadian yang sebenarnya, dia bersikap lembut terhadap Alisa.


"Alisa, apa kamu tau aku memanggil mu kemari"ucap Ardiyansyah.


"sa ya saya tidak tau pak"ucap Alisa gugup.


"aku sering memergoki mu, mencuri-curi pandang kearah ku, tapi aku bisa maklum itu, karena bukan hanya kamu wanita yang mengagumi ku, selama ini, tapi untukmu pengecualian, jika kamu berhasil lulus dengan nilai terbaik aku akan menjadikan mu sebagai kekasih ku"ujar Ardiyansyah,sambil tersenyum manis.


"benarkah itu"ucap Alisa, begitu bersemangat.


"tentu saja"ucap Ardiyansyah sambil mengelus puncak kepala Alisa.


"sekarang kembali lah belajar dan ingat kamu harus berhasil"ucap Ardiyansyah.


tapi sebelum hari kelulusan tiba, dia harus pindah tugas saat ini.


"flashback off"


"Daddy, dia sudah janji sama aku"ucap Alisa yang kini kembali menangis.


"sudah lah sayang, dia tidak ingkar janji, dia hanya sedang menjalankan tugas nya, dan jika kamu lulus dengan baik, dia pasti menepati janji nya itu"ujar Aditya menenangkan putri nya itu yang kadang sulit untuk di bujuk.


"sayang sebaiknya kamu makan dulu ya , mommy, suapin kamu"ucap Soraya.


"Anisa, juga mau momm"ucap Anisa.


"tentu saja Sayang,ayo makan lah"ucap Soraya,sambil menyuapi makan kedua gadis remaja itu, saat ini Alisa, yang masih duduk di pangkuan Aditya, saat ini memakan makanan nya, setelah selesai makan Aditya , meminta mereka untuk beristirahat dan kini tinggallah mereka berdua, dengan saling tersenyum, dan saling mengecup kedua pasangan itu,memang sangat saling mencintai.

__ADS_1


sementara itu Edward,kini tengah duduk santai di balkon kamar nya,sambil menyesap rokonya itu, dia menerawang masa lalu nya yang kadang membuat hati nya menyesal, hingga saat ini karena sudah menyia-nyiakan wanita terbaik yang sempat tuhan titipkan pada nya, dia tak lain adalah Soraya.


__ADS_2