
Saat ini di sebuah kamar, tepat nya kamar , seorang pelayan seorang pria tengah menangis dalam diam, sambil memeluk erat pakaian milik istrinya, yang di kenakan di saat hari terakhir nya.
Ya.... pria itu adalah Ardi, yang baru satu hari ditinggalkan oleh istrinya itu, sudah satu hari semenjak pemakaman istrinya itu, dia tidak keluar kamar tersebut, Ardi, benar-benar putus asa saat ini, dia sudah tidak menginginkan hidup nya lagi, dia ingin menyusul Lala, saja jika semua orang tidak mengingat kan dirinya, bahwa kini masih ada kedua anak nya, hasil buah cinta nya dengan Lala, wanita yang sangat di cintai nya itu.
"sayang kenapa, kamu pergi tinggalkan kami kenapa, apa aku tidak baik kepada mu, selama ini, aku sangat mencintaimu, aku mencintaimu melebihi nyawaku sendiri, Lala, aku sangat merindukan mu, selama tiga tahun ini tidak sedetik pun aku pernah melupakan mu sayang, aku sangat mencintaimu benar-benar merindukan mu, tapi kenapa, kamu tega terhadap ku,La... kenapa.. hiks hiks hiks... kenapa sayang,kau bahkan terlalu lama menghukum ku,kau tega tidak kah kau tau aku sudah tidak ingin hidup lagi, saat ini aku ingin mati saja"ujar Ardi, lirih.
"Aku ingin mati saja,hiks hiks hiks"tangis Ardi, pecah saat ini .
sementara itu di depan pintu ketiga ke enam bersaudara itu, hanya bisa berdiri, dan menitikkan air mata,saling berpelukan, bagaimana tidak, saat ini saudara mereka tengah berduka begitu dalam.
mereka tadinya ingin menguatkan Ardi, tapi melihat keadaan itu bahkan mereka ikut tak berdaya hingga,suara kedua anak nya memanggil Daddy nya itu.
Argha dan Aqila,buah cinta Lala dan Ardi bocah imut itu memanggil Daddy nya, yang beberapa bulan ini, mereka ketahui.
"Daddy"ujar keduanya.
"Daddy, di mana Bunda"ucap Argha,dua bocah kecil itu belum mengerti dengan kepergian Lala, mereka mengira ibunya ada di rumah sakit, seketika tangis, Ardi, terhenti dia, langsung menyeka air matanya itu, agar putra-putri nya itu tidak melihat kesedihan terdalam nya, saat ini.
"sayang kalian di sini,sini peluk Daddy"ujar Ardi, yang kini tersenyum pada kedua nya.
"Daddy, mana Bunda???"lagi-lagi mereka berdua bertanya, kemana ibunya pergi saat ini karena mereka bertemu ibunya dua hari sebelum kepergian, Lala,ke Bandung sebelum hari kematian nya.
"mommy.... mommy ada di London, sedang berobat, bersama uncle Reza sayang"jawab Ardi, berbohong, dia tidak ingin mereka, terluka, karena tau ibunya telah tiada, betapa perih hati Ardi, saat ini bagaimana tidak, dia harus berbohong demi kebaikan kedua anak nya itu.
ke enam saudaranya itu mengangguk saat, Ardi menatap ke arah mereka.
setelah itu, Ardi, membawa kedua anak nya itu,menuju ruang makan, Ardi, ingin menyuapi mereka untuk pertama kalinya, karena ini adalah jam makan siang.
"Kalian pasti sudah lapar ayo Daddy,suapi kalian berdua makan, setelah itu Daddy, akan membawa kalian berjalan-jalan di pantai"ujar Ardi, yang kini mendudukkan keduanya di kursi depan meja makan tersebut, hingga seluruh keluarga bergabung, mereka makan sambil bercanda tawa, saat ini untuk menghilangkan duka, yang membelenggu keluarga nya itu.
"kak, setelah empat puluh hari kepergian nya, aku memutuskan untuk membawa kedua anak ku ke Amerika, aku akan mencoba bangkit, dan menjalani mereka sampai mereka dewasa nanti, ujar Ardi, pada ketiga kakak nya itu.
"Tentu saja, itu hal yang baik untuk kalian,kami mendukung mu, semoga kalian bahagia"ujar Elena, sementara itu ketua kakak nya yang lain saat ini sedang mengangguk tanda setuju.
"satu lagi kak, tolong urus perceraian ku, dengan Aira, setelah aku pergi, dan jangan pernah beri tahu dia kemana aku pergi nanti" ucap Ardi, lagi sambil tetap fokus,menyuapi anaknya itu.
"Tentu, akan aku urus semuanya, sekarang fokus lah dengan mereka, jangan pikirkan yang lain nya" ujar Edgardo sementara itu Edward, memberikan anggukkan kepala sebagai tanda bahwa dia setuju dengan keputusan yang Ardi, ambil saat ini.
ke esokan pagi nya, Ardi, mengunjungi makam istrinya itu, yang tidak jauh dari full house, pemakaman keluarga, yang sengaja mereka sediakan untuk keluarga mereka kelak.
"sayang, aku datang,hiks hiks hiks..."tangis Ardi, kembali pecah dia bersimpuh sambil memeluk dan mencium batu nisan tersebut, yang bertuliskan nama istri tercinta nya itu.
setelah menabur bunga, dan menyimpan bunga Lily kesukaan Lala saat masih hidup.
"sayang maafkan aku, jika kelak,kami pergi untuk waktu yang lama, aku bukan ingin melupakan mu, tapi aku hanya ingin menjalani hidup baru bersama dengan kedua anak kita, jujur, aku tak sanggup jika terus begini, bagaimana cara nya aku menjelaskan kepergian mu, pada mereka, berdua, aku tidak sanggup lagi bertahan hidup, jika bukan karena mereka buah cinta kita, sayang aku berjanji pada mu, selamanya hanya kamu di hatiku tidak akan pernah menggantikan mu dengan siapapun"Ardi kembali mencium nisan tersebut, dan setelah itu ia bangkit dengan langkah gontai Ardi, berjalan sambil sesekali menoleh ke belakang, dia tidak tega melakukan itu.
__ADS_1
setelah empat puluh hari, berlalu saat itu Ardi, langsung memboyong kedua anak nya itu ke Amerika, dia bahkan tidak pamit pada, Aditya ayah nya, semenjak kepergian Lala, Ardi dan Aditya , tidak pernah bertegur sapa, hingga saat Lala, menghembuskan nafas terakhirnya, Ardi semakin membenci Daddy nya itu.
disinilah Ardi, saat ini di sebuah rumah megah,ia tinggal bersama dengan kedua anak nya itu, bahkan tak tanggung-tanggung ia mempekerjakan baby sitter sebanyak sepuluh orang untuk kedua anak nya itu, dan beberapa orang bodyguard, untuk menjaga keduanya, disaat, Ardi tengah sibuk bekerja.
rumah bak istana itu benar-benar, Ardi, siapkan untuk kenyamanan mereka, selama tinggal di sana, tidak hanya itu di setiap sudut ruangan rumah tersebut, terdapat foto pernikahan nya dengan Lala, ataupun foto Lala, yang masih gadis atau sedang sendiri yang selalu Ardi ,curi setiap kali Lala ,lengah dengan kamera handphone nya itu.
Ardi, selalu mencukupi kebutuhan kedua anak nya itu, apa pun yang mereka minta selalu ia penuhi, kecuali satu yang membuat Ardi, tidak berdaya, ketika mereka meminta bertemu ibunya, Ardi, hati Ardi, seperti ditusuk oleh ribuan jarum, saat mereka bertanya dimana ibunya, dan kapan mereka bisa bertemu.
"Daddy,kami rindu Bunda, bagaimana keadaan nya??"ujar Argha.
"heumm anak Daddy, yang baik , Argha kan anak baik, jadi bunda juga pasti rindukan kalian, tapi Bunda, masih harus berobat jadi, Bunda, berharap kalian berdua sabar dan berdoa untuk kesembuhan Bunda, mungkin proses nya cukup lama"ujar Ardi, lagi-lagi pria itu menangis dalam hati, berapa tidak dia harus berbohong setiap kali mereka bertanya.
🌹💖💖💖🌹
Dua tahun berlalu, setiap hari Ardi, disibukan dengan aktifitas nya mengurus kedua anak nya itu, dari mulai mandi dan menyuapi nya makan, Ardi, tidak ingin kehilangan waktu berharga bersama kedua anak nya itu, setiap hari kegiatan nya masih sama, sementara baby sitter di pekerjakan saat dia sangat sibuk, dan tidak bisa di tunda, tapi saat senggang Ardi,lah yang turun tangan mengurus kedua anak nya itu yang kini tumbuh dengan baik, usia mereka kini sudah lima tahun, dan setiap ulang tahun nya, Ardi selalu merayakan nya, dengan pesta besar-besaran,demi kebahagiaan kedua nya.
Ardi, bahkan sering membawa keduanya, pergi ke kantor setiap kali mereka libur sekolah.
tapi dua hari ini Ardi, sedang sangat sibuk dikarenakan dia sedang menyeleksi karyawan baru , Ardi ikut serta, mengaudisi calon sekertaris nya itu saat ini dia tidak ingin asal-asalan, karena sekertaris sebelumnya adalah yang terbaik menurut nya tapi dia sudah berhenti karena harus mengikuti suaminya pindah kewarganegaraan.
Ardi, tengah fokus, dengan mengecek biodata seorang peserta calon sekertaris nya, tiba-tiba mata Ardi, membulat, saat melihat foto istrinya tertera di bagian depan lebar kertas yang saat ini tengah di pegang oleh nya.
Ardi, langsung menatap wajah wanita yang sangat ia rindukan tersebut, tapi saat itu Ardi, langsung tersadar bahwa istri nya itu sudah tiada meski kemiripan diantara mereka, hampir seratus persen, hanya saja yang membedakan warna rambut nya rambut wanita itu pirang sementara istri nya itu hitam legam.
"Sayang, aku merindukan mu, apa kamu benar-benar terlahir kembali"gumam Ardi, dalam hati.
sementara itu, wanita itu sama-sama sedang berbicara dalam hati nya saat ini.
"sayang apa kabarmu, saat ini dan bagaimana dengan anak kita"gumam nya.
Ya... dia lah Lala, wanita yang selama ini di anggap sudah tiada, dia harus merelakan diri nya pergi dengan berbagai alasan, saat itu bahkan dengan berat hati, Lala, harus rela pergi menjauh dari ketiga cinta nya itu.
"flashback on"
sesaat setelah kematian Lala, tepat nya koma, untuk kedua kalinya, Ardi, yang langsung membawa Lala, pergi ke rumah sakit tersebut, dia langsung tidak sadarkan diri,saking sakit nya kehilangan wanita yang selama ini ia cintai, sesaat, setelah dokter, menyatakan bahwa Lala, sudah tidak ada lagi, Ardi tidak tahu kedatangan nya kerumah sakit tersebut, sudah di ketahui oleh Aditya, yang selama ini mengawasi mereka berdua, padahal saat itu, Lala, masih bernafas, dan sadar kembali, tapi dengan kekuasaan Aditya, dia bisa melakukan semua nya.
Aditya, menyuruh para tenaga medis,itu memalsukan kematian Lala, saat itu, dan mayat yang menggantikan Lala, saat itu adalah seorang wanita yang baru saja meninggal karena habis melahirkan, dengan cepat para tenaga medis, dan satu orang ahli merias wajah mereka memasang kulit wajah palsu yang sengaja di buat menyerupai Lala, saat itu, dan siapapun tidak ada yang menyadari itu, karena benar-benar mirip.
sementara itu, setelah Ardi, siuman, jenazah yang dikira sebagai Lala, sudah terbalut kain kafan, hingga hanya, hingga tidak akan ada yang berani membuka kain tersebut, hanya ada bagian wajah yang terlihat, sehingga Ardi, tidak akan pernah curiga.
sebenarnya bukan tanpa alasan, Aditya, melakukan itu semua,ada satu kebenaran yang tersembunyi hingga saat ini.
Lala, adalah salah satu pewaris tunggal, perusahaan terbesar milik keluarga nya , tepat nya keluarga Adi jaya yang tewas di bantai dua puluh tahun lalu, sementara, seorang gadis kecil berusia, sembilan tahun itu, selamat, karena di sembunyikan ke dalam tong sampah oleh kedua asisten rumah tangga nya, dan asisten,sang ayah, yang kini kembali melindungi Lala, dengan kekuasaan nya, sebagai ketua mafia,di Amerika sana.
saat kejadian pembantaian itu berlangsung,salah seorang dari musuh bisnis keluarga nya itu, terlihat dari rekaman Cctv yang berbeda di rumah tersebut, dia tidak lain adalah ayah Aira, saat ini.
__ADS_1
begitu kejam nya, mereka saat itu, hingga tega membunuh rekan bisnis nya itu, dengan cara yang sangat keji bahkan ibunya Lala, sempat diperkosa di hadapan suaminya itu.
Lala, yang malang saat itu, langsung dibawa pergi oleh asisten rumah tangga nya, yang selama ini, dia anggap sebagai orang tua kandung nya,yaitu Ayah Reza, laki-laki itu bekerja sebagai tukang bersih-bersih,di rumah mewah tersebut, tapi karena kebaikan orang tua Lala, dia diperlakukan seperti keluarga nya sendiri, bahkan tidak jarang orang tua Lala, memberikan bantuan untuk keluarga asisten rumah tangga nya tersebut hingga hidup berkecukupan di kampung nya,maka dari itu, saat asisten pribadi tuan nya itu, meminta dia untuk menyembunyikan Lala, dari kejaran musuh , pria itu rela pasang badan, meskipun nyawa nya sebagai taruhannya.
setelah mereka berdua bicara, dan mengambil keputusan, saat itu, telah dipastikan bahwa Lala, akan tinggal di desa terpencil bersama dengan nya, tepat nya desa kelahiran ayah angkat Lala, tersebut.
Lala, saat itu tidak mengetahui bahwa kedua orang tua nya telah tiada hingga saat ini yang dia tau Daddy, nya mengalami kecelakaan pesawat dan tidak di temukan, walaupun di awal nya, dia sepat sedih, tapi kemudian dia bisa bangkit, karena kasih sayang yang di berikan oleh asisten rumah tangga nya itu, hingga pria itu menikah dan punya dua orang anak, Lala, tetap di berikan kasih sayang yang begitu besar, hingga pria itu, sakit-sakitan, dan meninggal dunia, Lala, rela menjadi tulang punggung keluarga nya saat itu.
dan ditempat itulah, Lala bekerja,di tempat ia bertemu dengan pria yang paling dicintai nya, Ardi, anak dari Aditya.
dan tidak ada yang tau hingga saat ini, perusahaan yang dimiliki oleh ayah Aira, adalah perusahaan milik Adi jaya, yang seharusnya diwariskan kepada Lala.
Aditya, yang mengetahui hal itu, lewat orang kepercayaan nya, sebenarnya dia tidak membenci Lala, sedikit pun, dia justru ingin melindungi Lala, sampai saat ini, karena yang dia tau ayah Aira, sedang mengincar nya, karena dia sudah mengetahui bahwa Lala, adalah ancaman untuk nya, jika ia benar-benar menikahi, Ardi, dan alasannya, selama beberapa tahun sebelumnya ia membiarkan Lala, hidup karena dia pikir Lala, tidak berdaya dan tidak akan menjadi ancaman untuk nya karena tidak punya dukungan dari siapapun, itulah yang selama ini Aditya, sembunyikan dari keluarga nya, hingga saat ini.
menurut Aditya, Lala, akan aman, saat berada di Amerika, saat itu, karena ada seseorang yang melindungi nya dari belakang, berbeda ketika dia berada di Indonesia,meski masih di lindungi tapi tidak sepenuhnya seperti saat berada di Amerika.
bahkan selama dua tahun ini, Lala, dijaga dengan ketat oleh mantan asisten sang ayah, yang sudah menceritakan semua, alasan apa yang terjadi pada nya selama ini, termasuk berbagai macam alasan ketidak, cocokkan donor ginjal tersebut.
"flashback off"
"Nona Ariana Wijaya, anda berasal dari California, tapi maaf nama anda, seperti orang Indonesia"ujar Ardi lagi.
"sa saya lahir di California, tapi kedua orang tua saya, suka dengan nama unik itu"ujar Lala, yang tidak lain adalah Ariana Wijaya anak dari Adi jaya Wijaya.
dia adalah istri nya selama ini.
Ardi, mencoba untuk percaya, alasan dari Ariana, saat ini hingga wawancara kerja selesai dan pada akhirnya, mereka berpisah, karena tinggal menunggu panggilan tentang keputusan lolos atau tidak nya dia untuk bekerja di perusahaan raksasa tersebut.
setelah kepergian, wanita yang mirip dengan istri nya itu, menurut Aditya, yang belum mengetahui hal itu, dia masih termenung,kilas kenangan saat Lala, bicara dengan nya, saat itu tampak jelas, tidak ada sedikit pun perbedaan antara cara bicara Lala, dan Ariana.
"sayang aku mencintaimu"gumam Ardi, lirih, sambil mengelus gambar istrinya itu.
Ardi, langsung bangkit dari kursi kebesaran nya, setelah itu dia meminta asistennya itu, untuk pergi bersamanya menghabiskan waktu malam ini, setelah memastikan kedua anak nya itu terlebih dahulu apa mereka sudah tidur saat ini.
setelah itu dia langsung bergegas menuju club'malam, untuk sekedar melepas penat nya,sama halnya dengan Ariana, semenjak kepergian nya ke negara tersebut, dia sering melakukan itu, untuk bisa melupakan kesedihan nya yang berkali-kali lipat.
setelah mengetahui cerita hidup nya, yang harus kehilangan kedua orang tua nya, hingga dia harus meninggalkan orang yang sangat di cintai nya itu.
Ariana,kini dia sudah berubah, menjadi wanita yang gemar meminum minuman keras, karena selama ini dia selalu melakukan itu, setiap kali bahkan hampir setiap malam, bahkan jika dia mabuk sekalipun Ariana, tetap aman dengan beberapa anak buah, paman nya itu yang selalu menjaga nya.
ya, Ariana, menganggap Haidar, sudah seperti Ayah nya sendiri, dia begitu menyayangi pria paruh baya tersebut, begitupun sebaliknya.
saat Ardi, masuk dan hendak duduk di depan meja bar ia terkesiap melihat wanita yang tadi siang ia temui.
"Ariana"ucap Ardi, heran melihat wanita itu sedang menenggak minuman keras saat ini.
__ADS_1
namun wanita itu, tidak bergeming bahkan ia seakan menutup telinganya saat ini, walaupun rasa cinta itu membuat nya ingin ber hambur kedalam pelukan pria tampan tersebut.
Ardi, yang tadinya berniat untuk minum ia pun mengurungkan niatnya itu, saat itu juga Ardi, membawa paksa, Ariana, untuk pergi dari tempat tersebut, entah dorongan dari mana saat ini Ardi, membawa paksa wanita itu, dia tidak ingin wanita tersebut kenapa-napa hingga beberapa pria berbaju hitam hendak menghentikan nya, namun Ariana, memberikan isyarat pada mereka semua bahwa dirinya baik-baik saja saat ini, dan dia aman bersama pria itu.