Sugar Daddy

Sugar Daddy
#cinta atau dendam#


__ADS_3

"Alisa, kamu atau siapapun orangnya aku tidak perduli, karena dia sudah pergi jauh dari ku"ujar Adri.


"jadi kakak, menerima ku hanya untuk membalas dendam atas kematian nya,ia begitu silahkan kakak ,bunuh saja aku sekarang juga, jika kakak, benar-benar tidak percaya pada ku, dan satu hal lagi terimakasih atas rasa sakit ini, aku ikhlas jika kamu ingin membunuh ku"ujar Alisa, yang kini menatap wajah Adri, yang tidak bisa di artikan tatapan penuh tanda tanya.


"apa ??semudah itu, untuk membalas dendam atas kematian dia yang aku cintai .... apa semudah itu untuk ku menghabisi nyawa orang yang mengisi jiwa'ku yang selama ini hampa, apa semudah itu heuhhhhh, apa dengan membunuh mu aku bisa bahagia dan bisa membuat dia kembali pada ku... jawab Alisa!!!"""Adri membentak keras Alisa, dia bahkan menitikkan air mata nya entah karena kepedihan nya, atau karena dia merasa tidak di hargai oleh Alisa saat ini.


"aku tidak tau tapi aku hanya merasa kamu sengaja ingin membalas rasa sakit atas kehilangan wanita yang paling kamu cintai, aku benar-benar tidak pernah mengirim pesan , tapi jika kamu tetap tidak percaya silahkan kamu bunuh aku sekarang juga"ujar Alisa


"ya kamu benar aku ingin membunuh mu, aku ingin mengganti otak mu dengan otak udang karena percuma saja kalau kamu pintar tapi tidak pernah peka dengan semua ini"ucap Adri.


"aku tidak peka, ya aku memang bodoh dan tidak peka, sekarang kamu bebas mau ninggalin aku yang bodoh tidak peka dan sangat kekanak-kanakan, aku bukan orang yang tepat untuk seorang Adri, yang begitu perfek, aku "ucapan Alisa, terhenti saat Adri, membungkam bibir nya dengan ciuman yang memabukkan saat itu juga, Alisa , hanya diam tanpa membalas tapi Adri, tidak pernah menyerah dia menggigit pelan bibir Alisa hingga terbuka dan langsung memperdalam ciuman tersebut.


"kak, lepas"ucap Alisa.


"kenapa Alisa, apa kamu tidak ingin aku sentuh"ucap Adri.


"dia masih ada di sini"ujar Alisa,sambil menunjuk dada Adri"aku tidak akan menerima mu sampai kamu menghilangkan jejak itu, tapi jika masih tidak bisa, aku mundur "ujar Alisa,sambil berjalan meninggalkan kamar dan Adri, yang mematung di sana.


tidak dapat Adri, pungkiri semua itu benar adanya, Adri, masih menyimpan cinta nya itu di dalam sana, Adri, tersadar saat Alisa, sudah pergi dari tempat nya.


"Alisa, maaf kan aku"ucap nya lirih.


dua jam perjalanan,di akibatkan kemacetan kini Alisa, sudah sampai di Mension milik Soraya mommy nya.


"apa ada orang di sini"ujar Alisa.


"nona kapan sampai"ucap pelayan tersebut.


"baru saja, tolong siapkan kamarku Bi, dan jika ada yang mencari ku bilang saja aku tidak ada"pesan Alisa, dia merasa sangat lelah jiwa maupun raga nya saat ini.


sementara itu Anisa yang sedang bingung dia menghubungi Adriyansah, untuk bertanya apa Alisa, masih bersama nya, tapi Adri,bilang Alisa sudah pulang.


Anisa, sangat kebingungan hingga dia berkali-kali mencoba menghubungi Alisa , hingga notifikasi pesan masuk dari Alisa.


✉️"aku di mension mommy, kamu jangan khawatir, aku hanya sedang ingin sendiri mungkin aku akan kembali setelah semua nya lebih baik, tolong buatkan izin untuk satu Minggu kedepan"ujar Alisa.


✉️"kenapa tidak pulang saja,di sini juga hanya kita berdua"ucap Anisa.


✉️"aku sedang tak ingin bertemu dengan siapapun, saat ini kumohon mengertilah"jawab Alisa.


✉️"baiklah asal kamu baik-baik saja"Anisa.


✉️"aku baik-baik saja, hanya ingin menyendiri"Alisa.


setelah dipastikan saudara kembar nya itu baik-baik saja akhirnya Anisa, bisa istirahat dengan tenang.


Alisa,mem belokir no Adri, dia tidak ingin berhubungan dengan nya sampai Adri, benar-benar bisa mencintai nya, bukan karena dendam atau pun keterpaksaan, karena yang Alisa ,tau Adri, masih mencintai mendiang kekasih nya itu.


Adri, sedang sangat gundah saat ini dia pun langsung bergegas menuju tempat yang biasa dia kunjungi bersama dengan Kasandra, yang kini sudah tiada, tapi dimana pun dia berdiri saat ini hanya bayangan Alisa, yang melintas di benak nya, ciuman tadi adalah ciuman pertama mereka selama beberapa bulan ini bersama.


"Alisa, aku mencintaimu mungkin awalnya aku hanya ingin membalas dendam atas rasa sakit Kasandra, dengan pesan itu, tapi aku tidak bisa pungkiri, kamu bisa mengalihkan pikiran ku, saat aku bersama dengan mu, aku bisa melupakan dia walaupun hanya sekejap, kamu mampu membuat ku tersenyum, kamu juga berhasil membuat ku merasa sepi saat kamu tak berada di samping ku, apa aku keliru tentang rasa ini aku sedih saat melihat kamu menangis aku bahagia saat melihat wajah merona mu karena malu, apa ini benar-benar cinta"ucap nya lirih.


Adri, berusaha menghubungi Alisa,tapi sayang no nya sudah di blokir saat ini Adri, pun pergi ke mension Alisa, tapi hanya Anisa, yang ada di sana bahkan Anisa , bilang dia belum pulang sedari siang dan sampai sekarang belum menghubungi nya, Adri, pun berkeliling tempat yang biasa Alisa,datangi tapi tidak ada Adri , sempat putus asa, saat ini dia pun kembali ke rumah nya karena mommy, nya menghubungi nya.


satu Minggu berlalu, sampai saat ini Adri, belum juga bertemu dengan Alisa, hingga dia mendapat kabar Alisa,di rawat di rumah sakit saat ini dia langsung bergegas menuju rumah sakit tersebut.


sesampainya di sana, dia melihat Alisa, terbaring tak berdaya, ditemani mommy, dan Daddy nya, saat ini Alisa, bahkan memalingkan wajahnya dari Adri, saat ini karena dia rasa percuma saja bertemu dengan pria yang tidak bisa di percaya.

__ADS_1


"uncle, aunty,maaf Adri baru bisa datang"ucap Adriyansah.


"tidak apa-apa duduk lah"ucap Soraya tersenyum ramah.


"Alisa, bagaimana keadaan mu heumm... maafkan aku "ucap Adri,sambil menggenggam tangan Alisa, tiba-tiba Alisa menangis.


"momm... sakit' hiks hiks hiks,momm"Alisa menangis .


"sayang,sabar ya sebentar lagi dokternya datang"ucap Soraya.


"aunty, Alisa,sakit apa??"tanya Adri.


"dia terkena radang lambung, beberapa hari ini dia tidak makan dan istirahat dengan baik, pelayan bilang dia mengurung diri di kamar nya, sudah satu Minggu dia tinggal di mension aunty"jawab soraya.


Adri, semakin merasa bersalah,biar bagaimanapun Alisa , saat ini sakit karena dia ya Alisa, memang terlalu banyak pikiran semejak pulang dari apartemen nya.


"sayang maafkan aku, mana yang sakit heummm"ucap Adri, lembut.


"tinggalkan aku sendiri kak, aku mohon "ucap Alisa,sambil meringis kesakitan, Aditya langsung menemui dokter bersama Soraya, sementara Adri, masih setia menggenggam tangan Alisa.


"sayang aku salah, aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kita berpisah, kamu tau aku mencari mu kemana-mana sudah seperti orang gila"ucap Adri,sambil mencium puncak kepala Alisa.


"kak, aku butuh waktu sendiri"ujar Alisa.


"tidak cukup kah selama satu Minggu ini kamu menjauhi ku hingga akibat nya seperti ini, kenapa, apa kamu begitu benci terhadap ku heuhhhh, Alisa, aku benar-benar mencintai mu, aku tidak main-main dengan perasaan ku ini"ujar Adri,sambil memeluk erat tubuh Alisa.


"kak, sakit hiks hiks hiks"ujar Alisa kembali menangis, jangan kan radang lambung sekali di gigit nyamuk pun dia selalu menangis, Adri, mengerti wanita nya terlalu lembut.


"sabar ya sayang dokter pasti segera datang, aku janji setelah kamu sembuh, aku akan membawa mu ketempat yang indah, kita akan berlibur"ujar Adri.


benar, saja seorang dokter pria datang dan langsung mendekat ke arah Alisa, yang sedang meringis kesakitan, saat ini Adri, sebenarnya sangat merasa kesal, saat melihat dokter tampan tersebut, menyentuh tangan Alisa, dan memeriksa, bagian yang terasa sakit.


"tiga hari dokter"ucap Alisa.


"heumm, kenapa baru datang kemari, seperti nya, sudah sangat parah, tapi tidak usah cemas masih bisa di atasi dengan minum obat secara teratur dan di usahakan hanya mengkonsumsi bubur, selama pengobatan, Alisa, juga harus dirawat inap, selama beberapa hari kedepan untuk melihat perkembangan nya"ujar dokter tersebut sambil tersenyum manis ke arah Alisa.


"terimakasih dokter"ucap Aditya.


"sama-sama, Uncle"ucap dokter tersebut, dia adalah sepupu jauh Alisa, tapi hanya Aditya, yang kenal dengan nya, Alisa tidak.


"kak, kamu pasti lelah pulang lah aku ada mommy yang jaga"ucap Alisa.


"aku akan pulang dulu nanti malam aku kembali, dan aku yang akan menjaga mu"ujar Adri, tidak mau kalah.


sementara itu soraya dan Aditya, hanya tersenyum melihat sikap Adri, yang mulai posesif.


"Alisa, mommy mau belikan bubur dulu kamu di temani Daddy,dulu Ok sayang"ujar soraya.


"iya momm, tapi bubur nya bubur yang komplit pake sambel ya momm"ucap Alisa.


"tidak sayang, kamu itu, sedang sakit jangan keras kepala"ucap Aditya.


"tapi Daddy, bubur nya pasti tidak enak dan aku pasti muntah"ujar Alisa.


🌹💖💖💖🌹


satu Minggu berlalu selama itu juga Adri,setia menemani Alisa,dikala malam tiba sepulang dari kantor atau pun mengajar Adri, selalu mbawa bubur untuk makan malam Alisa, dengan Adri, dia tidak pernah protes,meski rasa bubur itu terasa hambar, tapi Alisa, selalu berhasil menghabiskan nya, berbeda ketika di suapi oleh Soraya atau Aditya atau pun yang lainnya, dia pasti merengek minta tambahan lainnya.

__ADS_1


sekarang Alisa, sudah di perbolehkan pulang, tapi dia masih harus makan bubur, selama mengkonsumsi obat dan vitamin tersebut, hingga Ardi dan Ardan bergantian membujuk nya untuk makan dan menyuapi dengan banyak iming-iming yang mereka katakan setelah sembuh nanti Alisa, akan jadi milyarder, karena tidak jarang kakak nya menawarkan barang bagus atau mobil dan uang pada Alisa, bayangkan saja seratus juta bahkan lebih dari setiap orang kakak, yang ada lima orang belum lagi mobil dan tas branded, Alisa pun hanya mengiyakan jika mereka berjanji dan menyuapi nya dengan bubur, bagaimana Alisa, bisa bersikap dewasa, jika seluruh keluarga memanjakan nya terus menerus, tapi ada Adri yang berjuang seorang diri, yang ingin merubah sikap Alisa saat ini.


"sayang, kamu itu harus sembuh kalau mau pergi berlibur"ujar Adri.


"kak, aku mau ganti menu aku gak mau makan kalau makan bubur terus , rasanya pengen muntah"ucap Alisa.


"Alisa, ikuti apa saran dokter,biar bisa kembali pulih, setelah sehat betul kamu bisa minta makanan apa saja,kalau perlu aku yang akan memasak untuk mu"ucap Adri, sambil mengelus puncak kepala Alisa.


"Alisa bersandar di dada ****** bidang Adri, saat ini dia sedang menikmati mentari senja di taman belakang, Adri, yang baru pulang kerja setelah bersih-bersih dia langsung pergi menemui Alisa, sesekali Adri, mencium puncak kepala Alisa, dengan sayang , tanpa mereka berdua sadari seluruh anggota keluarga sedang memperhatikan mereka.


"duh saking asyiknya lupa sama yang lain emang ya kalau lagi jatuh cinta dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak"ujar Ardi,sambil terbahak bahak.


"kakak,ini syirik aja, makanya cari pacar"ujar Alisa, yang semakin mempererat pelukannya pada Adri, dan Adri, hanya tersenyum santai.


"Alisa, mommy bilang dokter Zayn, akan datang untuk makan malam"ucap Ardi.


"heumm, biarin aja toh, aku gak ikut makan bareng kalian aku hanya makan bubur bukan,ya terkecuali kalau kalian semua mau makan bubur seperti punya ku"ujar Alisa.


"ihhh...ogah"ucap sang kakak, sambil berjalan meninggalkan taman.


"aku yang akan menemani mu makan bubur itu sayang , jika perlu sampai keadaan mu benar-benar pulih"ujar Adri.


"tidak perlu kak, jangan berkorban terlalu banyak, aku takut, suatu saat kamu akan menyesal"ucap Alisa,sambil menunduk.


"apa yang aku sesali, aku mencintaimu dan aku sangat sayang pada mu, tidak ada alasan untuk ku menyesali hal itu yang ada aku bahagia bisa bersama dengan mu"ucap Adri, sambil mengecup bibir Alisa , sekilas.


"terimakasih kak"ucap Alisa,sambil tersenyum manis ke arah Adri.


satu bulan berlalu,kini Alisa, sudah mulai bisa makan seperti biasa nya hanya saja Soraya, tetap mewanti-wanti agar Alisa tidak sembarangan makan dan gizi lebih di perhatikan,satu bulan juga Adriyansah, tidak mengunjungi nya, karena ada bisnis luar yang tidak bisa di tunda, Alisa hanya bisa pasrah bahkan Adri,sama sekali tidak pernah menghubungi nya,baik itu pesan singkat ataupun sekedar telpon, Adri, seperti hilang di telan bumi, tidak hanya satu bulan bahkan sampai satu tahun berlalu Alisa, sudah mencoba mencari keberadaan nya namun tidak juga menemukan titik temu.alisa hanya pasrah mungkin Adri, sudah membuang nya itu pikiran Alisa.


dua tahun berlalu Alisa, sudah dua tahun hidup dalam kesendirian tanpa cinta, hanya ada semangat belajar dan mengejar cita-cita nya saat ini hingga di Minggu,pagi Alisa, yang sedang berjalan-jalan di sebuah taman kota, dia melihat pria yang selama ini dia rindukan, tengah bergandengan tangan dengan wanita yang dulu ia lihat foto nya di apartemen yang di katakan mati bunuh diri, ditambah lagi dengan seorang anak kecil yang bergelayut manja di leher, Adriyansah, memanggil nya Daddy.


derai air mata, Alisa, tidak tertahankan lagi saat ini tepat di hadapan nya, pasangan itu nampak tersenyum bahagia, Alisa, mencoba berbalik melangkahkan kakinya, ingin segera pergi dari tempat tersebut, tapi seketika pandangan nya kabur hingga dia ambruk di atas rumput taman nan hijau, Alisa pingsan, semua orang yang melihat nya, langsung menolong nya, kebetulan Ardan, sedang lewat di sana dan dia langsung meminta orang yang sedang membawa adiknya untuk membawa dia masuk ke dalam mobil nya saat itu juga.


sementara itu Adri, tidak bergeming di tempat matanya masih menatap wanita yang dulu sempat mengisi kekosongan nya.


"Daddy, aku mau eskrim"ujar putri nya menyadarkan nya dari lamunan.


"owh baik'lah sayang"ujar Adri, sementara Kasandra, masih sibuk dengan handphone nya.


Adri pun membelikan eskrim, untuk putri nya itu.


sebenarnya Kasandra, tidak meninggal, saat itu dia hanya terbaring lemah karena racun yang ia minum beruntung kandungan nya tidak kenapa-napa, dan alasan Kasandra,bunuh diri adalah dia begitu takut keluarga nya, murka dengan kehamilan nya itu hubungan bebas yang selalu terjadi dengan Adri, selama itu membuahkan hasil , dan tanpa sepengetahuan Adri, keluarga nya membawa Kasandra,jauh dari nya Kasandra,di kabarkan mati bunuh diri saat itu hingga membuat Adri, jadi sosok pria dingin, hingga dua tahun belakangan Adri, bertemu dengan Kasandra, yang tengah membawa bayi berjalan-jalan di sebuah taman dekat kafe tempat ia melakukan meeting bersama dengan klien nya saat itu.


akhirnya, Kasandra, dan Adri, pun memutuskan untuk menikah, dan membesarkan putri mereka, tanpa pikir panjang, saat itu juga Adri, mengambil keputusan, karena, sebuah pertimbangan dia tidak ingin putri nya tumbuh tanpa seorang Ayah, walaupun cinta nya pada Kasandra, saat itu tidak sebesar dulu.


Alisa,kini tengah berada di rumah sakit dia terpaksa harus di rawat sampai dia sadar kan diri, karena hingga saat ini dia seperti enggan untuk bangun.


Ardi dan Ardan, saat ini tengah duduk menunggu adiknya itu karena Soraya,masih berada di Singapura, untuk menemani Aditya, melakukan perjalanan bisnis.


"kak, bagaimana keadaan Alisa"tanya Anisa, yang juga baru kembali dari full house.


"dia belum sadar juga, entah lah apa penyebab nya"ujar Ardi


mereka bertiga pun duduk di sofa yang sama,sambil sesekali melirik ke arah Alisa yang masih terbaring tak sadarkan diri.


"kak, Elena, kemarin bilang istri pertama kak, Wiliam meninggal akibat kecelakaan, setelah dua tahun Elena,menanti dengan sabar dari batas waktu yang di tentukan satu bulan lagi dia akan segera menjemput Elena, aku dan Alisa akan pindah kuliah di sana "ujar Anisa.

__ADS_1


"itu lebih baik, karena kalian juga bisa menemani Elena,disana"ucap Ardan.


"aku hanya ingin Alisa, berusaha move on, dari kak, Adri, karena gosip yang aku dengar baru-baru ini kak, Adri sudah menikah secara diam-diam di Malaysia, dengan kekasih lama nya dan anak mereka sudah berusia tiga tahun saat ini"ucap Anisa lirih dia tidak ingin Alisa mendengar itu semu, padahal tanpa mereka tau Alisa sudah melihat nya.


__ADS_2