Sugar Daddy

Sugar Daddy
#lima tahun kemudian#


__ADS_3

Lima tahun berlalu kini mereka sudah selesai dengan urusan perkuliahan nya, kedua nya, menyandang gelar sarjana muda dengan lulusan terbaik, bahkan dua tahun ini mereka pun, sudah di sibukkan dengan perusahaan milik Daddy nya itu.


sementara itu, Elena, yang memilih untuk jadi seorang pengacara, Edward,sangat mendukung nya,memang sedari awal Edward, membebaskan pilihan putri nya itu.


mereka pun memenuhi janji nya, untuk kembali ke Indonesia, kecuali Edgar, yang memutuskan untuk tetap tinggal di sana sementara waktu karena jadwal pekerjaan nya yang sangat padat, dan satu lagi dia berniat meneruskan studi S3, nya sambil terus mengurus perusahaan milik Edward, yang ada di sana.


sementara itu, Edgardo, lebih memilih mengurus perusahaan milik Daddy nya, yang ada di Indonesia, dia bahkan jadi jendral manajer hotel, milik Edward, dia tidak ingin langsung menjadi CEO, dia ingin mulai karirnya dari awal.


Edgardo,kini bukan Edgardo, tubuh sebagai pria tampan dan gagah, memiliki, tubuh yang atletis, tidak seperti saat SMA, yang memiliki tubuh gemuk, saat ini dia jauh lebih tampan dan lebih berkarisma.


Edgardo, memiliki, kemampuan yang mumpuni dalam berbisnis namun, ia tidak serta Merta haus akan jabatan, salah satu alasan dia memilih, untuk menjadi jenderal manajer hotel adalah, dia ingin fokus dengan kemampuan dan juga hobi nya memasak, sesekali, dia bahkan berbaur dengan koki, yang tengah memasak, dan tak segan mengambil alih pekerjaan, salah seorang dari mereka.


Edward, masih memberikan kelonggaran waktu untuk Edgardo, bersenang-senang, sebelum dia memberikan tanggung jawab yang lebih besar lagi.


ada sebuah kejadian, yang membuat Edgardo, ingin memiliki, seseorang yang akan ia cintai.


pagi itu, saat Edgardo, pergi bekerja, tepat di depan lobi hotel,ada seseorang gadis, yang sedang menangis sambil menyeret koper, dia mendapat penolakan, dari pihak hotel, saat ini karena, tidak memiliki identitas, yang lengkap, sebagai sebuah persyaratan untuk menginap di hotel tersebut.


Edgardo, keluar dari dalam mobil nya, dan seorang pria yang bekerja sebagai, asisten pribadi nya,mengambil alih mobilnya, Edgardo, pun langsung menemui wanita dan dua orang sekuriti, yang hendak menyeret ia keluar.


"ada apa ini?"tanya Edgardo.


"ini tuan muda, Nona,ini ingin menginap di hotel ini tapi dia tidak memiliki kartu identitas apa pun, dan sebagai, pegawai yang mematuhi peraturan kami akan menyuruh nya pergi"ujar sekuriti tersebut.


"tolong tinggalkan kami berdua"ujar Edgardo yang tidak tega melihat, seorang wanita di perlukan semena-mena, dia pun langsung mengajak nya, masuk kedalam ruangan nya saat itu juga, dan semua orang menatap ke arah wanita yang sempat membuat kegaduhan.


"ikut lah dengan ku, dan jangan hiraukan mereka"ujar Edgardo.


"baiklah, terimakasih tuan"ujar gadis yang bernama Senny, itu.


sesampainya di dalam ruangan, Edgardo, mereka pun duduk di sofa yang sama, Edgardo menelpon seseorang untuk membawakan sarapan pagi untuk mereka berdua.


"maaf tuan, sudah merepotkan Anda,saya, sudah akan membayar,biyaya penginapan, dan semua nya, menolak ku, karena tidak membawa identitas"ujar Senny.


"heumm, begini nona,di sini memang menerapkan, peraturan itu untuk mengantisipasi hal yang tidak terduga dan lain sebagainya, mungkin di hotel lain juga akan sama,memang nya kenapa anda tidak membawa identitas anda saat ini??"ujar Edgardo.


"aku minggat dari rumah, dan aku lupa membawa, dompet ku dan aku hanya berhasil membawa uang tunai, dari rumah tidak membawa, identitas lainnya, karena takut ketahuan, aku tidak ingin menikah muda,aku masih ingin menjalani kehidupan bebasku, tapi ayah, memaksa aku untuk menikah dengan anak rekan bisnisnya, dan aku tidak ingin menikah tanpa cinta"ujar Senny.


"baiklah, aku akan membuat pengecualian, untuk mu, sekarang isi identitas,mu di sini, setelah itu aku yang akan mengurus izin menginap mu"ujar Edgardo.


"baiklah"ujar Senny.


dia mengisi daftar di kertas kosong itu, identitas diri nya.


Nama: Senny Wiratmaja


Usia:24 tahun


Alamat: jalan xxxx


Agama: Islam


Tempat tgl lahir: Jakarta 01-05-1996


dan lain sebagainya, saat itu juga Edgardo, tersenyum, dia sebenarnya tidak memerlukan hal itu, untuk menolong wanita tersebut, tapi dia hanya ingin mengenal nya lebih jauh, jujur, Edgardo, terpana saat pertama kali melihat wanita cantik tersebut.


Edgardo, pun langsung meminta, seseorang untuk langsung meminta seseorang menyiapkan kamar bersebelahan dengan kamar miliknya, yang kadang dia tempati selagi malas bekerja.


"makan lah, sarapan mu, sebentar lagi, akan ada orang yang mengantar mu untuk ke kamar mu, dan jangan pikirkan hal lain nya soal pembayaran nanti, setelah kamu cek out "ujar Edgardo.


"terimakasih atas bantuan anda"ujar Senny.


kini Edgardo pun , memulai pekerjaan nya, dengan sangat serius, walaupun sesekali, dia curi-curi pandang terhadap Senny, saat ini Edgardo, memasukkan data diri Senny,ke dalam laptop nya, hanya untuk menyimpan nya saja agar dia tidak lupa namanya.


setelah selesai sarapan, Senny, pun duduk dengan tenang nya dia bahkan tidak membawa ponsel nya sama sekali.


"Tuan, boleh aku bertanya, apa ada konter handphone,di dekat hotel ini, aku sangat membutuhkan itu"ujar Senny.


"aku kurang tau, tapi aku akan menanyakan kepada asisten ku , sebentar lagi"ujar Edgardo.


"heumm"ujar Senny, hanya berdehem.


sementara Edgardo, langsung mengirim asisten nya itu pesan, untuk membelikan handphone, untuk seorang perempuan, yang kini berada di hadapan nya.


setelah lima belas menit, akhirnya seorang pegawai wanita datang dengan mengetuk pintu terlebih dahulu, dan mengajak Senny untuk mengikuti nya.


Edgardo, hanya tersenyum saat melihat Senny, pergi menuju kamar nya.


setelah satu jam akhirnya,sang asisten datang ke ruangan tersebut dan langsung memberikan paper bag, berisi ponsel keluaran terbaru, yang di pesan oleh Edgardo, saat itu juga.

__ADS_1


"kau sungguh paham, dengan kebutuhan wanita"ujar Edgardo.


"saya, sempat di buat bingung tapi akhirnya, saya di bantu oleh adik saya untuk mencari pilihan yang tepat"ujar Yogi,sang asisten.


"bagus lah, Tolong, berikan uang tips, untuk adikmu itu"ujar Edgardo.


"baiklah tuan"ujar Yogi,sambil berlalu pergi.


Edgardo, membuka ponsel tersebut dan mengetik sesuatu di ponsel tersebut,yaitu no telepon nya, yang di beri nama malaikat penolong, sungguh menggelikan, jika di ingat Edgardo, sendiri menamai diri nya seperti itu.


dua jam berlalu, setelah berkutat dengan pekerjaan nya, Edgardo, berniat untuk memberikan ponsel tersebut.


Edgardo pun memasuki lift khusus, untuk dirinya, dan pergi ke lantai teratas, menuju kamar yang di tempati oleh Senny, saat itu juga.


sesampainya di sana dia langsung memijit bel pintu, untuk memberitahu kedatangan nya.


🌹💖💖💖🌹


setelah beberapa menit, akhirnya wanita itu membuka, pintu kamar nya, dan betapa tercengang nya, Edgardo, melihat penampilan wanita itu, yang masih mengenakan bathroob, dan dengan lilitan handuk di kepala nya, Edgardo, sempat menelan Saliva nya, dengan susah payah, dan langsung berusaha menetralkan pikiran nya.


"maaf, aku kesini hanya untuk , mengantar kan barang yang kau butuhkan"ujar Edgardo.


"terimakasih"ucap Senny,sambil mempersilahkan Edgardo, masuk walaupun dia sendiri, sedikit canggung.


Edgardo, pun duduk, dan menatap ke sekeliling ruangan saat ini, dia tidak ingin memandang, wajah Senny.


"tolong, tunggu dulu sebentar tuan"ujar Senny,sambil kembali memasuki kamar mandi, rupanya dia hendak menggunakan pakaian nya, yang sempat tertunda, karena bunyi bel pintu tersebut.


Edgardo, hanya mengangguk, dan langsung menghindarkan, tatapan nya saat itu juga,ada rasa yang tidak bisa ia ungkapkan saat ini, perasaan yang sangat berkecamuk dan begitu membuat nya tersiksa, sebagai pria, normal, dia merasa tidak tahan, dengan penglihatan nya itu, dan aneh nya hanya pada Senny, dan selama ini sekalipun dia di goda oleh berbagai macam jenis karater wanita dia tidak pernah tertarik, seperti saat ini.


Edgardo, yang masih anteng dengan lamunan nya, dia tidak sadar, saat Senny, memanggil nya hingga wanita itu,kini menggoyangkan tangan Edgardo.


"tuan,maaf saya mengganggu anda"ujar Senny.


"ehh... maaf aku sedang kurang fokus"ujar Edgardo.


"tidak masalah"ujar Senny.


"berapa?? harga ponsel ini"ujar Senny.


"aku tidak tau asisten ku yang membelikan nya, dan itu bisa kamu bayar, saat kamu keluar dari hotel ini"ujar Edgardo, dia berbohong, agar Senny, tidak terbebani saat ini.


"di sana sudah ada nomor ponsel ku, jika kamu butuh sesuatu,maaf membuka nya terlebih dahulu,sambil memastikan apakah ponsel itu bagus dan tidak nya"ucap Edgardo.


"baiklah tuan terimakasih"ujar Senny


"Oya, kamarku ada di sebelah jika kamu butuh sesuatu, aku akan menginap satu Minggu tiga kali, jika ada rapat penting yang sangat memakan waktu"ujar Edgardo.


"owh baiklah "ucap Senny singkat.


Edgardo, pun pamit, dari kamar Senny, saat ini dia langsung masuk ke dalam kamar pribadi nya, dan langsung merebahkan diri,sambil bermain game.


Edgardo, pun terlelap, dengan sendirinya, hingga jam makan siang nya terlewat saat ini, dan dia bangun di sore hari, setelah perut keroncongan.


saat itu dia keluar, dan langsung menuju lantai bawah untuk makan, Edgardo, bukan bos, yang suka membuat repot , pegawai nya.


saat dia akan duduk, tiba-tiba, seseorang membisikkan sesuatu pada Edward, dia adalah asiten nya, yang memberitahu bahwa Senny,di jemput paksa oleh, orang-orang kepercayaan ayah nya, saat itu juga dan dia juga tidak sempat membawa barang nya kecuali handphone yang di pegang nya, saat itu.


Edgardo, begitu kaget, dan langsung bergegas menuju kamar, Senny saat ini Edgardo, pun langsung masuk ke dalam kamar tersebut, dilihat nya, barang bawaan Senny, masih utuh di dalam sana, termasuk uang kes yang di bawa oleh nya.uang tersebut sebesar lima puluh juta, Edgardo langsung mengamankan barang milik Senny, dan di simpan rapih di dalam kamar milik nya, saat itu juga.


Edgardo, langsung turun ke bawah untuk makan siang yang sudah terlewat walaupun dia merasa tidak tenang.


setelah selesai makan, Edgardo, pun langsung bergegas menuju kamar nya lagi, dia masih penasaran, apa yang terjadi dengan Senny, saat ini.


Edgardo, mencoba mengirim pesan, dan pesan itu pun berhasil terkirim dan langsung di balas.


Edgardo: Nona, Senny apa kamu baik-baik saja?"


Senny: bagaimana aku, baik-baik saja aku saat ini terkurung di kamar ku sendiri dan ayah,ku sedang mempersiapkan pernikahan ku, tolong aku"


Edgardo: tapi bagaimana cara nya, aku bisa menolong mu?"


Senny: datang dan temui Ayah,ku dan katakan pada nya bahwa kamu adalah kekasih ku dan bilang bahwa aku sedang mengandung anak mu"ujar Senny.


Edgardo: apa tidak ada cara lain untuk jalan keluar nya?"


Senny: tidak ada lagi, hanya saja jika kamu tidak bisa, aku akupun menyerah , aku tau tidak akan ada yang mau menolong ku, maafkan aku sudah membuat mu repot"


Edgardo:

__ADS_1


jangan pesimis, seperti itu kamu bisa mengulur waktu,agar aku bisa berpikir"


Senny:


tidak , lebih baik aku mati saja saat ini juga, itu mungkin jalan terbaik, saat ini aku tidak bisa berpikir jernih lagi, sudah berkali-kali, aku kabur, tapi Ayah, selalu menemukan ku, saat ini jika, tidak ada yang bisa menolong ku, maka jalan satu-satunya, adalah itu, aku akan bunuh diri"


Edgardo:


jangan pernah bertindak bodoh, baiklah-baiklah, aku akan segera kesana, dan langsung bicara dengan ayah mu, apa pun resikonya,asal kan kau, tidak melakukan hal bodoh yang kau ucapkan"


Senny:


"terimakasih, tapi berhati-hati lah, Ayah ku adalah orang yang kejam, jika dia tau kekuasaan orang tersebut berada di bawah nya, dia tidak segan untuk menghabisi lawan nya"


Edgardo:


"Aku, akan mencoba nya, semoga berhasil"


percakapan mereka pun terputus, Edgardo, saat itu juga langsung berpikir untuk meminta bantuan sang Ayah, saat ini dia langsung meminta ayahnya datang ke hotel saat itu juga.


dan yang di tunggu-tunggu pun datang, Edward,kini sudah berada di dalam ruangan Edgardo,si bungsu.


"apa, yang bisa Daddy,bantu sayang"ujar pria paruh baya tersebut.


"Daddy, aku ingin minta bantuan Daddy, untuk menyelamatkan seorang wanita, yang sangat membutuhkan pertolongan, saat ini dia hendak di jodohkan dengan pria pilihan, Ayah nya,tau gadis itu menolak dia meminta bantuan dari ku, tapi menurut nya, dia harus di hadapi oleh orang, yang memiliki kekuasaan tinggi"ujar Edgardo, yang terlihat sangat bingung.


"lalu, apa hubungan nya dengan mu sayang"tanya Edward.


"aku menyukai nya, Daddy"jawab Edgardo jujur.


"baiklah, tapi Daddy, ada satu syarat, setelah itu kamu harus mengurus perusahaan mu "ujar Edward, sengaja bernegosiasi, dengan sang putra, Edward ingin Edgardo berusaha untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan.


"baiklah Daddy, apa pun itu"ucap Edgardo.


Edward, pun menghubungi seseorang, saat itu mereka pun langsung bergegas menuju ke kediaman Wiratmaja, sesampainya di sana, mereka langsung di periksa dengan sangat ketat, dan kedua nya, mengikuti prosedur tersebut.


setelah sampai di dalam dengan pengawalan ketat, dia langsung duduk di sofa, dan begitu kaget nya, tuan Wiratmaja, dia langsung meminta maaf kepada, Edward, yang tidak lain adalah rekan bisnis terbesar nya itu.


"Tuan, Edward...ma maafkan ketidak sopanan mereka semua"ujarnya sedikit tergagap.


"heumm, tidak masalah"ujar Edward, yang kini masih duduk dengan tenang.


"sekali lagi saya minta maaf, oya tuan saya merasa heran,ada tujuan apa anda tiba-tiba berkunjung ke rumah saya"ucap Wiratmaja.


"aku akan langsung ke intinya, saja, begini putra bungsu ku ini mencintai putri anda, dan kedatangan saya kemari untuk membicarakan hal itu"ujar Edward.


saat Edward, sedang bicara tiba-tiba,ada seseorang masuk yaitu Aditya, dan beberapa pengawal nya.


"tuan Aditya, Anda juga datang"ujar Wiratmaja.


"Daddy, Daddy juga di sini,"ucap Edgardo, dan dia langsung memeluk Aditya, mereka memang belum sempat bertemu karena Aditya dan soraya berada di Hongkong, saat Edgardo pulang.


"Hay, boy apa kabarmu sayang??"ujar Aditya.


"kabar ku baik Daddy, aku rindu kalian"jawab Edgardo.


tuan Wiratmaja, pun kebingungan saat ini, siapa sebenarnya ayah pemuda itu.


"tuan Wiratmaja, perkenalkan dia adalah putra kedua ku "ujar Aditya,tuan Wiratmaja pun, hanya bisa tersenyum saat ini, padahal di hatinya begitu merasa bingung, tapi kedua ayah pemuda ini adalah orang paling berpengaruh di dunia bisnis.


"paman apa boleh aku menemui, Senny, dan mengajak nya pergi"ujar Edgardo,to the points


"tentu saja boleh"ujar tuan Wiratmaja, dan langsung memerintahkan anak buahnya agar membawa, Senny, kehadapan mereka, tapi ada satu hal yang sangat mengejutkan mereka, saat ini pengawal berlarian membawa Nona muda nya, yang bersimbah darah, seperti nya gadis itu benar-benar membuktikan bahwa dia akan bunuh diri, semua orang panik dan langsung membawa nya kerumah sakit terdekat Senny, yang sudah memotong urat nadi nya, saat ini terkulai tidak berdaya, dan Edgardo, begitu frustasi, saat ini dia sangat sedih jika sampai hal yang tidak di inginkan terjadi.


"Daddy, tolong selamatkan dia"ujar Edgardo, yang kebingungan.


"sabar sayang, semua sedang bekerja untuk menyelamatkan nyawa nya"ujar Edgardo, dan Aditya, pun merangkul bahu putra sambung nya tersebut.


setelah beberapa jam di ruang operasi akhirnya operasi berhasil, walaupun keadaan Senny, masih sangat keritis, Edgardo, melihat tuan Wiratmaja, dengan kebencian yang mendalam, dia tidak menyangka bahwa ada orang tua yang tega memaksakan kehendak nya pada putri nya itu.


dua hari kemudian, Edgardo, kembali datang untuk menemui, wanita yang saat ini mampu memporak porandakan hatinya, meski baru pertama kali mengenal nya.


Edgardo, masuk keruang ICU, saat itu dan duduk di samping Senny.


"sudah kukatakan, jangan bertindak hal bodoh, karena, aku akan selalu ada untuk menolong mu, tapi kenapa kamu lakukan itu heuhhhhh, apa aku terlihat tidak meyakinkan"ujar Edgardo,sambil menggenggam tangan Senny.


tiba-tiba,jari telunjuk Senny, bergerak saat itu juga, dan Edgardo, kaget dan langsung memijit tombol darurat di samping ranjang tersebut dan tidak lama dokter pun datang di ikuti oleh beberapa orang perawat.


Senny, langsung membuka mata saat itu, dan Edgardo, masih setia menunggu nya,sambil tersenyum manis ke arah Senny.

__ADS_1


Senny, pun sudah di nyatakan sehat dan di pindah ke ruang rawat inap, untuk pemulihan,atas permintaan Edgardo, dan tuan Wiratmaja hanya bisa pasrah, karena jika dia menolak keinginan Edgardo, Edward dan juga Aditya , akan memutuskan kerjasama di antara mereka.


__ADS_2