
Setelah Alisa, pindah ruangan, David, langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, bersamaan dengan kedatangan Edgardo, David, memberikan kesempatan untuk Edgardo, masuk lebih dulu, sementara dirinya, berjalan menyusuri lorong menuju atap gedung David, berdiri menatap pemandangan kota besar itu.
David, hanya ingin menghirup udara sebanyak-banyak nya saat ini , karena terlalu sakit, hati nya melihat kondisi wanita yang sangat di cintai nya itu.
"Alisa, sayang aku tau kamu begini karena aku, tapi aku mohon jangan lakukan ini lagi, saat nanti aku benar-benar pergi dari sisi mu, sebagai asisten mu, aku tidak akan memaafkan diri ku, sendiri jika kamu menyakiti diri mu sendiri seperti ini lagi "Gumam David.
setelah satu jam lebih David berada di sana dia langsung kembali turun, menuju ruangan Alisa, saat ini.
sesampainya di sana, dia langsung masuk setelah mengetuk pintu lebih dulu, dilihat nya Alisa, sudah sadar dan sedang mengobrol dengan Edgardo, Sambil di suapi bubur oleh kakak nya itu.
"David,titip adikku, ya aku harus segera kembali ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda, mungkin sebentar lagi aku pergi"ucap Edgardo, yang tidak tahu permasalahan di antara mereka.
"Baik tuan tidak usah khawatir,saya akan menjaga Nona Alisa, dengan baik"jawab David.
sementara Alisa hanya mengalihkan pandangannya ke bawah, Edgardo yang melihat itu, dia langsung berucap"Sayang, jangan sedih begitu, kakak, janji setelah selesai akan langsung kesini dengan kakak ipar mu, dan apa kakak, harus beritahu yang lain nya, agar mereka bergantian menjaga mu"ucap Edgardo, Sambil mengelus puncak kepala adiknya itu perlahan.
"Tidak usah kak, aku bisa sendiri mereka sedang sangat sibuk, aku tidak ingin merepotkan, jangan sampai mommy tau nanti dia khawatir"ujar Alisa.
"Baik lah kalau begitu, tuan putri ku, harus semangat mana senyum nya, ucap Edgardo, yang kini mengecup puncak kepala Alisa.
Alisa, pun tersenyum, ke arah kakak, nya.
Alisa masih dalam posisi berbaring dengan posisi menyamping karena kepala bagian belakang yang mengalami luka akibat benturan beruntung tidak gegar otak.
setelah kepergian Edgardo, Alisa langsung memejamkan mata nya saat ini dia tidak ingin melihat tatapan David, yang sulit untuk di artikan sedang menatap ke arah nya.
"Kenapa kamu lakukan ini semua??"ucap David.
tidak ada jawaban dari wanita itu dia tetap berpura-pura tidur.
"Alisa, aku tau kamu mendengar kan aku bicara, jawab lah dan jangan pura-pura tidak mendengar nya,atau aku tidak akan menepati janji ku, aku akan segera pergi dari perusahaan"ucap David.
"Pergilah.... jika kamu ingin pergi aku tidak akan menahan mu lagi mungkin itu lebih baik bagi mu, aku tidak ingin lagi membebani siapapun lagi mulai saat ini, aku akan berjuang sendiri, sebelum aku tiada nanti"ucap Alisa.
"Itu bukan jawaban dari pertanyaan ku"ucap David.
"Sudah lah David, aku lelah, aku ingin istirahat sebaiknya kamu pulang saja, aku bisa sendiri di sini lagian,ada suster yang akan membantu ku" ucap Alisa.
"Alisa, please jangan lakukan ini lagi, jika kamu membenci ku, aku ingin kamu jujur, jika kamu marah kamu bisa memukul ku hingga puas tapi aku mohon satu hal jangan menyakiti diri mu sendiri seperti ini lagi, karena jika itu terjadi lagi aku tidak akan pernah memaafkan diri ku sendiri"ujar David.
"David, kamu salah paham aku, begini bukan karena dirimu, aku hanya kecapean saja"ucap Alisa.
"owh, jadi dua belas tahun lalu pun kamu kecapean hingga, sakit yang sama terjadi"ucap David, yang langsung membuat Alisa terdiam.
"Alisa katakan jika kamu benar-benar membenci ku, pukul aku jika memang kamu marah"ucap David.
"Aku tidak membenci mu, hanya sakit"jawab Alisa, Sambil berbalik membelakangi David, saat ini.
"Maaf kan aku, sayang aku tak ingin semua ini terjadi"ucap David, yang langsung di hentikan oleh Alisa.
"Besok aku tidak masuk kantor, jika kamu ingin pergi titipkan saja surat pengunduran diri mu pada Lia, aku akan transfer,gaji dan tunjangan mu besok, dan sebagai tanda terimakasih ku akan aku kirim kado pernikahan yang belum sempat aku berikan nanti lewat asisten ku"ujar Alisa, yang kini masih membelakangi David.
"Sayang, sudah cukup!!! aku mohon hentikan, kamu menyakiti diri mu sendiri, apa kau sadar itu"ucap David, yang kini menggenggam tangan Alisa,erat"aku tidak minta itu semua aku hanya minta jangan sakiti dirimu sendiri, itu sudah lebih dari cukup,soal uang aku sudah terbiasa hidup susah jadi sekalipun aku tidak memiliki nya, itu bukan masalah besar tapi tapi aku takut tidak bisa membahagiakan mu, itulah kenapa, sedari dulu aku menekan rasa ini"ujar David.
"David, aku tidak ingin mendengar alasan konyol mu lagi, sudah cukup, apa kamu tau rasanya sangat sakit mencintai orang yang sudah bukan milik kita lagi, jadi tolong hentikan, dan silahkan putuskan sendiri,mau lanjut bekerja atau tidak, jika kamu ragu melanjutkan nya hanya karena tidak ingin melihat ku, aku bisa pindah ke London agar kamu tidak melihat ku lagi"ucap Alisa.
"London, ya aku tau, alasan terbesar nya adalah dia, baik'lah Nona, Alisa, selamat berbahagia"ucap David, yang kini beranjak pergi.
"Kamu salah paham David, aku tidak pernah ingin kembali bersama nya, aku hanya, tidak ingin Daddy,sedih melihat perusahaan nya hancur gara-gara aku, jujur aku tanpa mu bukan apa-apa, aku masih tidak bisa mengurus itu sendiri, tanpa mu, asisten kepercayaan Daddy, aku bahkan tidak percaya pada orang lain, itulah kenapa aku meminta mu tetap bekerja, meski kita tak lagi ada ikatan apa-apa"ucap Alisa, sambil berderai air mata.
"Tidak, Alisa kamu hanya meras kurang percaya diri, kamu bisa mengurus nya, sendiri ada atau tidak adanya aku"ucap David.
"Ya... aku mungkin mampu mengurus perusahaan itu sendiri, tapi aku tidak mampu hidup tanpa mu di sisiku"lirihnya.
Tapi, sayang David, keburu pergi, dia bukan pergi untuk selamanya tapi David, sedang menghindar dari rasa kesalnya saat ini, London, adalah kenangan terindah dan sekaligus terburuk bagi nya, saat ini.
"kenapa??.... kenapa jadi begini ya tuhan, aku harus bagaimana, menjalani ini semu di satu sisi ada ayah dan ibu ku,di sisi lain,ada wanita yang sangat terluka karena perbuatan ku , dan karena aku sangat menghidarinya, aku justru malah melukai nya"gumam David, yang kini tengah berada di depan kamar Alisa.
sementara Alisa, mencoba memejamkan mata nya, karena sudah hampir pagi, dia belum istirahat sama sekali.
__ADS_1
🌹💖💖💖🌹
ke esokan pagi nya Alisa, masih belum bangun juga, David, yang telah rapi dengan stelan jas nya, dia sudah siap untuk pergi ke kantor setelah sebelumnya ia kembali ke apartemen nya untuk membersihkan diri.
"Sayang kamu belum bangun, kamu pasti sangat lelah, aku pergi ke kantor dulu, jangan lupa makan bubur nya"tulis David,di secarik kertas,ia taruh di atas paper bag.
David, pergi karena harus meng hendel pekerjaan Alisa, saat ini, David memutuskan untuk tetap bekerja dan kembali memperbaiki hubungan nya dengan Alisa, saat ini rasanya berat meninggalkan Alisa sendiri, tapi dia harus bekerja untuk menggantikan posisi Alisa saat ini.
setelah ia memikirkan perkataan Alisa, semalam.
saat ini dia tengah berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk di meja Alisa, dia juga menggantikan Alisa, meeting, seperti biasanya saat Alisa tidak ada, di kantor, David,kini bekerja keras untuk wanita yang sangat di cintai nya itu.
setelah jam makan siang tiba, David, datang ke rumah sakit, untuk melihat keadaan wanita itu, Sambil memberikan berkas yang harus di tandatangani oleh Alisa.
David, masuk tanpa mengetuk pintu, dia melihat Alisa, tidak ada di ruangan itu tapi dia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, David, sedikit lega.
tidak lama kamar mandi pun terbuka, Alisa keluar sambil membawa botol infus di tangan nya, David, yang melihat itu dia langsung mengangkat tubuh Alisa, dan membawa nya ke ranjang tersebut.
"Sayang, kenapa ?kamu tidak minta bantuan suster, bagaimana?? kalau kamu jatuh"ucap David, khawatir.
"Aku tidak ingin merepotkan orang lain"ucap Alisa.
"Sayang, kamu itu, sedang sakit"ucap David.
"Aku sudah tidak apa-apa, aku bisa sendiri"ucap Alisa, kekeuh.
"ya, sudah apa kamu sudah makan siang,ini aku bawa kan bubur yang lumayan enak mungkin kamu akan suka"ujar David, lagi.
"David, aku bisa minta tolong tidak"ucap Alisa, yang kini menatap lekat wajah tampan itu.
"Apa sayang"ucap David, yang masih tetap dengan panggilan nya.
"Tolong, jangan lakukan ini, karena rasa kasihan mu pada ku, aku mohon jangan pernah berikan harapan itu lagi, aku tidak ingin merusak apa yang sudah kamu pilih"ucap Alisa.
"kamu bicara apa sih Alisa, sayang, aku lakukan itu karena aku sangat mencintaimu, aku sudah putuskan untuk"ucapan David, terpotong Karena bunyi ponsel David, menandakan bahwa ada panggilan masuk, David, mencoba mengecek nya siapa tau penting, tapi sedetik kemudian ia langsung mematikan handphone nya.
"Sayang kamu bisa tidak, jangan menyakiti diri mu sendiri dengan prasangka mu itu, aku tidak mencintai nya, sungguh Alisa, aku terpaksa menerima nya, karena"ucapan David lagi-lagi terpotong.
"Aku tau karena ayah... dan ibu"ucap Alisa, yang menekankan kata ayah.
"Sayang aku hanya mencintai mu bukan orang lain"ucap David.
"Tapi dia istri mu, dia lebih berhak dari pada aku"ucap Alisa.
"Belum Alisa, aku belum menikah dengan nya, harus berapa kali aku jelaskan aku hanya baru bertunangan dengan nya"ucap David.
"sementara aku bukan siapa-siapa lagi untuk mu"ucap Alisa.
"Kamu itu calon istri ku,ibu dari kedua anak kita, apa kamu paham itu Sayang"Ucap David, yang kini langsung mengecup bibir Alisa.
"Aku tidak ingin berharap banyak, takut kecewa, lebih baik kamu selesaikan dulu urusan mu, aku tidak ingin menunggu yang tidak pasti"ucap Alisa, David, hanya menghela nafas panjang,lalu menghembuskan nya, karena tidak tau harus berkata apa lagi untuk menjelaskan nya bawa dia benar-benar serius.
"Ya, sudah makan lah dulu , aku yang suapi , sesudah itu, kamu tandatangani berkas itu, aku harus kembali bekerja lagi"ujar David.
"Baiklah, mana yang harus aku tanda tangan, setelah itu kamu bisa pergi, aku bisa makan sendiri"ucap Alisa, yang tidak ingin berharap lagi.
"Sayang, apa kamu sedang menjauh dari ku"ucap David, yang kini menatap wajah sendu itu.
"Aku tidak pernah menghindari mu, tapi kamu coba tanya kan itu pada hati mu siapa yang selama ini selalu menghindar"ucap Alisa, yang langsung mendapat kecupan sebagai permintaan maaf David juga memeluk nya.
"Aku minta maaf sayang, aku hanya tidak ingin menyakiti mu, tapi kamu lebih terluka lagi karena aku, aku sangat menyesal"ucap David.
"ini berkas nya, kamu bisa pergi"ucap Alisa yang memberikan berkas itu setelah di tandatangani.
"Aku akan menyuapi mu dulu setelah itu aku baru akan pergi "ucap David, yang mengambil mangkuk siap saji itu.
Alisa pun mengalah pada David, saat ini dia bahkan menghasilkan bubur itu dengan lahap, setelah selesai makan David, membantu Alisa minum obat.
Alisa, tersenyum manis setelah selesai minum obat, dia bahkan mengecup bibir David, saat itu juga, David, tersenyum bahagia kini cinta nya telah kembali.
__ADS_1
David, pamit untuk kembali ke kantor, Alisa pun mengangguk sambil tersenyum manis David semakin bahagia dia berjalan sambil senyum-senyum sendiri, saking bahagianya saat ini, dan jangan lupa saat bekerja pun senyuman itu tidak pernah hilang hingga ia kembali, pulang ke apartemen nya.
setelah singgah di apartemen nya, David, membersihkan tubuh nya yang terasa lengket setelah aktivitas seharian di luar, setelah itu dia juga langsung pergi menuju rumah sakit,di jalan dia menyempatkan diri untuk membeli bunga, dan beberapa buah kesukaan Alisa.
David, tidak kenal lelah setelah dua hari dua malam tidak tidur sama sekali.
sesampainya di sana David, melihat,ada seseorang yang kini sedang menggenggam tangan Alisa, dia adalah Aryan, yang sengaja datang menjenguk nya, karena mengetahui Alisa, sedang sakit.
"honey, aku sedih melihat mu seperti ini"ucap Aryan, namun Alisa hanya diam, menatap wajah Aryan, David, yang kini berdiri di depan pintu masuk, dia ingin mendengar kan jawab Alisa.
"Please, Honey, maafkan aku, sungguh aku tak bermaksud untuk menyakiti hati mu, semua itu kecelakaan"ucap Aryan lagi.
"Sudah lah, Aryan aku lelah mendengar penjelasan itu, aku sudah tidak ingin lagi menjalani hubungan, tanpa kejelasan, aku bukan barang, saat kamu butuh kamu datang mencari ku, dan saat kamu tidak butuh lagi kamu buang "ujar Alisa.
"Honey, aku sangat mencintaimu dan aku tidak "ucapan Aryan terpotong saat , ini karena David, masuk tanpa mengetuk pintu.
"Sayang, aku bawakan ini untuk mu"ucap David.
"Iya, makasih sayang ku, love you"ucap Alisa, yang membuat Aryan di bakar cemburu.
"kamu lagi , kamu lagi"ujar Aryan.
"kenapa apa tidak,malu mengganggu calon istri ku"ucap David.
"heuhhhhh... punya apa kamu untuk"
"stop!!!..... cukup Aryan jangan diteruskan, setidaknya dia punya cinta tulus untuk ku, aku tidak butuh yang lain nya, karena ketulusan hati nya dia bisa memberikan ku rasa bahagia, dan nyaman itu lebih dari cukup"ucap Alisa.
Aryan langsung pergi saat itu juga dia merasa sangat kecewa saat ini dia benar-benar terlambat mengejar cinta nya itu, Alisa sudah benar-benar membenci nya.
"Sayang, apa?? kamu sudah minum obat"ucap David.
"belum lagian jadwal nya nanti"jawab Alisa.
"Aku lelah boleh aku tidur sebentar saja"ucap David.
"Tidur lah sayang, terimakasih bunga nya, aku suka"ucap Alisa.
David, pun pergi menuju sofa, dia berbaring di sana tanpa menunggu lama dia langsung terlelap dalam mimpi indah nya, bahkan dia tidak mendengar panggilan dari Alisa, yang meminta nya tidur di samping nya, karena ranjang di ruangan tersebut, cukup luas, hingga muat untuk dua orang.
sementara itu Alisa, langsung turun, dan mengambil selimut milik nya,lalu menyelimuti tubuh David, yang terlelap dalam tidur nya, Alisa tau David,dua hari ini belum tidur terlihat dari kantung mata nya.
setelah Alisa, menyelimuti nya, dia juga langsung mengecup nya,hal itu membuat David, sontak membuka mata nya dia melihat Alisa, tersenyum manis pada nya.
"Ada apa sayang kenapa kamu turun heumm apa kamu butuh sesuatu"ucap David.
"Aku dari tadi meminta mu tidur di sana bersama ku, tapi kamu tidak mendengar nya, aku turun untuk menyelimuti mu, pasti di sini dingin banget"ucap Alisa.
"Ayo, aku antar kamu kembali ke atas, dan kamu bobo lagi ok"ucap, David.
"Aku ingin ditemani Bobo nya"ucap Alisa manja.
"Baiklah, sayang,ayo"ucap David, Sambil bangun dan membawa selimut tebal itu lebih dulu setelah itu dia langsung bergegas mengangkat tubuh Alisa, yang kini sedang memegang botol infus.
David, pun mendudukkan Alisa, terlebih dahulu, setelah itu ia menaruh kembali botol infus, dan membantu Alisa, berbaring setelah itu dia menyusul naik merebahkan tubuh nya di samping Alisa, dan menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut tadi.
Alisa, tersenyum begitu juga dengan David saat ini Alisa berbaring menyamping menghadap David, begitu juga dengan David, yang kini sudah kembali terlelap, Alisa, tersenyum melihat guratan wajah tampan yang tampak tersenyum itu, Alisa benar-benar baru menyadari bahwa ketampanan David, berkali lipat saat ini.
"Boleh kah aku egois, untuk bisa memiliki mu hanya untuk ku"gumam nya lirih.
beberapa menit kemudian Alisa, pun menyusul masuk ke alam mimpi, saat ini mereka tertidur pulas, hingga saat dokter hendak memeriksa nya, kembali lagi karena bingung melihat posisi mereka yang kini berpelukan,dokter pun hanya meminta suster untuk memberikan obat nanti setelah mereka bangun.
Alisa, terbangun saat ia ingin pipis, dia pun bangun perlahan agar David, tidak terganggu oleh pergerakan nya, namun David yang sangat peka saat ini matanya terbuka dia langsung bertanya.
"Sayang, mau kemana??"ucap David.
"Aku kebelet, pengen ke toilet sayang,maaf tidur mu jadi terganggu"ucap Alisa, merasa bersalah.
"Tidak, apa-apa sayang ,mari aku antar"
__ADS_1