Sugar Daddy

Sugar Daddy
#dusa atau fakta#


__ADS_3

satu tahun berlalu, pernikahan Alex dan Mindy sudah semakin harmonis seperti saat ini, dia tengah liburan di Bali, tanpa gangguan dari siapapun, Alex yang mengetahui Mindy, Sulit untuk memiliki keturunan dia, tidak mempermasalahkan hal itu.


justru bagi nya ini adalah masa-masa terindah dalam hidup nya, mereka selalu berdua kemanapun mereka pergi sampai saat nanti saat Alex, akan melakukan satu hal untuk memperbaiki, kesehatan rahim Mindy.


Alex, tidak ingin membebani Mindy, dengan mengharuskan nya untuk memiliki anak,toh bagi Alex, anak dari adiknya Soraya, sudah mampu mengisi hidup nya selama ini.


Alex, hanya bisa pasrah terhadap sang pencipta apa pun yang terjadi, pada mereka berdua itu sudah kehendak nya, menurut Alex, dan itu adalah hal yang terbaik.


sementara itu, soraya yang kini tengah mengajari,ke empat putra-putri nya yang baru masuk TK,yaitu Ardi dan Ardan, sementara itu si kecil Alisa dan Anisa,kini tengah belajar mencoret-coret kertas membentuk lukisan abstrak, sesuai imajinasi mereka saat ini.


"sayang, buku nya di baca ya mommy mau mengambilkan, camilan untuk kalian berempat"ujar soraya.


"momm...kok, kakak bertiga jarang pulang ya, mereka lebih suka tinggal di rumahnya Daddy Edward"ujar Ardi.


"sayang, mungkin kakak'sedang ingin tinggal dengan Daddy, Edward tidak masalah kan "jawab soraya.


"iya sih,momm...tapi mereka tidak ada kami kesepian"ujar Alisa yang sangat polos tersebut.


"heumm... apa kalian rindukan kakak kalian"ujar soraya lagi.


mereka berempat pun, mengangguk dengan kompak nya.


"baiklah mommy, akan telpon mereka"ucap Soraya.


"momm... bagaimana kalau kita main saja ke rumah Daddy Edward"ujar Ardan.


"baiklah ayo, selesai kan belajar nya kita pergi sekarang juga"ujar soraya sambil berjalan menuju kamar nya, Soraya mengambil tas gendong kecil milik nya yang berisi dompet dan ponsel, juga beberapa barang yang biasa dia gunakan saat bersama dengan anak-anak nya.


mereka pun akhirnya pergi saat itu juga, bergegas menuju rumah Edward yang tidak terlalu jauh dari arah mension nya hanya butuh tiga puluh menit, jika jalanan sedang ramai.


setelah, sampai mereka langsung masuk, karena semua pelayan sudah sangat mengenal


mereka sebagai keluarga Edward.


sampai di ruangan tamu, Soraya begitu terkejut melihat seseorang di masa lalu dirinya dan Edward,dulu ya wanita bule itu kini sedang bertandang ke rumah Edward.


"kamu!!""ujar soraya tidak percaya Lauren ada di hadapannya saat ini.


sementara itu Rani,kini tengah duduk berhadapan dengan wanita tersebut.


"embak, Rani,ini sebenarnya ada apa ya,maaf bukan nya mau ikut campur tapi aku hanya menghawatirkan mereka bertiga"ujar soraya sambil melirik ke arah Lauren.


"soraya, duduk lah dulu, aku akan menjelaskan sesuatu"ujar Rani.


soraya pun duduk di sebrang sofa, yang kini berhadapan dengan wanita yang dulu, sempat merusak kebahagiaan nya.

__ADS_1


"Lauren, bilang dia akan meminta hak asuh anak pada mas Edward Soraya"kata Rani.


"apa-apaan ini, dia tidak punya hak sama sekali mereka bertiga darah daging ku, dan asal embak tau dia adalah wanita yang sudah memisahkan aku dan anak ku"ucap soraya sangat kecewa kenapa bisa dia kembali dalam kehidupan mereka lagi.


"soraya, kamu jangan lupa kamu punya mereka karena aku yang menyuruh Edward untuk menikah dengan mu"ucap Lauren, tanpa rasa bersalah.


"ya, kalian dulu, telah menipu ku"ucap soraya yang sangat kesal saat ini.


"aku tidak, menipu mu, kamu yang diam-diam merebut hati suami ku"ujar Lauren.


"heuhhhhh,lucu sekali kalian berdua orang asing yang menghampiri ku, tanpa tau pasti kalian siapa, kalian berdua sudah menipuku, secara diam-diam, dan di saat aku sangat bahagia memiliki keluarga dan tiga anak yang sangat lucu,kau menampakkan diri, sebagai seorang ratu di hati suamiku"ujar soraya.


Deg...


jantung Edward, seketika merasa sakit, saat baru datang Soraya, mengatakan dia adalah suami nya, ya kata itu adalah hal yang sangat berarti bagi nya , saat dulu dan jika sekarang pun Soraya, meminta itu dia akan siap kehilangan semuanya asal Soraya,mau kembali pada nya.


"ada apa ini,HM...kok, ribut-ribut??"tanya Edward.


"dimana, ketiga anak ku aku tidak akan pernah membiarkan siapapun, mengambilnya lagi dari ku"ucap Soraya tegas, dia sangat takut kehilangan anak nya itu.


"Raya, sebaiknya, kamu tenang dulu kita akan bicara baik-baik, jangan seperti ini Ok"ujar Edward ,menengahi perdebatan.


"bagaimana bisa tenang, wanita ini, ingin mengambil anak ku lagi, sampai mati pun aku tak akan pernah membiarkan nya membawa mereka bertiga"ujar Soraya, yang masih berapi-api di bakar kemarahan.


"sayang please, dia juga anak ku, aku janji semua itu tidak akan pernah terjadi"ujar Edward, menenangkan Soraya.


"mas, apa salah nya, jika mereka ikut istri tua mu "ujar Rani, yang sebenarnya, ingin mereka bertiga tidak tinggal lagi di rumah tersebut,kini Rani , telah berubah dengan seiring berjalannya waktu, kehidupan nya yang glamor, membuat dia serakah.


"tidak, Lauren dia adalah mantan istri ku"ujar Edward, sedikit kesal kenapa, Rani tidak menolak kedatangan Lauren.


Edward sedang berbincang di dalam kamar pribadi nya, dan Rani, saat ini mereka sengaja tidak ingin yang lain tau tentang percakapan mereka.


"soraya, juga mantan istri mu mas tapi kamu masih memperlakukan nya seakan dia itu masih istri mu, dan lihat dia saat ini, dia dengan lancangnya masuk kedalam rumah kita "ujar Rani, yang sangat berapi-api karena ingin membuat Edward, menjauh dari soraya.


"dia melakukan itu, untuk anak kami, aku menghargai dia sebagai ibu dari anak-anakku, dan itu akan tetap begitu sampai kapan pun"ujar Edward.


"sadar,dong mas, seharusnya kalian, tidak melakukan hal itu, kalian sudah punya pasangan masing-masing, apa kamu pernah berpikir saat melihat hubungan antara kalian berdua yang masih harmonis di depan mata pasangan masing-masing, seperti seorang pria yang sangat mencintai istrinya"ujar Rani.


"aku memang masih sangat mencintai nya, sebagai ibu dari anak-anakku, dia adalah perempuan teristimewa, dia adalah wanita dambaan setiap pria, yang tidak hanya cuman bisa menghamburkan uang saja, dia juga pekerja keras, aku akan selalu memperlakukan nya seperti itu"ujar Edward tegas.


mereka tidak tau, bahwa di balik pintu saat ini soraya, tengah berdiri sambil menitikkan air mata, Soraya, tidak merasa kecewa atas pengakuan Edward, tapi dia begitu kecewa dengan sikap Rani, yang ternyata bermuka dua, dia ingin menyingkirkan mereka berempat dari kehidupan Edward, saat ini.


🌹💖💖💖🌹


soraya, pun berjalan dengan gontai menuju ke bawah dia akan membawa, ketujuh anak nya saat ini juga, dia tidak akan menyulitkan Edward, saat ini apa lagi jika harus mempertaruhkan rumah tangga nya, sudah cukup bagi soraya, dia tidak ingin menjadi benalu untuk siapapun.

__ADS_1


"sayang,ayo, pulang kerumah kita,di sini bukan rumah kalian lagi, dan satu lagi, mulai saat ini jangan pernah kunjungi rumah ini lagi jika kalian sayang mommy"ujar Soraya tegas.


tadinya, ketiga anaknya itu protes, dan terus bertanya-tanya, tapi soraya sudah menutup perkataan, mereka semua dengan langkah gontai mereka pun memberatkan barang mereka semua, Soraya sudah menelpon asisten nya, untuk menjemput mereka di rumah Edward, dengan menggunakan dua mobilnya, satu untuk barang satu lagi untuk ketiga anak nya itu.


saat semu tengah sibuk berkemas, Edward, datang berusaha menghentikan semua nya saat ini, Edward, tidak ingin Soraya, sakit hati dia meminta maaf, atas kelakuan istrinya itu.


"sayang please, jangan lakukan ini,ini adalah rumah mereka, dan kamu sebagai ibunya juga punya hak untuk , berkunjung kemari kapan pun kamu mau"ujar Edward lembut, dia berusaha menggenggam tangan soraya, namun dia melepaskan nya, begitu saja.


"sudah lah mas, istri mu benar tidak seharusnya, hubungan ini ada, dan mulai saat ini lupakan lah, mereka bertiga, sebagai anak mu, agar hidup kalian tetap rukun, aku minta maaf jika ketiga anak ku membuat kalian ribut"ujar soraya yang kini menggiring ketujuh anak nya, menuju mobil.


"sayang please jangan lakukan ini, mereka anak kita, aku minta maaf atas nama istri ku, dan satu lagi, jangan membuat jarak di antara kita"Edward berusaha menghentikan langkahnya Soraya, tapi perkataan Edgardo, sangat membuat Edward, merasa tercabik-cabik hatinya saat ini.


"Daddy, jangan halangi kami untuk tetap pergi, semoga, pernikahan kalian bahagia,kami bertiga sudah bisa mengerti kenapa Daddy dan mommy, tidak tinggal satu atap,itu karena kalian sudah lama berpisah, dan Daddy, sudah menikah, lagi aku mungkin belum saat tau urusan kalian, tapi aku mulai mengerti saat, Tante, Rani bilang dia adalah ibu tiri kami dan kami tidak seharusnya, ada di rumah ini, awal nya, aku tidak percaya, karena mommy masih berhubungan baik dengan Tante Rani, tapi saat ada nyonya Lauren, datang kami masih ingat, dia yang merebut kami dari mommy saat itu, saat kami masih kecil, dan belum mengerti urusan orang dewasa,kami hanya bisa menangis sebagai tanda protes, tapi saat aku mendengar dan melihat langsung dengan mata kepala ku, sendiri Tante, Rani ingin kami bertiga pergi,agar mommy tidak menemui Daddy lagi aku mengerti, bahwa kalian berdua memang benar, bukan suami istri lagi,jadi Daddy tidak usah berpura-pura mesra lagi di depan kami,agar rumah tangga Daddy dan Tante Rani, baik-baik saja,kami semua akan pergi dari kehidupan Daddy"Edgardo berurai air mata tapi sedetik kemudian dia langsung menghapus nya dan bergegas masuk kedalam mobil.


"Edgardo, Edgar, Elena, tolong maafkan kesalahan Daddy, semua ini Daddy, yang salah"ujar Edward sambil memeluk Edgardo, yang saat itu hampir menutup pintu.


"sudah lah Daddy,nasi sudah menjadi bubur, semua tidak akan pernah kembali seperti semula, jaga kesehatan Daddy, mulai saat ini kami akan ikut mommy"ucap Edgardo,di bontot yang sudah berubah menjadi dewasa, dari usia nya yang, masih sangat belia,itu semua karena hasutan demi hasutan yang sering dia terima saat dia berada di dalam rumah, karena Rani, sudah sangat ingin mereka pergi,maka dari itu Edgardo, tidak protes saat soraya bilang mereka harus kembali ke mension mommy nya itu.


semua, berlinang air mata, termasuk Elena, yang saat ini tidak menoleh ke arah Daddy nya, karena rasa kecewa selama ini mereka di bohongi oleh, Daddy nya, bahwa mereka masih keluarga yang sangat utuh,ya walaupun Edward tidak pernah kurang memberikan kasih sayang dan perhatian nya sebagai ayah.


mobil yang di tumpangi ketujuh putra-putri nya itu saat ini sudah pergi dari Mension tersebut dengan asisten pribadi nya, sementara itu soraya masih mematung, dia tidak tahu harus bagaimana cara untuk meminta maaf kepada ketiga anaknya itu.


Edward, berjalan gontai menuju ke arah soraya dia langsung memeluk, mantan istri nya itu.


"sayang maafkan aku, semua ini karena aku, aku yang sudah menyakiti kalian semua, aku titip kan mereka pada mu, dan tunggu aku sampai aku benar-benar siap untuk memberikan mereka penjelasan,agar tidak salah paham pada mu"ujar Edward sambil mencium kening soraya, sedikit lebih lama


setelah itu Edward , berlalu meninggalkan soraya, dia masuk kedalam rumah nya itu, sementara Rani , tengah memperhatikan gerak gerik, mereka semua sedari tadi, Soraya yang baru melihat nya, tapi dia tidak memperdulikan semua itu, dia langsung pergi dengan mobilnya .


Edward, langsung membawa, Rani dengan tarikan yang sedikit kasar tiba-tiba dia langsung, mendorong, Rani ke arah luar dia mengusir'istrinya itu, yang sudah sangat keterlaluan.


"pergi kau dari rumah ini, mulai saat ini,kau bukan istri ku lagi aku jatuhkan talak tiga sekaligus"ujar Edward .


"tidak,mas aku mohon jangan lakukan ini, apa salah ku??"""teriak Rani.


"tanyakan semua itu pada hati mu, setelah itu kamu akan tau, tapi saat kau sadar aku sudah tidak perduli lagi padamu"ujar Edward.


sementara itu, di Mension milik Aditya, semua langsung turun dari mobil nya mereka saat ini, setelah itu, langsung bergegas masuk menuju kamar mereka, semetara semua asisten nya sibuk merapikan barang-barang milik mereka bertiga.


Soraya, pun berjalan gontai menuju kamar nya, soraya, langsung menghubungi Aditya, dia meminta, Aditya pang cepet, tidak biasanya entah kenapa hati nya begitu pilu '?saat sedang di kamar .


soraya, belum ingin menemui ketiga anaknya itu dia akan menunggu Aditya kembali.


setelah menunggu lama akhirnya Aditya pun kembali, Soraya,kini tengah berada di sofa mata nya sedikit bengkak, karena terlalu lama menangis.


"sayang, kamu kenapa begini??"ujar Aditya sambil membawa soraya kedalam dekapannya saat ini.

__ADS_1


"aku tidak tau harus mulai dari mana mereka bertiga pasti sangat membenci ku saat ini aku harus bagaimana cara untuk menjelaskan dan meminta maaf, pada mereka"ujar Soraya lirih.


__ADS_2