Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Penyesalan#le


__ADS_3

sementara Ardi dapat meluluhkan hati wanita nya, berbeda dengan Adri, yang kini tengah menghabiskan waktu nya dengan minum minuman keras,ya... Adri sungguh sangat menyesal atas perbuatan nya yang dulu sempat menyia-nyiakan wanita yang kini selalu hadir di pikiran nya, mengobrak-ngabrik hati dan jiwa nya selama lima tahun lebih itu.


Adri, bukan seorang duda bukan pula perjaka dia adalah seorang suami sekaligus ayah dari dua anak nya saat ini, yang bahkan istrinya sedang hamil anak ketiga mereka, tapi Adri , sudah jauh, kehilangan perasaan nya, saat dulu tiga tahun kebelakang dia menyaksikan sendiri istri nya itu berselingkuh di atas ranjang nya dengan pria yang di kenal sebagai sahabat istri nya itu.


Adri, hanya bisa mendiamkan saja semua nya seakan tidak terjadi apa-apa, bahkan kehamilan anak kedua dan ketiga nya, dia tau anak tersebut bukan lah darah daging nya, tapi Adri berusaha menerima semua itu dengan lapang dada karena menikah dengan istrinya saat ini adalah pilihan dirinya hingga ia mampu menyakiti gadis berhati lembut seperti Alisa.


"maaf kan aku Alisa, mungkin dosa ku di masa lalu tidak akan pernah termaafkan, tapi satu hal yang harus kamu tau cinta ini tidak pernah berubah, aku begitu menyesal tapi , penyesalan ini mungkin tidak akan pernah bisa tersampaikan"ujar Adri,sambil mengambil pisau tajam yang ada di meja depan sofa tersebut dia berusaha bunuh diri, tapi semua bisa di gagalkan oleh istrinya.


"mas, apa kamu gila, kenapa harus berbuat seperti ini, aku tau kamu sangat mencintai nya tapi tidak begini, aku hanya ingin kamu bertahan untuk masadepan anak kita, dan janin yang ada di sini, apa kamu paham"ujar sang istri.


"apa benar mereka berdua adalah darah daging ku, heuhhhhh, jawab apa benar kedua anak itu adalah anak ku, sementara selama ini aku tidak pernah menyentuh mu lagi, setelah aku tau kamu menduakan aku,ayo jawab!!"""bentak Adri, yang kini tatapan mata nya begitu tajam.


"mas, apa maksud mu heuhh, jelas ini anak kita kamu bahkan berkali-kali menyentuh ku, dalam keadaan mabuk berat"ujar sang istri tidak mau kalah.


"semua bukti ada di sini, bahkan aku pun meragukan anak pertama kita, aku tidak ingin menyakiti hati nya, selama ini aku masih berbuat baik terhadap kalian berdua, tapi kalian masih tetap menyembunyikan semua dari ku ,maka jangan salah kan aku jika aku berbuat tidak baik pada kalian, segera angkat kaki, dari rumah ku, kalian semua tidak berhak atas semua harta ku"ujar Ardi, yang langsung menelpon anak buah nya untuk mengusir mereka semua termasuk anak nya, karena Adri sudah melakukan tes DNA, berulang kali, hingga tidak ada satupun kecocokan antara dia dan sang anak justru anak itu cocok dengan laki-laki berengsek tersebut yang diam-diam Adri ,ambil sampel nya.


"mas, aku tidak pernah selingkuh kamu tau itu, aku hanya "ucapan nya tertahan saat ibunya Adri, datang .


"hanya apa??ayo katakan kau wanita ular yang dengan teganya meracuni anak ku ini"ujar sang mommy.


"momm... pulang lah biar Adri yang akan mengurus nya maafkan Adri, selama ini tidak menuruti perintah mamah, semua salah Adri"ujar Adri, Sambil memeluk sang ibu, Adri, sungguh menyesal selama ini ibundanya berkali-kali memperingatkan ia agar segera menceraikan istrinya itu.


"tidak Adri, kali ini mommy, tidak akan diam saja, mommy tidak mau wanita ular ini terus-menerus menyakiti mu"ujar nya.


sementara itu putri pertama nya menangis meminta Adri,agar mau memeluk nya, dia tidak mengerti dengan semua yang terjadi pada nya saat ini.


"sayang Daddy, minta maaf mungkin saat ini kamu belum mengerti tapi satu saat nanti kamu pasti tau"ujar Adri,sama sekali tidak tega melihat anak yang selama ini ia besarkan tanpa pamrih.


"cepat bawa pergi "ujar mommy, Ardi, yang murka.


setelah, mereka semua pergi, Adri, menangis sesenggukan di pangkuan ibunya, dia sangat terpukul, dengan semua ini, bagaimana tidak dia juga harus menerima kenyataan bahwa putri sulungnya itu bukan darah daging nya, Adri, selama ini berusaha mati-matian untuk menganggap semua itu bohong,agar ia tidak terluka, tapi tes berulangkali yang ia lakukan semua mengarah pada kenyataan.


"momm... aku benar-benar tidak tega harus berpisah dengan putri yang selama ini aku besarkan dengan penuh kasih sayang, tapi ini tetap tidak bisa di terima oleh nalar kenapa harus,ada drama di awal jika dia memang bukan darah daging ku hiks hiks hiks"ujar Adri.


"sayang lupakan lah semua nya, harus nya kamu bersyukur dengan semua itu, sekarang kamu tidak akan menderita lagi bahkan kamu bisa mengejar mimpi yang tertunda "ujar nya.


"Adri, sudah tidak ingin berharap lebih lagi momm... dia sudah bahagia mungkin saat ini pria lain sudah menggantikan posisi Adri,di hati nya, karena Adri, sempat melihat dia dengan putri nya kemarin"ujar Adri.


"kamu masih bisa berjuang, karena yang mommy,tau selama ini dia tidak pernah menikah"ucap sang mommy.


"Adri, tidak tau itu "ujar Adri.


"bangkit lah sayang, ingat kamu masih punya mommy,di sini"ujar nya.


"Adri, pun dibantu sang asisten untuk pergi ke kamar nya, saat ini tepat nya di kamar pribadi milik Adri, yang tidak terjamah oleh mantan istri nya selama ini.


ibunya Adri,membantu melepaskan sepatu putra nya itu dan menyelimuti tubuh nya sampai ke dada, Adri, pun terlelap dalam tidur nya.


sementara Alisa, yang kini masih berada di full , house, bersama dengan putri kesayangan nya setelah acara ulang tahun ketiga kakaknya di rayakan, bersama dengan keluarga besar nya, Alisa, memutuskan untuk menginap bersama semua nya, Edward, pun kini sedang menemani nya untuk menghabiskan malam mereka semua dengan barbeque di area samping kolam renang tersebut.


"sayang, kapan Daddy, bisa menyaksikan acara pernikahan mu, Daddy, sudah tua dan mungkin usia Daddy, tidak akan lama lagi"ujar Edward, pada Alisa, dia yang sangat menyayangi putri Aditya,itu merasa sedih mendengar keputusan Alisa.


"Daddy, Alisa, sudah putuskan untuk menyendiri sampai akhir hayat Alisa, jadi Daddy , tidak harus memikirkan apa pun, untuk Alisa, cukup melihat Daddy, sehat dan panjang umur Alisa, sudah sangat bahagia "ujar Alisa.

__ADS_1


"sayang Daddy tau, kamu trauma dengan kejadian dulu, tapi tidak seharusnya kamu jadikan itu sebagai alasan untuk berputus asa, hidup ini jalan terus nak, kamu berhak untuk bahagia, dan tidak semua laki-laki akan sama seperti masalalu mu, masih banyak yang lebih baik"ujar Edward,sambil mengelus puncak kepala putri sambung nya tersebut.


"tidak dadd. keputusan ku sudah bulat"ujar Alisa, dan semua orang hanya bisa pasrah dengan jawaban Alisa.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu di sudut lain Ardi, tengah duduk berdua dengan Lala, yang kini resmi menjadi kekasih nya, walaupun wanita itu sangat merasa tidak nyaman berada di antara mereka, sebagai kekasih Ardi.


"tuan muda,saya permisi mau kebelakang"ujar Lala.


"la... kenapa ini masih jam delapan loh, apa kamu ngantuk"ujar Ardi.


Lala, hanya mengangguk, setelah itu dia langsung berjalan menuju rumah belakang tapi Ardi, tidak mau dengar alasan begitu saja, Ardi , langsung mengikuti nya dari belakang sesampainya di rumah khusus untuk para pelayan, Adri, langsung masuk dan berdiri di hadapan Lala.


"bisa gak kamu kasih alasan yang jelas,agar aku bisa percaya??"ucap Ardi, yang langsung menggenggam tangan Lala.


"tuan muda, saya sudah mengantuk"ujar Lala.


"aku tau itu bukan alasan yang sebenarnya, kamu bohong sama aku la... aku kurang apa coba, sama kamu apa aku pernah bohongin kamu"ujar Ardi.


"tuan muda"ucapan Lala, terhenti.


"stop,la... hanya berapa kali aku ingat kan aku bukan majikan mu lagi, kamu itu kekasih ku calon istri ku"ujar Ardi,sambil menatap lekat wajah Lala, yang kini banjir dengan air mata.


"aku tidak bisa melanjutkan semua ini, aku malu berada di antara kalian, derajat kita terlalu berbeda aku mohon, tuan muda bisa mengerti"ujar Lala,sambil berlari meninggalkan Ardi, yang kini mengacak rambut ia frustasi, entah harus bagaimana lagi untuk meyakinkan wanita yang baru saja meninggal kan nya, masuk kedalam kamar nya.


Adri pun pergi menuju kamar nya, dia langsung mengambil ponsel nya dan langsung menghubungi Lala, tapi berkali-kali ia hubungi Lala, tidak menjawab telepon dari nya, saat ini.


"mau mu apa??sih Lala, aku sudah berusaha untuk bisa memiliki mu, tapi kamu selalu memberikan jarak di antara kita"ujar Ardi.


ke esokan pagi nya di saat, semua orang hendak beraktivitas, Ardi, langsung pergi ke rumah belang karena ingin menemui Lala, tapi wanita itu sudah tidak ada di sana, Lala, begitu menyibukkan diri dengan pekerjaan nya sedari pagi dia bahkan membantu pelayan lainnya untuk pekerjaan yang tidak seharusnya ia ambil.


"Ada yang tau di mana Lala??"tanya Ardi pada asisten lainnya.


"Lala, pergi ke pasar bersama pelayan lainnya tuan , apa ada yang bisa saya bantu??"ujar pelayan tersebut.


"jika dia datang tolong,suruh dia menemui ku"ujar Ardi.


tapi setelah hampir seharian menunggu Ardi,tak kunjung mendapati Lala, yang ia perintahkan untuk menemui nya, Ardi, benar-benar kesal di buatnya, dia langsung bergegas menuju rumah belakang, dilihat nya Lala, tengah sibuk mencuci dan menjemur pakaian.


Ardi, tidak menunda waktu lagi dia langsung menarik tangan Lala, dan membawa nya ke hadapan semua orang, saat itu juga yang tengah makan siang .


"mohon perhatian nya sebentar mommy, Daddy, aku ingin mengatakan sesuatu "ucapan Ardi, sedikit terjeda, beberapa detik di karenakan Lala, yang berusaha melepaskan genggaman tangan nya yang sangat kuat itu"aku akan segera menikah dengan nya"ujar Ardi.


"Ardi, jangan pernah main-main, apa kamu sadar dengan ucapan mu??"ujar Aditya.


"maaf tuan,saya yang salah saya tidak seharusnya ada di sini"ujar Lala, yang langsung berusaha melepaskan tangan Ardi, namun tidak bisa.


"sudah cukup tuan muda, apa masih kurang untuk mempermalukan saya, terimakasih untuk semua nya, ucap Lala, dengan derai air mata nya dia langsung berlari menuju rumah belakang, Lala, bahkan langsung masuk ke dalam kamar nya dan membereskan barang-barang nya kedalam tas usang,ia tidak mungkin terus bertahan di sana sementara semua perasaan nya hancur , karena penolakan Aditya.


"la... kamu ini mau apa, jangan begini, aku mohon kita bisa bicara baik-baik, Daddy, hanya kaget' mendengar semua nya yang serba tiba-tiba"ujar Ardi, yang langsung merebut tas usang miliknya, dan melemparkannya ke sembarang arah.


"sudah cukup tuan muda, apa anda masih kurang puas dengan cara anda mempermalukan saya baiklah sekarang ambil ini dan kamu bisa menghabisi nyawa saya sekarang juga agar anda puas"ujar Lala, yang langsung memberikan pisau tersebut,namun Ardi langsung membuang nya.

__ADS_1


"apa-apaan kamu,ok baik aku tidak akan mengganggu mu lagi,fine aku anggap semua ini tidak pernah terjadi tapi satu hal yang harus kamu tahu, jangan pernah menyesal jika suatu saat nanti akan ada wanita di samping ku"ujar Ardi, dan langsung berbalik arah hendak pergi.


"jika itu terjadi, aku mengucapkan selamat berbahagia tuan semoga semua nya berjalan dengan mulus dan pernikahan kalian langgeng"ujar Lala, yang langsung membuat Ardi, menghentikan langkahnya.


"saat itu terjadi, kamu akan menangisi semua nya"ujar Ardi.


"saya tidak akan melakukan itu , saya akan merasa sangat bahagia untuk anda"ujar Lala, yang langsung mengambil tas usang nya, tapi Edgardo, langsung menghentikan langkahnya.


"Lala, jangan pernah berpikir bisa pergi dari sini, ingat kamu masih terikat kontrak kerja dengan saya dan satu lagi , saya harap kamu tidak memasukkan semua kedalam hati"ujar Edgardo.


"saya mengerti tuan, setelah kontrak ini usai saya akan pulang kampung"ujar Lala.


"terserah kau saja "ujar Edgardo.


Lala, pun hanya berdiam diri di kamar nya, sementara Ardi,kini sedang mengusap air mata nya dengan sangat kasar, dia langsung lmengambil barang nya dan pergi begitu saja tanpa pamit, Ardi, menghidupkan mobil sport nya, dan langsung tancap gas, Lala, yang melihat dari balkon kamar nya, hanya bisa pura-pura tidak melihat, sementara Ardi, menatap tajam kearah nya sambil pergi.


"maaf tuan muda ini adalah jalan yang terbaik untuk mu, aku hanya seorang Upik abu sama sekali tidak pantas untuk mu"Gumam Lala , dalam hati, Jujur, Lala , bukan lah wanita super yang tahan banting dengan semua rasanya kini dia pun menangis,tak berdaya Lala, harus bisa membuang jauh-jauh perasaan nya saat ini juga.


dua bulan berlalu setelah kejadian itu,kini Lala, masih tinggal di tempat itu, masih harus menghabiskan kontrak kerja nya, yang kini tinggal satu bulan lagi, saat Lala, tengah sibuk mbersihkan ruangan demi ruangan tiba-tiba, suara mobil, yang tidak asing lagi bagi nya berhenti di depan full house.


Ardi, turun bersama dengan wanita seksi yang sangat glamor, saat itu juga dia meminta pelayan untuk melayani semua kebutuhan Aira, kekasih Ardi yang teramat manja.


sementara Lala, hanya bisa diam sambil terus membersihkan ruangan tersebut dan setelah itu dia langsung bergegas pergi, Ardi, yang melihat Lala, hendak pergi dia langsung memanggil nama nya dengan sebutan pelayan.


"pelayan, tolong, ambilkan air untuk kami berdua"ujar Ardi, Lala , hanya mengangguk dan langsung bergegas menuju dapur untuk membuat minum untuk sejoli yang kini tengah memadu kasih.


tidak sampai sepuluh menit, Lala, sudah kembali dengan membawa nampan berisi jus jeruk yang menggoda selera.


"ini tuan muda,minum nya"ujar Lala, yang langsung menatanya di meja.


saat Lala, hendak pergi sehabis menaruh minuman tersebut,Ardi , tiba-tiba berkata.


"apa ada jaminan bahwa kamu tidak menaruh racun di minuman ku"ujar Ardi, yang sontak membuat Lala, menitikkan air mata, dan membuang pandangannya.


"jika tuan tidak percaya sebaiknya jangan di minum dan suruh saja yang lain untuk membuat kan anda minum"ujar Lala, yang langsung pergi begitu saja.


sakit.... bahkan teramat sangat, Lala, merasa sakit bukan karena Ardi, membawa wanita lain, tapi tuduhan kejinya itu seolah, menjadikan nya, seorang tersangka.


Lala, tidak lagi keluar dari kamar nya, saat ini bahkan dia melewatkan jam makan siang dan malam nya, tidak ada rasa lapar yang ia inginkan saat ini adalah pergi sejauh mungkin.


sementara itu Ardi, yang baru saja menghabiskan makanan nya, dia langsung bergegas menuju kamar nya, tanpa perduli dengan Aira, yang kini masih makan dilayani oleh beberapa pelayan,full house tersebut saat ini sedang sepi, karena Edgardo, sedang berlibur di Amerika, bersama dengan keluarga kecil nya itu.


Ardi, menatap ke arah rumah belakang, dia melihat ruang yang di tempati oleh Lala,gelap gulita, Ardi, pikir mungkin Lala, sudah tidur, tapi tidak biasanya, Ardi , tetap berdiri di balkon kamar nya itu saat ini berharap Lala menyala kan lampu dan dia keluar tapi nihil.


sementara itu yang Ardi,tunggu saat ini tengah berada di bibir pantai, dengan sepotong roti dan sebotol air mineral, ya Lala kini tengah berada di depan ombak kecil dia duduk memandangi laut yang tenang saat ini, dia bahkan menyiapkan roti tersebut kedalam mulutnya, hanya itu penopang tubuh nya saat ini karena untuk makan dia harus masuk ke dalam rumah utama, dan Lala, sangat menghindari itu.


hampir dua jam berlalu,Lala masih setia duduk di bawah pohon, yang rindang, gadis itu bahkan tidak berpikir ada bahaya yang mungkin saja sedang mengintainya , tapi rasa sepi nya, mengalah kan semua nya hingga suara seseorang, berhasil membuat nya mematung .


"jadi ini, yang kamu bilang bahagia melihat ku bahagia dengan nya"ujar Ardi, yang dengan santai nya, berjalan mendekat, sambil memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana nya.


sementara Lala, tidak berkata apa-apa dia hanya diam tanpa kata sampai suara Ardi, kembali membuat hati nya teriris .


"aku sudah putuskan untuk menikah di tempat ini satu Minggu lagi, dan kuharap kau adalah orang pertama yang selalu membantu kami menyiapkan acara nya"ujar Ardi, sambil menatap wajah cantik , Lala dibawah sinar bulan.

__ADS_1


__ADS_2