
Setelah pagi hari nya, Aryan bangun dari tidur nya, dia langsung membersihkan diri nya, saat keluar dari kamar mandi, dia sudah melihat nampan berisi Bubur, dan Air putih tidak lupa juga obat, Aryan tersenyum manis setelah itu dia langsung bergegas memakai pakaian nya.
"Terimakasih Alisa"gumam Aryan lirih, Aryan, langsung tau bahwa yang menyiapkan semua itu adalah Alisa, karena setiap hari weekend, seluruh pegawai yang bekerja di rumah nya, sudah pergi berlibur, karena itu adalah kebijakan yang Aryan berikan.
setelah selesai makan bubur dan minum obat, dia bergegas turun untuk mengucapkan terimakasih kepada Alisa, tapi sayang, orang yang ingin ditemui nya itu sudah tidak ada, Aryan hanya menghela nafas panjang, setelah itu dia kembali ke dalam kamar nya untuk mengecek pekerjaan nya, melalui ponsel pintar nya itu.
sementara itu, di dalam pesawat pribadi, saat ini Alisa, tengah memeluk sebuah bantal kesayangan nya, sambil melamun, dia sebenarnya tidak ingin buru-buru kembali ke Indonesia, kalau bukan karena putri nya yang kini tengah sakit, tapi demi cinta nya terhadap putri angkat nya itu dia rela meninggalkan pekerjaan nya yang seharusnya selesai satu Minggu lagi, tapi karena asisten nya menyanggupi untuk menggantikan dirinya, dia pun memutuskan untuk kembali saat itu juga.
setelah menempuh perjalanan panjang, Alisa, saat ini tengah mendarat di bandara Soekarno Hatta, pada malam hari, Alisa,kini tengah menunggu jemputan,ia duduk sendiri di ruang tunggu, tapi seseorang menelpon nya, mengabari bahwa,ia terjebak macet, saat ini karena ada kecelakaan beruntun di sana.
Alisa, pun terpaksa harus naik taksi untuk pulang menuju rumah nya saat itu.
saat keluar dari ruang tunggu, hendak menuju ke arah taksi, tiba-tiba, seseorang sudah berdiri di hadapan nya menghentikan langkahnya, pria yang selama ini ia ingin lupakan, kini tengah menatap sendu tatapan penuh cinta dan kerinduan itu terlihat jelas, saat ini, tapi Alisa, berusaha menghindar dari nya.
"sayang, mau sampai kapan kamu hukum aku seperti ini"ucap nya lirih, namun masih terdengar jelas di telinga Alisa.
"Maaf aku sedang buru-buru"ujar Alisa.
saat, Alisa, ingin melangkah pergi, tiba-tiba tangan kekar itu, mencekal lengan nya, sontak membuat Alisa, berbalik menghadap nya.
"Sayang aku mohon, sekali ini saja ikut lah dengan ku, aku mohon beri aku kesempatan untuk yang terakhir kali nya"ujar Adri, yang kini bersimpuh di hadapan nya,sontak mata Alisa, membulat sempurna, saat ini, selain kaget dengan yang Adri, lakukan dia juga merasa risih karena saat ini, hampir semua orang menatap ke arah nya.
"Adri, bangun apa kamu tidak lihat, mereka menatap kita,ayo bangun"ujar Alisa,pelan tapi penuh penekanan.
"Sayang aku tidak ingin bangun, sebelum kamu mau memberikan aku kesempatan"ujar Adri.
"Adri, apa-apaan kamu ini, ingat kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, saat kamu memutuskan untuk kembali bersama nya, dan satu lagi, aku sudah bertunangan dengan orang lain"ujar Alisa, berbohong.
"Tidak,itu tidak mungkin!!!... aku tau kamu berbohong kepada ku,ia kan kamu pikir aku tidak tau, bahwa kamu hanya mencintai ku,itu sebabnya mengapa sampai saat ini kamu tidak pernah mau menikah"ujar Adri,lantang hingga semua orang kembali menatap kearah mereka.
"Adri, please jangan begini, apa kamu ingin aku di benci oleh mereka gara-gara ini??"ujar Alisa, lagi.
"Makanya beri aku satu kesempatan, aku janji akan lebih baik lagi"ujar Adri, yang kini masih bersimpuh.
Alisa, benar-benar dilema saat ini.
"Baiklah, sekarang kamu bangun aku harus segera kembali ke rumah"ujar Alisa, dengan terpaksa.
Adri, pun bangkit dengan senyuman yang kini terbit di wajah nya, dia langsung mengambil alih koper, yang kini berada di tangan kanan Alisa.
"Ayo, sayang , kita pulang ke rumah kita"ujar Adri, sambil merangkul pinggang Alisa, yang kini menolak rangkulan tersebut.
"lepas, jangan pernah lakukan itu Adri"ujar Alisa, yang langsung berjalan mendahului Adri, saat ini.
__ADS_1
"Sayang kenapa, kamu melarang ku, melakukan itu,toh sebentar lagi kita akan segera menikah"ujar Adri.
Alisa, hanya diam saja dia, sudah capek, dan tidak ingin berdebat dengan Adri, saat ini .
Adri, langsung bergegas membuka pintu mobil nya, saat itu juga, dia mempersilahkan Alisa, untuk masuk kedalam mobil miliknya saat ini,entah dari mana Adri,tau Alisa, saat ini sedang berada di bandara.
mobil melaju dengan kecepatan sedang, saat ini Adri, tidak pernah melepaskan genggaman tangan nya dari Alisa, tepat nya Adri menggenggam tangan wanita yang sangat di cintai nya itu.
"Sayang, aku sangat mencintaimu, dan aku tidak ingin berpisah lagi dengan mu, jika itu terjadi, lebih baik aku mati saja"ujar Adri.
"Jaga bicaramu, Adri, yang menentukan hidup itu hanya tuhan bukan kita, begitu pun dengan hubungan kita, jodoh dan tidak nya, hanya tuhan yang berhak menentukan,mau tidak mau kita tetap harus menjalani nya, karena hidup terus berjalan"ucap Alisa, dengan penuh penekanan.
"Tapi sayang, aku benar-benar tidak bisa hidup lagi tanpa mu, aku mohon jangan pernah pergi lagi dari ku"ujar Adri.
"Kau, lupa Adri, siapa penghianat di antara kita, siapa yang mengkhianati cinta kita, aku bahkan sudah berusaha mengikhlaskan semuanya, itu lah kenapa hingga saat ini, aku masih baik-baik saja, walaupun di awal rasa sakit itu sungguh sangat membuat ku tersiksa, tapi aku sadar semua nya, takdir tuhan, maka dari itu lupakan lah aku, dan kembali lah pada nya demi anak kalian"ujar Alisa, yang kini membuat Adri, tiba-tiba ngerem mendadak.
"kamu,bicara apa heuhhhhh, coba katakan sekali lagi, Alisa...."ujar Adri, sungguh sangat kecewa.
"kembali lah dengan istri mu, demi masa depan putri mu"ujar Alisa, yang langsung terhenti karena Adri, langsung membungkam bibir nya dengan ciuman yang teramat kasar, Adri bahkan menggigit kasar bibir Alisa, yang hanya diam melotot tajam kearah nya.
"eumm ..."ujar Alisa, yang mencoba berontak namun tenaga nya kalah oleh Adri, yang seperti sedang kerasukan karena dia sangat marah dengan ucapan wanita yang sangat ia cintai itu, bahkan Adri, tidak ingin melepaskan nya, saat ini kalau Alisa, tidak memukul dada nya, karena kehabisan oksigen.
"kamu, dengar baik-baik, sayang mulai saat ini dan sampai kapan pun, aku tak akan pernah melepaskan mu"ujar Adri, tegas, dia kembali melajukan mobilnya sekencang mungkin, Adri, begitu emosi, hingga ia tidak sadar telah menyakiti hati Alisa.
🌹💖💖💖🌹
sementara itu di London, tepat nya di kantor pusat, seorang pria sedang merasa, kesal bagaimana tidak,ia mengetahui kabar bahwa Alisa, wanita yang di ajaknya untuk menempuh hidup baru, saat ini dikabarkan sudah kembali kepada mantan kekasih nya itu.
"Alisa, kenapa kamu lakukan itu, kenapa?? Alisa , disaat aku mulai membuka hati kembali saat ini, tapi kamu malah kembali pada nya"gumam Aryan, sambil mengeratkan genggaman tangan nya saat ini.
Aryan, begitu kecewa hingga sikap, dingin nya kembali tampak dalam diri nya saat ini,ia langsung meminta asistennya, untuk mengakhiri kerjasama dengan perusahaan milik Alisa, saat ini , bukan tanpa alasan Aryan, melakukan itu, semua karena dia tidak ingin lagi berhubungan dengan wanita yang di anggap nya telah berkhianat.
sementara itu di Indonesia, Alisa, begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Aryan,mau tidak mau, Alisa, hanya bisa menerima keputusan sepihak tersebut, karena Alisa,tau keputusan Aryan, tidak akan bisa di ganggu gugat Alisa, sedikit lebih tau sifat Aryan, karena dia sudah lama mengenal nya, tapi yang membuat dia sedih adalah keputusan Aryan, yang tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, dia memutuskan kerjasama dengan perusahaan nya saat ini.
"Aryan, apa kesalahan ku"itu pesan Alisa, sebelum Aryan memblokir nomor nya, saat itu juga, tanpa membalas nya.
Alisa, menitikkan air mata nya, saat tau nomor nya saat ini telah di blokir oleh Aryan.
"Apa salah ku, tuhan hingga dia bersikap seperti ini"gumam Alisa, lirih saat ini dia tengah berada di ruangan nya.
dia tidak sedih karena kerugian yang sangat besar, tapi Alisa,sedih karena saat ini Aryan, bahkan memutuskan hubungan pertemanan dengan nya.
Alisa, sudah dua bulan ini,tampak tidak bersemangat,meski Adri, selalu ada untuk nya, bahkan selalu berusaha untuk memanjakan nya, saat ini, tapi Alisa, seperti sedang berada di dunia lain, Adri, bisa merasakan hal itu.
__ADS_1
"Sayang, bagaimana kalau kita , melakukan perjalanan keluar negeri hanya untuk berlibur saat ini sepertinya kamu butuh liburan, jangan terlalu capek, kamu harus ingat, sebentar lagi kita akan segera menikah"ujar Adri.
"Terserah kamu saja"ujar Alisa, sambil tersenyum dipaksakan.
Ya,Adri dan Alisa, saat ini sudah bertunangan, meski acara pertunangan itu hanya di hadiri oleh keluarga besar nya, tapi saat ini mereka sudah akan menuju pernikahan.
Entah, harus senang atau sedih Alisa, bahkan tidak bisa merasakan hal itu, meski saat ini dia sudah bisa kembali bersama dengan pria yang sangat di cintai nya dulu, Alisa, hanya terus kepikiran dengan, sikap Aryan, yang tiba-tiba berubah drastis hingga saat ini.
hingga suatu hari, mereka dipertemukan di sebuah rapat perusahaan, saat itu hampir semua pengusaha sukses, ikut serta menangani Mega bintang proyek pembangunan, yang akan menghabiskan ratusan triliun dana.
saat Alisa,hendak masuk ke dalam ruang rapat, bersama dengan itu Aryan, pun sama akan masuk kedalam, tapi saat itu bahkan dia tidak menghiraukan keberadaan Alisa, yang berusaha untuk menyapanya.
"Aryan, apa salah ku"gumamnya lirih, tapi Aryan, masih bisa mendengar nya, namun Aryan, seakan tak mau perduli dengan semua itu, dia terus melangkah pergi ke dalam ruangan tersebut.
Alisa, yang kini duduk berhadapan dengan Aryan, dia menatap lekat wajah pria yang bahkan tidak ingin menoleh kearah nya sedikit pun.
Aryan, tetap fokus dengan laptop nya, saat ini hingga seseorang, membuka obrolan, saat ini ya,dia adalah pemimpin rapat, siapa lagi, kalau bukan Edgar ,sang kakak, yang mewakili perusahaan nya,di Amerika, saat ini.
setiap, pengusaha sukses yang hadir saat ini tidak bisa mewakilkan, kehadiran nya dalam rapat penting saat ini, semua fokus, menatap kearah Edgar, pria tampan dan gagah yang kini memimpin rapat besar tersebut,ada kekaguman dari beberapa rekan bisnis wanita yang kini berjajar dengan Alisa, karena posisi nya saat ini, adalah wanita dan pria duduk berhadapan, sementara itu Adri, tunangan Alisa, yang sebentar lagi, akan menikah kini berhadapan dengan mantan istri nya, yang sama-sama mewakili perusahaan nya, tepat nya mewakili perusahaan milik ayahnya, yang belum lama ini diwariskan kepada nya.
sesekali, Adri, mencuri-curi pandang kepada, tunangan nya itu, yang kini terlihat menahan air mata, meskipun, Alisa, saat ini tengah fokus menatap kearah sang kakak, jangan lupa hampir semua keluarga nya saat ini ikut serta dalam rapat tersebut, maklum lah, Aditya dan Edward, adalah pengusaha kelas kakap, yang memiliki perusahaan raksasa, yang kini di urus oleh masing-masing anak nya.
hingga, rapat berhenti sejenak untuk istirahat, Alisa, yang melihat Aryan, pergi saat itu dia langsung bergegas pergi, dengan pura-pura izin ke toilet, pada Adri, saat Adri, hendak menyusul Alisa, namun langkah nya terhenti oleh mantan istri nya tersebut.
sesampainya di depan toilet, Alisa berdiri menunggu Ardi, keluar dari lorong tersebut, Alisa, bahkan tidak perduli, jika orang-orang menganggap nya aneh.
setelah beberapa menit menunggu, saat itu Aryan, keluar dari toilet, dia langsung berjalan tanpa menghiraukan keberadaan Alisa saat ini.
"Aryan, apa kesalahan ku, hingga kamu bersikap seperti itu terhadap ku, Ok kamu memutuskan kerjasama diantara kita, tapi kenapa bahkan semua akses yang berhubungan antara kita kamu tutup juga, tolong jelaskan"ujar Alisa,lantang .
awalnya Aryan, masih tetap tidak menggubris perkataan Alisa, hingga Alisa, berkata.
"Aryan, kamu kekanakan"perkataan itu, sontak membuat Aryan,berbalik dan menghampiri Alisa, saat itu juga Aryan,menyeret Alisa ke sebuah lorong di hotel tersebut, dan menahan nya tepat di dinding.
"Kamu, tanya apa kesalahan mu, heeuh, seharusnya kamu tanyakan itu pada hati mu, kamu bilang aku kekanakan, apa kamu pikir, pria seperti ku tidak akan terluka, jika melihat wanita yang di cintai nya, kembali pada mantan nya, tanyakan itu pada hati nurani mu,kau lebih tau itu karena kau sudah pernah merasakan nya, tapi mungkin kau lupa, karena pria itu sudah kembali menjadi milik mu"Deg...
ucap Aryan, begitu menghujam jantung Alisa, betapa tidak saat ini Alisa,baru menyadari bahwa Aryan, saat ini tengah mengatakan rasa sakit nya,atas perbuatan nya yang sama sekali tidak dia sadari.
"Maaf"ucap Alisa, lirih.
tiba-tiba Aryan, langsung mencium bibir Alisa, dengan rakus , hingga membuat Alisa, mematung sejenak kemudian tanpa sadar dia membalas ciuman tersebut, dan kini kedua tangannya, sudah berada di leher Aryan, begitu juga tangan kekar itu,kini sudah berada di tengkuk Alisa, menekan nya,agar ciuman tersebut semakin dalam.
sesaat, setelah hampir kehabisan oksigen, mereka langsung melepaskan ciuman tersebut,kini Aryan, menatap lekat wajah cantik itu, Aryan seakan tak rela jika wanita yang berada di hadapan nya saat ini menjadi milik orang lain.
__ADS_1
"aku akan memaafkan mu jika kamu kembali pada ku"ujar Aryan, yang langsung meninggalkan nya, sesaat Air mata Alisa,luruh begitu saja, bagaimana tidak, Alisa baru menyadari bahwa selama ini, pria tampan tersebut memiliki perasaan cinta yang begitu besar untuk dirinya, tapi Alisa, tidak bisa berbuat apa-apa karena saat ini dia bahkan sudah akan menikah dengan Adri, kekasih nya dulu.