Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Mengagumi#


__ADS_3

Setelah kepergian Kenzo, dari ruangan tersebut, Anisa, langsung menyusul kakak, nya ke dalam ruangan pribadi nya,disitu dia melihat , Alisa dan putri saling memeluk, Alisa, begitu mencintai putri, putri angkat nya yang dia temui tujuh tahun lalu,kini gadis kecil itu, sebentar lagi menginjak usia remaja, ya Anisa, sangat kagum terhadap sang kakak, dia seorang wanita yang tangguh dengan segala beban percintaan yang tidak pernah berjalan mulus.


Anisa, duduk di atas ranjang yang kini di tempati oleh mereka,ia ikut bergabung memeluk keponakan nya itu saat ini.


Tanpa mereka sadari,ini sudah sangat larut.


sementara itu di sebuah apartemen, Kenzo, tengah bergulat di ranjang bersama wanita yang selama ini selalu menjadi partner **** nya, walaupun hanya menggunakan nafsu, tanpa adanya cinta, pertempuran panas itu selalu mereka lakukan.


"Babby... kapan kamu menikahi ku, anak kita sudah bertanya terus dimana Daddy nya"ujar wanita yang bernama Green Angelica itu.


"Kau berani bertanya hal itu pada ku, apa sudah kau pikirkan, konsekuensinya"tatapan tajam Kenzo,kini terarah pada Green.


"Maaf kan aku sayang, aku tak bermaksud"ucapan Green lirih,saking takut nya akan kemarahan pria yang ada di hadapannya itu


"Dengar ya Green, semenarik apa pun dirimu,kau hanya lah partner ranjang ku, dan sebejat-bejat nya aku, aku juga ingin menikah dengan wanita baik-baik"ujar Kenzo,pelan tapi penuh penekanan.


Wanita itu hanya menatap sendu pada Kenzo, saat ini setelah itu dia langsung bangkit dari ranjang tersebut dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


sementara itu, Kenzo menghubungi Anisa, yang kini tengah terlelap tidur di ruang istirahat nya di kantor, saking lelahnya mereka hingga tak menyadari waktu saat ini menunjukkan pukul sepuluh malam.


telpon itu baru di angkat setelah berkali-kali Kenzo, menghubungi Anisa, Anisa yang terbangun dari tidurnya dia langsung mengangkat telepon yang entah dari siapa.


📱"Halo,ini siapa??"ujar Anisa menggunakan bahasa Indonesia, karena dia sedang bermimpi di rumah nya saat ini.


tidak ada jawaban dari lawan bicaranya saat ini, karena memang Kenzo, tidak mengerti apa yang tengah di ucapkan oleh Anisa, hanya kata halo saja, hingga beberapa detik kemudian.


📱"halo, anda siapa, dan ada keperluan apa telpon orang di jam segini"ujar Anisa yang baru menyadari bahwa dirinya tidak sedang berada di Indonesia.


Dengan menggunakan bahasa Inggris,itu adalah bahasa yang dia gunakan sehari-hari nya, akhirnya Kenzo pun menyahut.


📱"kau dimana Honey,kau sudah tidur di jam segini"ujar Kenzo.


📱"Owh, Andra itu kamu, aku ketiduran di kantor, mungkin sebentar lagi aku akan pulang"ujar Anisa, lembut.


📱"Baiklah aku akan menjemputmu untuk pulang"ujar Kenzo.


📱"Tidak usah Andra aku bisa pulang sendiri ko, lagian aku bersama dengan kakak ku, dan putri nya, mungkin karena lelah aku dan kakak ku, sampai ketiduran, bahkan dia belum bangun saat ini,kami juga melewatkan makan malam"ujar Anisa, menjelaskan.


📱"Honey, aku sangat bahagia malam ini boleh aku menginap"terdengar suara dari sebrang telpon, dan Kenzo, langsung memutuskan sambungan telepon nya dia takut Anisa,tau kalau dirinya masih melakukan hal yang sama seperti pertama kali bertemu dengan nya di club malam,dulu ya Kenzo,sang Casanova.


Tut....


"heumm...di matikan, aku tau Kenzo, sifat mu masih sama oleh karena itu, aku tidak ingin gegabah memutuskan untuk, menerima lamaran mu"ujar Anisa, sambil tersenyum.


Anisa, yang tau dengan kebiasaan Kenzo, dia tidak pernah memusingkan itu, karena dia juga belum memiliki perasaan apapun pada pria yang selalu menganggap nya, sebagai sugar Beby nya.


"Kak, bangun ini sudah larut, apa kamu tidak ingin pulang ke Mension, kasihan putri mu pasti sudah sangat lapar"ujar Anisa,ya walaupun jam makan malam sudah lewat beberapa jam yang lalu, tapi mereka tetap harus mengisi perut nya yang keroncongan .


"Owh ya ampun,ini sudah jam berapa dek...ini juga putri mommy, kenapa tidur nya lelap kali padahal biasanya dia suka rewel kalau belum makan siang"ujar Alisa, yang langsung membangun kan putri nya itu.


"Putri, sayang bangun,ayo kita pulang nak ini sudah larut"ujar Alisa, dan putri nya itu langsung bangun tanpa merengek, seperti biasanya disaat tidur nya terganggu.


mereka pun bersiap untuk pulang, suasana kantor, sudah sangat sepi hanya lampu penerangan di setiap lorong kantor yang masih menyala dan beberapa scurity yang, tengah mengecek kondisi setiap lantai gedung kantor tersebut.


Ketiga wanita itu berjalan menuju pintu lift, untuk turun kebawah, suasana sepi, sering Anisa, rasakan di saat ia pulang lembur, tapi saat ini tidak ada karyawan yang lembur satu pun karena besok adalah weekend,jadi sesuai peraturan Anisa, tidak mengizinkan karyawan untuk lembur.


ada satu hal yang terasa berbeda saat ia turun kebawah dan pintu lift terbuka, biasanya saat itu dia sudah tersenyum menyambut nya di sana, tapi malam ini, dia tidak hadir, mungkin karena sedang bercinta, atau karena dia melarang nya tadi.


"heeuh"Anisa mencoba menepis pikiran nya saat ini, tanpa ia sadari, benih-benih rasa itu, sudah mulai tumbuh.


"Dek, kita langsung pulang atau makan dulu"ujar Alisa.


"momm... aku lapar"ucap putri.


"Baiklah sayang kita mampir ke restoran dulu "ucap Anisa.

__ADS_1


"Asik"ujar Putri."mommy besok kita ke Disneyland, ya"ujar nya lagi.


"Tentu saja Sayang apa pun itu yang penting kamu happy, mommy akan dengan senang hati mengabulkan nya"ujar Alisa, sambil mencium puncak kepala putri nya itu.


"mommy, memang mommy aku yang Ter the best"ujar Putri, yang langsung mencium pipi Alisa, Anisa, yang melihat itu pun langsung tersenyum larut dalam kebahagiaan mereka saat ini.


"mereka pun bergegas pulang dengan mobilnya, dan seperti rencana mereka, saat ini mereka mampir di restoran, saat mereka tengah asik makan, tiba-tiba, Kenzo, datang bergabung di tempat duduk yang mereka tempati saat ini.


"Honey, aku mencari mu di kantor, dan scurity bilang, kamu sudah pulang, untung aku cek GPS, mobil mu"ujar Kenzo, sambil tersenyum manis tanpa dosa.


"Ayo makan Kenzo"ujar Anisa, yang kini sedang merasa kesal, dengan pria yang sudah seperti jin bisa muncul kapan pun dan dimana pun, menurut Anisa.


"Sayang aku bisa jelaskan"ujar Kenzo, yang tau wanita nya, sedang marah saat ini, terlihat dari cara dia memanggil nama kebesaran nya.


Ya, Anisa, akan memanggil nama itu jika dia tengah marah pada nya, seperti saat ini.


"Aku tidak lapar Honey, aku sengaja kesini untuk menjelaskan sesuatu"ujarnya.


"Ini tempat makan Kenzo, bukan tepat ngobrol"ujar Anisa, yang kini menghentikan makan nya, dia sudah tidak punya selera, sementara Kakak, nya saat ini tetap fokus makan bersama dengan putri nya hingga selesai, mereka pamit pulang dulu, karena Kenzo, meminta Anisa, pulang dengan nya.


Anisa, hanya diam saja di sepanjang perjalanan, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, saat ini mereka berdua sedang dalam mobil.


"bisa, lebih cepat lagi, aku sudah lelah ingin segera istirahat"ucap Anisa, kemudian.


tapi bukan nya, terus melaju Kenzo,malah menghentikan mobilnya, saat ini dan Anisa pun menghela nafas panjang, saat ini.


"Katakan, apa mau mu"ujar Anisa, yang kini menurunkan ego nya.


"Kita menikah"ujar Kenzo.


"Itu bukan solusi, Kenzo"ujar Anisa, sambil menatap Kenzo.


"kenapa, kamu bisa menyimpulkan bahwa itu bukan solusi, justru, dengan kita menikah aku tidak perlu lagi mencari mereka untuk menuntaskan hasrat ku, sayang aku ini pria dewasa aku normal"ujar Kenzo, yang kini mencoba menjelaskan kejadian tadi.


"Apa dengan menikah, kamu bisa menjamin bahwa kamu tidak akan mencari mereka lagi di kemudian hari, tidak Ken, aku rasa semua nya tidak akan bisa di ubah begitu saja, semua itu sudah jadi kebiasaan mu"ucap Anisa.


"Tidak, Ken, aku tidak bisa, aku tidak ingin kamu berubah atas dasar keterpaksaan, aku ingin kau berubah bukan demi aku, tapi demi dirimu sendiri, jika kamu bisa melawan hawa nafsu mu, sendiri dan bertekad untuk mengubah diri sendiri demi kebaikan mu, mungkin aku akan memikirkan nya, tapi jika niat mu berubah hanya karena aku, bukan tidak mungkin jika kamu kecewa dengan ku ,suatu hari nanti kamu akan kembali, melakukan itu lagi, setidaknya sayangi diri kamu sendiri dulu sebelum kamu menyayangi orang lain"ujar Anisa, panjang lebar.


"honey, please aku janji setelah menikah aku tidak akan pernah melakukan itu lagi"ujar Kenzo.


"Maka kamu bisa menikah dengan wanita manapun, tapi tidak dengan ku"ucap Anisa, yang kini membuka sabuk pengaman, dan hendak turun, tapi Kenzo, menarik lengan nya.


"Mau kemana, apa kamu tidak lihat jam"ujar Kenzo.


Alisa pun kembali terduduk di tempat nya saat ini, sambil menghela nafas.


"Honey, apa kamu tidak bisa melihat bahwa aku sangat mencintaimu"ujar Kenzo.


"Kenzo, cinta itu tidak harus selalu di buktikan dengan kata-kata, karena orang bersandiwara pun bisa mengucapkan kata cinta, tapi cinta yang sesungguhnya di buktikan dengan perbuatan, apa kamu mengerti"ujar Anisa, yang kini menatap lekat wajah tampan yang tengah menatap sendu ke arah nya, pria itu begitu mencintai Anisa, hanya saja dia punya kebiasaan buruk yang belum bisa ia tinggalkan yaitu, bercinta dengan wanita lain bahkan berganti ganti wanita dalam satu Minggu.


"Ajari aku untuk itu sayang aku mohon"ujar Kenzo, yang kini mendekat kan wajah nya berhadapan dengan Anisa, dia langsung mencumbu bibir yang terlihat seksi itu.


Anisa, tidak membalas nya, hingga Kenzo, perlahan melepaskan ciuman itu, dan menatap wajah Anisa, yang kini menatap nya.


"Ken, aku mau pulang"ujar Anisa.


Kenzo, membalikkan badannya setelah itu dia langsung tancap gas, Anisa, hanya bisa menghela nafas,ada rasa sakit di relung hati nya saat ini, ketika ia membayangkan Kenzo, tengah mencumbui wanita lain, meski tanpa cinta, sementara itu Kenzo, tengah fokus pada jalan meskipun hati nya bergemuruh penuh dengan berbagai pemikiran yang membuat nya semakin kesal.


sesampainya di Mension, Anisa, langsung turun tanpa menunggu Kenzo, membuka kan pintu untuk nya.


Kenzo, hanya menatap punggung wanita yang bahkan tidak berpamitan pada nya saat ini.


setelah mereka berpisah ke esokan hari raya Anisa, dan Alisa, pergi menuju Disneyland, mereka ingin menghabiskan waktu dengan memanjakan putri.


satu bulan berlalu, semenjak saat itu, Ardan, tidak pernah datang lagi, mengunjungi nya, Anisa, awal nya bertanya-tanya tapi kemudian, ia mulai terbiasa,ya terbiasa tanpa kabar atau pun kehadiran nya di sisi nya.

__ADS_1


hingga suatu hari, saat Anisa, hendak kembali ke Indonesia, dia melihat seorang pria tengah berjalan bergandengan tangan, dengan seorang wanita, yang menggendong anak laki-laki, kira-kira berusia lima tahun, Alisa hanya memalingkan wajahnya, pura-pura tidak melihat nya.


sesaat, kemudian di saat Anisa, akan masuk ke dalam pesawat, tiba-tiba, lengan nya di cekal oleh pria yang ia jumpai tadi.


"Aku bisa jelaskan"ujar pria itu.


"Maaf tuan,saya buru-buru"ujar Anisa mencoba melepaskan genggaman tangan Kenzo.


"Turun, atau pesawat ini akan hancur"ujar Kenzo, mengancam.


"Ken, aku tidak punya waktu banyak, saat ini aku harus segera kembali ke Indonesia mommy, sedang sakit"ujar Anisa, beralasan, dan itu memang benar, tapi tidak parah.


"Tapi, aku tidak ingin kamu pergi dengan salah paham"ujar Kenzo, lagi.


"Ken,itu hak mu Ok, aku tidak ingin ikut campur, karena kita bukan siapa-siapa, tolong mengertilah"ujar Anisa.


"Kamu salah honey, kamu itu calon istri ku, mommy dari anak-anak ku kelak"ujar Kenzo,pelan tapi penuh penekanan.


"Ok, Ken, kita bicarakan itu setelah aku kembali, sekarang aku mohon, lepaskan tangan mu Ok"ujar Anisa, Kenzo, pun langsung melepaskan nya tapi sedetik kemudian, dia mencium bibir Anisa, dengan rakusnya, hingga semua orang yang melihat itu, memalingkan wajahnya.


"Ken, kamu itu heuhhhhh"ujar Anisa, yang kini memalingkan wajahnya karena malu dengan sekitar nya.


Akhirnya Anisa, pun langsung bergegas menuju tempat duduknya di kelas bisnis tersebut, yang sudah ada beberapa orang di sana.


sementara itu Kenzo, menatap pesawat terbang yang kini membawa kekasih hati nya pergi,ada rasa takut yang hinggap di benak nya saat ini, dia takut wanita yang di cintai nya, tidak akan pernah kembali.


sementara itu di dalam pesawat, Anisa, sempat menitikkan air mata, sebelum ia memejamkan mata nya untuk mengistirahatkan pikiran nya yang terasa lelah itu saat ini.


Anisa, tidak ingin terlalu berharap, dengan perasaan nya yang selama ini, tumbuh dan berkembang di sana, untuk pria, yang belum benar-benar terlihat memperjuangkan cinta nya itu.


Anisa,kini hanya ingin segera tiba di Indonesia, dia ingin menjumpai mommy nya yang saat ini tengah terbaring sakit, entah sakit apa tapi yang pasti Elena, bilang mommy nya, sakit.


setibanya di bandara Husein Sastranegara Bandung, Anisa,di jemput Ardan,sang kakak, yang langsung memeluk nya,saking rindu nya terhadap adiknya itu.


"kamu,kurus dek, apa kamu makan dengan baik di sana"ujar Ardan.


"Makan ku banyak kak, mungkin karena aku terlalu capek kerja, dan terlalu rindu dengan kalian"ujar Anisa.


"Berhenti lah bekerja,biar Kakak, minta kak, Ardi untuk menangani perusahaan di sana"ujar Ardan.


"Tidak usah kak, aku baik-baik saja ko, kasihan juga kak, Ardi sudah terlalu banyak yang harus dia urus di sana"ujar Anisa.


"Tapi,dek, kamu itu butuh waktu untuk menikmati hidup, sejak lulus kuliah kamu tidak pernah menghabiskan masa muda mu, untuk bermain, sekali-kali, cobalah nikmati waktu mu itu"ujar Ardan.


tak terasa perjalanan mereka kini sudah sampai di Mension, milik mommy nya itu tempat tinggal mereka dulu,di saat Aditya tergoda dengan wanita lain.


sesampainya di sana semua orang menyambut nya, hingga Anisa, mendapati mommy nya yang kini tengah terbaring di atas ranjang, nya.


Soraya menolak untuk di rawat di rumah sakit, dia merasa bahwa dirinya baik-baik saja hanya perlu istirahat, padahal dokter menjelaskan bahwa jantung Soraya saat ini tengah bermasalah.


terlihat Edward, setia mendampingi nya, saat ini pria yang pernah mendampingi hidup mommy nya yang selama ini menjadi Daddy, bagi mereka, meski mereka bukan darah daging nya, karena anak Edward, hanya Elena, Edgar dan Edgardo, yang sama-sama terlahir dari mommy nya itu.


tapi Anisa, dan ketiga saudara nya, anak dari Aditya dan Soraya, sangat menyayangi dan mencintai lelaki yang kini berusia 65 tahun itu, yang terlihat masih awet muda Anisa, sangat mengagumi Daddy, sambung nya itu.


di sebut Daddy, sambung karena dia yang selalu ada di saat Aditya, tidak ada seperti sekarang ini.


terdengar percakapan mereka berdua.


"Honey, sebaiknya kamu ikut aku untuk berobat di sana, segera,agar kondisi mu tidak akan semakin parah, aku tidak ingin kamu kenapa-napa, sudah cukup mereka bersedih karena kehilangan Daddy nya, jangan sampai kamu juga meninggalkan mereka, lihat lah Anisa dan Alisa, hingga kini mereka belum menikah, apa kamu tidak ingin melihat mereka bahagia dengan pasangan nya??"ujar Edward, yang kini menyuapi Soraya, bubur.


"Daddy, walaupun bukan karena penyakit kematian itu akan tetap datang menjemput, karena tidak ada yang abadi di dunia ini, dan aku hanya bisa berharap, semoga mereka semua hidup bahagia"jawab Soraya lembut.


Anisa, yang mendengar hal itu,ia merasa sedih, jika ibunya benar-benar tiada nanti, dia bahkan belum bisa membahagiakan mommy nya itu.


"momm... Daddy,benar sebaiknya mommy, ikut dengan Daddy, ke sana untuk berobat, aku tidak ingin mommy, kenapa-napa, jika mommy, pergi aku dengan siapa di dunia ini"ujar Anisa, sambil menitikkan air mata, masih terbayang jelas, saat detik-detik terakhir ia kehilangan Aditya, yang terlihat sangat tegar, saat itu.

__ADS_1


"Sayang ke marilah , kamu tidak usah khawatir, Daddy, akan berusaha sekuat mungkin, untuk membantu mommy, sembuh, kalau perlu Daddy, akan kembali bersama dengan mommy, kalian,agar Daddy, bisa menjaga mommy mu ini sepenuhnya"ujar Edward.


"Kami,setuju"ujar semua nya yang sedari tadi diam-diam mendengar kan pembicaraan mereka, ketujuh anak nya saat ini mendukung keputusan Edward, Ardi dan Ardan yakin Daddy nya, pasti akan mengizinkan nya.


__ADS_2