Sugar Daddy

Sugar Daddy
Duka Aditya


__ADS_3

Aditya langsung bergegas menuju rumah sakit, saat ini sesampainya di sana dia langsung terduduk lemas di lantai saat melihat putrinya sudah terbujur kaku, putri kecilnya kini sudah tidak akan pernah tersenyum lagi Aditya menangis sejadinya, dia begitu kehilangan putri kesayangan nya itu dia memeluk tubuh kaku yang sudah dingin itu di atas ranjang rumah sakit.


Aditya,semakin histeris ketika tau yang menabrak putri nya itu adalah ibunya sendiri walaupun tanpa di sengaja, saat dia pulang dari kantor, dia melaju dengan kecepatan tinggi saat itu pas sampai di kompleks tepat depan Mension milik nya, tiba-tiba putri nya berlari memotong jalan hendak mengambil bola yang sudah terlempar alhasil kecelakaan pun tidak bisa di hindari tubuh gadis kecil itu terpental hingga kepalanya membentur pinggir trotoar darah pun sudah membanjir posisi tubuh yang tergeletak itu.


meski cepat,di bawa ke rumah sakit terdekat tapi gadis kecil itu sudah meregang nyawa di tempat, kejadian hingga pertolongan pun tidak bisa di lakukan karena sudah tidak bisa merespon nya.


warga yang melintas pun membawa korban ke rumah sakit sementara Mira di bawa ke kantor polisi saat itu juga.


Aditya, tidak bisa berkata-kata lagi saat ini dia langsung diam tanpa kata, saat mengingat kepedihan soraya, dia berkata semoga kalian bahagia dan tidak akan mendapatkan karma untuk hal itu.


sementara itu soraya, saat ini sudah berada di kediaman nya karena Edward datang menolong nya saat itu, soraya berhasil menggunakan telpon rumah dan para penjaga itu lengah dengan membawa beberapa anak buah nya saat itu Edward, berhasil membawa soraya pulang.


soraya kini tengah berendam di bathtub, iya juga tidak hentinya melamun mengingat perlakuan Aditya saat di kantor dan juga di Mension mereka, Aditya tidak pernah rela berpisah dengan soraya, tapi dia begitu egois karena tidak mau memilih di antara kedua nya.


bahkan, soraya sudah berusaha mengalah dia tidak pernah berusaha memisahkan mereka walau terlalu menyakitkan tapi dia tidak mau melakukan,hal anarkis seperti yang orang lain lakukan dia lebih memilih mengalah dari pada mempertahankan hubungan yang sudah tidak bisa di perbaiki lagi,bagi soraya Aditya berani melakukan hal itu tanpa memikirkan posisi nya, mungkin karena Aditya sudah tidak lagi mencintai nya,ya buat apa mempertahankan hubungan bila cinta itu sudah sirna di sebelah sisinya,itu akan lebih menyakiti hati lagi hidup dengan orang yang sudah tidak memiliki perasaan lagi untuk nya.


cinta macam apa yang tega menyakiti pasangan nya sendiri, dan apa yang harus di pertahankan, dari semua itu, itulah prinsip soraya makanya dia menggugat cerai Aditya.


sementara itu,kini di rumah duka sedang di adakan pengajian, sementara Mira masih di kantor polisi Aditya, tidak hentinya meneteskan air mata biarpun dia adalah seorang pria tapi kehilangan sosok putri kesayangan nya, tidak bisa menjamin bahwa dia bisa tegar.


pemakaman sudah selesai dilakukan saat ini Aditya bersimpuh di depan pemakaman putri nya, yang masih basah dengan tanah merah yang baru di gali itu, Aditya juga melirik pemakaman, putri nya yang dulu meningal di renggut paksa oleh orang yang ingin mencelakai soraya kini soraya pun harus menderita kehilangan putri nya yang belum sempat di lihat nya.


"nak kalian berdua sudah pergi dari Daddy, kenapa kalian tinggal kan Daddy begitu cepat Daddy, sayang kalian maafkan Daddy jika kalian hadir dari kesalahan-kesalahan, yang Daddy perbuat, dan kamu putri Daddy yang pertama maafkan Daddy yang tidak pernah menjaga mu, saat itu"ucap Aditya lirih mengelus kedua makam bergantian.


nyonya Atmaja pun membulat kan matanya ketika tau itu adalah makam putri Aditya yang pertama dengan soraya, padahal dia selalu merindukan seorang cucu perempuan, yang sangat cantik dan manja seperti kebanyakan putri di luar sana,namun itu hanya khayalan kini semua sudah tak ada lagi Nyonya Atmaja begitu menyesal saat ini karena perlakuan nya terhadap soraya menantunya,atas perbuatan nya dulu dan kini terulang lagi.


satu bulan berlalu kini sidang pertama perceraian yang di hadiri oleh kedua belah pihak yang sama-sama ngotot, yang satu tidak ingin bercerai dari dan yang satunya tetap ingin bercerai bahkan nyonya Atmaja sendiri berani berlutut di depan persidangan putra dan menantunya,agar sidang di akhir nyonya Atmaja tidak ingin mereka bercerai akhirnya hakim memutuskan semua gugatan di batalkan, mereka di sarankan menemui penasehat pernikahan,agar bisa berdamai.


Aditya tersenyum, bahagia dia tidak jadi bercerai dengan istrinya saat ini walau pun soraya menolak untuk tinggal bersama kembali tapi setidaknya Aditya bisa punya harapan, saat ini untuk bisa mendapatkan hati istrinya kembali.


setelah,satu Minggu berlalu kini soraya tengah mengajak ke lima anak nya bermain di taman, depan komplek Mension miliknya.


soraya hanya bekerja setengah hari saat ini dia merindukan kelima anak nya itu, dan dia pun membawa mereka untuk piknik di taman yang cukup luas dan begitu indah itu saat ini, Edgar dan Edgardo kini tengah bermain bola bersama dengan Alex, Sementara Elena, tengah sibuk bermain dengan kedua adik kembar nya itu yang kini tengah merangkak di atas rumput nan hijau tersebut, soraya sengaja membiarkan mereka bergerak aktif di sana dengan pengawasan nya.


setelah lelah bermain kini soraya membersihkan tangan dan kaki mereka semua nya duduk di atas tikar yang di gelar dengan dua kursi bayi dan mangkuk kecil soraya menuangkan bubur bayi yang di buat nya sendiri di rumah kedalam mangkuk mereka mereka pun menyendok makanan memasukkan nya kedalam mulut mereka masing-masing walau pun tidak semua berhasil di masukkan tapi soraya melatih itu seperti yang selalu di sarankan oleh dokter anak.


sementara ketiga anak nya yang lain sedang sibuk memakan makanan mereka dengan satu kotak bekal di masing-masing anak Alex dan soraya tersenyum bahagia, saat ini dia begitu senang melihat mereka semua tampak bahagia.

__ADS_1


"momm...bekal ku habis aku mau lagi"ucap Edgardo yang selalu memiliki ***** makan lebih dari kakak-kakak nya itu soraya pun sudah mempersiapkan itu, sebelum nya dia memberikan satu kotak lagi, saat mereka tengah asik makan Edward dan Rani datang sambil membawa putri mereka yang baru berusia tiga bulan, menggunakan stroller.


"Hay, sayang Daddy semua nya kalian sedang apa? ucap Edward sambil mencium kelima nya secara bergantian.


"kami sedang makan Daddy"ucap mereka kompak termasuk Edgardo yang kesusahan menjawab Daddy nya karena mulutnya masih penuh.


"Daddy boleh minta sepertinya itu sangat lezat pasti mommy kalian yang buat"ucap Edward yang memang sudah tau mantan istri nya itu jago masak dan sangat pintar memanjakan suami namun kebodohan nya saat itu dia melepaskan istrinya itu.


"hemm... Daddy tidak punya jatah"ucap Edgardo.


"hemm...begitu ya Daddy bisa minta mommy kalian buatkan nanti,sambil melirik kearah soraya yang kini sedang menggendong bayi mungil tersebut dia mencium seluruh bagian wajah bayi tersebut dia begitu sayang dengan anak dari Edward dan Rani.


"boleh nanti kalian nginap saja di rumah kita iya kan anak-anak?"tanya soraya pada mereka bertiga.


"iya dong,kami sudah sangat rindu Daddy dan adik bayi"ucap mereka kompak.


"hemm...mama Rani gak di kangenin nih ceritanya"ucap Rani pura-pura sedih.


"ya,kami juga kangen mama... tapi gak usah bilang-bilang juga kan nanti mama ikut Daddy kerumah kita"ucap Edgardo polos.


sementara itu Alex, tengah sibuk menjaga Ardi dan Ardan, yang saling menjahili mereka berebut biskuit dari mangkuk nya masing-masing.


"Ardi tidak boleh nakal Ade nya sedang, makan biskuit yang sama dengan mu"ucap Alex tapi Ardi malah tersenyum, sementara Ardan hampir menangis karena kesal terlihat dari ekspresi wajah yang sudah memerah namun Alex langsung menggendong Ardan.


tanpa mereka sadari saat ini, Aditya sedang memperhatikan mereka dari kejauhan,ingin rasanya dia mendekat dan memeluk anak istrinya itu, tapi dia belum punya keberanian untuk itu tapi Aditya tidak akan pernah menyerah dia akan terus berusaha.


🌹💖💖💖🌹


malam hari pun tiba, mereka semua kini sedang sibuk di meja makan menikmati masakan soraya, dan seperti janji soraya dia memasak untuk mereka sore tadi.


"benar kata kamu mas soraya memang jago masak makanan ini begitu lezat"ucap Rani.


"ya, aku sering di masakin jadi tau rasanya"Edward diam sejenak, dia rindu masa-masa itu.


"kalau enak ya si lanjutkan mas"ucap soraya yang melihat Edward terdiam.


"ini juga"jawab Edward.

__ADS_1


sementara itu Alex tidak banyak bicara dia juga sudah nambah berkali-kali, soraya pun selalu menawari Alex setiap hidangan yang ada di meja, pada kakak nya itu.


"kak, Alex mau tambah lagi?"tanya soraya.


"udah cukup, Raya aku sudah makan banyak Nanti susah tidur jika perut begah"ucap Alex.


sementara itu di, Mension milik Aditya dia sedang merenung di balkon kamar nya saat ini sambil melihat, kearah luar dia berbicara sendiri.


"sayang, aku sangat merindukan mu kapan kamu bisa memaafkan aku"ucap Aditya lirih tidak terasa air mata nya menetes Aditya buru-buru mengusap air mata nya.


dia kembali membuka ponsel nya, dia memberanikan diri, mengirim pesan kepada soraya saat ini, dia berharap pesan nya di balas atau minimal di bacanya.


💌"sayang, maaf kan aku, yang telah menyakiti hati mu, mungkin aku tidak pantas untuk kamu maafkan tapi aku akan tetap berusaha memperbaiki semua nya, aku mohon maaf kan aku, kamu tau aku begitu merindukan mu aku ingin memeluk mu dan kita akan selalu bersama di setiap waktu, aku sungguh sangat mencintai mu, maafkan atas semua kebodohan ku saat itu aku di jebak hingga kebodohan yang kulakukan, membuahkan hasil, yang akhirnya menyakiti diri mu, tapi kamu tau sayang aku sudah mendapatkan karma nya,kini aku kehilangan putri ku buah dari kesalahan ku, mungkin Tuhan mendengar kan semua do'a-do'a mu dan aku sudah mendapatkan karma nya"pesan dari Aditya.


soraya yang telah berbaring setelah memberikan kedua buah hatinya ASI eksklusif, saat ini dia langsung mengambil ponsel nya yang di kira adalah email yang masuk tapi ternyata Aditya lah yang mengirim pesan kepada nya, soraya pun membaca pesan itu tapi tidak sedikit pun berniat untuk membalas nya.


"penyesalan, mungkin itulah yang terjadi pada mu saat ini tapi rasa sakit ini masih sangat membelenggu hati ini, entah aku bisa memaafkan mu atau tidak, aku bahkan tidak bisa memutuskan nya, biarlah waktu yang menjawab semua nya, yang pasti saat ini aku tidak ingin memikirkan tentang apa pun yang terjadi di antara kita, aku hanya ingin fokus untuk merawat mereka"ucap soraya lirih dia melihat ke arah boks bayi, yang saat ini di tempati dua bayi gembul tersebut.


soraya pun tersenyum kecut dua kali sudah, dia terjebak di dalam kebodohan nya, yang kini menjeratnya lagi, walau di akhir dia sudah berdamai dengan Edward tapi dengan Aditya yang, telah melakukan dua kali kesalahan, soraya tidak tahu lagi akan bagaimana kedepan nya, yang pastinya saat ini dia hilang kepercayaan, pada suaminya itu.


setetes air mata jatuh di pipinya saat ini dia langsung menghapus nya, soraya berbicara pada dirinya sendiri bahwa itu adalah air mata terakhir nya atas rasa sakit yang dia dapat dari kebodohan nya, saat ini.


tiba-tiba saja perutnya terasa sangat mual dia pun berlari ke dalam kamar mandi, tepat di atas closet, dia memuntahkan isi perutnya itu, soraya memuntahkan isi perutnya hingga terasa lemas saat ini.


soraya ingat dia belum datang bulan lagi setelah satu bulan lalu, dan hampir dua bulan ini, soraya pun berjalan dia mengambil alat tes kehamilan, dan benar saja saat ini dia kembali mengandung anak dari Aditya, soraya pun menangis sesenggukan, saat ini saat dia ingin melupakan semua nya, dia kembali mendapatkan malaikat kecil dari Aditya.


Alex, yang masuk ke dalam kamar soraya dia kaget melihat soraya terduduk lemas, di lantai dengan memegang alat tes kehamilan, yang menunjuk dua garis merah.


"ada apa ini Raya?"Alex minta penjelasan.


"kak,,ini lagi-lagi ini terjadi,hiks hiks hiks"soraya menangis sesenggukan di pelukan Alex.


"sudah tidak apa-apa jangan menangis kita bisa lalui ini semua, kamu harus kuat dan berbahagia lah, karena Tuhan masih sangat percaya kamu bisa menjalani nya"ucap Alex menenangkan.


setelah itu Alex membantu soraya bangkit dan membawa, nya ke atas ranjang dia menyelimuti adiknya itu, dan mengecup puncak kepala nya.


"tidur lah,kakak, akan selalu ada untuk mu seperti yang kakak lakukan dulu, seperti keinginan ayah kakak, akan selalu ada untuk kalian semua jangan sedih lagi"ucap Alex lembut dia pun keluar dari kamar soraya setelah menyala kan lampu tidur nya.

__ADS_1


__ADS_2