Sugar Daddy

Sugar Daddy
#kembali ke rumah#


__ADS_3

setelah selesai membereskan barang-barang milik anak nya itu kini soraya tengah menunggu anak-anak nya, bersiap soraya berencana akan kembali pagi ini, tanpa memberitahu Aditya, namun Aditya sudah tau sebelum nya karena pengasuh kedua putranya itu memberitahu kan pada nya.


Aditya pun turun untuk sarapan Setelah selesai berpakaian rapi, dia menghampiri Soraya yang kini sedang duduk di meja makan untuk sarapan, Aditya mencium kening istrinya itu.


"pagi Hanny"ucap Aditya.


"hmm"soraya hanya berdehem.


"apa kamu sudah siap, semua barang-barang mereka sebentar lagi sopir akan datang menjemput kita"ucap Aditya.


"tidak perlu, aku bawa mobil sendiri"ucap soraya tanpa menoleh.


"sayang, aku mohon jangan seperti ini, aku tau aku tidak bisa termaafkan tapi aku akan menebus dosa ku, pada kalian, please beri aku kesempatan"ucap Aditya.


"menebus dosa, heuhhhhh...sadar ternyata "ucap soraya dingin, dia pun dengan cueknya makan sarapan nya tanpa menyiapkan untuk suaminya itu.


"sayang aku salah please maaf kan aku!!!"ucap Aditya sambil menggenggam tangan kiri istrinya itu dan mencium nya.


"mas, lepas aku sedang sarapan"ucap soraya melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Aditya sedikit kasar.


Aditya bangkit dan pergi begitu saja dia tidak jadi sarapan, saat ini dia begitu kecewa soraya tidak mau memaafkan nya, Aditya pun bergegas menuju kamar kedua putranya itu, dan tidak lama dia menggendong keduanya, Aditya berjalan keluar tanpa memperdulikan teriakan seoraya yang kini mengejar nya.


"mas, kembali kan mereka, kamu tidak berhak membawa mereka, kamu sudah membuang mereka satu tahun lalu, dan aku tidak ingin kau mengambilnya"ucap soraya.


"jika, kamu ingin kan putra kita ayo ikut aku kita pulang ke rumah kita!!""ujar Aditya tidak kalah tegas.


"aku punya rumah sendiri, jadi tidak perlu menumpang di rumah orang lain"ucap soraya.


"itu rumah mu, aku membangun Mension itu untuk mu, kenapa kau bilang rumah itu milik orang lain"ucap Aditya.


"sudah ku putuskan selama nya, aku hanya akan tinggal di rumah ku, tidak ada yang bisa menggangu gugat"ucap soraya tegas.


"baiklah, jika itu mau mu aku akan membawa pergi putra kita saat ini juga"kata Aditya yang langsung masuk mobil seoraya tidak menghentikan nya, dia akan membiarkan apa pun keputusan Aditya toh, dia juga ayah nya setelah mereka besar pun mereka akan mencari nya,itu pikiran soraya saat ini.


soraya pun menyuruh kedua pengasuh putra kembar nya itu, untuk ikut dengan Aditya dan tetap mengurus mereka, sampai mereka dewasa nanti.


Aditya geram, dengan soraya yang malah pergi meninggalkan nya, saat ini dia menyuruh mereka menunggu di mobil Aditya langsung menyeret soraya masuk kedalam kamar nya dan tanpa menghiraukan soraya yang kini berteriak minta di lepaskan.

__ADS_1


Aditya, mengikat kedua tangan soraya dan merebahkan tubuh istrinya itu, dia langsung menelpon sopir menyuruh nya pulang dengan kedua putra nya itu menuju Mension, mommy nya, setelah itu dia langsung melucuti semua pakaian milik istrinya itu dan dengan rakusnya dia ******* setiap inci tubuh soraya, yang kini memberontak dan menangis.


"kamu tidak akan pernah aku lepaskan sampai kapan pun, aku adalah suami mu dan kau masih istri sah ku, sampai kapan pun, jadi sebaiknya menurut lah lagian aku tau saat ini kamu sedang mengandung anak kita jadi jangan pernah bersikap egois lagi sampai kapan pun kamu tidak akan pernah bisa lepas dari ku, mengerti"kata Aditya yang kini mulai melakukan penyatuan, hingga berkali-kali.


sementara itu ketiga anaknya soraya kini tengah berada di ruang TV, setelah sarapan pagi mereka memutuskan untuk menonton TV karena pengasuh nya bilang Aditya membawa mommy nya ke kamar untuk istirahat.


setelah selesai bercinta Aditya pun bangun dan bergegas membersihkan diri, setelah membuka ikatan tangan soraya,kini soraya menangis tanpa henti, dia begitu terluka lagi-lagi ia harus menerima perlakuan kasar Aditya, yang menyentuh nya,lagi dan lagi.


satu jam berlalu, kini soraya masih enggan untuk bangkit dari bathub, rasanya dia sudah tidak memiliki tenaga lagi Aditya pun membuka paksa pintu kamar mandi, dan langsung mengangkat tubuh istrinya itu.


Aditya yang juga belum menggunakan pakaian dia masih menggunakan bathroob, memudahkan nya untuk membantu soraya membersihkan tubuh nya.


"jangan terlalu lama berendam kamu bisa sakit"ujar Aditya.


"apa?? perduli mu, aku mau sakit atau mati sekalipun, itu urusan ku,urus saja istri kesayangan mu, yang mungkin lebih membutuhkan mu kamu tega memenjarakan nya setelah putri kalian meninggal, apa ada untungnya untuk mu apa putri mu bisa kembali"ucap soraya lantang.


"diam... kamu tidak perlu mengurus kehidupan kami karena itu bukan hak mu untuk ikut campur!!""teriak Aditya yang saat ini terluka karena soraya sudah mengingatkan kembali duka nya.


"owh, begitu ya,baik lalu untuk apa kau masih mengurusi kehidupan ku jika aku bukan siapa-siapa bagi mu!!!"""teriakan soraya lebih tinggi lagi.


soraya pun pergi meninggalkan Aditya, yang kini menatap tajam kearah dirinya, soraya berlalu begitu saja setelah membersihkan diri nya, dia buru-buru menggunakan baju dan mengeringkan rambut nya, soraya tidak memperdulikan keberadaan Aditya yang kini tengah menatap nya sambil duduk di sofa kamar nya.


soraya pun mengambil tas dan menyeret koper nya dia melangkah keluar dari kamar nya,namun lagi-lagi Aditya menarik nya dia menyeret soraya ke atas sofa dan kini soraya terjatuh ke belakang dengan posisi bersandar pada sofa.


"aku bilang kau tidak akan kemana mana tanpa ku mengerti"ucap Aditya tegas,kini Aditya ******* bibir soraya dengan rakusnya dia juga menggigit' kecil bibir bagian bawah, milik soraya hingga soraya meringis kesakitan.


"lepas,eummm...eummmm lepas"soraya pun langsung mendorong dada bidang Aditya dengan tega ekstra nya, hingga ciuman itu terlepas.


"apa kamu ingin mbunuhku dan bayi ku"ucap soraya kesal sambil berusaha berdiri namun lagi-lagi Aditya menahan nya.


"aku, tidak mengizinkan mu untuk pergi harus aku bilang berapa kali sih aku bilang diam,ya diam jangan melawan ku mengerti"ucap Aditya dengan muka merah padam dia begitu emosi saat ini,kerena soraya selalu memberontak.


"bunuh, saja aku Aditya ayo bunuh aku jika kamu ingin puas, aku sudah tidak ingin hidup seperti ini lagi, sudah cukup penderitaan ku selama ini,ayo bunuh aku!!!"""teriak soraya.


tapi Aditya langsung memeluk nya erat dan meminta maaf.


🌹💖💖💖🌹

__ADS_1


setelah satu jam lebih,kini soraya memejamkan mata nya," jika kamu ingin aku maaf kan,maka ceraikan aku saat ini juga"ujar soraya lirih.


"Tidak, sayang sampai kapan pun aku tak akan melakukan itu, cukup sudah kebodohan ku dulu mencerminkan mu, tidak kali ini aku sangat mencintaimu sampai kapan pun akan selalu begitu dan tidak akan pernah berubah, tolong pahamilah sayang"jawab Aditya lirih.


"mas, tidak akan ada cinta yang akan dengan tega nya menyakiti hati pasangan nya, dan itu sudah kau buktikan sendiri, kamu hanya ambisi untuk memiliki ku tapi tidak untuk perasaan mu aku hanya pelampiasan, saat kau kecewa dengan pasangan mu dulu hingga sekarang pun masih seperti itu jadi mulai sekarang ceraikan aku,itu jalan satu-satunya untuk kita agar bisa berdamai dengan masalalu, dan kembali lah dengan Diandra, dia adalah wanita yang baik, hanya saja kamu tidak menyadari itu"ucap soraya panjang lebar.


Ya, Soraya tau Diandra Atmaja, adalah wanita yang sangat cantik dan baik, namun karena ambisi, yang selalu mendorong nya untuk berbuat diluar keinginan nya, Diandra, tidak pernah memiliki penyakit serius, sedari dulu dia hanya menghindari hukuman dari Aditya pria yang sangat di cintai nya, walaupun dulu Diandra belum menyadari bahwa dirinya terlalu posesif terhadap Aditya, pasangan yang sangat serasi yang pertama kali soraya temui di kafe Robert, dan saat itu adalah ulang tahun pernikahan mereka hingga, saat itu soraya tau mereka saling mencintai hanya terkendala masalah keturunan.


saat, Aditya dengan giat mengejar soraya sebenarnya Aditya berkomitmen hanya untuk mendapatkan keturunan, tapi tanpa di sadari nya, dia telah jatuh cinta kepada soraya, saat itu lah, Aditya baru menyadari nya, saat soraya berusaha pergi meninggalkan nya, dia begitu takut kehilangan soraya saat itu.


"tidak, sayang kamu keliru, aku sudah jatuh cinta pada mu, semenjak pertama kali aku bertemu dengan mu aku bahkan sudah jatuh cinta saat pertama kali aku mendengar suara indah mu dan saat aku melihat sosok wanita yang sangat cantik di hadapan ku saat itu, itulah kenapa aku selalu ingin terus melihat mu hingga aku menjual satu unit apartemen kepada mu padahal itu adalah apartemen perusahaan milik ku, untuk di sewakan tidak untuk di jual karena sudah aturan yang aku berlakukan sebelum nya, tapi saat tau kamu yang ingin membelinya, aku menyuruh orang untuk mengurus semua itu, aku sudah sangat jatuh cinta pada mu, saat itu hingga aku nekad mengambil mahkota mu agar kamu tidak lepas lagi dari ku"ucap Aditya.


"aku, tidak tahu lagi mas, aku mohon biarkan aku sendiri, saat ini aku akan pulang dengan anak-anak nya saat ini juga kasihan mereka menunggu ku"ucap soraya lirih.


"kita akan kembali bersama, dan kita juga akan pergi bersama"ucap Aditya sambil mengecup bibir istri nya itu sekilas.


Aditya bangkit dan langsung bergegas mengenakan pakaian nya setelah selesai dia pun menggandeng pinggang istrinya dan menyeret koper mereka menuruni tangga di lihat nya anak-anak nya sudah tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala.


"sayang kamu tunggu di sini dulu aku akan membawa koper kita semua ke dalam mobil dan setelah itu anak-anak akan pergi bersama kita, sementara mereka bertiga akan pergi dengan barang-barang kita terlebih dahulu.


soraya hanya diam mengangguk sambil mendekati putra putrinya.


"maaf kan mommy sayang, mommy mbuat kalian menunggu"ucap soraya.


soraya pun membangunkan mereka bertiga tapi mereka begitu terlelap dalam mimpi nya, hingga Aditya menggendong mereka satu persatu masuk ke dalam mobil, dan memasangkan, sabuk pengaman,ke tubuh mereka yang masih tertidur dengan posisi bersandar di jok penumpang, setelah itu di susul soraya yang menggendong Edgardo, yang memiliki tubuh lebih subur dari kedua kakak nya itu, Aditya yang melihat itu langsung mengambil alih Karen dia tau istrinya sedikit kepayahan, Edgardo memiliki berat hampir tiga puluh kilo lebih.


"sayang, biarkan aku saja kenapa kamu gendong sendiri dia pasti berat iya kan"ucap Aditya sambil mengambil alih putra nya itu dan langsung mendudukkan nya di tengah kedua kakak nya, dan memasang sabuk pengaman,mobil itu memang jok paling belakang di rancang khusus untuk ketiga anaknya itu.


"sebentar mas aku kedalam dulu ada yang ketinggalan"ucap soraya sambil berjalan cepat dia menuju, dapur dan mengambil nasi dan lauk pauk di masukkan kedalam kotak bekal, dan di Bantu, oleh pelayan villa tersebut dia juga tidak lupa membawa botol air dan satu kotak lagi berisi puding yang tadi pagi dia buat setelah selesai dia segera bergegas menuju mobilnya, dia tau Aditya tidak sempat sarapan sedari pagi.


"sayang, apa yang kamu bawa?"ucap Aditya.


"ini sarapan mu mas dan ada puding yang aku buat tadi pagi"ucap soraya Aditya pun tersenyum dia langsung membuka kan pintu mobil untuk soraya, dan setelah soraya masuk dia pun masuk,kali memasang kan sabuk pengaman ke tubuh istrinya itu, setelah itu dia menghidupkan mesin mobil nya dan mulai melakukan mobilnya.


soraya langsung membuka Kotak makan tersebut lalu dengan telaten menyuapi suaminya yang sedang fokus mengemudi,ada bahagia yang membuncah di hati Aditya saat ini bagaimana tidak bidadari yang cantik itu kini sudah bisa kembali menerima nya dan memaafkan kesalahannya.


"terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu, maaf kan semua salah ku, aku janji pada mu mulai saat ini, aku akan berusaha terus untuk bisa membahagiakan mu, dan menebus waktu yang terlewat kan mungkin rasa sakit yang aku torehkan tidak bisa di obati tapi setidaknya, aku akan berusaha untuk menyembuhkan luka itu hingga tak berbekas lagi, sayang aku sangat mencintaimu"ucap Aditya lirih sambil menoleh ke arah istrinya sesaat, soraya hanya berlinang air mata, saat ini mungkin ini lah bagian takdir hidup yang harus terus ia jalani, Soraya memasarkan semua nya pada sang pemilik kehidupan.

__ADS_1


Hanya butuh waktu satu jam kini mereka sudah kembali ke Mension, milik soraya, Aditya tidak ingin, memaksa kan kehendak nya, terhadap istri nya itu, dia yakin setelah berjalan nya waktu mereka bisa kembali hidup normal seperti yang sangat di harapkan nya.


"sayang, kita sudah sampai Aditya membangunkan soraya dengan kecupan di kening nya Sementara anak mereka sudah di bawa oleh pelayan rumah mereka Soraya pun mengerjakan mata nya perlahan.


__ADS_2