Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Tumbuh kembang #


__ADS_3

satu Minggu berlalu kini mereka tengah berada di Mension milik Aditya saat ini Aditya di bantu oleh asisten nya memasak untuk istri dan ketiga anak sulung nya itu.


setelah selesai berkutat di dapur, Aditya kini membantu soraya untuk bangun dan mandi pagi di bantu oleh nya dia langsung membawa istrinya itu ke dalam bathtub saat itu juga, di bantu nya istrinya itu memngosok seluruh badan nya lalu kembali di bersihkan nya.


setelah selesai mandi dan berganti pakaian dia langsung membantu mengeringkan rambut Aditya begitu telaten merawat istrinya yang baru melahirkan, saat ini dia juga menyuapi istri nya itu.


"mas aku sudah sehat jangan terus-terusan seperti ini aku kasihan kamu repot di sini juga ada banyak asisten rumah,jadi jangan berlebihan nanti kamu ke lelahan aku gak mau itu tugas mu sudah cukup bekerja dan membantu di kantor aku juga"ucap soraya,sambil mengelus pipi suaminya itu.


"tidak apa-apa sayang ku aku senang bisa membantu cinta ku ini setiap hari aku tidak lelah ko aku sangat bersemangat demi kesehatan, mu dan anak-anak kita"ucap Aditya sambil mengecup bibir istri nya itu.


"terimakasih mas, kamu itu benar-benar suamiku yang paling berharga di dunia ini"ucap soraya.


"Edgar, Edgardo, Elena, nanti Daddy antar kalian kesekolah kalian cepat, bersiap ya nanti asisten Daddy yang menjaga kalian di sana"ucap Aditya.


"iya dadd..."jawab mereka singkat.


"sayang kamu baik-baik di rumah ya dengan jagoan kita "ucap Aditya sambil mengelus dan mencium kening istrinya itu.


akhirnya Aditya pun berangkat dengan ketiga anaknya itu setelah keberangkatan mereka Soraya berjalan ke, kamar nya saat ini Ardi dan Ardan, sedang meronta-ronta kaki dan tangan nya bergerak seperti berolahraga mata mereka melek perlahan lalu di tutup lagi karena soraya membuka tutup gorden sengaja menggoda mereka.


sementara itu di sekolah ketiga anaknya soraya kini sedang belajar mengenal huruf dan angka, mereka tidak jauh dari pengawasan asisten Aditya yang benar-benar menjaga mereka dengan ketat saat ini karena Aditya tidak ingin ada yang terjadi seperti yang sudah-sudah pada keluarga nya itu.


akhirnya jam istrinya pun datang mereka keluar di sambut oleh asisten Daddy nya itu dengan membawa mereka ke tempat makan mereka memakan bekal yang di sediakan oleh orang rumah saat ini, dan itu adalah makanan favorit mereka, Aditya sengaja tidak membiasakan mereka makan atau jajan sembarangan di luar dan pihak sekolah pun mendukung itu, karena tidak jarang ada kasus anak sekolah keracunan jajanan.


sementara itu, Aditya kini tengah berkutat dengan laptop nya pekerjaan nya yang menumpuk, tidak menjadikan nya beban dia punya asisten yang saat ini sedang membantu menyelesaikan pekerjaan nya saat ini bersama dengan nya di satu meja dia adalah Adam, teman kuliah nya dulu yang selalu setia dengan nya.


"bos, apa istri Lo,itu orang nya pemalas ya ko kerjaan nya di berikan ke Lo sih?"ucap nya yang tidak pernah tau kehidupan pribadi nya.


"Lo mau tau istri gue itu super perfeksionis, dia adalah wanita terhebat yang gue kenal saat itu hingga saat ini, istri gue bisa mimpin perusahaan, bisa nyanyi dan jago manjain gue dan kelima anak gue"ucap Aditya sambil tersenyum.


"buset lima apa tidak salah?"ucap Adam.


"ya emang lima, dan kalau ada anak nya ada tujuh"ucap Aditya.


"Lo nikahin janda usia empat puluh tahun"ucap Adam tak percaya.


"sialan Lo, istri gue itu lebih muda dari gue cuma rahim nya dia itu subur sekali melahirkan tiga anak dan dua anak hebat kan istrinya gue makanya Lo itu main ke Mension gue kalo lagi libur tar gue kasih tunjuk seberapa perfek nya hidup gue"ucap Aditya.


"heumm, boleh juga nanti pulang kantor gue ikut"ucap nya sambil tetap fokus pada laptop nya.


"terserah Lo kapan pun rumah gue selalu terbuka untuk Lo"ucap Aditya yang tidak pernah membatasi Adam sedari dulu dia begitu dekat hanya saja Adam yang selalu jaga jarak mungkin karena perbedaan tarap hidup tapi Aditya bukan, orang yang pelit dia memberikan gaji yang cukup besar pada Adam agar bisa merubah kehidupan nya.


Aditya langsung memesan makanan saat ini untuk mereka berdua dan, Adam sudah terbiasa,kalo bukan dia yang pesan pasti bos nya itu.


mereka pun makan bersama setelah itu langsung kerja lagi.


sore hari setelah jam pulang kantor Adam membuktikan ucapannya saat ini dia langsung mengikuti mobil Aditya menuju rumah nya, setelah sampai di depan Mension Adam turun dari mobil nya saat ini mereka pun masuk, saat ini soraya seddang duduk di ruang keluarga sambil menggendong Ardan setelah menyusui nya.


"Hanny, aku pulang "ucap Aditya.


"Daddy,aku di sini"ucap soraya.


"owh sayang ku, kamu sedang apa heumm"ucap Aditya sambil mencium bibir istri nya itu.


"ini Ardan baru habis minum asi dan Ardi, sudah bobo barusan"ucap soraya.


"di depan ada teman ku, dia ingin berkenalan dengan kalian semua aku bersih-bersih dulu ya sayang, udah gak sabar ingin gendong si kecil"ucap Aditya yang langsung pergi menuju lift dia malas untuk menaiki tangga saat ini.


"owh ada tamu rupanya, BI tolong buatkan minum"ucap soraya yang langsung menyuruh pelayan rumah untuk membuat minum untuk sahabat Aditya itu.


"kamu pasti istri nya Aditya ya, Nona salam kenal aku Adam"ucap Adam sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman.


"owh, iya aku soraya"ucap soraya.


"gila' c Aditya punya bini bak model papan atas kaya gini tapi tidak di publikasikan ke publik, dulu Diandra saja hampir tiap ada acara wara-wiri di TV"ucap Adam dalam hati nya.


Adam pun sedikit canggung bicara dengan soraya secara soraya itu udah cantik body nya sudah kaya model papan atas, siapa yang mengira dia pernah hamil empat kali udah gitu anaknya, tujuh lagi.


tiba-tiba, ketiga anaknya datang bersama dengan Edward yang baru saja pulang dari bulan madu.


"mommy,kami pulang"ucap ketiganya sambil memeluk mommy nya dan bergantian mencium pipi ibunya.


"sayang, kalian sudah pulang, bagaimana jalan-jalan nya apa kalian tidak menggangu Daddy dengan mommy Rani"ucap soraya.

__ADS_1


"tidak, Daddy dan mommy katanya kangen kita"ucap mereka yang sudah bak paduan suara itu.


"Hanny, apa kabar mu kamu sehat"ucap Edward sambil mencium kening soraya,sontak membuat Adam melotot seketika, pasalnya yang dia tahu, soraya istri Aditya.


"aku baik mas bagaimana kabar Emba Rani"ucap soraya.


"dia baik, hanya saja katanya lelah jadi tidak bisa kemari, saat ini"jawab Edward.


"tidak apa-apa istirahat saja maklum kan baru pulang bulan madu pasti lelah"ucap soraya yang langsung mendapat tatapan sayu dari Edward, Edward sangat merasa bersalah.


"Oya, Aditya mana?"ucap Edward mengalihkan pembicaraan.


"tuh baru habis mandi baru pulang kantor"ucap soraya menunjuk ke arah pintu lift yang baru terbuka.


Aditya, pun langsung mendekat dan mencium pipi istrinya.


"Hay Ed... kapan datang?"ucap Aditya.


"baru saja,tuh nganterin anak-anak"ucap Edward sambil menunjuk ke arah mereka yang sedang unbookshing,kado dari luar negeri oleh-oleh yang habis berbulan madu.


"ini untuk kalian berdua "ucap Edward memberikan paper bag.


"thanks, ucap Aditya.


"Dam, sebaiknya Lo nginap di sini gue ada yang mau di bahas kali Lo butuh sesuatu minta aja pada asisten rumah Ok"ucap Aditya.


"baik bos, tapi aku kabarin dulu ayah ku biar dia gak,cemas"ucap Adam, ya Adam adalah anak yang begitu patuh pada kedua orang tua nya.


"baiklah sekarang lo mandi nanti baju ganti Lo di antar asisten gue"ucap Aditya yang memberikan kode pada asisten pribadi nya di rumah.


dia pun sudah mengerti dan mengambil baju baru milik bos nya itu di kamar sebelah yang khusus tempat baju.


Adam pun langsung bergegas menuju kamar yang di tunjukkan oleh asisten rumah Aditya


kamar yang sangat mewah bagi siapa saja yang melihatnya.


Edward pun mengobrol dengan kedua nya saat ini tentang anak-anak nya, dia juga memberi kan black cards,pada soraya untuk keperluan putra putri nya itu.


"mas, ambil lah tabungan Mereka masih cukup kok, nanti kalo kurang pasti aku bilang"ucap soraya.


"baiklah mas terimakasih, aku akan simpan ini"ucap soraya.


"di gunakan raya,itu adalah untuk keperluan mereka dan jika kamu butuh juga tidak gunakan lah"ucap Edward.


"Edward seharusnya kamu tidak perlu repot-repot mereka juga belum membutuhkan semua itu, Karena masih belum terlalu banyak kebutuhan nya, tapi aku hargai itu, terimakasih"ucap Aditya.


"harus nya aku yang berterimakasih berkat dirimu mereka bahagia bersama mommy nya saat ini tadi nya aku ingin mereka ikut aku, tapi kembali lagi itu pilihan mereka aku tidak akan memaksa, hanya satu mungkin mereka akan merepotkan mu itu sudah pasti,aku harap kamu bisa bersabar menghadapi nya sampai mereka bisa mengerti tentang semua ini"ucap Edward.


"kamu, tenang saja aku menyayangi mereka seperti anak kandung ku sendiri karena memang mereka adalah anak dari wanita yang sangat ku cinta dan aku juga mencintai apa yang di milikinya"ucap Aditya tulus.


🌹💖💖💖🌹


setelah satu jam mereka mengobrol, akhirnya kini Edward pun pamit setelah mencium ketiga nya, Aditya pun mendekat dan membawa soraya kedalam dekapannya sementara Adam saat ini tengah merebahkan diri di ranjang empuk tersebut dia pun memejamkan mata nya saking lelahnya.


hingga tiba jam makan malam akhirnya, Adam pun di panggil oleh pelayan rumah untuk ikut makan malam.


"Adam,ayo makan"ucap Aditya.


"sorry tadi gue ketiduran"ucap Adam.


"gimana tidur Lo nyenyak gak"tanya Aditya.


"banget bos seperti nya gue betah banget di sini"ucap Adam.


"anggap saja rumah sendiri kapan pun Lo mau nginep itu jadi kamar Lo mulai saat ini"ucap Aditya.


"makasih bos Lo emang the best"ucap Adam.


mereka pun makan malam dengan nikmat nya hingga kerecokan Edgar, yang jahil terhadap Edgardo, iya menambah kan makanan nya pada piring adik bungsu nya itu.


"Edgar, kamu itu nakal"ucap Edgardo yang kini mencubit pipi Edgar.


"aku tidak nakal Edgardo hanya saja aku sayang sama kamu takut nya kamu laper jadi, aku kasih itu ke kamu"ucap Edgar.

__ADS_1


"mommy, dia nakal"ucap Edgardo.


"sayang jangan ribut saat makan dosa"ucap Aditya.


"tapi Daddy dia,nakal makanan nya di kasih ke aku"ucap Edgardo.


"Edgar kasihan Ade nya jangan begitu"ucap Aditya.


"aku kasihan sama Ade makanya aku kasih itu"ucap Edgar tetap kekeuh tidak mau mengalah.


"sudah-sudah ayo habiskan makanan nya, sayang setelah itu cuci tangan dan segera istirahat"ucap soraya yang kini langsung duduk di tengah-tengah mereka berdua sedang Elena.


duduk di samping Daddy nya.


"bos, aku suka suasana nya ramai apalagi kalau dua jagoan Lo, udah Segede mereka"ucap Adam.


"makanya cepat nikah lagi siapa tau yang baru bisa berikan Lo anak dan jangan cari lagi yang sudah pergi, dia sudah jadi barang bekas"ucap Aditya.


"siapa yang barang bekas Daddy"soraya menatap ke arah Aditya dia merasa tersinggung.


"istri Adam kabur dengan selingkuhannya itu sudah dua tahun silam entah kemana"ucap Aditya yang sadar istri saat ini merasa tersinggung.


soraya tidak bicara lagi Adam pun paham dia langsung membelokkan pembicaraan.


"sudah berapa usia mereka bertiga?"ucap Adam.


"mereka lima tahun "ucap soraya.


"wah pantesan udah pandai berhitung"ucap Adam.


"mereka memang jenius sejak kecil"ucap Aditya.


"bos, pria yang tadi itu siapa nya Nona?"ucap Adam, yang langsung membuat soraya salah tingkah.


"dia sodara istri ku"ucap Aditya berbohong karena, tidak ingin membuat soraya malu, Aditya berusaha untuk jujur tpi dia tidak ingin istrinya tersinggung.


"dia adalah ayah nya anak-anak ku yang tiga ini, tepat nya mantan suami ku apa masih ada lagi yang ingin di tanya kan ucap soraya sambil melirik ke arah Adam dan itu sontak membuat Adam menelan ludah nya susah payah.


"tidak maaf Nona, bila saya lancang"ucap Adam.


"tidak masalah Santai saja memang itu kenyataan nya dan aku adalah barang bekas yang di pungut dari jalanan"ucap soraya santai.


kini Aditya sangat merasa bersalah, dia langsung mengajak istrinya itu ke kamar nya.


"Hanny, maaf kan aku aku tidak bermaksud membuat mu tersinggung kamu bukan barang bekas kamu itu adalah berlian murni milik ku"ucap Aditya.


"sudah lah mas aku tidak menyalahkan mu atau siapa pun,itu adalah kenyataan nya"ucap soraya.


"tidak sayang kamu tidak seperti itu, aku sangat mencintaimu aku tidak pernah punya maksud untuk mengatakan itu pada mu aku bilang begitu pada istrinya Adam.


"mas, aku tidak marah "ucap soraya.


"tapi jangan sekali pun kamu menyamakan diri mu dengan dia aku tidak suka dan aku tidak terima itu, aku tidak ingin istri ku memikirkan hal yang negatif saat ini dan sampai kapan pun, kamu adalah berlian yang sangat berharga dari apapun,di dunia ini, muachh"ucap Aditya di akhiri kecupan.


soraya hanya senyum terpaksa, hati nya masih nyeri saat mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh suaminya itu.


soraya pun duduk di sofa sambil melihat ke arah balkon saat ini dia tidak, turun ke bawah lagi, sementara ketiga putra-putri nya di bawa oleh pengasuh mereka untuk istirahat setelah menggosok gigi mereka langsung berbaring dan mendengarkan dongeng yang selalu di baca kan oleh pengasuh nya bergantian.


soraya memikirkan semua hal yang terjadi dalam kehidupan nya selama ini dan ia pun menitikkan air mata nya.


saat ini soraya duduk di kursi depan balkon dia tidak sadar keadaan sudah larut saking larut dalam pikiran nya bagaimana tidak dia sudah terlalu banyak mengalami naik turun kehidupan nya sedari ibunya meninggal dunia, Sementara Aditya kaget saat kembali dari ruang baca dia tidak melihat istrinya di kamar nya.


Aditya langsung bergegas menuju pintu yang mengarah ke balkon saat ini, Aditya langsung bergegas menghampiri istrinya itu yang kini sedang berada di sana masih dalam lamunannya.


"sayang, ngapain kamu di sini ini sudah larut malam, tidak baik duduk di sini udara malam itu tidak baik untuk kesehatan mu"ucap Aditya yang langsung memeluk istrinya itu.


"aku tau aku hanya sedang tidak bisa tidur"ucap soraya sambil berjalan masuk kedalam kamar nya, dia tidak melirik Aditya sedikit pun.


"Hanny, apa yang terjadi heumm coba ceritakan, apa kamu masih memikirkan ucapan ku tadi heumm... maaf kan aku sayang aku tidak menunjukkan kata-kata itu pada mu, sungguh aku mungkin telah salah bicara, tapi kamu bukan wanita seperti itu karena kamu yang pertama dan terakhir bagi ku"ucap Aditya.


"mas, aku tidak ingin membahas itu, aku lelah aku mau tidur"ucap soraya yang langsung mendapat pelukan dari Aditya Aditya pun menangis ia benar-benar menyesal telah mengatakan itu padahal bukan di tujukan untuk istrinya itu.


"mas, kamu kenapa begini, aku tau kamu tidak bermaksud seperti itu pada ku, lupakan lah kalau pun betul juga tidak apa-apa aku memang barang bekas, kamu tidak salah"ucap soraya, tapi Aditya malah semakin terisak sungguh hati nya sangat sakit mendengar orang yang di cintai nya begitu merendahkan diri nya Aditya sungguh menyesal,ini kali kedua dia menangis untuk soraya pertama saat soraya pergi menghilang dan saat ini karena menyadari kebodohannya.

__ADS_1


"mas, aku mohon, berhenti jangan mengiyakan kata-kata mu bahwa memang itu di tujukan pada ku, jika kamu menangis seperti ini berarti ucapan mu memang untuk ku"ucap soraya yang kini menatap wajah Aditya yang masih mengeluarkan air mata nya.


__ADS_2