Sugar Daddy

Sugar Daddy
#positif lagi#


__ADS_3

Setelah satu bulan berlalu sekembalinya dari liburan mere saat ini ada kabar yang menggembirakan bagi David dan Alisa, saat ini Alisa, kembali hamil buah cinta mereka usia kandungan sudah enam Minggu, terhitung sejak insiden yang hampir membuat keduanya hampir berpisah.


ujian itu benar-benar,sangat terasa jika saja mereka memilih mengikuti ego , terutama Alisa, yang saat itu tengah patah hati.


Alisa ,sangat bahagia saat ini bahkan berita kehamilan nya itu,di sambut dengan suka cita oleh seluruh keluarga Alisa, David bersyukur karena ada pelangi setelah hujan itu nyata, disaat dia dan istrinya hampir saja tidak terselamatkan saat ini dia kembali di karuniai seorang janin yang tumbuh di rahim istrinya itu.


saat ini, Alisa sedang menyuapi putra tercinta nya, saat yang baru berusia lima belas bulan, saat ini tapi putra nya sudah pintar berceloteh meski belum terlalu jelas, tapi dia adalah anak yang sangat cerdas, dia bahkan mengerti kalau saat ini mommy nya tengah memiliki baby di perutnya, setelah David, berkali-kali mencoba menjelaskan dia akan memiliki adik, tapi walaupun belum mengerti sepenuhnya, tapi dia seperti memiliki kontak batin dengan kehamilan ibunya yang kadang Delon, mengelus perut mommy nya, seperti yang di ajarkan oleh David.


"Sayang habiskan makanan nya ok mommy, ingin mengambil handphone dulu"ucap Alisa, putra nya itu mengangguk.


bocah lucu itu menyiapkan sendok yang sebelumnya ia isi penuh dengan makanan nya walaupun kebanyakan kembali berjatuhan, tapi dia berhasil memakan bagian yang tersisa, sungguh kerja keras yang sangat melelahkan, tapi sesekali ia tertawa puas dengan kerja keras nya saat ini.


David, yang masih fokus membaca koran sebelum menunggu sarapan pagi nya sambil sesekali menyeruput kopi.


"Sayang kamu itu lucu banget sih boy Daddy, semakin bangga pada mu, semoga saja adikmu kelak, seorang princess, owh lengkap sudah rasanya kebahagiaan Daddy"ujar David, sementara itu, kedua putrinya yang kini sudah beranjak remaja, dia kadang merasa kesepian, karena kedua putrinya lebih sering tinggal di Mension, Edward, bersama pasangan yang sudah berumur itu.


mereka beralasan ingin menjaga omah opah nya itu.


Alisa, pun hanya pasrah dengan keinginan kedua putrinya itu, karena ada benarnya juga saat ini mereka bisa menjaga kedua orang tua nya.


sementara itu di Bandung Emeralda, tengah di pusingkan oleh pria yang bernama Gideon Alexander, yang selalu mengejar nya, walaupun berpuluh-puluh kali dia menolak cinta pria tampan itu, karena jujur saja, hatinya sedikit sulit untuk melupakan Adrian cinta pertama nya, walaupun Gideon Alexander adalah pria yang sangat sempurna, bagi seluruh wanita yang melihat dan mengenal nya.


Emeralda, saat ini bahkan selalu menghindari, nya seperti saat ini dia tengah bersembunyi di belakang punggung seorang dosen tampan yang baru saja hendak pergi, setelah memberikan matkul di kelas nya.


Emeralda, berbisik pada dosen tersebut"Bapak dosen yang paling tampan boleh saya minta tolong, sebagai imbalan nya,anda boleh meminta apapun pada saya"ujar Emeralda,sambil me nyengir kuda, tapi terlihat sangat manis, tapi ada satu hal yang membuat sahabat nya langsung menyingkir jauh dari Emeralda saat ini karena mereka tidak ingin terkena amukan dosen yang di kenal dosen killer di kampus itu, ya meskipun dia adalah dosen paling tampan.


tanpa mereka ketahui bahwa dosen yang sedang di mintai tolong oleh nya, adalah sepupu dari Gideon Alexander, pria bernama Jhonatan Antonio, itu hanya menampakkan tatapan mata datar tanpa ekspresi bahkan tanpa mengiyakan permintaan Emeralda saat ini, dia terus berjalan menuju parkiran tapi Emeralda, tetap mengikuti nya dan bersembunyi di belakang Jhonatan.


pria yang ia minta tolong itu tiba-tiba berhenti, entah apa??... yang menghadang langkah nya, tapi Emeralda, tetap saja bersembunyi, tanpa tahu pria yang sedang dia hindari saat ini telah berdiri tegak di hadapan nya, membuat Emeralda, yang terus menundukkan pandangan nya, tiba-tiba menabrak sesuatu yang terasa keras.


"Ahh..."pekik Emeralda, tanpa menoleh"bisa gak sih pak... jalan nya jangan berhenti mendadak setidaknya, beritahu saya, jika sampai kening saya terluka, bukan hanya sekedar batal memberikan mobil sport terbaru, tapi bapak bisa di tuntut.


"Owh.... Jhonatan,kau berani membantunya menghindari ku, karena tawaran mobil sport,itu ketimbang memikirkan karir mu yang akan berakhir"ujar Jhonatan.


"seperti nya aku mendengar suara nya"ujar Emeralda.


"Kau bahkan tidak pernah mengenal ku, calon suami mu"ujar Gideon, yang langsung membuat Emeralda, mendongak ke atas terlihat Gideon, tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Hehehe, aku kira kamu adalah Dogan tadi,eh ternyata,hehe"ujar Emeralda, Sambil me nyengir kuda, sambil mencoba untuk pergi, tapi tiba-tiba tangan nya di cekal oleh pria itu yang kini tengah menatap wajah cantik itu.


"Kamu tidak bisa menghidar lagi "ujarnya, sambil menarik tangan Emeralda, yang langsung membawa nya ke dalam mobil milik Gideon.


Emeralda, tidak putus asa dia terus mencari kesempatan, untuk bisa pergi dari pria pe maksa itu.


Tiba-tiba, dia mendapat ide cemerlang, saat melihat ponsel nya dia mengirim pesan pada Daddy nya, saat ini entah apa yang sedang dia tulis, yang pasti tidak menunggu lima menit ponsel nya langsung berdering tapi dengan sigap Gideon, merampas handphone milik Emeralda, dan melemparkannya ke jok belakang,lalu ia memencet tombol yang ada di depan kemudi tiba-tiba sebuah pembatas ruang muncul di sana menyekat antara jok depan dan belakang, hingga Emeralda, tidak akan pernah bisa mengambil handphone tersebut.


Emeralda, benar-benar dibuat kesal, bahkan marah oleh Gideon.


Gideon, hanya menatap fokus ke depan tanpa ingin menoleh ke arah wanita yang saat ini tengah meluapkan kemarahannya pada Gideon, lewat tingkah konyol nya yang sepanjang perjalanan ia meminta, Gideon, berhenti untuk mencari toilet dia beralasan pengen pipis, dan yang lain nya, biarlah dia lelah turun naik mobil dan harus berpura-pura masuk toilet, yang terpenting saat ini adalah, dia ingin membuat Gideon,jera, karena harus terus mengikuti nya kemana pun ia pergi, karena Gideon, takut Emeralda kabur.


kini Emeralda, tertawa puas dalam hati nya, andaikan saja,ada ruang kosong yang bisa mengendap kan suaranya dia ingin tertawa terbahak-bahak sekencang mungkin.


Tapi, jangan di sebut Gideon, jika tidak tahu dengan maksud dan tujuan Emeralda, dia bahkan sudah menyiapkan hukuman untuk hal itu.


sesampainya di sebuah restaurant berbintang Gideon, langsung membawa Emeralda, masuk ke dalam ruangan yang sebelumnya sudah ia pesan khusus, bahkan di lantai itu tidak ada pengunjung satu pun saat ini, Emeralda, yang terlahir dari keluarga kaya raya, dia sudah tidak asing dengan suasana saat ini.


🌹💖💖💖🌹


lain Emeralda,lain pula emerald, pria tampan itu kini tengah sibuk mengejar cinta dosen cantik, berstatus janda beranak satu.


Emerald, bahkan hampir setiap hari, memberikan bunga di kirim ke ruangan dosen tersebut.


sementara dosen itu tetap tidak bergeming sedikitpun dengan sikap emerald, yang menurut para wanita di sekitar nya itu sangat romantis, tapi bagi Chatlin , emerald, sungguh kurang kerjaan, maka dari itu dia selalu memberikan tugas kuliah yang menurut nya paling sulit dan sangat banyak, tidak jarang siswa lain nya protes, tapi Emerald, bisa mengerjakan tugas itu dengan waktu yang singkat dan tepat.


Chatlin, pun semakin dibuat kesal bukan nya bangga, karena menurut nya jika Emerald, bisa mengerjakan tugas yang selalu ia berikan lebih,maka akan semakin sering Emerald, mengganggu nya.


setiap hari, Chatlin, hanya bisa pasrah, walaupun dia bisa melakukan penolakan, saat ini dia sedang sangat buru-buru karena putri semata wayangnya tengah masuk rumah sakit, akibat kecelakaan.


Chatlin, yang tengah panik saat ini dia sedang menunggu taksi di luar gerbang kampus,sambil menyeka air matanya yang jatuh karena kesedihan nya itu.


Emerald, yang mengetahui itu dia langsung pergi menuju parkiran mobil setelah itu dia langsung menjalankan mobilnya dan menghampiri Chatlin, yang kini tengah mondar-mandir sambil sedikit terisak .


"masuk lah jangan menolak putri kita sedang sangat membutuhkan kita" ujarnya serius


Chatlin, tidak memperdulikan kata-kata Emerald, saat ini dia langsung masuk ke dalam mobil tersebut bahkan saking paniknya dia lupa untuk memakai sabuk pengaman, dan itu membuat Emerald, menghentikan laju mobil nya.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak berniat untuk untuk mengantar ku, aku turun saja, aku cari taksi "ucap Chatlin, sambil hendak turun tapi tangan nya di genggam oleh Emerald.


"Aku hanya ingin memasang kan ini untuk keselamatan mu honey, jangan salah paham dulu jika kamu juga celaka siapa yang akan mengurus putri kita"ucap Emerald, tanpa malu.


Chatlin pun terdiam saat, Emerald, memasang sabuk pengaman di tubuh nya itu karena posisi mereka hanya berjarak beberapa inci saja, jadi Chatlin, tidak ingin mereka salah paham.


Emerald, pun langsung bergegas menuju rumah sakit, setelah sampai di sana, Emerald, langsung turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Chatlin, Chatlin langsung berlari masuk ke dalam gedung tersebut, setelah sampai di depan resepsionis, dia langsung bertanya pasien bernama Megan putri nya.


setelah mereka mencari data atas nama Megan, pegawai di sana berkata bahwa Megan masih di tangani oleh dokter di ruang UGD.


Chatlin, langsung berlari menuju UGD, saat itu juga, terlihat seorang wanita yang panik dia bahkan menangis, saat ini, wanita tua yang masih terlihat sehat itu, adalah ibu dari mantan suami Chatlin yang tidak lain adalah ibu mertua nya yang selama ini tinggal bersama dengan nya, semenjak mendiang suaminya meninggal tiga tahun lalu.


saat itu, usia putri mereka berusia dua tahun, suaminya mengalami kecelakaan, saat hendak pergi bekerja, Chatlin, yang sedari dulu adalah seorang dosen, dia bahkan tidak pernah mengeluh dengan kondisi nya saat kehilangan suami nya.


dia berjuang untuk menghidupi putri nya dan ibu mertua nya itu.


Chatlin, langsung memeluk wanita tua itu dia tau wanita itu sedang sangat ketakutan saat ini, terlihat dari tubuh nya yang bergetar hebat, dia menyaksikan sendiri cucunya tertabrak mobil yang melintas di kawasan sekolah TK,itu.


"Sudah Bu,ibu tidak perlu takut sekarang sudah ada aku Ok,ibu duduk dulu berdoa lah semoga Megan, selalu baik-baik saja"ujarnya menenangkan orang lain, sementara dirinya sendiri sedari tadi lebih ketakutan lagi bagaimana tidak putri nya saat ini tengah berjuang antara hidup dan mati.


setelah mertua nya tenang saat ini dia langsung menemui dokter jaga di sana, tanpa dia tau ternyata dia salah menunggu putri nya sedang menjalani operasi, sedari tiga puluh menit yang lalu, setelah seseorang yang menabraknya, menandatangani surat perjanjian persetujuan untuk operasi, karena kondisi pasien benar-benar parah.


Chatlin, langsung menutup mulut nya, yang sangat syok ... hampir saja dia berteriak histeris, saat ini kalau tidak ada pasien di sana.


Emerald, yang melihat itu dia langsung memeluk, wanita yang sangat di cintai nya mendekapnya erat untuk memberikan kekuatan pada nya, tanpa rasa malu karena kesedihan nya lebih besar saat ini Chatlin pun, menangis di pelukan Emerald, yang kini membawa nya menjauh dengan posisi masih memeluk erat tubuh wanita ramping tersebut.


"Kamu kuat sayang yakinlah putri kita, akan selamat, kamu adalah wanita yang baik ingat lah tuhan akan membalas kebaikan mu berlipat ganda, sekarang sebaiknya berdoalah semoga operasi nya lancar dan putri kita bisa segera sembuh.


Chatlin, semakin mempererat pelukannya entah kenapa, saat ini hanya Emerald, yang bisa membuat nya merasakan kekuatan yang begitu besar, untuk bisa tegar melewati ini.


"Tetap lah bersama ku, aku mohon kali ini saja, mungkin ini terdengar konyol, tapi aku takut jika sendirian menghadapi semua ini, aku tidak kuat selama ini aku berusaha untuk bisa tegar, padahal semua itu sangat sulit, aku mohon setidaknya satu hari ini saja tolong temani aku"ucap nya memohon.


"Kamu bicara apa??...honey,tentu saja aku akan selalu ada untuk mu, sampai kapan pun, kita akan melewati susah senang bersama-sama, tenang lah yang terpenting saat ini adalah, kamu harus kuat demi dia"ujar Emerald.


setelah menunggu beberapa jam kemudian akhirnya operasi pun, selesai dan berhasil menyelamatkan nyawa Megan, meski masih kritis, saat ini setidaknya Megan masih bernyawa, dengan luka yang cukup serius di bagian kepala kaki, dan organ dalam, Megan adalah anak yang kuat, dia bisa melewati itu tentunya dengan takdir tuhan.


Megan langsung di bawa ke ruang NICU, untuk melihat perkembangan pasca operasi, karena kondisi nya masih kritis.

__ADS_1


Chatlin pingsan di depan ruang operasi, saat melihat kondisi putri nya yang begitu banyak luka di sekujur tubuh nya saat ini, Emerald, yang langsung membawa nya kepangkuan nya di angkatnya tubuh lemah itu kedalam ruang perawatan di susul oleh ibu mertua nya langsung.


sementara Emerald, setelah itu dia menelpon seseorang untuk mengurus semuanya,di sana termasuk membayar dua orang perawat untuk merawat calon putri sambung nya itu,agar beban Chatlin, berkurang karena dia tidak bisa berhenti mengajar di kampus itu, Emerald, sedang membantu meringankan beban Chatlin,di saat dia harus pergi mengajar meski perawat yang berjaga di sana juga sudah cukup, namun Emerald, ingin melakukan yang terbaik untuk nya.


__ADS_2