Sugar Daddy

Sugar Daddy
#pertemuan tidak terduga#


__ADS_3

di sini lah Sarah kini berada, di negara yang menjadi harapan nya, untuk mengadu nasib sudah satu tahun lebih, dia menjalani pekerjaan nya, sebagai seorang pelayan kafe, yang memiliki jadwal kerja yang padat, gajinya cukup besar, untuk Sarah, setiap bulannya, dia bisa mendapatkan gajih, sepuluh juta, dan uang tips, yang sering di berikan oleh para pelanggan, setiap bulan Sarah, mengirim setengah uang gajinya pada rekening Ardan, dan lewat tangan ibunya, dan sebagainya lagi iya berikan pada sang ibu, untuk biyaya hidup nya,Sarah tidak sedikit pun mengeluh dengan pekerjaan yang begitu melelahkan, nya saat ini, dia malah merasa hidup nya lebih baik, dari pada harus jadi budak nafsu, bagi orang yang sama sekali tidak pernah menghargai nya.


"apa kabar mu, wahai pria,dingin apa saat ini kalian sudah menikah dan memiliki anak, semoga saja, aku hanya bisa berdoa untuk semua itu, maaf kan, aku yang sudah berani, mencintai mu mulai saat ini, aku akan melupakan semua nya"gumam Sarah , sebelum tidur.


sementara di Indonesia, Ardan, saat ini semakin gila, kerja dia bahkan tidak pernah memperdulikan keberadaan sekitar nya, Ardan, menyiksa jiwa dan raga nya, setelah kepergian Sarah, wanita yang selama ini telah memporak porandakan hati nya.


sekali pun sudah tidak tahan, Ardan, hanya bisa menghabiskan waktu nya di apartemen nya dengan minuman yang bisa membuat pikiran nya melupakan masalahnya untuk sesaat, bahkan semua itu tidak pernah musnah dari pikiran nya, Ardan, bahkan tidak pernah tau kalau selama satu tahun lebih ada orang yang selalu mengirimkan uang ke rekening nya.


"sayang, kamu tega ninggalin aku, setelah kamu membuat ku, seperti saat ini heuhhhhh, dimana sikap mu yang penuh dengan kelembutan selama ini, kamu tega meninggalkan ku pria, pengecut yang bahkan tidak pernah berani untuk mengungkapkan perasaan nya sendiri terhadap mu, kamu bahkan tidak memberikan aku kesempatan"ujar Ardan,di sela tangis pilu nya di bawah pengaruh alkohol.


satu Minggu berlalu, setelah itu dia di beritahukan oleh seorang asisten, setelah mengetahui bahwa ada yang selalu mengirimkan uang sebesar lima juta setiap bulannya selama satu tahun enam bulan ini, dan itu berasal dari daerah pelosok , Ardan langsung meminta anak buah nya untuk menelusuri semua itu.


hanya, butuh dua hari semua sudah mendapatkan titik terang, bahwa yang selalu transfer uang tersebut adalah ibu Susi, yang tidak lain adalah ibunya Sarah, dan setelah di selidiki, ternyata Sarah , saat ini bekerja di luar negeri, tepat nya di negara Hongkong,Sarah , membuktikan ucapannya.


Ardan, tidak menunda waktu lagi, dia langsung bertolak ke negara tersebut, dan menitipkan perusahaan nya pada Alisa,sang adik, yang kini juga sama-sama sibuk mengurus proyek pembangunan hotel nya itu.


"sayang tunggu aku"ujar Ardan dalam hati.


saat ini Sarah, tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan, dia tengah asik mengobrol dengan bayi berusia delapan bulan, bayi tampan tersebut adalah buah cinta nya dengan Ardan, tapi tanpa sepengetahuan siapa pun ia berhasil melahirkan anak nya, ditengah tuntutan pekerjaan, bahkan ada seseorang kawan yang dengan sukarela berganti menjaga nya, selama ini kini adalah hari weekend, Sarah, ingin menghabiskan waktu dengan putra semata wayangnya itu, bahkan dia memutuskan untuk tetap tinggal di negara tersebut,agar anak nya tidak menanggung malu karena terlahir dari rahim seorang wanita ******.


"sayang, kamu senang di sini, maaf kan Bunda, yang tidak pernah bisa, membuat mu bahagia, bahkan Bunda,sering meninggalkan mu, untuk pergi bekerja, Bunda, masih harus melunasi hutang Bunda, pada nya"ucap Sarah,sendu.


"tapi Bunda, janji setelah hutang Bunda, lunas bunda akan lebih fokus untuk mengurus mu, dan akan melepaskan pekerjaan paruh waktu"ujar Sarah, bayi tampan tersebut hanya, tersenyum, sambil terus sibuk memasukkan mainan kesukaan kedalam mulutnya.


sementara itu, Ardan, yang sudah mendarat langsung di jemput oleh asisten, pribadi Daddy nya, saat ini dia tidak pulang ke Mension, melainkan ke sebuah apartemen, milik nya di negara tersebut, dia juga memiliki beberapa properti, lainnya.


sementara itu asisten nya memberikan dia informasi, tempat tinggal, Sarah, saat ini dia tinggal di sebuah apartemen, yang sangat murah saat ini, tidak jauh dari tempat dia bekerja, tapi ada satu hal yang tidak pernah di selidiki tentang keberadaan putra nya itu.


"sayang, kamu pasti lelah, mending kita langsung istirahat saja Ok "ucap Sarah, tanpa sadar seseorang memperhatikan interaksi mereka, dengan tatapan sendu, saat ini.


Ya... dia Ardan, setelah diberikan alamat Sarah, dia langsung bergegas menuju apartemen tersebut, Sarah, hendak masuk saat setelah membuka pintu, dia langsung kaget, saat mendapati, pria yang selama ini ia coba lupakan kini berada di hadapan nya.


"tu tu tuan"ujar Sarah, dia langsung menyembunyikan wajah putra nya dalam dekapan nya,agar Ardan, tidak melihat nya, namun bayi tersebut, seketika menangis dan menoleh, ke arah Ardan, betapa terkejutnya Ardan saat ini dia seperti melihat cermin di hadapan nya.


"sayang, benarkah apa yang aku lihat??"kata Ardan.


"maaf tuan,ini sudah larut, kamu mungkin salah alamat"ucap Sarah, sambil langsung masuk, dan Ardan, tidak ingin kehilangan kesempatan lagi, dia langsung menerobos masuk.


"sayang, mau sampai kapan kamu menghindari ku, hanya karena satu kesalahan ku, kamu begitu membenci ku dan pergi jauh dari hidup ku, aku akui, aku adalah pria pengecut yang bahkan tidak pernah bisa mengatakan bahwa aku mencintaimu, dan aku meminta mu melahirkan anak, itulah salah satu bukti bahwa cinta ku padamu itu ada, dengan begitu kita tidak akan pernah berpisah, tapi kamu tidak pernah mau mengerti"ujar Ardan.


"stop,kak, sebaiknya kamu pergi, aku sudah cukup bahagia, selama ini, aku memiliki dia walaupun hidup kami tidak bergelimang harta, aku bisa menghidupi nya, dengan kerja keras ku, dan aku juga sudah mulai mencicil hutang ku selama ini, aku mohon, jangan pernah ganggu kehidupan ku lagi"ujar Sarah, sambil berjalan menuju boks bayi dan meletakkan putra nya, saat itu juga dia langsung memasuki area dapur untuk membuat susu formula saat ini.


setelah membuat susu, Sarah, langsung memberikan botol tersebut kepada putranya yang sedang anteng dengan mainan nya.


"sayang ini susu mu, tidur lah, sebentar lagi Bunda, harus bekerja"ujar Sarah.


"sayang, kamu bekerja dan meninggalkan putra kita sendiri di sini, kamu tega, bagaimana bisa??"ujar Ardan.


"setiap malam dia tertidur pulas, dan aku bekerja selama tiga jam,itu sudah biasa"ujar Sarah.


"tidak-tidak sayang, aku mohon jangan lakukan itu, kamu boleh membenci ku, tapi aku mohon jangan biarkan anak kita menanggung semua itu"ujar Ardan.


"dia anak ku, selama nya hanya anak ku, bahkan dia lahir tanpa ayah, aku mengandung tanpa yang namanya suami, tapi setidaknya, dia tidak akan pernah merasa sakit hati karena di sini tidak ada yang tau aku pernah menjadi jal "ucapan Sarah, terhenti, saat tiba-tiba, Ardan, membungkam bibir nya dengan ciuman panas nya saat ini, walaupun Sarah , sudah berusaha untuk melepaskan diri dari nya.


"lepas... ucap Sarah," tolong jangan ingat kan aku dengan masalalu ku, aku mohon pergilah"Sarah, menangis menjatuhkan tubuhnya di lantai ia terduduk sambil mengatupkan kedua tangannya memohon agar Ardan, segera pergi dari hidup nya saat ini.


"aku mohon, tinggal kan kami dan jangan pernah temui kami lagi kami ingin hidup damai hanya kami"ujar Sarah, tiba-tiba, seseorang masuk seorang pria yang cukup tampan saat ini, dia langsung berkata.


"Sarah, apa kamu baik-baik saja, dimana Arkan,ujar pria itu.

__ADS_1


Sarah pun bangkit, Ardan, langsung berbalik arah menatap tajam kearah pria tersebut.


"siapa kau, dan ada keperluan apa menemui istri ku??"ujar Ardan.


"kak, please jangan katakan itu,di antara kita tidak ada"ucapan Ardan, terjeda, saat itu juga karena Ardan mengangkat tangan nya meminta dia untuk diam.


"Sarah, ini sudah waktunya kamu berangkat bekerja, istri ku sudah menunggu Arkan,di bawah"ujar laki-laki tersebut.


"aku akan bersiap, bawalah Arkan, terlebih dahulu"ujar Sarah, tapi tiba-tiba, Ardan, langsung menggendong putra nya tersebut, dan beberapa bodyguard, masuk mengawal kepergian keduanya.


"temui aku di apartemen jalan,xx jika kamu masih sayang dengan putra kita"ujar Ardan.


"kak, jangan lakukan itu aku mohon, jangan lakukan itu"ujar Sarah, yang berusaha untuk mengejar nya, namun Ardan, sudah lebih dulu masuk kedalam mobil yang langsung tancap gas, sementara, bayi laki-laki tersebut hanya anteng di pangkuan Daddy, nya mungkin, dia tau siapa orang yang saat ini menggendong nya, Ardan, berkali-kali, mengecup seluruh wajah putra nya itu, dengan penuh cinta, saat ini bahkan Arkan, tertawa geli saat ini.


"sayang Daddy, kita akan segera berkumpul, Daddy, janji akan segera membawa kalian kembali"ujar Ardan.


🌹💖💖💖🌹


seorang wanita cantik, dengan wajah sembab akibat terlalu lama menangis kini dia tengah berdiri di hadapan pintu apartemen, mewah tersebut, Sarah, bingung apa yang harus dia lakukan saat ini, bisakah dia kembali mendapatkan putra semata wayangnya itu,atau malah sebaliknya.


dia menggedor pintu apartemen Ardan saat ini hingga seseorang langsung membuka pintu tersebut, "masuk lah sayang"ujar Ardan.


Sarah, masuk, dia memandang sekeliling ruangan apartemen tersebut mencari keberadaan putra nya itu.


"dimana putra ku??"ucap Sarah.


"putra kita, sayang"ujar Ardan.


"terserah,tolong kembalikan dia padaku kamu tidak berhak atas dia"ujar Sarah.


"kamu salah sayang, dia tidak akan pernah ada di dunia ini tanpa aku ayah nya"ujar Ardan.


"terserah"ujar Sarah,dingin.


"hanya dalam mimpi"ujar Sarah.


Ardan, tersenyum manis pada Sarah, saat ini dia bahkan tidak ingin berkata kasar pada wanita yang sangat di cintai nya itu.


"aku akan buktikan itu sayang"ujar Ardan, sambil mengelus puncak kepala Sarah.


"tidak akan pernah terjadi"ujar Sarah.


"duduk lah kita bicara baik-baik"ujar Ardan.


"tidak ada yang perlu di bicarakan aku kesini untuk menjemput putra ku"ujar Sarah.


"dia sudah berada di Indonesia, saat ini mungkin mommy, sudah menyambut nya dengan sangat bahagia"ujar Ardan.


"tidak!!! jangan pernah main-main Ardan, aku tidak akan pernah bisa memaafkan mu jika itu sampai terjadi"ucap Sarah.


"kalau tidak percaya kamu bisa mencari nya di sini sampai kamu puas"ujar Ardan.


"Arkan,hiks hiks hiks kamu di mana nak, jangan pergi, Bunda, tidak bisa kehilangan mu, Arkan"ujar Sarah sambil berlari kesana kemari mencari putra nya itu.


"sudah ku katakan, menikah dengan ku,maka kamu akan melihat putra kita lagi tapi jika tidak maka selama nya, Arkan, hanya akan tinggal bersama dengan ku, sayang dan kamu tidak akan pernah bisa menemui nya"ucap Ardan, sambil tersenyum tanpa dosa pada Sarah.


kamu benar-benar manusia kejam aku benci"ujar Sarah.


"terserah kamu sayang, aku harap kamu secepatnya berpikir atau kamu akan menyesal"ujar Ardan lagi.

__ADS_1


sementara itu di Indonesia, Soraya, begitu antusias menyambut cucu nya,ya itu Arkan, putra Ardan dia benar-benar, seperti mendapatkan hadiah kejutan tanpa sepengetahuan mereka Ardan, memiliki anak yang begitu tampan saat ini persis seperti ayahnya itu.


"owh, sayang cucu Oma, kamu begitu tampan, lihat lah opa mu kalah dengan mu sayang"ujar Soraya.


"heumm,opa cemburu"ujar Aditya.


"jangan cemburu opa"ujar soraya menirukan suara bayi, dan Arkan, hanya berceloteh bahasa bayi, mungkin karena sudah terbiasa di tinggal kerja, jadi Arkan, bukan bayi yang rewel, dia nyaman dengan orang lain selain ibunya, mungkin karena dia tau mereka orang yang sangat tulus.


sementara itu di Hongkong, Sarah, pulang dengan tangan kosong, Air mata nya tidak bisa berhenti sampai saat ini, dia pulang dengan menaiki taksi, walaupun Ardan, sudah berusaha untuk mencegah nya.


satu Minggu berlalu, saat ini Sarah, hanya bisa menyibukkan diri agar, dia tidak teringat dengan putra nya, walaupun tidak bisa melupakan nya, setidaknya, dia sedikit tenang karena yang menjaga putra nya adalah keluarga ayah nya sendiri.


sementara itu Ardan, masih memantau, pergerakan Sarah, saat ini dia sudah hampir hilang kesabaran rasanya ingin sekali memukul kepala Sarah, yang seperti batu saat ini.


"mau sampai kapan kamu seperti ini terus sayang, aku tak ingin membuat mu menyesal"gumam Ardan.


akhirnya Ardan, menculik Sarah, dengan bantuan orang kepercayaan nya saat ini dalam pengaruh bius , Sarah, dibawah pulang ke Indonesia oleh Ardan, saat itu juga.


lain Ardan, lain' pula Alisa, yang memutuskan untuk hidup melajang hingga akhir hayat,rasa sakit karena cinta, membuat dirinya, trauma, sampai saat ini dia hanya menyibukkan diri nya dengan perusahaan milik nya saat ini, bahkan ada rasa sakit yang di rasakan oleh Aditya, saat ini dia bahkan berpikir, apa itu semua karma atas dosa nya,di masalalu, karena begitu banyak menyakiti perasaan Soraya, istri nya itu.


"Alisa, boleh Daddy, bicara??"ujar Aditya, sambil mengelus puncak kepala putri nya, yang kini tengah bersandar di sofa, ruang santai.


"bicaralah Daddy, apa yang ingin Daddy, bicarakan"jawab Alisa.


"apa, kamu masih mencintai Adri??" ucap Aditya,pelan .


"tidak lagi Daddy, semua itu hanya masalalu dan aku sudah melupakan semua nya, aku sudah putuskan untuk tidak pernah jatuh cinta lagi"ujar Alisa.


"sayang, tolong jangan hukum Daddy, seperti ini, asal kamu tahu, Daddy, adalah sumber masalah yang kini menimpa mu, mungkin karma karena Daddy, selalu menyakiti mommy,mu dulu, tapi Daddy, mohon, jangan hukum dirimu seperti ini"ujar Aditya.


"dadd ..ini bukan hukuman, tapi ini adalah sebuah pilihan, aku janji aku akan tetap hidup dengan baik, walaupun ada atau tidak nya cinta dalam hidup ku"ujar Alisa.


"Daddy, percaya pada mu sayang, maaf kan Daddy"ujar Aditya.


"Daddy, tidak perlu minta maaf doakan saja agar aku selalu sehat"ujar Alisa.


"tentu saja Sayang Daddy selalu berdoa yang terbaik untuk mu"ujar Aditya.


dua hari berlalu, setelah itu Alisa,kini sedang melintas di sebuah jalan yang lumayan lenggang, saat ini dia bahkan membuka jendela kaca mobilnya, dia melihat beberapa orang anak-anak, tengah bermain di sebuah taman kecil, saat ini Alisa, merasa terenyuh ketika sadar, seorang anak perempuan, tengah menangis sendiri di bawah pohon dia bahkan tidak menggunakan alas kaki bahkan baju nya begitu lusuh tangis pilu, itu keluar dari bibirnya.


Alisa, segera menghentikan mobilnya dan ia turun dari mobil dan menghampiri gadis kecil tersebut.


"sayang, kok, kamu menangis sendirian di sini, kenapa tidak bergabung dengan yang lain nya?"tanya Alisa.


"mereka bukan teman ku, Tante, mereka anak orang kaya, sementara itu aku hanya anak tanpa orang tua, ayah dan ibu sudah satu Minggu lalu, meninggal, dan aku hanya sendiri di dunia ini,hiks hiks hiks hiks, ayah ibu aku ikut"ujar bocah tersebut.


tanpa aba-aba, Alisa, langsung memeluk bocah tersebut tanpa rasa jijik dia memeluk nya sangat erat.


"sayang mulai saat ini anggap saja Tante, sebagai ibumu Ok, dan dimana rumah mu ayo tunjukkan "ujar Alisa.


"tidak jauh Tante, tapi sekarang rumah itu sudah di sita oleh bank karena paman dan bibi ku menggadaikan nya"ujar putri.


"baiklah sayang, mulai sekarang ikut dengan bunda, Ok"ujar Alisa, dia rela di panggil bunda.


walaupun setatus nya masih singgel dan belum pernah menikah.


Alisa, membawa Putri, ke apartemen milik nya saat itu juga dia langsung memandikan putri dan membelikan nya pakaian yang mahal dan tidak lupa menyuapi bocah Lima tahun tersebut.


setelah itu dia meminta pengacara nya, untuk mengurus surat adopsi, untuk putri saat ini tidak tanggung-tanggung Alisa, membuat pernyataan bahwa mulai saat ini hanya dia ibu dari putri, dan Aditya, pun mendukung keinginan putri nya itu, hingga tidak sulit untuk melakukan semua itu.

__ADS_1


"putri, sayang mulai saat ini Bunda, adalah Bunda, putri dan Bunda, akan menjaga mu sepenuh jiwa raga Bunda, apa pun yang putri ingin kan Bunda, akan berusaha untuk memenuhi semua nya, dan mulai Minggu depan, kamu akan masuk sekolah, dan akan ada suster yang mengantar dan menjaga mu di sekolah nanti, sementara Bunda,di kantor"ujar Alisa, sambil mendekap erat tubuh putri angkat nya itu, dia mengelus nya dengan sayang hingga putri tertidur di pelukan nya.


"mimpi indah princess ku, meskipun kau tidak terlahir dari rahim ku, aku sangat mencintaimu semoga kamu bahagia, dan bisa menemani Bunda, hingga akhir hayat nanti"ujar Alisa, yang kini langsung membaringkan tubuh mungil tersebut.


__ADS_2