
Ardi, masih kekeuh meminta Lala, pergi walaupun dari lubuk hati nya, dia tidak rela, tapi Ardi, ingin tau seberapa perduli Lala, saat ini pada dirinya.
"Tuan, aku sudah bilang aku akan pergi setelah dia datang, sekarang kamu makan dulu, sarapan nya Ok"ucap Lala.
"aku tidak ingin sarapan biarkan aku mati saja"ujar Ardi.
tiba-tiba, Lala, langsung membungkam bibir Ardi, dengan bibirnya, dan hal itu , langsung mendapat sambutan dari Ardi,ia menahan tengkuk Lala, dengan tangan nya yang terluka tadi dia tidak perduli dengan rasa sakit nya, yang pasti saat ini ia sangat bahagia mendapatkan perhatian khusus dari Lala.
setelah ciuman tersebut berakhir, Lala, langsung berkata, aku tidak ingin kamu berkata tentang kematian lagi, sudah cukup, semua itu hanya aku yang mengalami semua nya ditinggal pergi kedua orang tua ku, dan saat ini mereka adalah tanggung jawab ku, jika kamu pergi juga, aku yang akan mendekam di penjara,lalu siapa yang akan mengurus mereka"ujar Lala, sambil menatap sendu ke arah Ardi.
"aku hanya tidak ingin kamu pergi"ucap Ardi.
"aku hanya pergi, untuk melakukan kewajiban ku, kamu bisa mencari ku kapan pun kamu mau,di saat waktu luang ku, tapi bukan berarti kita akan terus bersama, akan ada masanya kita sama-sama sibuk"ujar Lala, memberikan pengertian, agar Ardi, mengizinkan nya untuk kembali.
setelah selesai menyuapi Ardi, sarapan, Lala, hendak menyimpan wadah kosong tersebut, kembali ke atas nampan yang berada di atas nakas, tiba-tiba, seseorang masuk dan berkata.
"sayang aku datang, membawa kabar baik aku positif hamil"ujar Aira, yang langsung memeluk Ardi, sementara Lala, langsung bergegas menuju keluar dari kamar,baru satu langkah, lengan Lala,di tarik oleh Ardi.
sementara Aira, saat ini masih memeluk Ardi.
Lala, mencoba melepaskan genggaman tangan Ardi, saat ini tapi sayang bukan nya lepas malah darah yang kembali menetes dari tangan Ardi.
"Ya ampun tuan tangan anda berdarah"ujar Lala, yang langsung mendapat lirikan mata Aira.
"honey, kamu kenapa"ujar Aira, yang langsung mengambil alih tangan Ardi, Lala, yang mendapat kan peluang untuk pergi dia langsung bergegas pergi, berlari, beruntung taksi lewat depan rumah tersebut, dan tidak ada bodyguard Ardi, saat ini.
Lala, langsung masuk kedalam mobil, nya tangis nya pecah saat itu juga, dia benar-benar sakit , semua terasa sangat menyedihkan,di saat ia harus kehilangan mahkota berharga nya, saat itu juga dia harus menerima kenyataan bahwa, laki-laki yang selama ini ia rindukan ternyata sudah bercinta dengan wanita lain, hingga menyebabkan wanita lain hamil.
"apa dosaku tuhan hingga ini sangat menyakitkan"lirih Lala, yang kini masih berderai air mata.
sesampainya di rumah kontrakan tersebut, Lala, langsung masuk, dia heran tidak ada seorang pun di rumah itu, dia langsung bergegas menuju rumah kontrakan sebelah nya dan bertanya kemana kedua adik nya saat ini.
setelah mendapat jawaban, Lala, langsung pergi menuju tempat yang di sebut kan oleh tetangga nya, tetangga nya bilang pagi tadi setelah orang berjas hitam pergi, Reza, terjatuh dari tangga, dan saat ini di larikan ke rumah sakit.
Lala, semakin terisak dengan menggunakan sepeda motor cicilan milik nya tersebut, dia langsung bergegas menuju rumah sakit terdekat di mana Reza, berada saat ini beruntung sebelum berangkat dia sempat titip pesan jika ada yang mencari nya, bilang dia sudah pindah.
sesampainya di rumah sakit, Lala, langsung masuk ke ruang dimana adik laki-laki nya itu di rawat, karena sebelum pintu masuk dia bertemu adiknya Rara, yang hendak membeli makanan.
Lala, langsung memeluk Reza, yang kini tengah berbaring di ranjang tersebut, kepala Reza, dibalut dengan perban dan tangan kanan nya di balut perban juga, hati Lala, semakin sakit, melihat keadaan ini, dia langsung berhenti menangis, ketika Reza, sadar.
"kak, jangan menangis, aku tidak apa-apa"ucap Reza.
"ya, sayang kakak, tidak menangis, kamu yang kuat ya, sebentar lagi pasti sembuh, setelah keluar dari rumah sakit, kita akan segera mencari tempat baru yang lebih nyaman, yang pasti jauh dari para pengganggu"ujar Lala.
"kak, aku sudah mulai kerasan dengan lingkungan sekitar, kenapa harus pindah lagi, dan lagi, Kakak, tidak lelah mesti pindah lagi butuh biyaya, yang tidak sedikit"ucap Rara.
"jangan pikirkan soal itu, Ra...kakak, juga bisa bantu, masalah itu, dan kakak,mu benar rumah itu tidak nyaman buat Reza, terlalu sempit"ujar Rido.
Reza, hanya diam sambil menatap wajah Lala, yang ia tau kakak nya, saat ini memiliki beban berat.
"Reza,terserah kakak, saja dimana pun yang penting kita selalu bersama itu sudah cukup"ujar Reza.
"kamu,memang adikku yang paling pengertian"ujar Lala, sambil memeluk adiknya itu.
sebuah mobil berhenti di depan rumah kontrakan tersebut, dan seorang pria tampan keluar dari mobil tersebut.
__ADS_1
"maaf,ada yang bisa saya bantu"ujar tetangga kontrakan tersebut.
"saya kesini mencari Lala, istri saya"ujar Ardi.s
"owh,mbak Lala, sudah pindah dari dua hari yang lalu"ujarnya.
"apa...??? pindah, pindah kemana maksud saya apa anda tahu alamat barunya saat ini"tanya Ardi.
"tidak tuan, setelah kecelakaan adiknya, dia tidak pernah kembali lagi, dan yang, membawa barang-barang nya juga teman pria bak Lala,kalau tidak salah namanya mas Rido"ujar wanita paruh baya tersebut.
"bisa minta alamat Rido???"tanya Ardi.
"maaf tuan kalau itu saya kurang tahu"jawab nya lagi.
Ardi, benar-benar merasa kecewa saat ini lagi-lagi dia kehilangan jejak wanita yang sangat di cintai nya itu.
"ahhhhhh...sial kenapa ini semua kamu lakukan sayang, aku sangat mencintaimu dan aku tau kamu terluka gara-gara pengakuan perempuan gula itu, dimana kamu sayang, aku mohon jangan begini, aku akan jelaskan semuanya itu tidak pernah terjadi, aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain dirimu"gumam Ardi lirih.
sementara itu, saat ini Lala, tengah membereskan barang-barang nya, setelah Reza, keluar dari rumah sakit, Lala langsung membawa nya,ke kontrakan baru yang sangat nyaman, Rara, juga saat ini sangat antusias karena kamar baru nya saat ini dia akan tidur sendiri di kamar tersebut.
setelah menyiapkan kamar Reza, saat itu juga langsung membantu adiknya itu untuk beristirahat, dan Lala, pun bergegas menuju dapur untuk memasak sesuatu,buat makan siang mereka sebentar lagi.
sementara itu Ardi, yang kini tengah mengadakan rapat di kantor cabang perusahaan nya, dia begitu tidak bersahabat saat ini, dia bahkan marah-marah dan, tidak segan memecat staf yang membuat kesalahan.
suasana ruang rapat sangat mencekam hingga,dering ponsel yang berasal dari orang kepercayaan nya, membuat dia menghentikan rapat tersebut.
📱"kerja bagus, bonus akan aku transfer saat ini juga"kata Ardi, yang langsung bergegas mengambil kunci mobil nya dan berlalu pergi menuju alamat yang di sebut kan oleh, orang kepercayaan nya itu.
🌹💖💖💖🌹
setelah menempuh perjalanan satu jam lebih dari kantor, Ardi, pun tiba di sebuah rumah cukup sederhana, namun terlihat sangat asri, saat ini , Ardi, langsung mengetuk pintu tanpa menunda waktu lagi.
"kak, Lala nya ada"jawab Ardi, dengan pertanyaan.
"ada, sedang menyuapi kak, Reza, jawab Rara, tanpa curiga, Ardi, langsung masuk menuju ke kamar, yang diberikan nama Reza, depan pintu masuk,benar saja Lala, sedang menyuapi Reza makan.
"sayang, kamu lagi-lagi ingkar janji,mau sampai kapan kamu menghindari ku"ujar Ardi, tanpa basa-basi.
"aku tidak menghindari mu, untuk apa tidak ada gunanya juga, menghindar dari pria, yang akan memiliki anak sebentar lagi"ujar Lala.
"ini habis kan makan mu sayang"ujar Lala, lembut.
"kakak, aku kenyang sebaiknya kakak, bicarakan masalah Kakak, baik-baik, aku ingin istirahat"ucap Reza.
"Iya, tapi minum obat nya dulu Ok "ujar Lala, sambil memberikan segelas air,lalu ia memberikan obat dan setelah itu dia keluar membawa bekas makan siang Reza.
Ardi, mengikuti nya dari belakang, hingga sampai di depan pintu dapur, Ardi, langsung menghentikan langkah kaki, Lala.
"sayang sekarang jelas kan"ucap Ardi, yang sudah tidak sabar.
"tunggu, sebentar aku simpan ini dulu"ucap Lala.
setelah menyimpan bekas makan tersebut, Lala, berjalan menuju kursi tamu dan mempersilahkan Ardi, duduk.
"duduk lah, tuan"ujar Lala.
__ADS_1
"baiklah, aku tidak suka dengan panggilan mu pada ku"ujar Ardi.
"tidak ada yang,salah bukan tuan, semua nya terlihat jelas, kita tidak punya hubungan apa pun , di antara kita"ucap Lala.
"kamu salah, sayang jika beranggapan begitu, sebentar lagi akan ada janin di perut mu,itu adalah buah cinta kita"ujar Ardi, tidak mau kalah.
"tuan, jangan terlalu berharap, nanti kecewa"ucap Lala, tiba-tiba saja Ardi, mendekat dan langsung mengangkat tubuh Lala,ke dalam kamar nya, Ardi, langsung mengunci pintu kamar tersebut, Lala berontak, sementara Ardi, tidak perduli.
"dengarkan aku sayang, aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan pernah melepaskan mu sampai kapan pun, aku tak akan mengulang yang terjadi dua hari yang lalu, tapi jika kamu memaksa apa boleh buat"ucap Ardi sedikit mengancam.
"apa mau mu??"ujar Lala.
"aku hanya minta penjelasan kenapa kamu pergi begitu saja selama dua hari ini"ujar Ardi.
"aku tidak menghindari mu, Ardi, aku mohon mengertilah, aku lakukan semua itu, untuk adikku Reza, dia mengalami kecelakaan di rumah, saat orang-orang mu pergi,maka dari itu aku langsung pindah rumah, aku tidak ingin semua terulang lagi, Reza, adikku anak laki-laki satu-satunya yang butuh perhatian ekstra dari ku, sebagai kakak, nya, tapi kamu tidak pernah mau mengerti keadaan ku, kamu bahkan tidak membiarkan aku pulang, saat ini kamu lihat sendiri kenapa, aku harus segera kembali setelah bekerja, karena, Reza, membutuhkan ku"ujar Lala.
"berhenti bekerja, ambil ini, dan kita akan segera menikah, setelah itu,adikmu akan ada penjaga nya, aku akan Carikan dokter yang bisa menangani nya,sampai dia sembuh adik mu juga bisa sekolah di lingkungan yang lebih baik"ucap Ardi.
"simpan semua ini, untuk anak istri mu aku masih sanggup menghidupi keluarga ku walaupun tidak bisa berlebih"ujar Lala.
"Lala, perlukah aku ingat kan, kejadian waktu itu heuhhhhh"ujar Ardi, melotot tajam.
"Ardi, aku mohon jangan pernah lakukan itu, dan jangan pernah temui aku lagi, mulai saat ini kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan, saat ini aku tidak ingin lagi, sesuatu terjadi pada keluarga ku"ucap Lala, lirih.
"aku tidak mau, pokoknya aku tidak akan membiarkan mu pergi jauh dari sisiku"Ardi langsung mencium bibir Lala, dengan kasar, dan Lala, berusaha memberontak tapi tenaga nya kalah, Ardi, semakin membabi buta.
"Ardi, aku mohon jangan lakukan ini, aku mohon Ardi, baiklah aku tidak akan pernah pergi dari mu lagi tapi sampai kapan pun tidak akan ada pernikahan"ujar Lala.
"aku tidak ingin itu, aku ingin memiliki mu seutuhnya untuk selamanya, selamanya sayang kamu dengar itu"ujar Ardi.
"Ok, baiklah, tapi lepaskan aku dulu"ujar Lala, yang berada di bawah Kungkungan Ardi, saat ini.
"aku tidak mau"ucap Ardi, yang kini memeluk erat tubuh Lala, walaupun mereka masih mengenakan pakaian utuh, Ardi begitu takut kehilangan Lala, untuk kesekian kalinya.
pelukan itu perlahan memudar, Ardi , berbaring di samping Lala, yang kini berada dalam dekapan nya.
"sayang, apa kamu tau dua hari ini aku hampir gila, karena kamu lagi-lagi pergi tanpa pamit padaku"ucap Ardi, sementara itu Lala, terdiam, menahan tangisnya, dia begitu merasa perih saat mengingat Ardi, yang memeluk erat Aira, setelah kabar kehamilan nya itu.
"sayang kamu kenapa diam saja, bicara lah"ujar Ardi lagi.
"Ardi, sebaiknya kamu pulang, tidak baik berlama-lama di sini, Aira, pasti sedang menunggu mu, anak kalian juga"ujar Lala.
"Lala,stop omong kosong mu itu,asal kamu tahu aku tidak pernah tidur dengan wanita lain selain dirimu, tentang kehamilan Aira, aku tidak ingin ambil pusing, karena, dia hamil anak orang lain, bukan aku"ujar Ardi.
"benarkah, demikian, seorang Ardi, yang memiliki segalanya, tidak pernah menyentuh wanita lain, tapi kenapa yang aku rasakan saat itu, sangat berbeda, kamu begitu mahir melakukannya"ujar Lala.
"sayang, aku ini sudah dewasa, sudah mengerti dengan semua itu, dan itu semua adalah bagian dari naluri "ujar Ardi.
"heummm, baiklah aku percaya, dan aku lebih percaya naluri itu juga yang membuat Aira,hamil"ucap Lala, sambil berusaha bangkit, Namun tubuh nya kembali terhempas ke atas ranjang tersebut.
"harus, berapa kali aku katakan, pada mu, heuhhhhh, aku tidak pernah menyentuh nya atau wanita lain nya"ucap Ardi.
"baiklah, tolong lepaskan aku, aku masih ada pekerjaan Sore,ini"ujar Lala.
"tidak ada yang namanya bekerja lagi, aku akan mencukupi kebutuhan mu, apa pun itu, kamu paham"ujar Ardi.
__ADS_1
"Ardi, aku tidak bisa berhenti, bekerja begitu saja, aku masih terikat kontrak"ucap Lala.
"aku bilang tidak ya tidak apa kamu tidak dengar,biar mereka yang akan mengurus kontrak nya"ucap Ardi, tegas, Lala, hanya bisa pasrah.