Sugar Daddy

Sugar Daddy
#kecemburuan Aditya#


__ADS_3

Edward saat ini telah sampai di kantor nya dia kembali berkutat dengan laptop nya dan tumpukan berkas di meja tersebut, sampai seorang sekretaris wanita, mengetuk pintu dia menghampiri Edward, yang masih fokus dengan laptop nya itu.


"maaf,pak sebentar lagi Anda ada jadwal pertemuan dengan klien, dari Bali,di kafe xxx sore ini"ujar sang sekertaris wanita tersebut.


"baiklah, nanti aku akan segera kesana"ucap Edward.


sekertaris itu pun berlalu dari ruangan tersebut, dan langsung menuju ruangan nya.semetara Edward kini masih sibuk dengan pekerjaan nya, hingga jam tiga sore dia langsung bergegas keluar kantor untuk menemui, klien yang di sebut oleh sekertaris nya tersebut.


sang sopir tengah, bersiap saat Edward,menuju pintu keluar gedung tersebut, dia langsung berangkat dan hanya butuh waktu lima belas menit, Edward, pun sampai di kafe tersebut, dia langsung di sambut oleh pelayan yang memang sudah menunggu kedatangan sedari tadi, pelayan tersebut menunjukkan ruangan, yang sudah di pesan sebelum nya atas nama seseorang.


sesampainya di sana, Edward, begitu terkejut ternyata, dia adalah wanita yang selama ini menjadi teman masa kecil nya, dia adalah seorang CEO, perusahaan kosmetik yang bermukim di Bali.


"Hay, tuan Edward"ujar Megan, bersikap formal.


"Hay,ibu Megan, apa kabar maaf , jika saya sedikit terlambat"ucap Edward.


"tidak masalah, hanya lima belas menit,saya tau anda begitu sibuk,mari silahkan duduk"ujar Megan, dengan sopan.


"heumm, rasanya aneh kalau kita terus berbicara dengan bahasa formal seperti ini"ujar Megan.


"kamu yang mulai duluan"ujar Edward,sambil tertawa.


"aku hanya berusaha untuk profesional, tapi jika kita sepakat, ya mau gimana lagi,Oya bagaimana kabar momm and Daddy??"ucap Megan, yang memang selalu memanggil kedua orang tua Edward seperti orang tua nya sendiri.


"mereka sudah lima tahun tiada"ujar Edward.


"sorry, aku tidak tahu itu, dan kenapa kalian tidak pernah mengabari ku"ucap Megan, sedikit merasa kehilangan, sosok orang tua yang penyayang tersebut.


"aku, tidak sempat dan lagi kita los, kontek saat kau pergi ke Jepang"ujar Edward.


"ya, kamu betul mendiang suamiku, saat itu tidak membiarkan aku kembali ke Indonesia, sangat di sayangkan, aku tidak bisa bertemu mereka di saat-saat terakhir nya"ujar Megan sedih.


"tidak apa-apa, aku juga bingung, harus menjawab apa saat mereka merindukan mu, tidak mungkin kan aku bilang bahwa kamu pergi dengan sugar Daddy mu itu"ujar Edward.


"ya, kamu benar"ujar Megan lagi.


"Oya, suami mu yang sekarang berasal dari mana??"ujar Edward ,sedikit penasaran.


"aku, tidak ingin berkomitmen untuk urusan itu lagi, tapi kalau hanya sekedar hiburan, aku punya dia yang lebih muda lima tahun dari ku"ujar Megan, tidak merasa malu mengakui bahwa dia punya simpanan seorang berondong.


"owh,ya ampun Megan, kamu masih tidak pernah berubah"ujar Edward.


"ya, Edward, kamu tau sendiri bagaimana, Sulit nya melupakan, cinta pertama ku itu"ujar Megan, yang langsung menitikkan air mata.


Ya... Edward,tau kenangan masalalu, Megan, yang kehilangan sosok pria yang sangat di cintai nya, saat dia masih kuliah dulu, pria itu CEO, dari perusahaan expor impor, dia berkebangsaan Belanda, namun di karenakan restu dari orang tua nya pria tersebut, Megan akhirnya harus merelakan, cinta nya pergi bersama dengan, wanita lain, padahal saat itu dia tengah mengandung anak dari pria tersebut, walaupun sulit, tapi dia melanjutkan perjalanan hidup nya hingga saat ini.


"aku tau itu, semoga kamu juga bisa melewati nya,Oya bagaimana kabar putri mu saat ini, apa dia tidak pernah bertanya, siapa ayah kandung nya??"ujar Edward lagi.


"itu dia masalah nya, setiap kali kami ribut gara-gara hal itu aku sudah katakan ayah nya sudah tiada tapi dia tidak pernah menyerah beberapa kali, aku mengetahui bahwa dia mencari jejak ayahnya,di internet"ujar nya lemas.


"yang,sabar ya, setidaknya dia masih bersikap normal, dan sayang pada mu"ujar Edward,lagi.

__ADS_1


"kalau, dia berubah aku tidak tau lagi harus apa, mungkin perjuangan ku, selama ini sia-sia aku akan benar-benar mengakhiri hidup ku ini, jika bukan karena dia, dia adalah harta yang ku punya satu-satunya, buah cinta kami, dan dia juga yang membuat aku tidak pernah bisa melupakan Sam..."ujar Megan.


"sudah lah, mungkin lain kali, kamu bisa mengenalkan, anak mu dengan ketiga anak ku,agar dia tidak merasa kesepian"ujar Edward,,, memberikan solusi.


"ide,bagus"ujar Megan,lalu tersenyum meski terasa perih kala mengingat cinta pertama nya itu.


"Oya, mana yang harus aku tanda tangani saat ini"ujar Edward.


"Emang, nya kamu tidak ingin membaca atau melihat dulu sebelum tandatangan kontrak ini, siapa tau ini kontak pernikahan"ujar Megan,Sabil tertawa.


"Hay... kau itu saudara ku, mana mungkin mau menjebak ku dengan kontrak semacam itu"ujar Edward.


"bisa, saja kan secara siapa yang tidak tauh dengan mu orang tajir melintir memiliki perusahaan di mana-mana"ucap Megan, sambil terkekeh.


"hadeuh, dasar parah, punya sobat gak sembuh-sembuh gesrek nya"ujar Edward,sambil ikut tertawa.


pertemuan pun, berakhir Edward, dan Megan, sudah kembali berpisah saat ini Edward sendiri langsung pergi menuju rumah nya,di sana dia di sambut, oleh ketiga anaknya itu, Edward, mencium ketiga nya dengan sangat sayang sambil mengelus puncak kepala mereka.


"Daddy, aku sama adik belajar masak loh..mau nyoba"ujar Elena,sambil tersenyum.


"boleh sayang, Daddy, jadi penasaran kalian berdua masak apa??memang nya kak, Edgar tidak membantu"tanya Edward.


"kakak,sibuk chatting"ujar Edgardo,mengadu.


"bohong, Daddy, aku belajar dari tadi"ucap Edgar,membela diri.


"sudah-sudah,ayo kita makan"ujar Edward.


"Ok"ucap ketiga nya kompak.


Edward pun mulai mengambil kan makan untuk ketiga nya saat ini mereka pun menyantap nya dengan lahap, dan ternyata putri pandai memasak,sibungsu Edgardo, begitu bahagia, saat ini karena ia berhasil memask masakan nya itu dengan kakak perempuan nya yang selalu menyayangi nya.


"Daddy, boleh tidak Edgardo, khusus masak, jadi di rumah ini Edgardo, yang akan menjadi koki"ujar Edgardo.


"boleh sayang, selagi itu tidak menggangu belajar mu di sekolah, Daddy ingin kalian jadi anak yang sukses,di masa depan, tapi semua pilihan ada di tangan kalian bertiga, tapi Daddy berharap,kelak kalian akan meneruskan perusahaan Daddy,suatu hari nanti"ujar Edward.


"tentu saja Daddy, karena aku sayang Daddy, jadi aku akan menggantikan Daddy,suatu hari nanti"ujar Edgardo,penuh semangat.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu di kediaman Aditya saat ini dia tengah fokus, dengan laptop nya,ada satu hal yang membuat soraya, heran suaminya itu tidak berbicara sedikit pun sejak pulang dari kantor.


soraya, pun hanya diam dan tidak ingin mengganggu kegiatan Aditya, yang memangku laptop nya, duduk di sofa.


soraya, turun ke bawah dia membuat kan kopi untuk Aditya , dan membawa toples berisi camilan ringan.


"sayang,ini kopi nya, kamu pasti sudah sangat lelah istirahat lah,dulu"ujar Soraya.


"heumm"ujar Aditya tidak lebih hanya bergumam


"sayang ada apa tidak biasa nya"ucap Soraya, yang bingung dengan respon Aditya.

__ADS_1


"tidak ada apa-apa, hanya saja ada sedikit gangguan di pikiran aku"ujar Aditya.


"apa itu sayang "ujar Soraya, semakin penasaran.


"tanyakan semua itu pada hati mu"Aditya langsung pergi setelah berkata demikian, dia bahkan tidak minum kopi nya sedikit pun atau pun melirik nya.


"mas...ada apa coba jelaskan jangan seperti anak kecil begini"ujar Soraya lantang.


namun Aditya sama sekali tidak menggubris nya, dia pergi menemui ke empat anak nya, yang saat ini baru bersiap untuk tidur.


Soraya, pun menyusul ke kamar tersebut dia diam sejenak setelah itu dia langsung memberikan ciuman di puncak kepala mereka satu persatu sambil menyelimuti nya, dan berucap mommy, sayang kalian, setiap kali mereka akan tidur itulah kebiasaan Soraya.


Aditya pun melakukan hal yang sama setelah itu dia buru-buru keluar saat itu juga, dan Soraya kembali menyusul nya.


"mas kamu belum menjelaskan, apa masalahmu, kenapa kamu bilang aku harus bertanya kepada diri ku sendiri??"ujar soraya lagi.


"kamu pernah mikirin aku gak sih, Raya, kamu melakukan apapun sesuka hati mu, tanpa mikirin perasaan aku, aku itu punya hati, harus nya kamu tau itu"ucap Aditya sambil berjalan menuju kamar nya.


"iya apa masalah nya tolong kasih tau aku??"ujar soraya lagi.


"alah sudah lah susah memang jika bicara dengan orang yang tidak pernah mau perduli"ujar Aditya sambil mendarat bokong nya di sofa ia memangku laptop nya kembali dan berkutat dengan laptop tersebut.


"mas, please jangan seperti ini bicara baik-baik bisa kan kecuali kalau memang kamu sudah tidak perduli lagi dengan pernikahan kita"ucap Soraya.


"heuhhhhh... ternyata dugaan ku benar, kamu memang ingin mengakhiri semua nya"ujar Aditya.


"mas.... kamu ngomong apa sih... aku semakin tidak mengerti, aku dari tadi bertanya, apa masalah nya, kamu semakin berbelit-belit,mas, apa susah nya kamu terus terang, kecuali jika ini hanya masalah yang di buat-buat seperti dulu saat kamu mau ninggalin aku"ujar Soraya, tidak kalah keras.


"jauhi mantan suami mu, saat ini juga, aku tidak suka kemesraan kalian, selalu di ekpos oleh orang luar, pasangan serasi lah, terlalu di sayangkan lah kenapa mereka harus berpisah, apa kamu mikirin bagaimana perasaan ku saat ini, dan posisi ku yang jadi sorotan saat ini"ujar Aditya ,berapi-api.


"mas, aku tidak tau salah nya di mana tapi masabodoh dengan ucapan orang, yang penting aku selalu setia padamu, dan aku mencintaimu itu sudah cukup,soal aku dekat atau tidak nya dengan mas Edward,kami punya anak mas yang harus kami perhatikan bersama, sampai kapan pun, aku tidak mungkin menjauhi nya, mereka semua masih butuh aku dan mas Edward"ujar Soraya menjelaskan.


"kamu, pikir, dengan bersikap seperti itu mereka masih nyaman, ingat raya,di luar sana masih banyak anak korban perceraian dan orang tua mereka, memutuskan hubungan mereka tapi mereka baik-baik saja"ujar Aditya.


"apa,mas berpikir, mereka semua baik-baik saja, saat ini coba mas tanya mereka, apa mereka bisa hidup bahagia tanpa orang tua mereka, tidak mas, aku saja masih merasakan sakit bagaimana orang tua ku berpisah, walaupun maut yang memisahkan, kamu tau mas bahkan hingga saat ini aku masih merindukan kasih sayang ibu ku, itulah alasan kenapa aku tetap menjalin hubungan baik dengan mas Edward, aku tidak ingin mereka merasakan kesedihan karena orang tuanya bercerai,kami akan terus kompak demi mereka, walaupun mereka sudah tidak membutuhkan itu lagi, aku tidak ingin hidup mereka di hantui penyesalan"ujar Soraya.


"lalu, kenapa tidak kembali saja pada nya, jika memang kamu masih ingin bersama nya"ucap Aditya datar.


"apa, maksud mu, apa kamu pikir aku tidak punya perasaan, apa menurutmu, aku wanita seperti itu heuhhhhh, owh aku tau kamu begitu karena kamu benar-benar, sudah tidak menginginkan ku, lagi baik'lah mas, terserah kamu, jika kamu ingin mengakhiri semuanya aku sudah tidak heran lagi setiap kali kamu mencari kesalahan ku, kamu pasti pergi ninggalin aku, tapi aku tidak akan memaksa kan, orang yang sudah tidak mencintai ku lagi aku bisa pergi sekarang juga ini rumah mu "ujar Soraya, yang langsung masuk ke kamar ganti untuk membawa bajunya, Aditya pun mengejar nya dia langsung menghentikan Soraya, yang kini tengah membereskan baju nya kedalam koper.


"apa-apaan kamu heuhhhhh, aku tidak minta kamu pergi, aku tidak pernah bilang bahwa aku tidak mencintai mu, aku mengatakan itu justru karena aku sangat mencintaimu, itulah kenapa aku sangat cemburu aku tidak suka orang lain terus-terusan menyatukan kalian berdua"ucap Aditya.


"mereka bukan orang lain,mas mereka anak-anak ku, yang sudah pasti menginginkan kami rukun sampai kapan pun,itu adalah keinginan setiap anak"ujar Soraya.


"tapi mereka tau kita adalah suami istri, dan tidak mungkin kamu kembali dengan ayahnya, saat ini karena aku masih menikah dengan mu"ujar Aditya lagi.


"mas, kamu salah paham, mereka juga menyayangi mu, mereka begitu menghargai mu seharusnya,mas bisa mengerti perasaan mereka, sebagai seorang anak, mereka ingin orang tua nya kembali bersama,itu adalah hal wajar, tapi mereka sudah berusaha mengerti dengan semua keadaan ini, itulah kenapa mereka memutuskan untuk tinggal bersama dengan ayah nya"ucap Soraya.


"terserah kamu"ujar Aditya yang kini langsung pergi dari ruang ganti.


"mas, jangan seperti anak kecil, jika kamu terus seperti itu aku akan pergi membawa anak-anak, saat ini juga"ujar Soraya.

__ADS_1


tiba-tiba, saat mendengar kata itu Aditya berbalik dia membawa Soraya, sedikit kasar dia mendorong tubuh nya ke atas ranjang, Aditya langsung mengungkung nya, dia menatap lekat wajah istrinya itu.


"berani kamu lakukan itu,maka semua akan berakhir, dan asal kamu tau kamu akan melihat orang yang kamu cintai akan menderita"ancam Aditya,sambil mencium bibir Soraya, dengan sangat kasar, dan itu berlanjut dengan menggauli istri nya itu, masih sangat kasar,entah setan apa yang merasuki Aditya saat ini, dia bahkan begitu kasar dan tidak menghiraukan tangis Soraya.


__ADS_2