
setelah malam itu,kini Anjela , pulang pergi mengunakan taksi, entah itu kuliah atau pun saat pergi ke kantor, Anjela, tidak ingin kembali terluka dia sedang berusaha membalas kebaikan Edgar, dengan bekerja paruh waktu di kantor nya, walaupun, dia kini sedang sibuk mempersiapkan skripsi, nya, tidak jarang sepulang dari kantor, dia mengurung diri hanya untuk mengerjakan tugas kuliah nya itu, dia ingin segera pergi dari rumah itu, secepatnya.
berbeda dengan Edgar, dia merasa frustasi, dengan sikap dingin yang Anjela, tunjukkan saat di rumah atau pun di kantor, Anjela, seperti sedang menjaga jarak, dengan nya.
satu bulan sudah Anjela, menghindari Edgar, hingga saat ini, di hari ini adalah hari dimana dia sedang menantikan kelulusan nya, Anjela, bahkan jarang makan di rumah, dan dia sudah izin untuk tidak masuk kantor, karena kesibukan nya mempersiapkan sidang skripsi nya itu, Anjela, pulang larut malam dan langsung menuju kamar nya, saat ini dia bahkan sudah dua Minggu ini tidak melihat Edgar.
Edgar,kini tengah berada di rumah ia sengaja mengundang kekasih nya itu ke rumah nya, untuk merayakan hari jadi hubungan mereka, dan Edgar, meminta pelayan untuk mempersiapkan hidangan spesial untuk mereka nanti, saat kekasih nya datang, Edgar langsung menyambut kehadiran nya ia memeluk dan mencium kening pacarnya tersebut, tanpa Edgar ,sadari Anjela,kini tengah berdiri mematung melihat kemesraan mereka,di depan meja makan, Anjela langsung pergi tanpa pamit dan masuk kedalam kamar nya saat itu juga.
Edgar, ingin memperkenalkan pacar nya , secara resmi pada Anjela, tapi Anjela, beralasan sedang sangat sibuk, dia tidak bisa di ganggu,itu yang ia katakan pada pelayan rumah, padahal tadi dia yang memasak hidangan istimewa itu bersama yang lain nya.
Edgar, hanya menghela nafas panjang, dia kembali tersenyum, dan mengajak wanita tersebut makan bersama dengan nya, Edgar, yang tadi nya bersemangat ingin melamar kekasihnya nya itu, tiba-tiba dia mengurungkan niatnya itu, entah kenapa sikap yang Anjela, tunjukkan selama ini membuat hati nya tidak menentu.
setelah makan siang bersama, Edgar mengajak kekasihnya itu,ke halaman belakang di sana ada kolam renang yang cukup luas, dan pemandangan yang menyejukkan mata, saat Edgar, hendak mengajak nya untuk berenang dia tidak sengaja, melihat Anjela, sedang berdiri memandang ke arah mereka, tapi saat Edgar , hendak mengajak nya, dia buru-buru masuk dan menutup gorden kamar nya yang terlihat dari kolam renang.
"Anjela, ada apa dengan mu, apa salah ku, kamu bisa berubah seperti sekarang ini"gumam nya dalam hati.
Sharena, mendekat dan memeluk Edgar, dari belakang, saat ini dia berkata"sayang, kapan hubungan kita diresmikan??"kata wanita itu sambil memeluk erat tubuh Edgar.
"itu , akan segera di lakukan setelah kita bertemu Daddy,ku terlebih dahulu"ujar Edgar, memberikan alasan, dia pun mengajak Sharena, untuk berenang, sementara mereka berenang, Anjela,kini tengah memasukkan barang-barang nya kedalam koper besar milik nya, Anjela sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit di hati nya, atas cinta nya yang bertepuk sebelah tangan.
setelah selesai berenang, tiba-tiba, Sharena, pamit dia beralasan bahwa ibunya, sedang membutuhkan nya saat ini, dan Edgar, yang tadinya hendak mengantar Sharena, dia mendapat kan penolakan entah kenapa yang pasti Sharena, beralasan ibunya belum tau hubungan antara mereka berdua, dan Edgar, sedikit heran.
setelah mandi dan berganti pakaian dengan pakaian santai Edgar, turun ke bawah, dia melihat pelayan sedang membereskan meja makan, Edgar, penasaran dia langsung bertanya.
"apa Anjela, sudah makan"ucap Edgar.
"tidak tuan, akhir-akhir ini nona Anjela, tidak pernah makan di rumah"ucap seorang pelayan, Edgar, seperti di hantam batu besar, dia begitu kaget, Anjela, benar-benar sudah berubah.
"baiklah aku akan menemui nya sekarang"ucap Edgar, yang kembali menaiki tangga sebelah kiri, menuju ke kamar Anjela, sesampainya di sana dia langsung masuk karena tau Anjela, selalu menghindar, jika dia mengetuk pintu terlebih dahulu.
Edgar,kaget, saat melihat tiga buah koper, yang sudah tersusun rapi di sana, Edgar menghampiri Anjela, yang kini sedang sibuk dengan laptop nya, entah apa yang ia kerjakan saat ini yang jelas Edgar, langsung menutup laptop tersebut tanpa izin.
"Tuan, apa yang anda lakukan"ucap Anjela, menatap heran.
"apa yang, aku lakukan seharusnya, kamu tanyakan pada dirimu sendiri, apa mau mu, dan kenapa tiba-tiba kamu berubah dan ini apa, bisa kamu jelaskan"ucap Edgar,kini tengah marah dan sangat berapi-api, dia sangat kecewa dengan sikap Anjela, saat ini bahkan sudah dua bulan dia menghindari nya.
"Tuan, aku akan pergi dari sini, setelah sidang skripsi besok, dan aku sudah membereskan barang-barang milik ku, apa yang salah dengan itu??"ucap Anjela.
"Anjela, sekarang aku tanya pada mu, kenapa kamu ngotot ingin kembali ke rumah mu, apa alasan nya Anjela, apa heuhhhhh... dan kenapa kamu selalu menghindar dari ku, dan pelayanan bilang kalau kamu bahkan tidak pernah makan di rumah, apa sebenarnya maumu jawab Anjela??"ucap Edgar.
"aku sudah terlalu lama, meninggalkan rumah ku, aku rindu dengan keluarga ku, dan untuk alasan makan, aku sudah terlalu banyak merepotkan mu, tuan, aku tidak akan pernah bisa membalas nya, dan ini tolong terima,uang ini sebagai gantinya, biyayanya hidup ku, selama di sini, walaupun belum bisa semua aku kembali kan tapi aku akan segera mengembalikan uang itu setelah aku bekerja"ucap Anjela, yang memberikan kartu ATM milik nya, namun Edgar , melempar kan itu ke sembarang arah.
"aku tidak butuh itu, kamu pikir aku kekurangan uang, heuhhhhh, Anjela, kamu sungguh membuat ku kecewa, sikapmu bahkan berubah drastis, apa salah ku Anjela, apa??"""teriak Edgar, yang kini menatap Anjela tajam.
"Tuan, tidak salah, hanya aku yang salah tuan patut membenci ku, yang sudah bersalah karena telah berani mencintai mu"ucap Anjela, yang kini berlinang air mata"aku salah tuan, aku tidak sadar diri, karena telah menyalah artikan semua kebaikan mu, yang ku pikir itu cinta tapi aku keliru, aku sadar setelah aku melihat mu dengan wanita tadi"ucap Anjela, yang kini memasukkan laptop nya kedalam tas dan dan ia bergegas pergi hendak menyeret koper nya, tapi Edgar, menahan nya.
"kenapa kamu tidak pernah jujur sebelumnya??"ucap Edgar lagi.
"untuk apa tuan, bahkan seharusnya, aku tidak pernah mengatakan itu pada mu, karena semua itu tidak pantas aku katakan"ucap Anjela, yang kini melangkah namun lagi-lagi, Edgar, menahan nya.
"Anjela, kamu tidak bisa pergi begitu saja, kamu harus buktikan bahwa kata-kata mu itu nyata, dan sampai aku tau itu benar adanya kamu tidak ku izinkan untuk pergi"ucap Edgar.
"Tidak Tuan, aku tidak ingin terus menerus membodohi diri ku, sudah cukup, aku juga tidak ingin merusak hubungan kalian, aku akan pergi sekarang juga"ucap Anjela, yang langsung di hadang oleh Edgar, Edgar tiba-tiba mencium bibir Anjela,penuh perasaan Anjela, berusaha melepaskan diri tapi Edgar, semakin erat memeluk nya.
"aku tidak akan mengizinkan mu, pergi sampai kapan pun, mungkin saat ini aku belum bisa membalas perasaan mu tapi aku tidak ingin kehilangan dirimu, aku tidak ingin kamu pergi atau menghindari ku lagi,tolong ingat kata-kata ku ini "ucap Edgar, sambil menatap sayu kearah Anjela.
__ADS_1
"tuan, aku akan pergi, aku mohon jangan lakukan ini pada ku, jika kamu tidak pernah bisa membalas rasa ini sebaiknya kamu biarkan aku pergi, sebelum semua lebih menyakitkan lagi"ucap Anjela, tapi Edgar , malah melempar koper itu dengan kasar ke atas sofa dia bahkan memanggil pelayan untuk membawa barang-barang Anjela, ke kamar nya.
"Tuan"protes Anjela.
"kamu dengar, Anjela, mulai saat ini aku tidak ingin mendengar mu memanggil ku seperti itu, aku bukan tuan mu"ucap Edgar tegas.
"kalau kamu bukan Tuan,ku lalu apa seratus ini"ucap Anjela, yang kini meminta penjelasan.
"terserah kamu saja yang pasti aku tidak ingin mendengar itu lagi"ucap Edgar, yang kini pergi melangkah kan kaki nya menuju kamar nya, sementara Anjela, menolak pelayan untuk memindahkan barang nya saat itu juga Anjela, mengunci pintu kamar nya dia duduk di sofa Air mata nya mengalir deras.
"sampai kapan kamu akan menyiksaku seperti ini"ucap Anjela , lirih.
sementara itu di dalam kamar Edgar, sedang mondar-mandir pikiran nya saat ini dipenuhi oleh perkataan Anjela, dan ungkapan cinta nya, entah kenapa Edgar, saat ini sangat takut kehilangan Anjela, bahkan dia sepontan mencium bibir Anjela, yang sangat seksi itu, dia baru menyadari, perasaan nya tadi adalah ungkapan hati terdalam nya saat ini.
🌹💖💖💖🌹
keesokan harinya, Anjela, tetap menghindari Edgar, dia hendak pergi ke kampus pagi-pagi sekali, tapi Anjela,salah karena saat ini Edgar, sudah berdiri di depan pintu masuk kamar nya.
"tuan"ucap Anjela, terhenti saat Edgar membungkam bibir nya dengan bibir Edgar.
"sudah ku katakan jangan pernah panggil aku dengan sebutan itu"ucap Edgar.
"Sudah lah, aku tidak pernah bisa membantah apa yang kamu lakukan disini??"ucap Anjela, sedikit gugup.
"aku menunggu mu, untuk sarapan bersama"ucap Edgar, yang kini sudah rapi dengan stelan jas mahal nya.
"aku sarapan di kampus, dan aku buru-buru"ucap Anjela.
"aku bisa saja menyuruh orang, untuk menggagalkan sidang skripsi mu saat ini, hingga kau tidak bisa lulus"ujar Edgar, mengancam.
"heeuh... sejak kapan kamu jadi tukang ngancam??"ucap Anjela,sambil berjalan melewati Edgar.
"baiklah"ucap Anjela, tidak ingin berdebat, Edgar, langsung tersenyum penuh kemenangan.
mereka pun duduk di tempat nya masing-masing, Edgar, pun memberikan piring yang sudah di isi oleh sarapan pagi Anjela melotot melihat porsi makanan yang dua kali lipat dari porsi biasa nya.
"aku tidak makan sebanyak itu tuan"ucap Anjela, yang kini menatap Edgar.
"kau mau ku hukum"ucap Edgar, sambil menatap nya dingin.
"baiklah-baiklah"ucap Anjela, yang kini mulai memasukkan sendok kedalam mulutnya saat itu juga.
"jangan, cemberut depan rejeki,itu dosa" ucap Edgar.
"aku benar-benar tidak bisa makan sebanyak ini, hiks hiks hiks..."gadis itu malah menangis.
"baiklah suapi aku, sekarang juga,biar kamu bisa menghabiskan nya"ucap Edgar , tanpa dosa.
"kenapa kamu punya tangan tuan"ucap Anjela, yang kini mendapat serangan ciuman dari Edgar.
"kamu itu sembarangan sekali,main cium-cium saja, ingat kekasih mu di luar sana,"ucap Anjela, yang kini menatap wajah Edgar, yang tiba-tiba berubah.
"kau, mau sarapan atau mau membantah"ucap Edgar.
Anjela, langsung memakan sarapannya tanpa suara, tiba-tiba Edgar, mengarah kan sendok yang hendak di masukkan ke mulut Anjela, dia langsung melahap makanan yang berada di sendok Anjela.
__ADS_1
"kamu itu main ambil-ambil saja itu punya ku"ucap Anjela, kesal.
"suapi aku atau kamu habiskan hidangan itu sendiri sampai habis, dan akhirnya Anjela pun mengalah daripada, harus menghabiskan nya sendirian, bisa-bisa bukan nya sidang tapi malah tidur karena kekenyangan.
"sudah selesai,ayo berangkat aku antar kamu ke kampus"ucap Edgar.
"tidak , kita tidak searah , aku bisa pergi sendiri, "ucap Anjela.
"aku tidak ingin di bantah"ucap Edgar, mereka pun masuk saat itu Edgar duduk di bangku penumpang, dan Anjela, yang sudah masuk di samping nya, terlebih dahulu.
"tuan, kamu bisa duduk di depan"ucap nya terhenti langsung membekap mulutnya, karena ia tau Edgar, akan menghukum nya lagi.
"kamu itu suka sekali di hukum ya "ucap Edgar, yang kini mendekat tapi sebenarnya dia memijit tombol di samping tempat duduknya, dan tiba-tiba,tirai menutup pandangan dan jok kemudi, Edgar, menarik Anjela, kedalam dekapannya, saat dia hendak mencium bibir Anjela, dia langsung di tolak oleh Anjela.
"sekali lagi kamu cium aku, aku akan pergi dari rumah dan aku tidak akan pernah kembali"ucap Anjela, tapi itu tidak di gubris oleh Edgar.
"silahkan jika kamu bisa pergi jauh dari ku"ucap nya pelan tapi penuh penekanan, bahkan Edgar, mencium bibir Anjela, begitu penuh nafsu, dan tangan nya menahan tengkuk Anjela, mereka berciuman hingga hampir kehabisan nafas, Anjela pun memukul-mukul dadanya Edgar.
"kamu sudah keterlaluan, Edgar , kita itu tidak punya seratus yang jelas, kenapa kamu lakukan ini pada ku??"ucap Anjela, yang kini menatap Edgar Air mata Anjela,menetes antara kesal dan bimbang.
"apa perlu di katakan, apa perbuatan tidak bisa menjelaskan seratus kita"ucap Edgar, yang kini menatap lekat wajah cantik Anjela, dia kembali membenamkan bibir nya,di bibir Anjela, dan mencium bibir nya dengan lembut.
"apa itu tidak bisa menjelaskan setatus kita"ucap Edgar.
"tidak Edgar, kamu masih milik dia, wanita yang sangat kau cinta bahkan dia jauh lebih baik dari ku"ucap Anjela.
"Anjela, setelah kamu lulus, aku akan, memberikan kejelasan tentang semua nya"ucap Edgar.
Anjela hanya terdiam, saat ini dia bahkan tidak tau apa, maksud dari kata-kata Edgar, saat ini yang pasti tidak ingin berdebat lagi.
"tuan, sudah sampai"ucap sang sopir, dan Anjela pun merapikan penampilan nya saat ini, saat ia hendak turun, Edgar, kembali memberikan dia sebuah kecupan.
"beritahu aku, saat kamu selesai biar aku yang menjemputmu "ucap Edgar.
"Baiklah"ucap Anjela.
mereka pun akhirnya berpisah, saat ini Anjela buru-buru masuk gerbang kampus, dan Edgar, langsung pergi ke kantor nya.
setelah selesai dengan sidang skripsi nya dengan hasil yang menggembirakan, Anjela, dinyatakan lulus, dan dia pun langsung bergegas menuju kantor Edgar, ingin memberitahu kabar baik tersebut tapi sesampainya di sana, saat dia masuk, dia begitu terkejut, melihat wanita yang kini duduk di pangkuan Edgar, mereka bahkan sedang asik bercumbu.
"ini yang kamu maksud, dengan penjelasan"ucap Anjela, yang langsung pergi, Edgar, langsung mendorong tubuh Sharena, dia kaget saat Anjela, berkata seperti itu, dia langsung mengejar Anjela, tapi sayang Anjela, sudah naik taksi, Anjela pergi dengan tangis pilu nya, saat ini dia langsung menuju mension dan mengbil barang-barang nya dan dia pun pergi jauh menuju rumah nya yang tidak pernah di ketahui oleh siapapun, rumah peninggalan nenek nya dulu.
rumah yang sudah lama mereka tinggal kan, dan hanya sesekali dikunjungi saat sedang berlibur, Anjela, kini masuk, kedalam Susana nya, masih sama seperti dulu, namun kini rumah itu penuh debu karena pelayan rumah sudah lama di berhentikan, karena masalah yang menimpa keluarga nya saat itu.
Anjela, tidak langsung istirahat, dia mengambil alat bersih-bersih, dan mulai membersihkan kamar nya terlebih dahulu,kamar utama yang berada di lantai dua, yang akan ditempati nya, beruntung, listrik dan air masih menyala dia menyalakan televisi, sebagai teman sepinya saat ini sambil terus membereskan barang-barang dan membersihkan bagian yang kotor karena debu.
setelah selesai, membersihkan beberapa ruangan, dia merebahkan tubuhnya yang kelelahan saat ini, dia pun langsung terlelap dengan perut kosong nya saat ini.
sementara itu Edgar, saat ini begitu frustasi, ternyata Anjela, benar-benar pergi meninggalkan nya, tapi Edgar, tidak putus asa dia langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Anjela.
hingga satu Minggu berlalu, Anjela, juga masih belum ditemukan keberadaan nya, saat ini bahkan Edgar, sendiri selalu mencari keberadaan Anjela melalui bantuan sahabat Anjela,dulu.
sementara yang tengah dia cari saat ini tengah bekerja di sebuah kafe sebagai pelayan, Anjela, akan pergi pagi hari dan kembali jam sepuluh malam, hingga dia bisa sedikit melupakan kesedihan nya, Anjela, berusaha melupakan semua nya, walaupun sangat sulit tapi dia harus bisa.
"Dimana, kamu Anjela, aku mohon, kembali lah, jangan seperti ini, sudah cukup kamu bersembunyi"ucap Edgar, yang kini tengah berada di dalam mobil tepat nya di pinggir jalan.
__ADS_1
tiba-tiba,mata Edgar , terbelalak saat melihat wanita yang selama ini dia cari, tengah berjalan gontai, seperti nya dia sedang sangat kelelahan, wanita itu keluar dari kafe, masih menggunakan seragam kerja nya, Edgar langsung mengikuti dia dengan jarak yang sedikit lebih jauh agar wanita itu tidak curiga.
hingga wanita itu tiba,di sebuah rumah sedikit terpencil, seperti rumah lama tapi masih terawat dengan baik.