
Sore itu Edward pulang dari kantor dia langsung masuk ke dalam rumah tapi saat dia masuk,ke dalam kamar iya langsung terkejut karena soraya tidak ada di rumah.
"soraya,,,," Edward berteriak dia langsung berteriak, marah' dia pergi keruang cctv namun tidak menemukan petunjuk apa pun semetara Aditya yang langsung datang kesana saat itu langsung kena amukan Edward saat itu juga.
Aditya pun melawan dan mencoba bertanya kepada Edward di mana soraya namun Edward hanya diam.
"Edward, dimana soraya?" ucap Aditya.
"aku tidak akan memberitahu kan mu jika pun aku tau ada hubungan apa kau dengan istri ?"teriak Edward
"dia adalah wanita yang sangat aku cintai dan sampai kapan pun akan tetap begitu tidak akan pernah berubah"ucap Aditya tak kalah sengit.
"apa kau tidak tahu malu bilang begitu pada suaminya heuhhhhh!!!""Edward semakin terbawa emosi.
"suami yang merebut istri orang itu apa ia bisa di bilang suami, bukan nya kau adalah pebinor " ujar Aditya"dia adalah istri sah ku saat itu sebelum kau membawanya pergi, saat itu apa kau sudah lupa heuhhhh!!"" ucap Aditya yang langsung memberikan bogem mentah pada Edward.
setelah itu baku hantam pun tidak terhindar kan lagi saat itu Edward sama-sama menerima bogem mentah dari Aditya begitu pun Aditya, dan itu terhenti saat Ketua RT lewat rumah nya di situ juga ada Naya.
"Aditya,,,,"panggil Naya, Aditya pun menoleh setelah kedua nya di pisah oleh ketua RT.
tiba-tiba,adity, langsung mendapat telpon, dan Aditya langsung pergi ke mobilnya dengan keadaan wajah lebam dan sudut bibir berdarah.
Aditya di telpon oleh Alex saat ini karena dia ingin memberitahu kalau soraya ada bersama nya, saat ini.
saat mendengar itu Aditya pun langsung bergegas menuju alamat yang di berikan oleh Alex saat ini sesampainya di sana Aditya langsung masuk Alex kaget' saat melihat Aditya babak belur.
"Aditya, kamu kenapa ?" ucap Alex, yang sedikit kaget.
"aku berkelahi dengan si Edward sialan itu" ucap Aditya.
"kenapa cari penyakit harus nya kau telpon aku dulu" ucap Alex yang langsung mengambilkan es batu untuk mengompres luka lebam di wajah Aditya.
"ambilah ini aku akan bangun kan adikku dulu" ucap Alex sambil langsung pergi ke lantai atas untuk menemui soraya.
sesampainya di sana, soraya baru keluar dari kamar mandi, dia baru habis mandi masih menggunakan handuk kimono mandi nya.
"Kak,ada apa?" ucap soraya.
"turun lah di bawah ada, Aditya" ucap Alex.
"aku akan memakai baju dulu"jawab soraya.
"baiklah, jangan lama-lama kasihan dia"ucap Alex.
"kasihan kenapa emang, nya" ucap soraya penasaran.
"sudah lah cepat lah ganti baju" ucap Alex.
soraya pun langsung bergegas menuju room closed, saat ini tidak berapa lama kemudian dia turun ke bawah dia melihat Alex yang sedang sibuk membantu Aditya mengompres luka lebam nya itu.
"mas, kamu kenapa?"soraya kaget dengan langsung mendekat.
__ADS_1
"aku tidak apa-apa ko hanya sedikit terluka ulah Edward" ucap Aditya
"ya ampun ko bisa kamu di hajar mas Edward" ucap soraya.
namun Aditya terdiam saat mendengar kata-kata soraya yang menyamakan panggilan diri nya dan Edward.
"aku hanya ingin bertemu dengan mu, tapi dia terlihat sedang murka saat ini jadi dia langsung marah padaku" ucap Aditya.
"maaf kan Suamiku mas, dan ini semua salahku, aku benar-benar minta maaf" ucap soraya yang langsung terduduk lesu.
"Raya... kamu Sama sekali tidak bersalah yang salah itu dia jangan pikirkan apa-apa lagi ok" ucap Alex yang takut soraya kenapa-napa.
"tapi semua karena aku andaikan saja waktu itu aku tidak mengikuti ucapan nya mungkin saat ini cerita nya akan lain"ucap soraya
"kalau kamu tidak ikut dengan nya kamu mungkin tidak akan pernah bertemu dengan kakak, lagi kau pasti sudah di habisi oleh mereka" ucap Alex yang mulai tau kemana arah tujuan, Diandra Atmaja saat itu.
"soraya terdiam sambil meremas ujung dress yang kini di kenakan nya,ada sedikit rasa penyesalan dalam diri nya Aditya pun langsung menggenggam tangan soraya saat ini, padahal
dia masih di obati oleh Alex.
"Hanny, jangan sesali apa yang terjadi di masa lalu, aku tidak marah dengan semua yang kau lakukan, mungkin ini sudah jadi takdir kita harus mengalami ini semua, tapi yang ingin ku lakukan saat ini adalah, aku ingin melindungi mu, dari siapapun yang berusaha menyakiti diri mu, sekalipun itu adalah suamimu sendiri, sebagai penebusan dosa ku yang dulu tidak bisa menjaga mu dengan baik" ucap Aditya lembut.
soraya pun menatap wajah pria yang telah membuat nya jatuh cinta sedari dulu, walaupun saat ini soraya masih milik Edward tapi soraya tidak pernah memiliki rasa itu pada Edward dia hanya memiliki rasa, sayang,itu juga karena Edward selama ini melindungi nya bisa di bilang balas Budi, karena saat soraya mulai jatuh cinta dengan Edward ternyata semua kebohongan Edward terungkap saat itu juga, dan rasa itu pun menguap begitu saja hilang entah kemana tergantikan oleh rasa sakit yang teramat sangat karena Edward bahkan berani' memisahkan diri nya dengan buah hati nya, hingga saat ini.
ada, sedikit depresi yang saat ini di alami oleh soraya biarpun dia mencoba untuk bisa tegar tapi ibu mana yang kuat berpisah lama dengan buah hati nya,di keadaan apapun, apa lagi seperti yang di alami soraya saat ini.
Aditya menatap wajah mantan istri nya itu, dia bahkan menghapus air mata yang mengalir di sudut mata nya, saat ini, Aditya mengelus puncak kepala soraya.
"hiks hiks hiks hiks, semua ini terlalu berat untuk ku, rasa nya aku sudah tidak sanggup lagi bertahan, hidup jika harus menunggu lagi, aku tau Edward itu seperti apa orang nya kalau pun dia mengembalikan anak ku dia tidak akan pernah menceraikan aku, dia mencintai istrinya itu sampai kapan pun dan aku akan tetap di jadikan,mesin pencetak anak" ucap soraya yang kini gemetar trauma.
"tidak usah takut, aku ada bersama kamu Hanny" ucap Aditya.
sementara itu di rumah soraya Edward sedang di tolong oleh Naya dia mengobati luka Edward.
"maaf tuan, tolong tahan" ucap Naya.
"maaf merepotkan Anda Dokter" ucap Edward.
Edward, pun mengirim pesan pada soraya, saat ini dia minta soraya kembali, dan dia berjanji tidak akan mengurungnya lagi dan akan membawa sang anak pulang kepada nya lagi.
🌹💖💖💖🌹
soraya, membantu Edward makan saat ini sedang menyuapi bubur ke mulutnya, yang tengah sakit, saat ini, Aditya berbaring di kamar tamu, dan Alex sengaja membiarkan Aditya menginap di rumah nya.
ada rasa sedikit tidak tega saat ini pada kondisi Edward yang sama-sama terluka apa lagi Edward tidak memiliki saudara atau keluarga yang tinggal di Indonesia,di Bali pun rumah nya kosong hingga saat ini mereka kembali menatap di Indonesia.
setelah Aditya tertidur soraya pun keluar dengan menggunakan taksi saat ini tanpa sepengetahuan kedua nya karena soraya akan pulang untuk menengok keberadaan suaminya itu.
sesampainya di, rumah milik nya soraya pun langsung bergegas masuk kedalam kamar nya di lihat rumah dan lampu kamar nya saat ini sudah gelap dia pun menyalakan lampu nya dan saat ia melihat kedalam kamar soraya sedikit kaget Edward, tertidur di sofa dengan wajah yang kondisinya sama dengan Aditya.
"mas, kamu kenapa heuhhhhh, kenapa seperti ini?"soraya pun menangis tak tega dia pun secara tidak sengaja membangunkan Edward dengan air mata nya yang jatuh ku dada Edward.
__ADS_1
"Hanny, kamu dari mana heuuhh kenapa tidak memberitahu ku saat ingin keluar rumah, aku sudah mencari mu kemana-mana" ucap Edward yang kini memeluk soraya.
"aku tadi buru-buru ke kantor dan aku lupa membawa ponsel ku saat aku berangkat" jawab soraya pura-pura lupa dan membuka laci.
soraya mengambil ponsel nya yang kini tengah berada di dalam laci dalam keadaan mati, Edward pun percaya dan saat ini Edward pun menuruti perintah soraya untuk pindah ke atas ranjang nya, Edward.
soraya pun turun kebawah membuat bubur untuk Edward saat ini soraya tau bahwa Edward belum makan hingga saat ini.
setelah hampir satu jam soraya pun kembali ke kamar nya dan saat ini ia membawa nampan berisi bubur dan sedikit lauk yang terlihat sangat lezat.
soraya pun menyiapkan bubur tersebut di atas nakas dan ia berusaha membangun kan Edward perlahan.
"bangun lah kamu harus makan dulu mas.." ucap soraya sambil mengelus lengan Edward.
"Hanny, jangan tinggalkan aku lagi" ucap Edward.
"aku tidak kemana-mana makan lah" ucap soraya selembut mungkin.
Edward pun bangkit dan bersandar di kepala ranjang dan soraya menyuapi nya dengan sabar lalu memberikan dia obat.
"sudah selesai tidur lah aku akan kebawah dulu menyimpan ini" ucap soraya.
Edward pun mengangguk dan soraya pun turun kebawah dia tidak hanya menyimpan bekas makan Edward tapi juga menelpon Alex mengabarkan bahwa dia sedang merawat Edward.
Alex yang mendengar hal itu dia terkejut di sela rasa sakit nya dia masih perduli dengan suami nya itu.
soraya pun kembali ke kamar nya di lih, nya Edward sedang menunggu nya, dan tidak hanya itu Edward juga menyuruh soraya untuk tidur di samping nya saat ini soraya menurut saja bagi soraya yang penting semua nya akan baik-baik saja dia akan menurut agar Edward mau membawa anak nya kembali.
"sayang,besok kita ke Amerika saja jika kamu ingin tetap bersama dengan ketiga buah hati kita" ujar Edward.
"tidak bisa kah kau membawanya ke sisiku lagi, mereka anak-anak ku darah daging kita kenapa harus orang lain yang merawat nya" ucap soraya.
"dia bukan orang lain dia juga ibunya istri ku juga" ucap Edward lantang.
"ya,bela saja terus kau memang suami yang sangat setia hingga kau tega menyakiti ku demi cinta tulus kalian, aku akan pergi saja dari kehidupan kalian maka kau akan tenang ucap soraya sambil bangkit dan melangkah kan kaki nya namun tangan nya di cekal oleh Edward.
"lepas mas aku lebih baik' pergi saja dari hidup mu agar kalian bisa lebih bahagia aku sudah memberikan apa yang kalian inginkan setelah itu, kamu tidak perlu lagi menipu wanita lain untuk kau jadikan mesin pencetak anak" ucap soraya.
"Diam... aku bilang diam,ya aku salah aku dulu memang telah berbuat salah, tapi apa tidak ada maaf untuk ku, aku mencintaimu dan sampai kapan pun, kamu tetap istri ku" ujar Edward.
"kau itu sangat egois, Edward, dan kau aku benci" ucap soraya berteriak sambil menangis.
soraya terduduk di lantai sambil meremas dres yang di kenakan nya sekuat apapun dia menahan kepedihan,di hati nya kini akhirnya keluar juga semua yang dia tahan selama ini.
Edward turun dan memeluk nya,membawa soraya dalam dekapan nya,namun soraya berrontak dia memukul-mukul dada bidang Edward.
"jika kamu tidak bisa kembalikan anak ku kesisiku lagi lebih baik aku mati saja, tidak ada gunanya aku hidup lagi, lebih baik aku mati,agar tidak merasakan rasa sakit yang berkepanjangan ini,yatuhan kenapa sesakit ini, ambilah nyawaku jika engkau tidak takdir kan aku untuk bahagia, aku sudah berusaha kuat dengan penderita sejak aku kecil tapi tidak untuk yang satu ini,ambilah nyawaku" jedarrrr.... ucap soraya seketika menghujam jantung Edward Betapa tidak Edward baru saat ini mendengar kemalangan istrinya itu dulu dia tidak sempat menyelidiki sampai sedetail itu.
"maaf kan aku Hanny, aku bukan nya,tega melakukan itu pada mu, aku mungkin egois, karena telah mengorbankan kebahagiaan mu demi rumah tangga ku, tapi percayalah Lauren sangat menyayangi buah hati kita dan aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri mereka sangat bahagia saat ini, dia bahkan tidak menanyakan ibu nya di mana, maafkan aku Hanny jika aku egois jika kamu ingin kita berpisah maka baiklah kita akan berpisah walau pun ini sangat menyakitkan aku akan menandatangani surat perceraian kita" ucap Edward seraya pergi tapi sebelum nya dia mencium puncak kepalanya, saat itu juga sambil mengucapkan kata maaf.
hancur sudah hati soraya saat ini, tidak hanya kehilangan ketiga anaknya dia juga kehilangan sosok pria yang. selama ini melindungi nya,sekuat apapun ke egoisan soraya meminta mengakhiri pernikahan mereka tapi rasa sakit itu sangat terasa biar bagaimanapun mereka punya kenangan terindah, walau soraya tidak bisa sepenuhnya jatuh cinta kepada Edward.
__ADS_1
soraya jatuh pingsan saat ini dia tergeletak di lantai yang dingin itu sendirian tanpa ada yang mengetahui nya, Edward telah berada di hotel saat ini dan dia pun menangis merutuki kebodohan nya, dia baru sadar cinta nya untuk soraya begitu besar Edward menangis sesenggukan ketika mengenang kebaikan soraya dan perhatian nya selama ini, bahkan saat dia sudah tersakiti sekalipun dia sudah merawat diri nya.