
setelah dua hari dari janji yang di ucapkan oleh Edgar, bahwa dia akan segera memboyong Anjela,ke Indonesia, saat ini mereka sedang bersiap, awal nya Anjela, menolak karena takut, dengan reaksi keluarga Edgar nanti nya, tapi Edgar terus berusaha meyakinkan calon istri nya itu bahwa seluruh keluarga nya bukan orang kolot, mereka selalu menerima dan memperlakukan calon keluarga baru nya dengan baik.
Anjela, sudah siap dengan satu koper kecil yang ia bawa sementara itu Edgar hanya membawa tas kecil yang berisi dompet dan ponsel nya, dia tidak membawa barang apapun toh di sana semua sudah tersedia, Edgar, juga sempat melarang nya untuk membawa barang-barang milik Anjela, tapi Anjela, kekeuh membawa perlengkapan nya.
setelah berada di dalam jet pribadi milik Edgar, seorang pramugari cantik menghampiri mereka, memberikan, apa yang Edgar , minta tadi sebelum berangkat.
kini mereka sudah mengudara, perjalanan panjang kurang lebih 24 jam sudah mereka lewat kan dengan tidur dan bercengkrama juga makan berdua di dalam jet tersebut, saat ini pesawat tersebut sudah mendarat di bandara Sukarno Hatta, Edgar, dan Anjela, sudah bersiap untuk turun saat ini dia sudah langsung di jemput oleh asisten pribadi Soraya, ibunya itu ingin Edgar pulang ke Mension nya terlebih dahulu, Edgar pun mengiyakan nya karena dia sendiri sudah sarapan sangat rindu dengan sang mommy.
tidak butuh waktu lama mereka berdua sudah sampai di Mension milik Aditya, Daddy, sambung nya itu, di langsung menggandeng pinggang Anjela, dengan mesra dan membawa nya masuk ternyata semua keluarga nya sudah menunggu nya di sana, termasuk Edward,sang Daddy, dan Edgardo, bersama Senny, dan putra mereka.
hanya Elena, yang belum bisa hadir , karena saat ini Wiliam, sedang sangat sibuk.
"Hay, semua nya kami datang"ucap Edgar, Sambil tersenyum, yang pertama berlari adalah Soraya, dia memeluk erat putra sulung nya itu sambil menangis, sesenggukan dia begitu rindu, dengan putra nya itu hingga Edgar, pun menitikkan air mata.
"momm... apa kabar??""ucap Edgar sambil mencium kening mommy nya dan seluruh wajah ibu yang selalu dia rindukan.
"mommy,baik sayang mommy, terlalu merindukan mu, kapan kamu akan menetap di sini, mommy, tidak ingin lagi kehilangan mu putra ku, kamu tau Edgardo, selalu bilang bahwa kamu akan segera kembali tapi mommy, sudah terlalu lama menunggu mu"ucap Soraya, yang kini masih memeluk Edgar.
"aku pulang momm... setelah ini mommy, tidak perlu khawatir, aku akan sering pulang"ujar Edgar, Soraya pun melepas kan pelukan nya itu ia beralih pada Anjela, gadis cantik yang sangat anggun.
"kamu pasti Anjela, menantu ku, iya kan??"ucap Soraya,sambil memeluk Anjela, mengucapkan selamat datang, sementara itu Anjela, menitikkan air mata nya, saat merasakan kasih sayang seorang ibu dari wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu.
"iya,aunty, aku Anjela"jawab Anjela sambil mengangguk sopan.
"mommy, sayang"ucap Soraya.
"eh.. iya momm"ulang Anjela,sambil malu-malu.
sementara itu Edgar,sedang melepas kangen dengan seluruh keluarga nya, saat ini bahkan terakhir kali yang dia peluk adalah Alisa.
sementara Edward, mendekat ke arah Anjela"selamat datang di keluarga kita sayang, semoga kamu bahagia"ucap Edward, yang memeluk calon menantu nya itu dengan kasih sayang seorang ayah, begitu juga dengan Aditya, dia melakukan hal yang sama.
"selamat datang kakak ipar"ujar Senny.
"terimakasih"ucap Anjela, yang kini dirangkul posesif oleh Edgar, dia langsung di ajak duduk di sofa ruang keluarga tersebut mereka pun berbincang bersama, Anjela, bahkan seakan kehilangan rasa lelahnya saat ini, dia bahagia ternyata keluarga Edgar , begitu baik.
"sudah lama tidak bertemu,mana hadiah untuk ku"ucap Ardan,sambil menatap Edgar.
"apa uang jajan mu setiap bulannya sudah tidak cukup"ucap Edgar,sambil menatap lekat wajah adiknya itu.
"cukup si tapi yang aku maksud itu hadiah tahunan kak"ucap Ardan.
"Ardan, kamu keterlaluan kakak,mu baru saja datang"ucap Aditya.
"tidak masalah Daddy, tapi Edgar ,heran selama ini kami bertiga selalu memberikan uang jajan pada ke empat adik tapi sepertinya,uang jajan mereka masih kurang, harus di periksa ulang ini kemana uang itu perginya"ujar Edgar, yang sengaja ingin mengerjai adiknya itu.
"uang jajan kami masih utuh ko Kak, hanya sedikit berkurang"ucap Alisa dan Anisa kompak.
"bagus, seharusnya kalian berhemat untuk masadepan kalian, jangan seperti kakak, kalian yang dua itu, selalu saja menghamburkan uang untuk yang tidak penting"ucap Edgar, melirik ke arah kedua pria berusia 21tahun itu yang kini tersenyum di paksakan.
"iya Daddy, sebaiknya Daddy,stop uang jajan mereka selama satu tahun ini kita lihat apa yang bisa mereka berdua lakukan dengan uang pas-pasan"ujar Edgardo.
"jangan Daddy,kami janji gak akan party lagi,kami akan berhemat tapi please, jangan lakukan itu"ujar keduanya hingga semua tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol mereka.
"Daddy, akan tetap lakukan itu,agar kalian bisa berubah"ucap Aditya.
__ADS_1
"silahkan saja, aku masih ada Daddy, Edward, iyakan dadd..."ucap keduanya memelas.
"mommy, tidak akan izinkan Daddy Edward, untuk memanjakan kalian terus, mulai saat ini uang jajan kalian hanya tiga puluh juta perbulan, itu termasuk biyaya perawatan kendaraan kalian dan yang lain nya"ucap Soraya tegas.
"ya mommy, jangan gitu,ahh... mommy, jahat gak sayang kita lagi, aku minta Elena, saja kalau begitu.
"Elena, pun sudah Daddy, larang untuk memberikan barang-barang yang kalian mau"ucap Aditya tegas.
"ahhhhhh...gak asik nih masa seorang anak miliader jatuh miskin begini sih Daddy, jangan gitu dong Daddy,mau di taruh di mana muka kami berdua"ujar keduanya kompak protes.
"bukan jatuh miskin, tapi belajar jadi gembel"ujar Edgardo, sengaja mengejek mereka, sementara itu Edward, hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang kelabakan minta pertolongan sanah-sini .
"kalian itu harus belajar dari kakak, kalian Daddy, tidak pernah memanjakan ketiga nya,soal pasilitas, semua nya mandiri, mereka bahkan pekerja keras, hingga saat ini.
"ahhhhhh, kalian gak sayang kita"ucap keduanya sambil pergi ke kamar mereka, saat ini keduanya, frustasi, sementara mereka tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol keduanya, padahal semua itu tidak akan pernah mereka lakukan,itu hanya agar mereka bisa berpikir untuk masadepan mereka.
tibalah saatnya Edgar, pamit bersama dengan Edgardo dan Edward, untuk pulang ke Mension mereka Anjela, membantu Senny, menggendong anak nya yang kini sudah berusia tiga tahun.
Senny, sedang hamil anak kedua mereka saat ini Edgardo, seperti biasa harus ekstra sabar dengan keluhan dari istrinya yang menolak tubuh gemuk, tapi dia tidak ingin berhenti makan saat sedang ingin sesuatu, dan Edward, yang sudah terbiasa dengan keluhan menyatu itu, dia hanya tersenyum,sambil mencoba memberikan perhatian.
🌹💖💖💖🌹
dua hari sudah, Edgar, dan Anjela,kini berada di Indonesia, mereka bahkan selalu menghabiskan waktu nya di full house milik Edgardo, yang teramat indah tersebut, saat ini bahkan mereka sedang menikmati, keindahan pantai dan langit yang berwarna oranye karena sun set.
"sayang, kamu harus bersiap besok adalah hari pernikahan kita"ucap Edgar.
rasanya tidak percaya saat ini Anjela, mencium bibir Edgar, dan berkata"terimakasih sayang, untuk semua nya aku sangat bahagia"ucap Anjela.
Edgar, tersenyum manis, ke arah calon istri nya itu rasanya sudah tidak sabar ingin segera memiliki Anjela, seutuhnya.
"aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, jika aku tidak mengikuti mu,lalu mau ikut siapa lagi"jawab Anjela.
"aku sudah memutuskan, untuk mengalihkan perusahaan milik Daddy,ke negara ini, meski akan menguras waktu tapi itu demi kebaikan aku tidak ingin jauh dari mommy, dan Daddy, yang kini sudah beranjak tua"ucap Edgar.
"aku mengerti dan aku mendukung itu"ucap Anjela.
malam ini adalah malam yang sangat mendebarkan buat Anjela, dia sudah memutuskan untuk jadi mualaf, seperti keinginan nya sendiri agar hidup mereka bisa sejalan dan seirama, karena keluarga Edgar notabene nya adalah seorang muslim termasuk Edward, biarpun dulu keluarga nya beragama non muslim tapi seiring berjalannya waktu, keluarga Edward, memutuskan untuk berpindah agama, setelah memutuskan untuk tinggal di Indonesia.
setelah selesai, mengadakan syukuran atas permintaan Anjela yang kini jadi mualaf, menjelang pernikahan nya hari esok, di saksikan para ustadz dan ustadzah yang sengaja di undang oleh Edgar, sekaligus melangsungkan syukuran, untuk memperlancar acara besok suasana malam pun terasa begitu meriah di hadiri keluarga besar dan para anak yatim-piatu, sebenarnya hari ini sudah di agendakan oleh Soraya, seminggu sebelum nya.
hari pernikahan pun tiba,kini mereka sudah berada di hotel milik Edward, hotel berbintang itu, menjadi saksi penyatuan dua insan yang kini tengah melangsungkan ijab Kabul, Edward begitu terharu melihat putra sulungnya yang kini akhirnya mengakhiri masa lajangnya, Edgardo, menitikkan air mata saat ini rasanya begitu sedih karena kakak, nya Elena, tidak hadir di antara mereka, hingga saat orang-orang berkata sah, wanita cantik berdiri di belakang mereka bersuara lebih kencang, menggunakan toa, sontak semua orang melirik ke arah wanita tersebut, Edgardo langsung berlari dan memeluk kakaknya itu.
"kau datang di waktu yang tepat"ucap Edgardo sambil memeluk dan mengusap air mata nya, begitu juga Elena, yang kini mengusap-ngusap air mata nya yang lolos, setelah Edgardo memeluk nya.
"kau meruntuhkan pertahanan kakak,mu yang sudah berjanji tidak akan menangis di hari bahagia ini, Soraya Aditya Edward langsung memeluk putri nya itu, mereka teramat rindu saat ini setelah dua tahun Elena, tidak pernah lagi kembali.
di susul ke empat adiknya dari Soraya, dan Edgar yang langsung memeluk adiknya itu.
"kau jangan bergabung dengan kami lihat lah kakak,ipar ku kebingungan"ucap Elena, tersenyum puas.
mereka pun kembali ke tempat nya masing-masing, saat ini karena Edgar,belum selesai menandatangani surat-surat pra nikah tersebut.
setelah selesai semua akhirnya, Edgar bisa lega, iya bisa bergabung dengan keluarga nya kini sambil menunggu resepsi pernikahan di gelar, mereka pun makan bersama di meja makan yang panjang di ruang VIP, yang khusus di sediakan untuk mereka, Wiliam, yang kini bergabung dengan Elena,ia baru saja tiba, dengan kedua anak kembar mereka saat ini, Elena, langsung mengambil salah satu nya yang menangis minta di gendong, semetara satunya lagi,di gedong oleh Soraya, Edward hanya mengelus dan mencium puncak kepala kedua cucunya itu.
"mommy, sangat bahagia kalian bisa hadir semua di sini"ucap Soraya.
__ADS_1
kini mereka melanjutkan makan siang bersama, dengan kerepotan sambil menjaga ke empat anak cucunya saat ini, tiba-tiba Elena, teringat dengan putra sulung nya, Addrian, yang kini masih belum datang padahal sudah di kabari, anak nya itu kini berusia tiga tahun,sama seperti anak Edgardo, yang pertama, hanya selisih beberapa bulan.
"mommy, kangen dengan kakak, kalian, apa dia tidak kangen mommy"ucap Elena lirih.
"mommy"teriak bocah laki-laki, yang kini minta di lepas dari gendongan Daddy nya,Al Bara.
"owh sayang mommy, kamu akhirnya datang, saat itu juga Elena, bangkit menggendong Addrian, memeluk dan mencium seluruh wajah nya dia bahkan menitikkan air mata"maafkan mommy, sayang mommy tidak bermaksud meninggalkan mu"ucap Elena.
Addrian, memeluk Elena, dengan erat, biarpun mereka tinggal terpisah tapi Elena, selalu melakukan panggilan video, pada putra sulungnya itu, jadi Addrian, tetap tau wajah mommy, nya yang begitu mencintai nya itu.
"apa kabar kak??"ucap Aryanti sambil memeluk Elena.
"kabar baik adikku sayang, owh rupanya anak ku, akan bertambah lagi, kenapa kau begitu bodoh masih mau menerima benih dari nya"ucap Elena, sengaja mengejek Al Bara.
"jangan jahat begitu kak, saat ini suamiku bukan orang yang dulu lagi"ucap Aryanti.
"ya aku tau "ujar Elena sambil terkekeh kecil.
"apa kabarmu, Elena"ucap Al Bara.
"seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja tuan Al Bara"jawab Elena sambil bersalaman
"mari makan siang bersama"ucap Elena.
"tentu"ucap Aryanti, Edward kini menggedong cucu angkat kesayangan nya itu, Addrian pun begitu senang bagaimana tidak Edward, selalu menyempatkan diri untuk menjenguk nya, dan membawa mainan baru untuk cucunya itu.
akhirnya resepsi pun di gelar, saat itu juga Anjela,kini sudah kembali di rias oleh MUA yang sedari tadi mendandaninya dengan sangat baik, Anjela begitu cantik saat ini dia bahkan sangat bercahaya setelah menggunakan gaun berwarna merah marun, yang sengaja di sediakan oleh Soraya,jauh sebelum hari pernikahan nya,di apit oleh Elena dan Soraya,di ikuti oleh Senny, dan Aryanti yang sama-sama menggunakan gaun senada tapi berbeda model hanya warna nya saja yang sama untuk mereka berempat,kini mereka membawa mempelai wanita menuju pelaminan,di sana Edgar, sudah berdiri menyambut istrinya itu, dengan jas senada dengan yang gaun Anjela kenakan mereka kini melakukan sesi foto bersama dengan keluarga, terus dilanjutkan dengan hanya mereka berdua, semua itu dilakukan sebelum tamu undangan hadir membeludak bagaimana tidak, Edgar mengundang teman sekolahnya dulu dan juga teman kuliah nya di Amerika, dan juga rekan bisnis kedua keluarga nya saat ini pesta resepsi di gelar dua hari dua malam, hingga mempelai sudah sangat kelelahan, saat ini.
"sayang, seperti nya ini adalah pernikahan Akbar, aku bahkan sudah tidak kuat lagi untuk berdiri"ucap Anjela, yang menyerah dan akhirnya pesta pun di alihkan menjadi party, bagi sahabat Edgar, jadi dia tidak perlu lelah untuk berdiri terus di pelaminan tapi mereka bisa berbaur atau pun duduk santai sambil menunggu ucapan selamat di berikan oleh tamu undangan.
hari ketiga setelah selesai di gelar acara pernikahan,kini Anjela, akhirnya terbaring di rumah sakit, bagaimana tidak dia sangat kelelahan dengan acara pernikahan yang begitu meriah di adakan dua hari dua malam tersebut.
"sayang maafkan aku, karena ke egoisan ku, kamu jadi terbaring di sini"ucap Edgar, yang kini mencium bibir istrinya yang terbaring lemah.
"aku tidak apa-apa ko, honey, aku bahagia benar-benar bahagia,ini adalah impian setiap wanita, yang hanya di gelar sekali seumur hidup"ucap Anjela,sambil mengelus pipi suaminya yang terlihat sedih.
"maaf kan aku, karena harus menunda malam pertama kita"ucap Anjela.
"sungguh sayang bukan seperti itu, aku justru sangat khawatir, dengan kondisi mu, saat ini jangan pikirkan masalah itu kita bisa melakukan itu kapan saja, setelah kamu kembali sehat"ucap Edgar,sambil mencium tangan istrinya.
"terimakasih sayang, kamu memang pria yang paling sempurna yang sangat aku sayangi dan aku sangat mencintaimu sedari dulu saat ini nanti dan selamanya"ucap Anjela, yang kini menggenggam erat tangan Edgar.
"aku juga sayang, aku sangat mencintaimu sekarang nanti dan selamanya cinta ini akan abadi untuk selamanya"ucap Edgar, yang memeluk istrinya .
tanpa mereka tau kedepannya akan seperti apa, yang pasti mereka berharap semua akan baik-baik saja, Edgar, menemani istri nya hingga ia dinyatakan sehat saat ini mereka pun tengah bersiap untuk kembali pulang, tapi sebelum nya Edward, sudah menyuruh orang untuk menyiapkan kamar suite room, untuk mereka berdua Edward, menyuruh Edgar, pulang ke hotel.
sesampainya di hotel dia di sambut oleh para karyawan yang berjajar dari pintu masuk utama untuk menyambut kedatangan pengantin baru, yang tak lain pemilik hotel tersebut, sesampainya di dalam kamar, Anjela, tersenyum manis, begitu juga dengan Edgar, dia tidak menyangka mommy, dan Daddy nya, sudah menyiapkan semuanya dengan sangat perfek .
Edgar,membawa istrinya masuk,lalu menutup pintu, dia berkata"sayang mau mandi dulu atau"ucapan Edgar, terhenti, dia sendiri Jujur sangat grogi biarpun, dia sudah tau apa yang akan mereka lakukan saat ini, tapi ini benar-benar yang pertama bagi keduanya.
"aku mandi dulu"jawab Anjela gugup.
Edgar, pun mengangguk dan tersenyum,ia menuggu di sofa kamar tersebut.
Anjela, menyelesaikan ritual mandi nya, saat ini dia keluar dari dalam kamar mandi dan masih menggunakan bathroob, dengan lilitan handuk di kepala, rambut panjang nya yang masih basah, Edgar mendekat dan membantu mengeringkan rambut Anjela, saat ini.
__ADS_1