
Wajah David, pucat pasi setelah memberitahu tentang wanita mana yang menawarkan kesenangan pada nya, Alisa langsung pergi ke kamar nya, tanpa menoleh ke arah David, yang memanggil nya.
"Sayang aku tak pernah menerima nya, Yang... please, dengarkan penjelasan ku dulu, aku tidak pernah tertarik dengan wanita lain selain dirimu percaya lah sayang"ujar David, hingga tak terasa mereka sudah sampai di kamar nya.
Alisa, tidak menggubris perkataan David, dia hanya duduk di sofa dalam kamar nya, saat itu dia menyibukkan diri nya dengan laptop nya.
"Yang... aku benar-benar tidak pernah menggubris nya, aku tidak ingin wanita lain aku hanya ingin kamu, dan hanya kamu yang aku cintai"ucap David, lagi.
"pergilah bersama nya, dia lebih segala nya dari ku, aku apalah aku tidak secantik dan se sukses dirinya, aku hanya"ucapan Alisa, langsung terhenti saat bibir David, membungkam bibir nya dengan ciuman panas penuh nafsu, dan rasa kesalnya.
"Aku tidak ingin yang lain selain dirimu honey, aku tidak butuh harta yang aku mau hanya dirimu"ucap David,sambil mengelus pipi mulus istri nya itu.
sementara Alisa, masih tetap sama bungkam setelah itu, dia pun menghubungi seseorang, dia membicarakan tentang asisten pribadi untuk dirinya , Karena dia akan mulai bekerja lagi besok.
"Sayang, kamu sadar apa yang kamu katakan, kamu sedang mengandung anak kita, aku tidak mau terjadi apa-apa pada kalian berdua"ujar David.
"Aku harus bekerja keras untuk bisa mempertahankan milikku, karena aku dikalahkan oleh wanita lain, selama ini, andaikan saja semua tidak terungkap mungkin kamu sudah tidak bersama ku lagi tapi jika kamu ingin dengan nya,itu hak mu aku tidak punya hak untuk melarang mu"ucap Alisa, yang langsung mendapat gebrakan keras di mejanya.
"Alisa, aku tau aku tidak pernah bisa memberikan mu nafkah lahir yang begitu besar seperti orang kebanyakan,tapi apa aku harus terus menjadi bahan olokan bagi mu, aku bukan laki-laki gila harta, baiklah-baiklah, jika kamu ingin aku keluar dari kantor, aku akan pergi sekarang juga, aku mengundurkan diri, dan aku akan pergi jauh, agar kamu bisa kembali menikah dengan nya, dengan laki-laki tampan dan mapan laki-laki yang kamu cintai, tenang saja, setelah dia lahir, aku akan membawa nya pergi , aku tau kamu pasti malu karena miliki putra dari pria miskin seperti"ucapan David, terhenti.
"cukup David, cukup aku mohon,cukup!!!...."jerit Alisa, yang kini langsung tak sadarkan diri, Alisa, benar-benar sedih mendengar kata-kata pria yang sangat dia cintai setelah Adri.
"Alis, sayang bangun"ucap David, yang langsung mengangkat tubuh Alisa, dan dibawa ke atas ranjang,sambil berusaha untuk mengambil minyak untuk menyadarkan istri nya itu,sambil menelpon dokter.
Hati, Alisa, begitu sakit, mendengar ucapan suaminya hatinya terasa teriris , Alisa, tidak bermaksud untuk menyingkirkan suaminya dari pekerjaan, tapi dia hanya ingin bekerja, agar David tidak pernah di dekati oleh wanita lain.
Alisa, masih belum sadarkan diri saat ini,meski dokter sudah memeriksa kondisi nya, setelah itu dia menyuntikkan obat kedalam infus,agar Alisa cepat sadar.
sementara itu di tempat lain, Kenzo, saat ini tengah berada di dalam kamar bersama dengan sang istri, yang masih dalam rangka melepaskan rindu.
Anisa, begitu bahagia setelah berbulan-bulan merindukan Kenzo, mereka pun selalu berdampingan di atas ranjang empuk itu.
di Singapura, saat ini Ardan, tengah berada di kantor, dia sedang berdiri melihat ke arah jendela kaca yang menjulang tinggi itu melihat pemandangan kota tatapan nya kosong, pikiran nya masih dalam suasana duka, yang baru beberapa Minggu lalu.
"Honey, aku merindukan mu"ucap Ardan lirih.
tiba-tiba, mantan kekasih Ardan, datang dan memeluk nya erat dari belakang.
"Honey, aku sangat bahagia saat ini kamu sudah benar-benar sendirian"wanita itu berucap tanpa perasaan.
tiba-tiba Ardan, langsung menghempas wanita yang menurutnya sudah gila, saat ini Ardan benar-benar murka.
"scurity, tolong seret dia dan jangan pernah izinkan dia masuk ke kantor ini"ucap Ardan.
"honey, please jangan seperti ini, kamu pasti butuh aku lagi untuk menghangatkan diri mu"ucap wanita itu.
"Aku tidak butuh siapapun, ingat itu karena bagiku hanya istri ku satu-satunya yang pantas berada di sisi ku"ucap Ardan.
__ADS_1
wanita itu pun berjalan keluar sambil di seret oleh scurity.
"dasar wanita gila"ujarnya lirih.
Ardan yang kesal setelah selesai mengerjakan berkas di meja nya dia langsung menggunakan jasanya kembali, saat ini dia ingin pulang ke rumah nya, dia tidak ingin berlama-lama di sana.
Ardan, turun menggunakan lift,menuju lobi kantor nya itu di sana sopir pribadi nya sudah menunggu dengan mobil nya setelah sebelumnya ia meminta di siapkan mobil lewat telepon.
dia yang sudah menggunakan kacamata hitam nya saat ini menjadi pusat perhatian seluruh karyawan, yang baru saja selesai makan siang dari luar mereka satu persatu menatap ke arah Ardan, bahkan tidak sedikit yang bersikap centil, saat menyapa Ardan.
tapi hanya satu di antara mereka yang sama sekali tidak menyapa nya, dia adalah wanita berseragam office girl, wanita itu memiliki paras cantik berkulit putih tak lupa kulit mulus dan tubuh proporsional,bak seorang model, tapi dia memilih untuk menjadi office girl.
mungkin karena gajinya lumayan,atau karena dia tidak berpendidikan tinggi, tapi yang pasti dia saat ini begitu menikmati pekerjaan nya itu.
Ardan yang melihat nya bersikap cuek saat ini dia merasa penasaran, dia langsung menghubungi asisten pribadi nya meminta mencari tau data kepegawaian seseorang dari bagian office girl.
Ardan pun pergi dengan mobilnya,ia yang tadinya berniat untuk segera kembali, sekarang berubah arah dia ingin bersantai di tempat yang menurut nya tentang, tempat yang selalu ia kunjungi setelah Sarah istrinya pergi, apartemen menjadi pilihan Ardan saat ini, walaupun tidak seperti apartemen nya dulu saat di Indonesia, dia bisa mengenang kebersamaan dengan Sarah di sana.
sesampainya di sana dia langsung masuk ke dalam kamar nya, dan membuka pintu balkon dia mengambil wine dari rak penyimpanan lalu duduk termenung di sofa yang ada balkon tersebut sambil menikmati minuman nya itu.
bayangan saat bersama dengan sang istri pun terlintas di benak nya, saat ini kilas balik dari semua yang pernah mereka lalui bersama, hingga akhir kematian nya, membuat Ardan berlinang air mata.
tidak lama kemudian seseorang datang untuk memberikan apa yang di minta nya tadi, setelah melacak keberadaan bos nya itu, dia datang ke apartemen tempat bos nya itu berada.
🌹💖💖💖🌹
"Sayang bangun, lebih baik kamu maki aku dari pada begini, aku tidak tahu apa yang kamu rasakan saat ini, aku tidak bermaksud menyakiti hati mu, tapi jika aku salah tolong maafkan aku, aku akan pergi dari hidup mu, jika itu yang kamu mau"ujar David,meras sangat perih melihat kondisi Alisa yang terbaring tanpa kata bahkan bergerak pun tidak, padahal saat ini istrinya itu tengah mengandung.
hingga beberapa detik kemudian, Alisa, pun tersadar dari pingsan nya dia membuka mata perlahan saat ini hingga terbuka sempurna, dia pun mengedarkan pandangannya ke seluruh arah ruangan rawat inap itu, Alisa melihat suaminya yang kini tertidur pulas dengan posisi duduk dan tangan dan kepala bertumpu di sini ranjang,sambil menggenggam tangan Alisa.
Alisa, langsung mengelus puncak kepala suaminya itu dengan sayang, dia tidak rela jika harus kehilangan suami nya yang setia dan baik hati itu meskipun pria itu tidak memiliki harta kekayaan yang berlimpah, saat ini baginya yang terpenting adalah David, mencintai diri nya selama ini.
sementara di kediaman Edgardo, saat ini dia tengah membujuk putri nya yang kini tengah patah hati,anak Edgardo saat ini sudah kelas tiga SMA,di sekolah internasional, salah satu nya kini tengah mengalami patah hati, karena pria yang di kagumi nya, sudah memiliki pacar, Edgardo yang awalnya hanya tersenyum, saat putri nya pulang dalam kondisi menangis karena patah hati kini berubah menjadi kecemasan, karena putri nya itu kini mengunci diri di kamar bahkan mogok makan dia yang seharusnya pergi ke luar negeri saat ini dia urungkan karena, takut putri nya kenapa-napa .
"Sayang Daddy,buka pintu nya,mari kita bicarakan masalah ini dengan baik-baik Ok, jangan mengurung diri begini, Daddy tau kamu dengar ucapan Daddy, ayolah sayang jika kamu begini siapa yang akan bisa membantu mu"ujar Edgardo.
"Daddy, aku mau dia, tapi dia bahkan tidak menyukai ku!!..."teriak putri nya itu.
"Bagaimana Daddy, bisa bantu kalau kamu nya gak mau buka pintu dan tetap mengurung diri mu"ucap Edgardo, lembut, dia harus ekstra sabar menghadapi anak pertama nya itu, yang manja nya kebangetan.
tiba-tiba, pintu kamar pun terbuka dilihat nya wajah putri nya yang sembab karena terlalu banyak menangis penampilan nya berantakan dan sedikit pucat.
"Sayang Daddy, sini Daddy peluk.... mommy tolong bawakan makanan paforit princess kita"kata Edgardo, yang sedari tadi mengekor di belakang suaminya itu.
Edgardo, masih memeluk putri nya itu mencium puncak kepala nya, dia teringat kenangan nya bersama Senny, dulu mirip sekali dengan putri nya itu, Senny yang selalu keras kepala, bahkan dia sendiri yang meminta Edgardo, untuk menikah dengan nya.
"Sayang nya Daddy,ayo cerita sama Daddy, siapa laki-laki yang berani membuat princess Daddy,patah hati ini"ujarnya.
__ADS_1
"Daddy, harus janji dulu gak akan marah"ucap Edgardo.
"Iya Daddy, janji sayang "ujar Edgardo lagi.
"dia itu rekan bisnis Daddy, usia kami beda empat tahun Daddy.... hiks hiks hiks dia itu tampan Daddy, aku hanya ingin dia"ujar nya.
"Tampan mana dengan Daddy"ujar Edgardo,sambil tersenyum menggoda putri nya.
"Daddy, lebih tampan tapi dia yang aku suka"ujar nya.
"Apa kamu sudah tidak sayang Daddy"ucap Edgardo lagi.
"Aku lebih sayang Daddy, tapi dia begitu berarti Daddy, aku sakit hati saat di cafe kemarin dia membawa wanita yang cantik Daddy, hiks hiks hiks apa aku kurang cantik ya Daddy"ujar putri nya itu yang langsung membuat Edgardo, tertawa terbahak bahak.
"Ih.... Daddy,jahat putri nya sendiri di tertawa kan, aku gak mau makan saja Daddy, pergi saja aku tidak mau sayang Daddy lagi"ujar nya merajuk, Edgardo, langsung memeluk putri nya itu yang menurut nya itu sangat menggemaskan, seperti mommy nya dulu persis seperti Senny.
"iya, sayang Daddy minta maaf, baiklah-baiklah, Daddy akan membantumu untuk mendapatkan nya, tapi kamu janji dulu tidak menangis lagi mengurung diri atau sejenisnya,satu lagi Daddy, ingin kamu tetap fokus dengan sekolah mu, karena sebentar lagi kamu akan kuliah"ucap Edgardo.
"baiklah Daddy, tapi Daddy janji ya"ucap putri nya itu.
"Tentu sayang apa pun itu"ujar Edgardo, lagi.
"thank you Daddy love you so much "ucap nya sambil mencium pipi Daddy nya itu.
"Sama-sama sayang, sekarang kamu makan dulu, nanti Daddy akan cari tau orang nya"ucap Edgardo,sambil mengelus puncak kepala nya dengan sayang .
Edgardo berlalu dari kamar putri nya itu, dilihat nya, Senny, saat ini tengah melihat foto seorang pria yang ia dapatkan dari sosial media nya.
"Dia persis seperti mu honey, hingga kabur saat akan dijodohkan oleh Daddy mu"ujar Edgardo.
"Tapi kamu juga suka bukan"balas Senny,sambil kembali melihat foto tersebut.
"foto siapa??..."ujar Edgardo, bertanya.
"foto pemuda yang di inginkan oleh putri kita, dia sangat tampan pantas saja putri"ucapan nya tercekat di tenggorokan saat Edgardo, tiba-tiba menggigit bibir Senny.
"Stop memuji pria lain, aku sudah pernah bilang aku tidak suka"ucap Edgardo.
"Sakit,tau Daddy, kenapa??... kamu sewot soal itu"ucap Senny, lupa kalau sedari dulu Senny, dilarang untuk memuji pria lain selain dirinya narsis memang tapi itulah Edgardo, yang manja nya kelewat batas pada Senny, dia menemukan sifat keibuan di dalam diri Senny setelah ia menikahi nya.
"hanya aku saja yang tampan bagi mu, tidak ada yang lain"ucap Edgardo,sambil mengendus-endus leher jenjang istrinya itu.
"lalu apa putra kita kurang tampan"ucap Senny, lagi.
"Ya dia tampan tapi aku yang lebih tampan karena aku Daddy nya, dia mewarisi ketampanan itu dari ku jadi aku tetap aku yang paling tampan"ujar Edgardo,sambil menatap lekat wajah cantik istrinya itu.
"Iya, siapa juga yang berani mengalahkan ketampanan suamiku ini"ucap Senny, yang malas untuk berdebat, karena ujung-ujungnya dia juga yang akan kalah.
__ADS_1
sementara itu keesokan pagi nya, Edgardo, menemui pria yang di maksud oleh putrinya itu, mereka janjian bertemu di restauran hotel tersebut, dengan janji untuk membahas tentang kerjasama nya saat ini.