
setelah semua keluarga selesai makan malam, mereka langsung pergi ke kamar masing-masing, disini hanya Wiliam dan Elena yang masih terjaga saat ini mereka sedang berada di kamar mereka berdua sebenarnya masih ada kamar kosong yang tersisa tapi Wiliam tidak pernah ingin berpisah dari Elena.
"ya, aku akan segera kembali setelah urusan ku selesai"ucap Wiliam, pada seseorang di balik telpon, mungkin itu adalah istrinya Elena, hanya diam dan tidak ingin ambil pusing,toh Wiliam tetap akan keras kepala dia tidak akan mau melepaskan Elena.
"sayang kamu belum tidur??"tanya Wili, saat ia kembali ke kamar nya dari arah balkon.
"belum, aku sedang mempersiapkan untuk persidangan Minggu ini, kamu istirahat saja lebih dulu"ujar Elena, dingin.
Wili sedikit merasa heran dengan perubahan sikap Elena , saat ini.
"sayang kamu marah??"ucap Wiliam.
"tidak aku hanya sedang kurang fokus aku kebawah dulu mau ambil minum di dapur Edgardo ucap Elena,sambil membawa laptop nya.
"sayang kamu bawa laptop"ucap Wiliam.
"aku mau ngerjain itu di bawah kamu tidur saja dulu "ucap Elena.
"Elena,ada apa bicaralah aku tau kamu sedang marah"ucap William.
"Wil... tidak ada apa-apa aku hanya ingin santai saja di bawah" ucap Elena.
Elena, pergi tanpa menoleh Wiliam mengikuti nya dari belakang, Elena berhenti sejenak setelah itu dia langsung berkata"tidur saja bukan nya besok kamu akan kembali ke Amerika "ucap Elena,sambil berjalan menuju dapur .
"siapa yang akan kembali sendiri, kita akan segera kembali setelah menikah"ucap Wiliam.
"sudah lah Wil, semua itu hanya mimpi kamu sudah punya dia untuk apa lagi kita bersama karena hanya akan ada rasa sakit nanti nya antara aku atau istri mu"ucap Elena.
William diam sejenak setelah itu berkata,siap tidak siap kita akan segera menikah"ujar Wiliam.
"kita lihat saja"ujar Elena.
saat Elena, hendak pergi setelah minum Wili, langsung menahan Elena, dan mendorong tubuh nya ke dinding dia langsung mencium bibir Elena, dengan rakusnya, jujur saat ini Wiliam, sangat takut jika Elena, menolak pernikahan tersebut.
"Wil.. eummm.. Willi!!! ... lepas"teriak Elena.
"aku tidak ingin mendengar penolakan lagi Elena, apa pun yang terjadi kita akan segera menikah"ujar Wiliam.
"Wil, kamu itu keterlaluan"ucap Elena, yang kini berlari sambil menagis , menuju lantai dua ia langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintu Elena, menangis sesenggukan di atas ranjang empuk nya.
"honey, apa yang sebenarnya kamu inginkan, aku bahkan heran sampai saat ini padamu, orang lain akan segera menuntut tanggung jawab, setelah mereka tidur bersama, tapi aku heran kamu menolak untuk itu"ucap Wiliam.
"Wiliam, kamu lupa kita tidak akan pernah bisa bersama karena kamu sudah punya istri dan hanya dia istri mu, aku adalah orang ketiga"ucap Elena, yang kini mengambil kunci mobil lalu berjalan menuju pintu,namun Wiliam, langsung mencegah nya dia menutup pintu kamar dan menguncinya, setelah itu dia langsung membawa Elena , keatas ranjang nya.
"Wili, lepas!!!"""teriak Elena, namun Wili sama sekali tidak menggubris nya, Wiliam, memaksa kan kehendak nya pada Elena, dan malam itupun terjadi lagi hubungan yang tidak sepantasnya Wili lakukan, hanya karena takut kehilangan Elena .
"Wiliam,hiks hiks hiks, kamu jahat"Isak tangis Elena, saat ini dia begitu tersakiti hati nya atas perbuatan Wili.
"aku berharap semoga secepatnya anak kita hadir di sini,agar kamu tidak berpikir untuk pergi dari ku"ucap Wiliam.
"aku tidak akan pernah mengandung anak mu"ucap Elena.
"jangan pernah lakukan apapun yang akan membuat mu menyesal"ucap Wiliam tegas.
"kamu keterlaluan"ucap Elena.
sementara itu di Amerika Edgar,tengah duduk santai di sela, waktu santai nya sepulang kerja, tiba-tiba dia melihat seseorang yang sedari dulu dia sering perhatikan.
wanita itu sedang berjongkok mengambil barang-barang nya yang kini berhamburan karena sempat terjatuh Bethany, adalah nama gadis cantik itu, dia memang sangat cantik tapi penampilan nya menyembunyikan kecantikan nya.
Edgar, mendekat dan langsung berjongkok membantu Bethany, mengambilkan barang-barang nya yang masih belum selesai dia ambil.
"maaf, merepotkan"ucap nya sambil membuang pandangannya saat itu juga.
__ADS_1
"tidak masalah,oh aku lupa kamu bekerja di kantor saya kan "ucap Edgar.
"I... iya"jawab nya singkat.
"baiklah, kamu butuh tumpangan"ucap Edgar.
"tidak perlu tuan,saya pulang dengan taksi"jawab wanita tersebut yang kini masih enggan untuk menatap bos tampan nya tersebut.
"tidak bisakah kau melihat kearah orang yang sedang berbicara pada mu"ucap Edgar.
"maaf tuan, saya tidak bisa"ucap nya sambil beranjak pergi.
Edgar, hanya bisa pasrah dan membuang nafas setelah itu dia langsung pergi dengan mobilnya menuju perjalanan pulang ke Mension nya.
saat dia hendak memasuki gerbang mension tersebut Edgar,kaget disana ada seorang wanita yang membuat kegaduhan dia datang di dampingi puluhan bodyguard nya.
"maaf Nona , Anda siapa??"ucap Edgar.
"dimana adik ****** mu itu tuan"ucap Sharena istri dari Wiliam.
"jaga bicaramu, siapa yang kau maksud"ucap Edgar, marah mendengar perkataan istri Wiliam, yang kini mengancam akan melenyapkan adiknya Elena, setelah semua orang suruhan nya pergi karena dihadang oleh bodyguard, Edgar , Edgar langsung masuk dan menelpon Daddy nya.
📱"Halo, Daddy, sebaiknya jangan biarkan Elena, pergi sendiri nyawa nya terancam istri Wiliam, mengincar nya"ucap Edgar,sambil mengepalkan tangannya.
📱"baiklah Daddy, akan menjaga nya langsung"ucap Edward yang kini baru saja terbangun karena suara telpon nya.
"Elena!!"panggil Edward di depan pintu kamar nya.
"sebentar Daddy"jawab Elena dia langsung berlari ke kamar mandi dan mencuci wajah nya, yang kini sembab akibat tangis nya sedari tadi malam.
"honey, kenapa Daddy,mu memanggil mu sepagi ini"ucap Wiliam, namun Elena, tidak menjawab.
Elena, yang sudah kembali menggunakan baju tidur nya, dia langsung keluar menemui Edward.
"ada apa Daddy??"ucap Elena.
"aku sudah lama menolak nya Daddy, tapi dia tetap kekeuh, tidak mau melepaskan ku,hiks hiks hiks, bahkan dia melakukan hal yang tidak seharusnya terjadi, karena tidak ingin kehilangan ku dadd..."ucap Elena, yang kini berhambur memeluk Edward.
"jangan jadikan itu beban sayang, tidak masalah jika kamu nanti nya mengandung anak nya, tapi Daddy, tidak ingin kau tetap bersama nya, karena nyawa mu dalam bahaya"ucap Edward.
"aku tidak akan pernah melepaskan nya, sekalipun aku harus mati demi untuk melindungi nya, dia satu-satunya, wanita yang sangat kucintai"ucap Wiliam tegas.
"Wili, sebaiknya jangan terus kan keinginan mu itu kau hanya akan menyakiti putri ku, sampai kapan pun aku tak akan mengizinkan menikah dengan putri ku satu-satunya, sebaiknya kamu segera kembali ke Amerika, sebelum istri mu berbuat nekad"ucap Edward.
"tidak uncle, aku tidak ingin kehilangan Elena, sudah ku putuskan besok kita akan menikah"ucap Wiliam,tegas.
"tidak bisa!!!"teriak Edward,penuh amarah.
"aku tidak butuh izin dari mu Uncle"teriak Wiliam frustasi.
🌹💖💖💖🌹
setelah perdebatan alot tersebut Elena, langsung pingsan karena sakit kepala melihat perdebatan mereka saat ini.
"Elena, bangun sayang, Daddy sangat takut kamu kenapa-kenapa "ujar Edward.
kini semua penghuni full house, sedang berkumpul menungu Elena siuman, hingga dua jam lamanya barulah Elena, tersadar.
"Daddy,hiks hiks hiks, jangan bertengkar lagi, Elena, mohon.... Elena, akan menuruti apa pun keinginan Daddy"ucap Elena, yang kini tidak sedikit pun menghiraukan Wiliam, yang sedari tadi menatap wajah nya di samping nya.
"kamu memang anak baik, sayang jangan takut Daddy, akan selalu ada untuk mu sekalipun kamu merasa kesulitan, jika kelak kamu mengandung"ucap Edward.
Wiliam, bangkit dia langsung mengangkat tubuh Elena, tanpa memperdulikan kemarahan semua orang yang ada di sana termasuk Elena, sendiri yang minta di lepaskan.
__ADS_1
"Wili, jangan nekad kamu kembalikan putri ku"ucap Edward,begitu juga Edgardo, yang langsung menghadang Wili, Namun Wili kekeuh pergi membawa Elena, saat itu juga.
Elena, hanya bisa diam tanpa kata sampai dia berada di kamar hotel,disana bahkan sudah ada persiapan pernikahan mereka, saat ini Wili langsung menyuruh asisten nya untuk mengurus pernikahan nya dan Elena, langsung di dandani dengan makeup pengantin yang dilakukan oleh orang yang sangat profesional makeup artis Elena,kini sudah menggunakan kebaya berwarna putih dengan sanggul modern yang di padu padan kan dengan semua yang melekat pada nya hari ini begitu cantik .
Edward dan Edgardo juga ke empat adiknya saat ini menyusul ke hotel tersebut, begitu juga dengan Aditya, dan Soraya, yang mendapat kabar dadakan saat ia baru kembali dari Hongkong, mereka berkumpul perdebatan pun mulai terjadi lagi tapi Soraya, menghentikan nya dia langsung meminta Edward, untuk menikahkan Elena saat itu juga karena tidak baik ribut di dalam proses pernikahan, Soraya, berkata setelah mereka resmi menikah saat ini mereka akan membicarakan jalan yang terbaik.
semua rangkaian pernikahan sudah selesai di gelar, begitu juga dengan resepsi yang cukup simpel karena hanya teman-teman Elena, yang hadir juga dadakan saat ini, mereka pun berkumpul untuk membicarakan tentang kondisi Elena, setelah menikah.
Edward, mengatakan bahwa Wiliam, tidak akan membawa serta Elena kembali ke Amerika, saat ini karena dia tidak ingin putri nya terancam dan dia juga menyarankan Elena, untuk tetap tinggal bersama dengan Edward, dengan pengawalan ketat, saat Elena beraktifitas di luar rumah,mau tidak mau Wili harus mengikuti nya karena dia sudah resmi menjadi suami Elena, saat ini dia pun merasa lega.
malam pengantin pun tidak terlewat kan oleh Wiliam, meski Elena, seperti sangat enggan untuk melakukan itu semua, tapi Wiliam,tak ingin mendengar penolakan biarlah Elena, menganggap nya egois,toh mereka juga akan saling merindukan karena Wiliam, akan segera kembali besok, untuk mengurus semua nya.
"sayang, aku mohon jangan bersikap dingin seperti ini, aku besok akan pergi lama, dan aku pasti akan sangat merindukan mu"ucap Wiliam,sambil menyelimuti tubuh kedua dia langsung memeluk Elena, dan membawa Elena kedalam dekapannya, Elena, hanya diam dia tidak ingin berdebat percuma semua perkataan nya tidak akan pernah di gubris oleh Wiliam.
Elena, menutup mata nya perlahan dia pun tertidur pulas saat ini, Wiliam mencium puncak kepala istrinya itu dan langsung menyusul Elena, untuk tidur.
setelah pagi menjelang, Wiliam, bangun lebih dulu, tapi Elena, bahkan seperti enggan untuk membuka mata, Elena, tidak ingin melakukan apapun saat ini sampai Wiliam, selesai bersiap.
"honey, bangun mau sampai kapan tidur terus apa kamu tidak ingin menemaniku sarapan, padahal mungkin, akan sangat lama untuk bisa kembali sarapan bersama"ucap Wiliam.
"tidak pun tidak apa-apa"jawab Elena singkat dia tidak menghiraukan tatapan mata Wiliam saat ini dia yang sangat marah karena jawaban dari Elena.
"sayang aku tak ingin mendengar kata-kata itu "ucap Wiliam tegas.
Elena, terdiam sejenak setelah itu melanjutkan aktivitas nya mandi di bawah guyuran shower, saat ini Elena, menangis hati nya perih, dia bahkan tidak sempat menikmati indahnya bulan madu setelah pernikahan, tapi yang dia rasakan saat ini hanya rasa sakit karena telah menikahi suami orang.
setelah selesai membersihkan diri, Elena, langsung menelpon seseorang, untuk membawakan nya baju kerja milik nya,meski Wiliam, sudah menyiapkan dress cantik untuk Elena.
"sayang,baju mu ada di sana"ucap Wiliam.
"aku tidak menggunakan dress untuk pergi bekerja"ucap Elena.
"aku sudah menyuruh orang untuk menyelesaikan surat pengunduran diri mu saat ini"ucap Wiliam.
"jangan pernah lakukan itu atau aku akan selamanya membenci dirimu"ucap Elena, tidak berapa lama Elena, sudah mendapatkan apa yang ia minta saat ini, dia langsung menggunakan baju kerja nya, dan sedikit memoles makeup,di wajah nya setelah selesai dia langsung bergegas mengambil tas miliknya dan hendak pergi, tapi Wiliam langsung menghentikan langkahnya dengan kata yang teramat menyakitkan.
"Elena, apa seperti itu sikap seorang istri terhadap suami nya, bahkan di luaran sana masih banyak yang bermasalah tapi wanita lain selalu bersikap baik"ucap Wiliam, yang murka.
"owh,kalo aku tidak baik,lalu untuk apa pernikahan ini dipaksakan, silahkan kamu cari wanita lain atau kamu lanjutkan dengan istri cantik mu yang sempurna itu, aku bukan wanita yang seperti yang kau inginkan"ucap Elena,sambil berurai air mata.
Wiliam, langsung memeluk Elena, dari belakang, dia meminta maaf atas ucapan nya yang sangat dia tau telah melukai hati Elena.
"maaf kan aku sayang, aku khilaf, kamu boleh memukul ku, atau membunuh'ku saat ini juga, tapi please, aku mohon dengan sangat, jangan seperti ini aku sedih melihat wanita yang kucintai tidak menghiraukan ku sedikit pun, Elena, sayang aku tau aku salah tapi aku mohon berikan aku waktu untuk memperbaiki semua nya, aku janji akan segera kembali, please temani aku sarapan pagi ini saja Sayang sebelum aku berangkat tolong jangan buat aku gelisah karena meninggalkan mu dengan keadaan seperti ini"ucap Wiliam.
"aku ingin bercerai setelah ini"ucap Elena.
"tidak sayang tidak, tolong jauhkan pikiran sempit mu itu, kita akan hidup bahagia setelah ini aku pastikan itu, dan aku yakin putra kita akan segera tumbuh di sini"ucap William yang kini masih memeluk Elena,sambil mengelus perut rata tersebut.
Wil, mau sampai kapan kamu egois seperti ini, aku tidak ingin memisahkan kalian dan aku berharap kamu kembali bahagia seperti sebelumnya saat dimana kita belum bertemu"ucap Elena.
"apa kamu pikir aku bahagia, sebelumnya, apa kamu pikir jika aku bahagia aku akan mencari wanita lain untuk ku jadikan istri, apa kamu pikir, aku laki-laki berengsek yang bisa mencari kebahagiaan diluar sana hanya karena aku ingin"ucap Wili, yang kini menatap wajah istrinya.
"aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian, tapi sejauh yang aku tau kamu hidup bahagia Dengan nya selama ini walaupun keadaan nya saat itu sangat menyedihkan hingga kalian selalu terlihat romantis di setiap momen, maafkan aku jika aku sudah membuat semua hancur, aku tidak bermaksud untuk itu"ucap Elena, yang kini membuang pandangannya ke arah lain,derai air mata nya tidak bisa di bendung saat mengingat kemesraan di antara mereka, Elena, sudah mencoba untuk pergi menjauh tapi Wiliam, tidak pernah ingin melepaskan nya hingga saat ini.
"sayang"ucap Wiliam, terhenti ketika wanita itu datang di hadapan mereka saat ini.
Elena, langsung pergi tanpa pamit, walaupun Wiliam, berusaha menahan nya, Elena langsung menangis sesenggukan di dalam mobilnya, saat ini dia langsung menuju kantor, karena sidang akan segera di laksanakan satu jam lagi.
sementara itu Sharena, saat ini sedang bergelayut manja di lengan suaminya itu yang saat ini sangat dirindukan nya.
Wiliam, berjalan menuju pesawat bersama sang istri, dan seseorang mengirim video perjalanan mereka yang begitu mesra ke ponsel milik Elena, yang hendak masuk ke dalam ruangan persidangan, Elena, hanya ingin fokus dengan pekerjaan nya saat ini dia langsung mematikan ponsel nya.
persidangan pun dimulai, Elena begitu berapi-api membela klien nya saat ini entah ada apa dengan nya, saat ini tapi beruntung saat ini Elena, langsung memenangkan persidangan tersebut yang sudah tiga kali di gelar, dia tidak pernah memilih klien yang salah karena Elena sangat cerdik, saat menangani kasus dia tidak ingin dipermalukan oleh klien yang banyak berdusta.
__ADS_1
hari-hari Elena jalani seperti biasa dia merawat anak Aryanti,di sela libur bekerja, saat ini, bahkan dia berusaha melupakan semua nya tentang pernikahan nya dengan Wiliam, Elena menutup pintu hati nya, saat ini dan Elena, juga mengganti semua kontak yang mungkin bisa Wiliam hubungi, dia menutup diri rapat-rapat dari Wiliam, bahkan dua bulan berlalu saat ini Elena, memutuskan untuk beristirahat dari pekerjaan nya, untuk satu tahun kedepan, Edward membawanya tinggal di Bali , sementara Aryanti, akhirnya luluh juga terhadap perjuangan cinta Al Bara, mereka pun kini hidup bahagia bersama dengan anak nya.
"Elena, Daddy, sudah mengurus surat perceraian kalian saat ini semoga saja secepatnya selesai"ucap Edward, setelah tujuh bulan berlalu tanpa kabar bukan tanpa kabar tapi lebih tepatnya Edward, menghilangkan jejak putri nya, melalui hacker terbaik yang ia sewa saat ini.