Sugar Daddy

Sugar Daddy
#kesedihan Elena#


__ADS_3

sesampainya di full house, milik Edgardo,kini Alisa, tengah duduk di ruang keluarga bersama dengan Anisa, dan Adriyansah, sambil menunggu Edgardo yang belum kembali dari kantor nya saat ini sementara itu kedua keponakan nya sedang tidur , Adriyansah, tidak di izinkan pulang oleh Alisa, saat ini karena dia ingin memperkenalkan pacar nya itu pada kakak kesayangan nya Edgardo


setelah satu jam menunggu Edgardo, pun pulang Senny, langsung menyambut nya dengan kecupan hangat di bibir suaminya itu seperti yang biasa dia lakukan.


"selamat malam sayang, gimana?? kabar mu hari ini "ujar Edgardo.


"aku baik Honey,tapi lihat lah kedua princess kita sedang bersama dengan siapa"ujar Senny, yang kini menunjuk ke arah Alisa dan Anisa.


"ada tamu rupanya!!"kata Edgardo, sengaja setengah berteriak, untuk mengagetkan kedua adik kesayangannya itu.


"Kakak!!""pekik kedua nya sambil berlari memeluk Edgardo, keduanya mendapat pelukan hangat dan ciuman di puncak kepala mereka,penuh rasa sayang.


"kapan kalian tiba, dan sudah berapa lama tidak kemari, apa sudah lupa dengan kakak,mu ini??"ucap Edgardo, pura-pura kesal.


"aku rindu kakak, tapi Daddy, dan mommy, melarang ku kemari agar fokus dengan ujian, dan saat ini sudah lulus,malah mau dikirim ke Amerika, kakak, tolongin aku, bujuk Daddy, agar tidak mengirim ku kesana"ucap Alisa memelas.


"iya kak, aku juga tidak mau jauh dari kakak"ucap Anisa.


"heummm, sudah bisa ditebak ternyata sekalinya datang ada mau nya sudah nanti kita bahas kakak, sedikit lelah mau bersih-bersih dulu"ucap Edgardo,sambil mengelus puncak kepala kedua adik nya itu.


"Oya, selamat datang di rumah kami"ucap nya lagi pada Adriyansah, yang dibalas dengan anggukan, Edgardo, pun berlalu di temani oleh istrinya itu.


"kak,mau minum teh, aku buatkan ya"ucap Alisa, pada Adriyansah.


"tidak usah alis , aku masih belum haus, tadi itu kopi' baru habis"ucap Adri.


"Alisa,kak, Adri, aku keatas dulu ya, kalian tunggu kakak saja"ucap Anisa, yang tiba-tiba raut muka nya berubah.


"baiklah selamat malam"ujar Alisa.


"jangan lupa , bilang sama kakak, kita akan tinggal di sini selama satu Minggu"ujar Anisa.


"iya bawel"ucap Alisa,sambil tersenyum.


"Alisa, Edgardo itu kakak mu yang ke berapa ??kok, aku baru tau"ucap Adri, ingin tau.


"dia kakak,ku satu mommy lain' Daddy, dia adalah kakak, ketiga ku yang paling perhatian dan penuh kasih sayang, aku juga sangat menyayangi mereka bertiga dan juga Daddy, Edward yang juga teramat menyayangi kami selama ini.


"owh, begitu ya"kata Adriyansah.


mereka pun berbincang, tentang hubungan keluarga mereka saat ini hingga Edgardo, hadir di tengah-tengah mereka saat ini dan dia mulai pembicaraan tentang hal yang di minta oleh kedua adik nya itu.


sementara itu di Amerika, saat ini Elena, tengah menangis, dengan takdir cinta nya yang harus terus terbagi seperti saat ini suaminya Wiliam, tengah berada di rumah istri tua nya, berkali-kali Elena, meminta cerai tapi Wiliam, malah, mengancam akan merebut kedua putranya itu anak dari buah cinta mereka, Wiliam tau kelemahan istrinya, itu saat ini , alasan terdalam nya adalah, dia tidak ingin kehilangan wanita yang sangat di cintai nya itu.


Elena, tidur meringkuk seperti anak kecil yang sangat kesepian,di samping kedua putranya itu, saat ini Elena, masih berderai air mata, rasanya Elena ingin segera pulang ke tanah air jika ia merasakan sakit yang teramat seperti ini.


William, sendiri tidak bisa menceraikan istrinya itu karena, istrinya mengancam akan bunuh diri, jika Wiliam, masih tetap ingin bercerai, dari diri nya, sampai kapan pun, dan Wiliam , tidak ingin itu terjadi rasanya akan sia-sia saja selama ini berusaha untuk menyembuhkan istri pertama nya itu jika sampai dia mengakhiri hidup nya, Wiliam, sengaja kembali ke Amerika hanya karena istrinya itu mengancam nya.


pagi menjelang, tidak sekejap pun, Elena, memejamkan mata nya saat ini, dia langsung membersihkan diri dan mengurus kedua putranya itu untuk mandi dan sarapan tanpa bantuan dari babby sister nya.


Elena, sudah selesai memandikan kedua nya dan membawa mereka turun untuk sarapan, bocah berusia dua tahun itu, sesekali tersenyum, karena Elena, selalu mengajak mereka bercanda, dengan begitu Elena, bisa melupakan kepedihan nya, untuk sementara waktu, Elena dengan sabar menyuapi keduanya makan, saat ini hingga bunyi handphone, mengalihkan perhatian nya.


"sayang tunggu sebentar ya mommy, angkat telepon dulu, makan nya di lanjut sama Nanny, nya Ok"ucap Elena,sambil mengecup keduanya saat itu juga dia langsung bergegas menuju ruang keluarga.

__ADS_1


📱"Halo, Wil ada apa kamu nelpon aku"ucap Elena dingin.


📱"sayang , aku sangat merindukan mu dan kedua jagoan kita"ucap William.


📱"hemmm"ujar Elena singkat.


📱"sayang maafkan aku belum bisa kembali, dia masih belum baik-baik saja"ucap Wiliam.


📱"tidak kembali pun, tidak masalah, lagian besok kami akan pulang ke Indonesia, jadi kamu bisa tenang untuk selamanya mengurus istri mu itu"jawab Elena singkat.


📱"Elena, yang dengerin aku, aku sangat mencintaimu, please beri aku waktu untuk semua ini, kamu jangan egois, aku tidak ingin kehilangan kalian kalian adalah harta berharga ku"ucap Wiliam.


📱"sudah lah Wiliam, jangan memaksa kan kehendak mu, kamu punya cinta mereka sedari dulu saat kita belum menikah pun, jadi jangan jadikan ini sebagai alasan, aku cape bertahan dengan semua keadaan ini kamu tau gak, dan tolong mulai saat ini jangan hubungi aku lagi, aku akan segera mengurus surat perceraian kita"ucap Elena,sambil menutup telepon nya, Elena, menangis sesenggukan sambil menunduk kan wajah nya di sofa.


sementara itu Wiliam, terus menerus mencoba menghubungi Elena, namun sayang Elena, tidak mau mengangkat nya.


💌"sayang aku mohon jangan seperti ini, aku tau aku salah aku telah menyakiti hati mu, tapi aku selalu berusaha untuk yang terbaik demi cinta kita, please angkat aku ingin bicara"Wiliam.


namun pesan pun tidak Elena,balas, saat ini Elena pergi mencuci wajah nya yang sembab setelah menangis, dan dia pun menghampiri kedua putranya yang tengah bermain dengan berbagai macam mobil dan robot mainan nya saat ini.


"putra mommy, kalian sedang main apa sih sampai mommy, nya dilupain begini"ucap Elena, yang kini duduk di hadapan mereka, dan mereka pun langsung memeluk mommy, nya itu.


"kalian rindu dengan opa, kalian bukan besok kita kembali ke Indonesia, sama-sama,di sana ada opa Oma ,aunty kalian pasti seru"ujar Elena.


tak terasa jam makan siang pun sudah tiba, Elena, bahkan lupa untuk mengisi perut nya sendiri pagi bahkan malam kemarin pun dia tidak makan, setelah menyuapi putra nya makan siang dia pun langsung memakan makanan nya, dia terlalu larut dalam kesedihan hingga lupa memperhatikan dirinya sendiri, setelah selesai makan mereka pun memutuskan untuk tidur siang saat ini.


"kalian bobo,ya sayang mommy,mau bereskan barang bawaan kita untuk besok pagi"ucap Elena,sambil memeluk kedua nya dan mengelus puncak kepala mereka, yang kini sedang minum susu dari botol milik mereka masing-masing, keduanya pun terlelap, Elena pun meminta bantuan pelayan untuk membereskan barang-barang milik mereka bertiga hingga koper besar yang berjumlah lima tersebut terisi penuh dengan barang milik mereka bertiga.


🌹💖💖💖🌹


istri Wiliam,nekad ingin mengakhiri hidup nya, saat dia tau Wiliam, sudah memiliki anak kembar dari Elena,di sisi lain Elena, sudah berusaha untuk mengalah tapi suaminya teramat mencintai nya, hingga tidak ingin kehilangan Elena, tapi dia juga tidak ingin kehilangan istrinya itu.


"sayang, aku mohon jangan pergi"ucap Wiliam.


"aku sudah tidak bisa lagi menjalani ini semua, sekarang terserah kamu mau pilih kami atau mereka, jika kamu merasa aku salah karena membuat mu, harus memilih maka kau boleh tinggalkan aku , dan semoga kamu lebih bahagia lagi dengan nya"ucap Elena, tanpa menoleh ke arah Wiliam, yang kini menatap wajah nya begitu sendu.


"sayang, aku tak akan pernah melepaskan mu, aku tidak ingin kehilangan dirimu hanya kamu sumber kebahagiaan ku sampai kapan pun, dan untuk selamanya kita akan tetap bersama"ujar Wiliam,sambil menggenggam tangan Elena, membawa nya ke dalam dekapan nya.


"aku tetap akan pergi ke Indonesia, dengan atau tanpa kamu"ujar Elena.


"sayang aku mohon jangan lakukan itu aku bisa mati tanpamu"ucap Wiliam.


"Dan aku bisa mati karena rasa perih ini, apa itu yang kamu inginkan heuhhhhh, aku tau aku yang salah karena telah hadir di antara kalian berdua, tapi asal kamu tau aku hanya manusia biasa yang juga memiliki hati yang rapuh,hiks hiks hiks"Elena, menangis sesenggukan di dalam dekapan Wiliam.


"beri aku waktu sayang, aku janji tidak akan lama lagi, kita hanya akan hidup bahagia bersama dengan anak-anak kita, aku mohon satu kesempatan lagi, setidaknya sampai dia sembuh dan bisa menerima kenyataan ini"ucap Wiliam,di akhiri dengan kecupan di puncak kepala istrinya itu.


"aku akan memberikan mu kesempatan, setelah kita bercerai secepatnya, saat itu kamu punya banyak kesempatan untuk merawat nya"ujar Elena, sambil melepaskan diri nya dari pelukan Wiliam, tapi Wiliam, langsung memeluk nya lagi dengan erat.


"tidak sayang tidak , aku tidak rela kita berpisah, sampai kapan pun, atau aku akan benar-benar melakukan apa yang aku katakan kamu, tidak akan pernah bertemu lagi dengan kedua putra kita"ucap Wiliam.


"William, kenapa kamu tidak bunuh saja aku sekalian agar rasa sakit ini segera pergi"ucap Elena, tidak kalah keras dengan Wiliam.


tiba-tiba, seorang asisten pribadi Elena, datang mengetuk pintu"nyonya, penerbangan nya satu jam lagi, saya akan segera membawa barang-barang milik anda saat ini juga"ucap nya sambil terus menunggu.

__ADS_1


"baiklah masuk dan ambil lah"ucap Elena,pintu pun terbuka, Wiliam, masih menggenggam erat tangan Elena, sungguh saat ini adalah dilema berat bagi Wiliam.


"aku sudah harus pergi, semoga kamu bahagia "ucap Elena.


tiba-tiba Wiliam langsung mencium bibir Elena dengan rakusnya, jujur saja Wiliam, berat untuk melepaskan kepergian tiga orang yang sangat berharga dalam hidup nya, tapi dia tidak ingin egois, jika Elena tetap berada di sana mungkin Elena, akan jadi korban ketidakadilan nya saat ini.


"aku izinkan kamu pergi ke Indonesia, saat ini sayang tapi aku mohon bertahan lah dan tunggu aku, setelah itu selesai aku akan segera datang untuk menjemput mu"ucap Wiliam, yang kembali mencium bibir istrinya itu, Elena pun membalas ciuman panas tersebut, tidak bisa ia pungkiri, dia sangat mencintai Wiliam, andaikan saja Elena , memiliki hati sekuat baja mungkin saat ini dia akan tetap bertahan di sisi Wiliam.


"aku pergi jaga dirimu baik-baik, semoga kamu bahagia di sini"ucap Elena, yang kini membawa tas kecil milik nya, setelah itu ia berangkat bersama kedua babby sister nya yang kini menggendong kedua anak nya, langkah Elena terhenti ketika tiba-tiba Wiliam, terjatuh tidak sadarkan diri, Elena, seketika menjerit .


"Wiliam, sayang kamu kenapa hiks hiks hiks"Elena dibantu oleh pelayan rumah nya membawa Wiliam, kembali ke dalam kamar mereka, dan langsung menghubungi dokter saat itu juga, sementara itu Elena ,mengundur jadwal penerbangan nya saat ini.


satu jam setelah dokter memasang infus di tangan Wiliam,kini dia mengerejap kan mata nya, Elena, dengan tetesan air mata mengelus puncak kepala suaminya itu dan langsung memeluk Wiliam,erat dari samping saat itu juga.


"sayang.. apa ?? yang sebenarnya terjadi pada mu kenapa kamu tidak pernah bilang kalau kamu tidak merawat diri mu dengan baik selama satu Minggu ini, aku tidak mau kamu sakit,hiks hiks hiks, kamu tega dengan ku kamu seharusnya tidak melakukan itu pada dirimu sendiri, siapa yang akan memperhatikan kami jika kamu menyiksa diri mu sendiri"ucap Elena.


"sayang, aku baik-baik saja jangan cemas, aku tidak akan kenapa-napa, semua karena kalian bertiga terutama kamu sayang aku sangat mencintaimu"ucap Wiliam, yang kini mencium bibir Elena.


"makan lah dengan teratur, kamu boleh sibuk tapi kamu juga harus bisa memperhatikan dirimu sendiri, jika memang kamu sayang kami"ucap Elena.


Elena, dengan telaten menyuapi bubur, pada Wiliam, dia juga memberikan Wiliam obat, saat ini, setelah itu dia kembali menyelimuti tubuh suaminya itu meminta Wiliam, untuk tetap istirahat, sampai kondisi nya benar-benar fit .


"tidur lah sayang aku akan menunggu mu sampai kamu membaik"ucap Elena, sambil mengecup punggung tangan suaminya itu.


"sayang, boleh kah??aku minta sesuatu"ucap Wiliam.


"apa itu katakanlah"jawab Elena.


"jangan pernah ingin bercerai dari ku, aku tidak akan bisa hidup lagi jika kamu meninggalkan aku, kamu boleh pulang ke Indonesia, sampai saat nanti aku menjemputmu, tapi jangan pernah meminta perpisahan, asal kamu tahu honey, aku tidak pernah ingin melihat mu terluka, aku sangat mencintaimu, tapi saat ini aku tidak berdaya, aku mohon kamu bisa mengerti dan mau bertahan di sisi ku sampai maut memisahkan"ucap Wiliam, lirih sambil menatap sendu ke arah Elena.


"baiklah, aku akan bertahan dan, tidak akan pernah meminta perpisahan tapi hanya sampai satu tahun batas yang sudah kamu tentukan, setelah itu aku tidak bisa janji lagi, istirahat lah, setelah keadaan mu membaik aku akan segera berangkat"ucap Elena.


"bisakah kamu temani aku tidur, sayang, setidaknya ini untuk terakhir kalinya, setelah kamu di sana kita akan sangat merindukan itu"ucap Wiliam, Elena pun mengangguk dan berbaring di samping suaminya itu mereka pun berpelukan, tepat nya Elena, tidur dalam dekapan Wiliam.


ke esokan hari nya, setelah memastikan keadaan Wiliam, baik-baik saja,kini Elena, kembali bersiap, setelah memberikan Wiliam sarapan pagi dan vitamin, Elena pun berpamitan pada suaminya itu,peluk cium Elena, dapat kan dari suaminya itu yang kini memeluk erat dan masih mencumbu bibir nya itu.


"sayang aku pergi,jaga dirimu baik-baik"ucap Elena.


"kamu juga sayang maafkan kan aku belum bisa membuat mu bahagia, dan satu lagi aku titip cinta ku untuk kalian bertiga, tunggu aku kembali, dan saat itu aku hanya milikmu satu-satunya aku janji"ucap Wiliam,sambil kembali memangut bibir istrinya.


"aku akan sangat merindukan mu, Wili ku sayang aku sangat mencintaimu"ucap Elena.


"aku bahkan sangat mencintai mu, sayang aku akan sangat merindukan mu, aku mohon, jangan pernah lupakan aku dan kita akan selalu saling menghubungi tidak perduli dimana pun kita berada,I love you more Honey"ucap Wiliam.


"I love you Wiliam ku, muachhhh ingat jaga kesehatan mu, aku sangat mencintaimu"ucap Elena, yang kini berjalan meninggalkan kamar nya dan Wiliam, pun mengiringi langkah nya dari belakang sesampainya di depan mobil mereka masing-masing, Wiliam, langsung memeluk dan mencium kedua jagoan nya itu.


"tunggu Daddy, sayang Daddy mohon jangan pernah lupakan Daddy, Daddy sangat mencintai kalian dan akan selalu merindukan kalian bertiga"ucap Wiliam, dan terakhir ia kembali mengecup bibir istri nya dan memeluk nya erat.


"aku minta maaf tidak bisa mengantar mu aku harus segera kembali ke rumah sakit"ucap Wiliam.


"tidak apa-apa, hati-hati di jalan"ucap Elena,sambil berderai air mata, tanpa Wiliam ketahui, karena Elena, langsung membuang pandangannya saat itu juga dan segera masuk ke dalam mobil setelah kedua anak nya masuk.


sepanjang perjalanan menuju bandara, Elena, menangis dalam diam, hanya. sang asisten yang melihat itu dia bahkan berusaha menghibur Elena.

__ADS_1


"William, aku sangat mencintaimu, andaikan kau hanya milikku seorang, maafkan aku tidak bisa berada di sisi mu saat ini, semoga kamu baik-baik saja dan bahagia bersama dengan nya"gumam Elena,di iringi derai air mata.


__ADS_2