
Setelah itu Emerald, duduk di sofa ruang keluarga, dia ingin menikmati suasana di sana yang sudah lama ia tinggalkan semenjak kuliah dan bekerja.
Edgardo, tengah bersantai dengan sang istri tercinta di taman depan rumah sambil berjemur matahari pagi, yang bersinar hangat,dua insan yang sudah menikah selama dua puluh lima tahun itu saat ini tengah menikmati masa tua nya, bersama.
Edgardo, masih ingat dengan wanita yang pernah di jumpai nya , wanita yang dengan berani meminta nya untuk menikah dengan nya meski mereka tidak saling mengenal satu sama lain, dia adalah Senny, istri tercinta nya saat ini.
rasa cinta Edgardo, tumbuh seiring berjalannya waktu dia yang masa remaja nya, harus terpaksa berpisah dari sang mommy yang sangat mencintai nya, karena keadaan yang memaksa mereka untuk berpisah saat itu, dia tidak ingin menyakiti wanita manapun karena bagi nya mencintai wanita dan menjaga nya,sama seperti menghormati mommy nya, Soraya, yang kini sudah tidak muda lagi, tapi ibunya itu masih terlihat sangat cantik, meski keriput dan garis halus sudah semakin banyak.
Edgardo, juga sosok kakak terbaik bagi keempat adik kembar beda ayah itu, baginya mereka sama seperti kedua kakak nya, saudara tanpa ada beda.
"honey, putra putri kita sudah dewasa saat ini,kapan , kamu memenuhi janji mu untuk memberikan ku anak lagi"ujar Edgardo menggoda Senny.
"Daddy, ingat umur kita sudah tidak muda lagi"ujar Senny, sambil tersenyum.
"Kata siapa sayang bukti nya kita masih bisa tampil hot untuk urusan yang satu itu"ucap Edgardo, tanpa rem.
"Daddy"ucap Senny, sambil menyusupkan wajah nya di dada bidang Edgardo.
"Kenapa??... heumm kenapa?.. harus malu kita tidak melanggar hukum"ujar Edgardo, sengaja menggoda istrinya lagi dan lagi.
"Gak,mau ahhh...malu Daddy"ujar Senny.
"kalian,itu benar-benar, tidak punya hati, bermesraan di depan jomblo"ujar Ardan yang kini sudah berdiri di hadapan nya, mereka bahkan tidak pernah menyadari kedatangan adiknya itu.
"kau, kapan datang, dan kenapa??... tidak memberitahu ku dulu"ujar Edgardo.
"Apa?..itu penting"ucap Ardan, sambil tersenyum.
"Tentu saja, aku bisa menjemput mu"ujar Edgardo.
"Tidak perlu,aku datang dari kemarin, mampir kerumah mommy,dulu baru sekarang kesini"ujar Ardan.
"masuk lah ada Emerald,di dalam aku sedang bulan madu di sini"ujar Edgardo, bercanda.
"Ok, lanjutkan saja"ucap Ardan.
Ardan , masuk ke dalam rumah besar tersebut, dia berjalan perlahan, saat dia melintas di ruang tamu, terkenang akan dirinya dengan sang istri yang untuk pertama kalinya di ajak ke rumah tersebut,rasa rindu sekaligus sakit kini menghinggapi dada Ardan, wanita yang sangat di cintai nya kini, sudah tidak ada lagi, hanya sisa kenangan dan buah cinta mereka yang tersisa di kehidupan Ardan sekarang bertahun-tahun lamanya hidup sendiri, tidak pernah ingin mengganti kan Sarah dengan wanita lain nya saat ini, dia hanya ingin fokus dengan putra nya, yang sebentar lagi masuk SMA.
Ardan, memutuskan untuk kembali ke Indonesia, agar dia bisa merawat putra nya dan menjaga sang mommy, yang sudah sering sakit-sakit an.
Niat baik Ardan di sambut baik oleh seluruh keluarga nya.saat ini .
sementara Edgar, yang sudah lama berpisah dengan Angela, tanpa sepengetahuan keluarga nya hingga saat ini,di sebabkan oleh kehadiran pria lain di hati Angela, yang tak lain adalah dokter spesialis, yang selama ini membantu mengobati nya.
Angela, duduk di kursi roda, dan dinyatakan lumpuh hanya sebagai alibinya saja untuk menutupi perselingkuhan nya itu.
pria yang saat ini berusia empat puluh tujuh tahun itu , lebih suka memiliki hubungan bebas tanpa ikatan, entah mewarisi sifat dari mana yang pasti kedua orang tua nya tidak seperti itu, mungkin karena sakit telah di khianati, atau memang dendam kepada wanita.
saat ini wanita itu adalah seorang pegawai di cafe yang tak jauh dari kantor milik nya, wanita cantik berusia tiga puluh tahun itu bernama Juli, itu menjadi penghangat ranjang nya karena kebutuhan yang memaksa nya untuk melakukan itu.
selain butuh biyaya untuk pengobatan putra nya yang baru berusia lima tahun yang lahir dari sebuah kesalahan saat dia memeriksa kan kondisi kesehatan organ reproduksi nya, tiga bulan sebelum menikah karena sebuah tuntutan dari keluarga pria yang mengharuskan nya memeriksa kan kondisi nya saat itu, seorang dokter, melakukan kesalahan , Juli, malah mendapat kan putra dari hasil inseminasi yang seharusnya di peruntukan bagi orang lain saat itu.
tapi kini putra nya tengah terbaring lemah di rumah sakit, akibat kanker darah yang kini diderita oleh nya dan itu membutuhkan biaya tidak sedikit, sementara setelah di usir dari keluarga besar nya dia hanya bekerja sebagai pelayan di restoran tersebut, dia juga harus membiayai wanita tua yang rela memberikan tumpangan di saat dia harus terlunta-lunta di jalanan.
Juli, gadis periang dan sangat suka menolong sesama, malam itu, harus terusir dari rumah karena dinyatakan hamil, setelah pagi hari nya mengalami morning sicknes .
sudah lima tahun berlalu, saat ini dia sudah menjadi ibu, dengan jalan hidup penuh dengan ujian, saat dia harus melahirkan putra nya secara Caesar, karena ada gangguan yang terjadi pada kehamilan nya itu.
bahkan dia harus pergi bekerja setelah keluar dari rumah sakit, tanpa jeda karena hidup harus terus berjalan, dan putra nya butuh minum susu, karena asi tidak ada sedikit pun keluar saat itu.
Juli, benar-benar di uji hingga saat putra nya berusia, tiga tahun, dokter, menyatakan putra nya itu mengidap kanker darah.
__ADS_1
saat itu Juli, semakin hancur, entah pada siapa lagi dia harus mengadu kan derita nya,satu tahun berlalu Juli, bekerja banting tulang tidak hanya satu pekerjaan yang di lakoni nya, tiga sampai lima pekerjaan yang ia lakukan,siang dan malam dia hanya beristirahat satu setengah jam untuk memejamkan mata nya, melepaskan rasa lelahnya.
sampai satu ketika, keadaan Star ... semakin drop dan sangat memprihatikan Juli, berlari ke luar rumah sakit, dia berlari sekuat tenaga, untuk melepaskan beban hidup nya, berharap jantung nya bisa berhenti berdetak dan ia tidak perlu merasa sakit lagi, dia tidak perlu merasakan semua kekejaman dunia yang menurutnya begitu kejam, hingga dia memutuskan untuk bunuh diri, dia berdiri di tengah jalan, berharap ada orang yang akan mengemudi kan mobil nya tanpa hati-hati tapi malah bertemu dengan pria yang, menghentikan mobilnya saat dia akan menabrak dirinya ke mobil yang melintas.
🌹💖💖💖🌹
setelah Edgar, berhasil menyelamatkan Juli dari kematian, dia langsung membawa Juli kedalam mobil nya, wanita itu terlihat sangatlah terlihat rapuh.
Edgar, memberikan air minum kepada Juli, dan Edgar, menyandarkan Juli di dada bidang nya, dia memberikan kenyamanan kepada wanita yang baru ia temui, entah kenapa?.. seperti ada magnet yang menarik nya untuk berdekatan.
"Tenangkan diri mu, aku tidak tahu yang kamu alami saat ini tapi yang pasti aku bukan orang jahat yang akan membiarkan mu melakukan hal bodoh lagi, kamu bisa membagi beban mu dengan ku jika kamu mau, aku melakukan ini karena aku juga memiliki ibu dan adik perempuan, aku tidak bisa membiarkan wanita menderita begitu saja di hadapan ku"ujar Edgar.
perlahan Juli, membuka mata nya, dan langsung mendongak menatap ke arah pria yang tanpa ia sadari tengah mendekapnya, saat ini, Juli bahkan terkejut, melihat wajah pria itu begitu mirip dengan putra nya.
"Bisakah kau membantuku, saat ini, aku mungkin tak punya uang saat ini untuk membayar mu tapi aku janji, aku akan mengganti nya, dengan cara apapun"ujar Juli, memohon mengingat kondisi putra nya, yang semakin kritis.
"bantuan apa??... yang kamu butuhkan"ujar Edgar.
tolong pinjamkan aku uang mungkin aku adalah orang yang tidak tahu malu sudah di tolong sekarang malah minta bantuan aku sedang berada di antara hidup dan mati, tepat nya putra ku, saat ini tengah berjuang antara hidup dan mati, aku mohon aku bisa menjadi penghangat ranjang mu atau apapun itu, asal kamu mau membantu membiayai pengobatan putra ku, saat itu juga aku akan bekerja, apa saja untuk membayar hutang ku pada mu please bantu aku"ujar Juli, yang terus memohon ditengah terisak dari tangis nya.
"Berapa uang yang kamu butuhkan"ujar Edgar.
"Lima milyar, untuk biyaya operasi cangkok sumsum tulang dan biyaya perawatan lainnya "ujar Juli.
"Datang lah pada ku besok pagi ini kartu nama ku, kita bisa bicara nanti sekarang sudah larut, sebaiknya kamu pulang dulu, katakan dimana kamu tinggal,biar aku mengantar mu, sekarang juga tidak baik berjalan sendirian di tengah keramaian.
"Aku tidak pulang ke rumah, aku ingin kembali ke rumah sakit, putra ku, sedang menunggu ku di sana hiks hiks hiks, aku bahkan tidak tega jika harus melihat keadaan nya saat ini"ucap Juli.
Edgar, langsung menghidupkan mesin mobil nya dan melaju kan nya menuju rumah sakit, tersebut.
sesampainya di sana Edgar, tidak langsung turun, dia kembali pulang ke Mension nya.
sesampainya di depan gerbang wanita itu nyaris di usir oleh scurity yang berjaga di dalam sana. tapi Edgar yang baru datang dari luar, langsung menghentikan mobilnya.
"Kenapa??... masih berdiri di luar bukan nya langsung masuk"ujarnya , sambil menatap lekat wajah cantik alami yang masih terlihat sembab itu.
"Saya, menunggu anda tuan"ujar Juli.
"Ayo ikut aku"ucap Edgar.
Edgar, membawa nya masuk ke dalam mobil, dan meminta sopir melaju kan nya memasuki halaman Mension yang luas tersebut.
"masuk lah"ujar Edgar.
Juli, masuk mengikuti Edgar, dan berhenti di sebuah ruangan, dengan beberapa sofa yang terlihat sangat mahal yang kini di tunjuk oleh Edgar, mempersilahkan Juli, untuk duduk di sofa tersebut.
ada rasa canggung, saat dia hendak duduk, Juli, memang terlahir dari keluarga kaya tapi tetap kekayaan nya tidak sebanding dengan Edgar, saat ini apa lagi, setelah dirinya di usir dari rumah nya, enam tahun yang lalu.
"Nona, boleh saya tau siapa nama mu"ujar Edgar.
"Aku Juli, nama lengkap ku Julia Ester "ujar Juli yang langsung memberikan kartu identitas nya.
"untuk apa,?..ini"ujar Edgar heran.
"untuk jaminan, jika aku tidak bisa membayar hutang ku, anda boleh melaporkan ku ke polisi suatu hari nanti"ujar nya.
"Aku tidak butuh itu, tapi ada sesuatu yang ingin aku tanyakan, dimana suamimu, kenapa??... kamu berjuang sendirian untuk merawat putra mu itu"ujar Edgar to the points.
"Aku tidak menikah"jawab Juli, singkat.
"kau tidak meminta tanggung jawab pada pria yang telah menghamili mu"ucap Edgar lagi.
__ADS_1
"maaf tuan, sepertinya saya salah datang, permisi dan terimakasih atas bantuannya waktu itu"ujar Juli yang kini berdiri lalu membungkuk hormat, Juli, memang sangat butuh uang, tapi dia tidak ingin kehidupan kelam nya dulu terungkit lagi.
"Maaf jika aku ,telah menyinggung perasaan mu nona, aku tidak bermaksud untuk melakukan itu"ucap Edgar tulus.
dia menyadari kesalahannya.
"Tidak masalah tuan, saya permisi"ucap Juli, yang langsung berbalik melangkah pergi.
"Satu milyar untuk satu bulan dan setelah lima bulan, aku akan memberikan mu bonus sepuluh milyar, jika kamu bisa memuaskan ku selama lima bulan"ujar Edgar, dengan lantang.
Juli, tidak menjawab saat ini harga diri nya, sudah terluka, dia terus berjalan, hingga, Edgar, menghentikan langkahnya," berhenti di situ, atau aku akan menyuruh orang ku untuk menyeret mu ke kandang singa"ucap nya tegas tidak bisa di bantah.
"Aku bisa berjalan sendiri ke sana tanpa harus di seret aku tau hidup ku, sudah tidak berguna lagi"ujar Juli.
"Juli jangan menguji kebenaran ku, cepat tandatangani surat perjanjian ini setelah itu kamu bisa mengobati putra mu"ucap Edgar, yang langsung menyeret Juli, ke atas sofa.
"A apa??... yang anda lakukan tuan"ucap Juli , gugup karena ini baru pertama kali nya dia mendapat kan perlakuan seperti itu dari seorang pria.
Edgar, langsung bangkit, saat melihat Juli, ketakutan dan gemetaran.
"Tanda tangan sebelum aku berubah pikiran, mulai besok kamu tinggal di sini,itu adalah peraturan nya"ucap Edgar.
"Tidak tuan, saya masih punya rumah walaupun kecil, dan saya masih harus mengurus ibu angkat saya"ujar Juli.
"Edgar, teringat dengan hasil penyelidikan nya tentang wanita itu, hanya saja pria yang menghamilinya hingga saat ini masih rahasia, Edgar, masih di buat penasaran dengan wanita yang baru kemarin ia temui.
"Tapi bagaimana caranya kamu melayani ku"ujar Edgar sambil menatap lekat wajah cantik itu, tidak ada satupun cacat yang di temukan di bagian wajah nya, cantik alami sangat sempurna.
aku bisa datang sore hari setelah pulang bekerja, dan kembali pagi hari, setelah menyiapkan sarapan untuk anda, yang pasti saya tidak menetap di sini"ujar Juli,
"baiklah-baiklah, mulai malam ini kau sudah bisa menjalankan kewajiban mu"ujar Edgar.
"baiklah, tapi tolong izinkan saya pulang terlebih dahulu, untuk menyiapkan semuanya, saya harus bertemu dokter, setelah dari sini"ujar Juli.
"itu tidak perlu, semua sudah di urus oleh orang ku, kamu tidak perlu repot-repot, tapi aku berbaik hati saat ini mengizinkan mu untuk menemui putra mu itu"ucap Edgar lagi.
"Terimakasih tuan"ujar Juli, yang kini langsung berdiri dan berpamitan untuk pulang.
sesampainya di luar kompleks perumahan tersebut, dia langsung menaiki taksi yang melintas saat ini dia menangis dalam diam hati nya begitu sakit dan berkecamuk saat ini.
"mommy, akan melakukan apa pun, demi kesembuhan kamu putra ku, bertahan lah dan segeralah sembuh, kita akan pergi bersama ke tempat yang kau inginkan"ujar Juli bermonolog di dalam hati.
sesampainya di rumah sakit, Juli, langsung bergegas menuju ruang perawatan sang putra yang kini di pindah ke ruang VVIP , untuk menunggu operasi, yang akan di lakukan satu Minggu lagi, karena dokter, sudah menemukan donor yang cocok dengan nya.
sayang mommy datang bagai mana keadaan mu saat ini heumm... hiks hiks hiks, Juli menangis,pelan agar tidak membangunkan Jerry, yang baru saja tertidur.
setelah kembali dari rumah sakit dia langsung menyambangi rumah nya,di sana ada wanita tua yang kini tengah terbaring di ranjang, wanita itu mengalami kelumpuhan pada kaki nya saat ini, setelah terjatuh di kamar mandi.
"Bu, aku sudah dapat pekerjaan, saat ini dan aku harus tinggal di sana, selama kontrak itu belum selesai, tapi ibu tidak usah khawatir, mulai saat ini akan ada suster yang akan menjaga ibu, dan satu lagi aku akan membawa ibu untuk berobat dua Minggu sekali, semoga ibu cepat sembuh, aku juga akan mengunjungi ibu sore hari setelah bekerja"ujar Juli, lembut sambil mengganti popok yang wanita itu kenakan, Juli, merawat wanita itu dengan penuh kasih sayang,ia memperlakukan wanita itu seperti ibunya sendiri.
"Juli,ibu sudah tua, sebaiknya uang mu,di tabung saja untuk masadepan kalian nanti, sebaiknya antar ibu ke panti jompo saja"ujarnya.
"Tidak, Bu, aku tidak akan pernah melakukan itu, walaupun hidup ku, sulit kau adalah wanita yang paling baik yang aku miliki di dunia ini , selain ibu kandung ku, yang telah mengusir ku, seberapa besarpun masalah yang aku hadapi aku tidak akan pernah meninggalkan mu, kamu adalah ibuku sekarang dan nanti bahkan selamanya hingga maut memisahkan kita"ujar Juli, sambil memeluk erat wanita yang kini bersandar di ranjang tersebut.
"Kau adalah putri terbaik yang aku miliki, semoga kelak kau akan bertemu bahagia mu"ucap wanita tua itu.
"Terimakasih Bu, aku janji sebisa mungkin akan menyempatkan diri untuk melihat keadaan ibu,ibu harus semangat untuk sembuh demi aku dan cucu ibu"ucap Juli,tulus.
"Tentu saja Sayang"ujar nya.
sementara itu di Mension, seseorang tengah memberikan laporan, yang mengejutkan, bahwa kehamilan Juli,ada hubungan nya, dengan kehilangan nya,calon bayi yang dulu seharusnya di miliki nya saat ini,dulu Edgar, diam-diam melakukan percobaan membeli rahim wanita untuk mengandung anak nya tapi terjadi kesalahan saat dokter salah mengenali pasien.
__ADS_1