
perdebatan di antara kedua insan itu, berakhir saat Edgar mendapatkan telpon dari seseorang, saat ini Juli, tidur di sofa, bukan sengaja tapi tubuh nya benar-benar lelah dan ingin istirahat, tapi yang membuat Edgar,geram adalah Juli, tidur meringkuk di sofa ruang keluarga bukan di kamar nya atau kamar tamu.
Edgar, langsung mengangkat tubuh wanita itu dalam gendongan nya ala bridal style, hanya saja Juli tidak sadar siapa yang memindahkan nya kedalam kamar milik Edgar.
tepat pukul enam pagi, Edgar kini sudah bangun dia kaget tidak mendapati Juli,di samping nya, tapi setelah mendengar percikan air,di dalam kamar mandi Edgar langsung membuang nafas.
ternyata Juli, sedang mandi setelah aktifitas nya menyiapkan sarapan pagi dan baju untuk Edgar, pergi kerja , Edgar sendiri kini sudah bangun dari ranjang dan duduk di tepian.
pintu kamar mandi pun terbuka Juli keluar dengan menggunakan bathroob dengan lilitan handuk di kepala, wajah nya tampak segar Juli langsung salah tingkah, saat Edgar, menatap lekat wajah cantik yang tampak begitu segar.
sementara itu Edgar, berjalan menghampiri Juli, yang kini berdiri mematung di depan pintu kamar mandi.
"Mau sampai kapan, kamu berdiri di sana, pergilah pakai pakaian semua tersedia di sana,milik istri ku"ucap Edgar tanpa sadar, Juli langsung terbelalak mendengar kata-kata Edgar saat ini.
"Maaf tuan saya bawa baju sendiri"ucap Juli yang buru-buru ingin keluar karena kaget dengan kata istri, dia benar-benar tidak tahu kalau Edgar, memiliki istri pasalnya pria berusia empat puluh lima tahun itu tidak terlihat seperti pria yang sudah beristri dia seperti pria yang masih berusia tiga tahun.
Edgar, langsung berbalik dan memanggil Juli.
"kau mau kemana, tempat pakaian nya ada di dalam sana"ujar Edgar.
"tidak tuan, saya bawa sendiri"ujar Juli sambil kembali hendak melangkah namun lagi-lagi Edgar menghentikan langkahnya.
"Kau masih ingin membantahku, apa kamu lupa dengan"ucapan Edgar, terhenti.
"Saya hanya tidak ingin mengambil milik orang lain, saya akan semakin merasa bersalah dan dosa saya semakin besar karena telah menjadi duri di tengah pernikahan kalian, kenapa??... tuan tidak jujur, pada saya jika tuan sudah menikah kenapa??... tuan berkhianat pada istri tuan, andaikan saja tuan jujur saya lebih baik jadi lebih baik hidup di penjara dari pada harus menjadi duri dalam pernikahan wanita lain"ujar Juli, yang kini menatap wajah Edgar, yang menatap nya.
"Apa aku pernah minta pendapat mu"ujar Edgar dingin tapi Juli tidak menjawab dan langsung pergi begitu saja menuju kamar lain untuk berganti baju, dan setelah itu dia akan pergi bagaimana pun caranya.
Edgar, tidak ingin berteriak lagi dia mencoba untuk membiarkan Juli, menenangkan pikiran nya, saat ini.
Edgar, sudah siap dengan stelan jas nya tinggal menggunakan dasi dia ingin Juli membantu nya untuk memasang kan dasi tersebut, tapi Juli tidak kunjung datang.
Edgar, meminta pelayan untuk memanggil Juli saat ini, tapi pelayan bilang Juli sudah keluar sedari tadi, mungkin saat ini sudah di luar gerbang Mension ujar pelayan tersebut, Edgar yang mendengar itu dia langsung bergegas menuju pintu keluar dan membawa mobil nya yang sudah di siapkan sedari tadi.
Edgar langsung tancap gas, dia menyusuri jalan mata nya melihat kanan dan kiri tapi Juli tidak ada hingga dia terus melaju kan mobilnya dia melihat Juli yang kini sedang berusaha menghentikan taksi.
Edgar langsung menghampiri Juli dengan cepat sebelum taksi itu menepi hampir saja terjadi kecelakaan Edgar langsung membuka kaca mobilnya, dan berkata dengan dingin nya.
"Masuk"ujar Edgar, tapi Juli bahkan tidak menoleh sedikit pun Edgar, semakin murka dia langsung turun dan mencekal tangan Juli.
"Lepas tuan, tugas saya sudah selesai, saya harus segera pergi bekerja pagi ini"ucap Juli yang tidak ingin berdebat dengan Edgar.
"Siapa yang meminta mu bekerja sudah aku katakan jangan bekerja lagi semu kebutuhan mu aku yang menanggung"ujar Edgar.
"Tidak tuan, aku sudah cukup banyak berhutang kepada mu, aku tidak sanggup untuk membayar nya jika aku tidak bekerja"ujar Juli.
"Juli, aku "ucapan Edgar terhenti kala rentetan klakson kendaraan mobil lainnya menunggu mobil yang di tumpangi oleh Edgar untuk berjalan akhirnya Edgar, menyeret Juli untuk masuk ke dalam mobil tersebut.
setelah mereka berdua di dalam mobil, Edgar langsung memasang sabuk pengaman ke badan Juli dan dia sendiri lalu tancap gas kembali ke Mension.
__ADS_1
sesampainya di halaman Mension, Edgar langsung menghentikan mobil nya seketika, hampir saja Juli kepentok dasbor mobil tersebut.
"Turun"ujar Edgar yang sangat marah besar dia langsung menarik tangan Juli, kembali.
"Stop, tuan aku bukan benda yang setiap kali kau ingin menempatkan aku sepuas hati mu, aku ini manusia, meski aku orang tak punya, tapi aku masih punya perasaan, bagaimana cara nya aku bisa membayar hutang ku jika aku tidak bekerja heuhhhhh bagaimana, caranya "Juli langsung membalikkan badannya ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Edgar.
bukan kah kita sudah sepakat bahwa kau akan menjadi penghangat ranjang ku,lalu kenapa??...kau masih ngotot ingin pergi bekerja"ucap Edgar, yang langsung membuat Juli mematung.
"Aku masih waras tuan, jika harus menjadi penghangat ranjang pria beristri lebih baik aku hidup jadi gelandangan atau pengemis, dari pada harus merusak kebahagiaan wanita lain nya"ujar Juli dan akhirnya tangis nya sudah tidak bisa membendung tangis nya lagi, drama di pagi hari itu membuat seluruh pelayan yang sedang bekerja menghentikan pekerjaannya karena tidak ingin menyaksikan majikan dan wanita nya tengah bertengkar.
"Aku tidak punya banyak waktu lagi untuk membahas ini, aku harus pergi ke luar negeri sekarang juga , tolong temani aku sarapan, dan pasangkan dasi ku sebetar saja, hanya itu"ujar Edgar, lembut.
"Tapi anda harus janji setelah itu aku boleh pergi dari sini untuk bekerja dan menjenguk anak ku yang dua hari lagi, harus menjalani operasi"ujar Juli.
"Baiklah, untuk kali ini aku ijinkan, karena aku juga tidak tahu sampai kapan aku pergi ke luar, aku harap kamu akan tetap tinggal di sini, dan jangan melanggar apa yang menjadi keputusan ku"ujar Edgar.
"Baiklah"ujar Juli, mengiyakan saja, karena sedang tidak ingin berdebat dengan nya lagi.
akhirnya Juli, mengambil dasi yang hendak di kenakan Edgar, dan langsung membantu memasangkan nya, wanita itu memasang dasi nya lebih rapi dari biasanya para selebriti atau pengusaha lain nya, tanpa bantuan ahli tapi Juli begitu terampil seperti seorang ahli.
tanpa Edgar,tau Juli, adalah perancangan busana, yang hampir melejit namanya di pasaran, bahkan dia selama ini mengikuti kursus sebagai wanita bangsawan, dia begitu piawai karena sempat menjalani kursus hingga Lulus, dan saat akan menikah tragedi itu menghancurkan semua nya.
🌹💖💖💖🌹
Tanpa sepengetahuan Juli,donor sumsum tulang belakang yang di sebutkan oleh dokter yang selama ini merawat nya adalah Edgar, yang baru diketahui sebagai ayah kandung dari putra nya sendiri dari hasil inseminasi.
Edgar,menemui putra nya itu di ruangan nya, dan alangkah terkejutnya, ternyata wajah nya benar-benar mirip dengan putra nya itu.
"Jerry, sayang maafkan Daddy, selama ini kamu pasti sangat menderita dan kesakitan, tapi Daddy, janji Daddy, akan menggantikan nya dengan jutaan kebahagiaan setelah ini jadi kamu harus secepatnya sembuh sayang Daddy, sudah sangat lama menantikan kehadiran mu putra ku "ujar nya lirih.
namun Jerry, tidak sedikit pun bergerak saat ini karena dia sedang terlelap tidur.
Edgar bahkan sempat memeluk nya .
dia tidak membiarkan Juli, untuk keluar dari Mension nya saat ini karena ada banyak sekali pertimbangan yang dilakukan Edgar, dan itu adalah salah satu alasan nya, Edgar, tidak ingin Juli tau kalau Jerry, adalah putra nya untuk mencegah Juli membawa nya pergi dari sisi nya, dan satu lagi Edgar, memiliki rasa yang sulit untuk di jelaskan saat dia mengambil kehormatan nya.
Edgar, masih menikmati saat-saat bersama Jerry, sebelum mereka berdua berada di meja operasi.
tiba-tiba, dokter memanggil nya, untuk membahas tentang hasil pemeriksaan medis diri nya, dan ternyata hasilnya sangat memuaskan tidak ada gangguan kesehatan saat ini Edgar, dinyatakan sehat, dan dia langsung di persiapkan untuk menjalani operasi, setelah hari sebelum nya, melakukan pengecekan sel tulang sumsum belakang miliknya yang cocok dengan putra nya Jerry.
Jerry, pun sama di persiapkan untuk menjalani operasi, tapi Juli terlambat untuk datang saat itu operasi dilakukan dengan persetujuan Edgar, setelah mengatakan pada dokter bawa Juli saat ini sedang berada di luar kota.
operasi berjalan sudah empat jam lamanya, Juli yang baru mengetahui itu saat ia hendak mengunjungi Jerry, yang dia pikir sedang istirahat, karena jadwal operasi yang Juli tau itu dua hari lagi.
Juli, menunggu dengan cemas setelah sebelumnya marah besar dengan pihak dokter yang menangani putra nya selama ini karena ini menyangkut dengan keselamatan putra nya.
operasi baru selesai dilakukan dengan sangat sukses, saat ini setelah tim dokter bedah terbaik yang di datangkan langsung oleh Edgar, dari beberapa Kota di negara tersebut.
Juli, melihat, Edgar dan Jerry, keluar dari ruangan operasi saat ini Jerry, dan Edgar, tertidur di ranjang pasien yang saat ini tengah didorong oleh para tenaga medis menuju ruang NICU untuk memantau perkembangan pasca operasi sebelum mereka benar-benar siuman.
__ADS_1
Juli, langsung mengikuti putra nya Jerry, saat itu juga dia langsung bertanya kepada dokter nya bagaimana kondisi putra nya tapi dokter tidak langsung menjawab saat ini dia hanya meminta Juli untuk mengikuti nya, kedalam ruangan nya saat ini.
sementara asisten Edgar, tengah menelpon seseorang yang sedari tadi menghubungi ponsel milik Edgar, mengabarkan bahwa Edgar tengah sibuk rapat siang ini padahal Edgar, tengah terbaring di atas ranjang pasien masih belum sadarkan diri hingga saat ini.
setelah beberapa hari kemudian Jerry, sudah mulai berangsur membaik, dan dia sudah siuman, begitu juga dengan Edgar, yang saat ini tengah menikmati makanan nya bukan karena doyan, tapi karena Juli yang menyuapi nya makan Edgar, yang ingin makan dari tangan Juli.
pria yang sudah menyelamatkan Jerry saat ini dia sedang bersikap manja pada nya, dan Juli ,sama sekali tidak pernah merasa keberatan dengan itu justru dia merasa sangat berterima kasih untuk semua yang telah dilakukan oleh pria itu, tanpa Juli tau bahwa ada rahasia yang tersembunyi di balik itu semua itu.
"Sudah aku sudah kenyang"ucap Edgar.
"Baiklah tuan kalau begitu aku kembali ke ruangan Jerry, dulu"ucap Juli pamit.
"Saya, akan minta dokter memindahkan Jerry , keruangan ku,"ucap Edgar, tegas.
"Tuan, itu tidak mungkin bisa" kata Juli.
"Apa yang tidak bisa , kamu lihat saja nanti, aku sudah membeli rumah sakit ini"ucap Edgar, sedikit kesal karena terkesan Juli sedikit meragukan kemampuan nya.
"Terserah tuan saja"ujar Juli lagi.
wanita itu hendak pergi, tapi Edgar, tidak mengijinkan nya, dia begitu posesif.
"Tetap lah di sini, sebetar lagi dia akan dipindahkan ke sini"ucap Edgar.
Juli yang sangat jengah dengan sikap Edgar, dia hanya mengepalkan tangannya, ingin rasanya dia memberikan bogem mentah di wajah nya, jangan kira Juli, diam karena takut, tapi dia sedang tidak ingin terus bermasalah.
Juli, duduk di sofa ruang VVIP tersebut, dia tidak ingin melihat wajah Edgar, saat ini karena sangat kesal.
"Mau sampai kapan, wajah mu ditekuk seperti itu, apa kau ingin aku hukum"ucap Edgar tegas.
Juli, langsung terbelalak tak percaya entah apa lagi hukuman yang akan dia berikan saat ini, karena satu hari saja di kurung di dalam Mension, dia sudah sangat kesal karena tidak bisa bertemu dengan Jerry, putra nya yang sangat tampan itu.
"Siapa... yang marah saya hanya sedang diam"ucap Juli sambil melihat ke arah Edgar, mencoba tersenyum walaupun sedikit terpaksa.
"Senyuman terpaksa"ucap Edgar sengaja ingin membuat Juli, kesal agar Edgar, bisa memberikan hukuman pada nya.
namun wanita itu, tidak menjawab nya samasekali dia pura-pura berbaring di sofa tersebut, Juli memejamkan mata nya saat itu juga.
"Siapa yang menginginkan mu tidur di situ!!"seru Edgar, yang langsung membuat Juli terhenyak kaget .
"Tuan, tidak bisa kah aku istirahat sebentar saja, aku sangat lelah"ucap Juli.
"kemari lah tidur lah di samping ku"ujar Edgar lagi.
Juli, hanya menurut saja karena percuma saja dia menolak karena Edgar tidak akan pernah membiarkan dia tenang.
Edgar langsung memeluk tubuh yang terlihat kurus itu, wanita itu sudah berjuang selama enam tahun, untuk putra mereka sampai hari ini, perjuangan nya belum berakhir.
"Tidur lah wanita ku, kamu adalah wanita terpenting dalam hidup ku, setelah dia,dulu aku berpikir tidak akan pernah berpisah dengan nya, sampai akhir hayat kami tapi ternyata, dia berpaling begitu saja pada pria yang selama ini bersama nya, saat dia menjalani pengobatan,rasa sepi nya itu lah penyebab utama perceraian kami, aku tidak pernah menyalahkan nya, karena aku juga ikut andil dalam ketidak bahagia an nya, karena aku terlalu fokus pada pekerjaan ku, setelah dia kehilangan anak nya, anak kami ditambah lagi,cara terakhir pilihan nya untuk memiliki anak dengan cara inseminasi, tidak berhasil karena sebuah kesalahan dokter itu, akhirnya kami benar-benar terpisah jauh,jujur aku sangat mencintai nya, tapi aku tidak bisa menerima pengkhianatan nya terhadap ku,maka dari itu aku aku memutuskan untuk menghapus semua jejak nya,di setiap sudut rumah kami"gumam nya dalam hati, akhirnya mereka berdua tertidur pulas bersama hingga Edgar, tidak tau saat dokter dan perawat lainnya memindahkan Jerry keruangan tersebut, karena mereka berusaha untuk tidak berisik agar tidak membangunkan kedua nya.
__ADS_1