Sugar Daddy

Sugar Daddy
#kedatangan Elena#


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan hampir 24 jam akhirnya Elena,kini mendarat di bandara Sukarno Hatta, dia langsung di jemput sopir nya, dan segera berangkat menuju ke kediaman sang Daddy,di sana ya Edward, memiliki beberapa rumah yang cukup megah selain di Bali , Bandung dan Jakarta, sementara itu letak full house milik Edgardo, berada di pulau Dewata Bali, mereka memang sering berpindah-pindah tempat maklum orang kaya .


saat Elena, datang dia di sambut oleh Edgar,sang kakak yang baru kembali dari Bandung rencana Edgar, dan Anjela, akan pergi ke Bali, untuk menemui Edgardo,sang adik tapi karena Elena, datang dengan kedua anak nya saat ini mereka begitu bahagia dan Ardi dan Ardan yang juga datang ingin segera memeluk keponakan nya itu.


Deasy dan Dony adalah putra Elena dan Wiliam mereka tumbuh begitu cepat walaupun usia mereka saat ini baru menginjak usia dua tahun enam bulan, Edward langsung menggendong kedua cucunya itu dia menitik, Air mata nya saat memeluk kedua nya, bukan tanpa alasan Edward,tau kenapa Elena, kembali tanpa di dampingi oleh suaminya saat ini .


Edward, teringat dengan masalalu nya bersama dengan Soraya, saat dia memiliki istri tua yang ingin menguasai ketiga anaknya itu, Soraya, adalah wanita yang paling menderita saat itu akibat ulah nya yang lemah karena cinta andaikan saja waktu itu tidak terjadi prahara dalam rumah tangga nya, mungkin saat ini mereka memiliki anak lebih dari tiga karena sebelum Soraya kecelakaan dia sedang mengandung anak keduanya hingga janin itu tidak bisa di selamatkan.


"istirahat lah sayang Daddy,tau kamu pasti sangat lelah biar mereka Daddy yang temani ujar Edward."


"iya kak ada kami juga yang menemani keponakan ku yang comel ini"ujar Ardi dan Ardan.


"mommy, apa kabarnya apa dia tau kakak pulang??"ucap Elena, jujur Elena butuh pelukan ibunya saat ini.


"nanti mommy, dan Daddy akan nyusul"ujar Ardi.


"sayang kamu sebaiknya istirahat"ujar Edgar.


"iya kak"jawab Elena, yang langsung menuju kamar milik nya, saat sampai di dalam kamar dia melihat handphone, nya berdering panggilan dari Wiliam.


πŸ“±"sayang kamu sudah sampai?!"tanya Wiliam.


πŸ“±"sudah Wili,baru saja aku tiba di rumah Daddy di Jakarta"jawab Elena.


πŸ“±"maaf kan aku sayang , aku janji akan secepatnya menjemput mu "ujar nya sendu.


πŸ“±"tidak usah khawatir kan kami bertiga akan baik-baik saja, yang terpenting jaga kesehatan mu Wil,maaf kan aku tidak bisa terus berada di samping mu, kuharap dia bisa mengurus mu lebih baik dari ku"ucap Elena,sambil berurai air mata.


πŸ“±"sayang aku mohon jangan pernah katakan itu, aku tidak menginginkan ini, kamu tau itu aku terpaksa harus jalani ini semua,agar usaha ku tak pernah sia-sia, aku mohon pengertiannya, aku mencintaimu dan aku sangat kehilangan mu,I Miss you so much honey"ucap Wiliam.


πŸ“±"Miss you to , aku akan coba untuk bertahan sampai waktu yang kamu janjikan tapi jika semua itu tidak berjalan sesuai rencana, aku terpaksa harus pergi , Wiliam, jika suatu hari nanti itu benar-benar terjadi kuharap kamu bisa lebih bahagia dari sebelumnya"ujar Elena, sambil menutup telepon nya Elena, tidak bisa berkata apa-apa lagi, saat ini dia benar-benar rapuh rasanya takdir begitu menyakitkan.


Elena, pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk milik nya saat ini saking lelahnya dia pun tertidur pulas hingga malam menjelang, dan suara Edgar, membangunkan nya.


"Elena, sayang ayo makan malam dulu kami sudah menunggu mu sedari tadi"ucap Edgar.


"iya kak, kalian duluan saja aku akan mandi terlebih dahulu"ucap Elena.


"baiklah kalau begitu"Edgar, pun turun saat itu juga dia melihat Anjela, istri tercinta nya sedang bercengkrama dengan Deasy , dan Dony.


"sayang, Elena mana??"kata Anjela.


"dia baru akan mandi "ujar Edgar.


"sebaiknya kalian berempat makan terlebih dahulu,biar Elena makan bareng Daddy, saja "ujar Edward.


"kita bareng saja Daddy, tidak akan lama kok"ujar Edgar.


mereka pun memutuskan untuk duduk sambil bercanda dengan sikecil yang sangat aktif, dan tidak berhenti berceloteh.


"sayang, itu tidak boleh di makan,itu kulit nya"ucap Anjela.


"no...momm...ini enak"ujar Deasy dan Dony bersamaan memakan kulit apel.


"no.. sayang itu tidak enak"ujar Edward.


"opah aku mau ini"ujar Dony, yang menunjuk pada majalah, mobil.


"owh cucu opah suka mobil ini biar nanti opah belikan Ok"ucap Edward, dengan senyuman nya.


"sekarang opah"ucap Dony,tak sabar.


"sayang ini sudah malam toko nya pasti sudah tutup"ucap Edward, dengan sabar.


"Daddy, dia hanya minta mobil-mobil an bukan mobil beneran kan??"ujar Ardi.


"tentu saja Sayang, mereka masih kecil belum mengerti dengan mobil "ucap Edward.


"aku kira, Daddy,mau beli mobil itu "ujar Ardan menimpali .


"mobilnya, sudah beberapa hari ini laris terjual dan hanya ada lima di dunia"ujar Edward.


"wow, keren andai saja Daddy, belikan untuk kita"ujar Ardi.


"masih belum cukup di kurang uang sakunya??"ujar Edgar,sambil menatap tajam kearah dua adiknya.


"tidak kak,kami kapok "ujar keduanya, hingga mereka pun tertawa terbahak-bahak, melihat tingkah keduanya saat ini, sementara itu Elena, yang baru saja turun dia ikut bergabung.


"Nah princess, Daddy sudah turun"ujar Ardan.


"Apa sih kalian sedari tadi kayanya lagi bahas yang seru-serunya"ujar Elena, yang kini mencium kedua anak nya itu yang sedang asik makan buah yang di berikan oleh Anjela.


"momm...mau"ujar keduanya.


"buat kalian saja ok sayang, mommy hanya ingin makan malam, kalian langsung bobo setelah ini Ok"ujar Elena, pada keduanya.

__ADS_1


"aku mau tidur bareng Daddy"ucap mereka kompak.


seketika semuanya diam, sampai ketika suara dua orang yang baru datang mengejutkan mereka.


"kalian tidur dengan Omah saja ok sayang"ujar Soraya, dan Elena, langsung menghambur memeluk ibunya itu tangis Elena pecah , saat itu juga.


"momm... Miss you,hiks hiks hiks hiks"ujar Elena.


"Miss you to, Honey, kamu kuat kamu bisa melewati saat ini disini ada mommy, dan kedua Daddy, dan adik juga kakak, Ok, mommy tau ini berat tapi mommy, akan selalu ada untuk kamu sayang mommy"ujar Soraya,sambil memeluk erat putri nya itu mencium seluruh bagian wajah putri nya menyalurkan kekuatan.


"Daddy, Miss you"ujar Elena.


"Daddy, juga rindu kamu putri ku, yang kuat ya Daddy yakin kamu bisa melewati semua ini"ujar Aditya.


πŸŒΉπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉ


satu Minggu berlalu semua nya begitu bahagia termasuk Elena, saat ini dia tidak merasa sendiri lagi , Soraya, selalu ada di samping nya,kini mereka tengah berkumpul di full house, milik, Edgardo, seluruh keluarga memutuskan untuk berlibur, kecuali si kembar, Alisa dan Anisa, yang baru saja masuk universitas, dia tidak bisa berkumpul, karena sebagai mahasiswi baru mereka begitu banyak kegiatan.


tapi ada satu hal yang membuat Alisa, bersemangat saat ini di kampus tersebut Adri, mengajar termasuk di kelas nya.


"Anisa, aku ingin segera akhir pekan aku rindu kak, Elena"ujar Alisa.


"heumm,kak Elena , aku juga penasaran kenapa dia harus menyerahkan suaminya begitu saja ke tangan istri tua nya padahal kakak kita tidak jelek dia bahkan sempurna menurut ku"ucap Anisa.


"ribet ya Nisa , aku jadi takut untuk menikah"ucap Alisa.


"tidak semua orang memiliki jalan hidup yang sama"ujar seseorang yang kini berdiri di hadapan mereka.


"pak, Adri"ujar Alisa.


"kenapa?? heumm, lagi mikirin masa depan ya"ucap Adri.


"tidak kok, iya kan Nisa??"ujar Alisa mengelak.


"ayo makan dulu,ini sudah jam makan siang, aku ada satu kelas lagi, maaf tidak bisa nemenin kamu makan"ucap Ardi, yang kini langsung bergegas menuju kelas lain.


"itu orang gak jelas deh"ujar Alisa.


"tau gak jelas tapi kok, cinta, hahahaha"Anisa, tertawa puas.


"tau ahhhhhh"ujar Alisa,sambil menghentakkan kakinya di lantai, mereka pun menuju kantin.


"ponsel kamu bunyi,tuh di angkat coba"ujar Anisa.


"angkat siapa tau penting kalo ada yang ambil pasti nyesel"ujar Nisa,apaan sih"ujar Alisa makin kesal.


sebuah pesan masuk.


πŸ’Œ"Alis tunggu aku di ruangan jangan pulang dulu cuma dua jam kok,kamu bisa istirahat di sana"pesan Adri.


Alisa, pun terpaksa membalas pesan tersebut.


πŸ’Œ"aku pulang bareng Anisa, udah di jemput kakak pulang sendiri saja"jawab Alisa.


πŸ’Œ"ya udah aku pulang bareng Sania, saja"ujar Ardi memanasi Alisa.


πŸ’Œ"terserah berarti kamu ingin kita berakhir ok fine "ucap Alisa yang kesal.


πŸ“±πŸŽΆπŸŽΆπŸŽΆπŸ“±


tiba-tiba, handphone, milik Alisa berdering panggilan dari Adri.


"angkat Alisa, jangan sampai nyesel"ucap Anisa yang kini tengah menikmati makan siang nya.


πŸ“±"coba kamu ulang lagi"ucap Adri, dengan nada tinggi.


πŸ“±"apa an sih marah aja bisa nya"jawab Alisa kesal.


πŸ“±"Alis... aku serius, tidak pernah main-main dengan kita"ucap nya lagi.


πŸ“±"terus siapa yang bilang main-main"ujar Alisa tidak mau kalah.


πŸ“±"aku tidak suka kamu , bicara yang tidak-tidak, ingat Alisa, sekali saja kamu bicara begitu lagi maka jangan salahkan aku kalau nanti aku benar-benar pergi"ancam Adri.


πŸ“±"terserah kamu saja aku cape"jawab Alisa.


πŸ“±"tunggu di ruangan ku, ingat jangan macem-macem"ucap Ardi,sambil menutup telepon nya, dia pun melanjutkan kegiatan mengajar nya.


"Anisa, seperti nya aku menyerah saja aku tidak bisa mengimbangi sifatnya"ucap Alisa.


"Alisa, kamu hanya butuh waktu percaya deh, lambat-lau n kamu pasti mengerti karakter pasangan mu"ucap Anisa.


"tapi dia tidak bisa bercanda sedikit pun dia selalu serius, lama-lama semua yang aku lakukan akan jadi masalah untuk hubungan kami, aku pindah kuliah saja"ujar Alisa.


"Alisa, jangan lupa Daddy, sudah memberikan mu kesempatan jika kamu menyerah maka Daddy, tidak akan berbaik hati lagi, bisa-bisa kita di kirim ke Hongkong, untuk kuliah di sana"ujar Anisa, mengingatkan.

__ADS_1


"tidak masalah yang penting aku jauh dari es balok itu"ucap Alisa, yang sedang bimbang tersebut.


"heumm, sebaiknya, kamu ikuti apa yang dia minta saat ini besok kita pikirkan lagi jalan keluar nya,ayo habiskan makanan mu, keburu Dingin"ucap Anisa.


Alisa pun makan makanan nya walaupun sudah tidak berselera untuk makan lagi.


"Alisa, aku pulang duluan kamu hati-hati ucap Anisa.


"iya "jawab Alisa, singkat.


Alisa, pun berjalan menuju ruang dosen,milik Adri, saat ini dia tidak memperhatikan sekitar nya, dia langsung masuk dengan langkah gontai dia pun mendaratkan bokong nya di sofa dalam ruangan tersebut.


satu jam sudah dia menunggu namun Adri, tidak kunjung datang, hingga dia memutuskan untuk pergi dari ruangan. tersebut, sesampainya di depan pintu, Alisa, melihat Adri, berjalan berpegangan tangan dengan Sania, tanpa basa-basi, Alisa langsung pergi dari hadapan mereka, Sania, langsung melirik punggung Alisa yang pergi begitu saja, Adri menyusul dan berusaha meraih tangan Alisa,namun Alisa , menepis nya.


"sudah lanjutkan saja kemesraan kalian tidak usah so perduli dengan aku, anggap aku tidak pernah ada"ujar Alisa.


"Alisa, jangan begini kamu salah paham, bisa tidak kamu bersikap dewasa?? aku cape Alisa, aku baru selesai mengajar"ujar Adri sambil menatap lekat wajah Alisa.


"aku memang tidak dewasa, dan dengan itu kamu bisa cari yang lebih dewasa aku lelah aku mungkin tak pernah bisa membuat mu bahagia, dengan sikap ku ini , terserah kamu mulai saat ini lakukan apapun yang kamu mau aku pamit"ujar Alisa,sambil mengusap kasar Air mata nya.


Adri, terus berjalan mengikuti langkah Alisa, dia tidak bicara atau pun berusaha memegang tangan Alisa, karena, saat ini masih di area umum dalam kampus.


"Alisa, tunggu aku di parkiran"ucap Ardi.


"aku bisa pulang sendiri, kamu temani saja dia"ucap nya tanpa menoleh.


"aku tau kamu sedang cemburu, tapi perlu kamu tau aku tidak punya perasaan apapun untuk nya"ucap Adri.


"aku tidak ingin dengar apa pun itu terserah"ucap Alisa,sambil terus berjalan, Adri menelpon seseorang untuk membawakan mobil nya kedepan gerbang rencananya dia akan mengantarkan Alisa, terlebih dahulu setelah itu dia kembali ke kampus untuk membereskan barang-barang nya.


sesampainya di depan gerbang kampus, Alisa terus berjalan keluar gerbang dia hendak mencari taksi yang lewat, tapi tangan nya segera di tarik oleh Adri.


"kamu ngerti bahasa gak sih,"ucap Adri,dongkol .


Alisa, hanya diam , dia sudah cape berdebat.


setelah berada di dalam mobil, Alisa pun berkata.


"Minggu depan aku pindah kuliah, jadi kamu bebas dengan wanita manapun"ucap nya sambil melihat ke arah jendela mobil.


tiba-tiba mobil berhenti mendadak.


"kenapa berhenti"ucap Alisa.


"aku tidak habis pikir, dengan mu kenapa sikapmu seperti ini heuuhh, Alisa, apa aku salah aku hanya minta kamu merubah sikap mu sedikit saja, aku tidak main-main dengan hubungan kita kenapa kamu egois?? heuhhhhh"ujar Adri .


"aku hanya tidak bisa mengimbangi dirimu Adri, kamu itu selalu bersikap dingin, aku bahkan selalu salah di mata mu, aku rasa mungkin kita tidak cocok dan terlalu berbeda kamu itu terlalu sempurna dan aku tidak pantas untuk mu"ucap Alisa, yang kini hendak membuka seat belt,namun tangan Adri, menahan nya.


"kita bicara kan ini baik-baik ok "ujar Ardi yang langsung tancap gas , Adri tidak membawa Alisa ke mension nya tapi dia membawa Alisa,ke apartemen nya.


"kenapa kita kemari, aku ingin pulang"ucap Alisa, namun Adri, tidak menggubris nya dia langsung menggenggam tangan Alisa,sambil terus berjalan menuju unit milik, sesampainya di dalam lift, dia langsung memencet no sepuluh,ya unit milik nya berada di lantai tersebut.


sesampainya di depan pintu apartemen, Adri, langsung membuka pintu nya dengan sidik jari nya.


"ayo masuk"ucap Adri


mereka pun masuk, sesampainya di sana Adri, berjalan sambil menggenggam tangan Alisa, saat ini hingga masuk ke dalam kamar nya.


"kak, untuk apa kita kesini"ucap Alisa, gugup.


"duduk lah"ujar Adri.


Alisa pun duduk dia melihat sekeliling ruangan tersebut, betapa terkejutnya nya Alisa , melihat foto Adri, dengan seorang wanita sedang berciuman dan masih banyak lagi yang lainnya dengan berbagai pose lainnya.


Alisa, langsung menutup mulutnya tak percaya dia pun berjalan keluar dengan terburu-buru, tapi lagi-lagi Adri, mencegah langkah nya.


"kak,minggir aku mau pulang!!""teriak Alisa.


"kenapa Alisa, kamu menyerah karena kamu tau aku sudah memiliki wanita lain di sana"tunjuk Ardi, kearah foto yang terpampang jelas di hadapan nya.


"aku , akan pulang"ucap Alisa.


"dia adalah calon istri ku, yang baru saja meninggal satu tahun sebelum kelulusan mu, itulah kenapa aku berhenti mengajar, dan aku bersikap dingin dengan orang lain, dia adalah wanita pertama pengganti ibu ku, aku mendapat kasih sayang seorang wanita dewasa dari nya, dan karena kesalahan ku yang selalu dekat dengan perempuan lain dia akhirnya bunuh diri, karena salah paham ternyata sikap dewasa nya selama ini hanya untuk menutupi kerapuhan nya dia begitu mencintai ku tapi dia tidak bisa menerima kedekatan ku dengan sahabat ku sendiri atau wanita manapun yang dekat walaupun hanya sebatas kenal, akibat nya di malam itu dia nekad minum racun gara-gara pesan singkat yang salah kirim"ujar Adri .


"minggir kak, aku ingin pulang"ucap Alisa.


"kenapa Alisa, apa kamu ngerasa bersalah karena pesan mu saat itu heuhhhhh iya"ucap Adri.


"kak, aku tidak pernah mengirim mu pesan apa pun,ok aku memang tau nomor ponsel mu dan aku menyimpan nya, tapi aku tidak pernah mengirim pesan terhadap mu"ucap Alisa.


"baiklah lalu ini no siapa??"ujar Adri, yang langsung memperlihatkan bukti pesan tersebut, hingga Alisa, membelalakkan matanya saat itu juga.


πŸ’Œ"kak, Adri aku tau kamu bersikap dingin padaku tapi malam itu terimakasih aku sungguh sangat puas, dan kuharap itu tetap jadi rahasia kita berdua love you"Alisa.


"kak, aku tidak segila itu, aku tidak tahu siapa yang mengirim pesan lewat ponsel ku, yang jelas itu bukan aku demi tuhan kak, bukan aku, aku bahkan tidak pernah tau kamu sudah memiliki kekasih atau belum, aku aku aku mengagumi mu, tapi untuk melakukan itu aku tidak sekejam itu,hiks hiks hiks hiks, aku bukan wanita seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2