Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Terbang ke London#


__ADS_3

sesampainya Ardi,di sebuah rumah megah, yang diketahui adalah tempat tinggal, seorang pengusaha, sukses yang pernah mengirim pesan tersebut, saat ini tapi sayang tidak ada siapapun di sana.


Ya... Aryan, sudah berangkat ke London, pada malam itu juga, dikarenakan ada urusan darurat, saat itu hingga terpaksa dia harus membawa Lala, pergi karena tidak mungkin Aryan, meninggalkan Lala, sendirian, walaupun ada asisten rumah tangga nya.


Ardi, terduduk lemas, saat seorang scurity,memberitahu semua nya, bahwa benar ada seorang wanita muda, yang tinggal di sana selama dua bulan ini, dan wanita tersebut, sedang sakit.


Ardi, pun meminta alamat lengkap, Aryan, saat ini dia akan langsung menyusul nya, tapi scurity tersebut tidak tahu dimana persis nya majikan nya itu tinggal.


sementara itu di Bandung, Reza,kini sudah mulai bisa berjalan, bukan tanpa alasan, keinginan kuat nya, untuk mencari sang kakak, dia juga,di bantu Ardi, lewat bantuan dokter spesialis yang terbaik untuk mengobati Reza, Ardi, membuktikan rasa cinta nya terhadap Lala, dengan membantu adiknya tersebut.


di London Lala, yang di panggil Laras tersebut saat ini tengah merajuk, hanya karena keinginan nya tidak di penuhi,ya Lala, meminta makanan yang benar-benar super pedas, tapi Aryan, tidak mengizinkan nya, saat ini karena takut dia akan sakit perut, Aryan, yang hendak masuk kantor, pagi ini dia langsung membatalkan nya,meski meeting hari ini begitu penting, tapi baginya saat ini Lala, lebih penting bagi nya.


Entah lah ada apa dengan Aryan, saat ini dia begitu merasa Lala, lebih membutuhkan dirinya dan itu membuat hati nya tidak tega.


"Lala, aku minta maaf, semua itu aku lakukan demi kebaikan mu, aku takut kamu sakit perut dan kamu tau bayi mu pasti kepanasan"ujar Aryan, lembut.


"tapi aku ingin itu kak"ujar Lala sambil memeluk erat Aryan, sontak semua itu membuat Aryan , membulatkan matanya, karena selama ini Aryan, tidak pernah mendapat kan pelukan hangat dari, seorang wanita, setelah kekasihnya meninggal dunia, sesaat sebelum pernikahan mereka di langsungkan, bahkan duka itu berkali-kali lipat, saat itu kekasihnya tengah mengandung anak mereka.


"la Laras, baiklah aku akan membawa mu kesana untuk memakan apa yang kamu mau tapi,kurangi level pedasnya Ok"ujar Aryan, yang kini menatap lekat wajah yang kini terlihat tersenyum.


Aryan, pun mengusap puncak kepala Lala, saat ini.


"Ayo, kita pergi dan membeli apapun yang kamu mau"ucap Aryan.


Lala, pun mengangguk dan langsung bergegas menuju pintu keluar bersama dengan Aryan, yang kini menggenggam tangan nya.


Aryan, membawa kunci mobil nya, dan langsung bergegas menuju mobil nya, setelah membantu Lala, masuk.


Aryan, pun menjalankan mobilnya, menuju restoran, yang sempat Lala, lihat malam itu, dengan menu serba pedas entah lah, Lala menginginkan makanan jenis apa saat mobil melewati, sebuah restoran, tanpa Aryan,sadari Lala, langsung meminta berhenti, dia langsung menelan Saliva nya saat melihat papan iklan yang berada di depan restoran tersebut.


"kak, aku mau itu"ujar Lala.


"Baiklah sayang"ujar Aryan, tiba-tiba.


Lala, terdiam seketika, tapi kemudian dia meminta turun.


"baiklah ayo, makan sepuasnya Laras, karena hari ini aku akan memanjakan mu, segeralah sembuh, aku ingin itu segera, sebelum kamu melahirkan"ujar Aryan.


sementara itu di Indonesia, Ardi,baru saja datang dari malang , dia tidak langsung masuk ke dalam kamar nya, dia duduk di sofa ruang tengah sambil membuka ponsel nya, berulang kali, membuka nya, dan menatap lekat handphone, yang berisi foto Lala, yang kini terlihat dengan perut nya, yang membuncit sedang duduk di kursi taman yang sering ia lewati, sebelum pergi untuk melihat proyek pembangunan hotel nya.


"sayang, aku sangat merindukan mu"ujar Ardi , namun tiba-tiba handphone tersebut terlepas dari tangannya karena, Aira, merampas nya saat itu juga, dia melempar ponsel tersebut hingga hancur berkeping-keping ,sontak Ardi, melotot kearah nya.


"mau sampai kapan mas, sampai kapan kamu akan begini,sadar mas aku ini istri mu, bukan patung yang tidak punya perasaan, ingat mas jika kamu tetap seperti ini, aku tidak akan segan untuk mengadukan nya, pada Daddy mu"ujar Aira.


Ardi, hanya menatap nya tajam tanpa berkata apa-apa, dia memunguti kepingan ponsel tersebut, bukan berarti dia tidak mampu untuk membeli nya lagi, tapi dia tidak ingin kehilangan gambar wanita yang sangat ia cintai.


setelah semua nya terkumpul, Ardi, langsung pergi menuju ke luar, dia menyambar kunci mobil sport nya, saat ini dia langsung tancap gas,menuju full house, milik sang kakak, Edgardo, karena hanya tempat itulah yang menjadi tempat ternyaman bagi dirinya.


sebelum, sampai di full house, dia mampir ke tempat seseorang untuk menyuruh orang itu mengambil data di ponsel nya, untuk dialihkan ke ponsel nya yang satu lagi, walaupun sempat hancur berkeping-keping tapi data di dalam nya, tidak terganggu.


sesampainya di full house, dia langsung masuk kedalam kamar yang dulu sempat di tinggali Lala, dia langsung merebahkan tubuh nya di kasur bekas Lala.


Ya,kamar Lala, tidak tersentuh siapa pun, Ardi, meminta kakak, nya agar membiarkan kamar tersebut, untuk ia tempati, padahal di rumah tersebut, dia memiliki sebuah kamar yang sangat nyaman.


Edgardo, hanya tersenyum, karena ia tau adiknya itu saat ini sedang menanggung rindu.


"kak, mau sampai kapan,adik kita seperti ini, kasihan dia bisa gila kalau seperti ini terus"ujar Edgardo pada Elena, yang kini tengah berada di rumah tersebut, tepat nya berkunjung.

__ADS_1


"kita tidak bisa berbuat apa-apa, jika Daddy, tidak mengizinkan nya"ujar Elena.


"aku tau itu, tapi ini sangat serius, kasihan dia, apa kita tidak bisa berbuat sesuatu, tanpa sepengetahuan Daddy"ujar Edgardo lagi.


"seperti nya bisa, tapi saat nanti ketahuan, aku tidak yakin mommy, akan baik-baik saja, Daddy, hanya bisa memaksa mommy, untuk menekan Ardi, saat ini"ucap Elena.


"biarkan kak,biar saja aku mati , dengan begitu Daddy, akan puas"ujar Ardi, yang kini memasuki ruang keluarga tersebut, sambil menggenggam sebuah botol,wine.


"Ardi, jangan berkata seperti itu, kamu itu laki-laki kuat , selama ini bahkan kamu bisa bertahan"ujar Elena.


"aku sudah tidak kuat lagi,kak, andaikan saja, saat ini Lala, sembuh mungkin aku tidak terlalu putus asa, tapi dia sedang sakit, dan putra ku, bersama dengan nya, siapa yang melindungi dia, disaat dia sakit dan membutuhkan sesuatu"ujar Ardi, sambil bercucuran air mata.


"dia sakit kak"ujar Ardi lagi.


"apa kamu tau dia berada di mana??"tanya Edgar yang baru saja sampai.


"dia berada di London, tapi tetap nya entah dimana"ujar Ardi, sambil menenggak minuman tersebut.


"darimana kau tau"ujar Edward.


"seseorang mengirim pesan satu Minggu yang lalu"jawab, Ardi, yang kini memberikan ponsel nya pada Edward.


"Daddy, seperti nya kenal dengan pria ini"ujar Edward.


senyum bahagia pun terbit di wajah Ardi, saat ini dia seperti mendapatkan angin segar.


🌹💖💖💖🌹


satu bulan berlalu dari saat itu, Ardi kini tinggal di Amerika, tanpa membawa Aira, saat ini dia tengah duduk bersama dengan wanita yang teramat ia cintai, semua berkat Edward, yang membantunya menemukan Lala, dan saat ini dengan alasan bisnis, Ardi, tinggal di Amerika, bersama dengan Lala, yang seratus persen dinyatakan sembuh dari sakit nya.


Ardi, saat ini tengah menemani Lala, memeriksa kandungan nya di rumah sakit tersebut, dia begitu bahagia ketika tau putra nya itu tidak hanya satu tapi dua orang putra yang kini berada di dalam kandungan Lala.


"sayang aku sangat bahagia, terimakasih kamu sudah mempertahankan mereka meski pun kamu tengah menderita selama ini"ujar Ardi.


"semua berkat,kak, Aryan, andaikan saja dia tidak menolong ku waktu itu, aku tidak tau apa kita akan bertemu lagi atau tidak, atau mungkin aku, sudah berada di jalan dan keadaan ku, lebih parah lagi"ujar Lala, yang mengenang kejadian lima bulan lalu, menurut cerita Aryan.


"itu tidak akan pernah terjadi sayang aku tak akan membiarkan nya"ujar Ardi.


setelah itu mereka pun langsung bergegas menuju Mension, milik Edward.


sementara itu di London, Reza, tengah di sibukkan dengan pekerjaan nya saat ini,ya... Reza,kini bekerja pada Aryan, lebih tepatnya balas Budi, walaupun Aryan, tidak meminta itu, Reza, saat ini bekerja sebagai asisten Aryan, meski bukan asisten pribadi nya, tapi Reza, saat ini lebih gigih bekerja sambil kuliah, Aryan, juga menyekolahkan nya.


Aryan, adalah seorang pengusaha sukses, tapi sayang kesuksesan nya , tidak bisa di nikmati oleh sang Bunda, yang lebih dulu menghadap Tuhan, dan di saat ia memiliki teman sepi, dan ia adalah wanita pertama yang meluluhkan hati nya, saat itu kemalangan kembali menerpa nya, wanita tersebut meninggal dunia sesaat sebelum ijab Kabul di ucapkan.


dari saat itu dia memutuskan untuk menyendiri, seumur hidup nya, tapi kepedulian nya, terhadap sesama semakin besar.


sementara itu,di dalam kamar,di sebuah apartemen, saat ini Alisa tengah memeluk erat tubuh putri angkat nya itu, dia yang memutuskan untuk menyendiri meski Adriyansah, selalu mengejar nya sampai saat ini, tapi dia tidak kunjung menerima nya,rasa sakit dimasa lalu nya itu .


Alisa, rasanya sudah tidak memiliki perasaan lagi untuk itu saat ini yang ia pedulikan itu hanya masadepan putri nya itu, dan perusahaan nya itu.


Alisa, tidak rela berpisah dengan putri nya itu, karena rencana nya Minggu ini dia memiliki jadwal perjalanan bisnis untuk dua Minggu kedepan.


"mommy, tidak tega meninggalkan mu sayang"ujar Alisa.


tapi putri nya itu, tetap terdiam, karena lelapnya tidur.


saat itu, Alisa, sempat memberikan kesempatan untuk kedua, tapi tiba-tiba Adri, kembali menyakiti nya tanpa sepengetahuan Alisa, Adri, memiliki wanita lain, dan itu diketahui oleh Edgardo, seorang wanita malam yang selalu menemani nya.

__ADS_1


Alisa, menyerah, dia bahkan tidak perduli lagi tentang pria itu walaupun, Adri, mengejarnya mati-matian.


Alisa, pun berangkat ke esokan pagi nya, dengan pesawat pribadi milik Aditya, dia sempat menitikkan air mata, saat meninggalkan putri nya itu, walaupun Soraya, saat itu, meyakinkan putri nya itu, bahwa cucunya akan baik-baik saja, tapi Alisa, yang sangat baik hati merasa sedih mungkin kah itu adalah perasaan seorang ibu untuk putri nya.


sesampainya di London, Alisa, langsung beristirahat di sebuah hotel, yang sengaja di pesan oleh asisten pribadi nya itu, saat ini, sebelum besok pagi dia mendatangi kantor milik Aryan, partner baru nya itu.


Aryan, adalah partner kerja nya Alisa, sudah dua bulan ini mereka bahkan sudah akrab hanya dalam hitungan bulan, hingga, sesekali Alisa, datang mengunjungi Aryan, kota malang.


Alisa, dan. Aryan, hanya berbeda lima tahun, tapi mereka seperti seumuran,saking tampan nya, Aryan, laki-laki yang menentukan hidup menyendiri seperti Alisa.


mereka, bukan takut terluka, tapi mereka tidak ingin membebani hati.


ke esokan pagi nya, Alisa, telah berada di kantor, Aryan, disambut oleh Reza, asisten nya itu.


"halo, nona apa?? kabar nya"ujar Reza, berbasa-basi.


"halo, Reza, seperti nya kamu mulai kerasan tinggal di negara ini"ujar Alisa.


"heummm..."sela Aryan, yang kini tersenyum manis pada Alisa, mereka sudah seperti sahabat.


"kita langsung keruang meeting, atau kemana"ujar Alisa.


"kita keruangan ku dulu"ujar Aryan.


mereka pun pergi menuju ruangan tersebut, sesampainya di sana, Alisa, langsung memberikan beberapa berkas langsung pada Aryan, dia tidak ingin membawa asisten nya, menurut nya akan lebih baik jika masih di kerjakan oleh nya sendiri.


"oh iya bagaimana kabar putri kecil??"ujar Aryan.


"dia baik, saat ini dia sudah kelas dua SD, dan dia adalah anak yang sangat pintar, selalu juara aku sangat bahagia memiliki nya" ujar Alisa.


"tentu saja, Alisa, aku juga sangat ingin melihat putra ku, tapi dia pergi lebih dulu pergi bersama ibunya"ujar Aryan, terlihat berkaca-kaca.


"sabar ya semua itu sudah takdir"ujar Alisa.


setelah obrolan panjang mereka meeting pun, dimulai saking seriusnya, pembahasan meeting kali ini menghabiskan waktu hingga pukul lima sore, bahkan mereka makan siang di ruang tersebut.


setelah selesai dan semua peserta meeting bubar, Aryan, mengajak Alisa, untuk pergi menghabiskan malam bersama dengan mengelilingi kota tersebut, mereka tidak hanya pergi berdua, tapi bertiga bersama dengan Reza.


Reza, seperti nya, sudah tau seluk beluk kota tersebut, saat ini dia sendiri yang mengemudi.


kehidupan Reza, saat ini sudah lebih baik, tuhan mempertemukan nya, dengan pria baik hati, seperti Aryan, yang menolong sesama tanpa pamrih, saat ini.


"Reza, apa kamu tau tempat terindah untuk menghabiskan malam"ujar Alisa.


"tentu saja kak"ujar Reza,ya di luar kantor mereka tidak bersikap formal, karena itu permintaan Aryan, kecuali di kantor.


"dia, sering pergi bareng teman nya, jadi pasti hapal"ujar Aryan.


mereka tiba,di sebuah tempat tepat nya tepi danau yang begitu indah, walaupun keadaan nya di malam hari, tapi di sana sangat ramai.


mereka bersantai di sana, sambil mengobrol santai dan menikmati pemandangan,kembang api yang sengaja pengunjung nyalakan, semua sangat indah, tapi di balik itu, Aryan , memalingkan wajahnya ketika Air mata nya menetes tiba-tiba, saat terkenang masa lalu nya, bersama sang kekasih di yang selalu di habiskan di tempat itu.


Alisa, yang sempat melihat itu, dia langsung merangkul bahu pria itu, dan sesekali menepuk pundak tersebut.


"masalalu itu memang menyakitkan tapi kita tidak bisa berhenti hidup "ujar Alisa, memberikan semangat.


Aryan tersenyum, sambil menyeka sudut mata nya .

__ADS_1


__ADS_2