
Setelah kepergian wanita tersebut Alex , langsung menyuruh para pelayan untuk membersihkan dan membuang barang apa saja yang Aisyah, sentuh saat masuk ke dalam kamar nya.
"Dasar, wanita menjengkelkan "ujar Alex.
"Tuan,mau dikemanakan semua barang ini"ujar seorang pelayan.
"Terserah, yang penting tidak ada lagi di sini"ucap Alex.
"Baik tuan"ujarnya sambil membawa barang-barang itu turun ke bawah untuk di bawa pergi, dari pada di bakar atau di buang lebih baik di kirim ke kampung halaman nya langsung, lewat jasa pindahan.
sementara Alex, yang sudah selesai bersiap untuk pergi,ke acara pesta ulang tahun sahabat nya itu, saat ini dia langsung bergegas menuju mobil nya dan langsung pergi dari kediaman nya.
begitu juga dengan Emeralda, yang kini diminta datang oleh sepupunya itu di hari istimewa nya itu, Emeralda, saat ini disuruh Vanno, untuk bernyanyi, sebagai kado ulang tahun nya.
satu alasan kenapa, Vanno, pulang dari Amerika saat ini adalah ia ingin memperkenalkan wanita yang sangat di cintai nya, dalam pesta ulang tahun sekaligus pesta pertunangan nya, yang akan di hadiri oleh rekan bisnisnya dan para sahabat nya, seperti saat ini,namun Senny, bibi nya tidak bisa hadir saat ini karena harus menemani Edgardo, ke luar negeri.
Emeralda, sudah tiba di gedung, tempat acara Vanno,di adakan ya itu di ballroom hotel milik keluarga nya, yang kemarin dia datangi.
saat ini, bahkan Ketty, pun hadir di sana dengan pria hidung belang tersebut.
Emeralda, hendak melambaikan tangan ke arah Medina, yang juga hadir di sana tapi entah dengan siapa yang pasti saat ini dia tengah bertatapan dengan pria yang pernah bertabrakan dengan nya, saat di kampus.
dia adalah Gideon Alexander, pria itu datang seorang diri, tanpa pendamping di sisinya saat ini, dan satu lagi Erik, yang kemarin diam-diam memperhatikan nya.
Emeralda, tidak ingin memikirkan hal yang tidak penting saat ini wajar bagi mereka untuk datang karena mereka sudah pasti para pebisnis muda atau sahabat Vanno sepupunya itu.
Gideon Alexander, terus menatap lekat ke arah Emeralda, gadis yang mampu membuat siapapun penasaran ingin mengenal nya.
saat, Emeralda, berada di atas panggung setelah menemui, yang kini sedang berulang tahun, akhirnya Emeralda, menyanyikan sebuah lagu yang menyayat hati.
berikut sepenggal lagu yang ia nyanyikan.
(Ketika itu senja jadi sendu
Awan pun me ngabu
kepergian mu
menyisakan luka dalam hidup ku
ku meminta rindu
menyesali waktu mengapa dahulu
tak ku ucap aku mencintaimu sejuta kali sehari
walau masih bisa senyum)
begitu lah kira-kira sepenggal lagu yang kini di nyanyikan oleh Emeralda, yang memiliki bakat bernyanyi seperti sang nenek .yaitu Soraya.
semua orang kini tertuju pada gadis yang memiliki suara merdu tersebut, termasuk Gideon Alexander, dan juga Erik.
ingin rasanya mereka, langsung mendatangi Emeralda, saat itu juga tapi mereka tidak ingin menjadi bahan pergunjingan orang-orang yang kini terlihat mengagumi, Emeralda.
"Cari tahu siapa wanita itu, aku ingin segera mendapatkan, laporan nya"ujar Gideon, lirih terhadap asisten pribadi nya.
sementara Erik, saat ini tengah berdiri di samping mini bar, dia ingin menunggu, Emeralda saat ini dan mencoba menawarkan minuman, yang kini di pegang oleh nya.
saat Emeralda, selesai bernyanyi, dia langsung turun hendak pergi dari tempat pesta tersebut, karena, dia paling tidak suka berada di keramaian, seperti saat ini, kecuali di mall gadis itu sudah terbiasa menyendiri, atau sekalipun bergabung dengan teman-teman itupun terbatas, entah kenapa mungkin sudah terbiasa.
__ADS_1
"Hay.... Emeralda,mau minum"ujar Erik.
"Tidak, terimakasih, aku bawa minum sendiri di mobil"ujar Emeralda, sambil tersenyum.
"Heumm..kukira kamu bersedia"ujar Erik, sedikit merasa kecewa.
"Maaf, sebelumnya anda tahu sendiri bukan alasan nya kenapa"ujar Emeralda, sambil langsung ngeloyor pergi menuju arah pintu keluar, karena saat ini bahkan kedua sahabatnya itu, sedang tidak menghiraukan keberadaan nya .
Emeralda,pamit pada Vanno, dan pria itu pun, mengiyakan saja, dari pada terkena amukan Edgardo, atas ketidak nyamanan putri nya itu.
"Susah sekali jika kamu tidak pernah bisa merubah kebiasaan mu, wahai wanita"gumam Erik lirih.
sementara Gideon, saat ini tengah berjalan menuju parkiran, hampir berbarengan dengan Emeralda, yang kini hampir masuk ke dalam mobil sport,tua milik Soraya, yang kini masih terawat dengan baik.
mobil bersejarah itu, adalah mobil pemberian,opah buyut nya saat itu , saat neneknya Soraya hendak kuliah.
Mata Gideon terbelalak, melihat mobil milik Emeralda yang, kini harganya mencapai milyaran rupiah.
Emeralda, berlalu, dengan kecepatan tinggi dia ingin segera sampai di apartemen nya, rasanya sudah sangat lelah.
ke esokan pagi nya setelah bersiap untuk pergi kuliah, Emeralda, mengganti mobilnya lagi, lagi-lagi mobil sport keluaran terbaru, saat ini Edgardo, memang sangat memanjakan putri nya itu, beruntung putri nya itu adalah anak yang penurut jadi Edgardo tidak pernah kesulitan dalam mendidik nya.
Emeralda, adalah ratu di hati Edgardo, selain istrinya itu, dia begitu bahagia saat mendapat kan seorang putri, baginya wanita adalah sesuatu yang sangat berharga untuk terus ia jaga, seperti saat ini.
berbeda dengan emerald, saat ini dia adalah tipe pria dingin dan tak terlalu suka dengan keramaian,sama seperti Emeralda, tapi emerald, suka mengoleksi mobil baru, dan semua yang menurut nya, bagus harus ia miliki saat itu juga,meski saat ini dia sudah menegang perusahaan, tapi tetap saja untuk membeli semua barang yang dia inginkan harus menggunakan uang Daddy nya itu, dan Edgardo hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah anak laki-laki nya itu.
Emerald, saat ini kuliah S2,di jurusan manajemen bisnis.
kembali ke Emeralda, Gadis itu kini tengah memanaskan makanan, kiriman Edgardo,satu Minggu yang lalu, Edgardo, sengaja menempatkan freezer di apartemen putri nya itu untuk mengawetkan bahan makanan yang ia buat itu.
Emeralda, langsung menyantap nya, saat ini dia benar-benar sudah lapar, walaupun dia sedikit malas untuk makan makanan yang sudah tersimpan lama.
setelah beberapa waktu akhirnya dia selesai belajar Emeralda, langsung masuk ke dalam kamar nya dia ingin berbaring .
hari demi hari Emeralda, lewati,kini dia sudah mulai bisa mandiri, bahkan Emeralda, selalu belajar untuk memasak semua yang sering ia makan dengan arahan dari sang Daddy, yang selalu mengirimkan Vidio tutorial masak, dan vidio tersebut berisi dirinya yang sudah memasak.
🌹💖💖💖🌹
Bandung, saat ini kota tersebut tengah diguyur hujan lebat, disertai angin kencang, saat ini Emeralda, sedang berada di jalan baru pulang kuliah, saat dia sedang berada di lampu merah, saat itu dia kembali bertemu dengan laki-laki yang dingin itu, saat ia pulang kantor.
Alex, membuka kaca mobilnya sedikit menurunkan nya,lalu berkata, "kamu sendirian, tolong berhati-hati lah, cuaca sedang buruk, gimana kalau ikut aku, aku akan mengantarkan mu sampai tujuan"ujar Alex.
Emeralda, hanya tersenyum pada Alex, lalu menggeleng cepat.
setelah lampu hijau menyala Emeralda, langsung tancap gas menuju apartemen nya,di ikuti oleh Alex, yang entah kenapa dia sangat menghawatirkan wanita cantik itu.
Alex, bergegas putar arah setelah memastikan bahwa Emeralda, kembali dengan selamat, saat ini dia juga sebenarnya sudah sangat merasa lelah.
di Mension milik nya, saat ini sedang terjadi Aisyah, kembali berbuat onar saat ini karena ia tidak mendapatkan transferan uang, dari Alex, yang selama ini Alex, selalu memanjakan nya.
"Ada apa??....ini kenapa???..."ujar Alex, kesal.
"Sayang, aku sedang membeli tas baru dan saat aku cek kamu tidak transfer uang nya, padahal, aku sudah berulang kali mengirim pesan"ucap wanita itu.
Alex, hanya menggelengkan kepalanya, merasa semakin benci saja terhadap wanita yang berbeda di hadapan nya saat ini.
"Apa ???..kau tidak punya rasa malu sedikit pun meminta uang kepada ku, yang bahkan tidak punya ikatan apa-apa lagi dengan mu, dan apa??...kau pikir aku akan memberikan semua itu, setelah tau semua niat busuk mu itu, heuhhhhh, sungguh miris wanita yang katanya berpendidikan tinggi, saat ini tengah mengemis "ujar Alex, yang dengan perkataan pedasnya itu mampu menyingkirkan wanita itu dari hadapan nya.
setelah kepergian wanita itu Alex, meminta orang rumah untuk tidak mengizinkan nya masuk ke dalam Mension tersebut.
__ADS_1
Alex pun bergegas menuju kamar nya untuk segera membersihkan tubuh nya yang terasa lengket, setelah beraktivitas seharian di kantor nya .
hari berlalu begitu cepat tidak terasa, saat ini sudah satu tahun berlalu, dan selama satu tahun pula, dia melakukan pendekatan pada Emeralda, namun sayang gadis itu masih enggan untuk kembali mengagumi sosok pria mana pun.
dia saat ini tengah fokus dengan kuliah nya , Emeralda, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan oleh Daddy nya itu, dia akan tetap fokus dengan kuliah nya .
sementara itu. Edgardo selalu memantau keberadaan putri nya, dia tidak ingin ada siapapun berani mengganggu kehidupan putri nya itu.
lain Emeralda lain pula dengan Anisa yang kini tengah kembali ke Hongkong, untuk mengikuti sang suami dan juga kembali mengurus pekerjaan nya yang selama ini di jalankan oleh orang kepercayaan Kenzo, sendiri.
Kenzo, terlalu bahagia saat ini karena telah memiliki putra yang begitu tampan dan lucu,di usia satu tahun dia sudah mulai belajar berjalan, mereka berdua selalu membagi tugas untuk mengurus putra semata wayangnya itu.
Kenzo, bahkan memperketat penjagaan untuk putra nya saat ini, dia tidak ingin ada musuh yang berani macam-macam terhadap putra kesayangannya itu dan jika itu terjadi maka Kenzo, tidak segan-segan akan menghabisi nya.
cinta seorang ayah untuk anak nya kini dimiliki oleh Kenzo, bahkan dia terlalu over protective terhadap Kenzie,si tampan .
sementara saat Anisa , bekerja Kenzo akan mengunjungi ibu dari putra nya itu, setiap hari seperti dulu, bedanya saat ini Kenzo, selalu membawa Kenzie, bersama nya,kalau sudah begitu, Kenzo akan mengambil alih pekerjaan istrinya itu, karena Kenzie, pasti lengket pada mommy nya itu.
seperti sekarang ini, Kenzo, tengah mengerjakan beberapa berkas yang harus ia periksa dan Anisa yang harus, menandatangani nya.
sambil menggendong putra nya itu mengajak putra nya bercanda, dan sesekali Anisa, akan mencium pipi suaminya itu yang tengah fokus dengan pekerjaan nya.
"Daddy, sudah beres belum ,ayo kita makan siang"ucap Anisa .
"bentar lagi sayang,ini tinggal dikit lagi ko, kamu pesan makanan nya saja dulu" ujar Kenzo.
"masalahnya makanan nya sudah datang dari tadi"ucap Anisa.
"Oke... sayang ku, kita makan dulu tapi sebelum itu Kiss me please"ujar Kenzo.
"Daddy, jangan mulai deh. tadi kan sudah"ujar Anisa.
"again"ujar Kenzo, yang kini merangkul pinggang istri nya dengan mesra.
"Iya... tuan Ok, muachh"Anisa langsung mengecup bibir itu sekilas.
dan mereka pun duduk di sofa panjang yang berbeda di ruangan tersebut, Anisa menyiapkan makan di piring suaminya, sementara Kenzo, memangku putra nya, sebelum di duduk kan di kursi khusus bayi.
Anisa dan Kenzo pun makan bersama,sambil mengobrol dengan serius.
"Yank... kamu mau ???.enggak kalau kita pindah ke Paris, aku sudah sangat lama meninggalkan perusahaan ku di sana, kamu tidak usah khawatir dengan keadaan di sini masih ada orang ku, yang akan menangani perusahaan ini"ujar Kenzo.
sontak Anisa,kaget pasalnya Kenzo, tidak pernah bercerita bahwa dia miliki perusahaan di negara tersebut.
"Apa??... Paris, apa aku tidak salah dengar Daddy, kamu punya perusahaan juga di sana??..."ujar Anisa kaget'.
"Iya, sayang aku masih memiliki perusahaan,di negara lain,ada tiga negara lagi, dan selama ini mereka yang menangani nya, aku hanya menerima hasil nya, itu adalah murni hasil kerja keras ku sendiri bukan warisan, turun temurun.
itu akan menjadi milik anak-anak kita kelak, makanya kalau bisa, kita harus memiliki banyak anak ,agar mereka bisa meneruskan perusahaan Daddy nya"ucap Kenzo.
"Sayang kamu nggak lihat putra kita masih kecil, saat ini dan lagi, aku sudah lelah terus menerus pindah negara, aku ingin tinggal dan menetap di sebuah rumah yang nyaman yang bahkan jauh dari kebisingan kota"ujar Anisa.
"Lalu kamu mau tinggal dimana??.. sayang katakan saja"ucap Kenzo.
"Indonesia Daddy, aku ingin tinggal bersama keluarga ku di sana, aku tidak ingin jauh dari semuanya"ucap Anisa.
"Baiklah, setelah putra kita dewasa, nanti kita akan kembali ke sini, tapi sebelum itu izin kan aku untuk membenahi semuanya di sini,agar aku bisa tenang, dan semua akan aman"ujar Kenzo, yang dibalas anggukan kepala oleh Anisa.
Anisa, merasa sangat bahagia, saat ini Kenzo selalu memanjakan diri nya, bukan dengan harta karena sedari awal mereka tidak pernah hidup kekurangan, tapi dengan perhatian dan pengertian, akhirnya yang membuat Anisa bahagia.
__ADS_1
sementara Kenzo, juga merasakan hal yang sama sebagai seorang suami ia merasa sangat di cintai, dan sangat beruntung mendapatkan istri seperti Anisa, yang begitu mencintai nya dengan caranya sendiri.