Sugar Daddy

Sugar Daddy
#kedatangan Wiliam#


__ADS_3

Elena, saat ini tengah berkumpul dengan Edward Edgardo dan Senny,di halaman depan mereka tengah asik berbincang, tiba-tiba Alisa dan Anisa datang saat ini mereka langsung menghambur ke pelukan Edward.


"Daddy,kami datang"ucap keduanya anak dari Soraya dan Aditya,itu sangat menyayangi Edward, dan Edward juga menyayangi mereka semua.


"owh putri Daddy, kapan kalian datang dengan siapa kemari??"tanya Edward yang sudah mencium puncak kepala keduanya, sebagai tanda sayang.


"kami kabur dari rumah , mommy hanya sayang mereka berdua!!"ucap keduanya kompak sambil menekuk wajah mereka yang imut.


"itu tidak mungkin sayang, mommy tidak mungki seperti itu"ucap Edward, dengan sabar menggandeng bahu keduanya membawa mereka dalam pelukan.


"iya aneh mommy, tidak mungkin pilih kasih"ujar Elena.


"ah... terserah saja pokonya aku mau tinggal di sini saja dengan kak, Edgardo"ucap keduanya.


"heumm,adik kakak, yang manis, bagaimana cara nya kalian mau tinggal di sini sementara sekolah kalian sangat jauh dari sini"ucap Edgardo yang kini mengelus keduanya dengan sayang.


"kak, aku gak mau tau pokonya mau tinggal di sini titik!"ucap Anisa.


"baiklah-baiklah coba ceritakan, apa yang terjadi"ucap Edgardo dengan sabar sementara itu Elena, hanya diam tak ingin berkomentar.


"mommy, dan Daddy ingin kami sekolah di Hongkong"ucap keduanya.


"owh ya ampun masasih kalian berdua masih kecil"ujar Edgardo.


"kata mommy, dia akan mengunjungi kami sebulan sekali, dan di sana ada opah sama omah yang akan menjaga kami maleskan aku gak mau jauh dari kalian lagi"ucap Alisa.


"heumm, begitu ya, bagaimana kalau sekolahnya di Amerika saja,di sana ada kak, Edgar"ucap Edward.


"tidak mau Daddy, kecuali kalau kalian semua ikut kami kesana"ucap keduanya.


"heumm, Daddy pasti ikut nganterin kalian berdua"ucap Edward.


"ah Daddy,jahat masa nganterin doang kakak, saja di tungguin Daddy, tinggal selama kuliah masa kami enggak"ujar keduanya.


"heumm, baik'lah Daddy ikut kalian tidak ada salahnya, lagian Daddy, juga harus membantu kakak, kalian disana"ucap Edward.


"tidak pokonya, Daddy, tetap di sini , biar aku yang bicara sama mommy"ucap Elena, tidak setuju, dia sudah tidak ingin lagi kembali ke negara tersebut mengingat Wili, berasal dari sana.


"tapi sayang adik kalian"ucap Edward.


"biarkan Daddy, Aditya yang menemani mereka di sana"ujar Elena, kesal dia masuk ke dalam rumah begitu saja.


"heumm... gimana dong kalo sudah begini kalian lihat kan kakak, Elena, merajuk susah deh untuk di bujuk"ucap Edward.


"maaf Daddy,kami yang salah"ujar keduanya yang nampak sedih.


"sudah tidak apa-apa,biar kakak, nanti yang bicara dengan mommy dan Daddy, kalian istirahat saja kalian pasti laper bukan pergi makan sana"ucap Edgardo mengelus puncak kepala mereka dengan sayang.


"terimakasih kakakku, yang tampan, semoga kalian selalu bahagia"ujar mereka, berdua sambil menyeret koper mereka masing-masing.


Edward, hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah kedua bocah yang baru menginjak remaja tersebut.


"Daddy, merasa heran dengan kakak,mu Elena"ucap Edward.


"heran kenapa Daddy??"tanya Edgardo.


"semenjak kembali dari Amerika, dia selalu murung, kadang juga menyibukkan diri sendiri hingga lupa waktu makan,ada apa dengan dia?"ucap Edward, bertanya-tanya.


"heumm,dadd... mungkin kak, Elena sedang punya masalah"ucap Edgardo, yang pura-pura tidak tahu.


"ya, mungkin karena pekerjaan nya, saat ini dia adalah seorang pengacara, yang begitu sibuk dengan kasus yang dia tangani.


"mungkin juga Daddy"ucap Edgardo,sambil melirik istrinya yang tengah anteng, dengan novel di tangan nya.


"sayang, apa kamu ingin sesuatu??"ujar Edgardo, bertanya pada istri nya.


"aku hanya tidak ingin di ganggu cerita nya sedang seru-serunya Honey"jawab Senny, yang berhasil membuat Edward, tergelak saat ini, tidak biasanya, menantunya berkata seperti itu biasanya dia merengek minta makanan, yang kadang sulit untuk di dapat,lalu setelah itu dia nangis karena berat badan nya selalu bertambah, dan itu perlu rayuan maut dari Edgardo, untuk menghentikan tangisnya.


"Edgardo, sayang biarkan saja jangan di ganggu"ucap Edward


"tapi Daddy, rasanya sangat aneh melihat dia anteng begitu"bisik Edgardo, pada Edward.


"itu tidak aneh sayang,biasa terjadi pada ibu hamil yang mood nya kadang naik turun"ucap Edgardo.


"mungkin juga Daddy,yasudah kita bahas yang lain saja"ujar Edgardo.

__ADS_1


"heumm, bagaimana perkembangan proyek baru itu"ucap Edward.


"masih belum rampung Daddy,ada sedikit masalah dengan lahan tambahan nya, pemilik tanah itu ngotot ingin mempertahankan tanah nya.


"sudah di coba negosiasi yang benar, siapa tau mereka berubah pikiran"ucap Edward.


"ya, mulai Minggu depan aku akan mencoba untuk negosiasi langsung"ucap Edgardo.


sementara mereka berbincang,masalah pekerjaan, Elena, tengah sibuk dengan laptop nya saat ini, dan di kamar lain kedua anak kembar itu tengah tertidur, karena lelah setelah perjalanan jauh .


tiba-tiba, ponsel Elena, berbunyi nyaring, ada telpon masuk dari no,baru.


📱"Halo ini dengan siapa ada yang bisa saya bantu"ucap Elena, sopan.


📱"honey, aku di bandara jemput aku sekarang juga atau aku langsung temui Daddy,mu saja"ucap Wili.


📱"owh ya ampun Wil, kamu benar-benar datang"ucap Elena.


📱"kenapa apa kamu tidak suka"ucap Wiliam dan nada marah nya.


📱"bukan begitu Wili, aku sedang berada di pulau pribadi, Daddy, jadi untuk kebandara saat ini sangat lah jauh, begini saja aku akan menelpon seseorang, untuk menjemput mu di sana dan kamu akan langsung di bawa ke hotel Daddy, aku akan segera ke sana biar kamu tidak menunggu lama, bagaimana"ucap Elena.


📱"tidak aku akan langsung ketempat mu sekarang juga, cepat kirimkan alamat nya"ucap Wili tidak bisa di bantah.


📱"baiklah, Wil terserah saja, aku kirimkan lokasi nya sekarang juga, tapi ingat jangan macam-macam,di sini aku sedang bersama dengan Daddy"ucap Elena, wanti-wanti.


📱"kamu ada apa heuhhhhh, apa kamu tidak pernah mengakui keberadaan ku selama ini"ucap Wili.


📱"Wil, sudah nanti kita bicarakan,kamu sabarlah dan hati-hati di jalan"ucap Elena , mencoba bicara dengan lembut.


📱"tunggu aku disana"ucap Wiliam.


📱"baik"jawab Elena, singkat sambil menutup telepon nya.


Elena, pun turun dan berjalan kelantai bawah, untuk menemui adik dan juga Daddy nya.


"Daddy, Edgardo, sebentar lagi teman ku akan datang, apa boleh dia menginap di sini"ucap Elena, tanpa ragu.


"tapi sayang kita juga harus pulang sekarang juga bukan kah,besok kamu ada persidangan"ucap Edward, mengingat kan.


📱"halo Wiliam, kamu jangan datang ke full house, aku akan segera kembali dengan Daddy, jadi kamu tunggu aku di hotel Ok"ucap Elena.


📱"kenapa, apa kamu tidak ingin bertemu dengan ku, dan sengaja menghindari ku"ujar Wiliam, sedikit menekan kata-kata nya.


📱"Wili, please jangan berdebat, aku beneran lupa,besok Aku ada sidang yang tidak bisa di tunda, setelah sampai di sana aku bahkan segera menemui mu"ucap Elena, lembut


telpon pun terputus Wiliam yang memutuskan itu, Wiliam kesal karena merasa di permainkan.


🌹💖💖💖🌹


setelah sampai di Mension Elena langsung pamit pada Edward, untuk menginap di hotel, dan akan langsung berangkat dari sana besok, Elena, membawa mobil sport milik nya.


sesampainya di hotel, Elena, langsung menuju kamar sweet room yang di pesan nya, untuk Wiliam.


saat melihat wajah Elena, wanita yang sangat di rindukan nya, dia langsung memeluk Elena, dan menghujani nya dengan ciuman penuh Rindu, Elena, hendak menolak tapi tangan kekar itu menahan pinggang dan tengkuk nya, hingga dia tidak bisa mengelak lagi.


"sayang,ada apa hemm, apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi??"tanya Wiliam.


"aku hanya cape "jawab Elena.


"aku hanya ingin mencium mu honey, tapi kamu sudah menujukan penolakan"ujar Wiliam yang tidak terima.


"aku sedang tak ingin berdebat Wil aku mohon"ucap Elena.


"begitu, baiklah-baik, aku pulang saja"ucap Wili yang kini langsung menyeret koper nya, namun tangan nya di tahan Elena.


"Wil, please jangan seperti ini, aku hanya lelah apa aku tidak boleh istirahat, Wili, aku cape"ucap Elena.


Wiliam kembali dan duduk di sofa singgel tersebut.


"maaf kalau aku mengganggu waktu istirahat mu, istirahat lah"ujar Wili,dingin.


Elena,tau Wili sedang menahan amarahnya saat ini.


"Wili, bisa temani aku istirahat, please"ucap Elena, namun Wiliam, tidak bergeming, dia masih duduk tanpa menoleh ke arah Elena, Elena pun menghampiri Wili.

__ADS_1


"maaf jika aku selalu membuat mu kecewa, sebaiknya kamu cari wanita lain saja, aku tidak bisa membuat mu bahagia"ucap Elena, yang kini membawa serta tasnya dan melangkah pergi menuju pintu keluar.


"berhenti, atau aku patahkan kaki mu!!"bentak Wiliam,marah .


"tapi Wili, kita hanya berdebat tidak ada keterangan, lagi aku cape, dan kamu juga tidak akan pernah bahagia dengan semua ini"ucap Elena.


Wili langsung mengangkat tubuh Elena, dia melempar tubuh itu dengan kasar keatas ranjang nya"jangan sekali kali mengatakan itu lagi,atau aku akan menyakiti mu"ucap Wiliam yang kini duduk di tepi ranjang, sementara itu Elena, hanya menatap nya nanar, Air mata nya luruh begitu saja.


Elena, buru-buru mengusap wajah nya agar Wili tidak tau bahwa dia menangis, Elena, langsung membalikkan badannya membelakangi keberadaan Wili.


"besok kita kembali ke Amerika"ucap Wiliam tegas.


"Wiliam, aku tidak bisa ikut, aku masih terikat kontrak"ucap Elena, mencari alasan.


"batalkan kontrak nya, aku akan membayar berapapun dendanya"ucap Wiliam, tegas.


"Wili, aku besok ada persidangan kasus yang sangat besar aku mohon mengertilah, lagian disana ada istri tercinta mu jadi kamu tidak akan merindukan ku"ucap Elena.


"bisa, sekali saja jangan membantah"ucap Wiliam, menatap tajam.


"tapi Wiliam"ucapan Elena, terhenti saat Wiliam, meminta nya untuk berhenti bicara.


"Aku tidak ingin di bantah"ujar nya.


Elena, hanya diam dia tidak tau lagi harus bagaimana bicara dengan pria yang sungguh keras kepala saat ini.


Elena, hanya mencoba memejamkan mata nya saat itu juga, dia malas untuk berdebat, saat ini dia akan tidur untuk menghadapi persidangan besok, yang sangat menguras tenaga dan pikiran.


"sayang kamu sudah tidur"ucap Wili yang sedikit kecewa dengan Elena, dan dia pun langsung berbaring di samping Elena, dan menyelimuti mereka berdua, saat ini Wiliam, hanya memandang wajah cantik yang nampak semakin tirus Wiliam, menyadari satu hal saat ini bahwa Elena,kurusan mungkinkah, karena terlalu banyak pikiran atau tuntutan pekerjaan yang memberatkan nya,Wili mengelus wajah cantik yang kini tengah tertidur dengan tenang.


"sayang aku sangat mencintaimu, aku mohon jangan membantah ku, dan hidup lah dengan ku"ucap Wiliam, lirih.


tiba-tiba, ponsel Wiliam berbunyi, ternyata sang asisten yang mengabarkan bahwa istrinya saat ini tengah keritis dan masuk ruang ICU.


"Baiklah aku akan segera kembali sekarang juga"ucap Wiliam, Elena, yang terbangun karena mendengar suara Wiliam, yang tengah panik saat ini.


"ada apa Wiliam??"ucap Elena.


"aku harus segera kembali, istri ku sedang kritis di rumah sakit"ucap Wiliam,sambil menatap sendu ke arah Elena.


"pergilah, dia pasti sangat membutuhkan mu saat ini"ucap Elena.


"aku ingin pergi dengan mu"ucap Wiliam.


"tidak Wiliam, jangan jadi laki-laki kejam, saat ini dia tengah bertarung dengan nyawa nya, apa kamu tega menyakiti hati nya, dengan membawa ku kesana pergilah, aku akan tetap berada di sini"ucap Elena.


Wiliam, menarik nafas kasar dia langsung mengenakan mantel nya,lalu menghampiri Elena, yang kini berdiri di samping nya, Wiliam, menitikkan air mata nya sambil mendekap Elena, dan mencium puncak kepala nya, jujur saja Wiliam,berat dengan keduanya, tapi Elena ada benarnya juga.


Elena, mengecup bibir Wiliam, agar pria itu bisa berangkat dengan tenang, tapi kecupan itu menjadi ciuman yang sangat lama, karena Wiliam menahan tengkuk Elena, setelah selesai Wiliam, langsung memeluk erat tubuh Elena,namun Elena, menolak .


"sudah jangan lakukan itu, kamu harus segera berangkat hati-hati di perjalanan semoga istri mu cepat sembuh, dan satu lagi jangan putus harapan, yakinlah dia akan baik-baik saja"ucap Elena.


"berikan aku pelukan , aku hanya ingin itu sebentar saja"pinta Wiliam, Elena, pun mengalah dia memeluk pria, tampan itu, dan membenamkan wajahnya di dada bidang Wiliam.


"sayang aku akan segera kembali, jaga diri baik-baik, ingat jangan terlalu banyak pikiran, aku sakit hati, melihat tubuhmu yang mengurus ini"ucap Wiliam, yang kini kembali mencium bibir Elena, dan langsung bergegas menyeret koper nya, tapi dia tetap melirik ke belakang, dia tidak tega meninggalkan wanita yang sangat di cintai nya, tapi di sana ada cinta yang sangat membutuhkan kehadiran nya.


Elena, terduduk menangis di samping ranjang, bagaimana tidak dia harus merelakan laki-laki yang di cintai nya untuk kembali pada pemilik sesungguhnya, sebagai seorang wanita dia tidak tega, harus merebut yang bukan miliknya,maka dari itu dia hanya bisa mengalah dan mencoba untuk menjauh dan melupakan semua nya.


"hari persidangan pun tiba, Elena, tengah sibuk dengan pekerjaan nya saat ini untuk membela klien nya yang sama sekali tidak bersalah, Elena, menangani kasus pembunuhan yang melibatkan cinta segitiga dan klien nya adalah terpidana atas tuduhan pembunuhan tersebut, Elena, yakin dia sama sekali tidak bersalah walaupun dia mengakui sesuatu yang belum pasti kebenarannya.


selama,satu bulan ini Elena, telah berusaha untuk mencari bukti itu seorang diri mulai dari lingkungan keluarga sahabat dan tempat ia bekerja,di sinilah ia menemukan titik terang kasus nya yang tengah ia tangani.


adalah, Ariyanti seorang gadis yang bekerja sebagai office girl,di sebuah kantor, tempat dia bekerja sebelum dia dijadikan tersangka kasus pembunuhan tersebut.


Aryanti, terlahir dari keluarga kurang mampu, dia hanya lulusan, SMA maka dari itu dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih di kantor tersebut, dengan gaji sangat kecil hanya bisa untuk membayar kosan dan makan seadanya kadang akhir bulan dia harus lebih berhemat,atau kekurangan, karena sebagian gaji nya di berikan pada kedua orang tua nya di kampung, itupun hanya lima ratus ribu rupiah per bulan, Aryanti, sudah bekerja satu tahun lebih di kantor tersebut, hingga suatu hari ia terjebak di ruangan CEO, perusahaan tersebut, dan pria yang tengah mabuk berat di dalam ruangan tersebut, dengan buasnya memperkosa Aryanti.


Aryanti, hanya bisa pasrah,kerana sudah kehabisan tenaga untuk melawan dan meloloskan diri dari tempat itu, hingga pagi menjelang saat pria itu tersadar ia melihat Aryanti, tengah menangis sesenggukan pria itu langsung tersadar dan mengingat kejadian semalam, pria yang sebenarnya sangat baik hati itu, gelap mata akibat, minuman keras tersebut, yang di sebabkan karena patah hati kekasih nya ketahuan tidur dengan laki-laki lain.


pria yang bernama Bara itu langsung mensejajarkan diri nya dengan Aryanti dia memohon maaf, karena sudah menodai gadis baik-baik yang baru dua kali berpapasan dengan dirinya di lobi kantor nya.


Aryanti, tidak berkata apa-apa dia hanya bisa menangis dan Bara, pun membawanya dalam dekapan nya sambil terus meminta maaf, Aryanti, pun seketika itu tenang saat Bara berkata akan bertanggung jawab dan akan menikahi wanita itu, dalam waktu dekat bahkan Bara, mengantar dia pulang ke kosan wanita itu, saat itu juga dia langsung memberikan sebuah kartu debit, yang berisi uang sangat banyak,Bara, meminta Aryanti berhenti bekerja, dan mempersiapkan pernikahan nya yang akan di gelar secara diam-diam di kediaman keluarga Aryanti, karena keluarga Bara sudah pasti tidak akan pernah menyetujui pernikahan tersebut, mengingat Aryanti, bukan wanita dari kalangan nya.


satu bulan berlalu dari saat itu, Aryanti, dinyatakan hamil, saat itu ,Bara baru kembali dari luar negeri, untuk urusan bisnis, dia mengundur pernikahan nya, Aryanti, yang sulit mendapatkan kabar, dari Bara, dia langsung bergegas menuju kantor untuk membicarakan tentang kehamilan nya, dan menuntut tanggung jawab Bara, walaupun tanpa Aryanti , minta Bara , sudah akan bertanggung jawab.


sesampainya di sana, Aryanti, mendapati kenyataan pahit, iya melihat sendiri seorang wanita tengah duduk di pangkuan Bara, saat itu walaupun bara tidak merespon keberadaan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2