Sugar Daddy

Sugar Daddy
#kemarahan Wiliam#


__ADS_3

sejak saat itu Wiliam, sering mengamuk tak karuan bagaimana tidak wanita yang baru tujuh bulan ia nikahi menghilang tanpa jejak.


"kamu dimana sayang, aku mohon jangan hukum aku seperti ini"ujar Wiliam.


sementara yang di rindukan nya memakai identitas palsu dia tinggal di Paris bersama dengan Edward, Elena harus berjuang demi kandungan nya saat ini setelah kepergian Wiliam, saat itu Elena, dinyatakan hamil, dan semua itu membuat kesedihan Elena,makin bertambah bagaimana tidak buah hati nya harus tumbuh di rahim nya tanpa di dampingi oleh suaminya itu.


Elena,kini menjadi dosen di sebuah universitas, walaupun tidak setiap waktu mengajar tapi dia akan hadir setiap kali ada panggilan ,itu Elena lakukan karena ia tidak ingin berlarut dalam kesedihan, Elena, juga mengajar di taman kanak-kanak, saat ini karena dia meminta Edward, untuk mengizinkan nya untuk berinteraksi dengan anak-anak , seperti keinginan nya entah kenapa dia begitu suka dengan anak-anak.


Elena, bisa melupakan masalahnya saat dia bersama dengan anak-anak didiknya, seperti saat ini senyuman di bibir nya selalu terpancar setiap kali dia mengajar Edward tak jarang mendampingi putri nya itu, kemanapun ia pergi Edward , tidak ingin membiarkan putri nya pergi sendiri apalagi saat ini dia tengah mengandung cucu nya.


sementara itu di Amerika, Wiliam memutuskan untuk pergi ke Indonesia, diam-diam dia mencari jejak Elena, melalui orang-orang terdekat nya selain keluarga, dia minta bantuan Al Bara, karena dulu dia juga pernah meminta bantuan Wiliam, untuk mendapatkan kembali anak istrinya saat ini.


"apa yang bisa aku lakukan??"ujar Al Bara.


"bantu aku mencari Elena"ucap Wiliam.


"aku tidak bisa membantu untuk hal itu, saat ini karena sangsi yang diberikan oleh Tuan Edward, sangat tegas, tapi jika kamu berusaha keras kamu bisa meminta bantuan Edgardo.


"aku sudah berusaha tapi dia tidak ingin memberitahu ku, apa benar Elena, sudah menikah"ucap Wiliam.


"setau ku Elena pergi saat dia sedang hamil saat itu kabar kecelakaan yang di alami oleh Edward dan Elena, langsung dinyatakan hilang"ucap. Al Bara menjelaskan.


"apa istri mu bisa membantuku??"tanya Wiliam.


"aku tidak tau bahkan putra ku sering menangis tak karuan mungkin karena dia merindukan mommy nya"ucap Al Bara.


"aku tau kasih sayang istri ku,memang sangat besar untuk nya"ucap Wiliam.


"istri ku pun sering menangis, karena merindukan kakak, angkat nya"ucap Al Bara.


"aku tau kunci nya ada di istri mu"ucap Wiliam.


Wiliam, saat ini sedang berada di ruang tamu rumah bara, saat ini sementara Aryanti tidak jauh dari sana dia tengah menggendong putra nya yang tengah rewel, mungkin Elena, sangat merindukan nya saat ini tiba-tiba seorang pelayan memberitahu bahwa ponsel Aryanti,berdering .


"nyonya, panggilan dari nona Elena"ucap nya cukup keras.


bara dan Wiliam, langsung saling menatap dia langsung bergegas merebut posel milik Aryanti, Wiliam, langsung mengangkat telepon nya, saat ini.


"Halo, anak mommy"ucap Elena.


William, terdiam dia tidak ingin mengagetkan istrinya itu dia hanya mendengar kan suara Elena, dia juga mengambil alih Addrian dari Aryanti, dan Addrian, berceloteh sangat bahagia saat mendengar suara yang ia rindukan.


Wiliam, berderai air mata, tangan nya sesekali menghapus air mata nya.


setelah hampir lima belas menit Elena ,pamit, dia bilang akan pergi mengajar saat ini dia bahkan mengatakan bahwa adik Addrian, sudah berusia tujuh bulan dan dua bulan lagi akan lahir, Wiliam, langsung minta anak buah nya melacak keberadaan Elena saat itu juga butuh waktu , dua jam lamanya setelah itu mereka langsung mendapat kan jejak Elena, yang kini ada di Paris.


Wiliam, tidak menunggu lama lagi dia segera terbang ke Paris saat itu juga, Wiliam sudah tidak sabar menunggu ingin segera bertemu dengan, istrinya itu.


"sayang tunggu aku"ucap Wiliam.


sementara itu Elena, dia sedang sibuk mengajar di kampus nya saat ini, dia bahkan baru kembali setelah dua jam , dia langsung , pulang, rasanya sudah sangat lelah.


"sayang, kamu ingin minum sesuatu"ucap Edward.

__ADS_1


"tidak Daddy, aku hanya ingin tidur"ucap Elena.


"baiklah, sayang Daddy, mau istirahat dulu"ucap Edward.


"iya Daddy"ucap Elena.


sementara itu Wiliam, tertidur di pesawat, saat itu mungkin karena terlalu lelah saat ini dia begitu tersiksa selama ini, karena merindukan istrinya.


asisten Wiliam, langsung menyelimuti tuan nya itu, dan saat ini mereka pun langsung meninggalkan tuanya itu di ruang pribadi nya di dalam jet pribadi nya itu.


setelah pesawat mendarat tepat pagi hari, Wiliam, langsung menuju kediaman Elena, dia tidak ingin menunda waktu nya, dia langsung masuk dan membuka pintu dengan kasar emosi nya tiba-tiba, saja menyelimuti dirinya saat ini saat mengingat kejadian semalam tujuh bulan lalu.


"Elena, sayang kamu dimana??"ucap Wiliam.


"Wiliam"ucap Elena,sambil bercucuran air mata, dia memandang ke arah pria yang kini berdiri di hadapan nya, Elena, melorot di lantai tubuhnya seperti kehilangan tenaga untuk berdiri.


"sayang kamu tega ,tega banget aku sangat tersiksa selama ini karena merindukan mu, kamu tau aku hampir mati "ucap Wiliam, yang kini berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan Elena, yang kini tengah menangis di hadapan, Wiliam, langsung memeluk erat tubuh istrinya itu dia menangis, tanpa menghiraukan tatapan para pelayan dan Edward, yang kini berdiri di depan mereka.


"Wiliam, kalian sudah bercerai"ucap Edward.


"tidak Uncle aku tidak pernah menceraikan istri ku dan aku tidak terima dengan perceraian itu!!!"'teriak Wiliam, yang kini masih memeluk istrinya itu.


"Wil, kita berdua sudah bercerai pergilah"ucap Elena,sambil mencoba melepaskan pelukannya Wiliam.


"tidak sayang, tidak itu tidak boleh terjadi apapun itu aku tidak akan terima kamu harus ikut aku sekarang juga"ucap Wiliam, yang tengah marah dia langsung mengangkat tubuh Elena, saat itu juga, dia tidak ingin lagi kehilangan cintanya itu.


Wiliam tidak menghiraukan kemarahan Edward, saat ini dia pergi begitu saja membawa Elena,ke sebuah Mension, yang sudah lama ia siapkan untuk Elena,di negara tersebut, Wiliam bahkan tidak pernah berpikir bahwa Elena akan kabur ke negara tersebut.


cita-cita Wiliam, untuk membawa Elena pergi ke negara tersebut tercapai juga, saat ini dia langsung membawa Elena, masuk ke dalam kamar pribadi mereka, Wiliam langsung menghujani Elena, dengan ciuman yang penuh kerinduan, Elena yang juga merindukan nya tidak bisa menolak suaminya itu.


mereka larut dalam percintaan, saat ini padahal pagi masih pukul sembilan pagi.


Elena, hanya bisa pasrah dia mengikuti keinginan Wiliam, tidak di pungkiri Elena Juga sangat menginginkan belaian suaminya itu.


🌹💖💖💖🌹


siang berlalu kini mereka tengah duduk santai di sofa kamar nya saat ini, Elena , tengah bersandar di dada bidang suaminya.


"sayang, aku minta maaf, aku terlalu sibuk selama dua bulan itu"ucap Wiliam.


"aku mengira kalau kamu sudah melupakan ku, makanya setelah menunggu selama dua bulan itu aku minta Daddy, mengurus perceraian kita, dan selama tujuh bulan ini, aku sudah pasrah, menerima takdir, aku hanya ingin membesarkan anak kita itu saja"ucap Elena.


"apa kamu tau sayang aku mati-matian mencari mu kemana pun, aku begitu putus asa hingga hampir bubuh diri"ucap Wiliam.


"jangan pernah lakukan itu, aku tidak ingin kedua putra kita tidak memiliki Daddy"ucap Elena.


"sayang, apa kamu mencintai ku"ucap Wiliam.


"aku mencintaimu tapi aku tidak bisa memiliki dirimu seutuhnya"ucap Elena , jujur.


"aku hanya milik mu, sayang , aku hanya milikmu, ingat itu jangan berpikir yang tidak-tidak"ujar Wiliam,sambil mencium bibir Elena, mereka pun berciuman hingga akhirnya, mereka pun kembali bercinta.


di kediaman Edward, dia tengah menghubungi kedua anak laki-laki nya saat ini mengabarkan bahwa Wiliam, sudah menemukan Elena, dan kini dia membawa Elena pergi, Edgar hanya menyarakan Edward, untuk membiarkan mereka bersama.

__ADS_1


Edward pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia, saat itu juga dia tidak akan ikut campur urusan Elena, saat ini asalkan putri nya bahagia.


William, mengajak nya untuk pergi ke dokter kandungan, iya ingin melihat kedua putranya saat ini, yang Elena, bilang itu benar, Elena kini tengah mengandung, anak kembar nya yang begitu tampan saat ini Wiliam, sangat bahagia dia bahkan sempat menitikkan air mata,sambil sesekali mencium perut Elena.


"sayang tumbuh lah dengan sehat Daddy, merindukan kalian semoga kelak kalian menjadi anak yang berguna dan bisa menjadi kebanggaan semua nya"ucap Wiliam, lirih.


Elena tersenyum, manis ke arah Wiliam.


"terimakasih sayang, kamu adalah wanita yang sangat sempurna yang sangat kucintai selama ini, aku sangat bahagia memiliki kalian bertiga"ucap Wiliam.


dua bulan berlalu,kini Wiliam,dibantu asisten nya tengah mengurus pekerjaan nya di kantor dia begitu sibuk dengan meeting penting dalam ruangan tersebut, saat ini tiba-tiba, ponsel nya berdering panggilan dari istrinya, Wiliam, langsung menghentikan rapat nya saat itu juga.


📱"Halo, sayang,ada apa apa kamu baik-baik saja??"ucap Wiliam.


📱"Wiliam,perutku sakit seperti nya ini sudah saatnya aku melahirkan"ucap Elena.


William, langsung berlari dari ruangan meeting nya, dan langsung bergegas pergi menuju mension saat itu juga tapi di tengah jalan Elena, kembali menelpon bahwa saat ini dia sudah berada di rumah sakit, bersama pelayan dan asisten nya.


Wiliam, langsung putar arah dia langsung pergi ke rumah sakit, saat ini dia berdoa sepanjang perjalanan menuju tempat tersebut, semoga istrinya bisa kuat saat melahirkan bayi mereka nanti karena Elena, ingin melahirkan secara normal,satu jam perjalanan, saat ini dia sudah sampai di rumah sakit, tapi Wiliam, tidak mendapati, Elena,di ruangan nya, dia sudah berada di kamar rawat inap bersama kedua bayi kembar tersebut, kelahiran bayi tersebut, begitu cepat sehingga Wiliam, tidak sempat melihat proses tersebut.


William, langsung memeluk istrinya yang kini tengah memejamkan mata, setelah kelelahan saat proses melahirkan, setelah itu dia berbalik melihat kedua jagoan nya, dan langsung mencium pipi keduanya, dia menitikkan air mata.


"selamat datang di dunia yang indah ini, sayang Daddy, semoga kalian berdua selalu sehat"ucap Wiliam, yang kini begitu bahagia berkali-kali, dia mengambil potret keduanya, dan Wiliam , langsung memberikan nama pada kedua nya.


"Zayn, Zidane,si sulung Zayn, dan si bontot Zidane,nama belakang mereka adalah Alfaro seperti Daddy nya.


Wiliam Alfaro, Wiliam begitu bahagia saat ini dia langsung meminta suster memasang gelang kaki yang sudah lama ia siapkan nama mereka berdua ada di sana.


"sayang terimakasih, kamu sudah memberikan dua kado terindah untuk ku"ucap Wiliam,sambil mengecup bibir istri nya yang masih tertidur.


setelah dinyatakan pulih pasca melahirkan, Elena, kini sudah di izinkan pulang, Wiliam begitu antusias, saat ini dia tidak pernah mengurus perusahaan semua di serahkan pada asisten nya, saat ini, Elena,lah yang menjadi prioritas utama nya dan kedua anak nya, yang sangat tampan itu.


"sayang, selamat datang di rumah kita, semoga kalian bahagia selalu, bersama dengan Daddy, dan mommy, lihat lah kamar kalian berdua"ucap Wiliam, yang kini memberikan kejutan, sebuah kamar yang sudah di desain khusus, oleh sang ahli, dengan nuansa putih ada dua boks bayi, yang begitu nyaman dan jangan di tanya harga nya, sultan mampu membayar berapapun, asal mereka puas, bukan hanya itu, semua barang-barang seperti mainan ranjang king'size, dan juga sofa bayi dan perabot lainnya, yang akan di butuhkan oleh kedua anak nya sudah tersedia di sana,kamar tertata dengan sangat apik dan menarik bagi siapapun akan sangat nyaman berada di sana.


"sayang, kamu menyiapkan semuanya??"ucap Elena.


"tentu saja Sayang, di sana juga ada tempat tidur untuk kita, saat kita sedang menemani twins z , saat mereka di kamar ini"ucap Wiliam.


"terimakasih sayang ku, aku sangat suka semua ini"ucap Elena, yang kini membaringkan Zayn, dan Zidane, yang ia ambil dari gendongan Wiliam.


Elena, meletakkan keduanya, dengan sangat hati-hati, Karena takut, mereka terbangun dan menangis.


setelah itu dia duduk di sofa bersama dengan Wiliam.


"sayang, apa kamu masih mau di kamar ini,atau kita istirahat di kamar kita, mereka sudah ada empat orang Nanny, yang akan menjaga mereka secara bergantian"ucap Wiliam.


"aku ingin mengurus putra kita sendiri"ucap Elena.


"iya, sayang tapi tidak sekarang, kamu masih harus memulihkan kondisi tubuh mu, nanti setelah benar-benar sehat kamu akan mengurus mereka sepenuhnya,aku janji"ucap Wiliam.


"baiklah, tapi aku akan terus memberikan mereka ASI, bukan susu formula"ucap Elena tegas.


"baiklah sayang kamu hanya boleh memberikan asi setelah itu langsung istirahat kembali"ucap Wiliam.

__ADS_1


Elena, pun mengangguk dan tersenyum setelah itu dia mengikuti langkah suaminya menuju kamar mereka berdua, Elena, dilayani bak putri raja oleh para pelayan dan suaminya saat ini.


__ADS_2