Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Tinggal bersama#


__ADS_3

"Belum, aku periksa apa coba alasan untuk di periksa mungkin saja karena aku kelelahan setelah aktivitas" ujar Soraya.


Aditya kini merangkul pinggang Soraya membawanya ke kamar untuk istirahat karena Aditya takui istri kedua nya itu sakit.


"Hanny, tidak perlu menunggu sakit, harus nya kamu periksa jika ada keluhan terhadap diri mu sayang" ucap Aditya lembut sambil mengecup kening istrinya itu.


"kalo mas cape istirahat lah, aku sedang menunggu pesanan ku datang aku delivery order,sore ini karena lagi pengen makan itu" ucap Soraya.


ya... Soraya tadi memesan rujak mangga muda yang tidak jauh dari jalan masuk villa nya, rasanya Soraya lagi pengen makan itu.


tok...tok..pintu kamar di ketuk dari luar.


"siapa?" tanya Soraya.


"ini bibi,neng di luar ada yang mengatakan rujak katanya pesanan Eneng" ucap BI Ijah.


"sebentar BI ini uangnya!" ucap Soraya sambil memberikan,uang untuk membayar rujaknya.


BI Ijah, pun pergi kembali menuju teras depan villa tersebut dia langsung, mengambil pesanan nona muda nya itu.


tidak lama berselang, BI Ijah kembali dengan kantong keresek dan berisi cup yang penuh dengan rujak nya.


"makasih ya Bi, kebalikan nya simpan aja buat bibi" ucap Soraya sambil tersenyum.


"terimakasih Eneng,memang sangat baik seperti Nyonya saat dia masih hidup" ucap BI Ijah.


"sama-sama,BI doakan saja semoga Bunda masuk surga" ucap Soraya.


"tentu saja neng" ucap BI Ijah .


BI Ijah pun pergi sementara itu Soraya seddang sibuk makan rujak yang di belinya, Aditya yang baru dari kamar mandi, dia syok melihat Soraya memakan rujak mangga muda di jam segini.


"Hanny, jangan makan itu"ucap Aditya.


"kenapa tidak boleh mas aku merasa setelah makan ini rasanya,tubuh ku kembali segar" ujar Soraya.


"kamu harus segera di periksa Hanny" ucap Aditya lagi.


"kenapa mas aku tidak sakit" ucap nya.


"sudah jangan di terus kan makan itu mending kita makan malam saja" ucap Aditya yang mengambil rujak dari, tangan Soraya.


"tapi mas,,, aku lagi pengen makan itu tuh" ucap Soraya yang kini menunduk sedih.


"sayang, aku melarang mu karena takut kamu sakit perut" ucap Aditya lembut.


"tapi itu yang ku inginkan saat ini" ujar Soraya lagi.


perdebatan belum juga,berakhir hingga akhirnya Soraya berlari kedalam kamar mandi, untuk memuntahkan isi perutnya.


"sayang kamu kenapa hemm, sudah ku bilang jangan makan makanan kaya gitu tidak higienis" ucap Aditya yang langsung mengusap-ngusap punggung Soraya.


"mas pergi saja, dengan istri tua mu tidak usah perduli kan aku, dari kemarin-kemarin juga aku begini, masih bisa sendiri" ucap Soraya yang kesal dengan sikap Aditya yang selalu berusaha, mengatur ini itu sesuka hati.


"sayang, kamu jangan bicara begitu, aku hanya ingin kau baik-baik saja" ucap, Aditya.


Soraya, langsung pergi keluar dari kamar sambil bercucuran air mata, dia pergi ke kamar sebelah, tempat ibunya dulu ketika di villa


Soraya, akhir-akhir ini terlalu sensitif mungkin karena beban moral yang di deritanya sebagai istri kedua yang bahkan tidak pernah di akui oleh, mertuanya.


Soraya kini menangis di kamar tersebut ia telungkup sambil memeluk guling, Aditya yang membuka pintu kamar tersebut lalu mendekati istrinya itu,sambil mengelus puncak kepala nya.


"sayang, kenapa dengan sikap mu belakang an ini,ada apa coba ceritakan pada ku agar aku tau apa keinginan mu" ucap Aditya yang masih bersabar.


"mas, kamu jangan sok perhatian deh, aku tau belakangan ini kamu,di mana mas aku mohon cerai kan aku aku tidak kuat dengan semua ini" ucap Soraya.


"hey, Hanny coba bicara jangan terburu-buru begitu, apa aku salah menikahi wanita yang sangat aku cintai" ujar Aditya sedikit lebih tinggi nada bicara nya.


"jelas kamu salah" ucap Soraya.


"dimana salah nya Hanny" ucap Aditya


"karena kamu memiliki istri!!""" teriak seoraya.


"tapi aku sangat mencintaimu dan aku sangat sayang pada mu, aku rela ngelakuin apa aja demi kamu tap ku mohon jangan minta aku untuk meninggalkan mu"ucap Aditya.


"terserah kamu aku cape tinggalkan aku sendiri, aku hanya ingin sendiri" ucap seoraya.


Aditya pun meninggalkan seoraya sendiri di kamar itu dia berkata dalam hati.


"sayang aku tau mungkin beban ini terlalu berat bagi mu tapi aku mohon berjuang lah bersama ku, sebetar saja hanya dua tahun lagi" ucap Aditya lirih


"den, makan malam nya sudah siap" ucap BI Ijah.


"iya bi sebetar lagi saya ke sana" ucap Aditya.


"Hanny, makan lah dulu ini sudah jam makan malam, kamu boleh marah pada ku tapi aku mohon makan lah dulu"ucap Aditya.


"aku tidak lapar kamu saja makan sendiri" ucap seoraya.

__ADS_1


"aku mohon,,, makan lah aku tau pasti perut mu sudah minta di isi, bangun lah aku akan menggendong mu ke sana Ok!!!"


"tidak, aku bisa jalan sendiri"ucap seoraya.


"baiklah Hanny, Ayo bangun dulu, aku bantu ya sayang"ucap Aditya.


"tidak usah aku bisa sendiri" ucap seoraya yang masih ngambek.


soraya pun pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk membasuh muka terlebih dahulu, setelah itu dia langsung bergegas menuju meja makan.


sesampainya di meja makan soraya, langsung duduk, di kursi ter ujung sebelah kanan, setelah itu ia memakan makanan nya, tanpa melirik kearah, Aditya yang sedang kecewa dan saking kecewa nya dia tidak menyentuh makanan nya, saat ini ia pun langsung bangkit berdiri, setelah itu ia pergi baru lah soraya melirik kearah tempat Aditya duduk tadi.


perasaan bersalah pun muncul, soraya pun mengikuti langkah Aditya yang pergi menuju teras belakang tempat tadi ia datang dengan helikopter nya.


"mas mau kemana, kenapa makanan nya tidak di makan?" ucap soraya.


"aku akan pergi saja jika istri ku tidak menerima kedatangan ku, bahkan dia begitu membenci ku padahal selama dua Minggu ini aku sudah berusaha mati-matian untuk menyelesaikan pekerjaan ku di Singapura, dan langsung kesini untuk menemui nya, karena aku rindu tapi ternyata dia lebih membenci ku, baiklah, jika itu yang dia mau aku akan menjauh.


"mas, aku tidak membenci mu, aku hanya benci dengan keadaan ku yang seperti sekarang ini" ucap soraya.


Aditya mematung di tempatnya berdiri kini ia telah menghentikan langkahnya sedari tadi, soraya, jadi ikut-ikutan berdiri di belakang nya.


Aditya menatap wajah soraya kini, ada keputus asa an di wajah nya.


"soraya, aku tidak akan memaksa mu lagi, untuk bisa mencintai ku, tapi aku mohon hidup lah dengan baik, aku akan pergi dari mu jika kehadiran ku menjadi beban untuk mu, mulai saat ini, kamu bebas ngelakuin apa saja dan jika kamu sudah memiliki kekasih di luar sana silahkan lanjutkan hubungan kalian, aku pamit pergi untuk selamanya" ucap Aditya yang kini berbalik kembali dan melangkah kan kaki nya.


tiba-tiba, saja soraya mengejar Aditya dan memeluk nya erat dari belakang.


"mas, aku mohon jangan pernah pergi dari ku, aku sudah merelakan, diri ku untuk semua takdir hidup ku, bahkan aku sudah tidak memiliki apa pun, yang bisa aku bangga kan itu sudah kau ambil, bukan lalu siapa yang akan menerima wanita seperti ku ini"ucap soraya sambil bercucuran air mata.


"maaf kan aku soraya, aku sangat mencintaimu" ucap Aditya.


"kau tidak salah dengan cinta mu itu, hanya saja keadaan yang tidak tepat aku hanya minta waktu, untuk bisa beradaptasi dan berdamai dengan semua ini"ucap soraya yang kini masih memeluk Aditya dari belakang.


Aditya, pun langsung membalikkan badannya dan, memeluk tubuh soraya kembali.


"mas siap memberikan mu waktu tapi mas mohon jangan menyuruh mas pergi dari hidup mu,mas tidak akan sanggup, mungkin saja mas akan bunuh diri saja mas tidak sanggup kalo harus kehilangan mu"ucap Aditya sambil mengeratkan pelukannya.


soraya mendongak kan wajah nya melihat ke arah Aditya, dia langsung mencium bibir Aditya, dengan sangat lembut, dan Aditya yang mendapat kan perlakuan tersebut dia langsung menahan tengkuk istrinya, memperdalam ciuman mereka.


hingga beberapa detik kemudian melepaskan pangutan bibir merah setelah itu soray langsung mengambil nafas nya.


"lanjutkan makan nya,ini sudah larut malam" ucap Aditya.


"aku mau makan berdua, boleh" ucap soraya,


mereka berdua pun, langsung bergegas masuk menuju, meja makan, soraya dan Aditya makan satu piring berdua sesekali mereka saling tatap dan tersenyum.


🌹💖💖💖🌹


malam pun berganti pagi setelah semalam mereka melakukan hubungan intim, untuk pertama kalinya tanpa paksaan tidak seperti waktu, pemerkosaan dulu mereka melakukan itu, dengan penuh gairah dan soraya tidak lagi kesakitan.


"mas, bangun ini sudah pagi apa mas tidak akan kembali ke Mension" ucap soraya.


"mas masih ngantuk sayang,mas tidak akan kemana mana,mas hanya akan tinggal di dekat mu saja" ucap Aditya.


"bagaimana mana kalo istri mas mencari mas lagi" ucap soraya.


"dia hanya butuh uang ku saja dia tidak menginginkan aku, jadi aku bebas pergi ke mana pun" ucap Aditya lantang.


"ya sudah mas bangun dulu aku ada kuliah nanti siang jadi aku harus segera kembali kerumah" ucap soraya.


"morning kiss,dulu Hanny baru aku akan bangun" ucap Aditya manja.


"mas,ok baik'lah, muachhhh" soraya mencium bibir suaminya,namun lagi-lagi di tahan oleh Aditya, hingga beberapa detik setelah hampir kehabisan nafas ia langsung melepaskan nya.


"bernafas Hanny jangan di tahan" ucap Aditya.


"mas jahat, jorok lagi belum gosok gigi juga" ucap soraya, mencabikan bibir nya.


"hemm, Ratu ku ngambek nih ceritanya, seperti nya yang semalam harus di ulang lagi agar, tidak marah lagi" ucap Aditya menggoda soraya.


"mas,,, buruan mandi aku nanti telat malam ya aku harus ke kafe, jadi hari ini jadwal ku padat" ucap soraya.


"berhenti, bekerja di kafe itu sayang uang mu tidak akan habis untuk seumur hidup" ucap soraya.


"mas, aku tidak suka bergantung pada orang lain" ucap soraya.


"aku suami mu jadi sudah seharusnya,aku menafkahi istri ku ok Hanny" ucap Aditya.


"terserah mas, mau bilang apa, pokonya buruan aku sudah terlambat" ucap soraya.


"Hanny, dengarkan dulu aku bicara, jangan lagi bekerja fokus lah dengan kuliah mu kamu hanya cukup melayani ku selebihnya hidup lah seperti wanita lain nya kamu bisa memanjakan diri mu shopping, Atau kesalon hanya itu yang aku mau" ucap Aditya.


"Ok,mas udah dulu bicara nya keburu, terlambat sekarang lebih baik mas mandi, atau aku tinggalkan saja mau" ucap soraya yang sudah tidak sabar.


"baiklah, Hanny, cium lagi biar aku cepat mandi nya" ucap Aditya.


"muachh muachh muachh, sudah sana mandi" ucap soraya yang langsung di turuti oleh Aditya.

__ADS_1


soraya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena melihat tingkah Aditya yang begitu manja pada nya.


tidak sampai, sepuluh menit Aditya sudah keluar dari kamar mandi.


"mas kamu mandi bersih gak sih ko, buru-buru amat" ucap soraya bertanya.


"mandi lah Hanny,aku buru-buru karena istri ku yang cantik ini yang minta" ucap Aditya sambil memegang dagu soraya lalu mengecup bibir nya.


"ayo buruan pakai baju nya, aku tunggu di bawah untuk sarapan"ucap soraya lagi.


"iya sayang tunggu lah"ucap Aditya.


setelah sepuluh menit menit berlalu Aditya kini sudah menuruni tangga dan berjalan menuju meja makan.


"udah seger kan enak ayo duduk makan lah aku sudah buat kan nasigoreng daging, kamu pasti suka" ucap soraya, percaya diri.


"apa pun itu Hanny, asalkan hasil tangan yang cantik ini, muachh pasti enak" ucap Aditya sambil mengecup tangan soraya.


"mas,ini sudah hampir terlambat, jangan gombal deh."ucap soraya.


"aku serius sayang ku" ucap Aditya.


mereka pun memakan sarapannya, Aditya merasa sangat bahagia bisa memiliki istri yang cantik pintar mengurus suami dan tidak lupa multi talenta.


kini mereka sedang dalam perjalanan, memuju rumah, soraya, Aditya sebenarnya sudah menyiapkan rumah mewah lainnya di daerah lain, hanya saja dia butuh waktu untuk membujuk soraya agar mau menempati rumah tersebut.


setelah dua jam pelajaran saking macet nya kini mereka pun sudah sampai di rumah mewah milik soraya.


"owh sampai juga akhirnya, aku sudah sangat lelah ingin tidur rasanya" ucap soraya.


Aditya pun tersenyum sejak kapan istri nya itu bisa mengeluh seperti ini, soraya, langsung naik ke kamar atas dan merebahkan diri nya di kasur.


Aditya menyusul setelah di bantu oleh pelayan rumah tersebut untuk membawa barang-barang nya masuk.


Aditya, langsung ikut berbaring dan memeluk istrinya dari samping ia juga memejamkan mata, nya ikut tertidur,di atas ranjang nya.


pukul satu siang Aditya terbangun setelah merasa perutnya keroncongan, melihat istrinya tidak ada di kamar nya,ia pun turun ke bawah dan bertanya pada pelayan rumah.


"dimana istri ku" ucap nya, bertanya pada pelayan tersebut.


"nona muda, sudah berangkat ke kampus,jam sebelas siang tuan tapi dia sudah menyiapkan makan siang untuk tuan sebelum pergi" jawab sang pelayan tadi.


"baiklah kau boleh pergi" ucap Aditya.


Aditya pun duduk di meja makan,iya mengambil sebuah memo di sana dan membaca nya.


selamat menikmati makan siang suamiku, mudah-mudahan kau suka, maaf aku tidak minta izin, sebelum pergi aku tidak tega membangunkan mu yang terlelap mungkin selama ini kamu kurang istirahat, jadi aku pergi kekampus dulu, muachh,soraya .


Aditya pun tersenyum, istri nya yang masih sangat muda ini begitu perhatian, Aditya semakin mencintai nya, dan ia pun langsung menyantap makan siang, saat ini.sambil sesekali tersenyum sendiri masakan yang lezat itu,sangat memanjakan lidah dan perutnya


Aditya pun langsung menelpon seseorang untuk mengirimkan sebuah mobil sport dengan harga fantastis,ke alamat rumah Aditya,mobil berwarna pink itu sangat lah cantik sesuai dengan harga nya.


soraya pun pulang dari kampus, dia langsung bengong melihat sebuah mobil yang masih berbalut pita, sangat mengkilat.


Aditya tersenyum menyambut nya.


"mas, ini mobil siapa?" tanya soraya.


"apa kau suka Hanny,ini adalah kado pernikahan, untuk mu dari ku" ucap Aditya sambil memeluk istrinya.


"mas ini cantik seksi, aku sangat suka, tapi sebaiknya tidak usah mas ini terlalu mahal buat apa mas buang-buang uang"ucap soraya.


"ini tidak seberapa sayang, aku mampu membelikan mobil ini sampai seratus biji sekali pun hanya untuk istri ku tersayang, coba lah sayang ku ini adalah kado pernikahan sayang ku muachhhh"Aditya lagi-lagi mencium bibir istrinya.


soraya pun langsung masuk ke dalam mobil dan mencoba nya bersama dengan Aditya.


"waww...ini benar-benar the best, thank you Hanny muachh "ucap soraya di akhiri ciuman mendarat di bibir Aditya dan mereka pun berciuman di mobil yang sudah kembali terparkir di, garasi yang luas itu, hingga klakson mobil seseorang, menghentikan ciuman mereka.


Aditya yang kesal pun langsung keluar dari mobil.


"berisik tau"ucap Aditya yang kini melotot ke arah Naya, yang menyengat kuda.


"sorry, tadi gue lewat ngelihat mobil lo di sini jadi,gue berhenti,sambut kek, kali-kali di rumah pengantin baru" ucap Naya yang langsung nyelonong masuk ke dalam rumah soraya.


"hey, Naya yang cantik dan baik hati dan tidak sombong, pemilik rumah belum menyuruh Lo masuk ini maen nyelonong aja" ucap Aditya yang pura-pura marah, pada Naya.


"tidak apa-apa,mas,,, biarkan saja lagian dia juga sahabat mas sendiri" ucap soraya yang kini masuk mengikuti mereka.


"tuh kan ibu Kapolda saja tidak keberatan gue bertamu, kenapa Lo sewot lagian ya Dit... sejak kapan Lo jadi pelit begini Sama gue" ucap Naya.


"sejak Lo ngasih ide yang gak bener,kalo gue harus manas-manasin istri gue, untung aja gue gak ngelanjutin saran Lo bisa-bisa gue gila' karena kehilangan cinta gue" ucap Aditya.


"terus Lo bisa dapat istri tercinta Lo ini bagaimana cara nya" ucap Naya bingung.


"itu rahasia, sudah puas bertamu nya sebaiknya Lo pergi, jangan ganggu gue, yang sedang bahagia" usir Aditya.


"Ok,awas aja Lo minta gue periksa" ancam Naya.


"iya gue lupa sebelum elo... pergi periksa dulu istri gue"

__ADS_1


__ADS_2