
Depresi yang di alami oleh Lala, saat ini mengakibatkan Lala, harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit jiwa, Ardi, sempat menolak semua itu dia ingin merawat Lala, sendiri di rumah, tentunya dengan di bantu oleh dokter spesialis yang handal, tapi keadaan tidak memungkinkan Ardi, harus mengurus perusahaan dan juga bolak-balik ke luar negeri, seperti saat ini.
dengan berat hati, Ardi, harus merelakan wanita yang sangat di cintai nya, tinggal di rumah sakit jiwa, saat ini Ardi , sedang duduk menemani Lala, yang terdiam seribu bahasa, hanya ada tetesan air mata di sudut mata nya.
"sayang, maaf kan aku, jika saja aku bisa aku ingin mengajak mu pergi ke sana, segeralah sembuh, dan ingatlah bahwa aku selalu mencintaimu,kami akan selalu ada untuk mu, apa kamu tidak rindu dengan Reza, kasihan dia saat ini sedang bersedih karena harus berpisah dengan mu, aku tau ini sangat berat tapi yakinlah bahwa akan ada pelangi setelah hujan"ujar Ardi, panjang lebar, dia membawa Lala dalam dekapan nya.
tapi sayang seribu sayang,Lala bahkan tidak merespon semua kata-kata Ardi, dia hanya berurai air mata.
Ardi, sendiri ikut menitikkan air mata, rasanya berat untuk melangkah pergi, meninggalkan ruangan tersebut, hingga suara Lala, terdengar memilukan.
tolong kembalikan adikku, aku belum membahagiakan dia, aku sudah janji akan pergi ke luar negeri, untuk memberikan dia segala nya, tapi kenapa kalian membunuh nya, tolong hidupkan dia lagi,ambil nyawaku saja, hiks hiks hiks ambil nyawaku saja, jika kalian mau jangan Rara dia masih sangat muda, jangan dia!!"teriak Lala, Ardi kembali berlari memasuki ruangan tersebut.
"Lala, sayang hiks, maafkan aku , yang tak bisa mencegah semua ini"ujar Ardi , lirih.
petugas memberikan obat penenang, untuk Lala, saat ini hingga dia tertidur,di pelukan Ardi , dengan posisi berdiri, Ardi , langsung mengangkat tubuh wanita lemah itu ke atas ranjang nya, berkali-kali, Ardi, mengecup kening dan puncak kepala Lala, sambil menitikkan air mata, dia langsung pergi setelah menitipkan Lala,pada dokter yang merawat nya.
malam semakin sunyi,di sebuah rumah sederhana, tepat nya rumah yang baru di belikan oleh Ardi, rumah yang selama ini di kontrak oleh Lala, Reza, tengah menangis di sudut ruangan tersebut, dia tak kuasa menahan kepedihan nya, bagaimana tidak, dia harus kehilangan adik satu-satunya dan kakak, tercinta nya mengalami depresi, dan kini entah bagaimana keadaan nya.
"Ayah,ibu aku sendirian di sini, Rara, pasti sudah bersama dengan kalian, berdua ayah kak Lala, sakit aku harus apa ??, aku sendiri tidak berdaya"ucap Reza, lirih.
Sementara itu, saat ini Ardi, tengah berada di dalam pesawat pribadi nya, dia tidak berkata sedikit pun, hingga asisten nya, memberikan laptop milik nya.
"tuan ini yang anda minta"ujar asisten pribadi nya.
"terimakasih"ucap Ardi , singkat.
"ada lagi yang anda butuhkan tuan??"ujar sang asisten.
"tidak ada terimakasih"jawab Ardi.
saat, Ardi, hendak membuka laptop nya, dia melihat sesuatu yang jatuh dari saku jasnya, Ardi langsung memungut benda, yang sudah satu Minggu,ini ingin iya berikan pada Lala, ya... sebuah kalung berlian yang indah, yang Ardi pesan khusus dari luar, hanya untuk melamar perempuan yang kini tengah tertidur pulas karena pengaruh obat nya.
satu Minggu berlalu, Ardi, belum juga kembali dari Amerika, tempat nya kini melakukan perjalanan bisnis nya , dia bahkan sudah sangat merindukan Lala, namun apa boleh buat semua pekerjaan nya sangat penting untuk di selesaikan.
sementara itu, Reza,di bantu oleh Rido, saat ini dia tengah menjenguk Lala,di rumah sakit jiwa, tempat Lala,dirawat.
saat Reza, datang Lala, hanya menatap wajah adiknya itu, masih tetap sama, tidak satu katapun yang terucap dari bibir nya, Reza, sangat prihatin, saat ini melihat keadaan kakak nya, yang terlihat semakin kurus, Lala yang selalu semangat menjalani hidup,kini tidak terlihat lagi, Reza, langsung menghambur memeluk Lala, Isak tangis tak terbendung lagi, Reza,tak kuasa menahan tangisnya.
"kakak, kenapa semua nya jadi begini, tolong sadarlah, kakak, harus segera sembuh, aku sendiri di rumah apa kamu tidak menyayangi ku lagi, apa hanya Rara,adik mu di dunia ini heuhhhhh,kakak, aku Reza, tolong sadarlah, setidaknya kasihanilah diri mu dan anak mu saat ini, aku tidak ingin melihat kakak, seperti ini,hiks hiks hiks, apa kata ayah nanti dia pasti membenci ku, karena aku adik yang tidak berguna aku tidak bisa menjaga kalian berdua"ujar Reza, sambil menangis sesenggukan.
sementara itu Rido, sibuk menyeka sudut mata nya, dia sendiri tak kuasa melihat keadaan ini.
"Rara"ucap Lala, lirih.
"iya kak, Rara,adik kita dia sudah bahagia di alam sana, dia tidak akan merasakan kesedihan hanya karena hinaan orang terhadap nya, tapi dia akan tetap sedih jika melihat kakak, seperti ini"ujar Reza.
"La, segeralah sembuh di sini kamu tidak sendiri,ada Raza, ada aku dan juga anak mu"ujar Rido, sambil mengelus puncak kepala
Lala.
Lala, hanya menatap lekat wajah Rido.
__ADS_1
sementara itu di Jakarta, keluarga Aditya, dan Aira , saat ini tengah mempersiapkan pernikahan Ardi, dan Aira, Aditya saat ini begitu egois, apa lagi, saat mendengar wanita yang di cintai putra nya itu, saat ini menghuni rumah sakit jiwa.
sementara itu, Soraya, hanya bisa pasrah, Aditya, tidak pernah main-main dengan keputusan nya, hingga tidak ada siapapun, yang bisa membantahnya, saat ini termasuk tiga E bersaudara .
Edward, merasa prihatin dengan kondisi seperti ini, lagi-lagi, hanya karena harta, seseorang bisa melupakan belas kasih.
Sementara itu di rumah sakit jiwa tengah di hebohkan dengan, menghilang nya Lala, saat ini pihak rumah sakit betul-betul tidak ada yang tau dengan kepergian Lala, saat ini.
Reza, dan Rido, berusaha mencari Lala, hingga larut malam namun tidak satu pun orang yang melihat kepergian Lala, saat itu, padahal baru dua hari yang lalu dia menjenguk kakak, nya itu.
Ardi, yang mendengar kabar tersebut, langsung kembali begitu saja, beruntung pekerjaan telah selesai, sembilan hari, sudah Ardi, meninggalkan tanah air, meninggalkan wanita yang teramat ia sayangi, dan saat mendengar kabar tersebut dia langsung bergegas menuju bandara untuk kembali ke Indonesia.
tidak ada seseorang pun yang tau dimana keberadaan Lala, saat ini berhari-hari, mencari kesana kemari, tapi hasilnya nihil, hingga, saat Ardi, terpaksa mengikuti keinginan, Daddy nya itu, saat ia tengah pergi,menuju hotel,di perjalanan, dia melihat wanita yang mirip Lala, dengan keadaan yang memperlihatkan, tapi sayang saat Ardi, akan turun dari mobil, Aditya mencegah nya.
"Lala, sayang benarkah itu kamu, aku mohon kembali lah "ujar Ardi lirih, Ardi tidak sedikit pun membuang pandangannya terhadap wanita yang kini menghilang di balik mobil-mobil yang berlalu lalang.
🌹💖💖💖🌹
dua bulan sudah, Lala, menghilang,itu artinya dua bulan sudah Ardi, menikah dengan Aira, tapi kebahagiaan tidak pernah Aira, rasakan, karena Ardi, menolak untuk tidur atau berkegiatan dengan Aira, layaknya suami istri pada umumnya, Ardi , selalu menyibukkan diri dan sepulang dari kantor, dia selalu berusaha mencari keberadaan Lala.
sementara yang di cari selama ini, dia tengah berada di kota Malang, tepat nya di, sebuah perumahan elit, wanita yang tengah hamil muda itu kini tinggal bersama seorang pria yang menemukan nya, hampir di lecehkan oleh para berandalan di kota Jakarta.
ya Lala, saat itu tiba di kota Jakarta, karena di kira orang yang sedang mencari pertolongan tepat di jalan raya di Bandung, Lala dibawa, oleh seorang wanita yang baru pulang dari perjalanan bisnis, tapi setelah sampai Kota Jakarta, wanita itu baru sadar bahwa wanita yang ia bawa adalah wanita yang mengalami depresi berat, hingga dia tidak ingin ambil resiko dia meninggalkan nya di jalan dan saat malam tiba, Lala hampir di lecehkan para berandalan,di sini lah seorang pria seumuran Ardi, menolong nya dan membawa dia pulang ke kota malang saat itu juga.
Aryan, nama pria tampan tersebut dia begitu iba saat melihat Lala, yang hampir di lecehkan kebaikan hati nya, tidak pernah membeda-bedakan, seseorang yang memerlukan bantuan, apa lagi Lala, yang di ketahui mengalami depresi, saat melihat kondisi Lala, yang masih bersih seperti orang normal lainnya, Aryan,tau keadaan Lala, masih bisa di sembuhkan makanya dia membawa Lala, pulang ke kota kelahirannya.
Aryan, sendiri sebetulnya tinggal di London, saat ini hanya saja dia sedang rindu ibunya, yang sudah tidak ada lagi, hanya saja mendiang ibu nya di makamkan di halaman rumah nya tersebut.
tekad, Aryan, semakin kuat untuk membantu Lala, sembuh, dia bahkan merawat Lala, dengan sangat telaten, bahkan dia sendiri yang menyuapi Lala, makan dan minum obat,di bantu asisten rumah nya, untuk keperluan mandi Lala, dan lainnya.
hingga Lala, berangsur membaik, saat ini dia bahkan sudah kembali mengingat masa lalu nya, sedikit demi sedikit, bahkan Lala , sudah kembali berprilaku normal, hanya saja, jika malam tiba, dia masih sering bermimpi buruk.
Aryan, memutuskan untuk menangani pekerjaan nya dari Indonesia, dia tidak tega meninggalkan Lala, sendirian di rumah tersebut, walaupun ada asisten nya yang membantu, tapi tetap saja Aryan, sedikit cemas terjadi sesuatu pada Lala.
Lala, saat ini di panggil dengan nama Laras, karena Aryan, tidak tahu persis, saat Lala ditanya siapa nama nya.
saat ini Lala, sedang berjalan-jalan di taman, dia di temani Aryan, dan asisten rumah tangga nya Aryan, sengaja membawa Lala,ke sana untuk memberikan suasana baru bagi, Lala siapa tahu dia bisa cepat pulih.
"Laras, apa??kamu suka dengan pemandangan nya"ucap Aryan.
Lala, hanya mengangguk pelan sambil memperhatikan sekitar.
"Laras, aku tau , semua nya mungkin terlalu berat bagi mu, hingga kamu menjadi seperti sekarang ini, tapi kamu harus ingat, tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya, dan aku berharap semoga kamu cepat sembuh, karena aku juga tidak mungkin tetap berada di sisi mu, aku punya tanggung jawab yang besar yang harus aku urus, kalau kau sembuh,ada dua pilihan kau ikut dengan ku atau kembali ke tempat asal mu"ucap Aryan , panjang lebar namun Lala, hanya menatap lekat wajah tampan itu.
"Ardi"ucap nya lirih.
"Ardi, maksud nya Ardi siapa nya kamu"ujar Aryan, bertanya tanpa memperhatikan tatapan Lala,mengarah kemana.
"Ardi"ujar Lala, lagi.
seketika itu Laras berlari menuju ke arah belakang Aryan.
__ADS_1
"Ardi!!!""teriak Lala, yang melihat seseorang yang di kenal nya, namun pria itu telah pergi bersama dengan asisten nya.
"mbok, lihat seseorang"ujar Aryan, bertanya.
"saya bingung tuan di sini terlalu banyak orang"ucap mbok Nah , wanita yang berusia 50 tahun itu.
"Laras, apa ??kamu mengenal seseorang di sini"ujar Aryan.
lagi-lagi, Lala, hanya diam sambil menitikkan air mata.
"kita pulang saja ya, besok kita kembali lagi ke sini"ucap Aryan, lembut Lala hanya mengangguk.
sementara itu, Ardi, saat ini tengah berada di hotel,di kota tersebut, dia akan tinggal di sana untuk dua Minggu kedepan, karena proyek pembangunan hotel milik nya, sebentar lagi akan rampung.
sementara itu Lala,kini telah bersiap untuk makan malam, bersama dengan Aryan, Lala masih dengan kesunyian nya,membisu sambil menikmati makan sambil melamun.
tiba-tiba,di tv sebuah stasiun televisi menayangkan tentang kabar pengusaha sukses, yang ternyata adalah Ardi, dia muncul di layar televisi tersebut, sontak mata Lala membulat, dan berteriak-teriak memanggil nama Ardi, yang muncul saat ini.
"Ardi"ujar Lala.
"ya... dia Ardi, pengusaha sukses, kamu mengenal nya?? dia adalah rekan bisnis kawan ku"ucap Aryan.
"Ardi, anak "ujar Lala, sambil mengelus perut nya, yang mulai membuncit, saat ini usia kandungan nya, sudah masuk lima bulan.
"anak, jangan bilang itu anak"ucapan Aryan, terhenti saat itu juga, dia baru sadar sesuatu, Aryan, langsung mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang.
📱"halo sobat, maaf mengganggu, apa kau masih ingat dengan rekan bisnis mu yang bernama Ardi??"ujar Aryan.
📱"tentu saja, kenapa memangnya??"
📱"boleh minta no, handphone nya, aku sedikit ada perlu"ujar Aryan.
📱"baiklah aku akan kirim kan sekarang juga"ujarnya.
telpon pun berakhir Aryan, langsung membuka pesan yang masuk,itu adalah no, yang di kirim oleh sahabat nya itu, Aryan, langsung menyimpan nya di kontak nya, alangkah terkejutnya nya dia saat melihat profil panggilan milik Ardi, wajah wanita yang ada di hadapannya terpangpang jelas.
"Laras"gumam Aryan.
Aryan, langsung mengirimi pesan pada no tersebut menyertakan foto Lala, saat ini.
Aryan, bertanya pada Ardi, apa dia mengenal wanita yang kini berada di hadapan nya, tapi sayang no sedang tidak aktif, jadi pesan belum di baca.
"Laras, habiskan makanan mu, besok kita akan mencari dia"ujar Aryan, sambil mengusap puncak kepala Lala.
Lala, lagi-lagi hanya mengangguk, dia pun melanjutkan makan malam nya, dan langsung bergegas menuju kamar setelah selesai,di bantu oleh mbok,Nah saat ini.
sementara itu Ardi, yang baru kembali, dari restoran, dia langsung membuka handphone nya, untuk memeriksa pekerjaan nya, tapi dia langsung membulat kan matanya, saat melihat seseorang yang tidak di kenal mengirim pesan berisi foto Lala, yang terlihat sedang menikmati makan malam nya.
saat Ardi hendak menelpon ,no tersebut sudah tidak aktif, Ardi langsung menelpon seseorang untuk mencari tahu tentang kiriman foto, dan kontak tersebut, karena Aryan, tidak hanya mengirim satu foto saja.
"sayang tunggu aku, aku akan menjemputmu, semoga semua nya baik-baik saja"gumam Ardi, lirih, dia sendiri tidak bisa memejamkan mata nya, karena pikiran nya melayang mengingat Lala, dan itu sudah menjadi rutinitas nya tiap malam.
__ADS_1