Sugar Daddy

Sugar Daddy
orang ketiga


__ADS_3

dua bulan sudah Aditya tak ada kabar namun soraya hanya bisa pasrah semua dia serahkan pada yang maha kuasa biar bagaimanapun ia mencoba untuk mempertahankan hubungan nya yang kini lagi-lagi, berada di ujung tanduk soraya , mendapatkan foto-foto tentang suaminya dan juga seorang wanita yang tengah berjalan menuntun seorang anak kecil berjenis kelamin perempuan, dia mirip sekali dengan Aditya.


hati soraya hancur berkeping-keping, ternyata firasat nya selama ini benar, dia lagi-lagi harus merelakan cinta nya untuk orang lain, soraya kini bekerja keras dan untung saja dia tidak jadi menjual semua peninggalan ibu nya, dia juga bekerja di kantor pergi pagi pulang di waktu malam kini Edward dan Rani membantu merawat ketiga anaknya itu, sementara Ardi dan Ardan,di rawat oleh soraya dengan kedua babby sister nya.


soraya selalu mencium kedua putranya itu,sambil meneteskan air mata kesedihan bagaimana tidak sekarang ayah mereka berdua sedang lepas haluan, soraya menangis bukan karena takut kehilangan sosok orang yang di cintai nya, tapi dia sedih karena memikirkan nasib anak nya kedepan nya akan bagai mana.


waktu terus berjalan dan di hidup nya hanya ada rasa sepi, saat ini Edward selalu mencoba menghibur nya dikala weekend datang dia akan mengajak soraya dan dua jagoan nya pergi bersama ke taman hiburan atau sekedar jalan-jalan di taman, Edward dan Rani sepakat untuk, merawat anak mereka bersama-sama, dan kini Rani tengah hamil anak mereka.


"Hanny, apa sudah ada kabar mengenai suamimu"ucap Edward di sela obrolan mereka bertiga soraya yang sedang fokus menyuapi kedua bayi tampan tersebut dia menoleh hanya gelengan kepala yang ia berikan.


"apa perlu aku mencari nya ke sana? ucap Edward menawarkan diri.


"tidak perlu mas, aku tidak ingin mengemis cinta pada seseorang yang sudah jelas meninggalkan aku demi wanita lain"ucap soraya, yang kini tidak bisa menahan lagi deras nya air mata.


"kamu yang sabar ya raya,mbak yakin kamu bisa melewati semua ini"ucap Rani yang kini mengelus punggung soraya yang terisak dalam tangisnya.


"aku tidak tau Mbak mungkin semua ini adalah jalan yang harus aku lalui, seberapa besar pun keinginan ku untuk bisa lepas dari penderitaan, tapi semua itu tidak pernah bisa lama, lagi dan lagi aku harus melewati derita mungkin Tuhan menakdirkan aku untuk itu"ucap soraya.


tiba-tiba kedua bayi nya menangis keras-keras, entah mungkin mereka merasakan kesedihan yang sama dengan dirinya.


Edward pun langsung menggendong satu bayi dan satu lagi soraya yang gendong sambil mengusap air mata nya.


"cup...cup...cup, sayang jangan sedih ya di sini masih ada Daddy Edward yang akan sama-sama menyayangi kalian berdua jadi jangan sedih ya sayang ku"ucap Edward tiba-tiba bayi itu diam mungkin dia merasakan ketulusan hati Edward.


"seperti nya, dia tau orang yang tulus menyayangi nya mas"ucap Rani.


"ya seperti nya begitu"ucap Edward tersenyum pada Rani.


sementara itu ketiga anaknya yang kini sedang bermain permainan di zona balita mereka begitu antusias, bermain di temani tiga orang kepercayaan Edward yang bertubuh kekar itu mereka bisa bersikap lembut pada ketiga nya.


"mas, maaf aku tidak bisa lama nungguin anak-anak, bermain aku masih punya pekerjaan di rumah yang harus segera di selesaikan aku pulang dulu ya mas mbak..."ucap soraya pamit pada kedua nya.


"tidak apa-apa, mereka ada kita berdua yang menjaga nya kamu hati-hati di jalan ya"ucap Edward.


"makasih mas, mbak kita pulang dulu"ucap nya sambil bergegas mendorong kereta bayi menuju pintu lift.


sesampainya di parkiran soraya di bantu oleh supir pribadi nya, memasukkan stroller ke dalam bagasi setelah kedua nya di tempat kan di jok samping dengan desain khusus untuk bayi kembar,mobil pun melaju menuju rumah soraya saat kecil dulu ternyata kepulangan nya merupakan sebuah firasat bahwa rumah tangga nya di ambang kehancuran.


soraya pun sampai di Mension tersebut dan di sambut oleh para pelayan dan juga pengasuh kedua putranya itu, mereka mengambil bayi kembar itu masing-masing satu dan soraya melangkah menuju tangga iya ingin bersih-bersih badan yang terasa sangat pegal dan lengket.


sesampainya di dalam kamar, dia langsung masuk kedalam kamar mandi, dan mengisi air di bathtub untuk merendam tubuhnya, hampir tiga puluh menit dia berendam di bathtub rasanya malas untuk keluar dari dalam sana tapi dia tidak boleh terus menerus ada di sana jadi dengan gontai berjalan menuju ruang shower untuk membersihkan tubuh nya yang di penuhi oleh busa beraroma terapi.

__ADS_1


setelah selesai mandi kini soraya mengeringkan rambut nya, dan berganti pakaian dia bahkan malas hanya untuk sekedar mengoles krim pelembab kulit wajah nya, dia langsung duduk di sofa singgel yang ada di balkon tersebut.


tiba-tiba dering ponsel pun berbunyi soraya pun tidak ingin menerima panggilan telepon tersebut entah siapa yang menelpon nya tengah hari begini.


tapi dering ponsel itu seakan tidak ingin berhenti soraya pun mengalah iya melangkah kan kaki nya ke dalam kamar nya tepat di atas nakas ponsel nya terus berdering.


"πŸ“±hallo,"ucap soraya tanpa melihat nama pemanggil nya.


"πŸ“±hallo Sayang apa kabar"ucap seseorang di sebrang telpon sana.


"πŸ“± untuk apa menelpon"ucap soraya dingin.


"πŸ“± sayang,ko.. jawaban mu seperti itu, apa kamu tidak kangen aku"ucap Aditya.


"πŸ“± apa gunanya kangen dengan pria yang sudah berhianat"jawab soraya dingin.


"πŸ“± Hey, sayang apa maksud mu aku di sini kerja sayang mana mungkin aku menghianati cinta kita"ucap Aditya sedikit gelagapan.


"πŸ“± heeuh... kerja hingga lupa dengan anak dan istri selama enam bulan tanpa kabar yang di kirim hanya bukti perselingkuhan kalian berdua, sudah lah tidak perlu berbasa-basi, aku sedang menunggu surat cerai yang akan kau kirim kan"ujar soraya sambil menutup telepon nya.


dering ponsel pun kembali tidak hentinya soraya pun mematikan ponsel nya saat ini dia terduduk lemas di lantai air mata nya begitu deras mengiringi kepedihan nya saat ini.


dua hari berlalu dari saat itu malam ini soraya lembur di kantor setelah kedua pengasuh nya pulang membawa kedua putranya kerumah nya di antar sopir pribadi nya, soraya terus fokus pada laptop nya saat ini dia hanya sendiri tanpa ada asisten yang menemani dia tidak ingin membebani kedua nya dengan pekerjaan nya yang harusnya di lakukan esok hari.


πŸŒΉπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉ


satu bulan berlalu dari saat dia mendapat telpon dari Aditya kini soraya tengah meeting di sebuah restoran mewah bersama klien nya dari Eropa, saat soraya tengah sibuk membahas tentang kerjasama yang kini sudah di sepakati tiba-tiba ia melihat suaminya dengan keluarga besarnya tengah makan siang di restoran yang sama dengan nya, terlihat nyonya Atmaja tengah mengelus akan kecil berusia sekitar dua tahun lebih, saat ini dia langsung berdiri dan mohon diri pada klien nya itu.


soraya menghampiri mereka dan begitu terkejut nya nyonya Atmaja dan juga Aditya dia langsung berdiri dan menatap ke arah soraya.


"ternyata begini yang aku dapat kan dari kata cinta palsu yang aku kira sungguhan hebat aku salut untuk kalian semua, semoga selamanya bahagia dan tidak akan mengalami apa yang saat ini aku rasakan"ucap soraya sambil menatap kearah mereka semua .


"Hanny, dia siapa kenapa bicara tidak jelas, apa kalian saling kenal"ucap wanita itu sambil merangkul suaminya posesif.


"tidak kami tidak saling kenal maaf nyonya aku salah orang"soraya pergi begitu saja berlari tanpa ada satu orang pun menghentikan nya, Air mata nya tidak terbendung lagi, soraya pun melakukan mobil sport nya yang setia menemani nya dahulu dengan kecepatan tinggi beruntung siang itu jalanan lengang hingga dia cepat sampai di Mension nya.


"tuhan, kenapa rasanya sesakit ini kenapa harus lagi, aku mengalami ini apa aku tidak punya hak untuk bahagia apa terlu besar dosa-dosa ku hingga sekejam ini hukuman yang kamu berikan"soraya terjatuh di lantai dia menepuk-nepuk dadanya yang begitu sakit hingga sulit untuk bernafas, soraya pun pingsan tidak sadarkan diri, beruntung Alex datang setelah sekian lama hidup di luar negeri.


saat itu juga Alex membawanya kerumah sakit, soraya mengalami serangan jantung dadakan,mungkin karena sudah terlalu menyakitkan, untuk nya hati siapa yang akan tahan bila melihat semua kebenaran tersuguh di depan mata nya, saat itu.


dusta orang yang di cintai nya, saat ini begitu melukai hati nya, Aditya dengan tega nya menghianati cinta nya, ternyata selama dia menikah dengan soraya dia juga memiliki wanita lain,di Hongkong sana.

__ADS_1


begitu pandai nya seorang Aditya menutupi kebusukan nya selama ini bahkan tidak pernah sekalipun tercium oleh nya, sedari dulu, wanita itu mengandung tepat setelah satu bulan dia menikah, saat itu Aditya melakukan perjalanan bisnis nya,ke Hongkong,di sana lah dia menjalin hubungan nya dengan sekertaris pribadi nya.


sudah hampir tiga hari soraya, tidak sadarkan diri Edward dan Rani pun kini ikut menunggui nya di rumah sakit tersebut, hingga saat soraya membuka mata, nya saat ini dia melihat pria yang telah menyakiti hati nya berada di sebelah nya, soraya pun kembali meneteskan air mata, dia bergerak membelakangi Aditya.


"sayang kamu sudah sadar"ucap Aditya lembut.


soraya tidak menjawab sedikit pun saat ini, sampai Alex datang dia meminta Aditya keluar, Alex begitu marah saat melihat Aditya saat ini.


"untuk apa lagi kau kemari pergi lah jangan ganggu adikku lagi, sudah cukup kau dengan tega nya menyakiti dia untuk kedua kalinya"ucap Alex geram .


"aku suaminya aku berhak ada di sini"ucap Aditya.


"hak mu sudah hilang saat kau menghianati nya, selama ini,pantas saja adikku minta kembali ke Mension lama ternyata firasat nya adalah kenyataan pahit yang lagi-lagi harus di jalaninya ku kira dengan kembali nya dia pada mu dia akan bahagia tapi nternyata aku salah"Alex kini mengusir paksa Aditya, dan Alex juga berjanji akan segera membuat gugatan cerai ke pengadilan dengan soraya setelah dia pulih.


Aditya sangatlah menyesal dia bahkan tidak melakukan apapun saat ini dia berada di club malam, menghabiskan berbotol-botol minuman.


sementara itu nyonya Atmaja, juga sedang merasa sedih atas sifat plin-plan nya selama ini, sebenarnya dia tau kalau putra nya sudah memiliki wanita lain saat itu tapi dia tetap bungkam hingga kepergian Aditya saat itu.


Aditya pulang ke Mension milik ibunya saat ini dia langsung di sambut oleh istrinya yang dia nikahi,dua tahun lalu, setelah pernikahan nya dengan soraya.


"Hanny, kamu kenapa ko pulang-pulang mabuk"ucap Mira.


Mira, adalah sekertaris pribadi Aditya saat itu saat dia memutuskan untuk pergi ke Hongkong demi melupakan cinta nya pada soraya, awal nya hubungan mereka mutlak hanya sekedar asisten dan juga bos, tapi setelah Aditya memutuskan untuk kembali ke pada soraya dia menjebak Aditya di hotel saat itu satu Minggu sebelum keberangkatan nya.


Aditya yang di tuntut untuk bertanggung jawab atas kesalahannya di malam itu dia hanya diam tak menjawab dan meninggalkan Mira di sana, dia pun akhirnya menikah dengan soraya hingga beberapa bulan berlalu, saat Aditya memutuskan untuk kembali ke Hongkong dengan alasan perjalanan bisnis pada saat itu dia menikah dengan Mira yang sudah hamil empat bulan.


sebenarnya Aditya begitu menyesal hingga dia kembali dan akhirnya soraya pun hamil setahun kemudian, dengan sering nya bolak-balik, Indonesia Hongkong Aditya juga, merawat anak nya dengan Mira tanpa kekurangan apapun, hidup nya selalu di penuhi oleh Aditya tidak seperti soraya yang selalu hidup mandiri walaupun dia juga di berikan hak yang sama.


hingga Pucak nya enam bulan yang lalu anak dari Mira dan Aditya mengalami sakit' parah yang mengharuskan nya melakukan operasi cangkok tulang sumsum belakang,ya dia mengalami sakit kanker darah.


itulah kenapa Aditya bilang kalau urusan nya tidak bisa di tunda saat itu dia pergi dengan berat hati meninggalkan wanita yang di cintai nya,itu tapi Aditya juga tidak ingin melepaskan Mira secara Mira juga punya keturunan dari nya saat ini.


kini soraya sudah kembali ke Mension, miliknya dia begitu Rindu dengan kedua jagoan nya, dan juga tiga anak dari Edward, saat ini mereka tengah berkumpul, Alex yang setia mendampingi adiknya itu dia tidak pernah jauh dari mereka berenam kelima anak dan juga soraya selalu jadi prioritas utama nya.


sampai tiba, waktu petang Alex membantu menidurkan bayi laki-laki tersebut di kamar soraya.


"Raya, Kakak pulang dulu, besok kakak kembali lagi"ucap Alex.


"kenapa harus pulang ka,kamar mu masih rapi seperti dulu dan ini masih rumah mu, aku mohon jangan tinggalkan aku, aku tidak punya siapa-siapa lagi"ucap soraya sambil menunduk.


"baiklah sayang kakak, tidak akan pernah meninggalkan mu, kita akan selalu bersama melewati hidup ini"ucap Alex yang memutuskan untuk pindah ke Mension itu lagi seperti dulu saat usia nya dua belas tahun.

__ADS_1


__ADS_2