
setelah Elena kembali dari kediaman Edgar, saat ini dia langsung masuk ke dalam apartemen nya tanpa curiga, dia langsung masuk begitu saja, saat sampai di dalam keadaan ruangan gelap dan Elena langsung menyalakan saklar lampu, saat lampu menyala dia kaget melihat pria yang di cintai nya kini tengah menatap tajam kearah nya,sambil duduk tegap di sofa.
"Wili!!""pekik Elena.
"kenapa apa aku tidak boleh lagi kemari"ucap Wili.
"Wiliam, aku tidak mau dengar apa pun saat ini aku sangat lelah terserah kamu mau ngapain di sini tapi aku mohon jangan ajak aku untuk berdebat aku sangat lelah"ujar Elena,sambil berlalu pergi menuju kamar nya.
"Elena, berhenti"ucap Wili, yang kini langsung berdiri dan berjalan menghampiri Elena, dan langsung memeluk nya.
"Wil, lepas"ucap Elena.
"tidak akan, sebelum kamu mencabut kata-kata mu pagi tadi"ucap Wiliam.
"Wiliam, aku serius dengan semua itu, aku tidak ingin menjadi orang ketiga di antara kalian, kamu cukup bahagia dengan istri mu, dan selamanya akan tetap begitu"ucap Elena, berusaha melepaskan diri.
namun Wili, tidak kunjung melepaskan Elena, dia makin mempererat pelukannya, Elena pun mengeluh karena sesak nafas dengan pelukan erat nya Wiliam.
"mau sampai kapan, kamu egois seperti ini Wili, aku mundur demi kebaikan bersama"ucap Elena.
"kamu yang egois, kamu tidak memikirkan perasaan ku, kamu mikirin diri kamu sendiri, kamu wanita egois"ucap Wili mengamuk dia menendang meja yang ada di hadapannya hingga terbalik dan semua nya berantakan tak karuan.
"stop Wiliam, cukup, sekarang aku tanya apa kamu mencintai dia, apa kamu sanggup jika harus melepaskan nya"ucap Elena,tegas.
"kamu boleh minta apa pun, tapi jangan pernah menyuruh ku, untuk itu, aku tidak sanggup jika harus kehilangan keluargaku"ucap Wiliam.
"maka dari itu kita berpisah saja, aku tau kamu tidak akan pernah mau melakukan itu karena cinta mu yang begitu besar"ucap Elena,sambil pergi menuju, tangga dia hendak ke kamar nya, Namun Wiliam, mengikuti nya dengan cepat.
"Elena, aku minta Cabut kata-katamu itu aku tidak akan pernah melepaskan mu"ucap Wiliam.
"hari itu tetap akan terjadi, pada kita maka lebih baik dari awal saja"ucap Elena.
"tidak.....!!! Elena, aku bilang tidak ya tidak kamu dengar itu gak sih"ucap Wiliam, yang kini langsung mencengkram bahu Elena.
"aku tidak perduli"ucap Elena, yang kini membuang pandangannya ke arah lain.
Wili, langsung mengangkat tubuh Elena, keatas ranjang dia melempar nya begitu saja hingga sampai Elena, menjerit keras karena kaget.
"AW... Wili, apa-apa an kamu"ucap Elena.
"aku akan melakukan hal yang seharusnya"ucap Wili, yang langsung melepaskan pakaian Elena, dengan paksa, Elena, menjerit minta di lepaskan.
"Wili, jangan macam-macam, aku akan menuntut mu di pengadilan jika kamu berani melakukan hal itu, Wili, lepas"ucap Elena, dengan Isak tangis nya, namun Wili , hanya diam tak mau menggubris ucapan Elena, yang kini meronta minta di lepaskan.
"Wili, aku mohon jangan lakukan itu, aku mohon, jika kamu melakukan itu aku akan bunuh diri"ucap Elena.
"kamu, yang meminta nya Elena, aku sudah cukup bersabar selama ini, menghadapi tingkah mu, kamu bahkan kembali ke Indonesia tanpa seizin ku"ucap Wiliam, yang masih di bakar emosi,sambil melepaskan celana jins Elena.
"Wiliam, aku mohon jangan Wili!!!"""Elena kembali berteriak sebelum dia pingsan, saking syok nya, dan Wili , langsung melepaskan Elena, saat itu juga, dia memang belum sempat menodai Elena, saat ini dia justru panik melihat Elena, pingsan.
Wili, menutup tubuh Elena, yang kini hanya menggunakan baju dalam nya saja, dengan selimut tebal, Wili, langsung menghubungi dokter pribadi nya, Sementara menunggu dokter Wiliam, mengenakan dress , selutut pada tubuh Elena, yang belum juga sadar saat ini.
"sayang bangun"ucap Wili.
dokter pun akhirnya datang, dan memeriksa kondisi Elena, dokter hanya bilang bahwa Elena, hanya kelelahan dan syok, setelah dokter memberikan obat yang di suntik kan kedalam cairan infus, tidak lama Elena, pun sadar, saat itu juga, Wili, mendekat.
"sayang maafkan aku, aku khilaf, tapi kamu tenang saja, sebelum kita menikah nanti aku akan tetap menjaga nya"ucap Wiliam.
ada, sedikit rasa lega pada Elena, saat ini mahkota nya tidak sempat di renggut oleh pria yang sangat di cintai nya itu.
__ADS_1
"Wili, aku ingin sendiri"ucap Elena.
"baiklah sayang, aku akan pergi dulu, mungkin besok aku kembali ke sini"ucap Wili yang juga sudah di telpon sedari tadi oleh istrinya itu.
"heumm..."ucap Elena, singkat.
setelah hari itu, Elena, pun hanya menyibukkan diri nya saat ini, dengan kuliah dan bekerja di firma hukum,milik ayah dari sahabat nya satu jurusan.
Elena, adalah pengacara muda yang patut di perhitungkan, saat ini, dia sudah menangani beberapa klien, dan itu selalu berhasil, juga tidak sedikit para klien yang begitu mengagumi Elena, termasuk Wiliam, satu-satunya nya, klien yang pernah di bantu oleh Elena, dan karena keberhasilan nya membela Wiliam, dia bahkan di hadiahi mobil sport keluaran terbaru, saat itu namun Elena, menolak nya, dengan alasan,itu adalah sebuah kewajiban Elena, dengan sumpah jabatan nya.
Wiliam tidak pernah menyerah demi mendapatkan pengacara cantik dan berbakat itu, dia berusaha mati-matian mendekati Elena, dengan berbagai perhatian nya saat itu.
Elena, tidak pernah tau bahwa Wiliam, sudah memiliki istri, karena data diri nya saat itu adalah singgel tapi kemudian, dia mengetahui nya setelah pertemuan tidak di sengaja, beberapa bulan sebelum ia menghadiri pesta pernikahan Edgardo.
Elena, merasakan sakit yang teramat, saat melihat Wiliam, bermesraan dengan istrinya itu di keramaian.
Elena, berusaha untuk menjauh meski sulit, tapi nyatanya, semakin kemari,rasa sakit itu selalu datang, karena bayangan kemesraan mereka berdua.
Elena, saat ini tengah sangat sibuk, dia hampir setiap hari masuk keluar ruang per sidangan setelah itu dia masih harus mengikuti jadwal kuliah di malam hari hingga pulang larut, Elena, tidak punya waktu untuk sekedar melepas rasa lelahnya kecuali, tidur hanya itu obat lelah bagi Elena saat ini.
setelah beberapa bulan kemudian, tibalah hari kelulusan, Elena,kini mendapat apa yang dia mau, seperti cita-citanya dulu gelar sarjana hukum, yang di sandang untuk kedua kalinya, dia berhasil menyelesaikan S2 nya di Amerika kampus tempat dimana ibunya dulu kuliah dengan jurusan yang berbeda, hanya para anak laki-laki yang satu jurusan dengan sang mommy.
🌹💖💖💖🌹
satu Minggu setelah kelulusan, Elena diam-diam merencanakan kepulangan nya ke Indonesia, dan Edgar, pun menyetujui nya, saat itu Elena, sudah bersiap dengan beberapa koper milik nya, di apartemen tersebut, kebetulan saat itu Wili, tengah berada di luar negeri, karena sedang berlibur dengan sang istri.
Edgar, langsung mengantar Elena ke airport saat itu juga, dan menyiapkan jet pribadi sebelumnya, dia tidak ingin melihat adiknya terus-terusan sedih karena memiliki, kekasih yang jelas-jelas sudah beristri selama ini.
sementara Edgar , masih sibuk dengan kuliah dan pekerjaan nya, saat ini jadi dia memutuskan tetap tinggal di sana.
"jaga kesehatan, sayang, jangan sampai sakit salam buat semua nya, kakak, akan segera kembali setelah lulus nanti"ucap Edgar.
sementara itu Wili,kini tengah bersiap untuk kembali, setelah anak buah nya mengabarkan bahwa Elena, diam-diam sudah kembali ke Indonesia, Wili, begitu marah Elena, bahkan tidak mengirim nya pesan sama sekali, setelah kejadian waktu itu mereka berdua memang super sibuk, jadi jarang bertemu walaupun hanya sekedar jalan, makan di luar.
"Elena, apa mau mu, heuhhhhh, kenapa masih keras kepala, aku sangat mencintaimu, tidak bisa kah kamu menerima dia yang bahkan nyawanya di ujung tanduk"Gumam Wili, dalam hati.
Ya, Elena, tidak tahu bahwa Wili , berusaha mempertahankan rumah tangga nya sekarang hanya demi, istrinya yang di ponis mengidap kanker darah, selama dua lima tahun terakhir, dia bahkan sudah sangat menderita, selama ini keluar masuk rumah sakit, dan melakukan operasi cangkok sumsum tulang belakang, pun sudah di lakukan dan semua sudah berhasil, dan di nyatakan sembuh selama dua tahun lalu, tapi kemudian kenyataan pahit itu, harus dia terima, bahwa ternyata,kangker yang di derita oleh istrinya itu kambuh lagi atau tidak seratus persen sembuh.
Wili, hanya bisa pasrah dan kembali menanti istrinya untuk terus melakukan kemo terapi walaupun kenyataannya hal itu tidak membantu tapi setidaknya, istrinya, bisa bertahan hidup walaupun harus merasakan sakit.
Wili, sebenarnya, tidak bermaksud untuk menghianati istri nya, bahkan dalam doa nya dia selalu meminta kesembuhan untuk istrinya itu, yang bahkan sudah tidak berdaya untuk melayani dirinya,di dua tahun ini, tapi Wili, tidak pernah menyalurkan hasrat nya pada siapapun, termasuk Elena, dia selalu menjaga itu sebisa mungkin, Wili, hanya mencintai Elena, walaupun tidak tahu bagaimana mengungkap kan nya , dan bagaimana alasan nya, tapi yang pasti Wili, merasa tenang saat bersama nya.
Wili, sampai di Mension nya, dia langsung membantu istri nya, berbaring di ranjang, dia tidak ingin istrinya, kelelahan setelah memberikan dia obat, dan memastikan bahwa istrinya sudah tidur, Wili pergi menuju mension milik Edgar.
sesampainya di sana Wili, langsung masuk seperti biasanya rekan bisnis nya itu tengah menikmati secangkir kopi di sore hari, Edgar, tersenyum pada Wili.
"bukannya, kamu sedang, berlibur??"ucap Edgar.
"kenapa, kamu izinkan adik mu pergi??"ucap Wili, langsung tanpa basa-basi.
"Owh, adikku,memang sudah saatnya untuk kembali, dan aku juga setelah kuliah ku selesai, saat itu aku akan kembali, dan perusahaan, kembali akan di kendalikan oleh asisten Daddy,ku aku cukup bekerja dari sana"ucap Edgar, sambil meneguk kopi nya dengan tenang.
"Edgar, apa kamu tau, aku sangat mencintai adikmu"ucap Wili.
"Aku,tau itu tapi aku tidak mungkin terus menerus diam melihat adikku menderita di sini, bahkan setiap malam dia sulit untuk tidur karena memikirkan nasib cinta nya dengan mu"ucap Edgar.
"aku minta maaf, aku mungkin saat ini belum bisa membuat dia bahagia, tapi percayalah ada alasan yang tidak bisa ku ungkapkan, aku mencintai adik mu juga mencintai istri ku, mungkin terdengar egois, tapi hanya aku yang tau kenapa aku mempertahankan hubungan ini"ucap Wili.
"jangan egois, tuan kamu masih mencintai istrimu lalu apa gunanya adikku, aku tidak akan pernah setuju jika adikku hanya di jadikan, pelampiasan sesaat, dia adik ku satu-satunya, dari Daddy ku, dan Daddy, tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, sebaiknya kamu jalani hidup mu dengan baik istri mu sangat membutuhkan mu"ujar Edgar.
__ADS_1
"aku tidak akan pernah melepaskan Elena, jika pun kami menikah nanti aku akan memperlakukan nya seperti istri pertama ku"ujar Wili.
"adikku, bukan boneka, dia adalah wanita baik-baik, dan tidak akan pernah Sudi untuk di madu karena ,kami juga tidak akan pernah memberikan hal itu terjadi, kecuali kalau kau memilih salah satu diantara mereka"ucap Edgar.
"Edgar, aku tidak bisa memilih, aku tidak mampu membuang wanita yang kucintai saat ini apalagi hidupnya, tidak akan lama lagi"ucap Wili, yang akhirnya,buka rahasia.
"Owh,ya ampun kau menjadikan adikku sebagai cadangan, keterlaluan kau, dan lagi kenapa kamu tega mengkhianati istri mu di saat dia sedang sekarat, pria macam apa kau ini,pantas saja adikku pergi,memang tidak sepantasnya pria, yang tidak setia seperti mu untuk di tinggalkan"ucap Edgar.
"Aku tau aku salah, tapi apa rasa cinta ini juga salah heuuhh, aku mencintai keduanya dengan tulus, aku menjaga kehormatan adikmu, hingga saat ini, dia tidak pernah aku nodai walaupun aku memiliki jiwa yang sangat normal, walaupun selama ini istri ku tak pernah memberikan aku semua itu, tapi aku tidak pernah mencari wanita lain untuk melampiaskan nya, aku selalu bersabar karena aku sangat mencintai mereka berdua"ujar Wili.
"maaf tuan William, aku tidak bisa membantu untuk hal itu tapi jika memang kamu serius,beri adikku, waktu untuk berpikir "ucap Edgar sambil tersenyum.
"baik lah, aku akan memberikan dia waktu sampai saat nya tiba nanti"ujar Wili, yang sebenarnya sulit untuk mengatakan semua itu, Wiliam, pun pergi dengan langkah gontai menuju mobilnya saat ini beruntung sang asisten setia menunggu nya di sana.
satu Minggu berlalu setelah kepergian Elena,kini William, tampak tidak bersemangat, dia hanya menghabiskan waktu nya, dengan bekerja dan bekerja, walaupun itu di lakukan nya dari rumah,sambil memantau kondisi istri tercinta nya.
"seandainya, kamu bisa sembuh, seperti sedia kala, aku mungkin, tidak akan seegois ini aku akan berusaha melepaskan dia walaupun rasanya sangat berat, tapi jika kamu pergi meninggalkan ku,maka hanya dia lah satu-satunya yang bisa menggantikan tempat mu di hati ku"ucap Wiliam, dalam hati.
sementara itu di Indonesia, saat ini Elena, tengah mengunjungi full house, milik Edgardo, dia melihat kebahagiaan di sekeliling nya, bagaimana tidak hari-hari yang di jalani oleh Edgardo dan Senny, begitu penuh keromantisan, dan cinta yang besar di dalam nya, makanya serasa melihat orang yang tengah berbulan madu, Elena, begitu bahagia melihat nya.
Senny, saat ini tengah hamil usia kehamilan nya sudah memasuki dua bulan, dan ia kelihatan, tambah berisi bagaimana tidak, Edgardo, selalu memanjakan istri nya itu, dengan masakan yang lezat dan penuh gizi, walaupun Senny, selalu mengeluh karena bajunya sudah kekecilan, tapi Edgardo, tidak membiarkan itu terus terjadi, Edgardo,membeli seluruh baju baru yang sesuai ukuran tubuh istrinya saat ini, dia bahkan tidak ingin istrinya terus mengeluh karena tidak baik untuk kesehatan dia dan juga janin yang dikandungnya.
"kak, Elena,tau gak setiap hari Edgardo, selalu memanjakan lidah ku, hingga tubuh ini melar dibuat nya"ucap Senny.
"hehehe, bagus donk dari pada kurus kaya orang terlantar"ujar Elena,sambil tersenyum.
"Bagus bagaimana, bajuku semua di ganti sama dia dengan yang baru padahal bajuku yang kemaren masih banyak yang belum terpakai"ucap Senny, merajuk.
"ya ampun sayang, jangan mengeluh apa pun keadaan tubuh mu saat ini bagiku kamu terlihat seksi, dan aku semakin cinta apa lagi, ada buah hati kita di dalam sini"ucap Edgardo.
"duh nasib jomblo,apes "ujar Elena,sambil berjalan menuju pintu balkon saat ini dia ingin melihat pemandangan sekitar dari atas, sementara Edgardo, dan Senny, hanya terkekeh geli, melihat tingkah kakak, dan kakak, iparnya saat ini.
sesampainya di sana, Elena, masih memegang gelas berisi teh hijau favorit nya selama ini.
"kak, apa kabar mu,di sana maaf aku tidak menepati janji untuk kembali sama-sama setelah kita lulus"ucap Elena, yang kini merindukan Edgar.
tiba-tiba, notifikasi pesan berbunyi di handphone nya, Elena, mengerutkan keningnya saat membaca pesan tersebut.
✉️"jemput, aku sekarang atau aku akan kesana bersama pengawal Daddy"
✉️"ini siapa??"tanya Elena.
✉️"ya ampun kelamaan di luar negeri adiknya sendiri di lupakan, dasar kakak, durhaka"
✉️"owh,ya ampun adik macam apa yang berani memaki kakak, nya sendiri"ujar Elena.
✉️"aku tidak ingin tau pokonya jemput aku sekarang, mobil kami sedang di perbaiki"ujar Ardan, yang ternyata tengah menyusul ingin liburan di full house,ke empat nya datang.
✉️"baiklah, tunggu di sana kalian jangan macam-macam"kata Elena.
akhirnya Elena, turun memakai,masker dan topi , juga kacamata, saat itu juga mengambil kunci mobil dan tas nya sementara Edgardo, yang masih sibuk mengelus perut istrinya di depan rumah sambil tiduran di tempat santai mereka langsung bertanya saat Elena, melewati nya.
"kakak, mau kemana??"ujar Edgardo dan Senny.
"adik kalian, minta di jemput,di bengkel mereka semua ingin berlibur di sini"ucap Elena, yang langsung menuju garasi.
"hati-hati di jalan"ucap Edgardo, dan Ellen hanya mengacungkan jempol.
Elena, langsung tancap gas saat itu juga dia membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi kebetulan jalanan sepi, karena itu area pulau pribadi, saat keluar dari pulau tersebut, barulah Elena, memelankan laju kendaraan nya tidak butuh lama dia sampai di sebuah bengkel,di depan sana ke empat adiknya, sudah menunggu.
__ADS_1