Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Rindu#


__ADS_3

Satu Minggu sudah berlalu, Alisa, sudah mulai dengan kesibukan nya di kantor setelah mengantar kedua putrinya ke sekolah, tadi pagi, tapi ada yang beda di sana, suasana ruangan itu terasa hampa, Alisa, merindukan seseorang yang selama ini mendampingi nya.


Alisa terus menyibukkan diri, dia tidak ingin terus larut, dalam pikiran nya saat ini, mungkin David, sudah menjadi milik wanita lain, saat ini itulah kenapa dia tidak ada kabar sama sekali.


Alisa, bahkan tidak memiliki asisten pribadi,satu Minggu ini, dia hanya sibuk dengan sekertaris, nya entah itu pergi meeting di luar atau pun hanya sekedar makan siang.


Alisa, menyerahkan semua nya, pada takdir dia tidak ingin berharap banyak lagi, dia takut kembali kecewa.


hari ini, dia juga pulang larut, malam karena pekerjaan nya yang menumpuk tanpa adanya David, yang selalu membantu nya, dia harus mulai membiasakan diri.


Alisa, turun dari mobil nya, berjalan dengan lesu menuju pintu masuk, dia bahkan tidak menelpon asisten rumah nya untuk membuka pintu, karena ini benar-benar larut malam.


"Sayang kamu baru pulang"ucap seseorang yang Alisa, kenal.


Alisa, langsung berbalik, tapi tidak ada siapapun di sana"Ah mungkin karena aku terlalu lelah"ucap Alisa,sambil berjalan ia tertawa pedih menertawakan diri nya sendiri.


Alisa pun pergi menuju kamar nya, setelah sampai di sana, dia langsung menyimpan tas nya lalu pergi menuju kamar mandi dia benar-benar sudah lelah dan ingin berendam untuk merilekskan otot tubuh nya yang terasa kaku itu.


setelah menyiapkan semuanya Alisa, langsung masuk ke dalam bathtub,ia memejamkan mata nya, saat ini hingga tertidur pulas tanpa sadar, sampai saat sebuah tangan kekar membelai wajah nya itu dengan lembut.


"Bangun lah, berendam tengah malam itu tidak baik"ucap seseorang yang langsung menyadarkan Alisa, saat itu juga, tapi saat dia melirik ke seluruh penjuru kamar mandi tidak ada siapapun di sana, bahkan tidak ada yang berubah.


"Aku, tidak tau ada apa dengan diriku"ujarnya lirih.


Alisa pun langsung membersihkan tubuh nya di ruang shower.


setelah mengenakan bathroob, Alisa pun berjalan keluar menuju ke ranjang nya langsung tanpa merapihkan rambutnya terlebih dahulu seperti kebiasaan nya.


Alisa, menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, tidak lama dia pun memejamkan mata nya kembali terlelap tanpa selimut.


sampai, seseorang memeluk nya dari belakang, Alisa, benar-benar kaget, dia langsung membuka mata, tapi tidak ada siapapun juga di sana.


Alisa, masih mencium bau parfum seseorang yang sangat ia cintai, sebelum ia tiada tapi tidak ada siapapun di sana, Alisa langsung menyelimuti tubuh nya dan kembali tidur hingga pagi menjelang, Alisa, bangun telat bahkan anak nya di antar sopir untuk ke sekolah


"Aku kesiangan"gumam nya lirih,sambil mengambil handuk baru lalu pergi mandi.


Lagi-lagi Alisa, dibuat heran karena ada sesuatu yang menurut nya aneh,di dalam kamar mandi itu bau parfum yang sering di gunakan oleh Adri, semasa hidupnya, benar-benar semerbak wangi.


"Adri, sayang apa kamu disini, Maaf kan aku aku telah lama tidak mengunjungi mu, aku terlalu sibuk untuk itu, aku janji akan membawa putri kita ketempat mu nanti"gumam Alisa, lirih"Aku merindukan mu"ucap nya lagi.


Alisa, pun melanjutkan niatnya untuk mandi.


sementara itu David, yang baru kembali dari kampung halaman nya saat ini, dia hanya singgah di apartemen nya, David, langsung bergegas menuju rumah Alisa, setelah tau dia di rumah nya.


di sepanjang jalan David, sedang berpikir bagaimana cara nya menjelaskan pada Alisa, bahwa dirinya kini sudah bertunangan dengan wanita pilihan orang tua nya.


David, benar-benar bingung dan terpaksa saat itu, itulah kenapa David, dia tidak berani memberikan kabar apapun.


sesampainya di depan rumah mewah tersebut, David, langsung turun dan dia langsung mengetuk pintu.


"BI tolong bukakan pintu nya, saya sedang sarapan"ucap Alisa, yang berteriak saat itu juga.


"iya Nona"ucap Bidarmi


wanita paruh baya itu akhirnya pergi menuju pintu masuk untuk melihat siapa yang datang, saat ini, sesampainya di sana.

__ADS_1


"Den, David"ucap BI Darmi .


"Nona ada??"ucap David, bertanya.


"Ada tuan"ucap wanita itu.


"Silahkan masuk tuan"ujar BI Darmi.


David, pun masuk, saat itu dia langsung menuju ruang tamu.


"Sayang, kamu sudah kembali"ucap Alisa tersenyum manis sambil menghampiri pria yang sudah satu Minggu tanpa kabar.


"Sudah Nona, apa kabar??"ujar David, sedikit merasa bingung dan bersalah.


"vid , bisa jelaskan"ucap Alisa,to the points.


"Begini, tapi kamu harus janji sama aku setelah aku jelaskan, nanti kamu harus tetap baik-baik saja"ucap David, Sambil menatap sendu pada wajah wanita yang sangat di cintai nya itu.


"Aku,tau tidak perlu kamu jelaskan, aku tau kamu memilih nya,ya aku tau..."ucap Alisa, saat ini sambil berdiri dan hendak pergi menahan air mata nya yang hampir jatuh, saat dia hendak berlari David, langsung mencekal tangan nya,lalu menarik nya kedalam pelukan nya.


"Maaf kan aku, aku tidak punya pilihan lain, tapi jika kamu tidak memaafkan aku pun, aku tak akan memaksa mu, kamu punya hak untuk memutuskan nya, mungkin aku hanya akan mengundurkan diri, dari perusahaan, tapi percayalah bahwa aku sangat mencintaimu, tidak ada wanita yang sangat ku cinta selain dirimu"ucap David,sambil mengecup puncak kepala Alisa, saat itu juga sambil beranjak pergi setelah tangan nya memberikan surat pengunduran diri nya pada Alisa.


"Kamu tega Vid , setelah kamu berikan aku harapan, pada ku sekarang kamu menghancurkan harapan itu, dengan sekejap, tapi terimakasih dengan begitu kamu menyadarkan ku, bahwa aku tidak pantas untuk siapapun,ok baik'lah, aku terima keputusan mu itu, tapi ini tidak"ucap Alisa,sambil tersenyum di paksakan, tepat nya tersenyum karena kebodohan nya, lagi-lagi dia tertipu dengan manis nya cinta.


"Nona, maafkan aku aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu, semua di luar kendali ku"ujar David, jujur.


"Ahhhh... sudah lah, tidak perlu di bahas lagi, anggap saja itu , sebagai sandiwara terakhir, tapi selamat atas pernikahan nya, semoga kamu bahagia, dengan nya, ingat besok pagi kamu sudah berada di kantor, karena untuk bahagia juga butuh biyaya"ucap Alisa, yang mengubah ekspresi wajah nya tersenyum tulus, lalu berbalik meninggalkan David, yang masih menatap kepergian nya.


"Maaf kan aku Alisa, aku tidak bisa, aku tidak ingin, semakin melukai hati mu, aku akan pergi dari mu untuk selamanya"ucap David.


"Aku tidak mampu bertahan di saat wanita yang sangat ku cintai, membenci ku seperti saat ini, andaikan saja aku punya kuasa untuk menolak keadaan ini, akan aku tolak secepatnya untuk dirimu, tapi aku tidak berdaya, aku bukan siapa-siapa"ucap David.


"Sekarang buktikan jika kamu benar-benar mencintai ku, tidak mungkin kamu membiarkan ku kesulitan, sendiri menangani semua nya, setidaknya, kita masih bisa bekerja sama dan kamu akan dapat keuntungan untuk biyaya hidup mu bersama dengan nya, kamu bisa pikirkan baik-baik tawaran ku tapi jika tidak pun aku tak akan memaksa, mungkin kita benar-benar tidak berjodoh dalam hal apapun"ucap Alisa.


"Alisa, jangan mempertahankan diri ku, jika itu hanya akan membuat mu semakin terluka, aku tidak ingin itu, biarlah aku mengundurkan diri, aku yakin setelah aku pergi akan ada yang menggantikan posisi ku, bahkan lebih baik dari ku, aku tidak sanggup harus terus bersamamu tapi aku tidak bisa memiliki mu"ucap David.


"Ya kamu benar, akan ada pengganti mu kelak, tapi tolong, bereskan dulu pekerjaan mu,sampai selesai, setelah itu kamu boleh putus kan untuk lanjut atau pergi, aku tidak akan memaksa, dan jika kamu tidak ingin melihat ku,itu bisa di atur, kamu bisa menyuruh sekertaris ku, untuk menyampaikan laporan nya nanti"ucap Alisa, sambil pergi, saat ini bahkan dia tidak menghiraukan panggilan dari David.


berkali-kali,rasa sakit itu ia dapat kan dari orang yang pernah dekat dengan nya, tapi rasanya sangat berbeda, jika Adri, menghianati cinta nya, tepat nya bukan dia yang berkhianat, tapi Alisa yang memaksakan diri,rasa sakit nya karena kematian Adri, dan kedua saat ia di paksa untuk mencintai laki-laki kedua, dia yang awalnya menolak, dan akhirnya jatuh cinta dan kemudian Aryan, menghianati cinta nya,sakit nya tak sedalam, saat dia kembali jatuh cinta dengan asisten nya, tapi terpaksa harus terganjal restu orang tua ini yang lebih menyakitkan, cinta tapi tak bisa ia gapai.


🌹💖💖💖🌹


ke esokan pagi nya, seperti apa yang di ucapkan oleh Alisa, David, sudah berpenampilan rapi, saat ini dia sudah memasuki lobi kantor, bertepatan dengan kedatangan Alisa, David, membungkuk kan badan, saat menyambut nya, seperti saat pertama ia bekerja, bahkan lebih formal lagi.


Ada rasa sakit di hati Alisa yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.


Alisa, pergi tanpa melirik ke arah pria itu, begitu juga David, yang langsung pergi menuju ruangan nya, Alisa, menggunakan lift khusus Presdir, sementara David, berdesakan dengan karyawan lain, saat ini.


di dalam lift, sendiri Alisa, menangis sesenggukan, hingga lift,itu berhenti tangis nya juga berhenti, dia mengusap air mata nya tanpa melihat kanan kiri, dia langsung masuk ke dalam ruangan nya.


Alisa, langsung duduk di kursi kebesaran nya, membuka laptop nya, dan langsung berkutat dengan berkas-berkas yang sudah ada sejak tadi di meja kerja nya,ia bahkan tidak membaca nya, atau meneliti lagi, dia langsung membubuhkan tanda tangan nya, karena dia tau David, sudah me ngepaluasi semua berkas itu sebelum sampai ke meja nya, setelah selesai dia langsung memeriksa pekerjaan nya yang ada di laptop tersebut dia terus sibuk bahkan jam makan siang pun,ia lewat kan saat ini.


iya lupa dengan kesehatan nya sendiri saat ini,sampai sekertaris nya, melaporkan bahwa dia harus segera pergi ke ruang rapat, Alisa, langsung berdiri dan berjalan terburu-buru ke ruangan tersebut,di sana staf kantor dari segala divisi, sudah berkumpul termasuk David, yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.


Alisa, langsung memulai rapat pembahasan soal pembukaan cabang perusahaan yang akan di dirikan di kota Bandung, tempat kelahiran mommy nya saat ini.

__ADS_1


rapat berakhir setelah memakan waktu empat jam, selama rapat, Alisa, tidak banyak berkomunikasi dengan David, dia hanya bertanya seperlunya saja, karena David,sibuk dengan laptop nya, yang mencatat segala nya Tetang pembahasan tadi.


setelah semua orang bubar, Alisa, sengaja keluar terakhir, bukan apa-apa, dia tidak ingin David, melihat nya kesakitan saat ini karena mag nya kambuh dan terasa begitu menyakitkan, gara-gara dia, melewatkan sarapan pagi dan jam makan siang nya, semenjak kedatangan David, dia bahkan tidak makan siang atau makan malam dilanjut lagi saat ini.


Alisa, keluar dari ruangan itu, sambil berpegangan ke dinding sepanjang lorong menuju, ruangan nya, dia menahan sakit, saat berpapasan dengan orang lain, dan saat tidak ada dia langsung me ngaduh hingga sampai ke dalam ruangan nya, dia langsung meminta sekertaris nya, untuk membawakan air putih ke ruangan nya, Alisa, mengambil obat dari dalam laci nya hingga tangan seseorang menyodorkan apa yang ia cari saat ini.


"Kamu"ucap Alisa, saat melihat David, menatap nya dingin.


"kau bahkan tidak peduli dengan dirimu sendiri,lalu kenapa kamu begitu peduli dengan masadepan ku"ucap David.


"Maaf, tuan David,saya tidak bisa membahas masalah pribadi di kantor, sebaiknya Anda keluar jika sudah tidak ada perlu lagi"ucap Alisa, yang kini menahan rasa sakit nya, berpura-pura baik-baik saja, padahal David, tahu karena sedari pagi ia tidak menyiapkan sarapan untuk bos nya itu seperti biasanya ada rasa bersalah di hati David, tapi dia sedang berusaha untuk melupakan semua nya.


"Baiklah Nona, saya permisi"ucap David, dingin dia pergi meninggalkan Alisa, yang kini berurai air mata, Sambil menatap kepergian nya, tapi saat David, ingin menutup pintu dia melihat Alisa, memalingkan wajahnya nya saat itu juga.


David, benar-benar tidak tega melihat Alisa, yang kini berjalan sempoyongan menuju kamar istirahat nya, setelah meminum obat nya tadi, David, memperhatikan nya dari rekaman Cctv yang tersambung di handphone nya saat ini.


David, memesan makanan saat itu juga dan menyuruh sekertaris nya mengantar nya ke ruang Alisa, saat ini.


saat sekertaris Alisa, masuk di sana tidak ada siapapun, tapi dia tau Alisa mungkin sedang beristirahat, Lia, menyimpan paper bag itu di atas meja yang berbeda di ruangan tersebut.


Alisa, tertidur hingga, pukul delapan belas malam, lalu ia bangkit ruangan nya begitu sepi saat ini, bahkan lampu ruangan sudah menyala Alisa, pun bersiap untuk pulang, tanpa melihat adanya paper bag di meja itu, Alisa pergi dengan kondisi badan yang tidak baik-baik saja, tapi dia tetap berusaha untuk berjalan tegak seperti orang sehat kebanyakan saat ini dia meminta sopir mengantar nya pulang karena sudah tidak kuat untuk menyetir.


sesampainya di rumah nya, Alisa, masih berjalan sempoyongan, kepalanya semakin terasa sakit dia pun akhirnya ambruk di depan anak tangga, hingga kedua anak nya menjerit melihat mommy nya pingsan saat ini.


"mommy, mommy bangun mommy kenapa"ucap Keyra dan putri yang menangis histeris, semua pelayan datang berlari menghampiri mereka mereka begitu kaget, saat melihat darah mengalir dari kepala Alisa, saat dia terjatuh terbentur anak tangga, Alisa pun di larikan ke rumah sakit, David yang baru tiba di sana tadi nya, ingin memastikan keadaan Alisa, dia mengikuti wanita yang sangat di cintai nya saat kembali dari kantor tadi, David, bahkan menunggu selama dua jam di sana di dalam mobil sampai Alisa, masuk mobil.


David, langsung bergegas menuju rumah sakit tersebut setelah di beritahukan oleh satpam rumah itu.


sementara itu Edgardo, sedang dalam perjalanan saat ini dia begitu khawatir dengan adik nya itu, saat ini hanya Edgardo, yang selalu ada untuk Alisa, setelah semua orang pergi jauh ke luar negeri.


sesampainya di rumah sakit David, langsung menuju ruang IGD,di sana ada Keyra dan putri bersama BI Darmi.


"Bagaimana keadaan Nona"ucap David, langsung Sambil memeluk kedua putri Alisa.


"Nona, masih di tangani oleh dokter di ruangan"ucap BI Darmi dan mang Udin.


David, pun menenangkan mereka meski dia begitu cemas saat ini.


setelah satu jam lebih menunggu, dokter pun memanggil keluarga pasien.


"Keluarga, nyonya Alisa"ucap dokter tersebut.


"saya, asisten nya Dok"ujar David langsung menjawab.


"Dimana keluarga nya, tapi anda juga tidak masalah sebagai perwakilan kata dokter tersebut menyuruh nya untuk mengikuti nya ke ruangan nya.


sesampainya di sana David di persilahkan duduk oleh dokter tersebut.


"Silahkan duduk tuan,saya ingin menjelaskan, kondisi pasien yang bernama Nyona, Alisa, menurut hasil pemeriksaan sementara Nona, Alisa, mengalami benturan di kepala hingga menyebabkan luka yang cukup parah, kedua penyakit mag nya kembali kambuh dan ini lumayan parah juga, menurut catatan medis Nona, Alisa,dua belas tahun lalu dia sempat di rawat di sini juga, dengan penyakit yang sama tapi keadaan nya lebih parah saat ini,ada luka di bagian lambung nya dan butuh penanganan khusus cukup memakan waktu beberapa hari ini,saya sarankan dia di rawat hingga sembuh total karena itu lumayan berbahaya"ucap sang dokter.


"Baik lah Dok, lakukan yang terbaik"ujar David.


"Sekarang tuan urus administrasi nya segera setelah itu Nyona Alisa, akan di pindahkan keruang rawat inap"ucap dokter tersebut.


"Baik Dok"ucap David, dan langsung pergi menuju tempat administrasi rumah sakit tersebut.

__ADS_1


setelah selesai mengurus semuanya, David, meminta BI Darmi pulang bersama dengan anak-anak di antar sopir, karena ini sudah larut malam.


__ADS_2