Sugar Daddy

Sugar Daddy
#mengejar cinta istri#


__ADS_3

pagi hari telah tiba kini soraya sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke kantor tapi sebelum itu dia mengurus kelima anak nya di bantu, oleh pelayan rumah nya.


setelah selesai mereka pun langsung pergi menuju kantor saat ini, dia langsung menuju ruangan nya saat dia masuk dia kaget melihat Aditya sudah duduk di sofa ruangan nya saat itu juga.


"sayang, aku mau bicara"ucap Aditya yang kini di acuhkan oleh soraya.


"heumm...mau bicara apa lagi, sudah tidak ada yang perlu di bicarakan"ujar soraya.


"aku akan pindah ke rumah bersama mu, lagi dan juga kelima anak kita"ucap Aditya.


"heumm... sejak kapan kamu punya anak"ucap soraya dingin.


"sayang, aku mohon jangan seperti ini"ucap Aditya.


"sudah lah mas, kamu sudah punya keluarga baru, jangan ungkit lagi yang sudah berlalu"ucap soraya.


"sayang, aku melakukan kesalahan, yang mungkin Sulit untuk di maafkan, tapi aku mohon tolong jangan perlakukan aku seperti ini"ucap Aditya sambil mendekat dan menggenggam tangan istrinya itu.


"setelah putri mu meninggal kamu baru ingat masalau, tapi kalau dia masih ada apa pernah kamu memikirkan masalalu mu, sudah lah mas aku juga saat ini sudah memiliki keluarga baru dan aku sedang mengandung anak nya"ucap soraya berbohong dia memang sedang hamil tapi itu adalah anak Aditya.


"jangan bohong sayang aku tau kamu hamil anak kita, aku tidak akan pernah terima jika kamu menikah dengan laki-laki lain, aku pastikan akan menghabisi nya saat itu juga"kata Aditya kesal.


"apa hak mu melarang ku, aku juga tidak pernah ikut campur dengan kehidupan mu"ucap soraya tidak kalah sengit.


soraya pun kini sibuk berkutat dengan laptop nya, dia tidak sedikit pun menoleh ke arah Aditya, saat ini Aditya begitu murka saat membayangkan bahwa soraya akan menikah lagi.


Aditya menutup laptopnya soraya dengan sangat kasar.


"mas apa-apa an sih kamu, aku sedang bekerja, bisa tidak jangan kasar aku heran saat kamu berbuat kesalahan apa pernah kamu mengingat ku sedikit saja aku rasa tidak hanya rasa nyaman yang kalian rasakan rasa yang membuncah dengan rasa cinta dari kedua pengkhianat"ucap soraya menyindir.


"diam, aku bilang jangan bicarakan yang lain lagi"Ucay Aditya.


"ini mulut ku jika kau tidak suka sebaiknya Keluar dari sini menjauh dari. hidup ku sudah cukup kamu selalu berbuat sesuka hati mu"ucap soraya.


"sayang, harus kamu tahu aku sangat mencintaimu"ucap Aditya.


"jangan pernah ucapkan lagi kebohongan, saat ini, aku sudah tidak akan pernah percaya lagi"soraya pun pergi keluar dia berjalan terburu-buru karena sudah di tunggu di ruang meeting.


"sayang, kamu mau kemana,??""teriak Aditya.


aktivitas kantor berakhir di sore ini soraya langsung bergegas kembali ke Mension nya,di sana semua anaknya, menyambutnya dengan tawa riang dan itu membuat soraya sangat bahagia dan rasa lelah nya pun hilang.


"sayang mommy, kalian semua sudah harum"ucap soraya, yang langsung duduk memangku Ardi dan Ardan sementara yang besar ketiga nya memberikan kecupan pada mommy nya itu.


sementara Ardi dan Ardan,kini tengah tertawa geli saat mommy nya mencium mereka bergantian.


"kalian main bersama dulu ya mommy mau bersih-bersih dulu setelah itu kita makan bersama Oya Daddy Alex sudah pulang apa belum"ucap soraya.


"belum mommy"jawab Edgar.


"mungkin, Daddy Alex sibuk di kantor nya"ucap soraya sambil berjalan dengan langkah lesu menuju kamar nya saat ini dan soraya masih terngiang di telinga.

__ADS_1


ke esokan hari nya soraya memutuskan untuk pergi ke villa peninggalan ibunya saat itu mereka langsung pergi menuju ke villa tersebut dia memutuskan untuk tinggal selama dua Minggu dan menyerahkan pekerjaan nya pada asisten pribadi nya, dia sedang ingin menenangkan pikiran.


sesampainya di sana, mereka begitu antusias melihat keindahan villa tersebut,di sana ada taman bermain yang belum lama ini di bangun oleh soraya untuk anak nya.


soraya sedang duduk termenung sementara semua anak nya sibuk bermain, dan si kecil yang sedang asik mandi bola kedua nya,di asuh oleh para Nanny nya dia sedang duduk,di atas sofa depan tempat bermain tiba-tiba sebuah helikopter mendarat dan soraya langsung membulat kan mata nya saat ini dia seperti melihat bayangan nya dulu saat pertama kali Aditya Pratama kali datang ke sana.


setelah turun dia langsung berjalan menghampiri Soraya, saat ini, Aditya langsung memeluk soraya walaupun soraya berusaha untuk berontak.


"lepas mas, kamu apa-apaan sih kenapa kamu bisa datang kemari"ucap soraya yang kini melihat ke arah anak mereka.


"sayang, anak kita semakin hari semakin tampan, mereka mirip kita berdua saat ini rasanya seperti baru kemarin aku melihat nya masih bayi merah"ucap Aditya.


"untuk apa kamu kemari"tanya soraya.


"apa salahnya aku menemui anak dan istri ku"ucap Aditya santai.


"anak-anak kemari lah Daddy punya hadiah untuk kalian semua"ucap Aditya yang langsung memangku kedua putra nya dan ketiga anak soraya pun kini ikut berkumpul dan asisten Aditya membagikan tumpukan kado yang di bawa nya saat itu juga.


setelah mereka di bagi kado mereka langsung pergi ke ruangan mereka unbookshing kado itu dan Aditya menciumi kedua putranya saat ini dia begitu merindukan mereka berdua setelah hampir satu tahun berlalu tidak tinggal bersama nya,kini mereka sudah mulai bisa berjalan dan Aditya pun tersenyum haru.


sementara soraya sibuk dengan ponselnya saat ini tidak memperdulikan keberadaan Aditya, dia tidak mau ambil pusing saat ini dia asik chatting bareng temen baru nya yang berasal dari Singapura dia adalah seorang yang sangat tampan, dan begitu perhatian.


Aditya yang kini sudah membiarkan para pengasuh mengambil kedua putra mereka Aditya tiba-tiba merampas ponsel soraya, dan membawanya pergi ke lantai dua di ikuti oleh soraya, dia langsung berusaha merebut ponsel tersebut.


"mas... kamu apa-apaan sih, kembali kan ponsel ku, kamu itu kenapa"ucap soraya kesal tapi Aditya tidak menjawab wajahnya merah padam dia begitu emosi melihat chat...mesra dengan seorang pria bernama Yudha.


"mas..."ucap soraya lagi.


"mas, kamu mau bunuh aku dan anak ku iya gitu"....


🌹💖💖💖🌹


Aditya diam tak bergeming dia juga sebenarnya sedikit syok... hanya saja dia tidak sadar melakukan itu.


"aku tidak ingin melihat hal seperti tadi terjadi lagi, aku tidak akan membiarkan mu pergi dari ku walau pun kamu mati"ucap Aditya sambil menggenggam tangan soraya yang kini duduk di pinggir ranjang.


"kenapa mas aku saja tidak pernah mencampuri kehidupan mu setelah kau putuskan pergi dari hidup kami, dan menikahi, wanita lain"ucap soraya yang merasa terasa sakit saat ini bahkan dadanya sesak.


"kau ingin membalas ku karena kamu tidak pernah mencintai ku seoraya, kamu begitu saja melupakan ku karena kamu sama sekali tidak pernah memiliki perasaan untuk ku"sedari dulu.


"stop, Aditya,,,,, kamu boleh melakukan apa pun yang kamu mau tapi jangan pernah memfitnah ku, justru kamu lah kamu yang tidak pernah mencintai ku, kamu hanya menginginkan, anak yang tidak pernah kamu dapat kan dari wanita lain,hiks hiks hiks"soraya pun menangis sesenggukan saat ini.


"aku, hanya tidak ingin kehilangan mu"ucap Aditya.


"aku tidak pernah meninggalkan mu justru kamu sendiri yang selalu ninggalin aku, jadi mulai sekarang, kita tidak usah hidup bersama lagi cukup, setelah kau memutuskan untuk pergi saat itu itu adalah hari terakhir ku hidup dengan mu"ucap soraya.


"aku tidak akan pernah meninggalkan mu sampai kapan pun"ucap Aditya.


"kau adalah pembohong besar, kamu bisa katakan bahwa kamu tidak pernah meninggalkan ku tapi apa... buktinya kamu bisa berkali-kali menghianati ku kau bahkan bisa menikah dengan sahabat ku sendiri yang kini menjadi musuh bagi ku"ucap, soraya.


"soraya, aku hanya ingin hidup bahagia dengan mu dengan anak-anak kita tapi tragedi itu sudah lebih dulu terjadi, aku di jebak oleh sekertaris ku sendiri dan akhirnya, aku terjebak di sana"ucap Aditya.

__ADS_1


"terjebak cinta yang memabukkan..."ucap soraya sinis.


akhirnya dia pun pergi, ke kamar anak nya saat ini dia juga mengunci pintu nya Aditya begitu prustasi, saat ini dia bahkan tidak pernah bisa bicara jika soraya selalu mengaitkan semua dengan kesalahan nya, ternyata Aditya pun menyadari nya.


Aditya mengaku salah dia paham bagaimana terluka nya wanita yang selama ini begitu di cintai nya, dan soraya pun hanya bisa menangis dalam diam saat ini kenapa takdir selalu mempermainkan nya.


"sayang aku tau aku salah aku mohon buka pintu nya kita harus bicara"ucap Aditya.


"pergilah, jangan pernah temui aku lagi, kamu sudah punya hidup mu yang baru jadi kamu tidak usah pura-pura peduli dan kamu tidak perlu lagi kembali kemari"ucap soraya.


"sayang, aku hanya mencintai mu,lalu aku harus bagaimana agar kau bisa memaafkan aku dan kembali menerima ku"ucap Aditya sambil bersandar,di balik pintu.


"kau hanya harus pergi dan tidak usah datang lagi dalam kehidupan ku, kamu bisa berhianat pada ku itu artinya kamu juga bisa menikah dengan siapapun, jadi jangan pernah lagi katakan cinta palsu mu itu"ucap soraya.


"sayang, cinta ku itu tulus kepada mu tidak ada kepalsuan, didalam nya tapi jika itu yang kamu mau baik'lah aku akan meninggalkan mu, dan membawa kedua anak kita agar semua tentang ku tidak akan ada lagi di hadapan mu"ucap Aditya.


tiba-tiba soraya keluar dan menghalangi Aditya, dia langsung mengambil kedua putra nya kedalam pelukannya.


"Aditya, jangan mendekat tidak akan ku izinkan kamu membawa mereka mereka adalah anak ku bukan anak mu lagi kau bahkan sudah membuang nya selama ini jadi kamu tidak punya hak untuk itu"ucap Aditya.


"dia juga anak ku darah daging ku, jadi aku punya hak, sekarang kamu hanya punya dua pilihan kembali dengan ku atau aku akan pergi membawa mereka tentukan sekarang juga"ucap Aditya.


"tidak untuk keduanya, kamu adalah orang lain saat kamu pergi mengkhianati kepercayaan ku kamu sudah tidak ada hak apa pun lagi kamu dengar itu kamu tidak punya hak"ucap soraya sambil memeluk erat mereka berdua dan berjalan menuju kamar mereka.


..."soraya kamu tidak bisa memutuskan nya aku adalah ayah mereka jadi mereka juga milik ku"ucap Aditya yang kini ...


berusaha untuk merebut putra nya itu tapi soraya sudah membawanya dengan cepat ke dalam kamar Aditya pun langsung ikut masuk dan mengunci kamar tersebut soraya yang mengira Aditya akan sangat tega ingin merebut anak nya saat ini, padahal Aditya cuman menggertak.


soraya kini tetap memeluk mereka berdua yang mulai tertidur di ranjang nya saat ini, Aditya pun ikut berbaring di samping sebelahnya.


"sayang aku tak akan pernah pergi,biar bagaimanapun kamu adalah nyawa ku dan anak-anak kita, jika kamu tega mengusir ku lagi kamu tidak akan bisa melihat mereka lagi"ucap Aditya.


sementara soraya hanya diam tanpa kata dia sudah berusaha menolak, nya Aditya tidak pernah menyerah dia tidak ingin berdebat lagi dia akan membiarkan apa yang Aditya ingin kan saat ini tapi jangan harap dia akan bisa, mendapatkan cinta dan kepercayaan nya lagi.


"baiklah jika kau ingin tinggal di sini bersama kami tapi ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi, yang pertama kita tidak akan pernah tidur bersama lagi dan yang kedua aku tidak akan mengurus mu lagi seperti dulu dan satu lagi kamu tidak boleh dekat dengan anak-anak lagi itu cukup"ucap soraya namun Aditya begitu cepat menolak.


"tidak kita akan kembali hidup normal lagi seperti dulu, atau akan tetap membawa anak kita pergi "ucap Aditya tegas.


"baiklah-baiklah, tapi kita tidak pisah ranjang"ucap soraya.


"tidak ada kata pisah ranjang"ucap Aditya.


soraya hanya menatap tajam kearah Aditya setelah itu dia pun kembali memejamkan mata nya rasanya jiwanya begitu lelah seperti berada di Medan perang yang menyita waktu dan pikiran, soraya hampir putus asa, ya ini adalah perang batin.


Aditya pun ikut memeluk kedua nya saat ini tangan keduanya, pun menempel


sementara itu ketiga anaknya yang lainkini dia tengah tidur di temani oleh para pengasuh nya.


pagi pun. tiba Aditya dan soraya kini tanpa sadar mereka tengah berpelukan karena semalam Aditya memindahkan keduanya di boks bayi dan Aditya memeluk tubuh istrinya itu.


setelah soraya bangun dari tidur nya dia langsung melepaskan pelukan suami nya itu..,

__ADS_1


soraya buru-buru pergi karena, kesal dengan Aditya yang selalu senak,hati setelah dia berhianat dan setelah itu dia, ingin kembali saat ini


__ADS_2