Sugar Daddy

Sugar Daddy
#ujian hidup#


__ADS_3

Edward, masih anteng dengan lamunan nya di saat , dia tengah memikirkan semua hal yang terjadi dalam kehidupan nya hingga, dia di kejutkan oleh kedatangan Edgardo,sibontot yang memiliki badan sedikit lebih gemuk dari kedua kakak nya itu.


"Daddy, Daddy sedang apa sendirian di sini?"ujar Edgardo.


"Daddy, sedang mengenang masa lalu, sayang kemari lah duduk bersama Daddy"jawab Edward sambil menepuk sofa di samping nya, Edgardo, pun duduk dan Edward , mengelus pundak anak, bungsu nya itu.


"Daddy, boleh aku tanya sesuatu??"kata Edgardo.


"boleh sayang apapun itu, silahkan tanya"jawab Edward.


"apa, Daddy masih mencintai mommy??"ucap Edgardo, yang selalu bertanya-tanya, setelah tau kenyataan pahit itu.


"tentu saja Sayang, bagi Daddy, mommy mu adalah wanita yang spesial, yang pernah hadir dalam hidup Daddy, cinta kedua Daddy, dan yang terakhir kali, sampai akhir hayat Daddy, tapi Daddy, melakukan kesalahan, yang cukup fatal hingga melukai hati nya,ya itu dengan membiarkan kalian di bawa oleh Lauren,dulu dan Daddy, tidak pernah berkata jujur bahwa sebenarnya Daddy, sudah pernah menikah sebelum nya"jawab Edward,sambil tersenyum kecut, terasa sangat menyakitkan harus bercerita tentang masalalu nya dengan wanita teristimewa dalam hidup nya.


"maaf Daddy, kalau aku mengungkit masa lalu Daddy dan mommy"ujar Edward sedikit merasa bersalah.


"tidak apa-apa, sayang kalian memang seharusnya tau sedari dulu tapi Daddy dan mommy, kalian tidak ingin membuat kalian sedih, walaupun pada akhirnya,itu terjadi juga"kata Edward,sambil memeluk puncak kepala, putra bungsu nya itu.


"Daddy, aku selalu berharap yang terjadi kemarin adalah mimpi buruk, tapi ternyata bukan"ujar Edgardo sedih.


"jangan pernah bersedih sayang, semua itu adalah ujian hidup untuk kita semua agar menjadi manusia yang lebih baik"ujar Edward sambil memeluk dan mencium puncak kepala putra nya itu.


Edward, terus berusaha menguatkan, putra nya itu yang paling merasa terpukul atas kenyataan, yang sangat menyakitkan, ternyata selama ini mereka baru tahu kalau kedua orang tua nya, sudah berpisah sejak, mereka masih sangat kecil,dulu.


"Edgardo, Daddy berharap,kelak kamu akan menjadi pria yang bertanggung jawab dan bersifat baik seperti sekarang ini, jika kelak kamu mencintai seseorang, tetap lah untuk setia pada pasanganmu kelak, apa pun yang terjadi dalam kehidupan mu"ucap Edward, sambil mengelus punggung putra nya itu.


tiba-tiba, kedua anak nya yang lain pun datang dan langsung memeluk mereka berdua.


"sayang, kalian di sini juga"ucap Edward sedikit terkejut.


"Daddy ....kami, sedari tadi kami ada di depan pintu,kami mendengar semua itu kami minta maaf, jika selama ini kami selalu membebani mu"ucap si sulung di pada Edward.


"sayang, jangan berkata seperti itu, Daddy,sangat menyayangi kalian, semua kalian adalah harta berharga yang Daddy miliki, dan tidak ada kata beban , Daddy bahkan sangat bersyukur bisa memiliki kalian dalam hidup Daddy, dan Daddy, berharap kelak jika Daddy, sudah tidak lagi ada di dunia ini, kalian akan tetap saling menjaga dan saling menyayangi satu sama lain"ujar Edward,sambil memeluk ketiga nya.


mendengar ucapan Daddy nya, mereka pun menitikkan air mata dan berjanji akan melakukan apa pun yang di sampaikan oleh Edward sang ayah tercinta.


"Daddy, aku boleh tidak, ikut ke kantor Daddy, aku mau belajar bisnis"ujar Edgardo.


"tentu saja Sayang, Daddy akan selalu siap mengajarkan,itu kapan pun kalian mau, tapi dengan satu syarat, tetap lah fokus sekolah, dan Daddy, ingin kalian jadi orang yang sukses, dan itu perlu, belajar dengan giat, dan satu lagi jadilah anak yang baik"ujar Edward.


"tentu saja Daddy"jawab ketiga nya kompak.


mereka pun akhirnya menikmati, Sore hari bersama sambil bercanda tawa, saat ini .


sementara itu di kediaman Aditya, Aditya yang baru menyelesaikan pekerjaan nya,kini dia menghampiri istrinya yang sedang menemani putra-putri nya belajar.


"sayang, lagi pada belajar apa hemm"ucap Aditya.


"aku lagi belajar menggambar, hello Kitty, Daddy"ucap Alisa.


"aku juga Daddy"ucap Anisa


"aku lagi berhitung Daddy"ujar kedua kakak nya kompak.


"kalian memang anak Daddy yang hebat, lanjutkan ya Daddy, pinjam mommy kalian dulu"ucap Aditya.


"baik Daddy"ujar mereka kompak, mereka pun,di temani kedua pengasuh nya.


"sayang,ada apa heumm"ujar Soraya, pada Aditya.


"ikutlah, aku kangen kamu sayang, apa butuh alasan untuk itu"ucap Aditya.


"tentu saja Sayang, lagian ini masih jam berapa bagaimana kalau mereka menangis lagi seperti dulu"ucap Soraya, dia mengingat kejadian dulu.


"tentu saja tidak sayang, aku kan sudah izin dengan mereka"ujar Aditya lagi.

__ADS_1


tanpa protes, akhirnya, Soraya, mengikuti langkah suaminya yang kini menggandeng pinggang nya sedikit erat.


sesampainya di kamar mereka langsung bergegas menuju tempat tidur, Aditya, seperti sudah tidak bisa menahan gejolak jiwa nya, saat ini dia langsung mengunkung tubuh ramping milik istrinya itu.


dan akhirnya mereka pun melakukan pertarungan panas nya, saat itu juga hingga hampir satu jam lamanya,ini masih sore hari, tapi mereka begitu terhanyut di dalam nya.


setelah selesai, mereka pun langsung membersihkan tubuh mereka masing-masing, saat itu juga, dan segera berpakaian seperti di kejar waktu, semua itu demi ke empat anak nya, yang tidak bisa jauh dari keduanya, kecuali saat Aditya,sibuk bekerja.


setelah selesai berpakaian, Aditya, langsung turun menemui ke empat anak nya, yang kini tengah berada di ruang televisi, menonton film kartun kesayangan mereka,di saat menjelang magrib, yaitu Spongebob Squarepants.


mereka sedang asik tertawa melihat kekonyolan yang dilakukan oleh Spongebob dan Patrick.


"duh, anak Daddy, kalian seperti nya,sangat bahagia, saat ini, lihat apa sih"ucap Aditya yang langsung mencium ke empat nya.


"Daddy, film nya seru banget deh iyakan de"ucap Ardi,si sulung.


"iya Daddy"jawab mereka kompak Aditya pun duduk di samping mereka dia lebih memilih memperhatikan ke empat nya, dan begitu bahagia nya saat ini melihat mereka tumbuh dengan sangat baik, saat Aditya, perhatian wajah Alisa,lebih mirip Soraya, yang dulu sering di jumpai nya saat sedang bernyanyi.


tiba-tiba saja, Aditya, penasaran dan langsung bertanya.


"siapa diantara, kalian yang punya hobi bernyanyi seperti mommy"ucap Aditya.


sontak, saja mereka menjawab dengan kompak dan jawaban nya sama persis.


"aku"ucap mereka .


kalo, begitu Daddy, ingin tes suara kalian satu persatu, sekarang juga.


"ah... jangan sekarang,besok aja Daddy,besok kan libur tanggung nih lagi nonton film"ujar kedua gadis kecil itu.


"baiklah, tapi janji ya besok jadi"ujar Aditya.


🌹💖💖💖🌹


sementara mereka asik berbincang sambil menonton film, Soraya,tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka semua,dibantu oleh pelayan yang biasa bekerja sebagai koki di Mension tersebut.


"sayang,ini sudah waktunya makan malam,ayo segera cuci tangan kalian"panggil Soraya.


"iya momm..."jawab mereka dan langsung bergegas menuju wastafel untuk mencuci tangan.


"sayang, kamu masak sebanyak ini, apa akan habis??"kata Aditya.


"Daddy, tenang saja, mereka semua juga belum pada makan jadi jangan takut mubajir"jawab soraya.


mereka pun akhirnya makan malam bersama dengan lahap nya, saat ini setelah selesai mereka langsung masuk kamar masing-masing untuk menggosok, Gigi.


sementara itu di kediaman Edward, mereka pun baru selesai makan malam, saat ini bedanya mereka membeli makanan dari restaurant, saat itu karena di sana semua pekerja, Edward, berhenti kan, sampai saat nya ia kembali mengambil yang baru, bukan apa-apa, dia tidak ingin,ada pelayan bekas melayani Rani, Edward, boleh saja di katakan egois, tapi dia sendiri mengetahui belakangan ini, bahwa mereka semua sudah sangat setia dengan Rani, dan selalu mengerjakan, apa pun perintah Rani, termasuk, menyulitkan ketiga anaknya itu.


rencana nya,baru besok, dia akan kembali, menyuruh asisten nya untuk mencari kan pelayan,terbaik yang akan di pekerjakan di sana.


"sayang, setelah makan langsung istirahat ya, Daddy,ada pekerjaan yang harus di selesaikan, kalian duluan pergi ke kamar"ujar Edward.


"baiklah Daddy"ucap ketiga nya.


setelah mereka berlalu, Edward pun langsung pergi ke dapur dan mencuci piring bekas makan mereka,kini dia tau rasa nya, tidak memiliki orang lain di samping nya, tapi Edward,memang sudah memutuskan untuk tetap hidup sendiri, dan fokus membesarkan ketiga anaknya itu.


"Hanny, seandainya saja kamu tetap bersama kami, mungkin ini adalah momen yang sangat membahagiakan, saat melihat mereka beranjak dewasa"ucap Edward, lirih.


Edward, teringat ibu, dari ketiga anaknya itu, saat ini dia bahkan menyandarkan tubuhnya di samping, dinding dapur tersebut.


mungkin ini, adalah ujian hidup terberat bagi Edward, saat ini walaupun dia memiliki segalanya, tapi dia tetap kesepian, karena wanita yang pernah hadir dalam hidup nya, dan memberikan dia tiga kebahagiaan, yang kini ada bersama nya, tapi wanita itu,kini di miliki pemilik sebelumnya.


miris, memang tapi Edward, harus tetap siap, menerima takdir apa pun, hingga akhir hidup nya.


ketiga anaknya kini sudah bersiap untuk tidur, dan Edward, langsung mencium mereka bertiga, setelah berkeliling kamar mereka, setelah mengucapkan selamat malam pada anak nya itu dia langsung masuk kedalam ruangan nya, tempat dimana dia akan menghabiskan waktu, nya untuk bekerja.

__ADS_1


"sayang, kamu sedang apa"gumam, Edward, saat dia membuka laptop nya, dan di layar utama foto keluarga nya muncul, Soraya,tampak lebih cantik dan lebih dewasa, saat ini,dulu mereka bertemu Soraya,baru beranjak ABG, dan sangat imut.


Edward, masih ingat dengan pertemuan nya saat itu, dia adalah gadis pertama yang bisa mengalihkan fokus nya, dengan suara merdu nya, saat itu.


Edward, bahkan sangat fokus melihat ia, yang sedang bernyanyi, hingga Lauren,sang istri menyadari hal itu, dan menargetkan Soraya, sebagai wanita yang akan memberikan mereka anak, saat itu Edward, tidak tega jika harus melukai perasaan, gadis anggun itu, tapi karena cinta nya, pada Lauren, dia bersedia, melakukan itu tanpa pikir panjang,meski dia sempat mengulur waktu, dan dengan alasan, ingin mengenal nya terlebih dahulu.


pertemuan nya yang kedua adalah, saat Soraya, berada di sebuah taman, saat itu dia tengah menangis pilu, dan satu hal, yang membuat ia semakin tidak tega melihat nya yang sangat rapuh itu.


Edward pun kembali,menjauh tapi setelah mengetahui kabar buruk tentang Soraya, yang menurut nya, sangat menyedihkan, saat itu dia langsung membawa Soraya, pergi dari Aditya, yang tidak bertanggung jawab.


hari demi hari mereka lalui bersama, saat itu belum ada perceraian, dan Edward, masih tetap setia menunggu, Soraya, membuka hati nya, hingga kata cerai itu yang di inginkan nya, Edward, pun membantu Soraya, membereskan perceraian nya dengan Aditya, dan saat itu Edward masih setia menunggu, Soraya, lulus kuliah bahkan dia sendiri yang mengurus semua biyaya hidup nya selama bersama dengan nya di Amerika.


sementara itu, malam ini tiba-tiba, Soraya terjaga entah apa namanya, entah kontak batin atau apa, dia terjaga saat mendengar nama nya di panggil oleh orang, yang pernah hadir dalam hidup nya, dan memberi tiga kehidupan sekaligus,di rahimnya saat itu.


"mas Edward, kenapa aku mengingat mu saat ini"gumam nya dalam hati.


sementara itu, dia melirik ke arah samping, dilihat nya, Aditya tengah tertidur pulas saat ini dia bahkan terlihat lebih tampan saat sedang tertidur, Aditya begitu tenang dalam tidurnya saat ini.


"mas, aku tidak tahu rasa apa ini, tapi aku masih sangat mencintai mu, dan aku juga belum bisa melupakan nya, biar bagaimanapun, dia adalah ayah dari anak-anak ku, dan sampai kapan pun, kami terikat oleh mereka bertiga, semoga mas Edward, selalu baik-baik saja dan segera menemukan pendamping hidup yang jauh lebih baik dari sebelumnya"gumam nya lirih.


waktu terus berjalan dan setiap hari Soraya, akan mengantarkan makan siang untuk ketiga anaknya yang kini berada di sekolah nya, Soraya, selalu melakukan itu, setiap waktu dan tidak pernah absen.


seperti saat ini, saat istirahat tiba, dia langsung masuk ke dalam kelas anak nya, dan itu sudah jadi rutinitas mereka Soraya, langsung membuka kotak bekal di meja khusus yang tersedia di samping halaman sekolah tepat taman kecil.


mereka memang sudah SMA, tapi soraya selalu memperlakukan mereka seperti saat masih TK, saat ini Edward, pun datang dan membawa bekal dari restaurant, tapi berhubung pas sampai ke sana anaknya sedang di suapi oleh ibunya, dia hanya ikut gabung dan meminta makanan nya pada soraya, dia sendiri juga kangen dengan masakan mantan istri nya itu.


"boleh aku minta"ujar Edward.


"tentu saja,di sini masih ada satu kotak,jatah di kecil"ujar soraya, yang memang selalu membawa dua kotak untuk Edgardo, yang memiliki nafsu makan lebih, tapi makanan itu selalu makanan yang bergizi dan sehat,tak lupa juga potongan buah-buahan kesukaan ketiganya.


"heumm, Edgardo, seperti nya, siang ini jatah mu hanya satu"ucap Edgar.


"tidak masalah, Daddy juga bawa itu seperti nya sama-sama lezat"ucap Edgardo.


sontak semua orang tertawa,memang si bungsu ini tidak pernah cukup dengan satu porsi, dan semua memaklumi itu, tapi Soraya, terus mengingat kan untuk terus berolahraga setiap hari nya untuk menjaga kesehatan nya, bukan hanya Edgardo tapi berlaku juga untuk kedua kakak nya.


sementara itu Edward,kini tanpa malu di lihat murid yang lain nya, dia juga makan siang bersama dengan anak nya yang kini tengah di suapi oleh mommy nya.


tiba-tiba, Edward mengarah kan,sendok berisi makanan itu ke mulut Soraya, awal nya Soraya ragu tapi ketiga anaknya itu mengizinkan nya, dan Soraya pun membuka mulutnya.


"rasanya, sudah sangat lama aku tidak pernah melakukan ini Hanny"ujar Edward,dulu sering melakukan hal itu, saat ketiga nya, belum mengetahui tentang perceraian nya, dan Aditya, tidak mempermasalahkan itu demi kebaikan ketiga nya, karena Aditya juga, sangat menyayangi mereka.


setelah selesai makan siang dan kini menyantap potongan buah, mereka pun bercengkrama layaknya keluarga yang masih utuh dan orang lain pun, tidak tahu itu, mereka saat ini terlihat begitu bahagia, walaupun hanya di momen itu setiap hari nya mereka berkumpul, dan makan bersama.


setelah selesai soraya pun pamit pulang di susul oleh Edward.


"Hanny,tunggu!!"seru Edward.


"mas, mereka sudah tau tentang kita jadi kamu tidak perlu susah payah lagi melakukan itu, hanya harus tetap kompak seperti biasa"ucap soraya, lembut dia tidak ingin melukai hati Edward.


"kamu salah sayang panggilan itu, akan tetap ada, untuk mu, seperti biasa dan aku tidak mau merubah nya"kata Edward.


"baiklah mas terserah kamu saja, aku pamit pulang dulu, hati-hati di jalan, dan satu lagi segera lah menikah lagi, mereka membutuhkan mommy baru di samping nya"ucap soraya.


"kami tidak butuh orang lain hanya butuh kamu Hanny, tapi karena semua sudah takdir kita harus begini, dan selamanya aku tidak ingin menikah lagi"ucap Edward sambil menatap sendu pada soraya.


"mas, tidak semua wanita seperti itu, masih banyak yang lebih baik"ucap soraya sambil menatap balik ke arah Edward.


"mungkin, banyak tapi di hati aku dan anak kita cuma kamu yang terbaik"ucap Edward.


"mas, sampai kapan mau begini terus, hidup terus berjalan, masadepan mu masih panjang"ujar soraya.


"mungkin, lebih baik begini sayang, aku tidak ingin lagi mencari pengganti mu, aku sudah cukup bahagia, melihat kalian berempat baik-baik saja, meski kamu tetap bersama dengan nya"ujar Edward.


Soraya, pun hanya bisa terdiam, dia sebenarnya tidak tega melihat Edward, seperti ini, tapi takdir mengharuskan mereka untuk tidak bersama, walaupun tidak di pungkiri kenangan terindah itu tetap ada di hati mereka saat ini, dan selamanya takkan terganti, tapi mereka tetap sadar mereka hanya mantan yang terikat oleh keberadaan anak nya, mereka hanya butuh fokus mengurus ketiga nya.

__ADS_1


kini, Soraya, pun sudah masuk kedalam, mobil nya, setelah pamit untuk kedua kalinya, dan Edward kini bersandar di samping mobil miliknya, melihat kepergian, Soraya, sampai tidak terlihat lagi, dia pun bergegas masuk mobilnya, untuk pergi ke kantor.


__ADS_2