
Setelah beberapa hari terakhir Alisa di rawat dia kini sudah mulai membaik, begitu juga dengan perusahaan yang kini di tangani oleh David, pria itu benar-benar bekerja keras untuk itu, setelah pulang kantor, seperti kebiasaan nya, selama Alisa di rawat dia selalu menghabiskan malam bersama di rumah sakit, entah itu mengobrol membantu Alisa ke toilet.
sudah satu Minggu, Alisa di rawat, dan saat ini dia minta pulang, karena, sudah merasa lebih baik, walaupun dokter menyarankan agar Alisa di rawat dua hari lagi untuk memastikan bahwa Alisa, benar-benar sudah sembuh total perban di kepala bahkan sudah di lepas, saat ini luka itu sudah kering.
Alisa, merengek pada David,agar dia mengurus kepulangan nya saat ini.
"Sayang, aku bosan di sini aku rindu rumah, aku juga rindu anak-anak kita, mereka pasti sedih mommy nya tidak kunjung pulang"ucap Alisa.
"jangan khawatir mereka baik-baik saja kamu lebih baik fokus dengan kesehatan mu sayang setidaknya ikuti,saran dokter dua hari lagi kamu di perbolehkan pulang ok sayangku, tidak usah banyak pikiran, perusahaan aman anak-anak kita juga baik-baik saja seperti yang kamu lihat jadi tidak ada alasan untuk kamu membantah ini demi kebaikan mu sayang"ucap Alisa.
"Sayang aku hanya tidak ingin kamu kelelahan menjaga ku disini, belum lagi perusahaan kamu pasti lelah ia kan"ucap Alisa lembut.
"Sayang, kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja ko, yang penting kamu sehat dan selalu baik-baik saja,itu sudah cukup sayang ku"ucap David.
"Ya.... terserah tuan David, saja aku menyerah "ucap Alisa
"Sayang"ujar David, yang melihat Alisa cemberut, pura-pura marah David langsung mencium bibir Alisa,kali ini bukan sekedar kecupan Tami mereka benar-benar bercumbu menyalurkan kasih sayang.
setelah hampir kehabisan oksigen, keduanya saling melepas kan tautan bibir mereka, David mengusap bibir Alisa, dengan ibu jari nya karena ada sisa Saliva mereka di sana.
"Sayang, sekarang kamu istirahat, Ok, aku harus segera kembali ke kantor"ujar David.
"Baik lah sayang"ucap Alisa, David langsung memberikan kecupan di kening, setelah itu dia langsung bergegas menuju ke luar.
Alisa, menatap punggung pria yang sangat di cintai nya saat ini.
"Makasih yang... kamu memang selalu bisa di andalkan, semoga selamanya, kamu tetap berada di sisi ku, kalaupun kenyataan terburuk nya, aku tetap tidak bisa memiliki mu, tapi setidaknya, kamu masih ada di sini untuk ku, untuk meneruskan apa yang Daddy, titipkan,maaf jika suatu hari nanti aku tidak bisa mendampingi mu, dan menyerah pada apa yang menjadi keputusan kedua orang tua mu, aku harap kamu akan tetap bahagia"gumam nya lirih.
Alisa, benar-benar pasrah, jika David, memilih pilihan orang tua nya, seperti saat ini dia berstatus tunangan orang, tapi David, kekeuh mempertahankan hubungan mereka, dan tidak ingin memikirkan akibat nya nanti yang dia pikirkan adalah kebahagiaan nya dengan dirinya.
David, terlihat baik-baik saja bukan tanpa tekanan, tapi dia tetap menguatkan keyakinan nya dengan hubungan nya itu, David, tidak menolak keputusan orang tuanya sampai saat ini, dia masih sering di hubungi oleh gadis yang menjadi tunangan nya, sampai saat ini,dan David, masih merespon nya, bukan tanpa alasan hanya demi kebaikan ayah nya, yang saat ini masih dalam pengobatan.
David, akan memblokir kontak wanita itu di saat dia sedang bersama dengan Alisa, David, tidak ingin Alisa , terluka lagi karena masalah itu, itulah kenapa dia selalu terlihat baik-baik saja hingga saat ini.
Kini Alisa, sudah di izinkan pulang, setelah tambahan waktu dua hari itu, Alisa dinyatakan sembuh, dan itu juga berkat perhatian yang selalu David berikan selama ini, pria itu selalu merawat nya dan menjaga nya, meski dia juga sibuk dengan pekerjaan nya di kantor.
Alisa pun sudah berada di rumah setelah David, menjemput nya tadi, Alisa, langsung mandi, dan tak lupa berendam dengan air hangat saat ini me rileks kan otot nya yang terasa kaku itu.
sementara David,kini setia menunggu di bawah, Sambil mengistirahatkan tubuh nya yang terasa sangat lelah saat ini, tanpa dia sadari saat ini dia sendiri sedang demam mungkin karena kelelahan, tapi David, anggap itu bukan apa-apa, hingga dia pamit pulang pada BI Darmi, yang saat ini menyuguhkan teh hangat untuk nya.
"BI, Nona Alisa, masih lama ya, aku izin pulang dulu tolong sampaikan ya bi"ujar David.
pria itu langsung pergi dari rumah tersebut, karena merasa sangat lelah saat ini, hingga David, hampir menabrak pejalan kaki, untuk saja dia langsung injak rem, dan setelah itu David, langsung tancap gas lagi hingga sampai di apartemen milik nya.
sesampainya di unit nya David langsung masuk kedalam kamar nya dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang nya hingga terlelap.
handphone, David, berdering berkali-kali puluhan panggilan masuk saat ini tidak mampu membangun kan David, dari tidur nya, Alisa yang sedari tadi khawatir, dia langsung minta sopir untuk mengantar nya ke apartemen David, saat itu juga.
tidak terasa, perjalanan selama satu jam akhirnya berlalu, Alisa, sudah sampai di lobi apartemen dia langsung masuk lift, untuk naik ke lantai sebelas dimana tempat David, tinggal berada.
sesampainya di dalam apartemen milik David, Alisa, langsung masuk, setelah David,memberi tahu password apartemen nya itu.
"Sayang, kamu dimana"ucap Alisa yang kini terus berjalan masuk, dia melihat sekeliling nya sepi,lalu berjalan menaiki tangga, untuk ke kamar David, apartemen ini cukup mewah David, sengaja membeli nya dengan hasil kerja keras nya selama ini, tidak hanya itu dia juga sudah memiliki rumah, yang lumayan besar dan mewah untuk ukuran seorang asisten CEO tersebut,di Jakarta, rumah itu rencananya akan David, tempati dengan anak istrinya kelak.
Alisa, melihat pintu kamar David, sedikit terbuka saat ini, dia langsung masuk karena tidak ada jawaban dari sang pemilik untuk memastikan bahwa David, baik-baik saja.
sesampainya di sana Alisa, heran ternyata David, saat ini sedang tertidur, dengan posisi meringkuk, dan menggigil Alisa langsung mengecek suhu tubuh David, dengan cara menempelkan tangannya di atas kening yang terasa sangat panas itu.
"Owh ya ampun sayang kamu demam"ucap Alisa kaget dia pun langsung memanggil dokter, pribadinya saat itu juga, Alisa lalu melepaskan sepatu David, yang masih David, kenakan mungkin belum sempat ia lepaskan.
Alisa juga melepaskan dasi yang juga masih ada di leher David.setelah menyelimuti tubuh David, Alisa, turun ke bawah untuk memesan bubur, karena handphone milik nya di taruh di dalam tas miliknya yang tadi di letakkan di atas sofa ruang televisi.
setelah selesai memesan bubur untuk David, dan makanan lainnya, Alisa mengambil air putih untuk David,di dalam botol air mineral lalu kembali lagi ke atas.
"Sayang bangun lah,minum obat dulu sebelum dokter memeriksa mu"ucap Alisa.
__ADS_1
"Sayang kamu di sini "ujar David,tak percaya karena seharusnya Alisa, beristirahat di rumah nya.
Aku khawatir karena kamu pergi gitu aja udah gitu gak bisa di hubungi, jadi nya aku nyusul kesini"ucap Alisa.
"Sayang seharusnya kamu tidak perlu repot-repot kemari aku tidak apa-apa sebentar lagi juga baikan ko"ujar David, tidak ingin wanita cantik itu cemas.
"Tidak apa-apa, gimana yang... kamu itu sakit kamu butuh perawatan, andaikan aku bisa membawa mu keluar sendiri, aku akan membawa kamu ke dokter, tapi aku tidak bisa, jadi dokter yang kesini"ucap Alisa.
"makasih yang... kamu memang yang terbaik"ucap David.
"emang nya masih ada gitu yang baik lain nya"ucap Alisa.
"Ada BI Darmi, hehehe "ujar David, mencoba untuk bercanda.
"Gak lucu tau"ucap Alisa, Sambil memberikan obat pereda demam yang ia ambil dari dalam tasnya dia selalu membawa obat itu untuk berjaga-jaga.
"kemari lah sayang, temani aku bobo, sebentar lagi pasti cepat sembuh"ucap David.
"Nanti setelah dokter tiba"ucap Alisa menolak karena dia tidak ingin kenyamanan nya terganggu, jujur, saat ini dia juga butuh istirahat, dan tak lama kemudian dokter pun datang bersamaan dengan kurir yang mengantarkan pesanan nya saat ini.
dokter langsung memeriksa kondisi David, sementara Alisa, memindahkan bubur itu kedalam mangkuk, dan berbagai makanan lainnya saat ini Alisa, membawa nampan besar berisi makanan pavorit nya. ke atas setelah dokter menyarankan untuk istirahat yang cukup pada David, saat ini dia juga memberikan beberapa obat dan vitamin.
Alisa, langsung menyuapi David, makan bubur walaupun bukan yang pertama kali ia di suapi oleh wanita yang sangat di cintai nya saat ini tapi ada sedikit rasa canggung, saat ini.
"Sayang kamu harus habiskan bubur nya, setelah itu istirahat lah jangan pikirkan yang lain nya"ujar Alisa.
"Baiklah, tuan putri"ucap David, yang kini mencubit hidung Alisa .
"Ah...sakit sayang kamu jahat ih nanti hidung aku lepas gimana"ucap Alisa.
"Tidak akan sayangku ,ke marilah temani aku bobo"ujar David.
Alisa pun naik keatas ranjang, dan merebahkan tubuh nya di samping David, mereka pun tidur malam ini, bersama dalam satu ranjang, tanpa melakukan hal negatif lainnya, murni hanya tidur berpelukan, dalam satu selimut, entah kenapa bersama dengan David, Alisa, bisa sedekat itu, berbeda saat bersama dengan Adri atau pun Aryan, mereka tidak pernah seperti ini.
Alisa, merasa sangat nyaman tidur dalam dekapan David, kekasih, sekaligus asisten nya itu.
dan benar saja Alisa langsung terkesiap saat melihat David, keluar dengan menggunakan handuk di bawah pinggang dan handuk kecil di kepala yang sedang di keringkan dengan handuk kecil itu, tetesan air di dada bidang David, saat ini mampu membuat Alisa, menelan Saliva nya.
"Selamat pagi istri ku yang cantik"ucap David, Sambil tersenyum.
"pagi ... sayang bisa minta tolong tidak"ucap Alisa.
"Tentu sayang apa pun itu"ucap David.
"cepetan pake baju mu sayang"ucap Alisa, yang kini membalikkan badannya karena malu.
"Kenapa heummm, aku baru saja habis mandi, bukan nya di ambilkan baju "ucap David, Sambil mendekat ke arah Alisa.
"Yang... kamu jangan main-main, aku belum jadi istri mu, sebaiknya kamu cepetan pakai baju Ok"ucap Alisa, yang kini bersembunyi di balik selimut.
"Kata, siapa sebentar lagi, kita akan segera menikah,asal kamu mau aku ajak hidup pas-pasan, atau bahkan"ucapan David terhenti saat Alisa bangkit dan langsung membungkam bibir David, dengan menempelkan telunjuknya saat ini.
"jangan pernah ucapkan kata itu lagi, aku mencintaimu dengan sepenuh hati ku, walaupun kamu bukan pria pertama yang singgah di hati ini, tapi aku sangat mencintaimu, saat ini nanti dan selamanya jangan pikirkan materi, aku sudah punya itu aku tidak butuh yang lain nya, aku hanya butuh kamu selalu ada di sisi ku dalam suka maupun duka hingga maut menjemput, aku akan tetap mencintai mu, dan ingat berapa pun yang kamu berikan kepada ku nanti nya, aku akan tetap bersyukur karena itu adalah bukti cinta mu pada ku" ujar Alisa.
"Terimakasih sayang, atas pengertian dan cinta nya, aku lebih mencintai mu lagi muachh"ucap David, Sambil mengecup bibir ranum itu sekilas.
"Sayang kamu itu jorok ih... aku belum sikat gigi tau"ucap Alisa, yang kini langsung bergegas menuju kamar mandi.
"Aku tau sayang tapi aku suka"ucap David, Sambil tersenyum bahagia.
Andaikan saja dia punya segalanya, ingin sekali dirinya memanjakan Alisa, saat ini tapi sayang dia hanya orang biasa, hanya mampu memberikan cinta dan kasih sayang nya itu.
🌹💖💖💖🌹
ke esokan hari nya, setelah jam pulang kantor, David, pulang terlebih dahulu, untuk membeli sesuatu yang sudah ia niatkan untuk wanita yang sangat di cintai nya itu.
__ADS_1
sementara itu Alisa, pulang di antar sopir, menuju kediaman nya, dia langsung di sambut oleh kedua putrinya saat ini, yang bergelayut manja pada nya.
"momm... boleh enggak kalo, akhir pekan nanti kami pergi ke rumah Daddy, Edgardo lagi, aku mau ikut mommy, Senny ke Bali "ujar putri.
"Apa pun itu sayang yang penting kalian baik-baik saja"ujar Alisa, sambil mengecup puncak kepala mereka berdua secara bergantian.
"hore..."ucap putri
"Makasih mom"ujar Keyra.
"Sama-sama sayang, tapi kalian kesana di antar sopir dan suster ya, mommy,ada kerjaan di luar kota, nanti"ucap Alisa.
"Ok, mommy ku sayang"ucap putri lagi, sementara Keyra, yang kalem hanya tersenyum saja.
Alisa pun pergi untuk beristirahat, sementara itu David,kini baru pulang dari toko perhiasan, dia mengambil cincin pesanan nya, untuk wanita spesial yang saat ini selalu membuat hati nya bahagia.
David, mengirim pesan singkat pada Alisa saat itu juga.
💌"sayang kamu sudah tidur belum, aku sangat mencintaimu dan aku sangat merindukan mu love you honey"ujar David.
Alisa, yang kebetulan sedang memeriksa laporan dari handphone nya saat ini dia tersenyum manis dan, langsung menelpon David.
mereka melakukan panggilan video call.
"Hay sayang ku, aku juga merindukan mu"ujar Alisa.
"heumm... benarkah sayang, tapi kenapa tidak menjawab pesan ku"ucap David, pura-pura ngambek.
"Kan ini juga udah sayang, jangan ngambek gitu,deh nanti ganteng nya hilang"ujar Alisa.
"Heumm... iya baik'lah makasih sayang, sekarang istirahat lah"ucap Alisa.
"Aku, tidak bisa bobo, karena gak ada kamu di samping aku"ujar David.
"Kamu, bisa ko, sayang jadi jangan manja gitu, nanti setelah halal, kita akan bobo bareng'lagi"ucap Alisa, lembut.
"Baiklah sayang, tunggu hari itu tiba"ucap David.
"Aku selalu menunggu nya"ucap Alisa.
"Aku akan lakukan yang terbaik semampu ku , tapi ingat lah semuanya itu tidak sebanding dengan seberapa besar nya rasa cinta ini"ujar David.
"Aku akan menjadi wanita yang sangat bahagia nanti nya"ucap Alisa.
"Itu harus sayang,ya sudah sekarang kamu bobo yang nyenyak, dan jangan lupa berdoa,satu lagi tolong mimpi in aku Ok, sayang muachh,dada..."ujar David, Sambil mematikan sambungan telepon tersebut, padahal Alisa,baru mau ngucapin selamat malam.
ke esokan hari nya di kantor, Alisa, berpapasan dengan David, yang sengaja menunggu kedatangan nya di lobi, tapi Alisa, bahkan tidak menegur nya, jangan kan menegur nya, melirik pun tidak, David yang heran, terus mengikuti langkah Alisa, hingga sampai di dalam lift.
"Ada apa sayang, kenapa kamu seperti ini, apa ada masalah,ayo beritahu aku"ucap David, Sambil memeluk dan mengecup puncak kepala Alisa, namun yang di tanya tidak menjawab, hingga pintu lift, terbuka, Alisa tetap bisu.
"Sayang, sebenarnya ada apa ??... ayo bicara lah jangan buat aku khawatir"ucap David.
"maaf aku sibuk,vid "ucap Alisa dingin.
"sayang please, jangan buat aku bingung kalau ada masalah kita bisa bicara, aku tidak ingin pekerjaan ku, berantakan karena mood booster ku seperti ini"ucap David.
"Aku bilang aku sibuk, kamu ngerti gak sih vid"ucap Alisa, Sambil terus fokus pada laptop nya yang kini sudah menyala.
"sayang aku tau hari ini kamu, tidak ada kesibukan yang terlalu berarti, karena aku, yang selalu mengatur jadwal mu, aku tau semua nya"ujar David, mulai terbawa emosi.
"Vid... kita putus saja ya"ucap Alisa, yang kini menahan tangisnya.
"Tidak, sayang aku tak mau itu terjadi,kasih aku alasan kenapa kamu bisa bicara seperti itu, sayang apa salah ku"ucap David.
"kamu tidak salah, hanya aku yang terlalu percaya dengan janji seseorang, aku yang bodoh"ucap Alisa, Sambil berlari menuju ruang istirahat nya, tangis nya pecah saat itu juga, Alisa, benar-benar sedih karena sebentar lagi David, akan segera menikah dengan tunangannya itu,ada seseorang yang semalam menghubungi nya, dia tidak lain adalah ibu nya David, wanita itu berbicara dengan lembut, tapi mampu menggores hati, saat Alisa di minta untuk melepaskan anak semata wayangnya itu saat itu juga.
__ADS_1
bukan tanpa alasan, ibunya, menelpon dia, karena David, memutuskan hubungan nya dengan tunangannya itu dua hari, sebelum dia jatuh sakit.